(AR) Double Impact

Double Impact

Double Impact (firaanastasya27.wordpress.com)

Neo Xenon

.

| Choi Siwon, Tiffany Hwang, Kang Jinri (OC) | PG-17 | Vignette | Life, Alternative Universe, Thriller | The cast are belong to themselves, parents, management and God. I just borrow the name for my story. This story is mine and original by me, so don’t be a plagiator! Sorry if you got the typo. Keep RCL. Inspired my imagination | Cover by firaanastasya27.wordpress.com |

 

“I Destroy my Enemies, when I make them my friends.”

 

-Abraham Lincoln-

 

 

—————–

 

 

Ia tidak pernah mengerti akan jalan pikirnya sendiri, seperti bagaimana cemeti bisa berada di tangan dan ada seorang wanita kurus berbalut memar dan lebam tertidur di dekat sebuah kandang besi tak jauh dari lemari penyimpanan senjata. Ia pun ikut tidak mengerti ketika beberapa potong tubuh manusia tergeletak tidak beraturan di dalam bak cuci piring hingga menumpahkan warna merah percampuran darah dengan air cucian kotor, bahkan ada beberapa kepala menggelinding dan menyentuh ujung pantofel kulit yang dikenakannya. Ia tidak mengerti sama sekali.

Namun, ia sadar kali ini ia sedang melantur. Ia mengerti dan mengetahui semua alasannya.

Siwon mengambil kepala di dekat pantofel yang ia kenakan dan melempar benda di dalam genggaman ke sembarang arah, masuk pada sebuah tempat sampah kosong berjarak 2 meter dari posisi. Lengkungan iblis menyayat bibir membentuk sebuah senyum kepuasan yang menenangkan batin, Siwon kembali menjelajah isi ruangan pribadinya. Pada deretan lemari, ia berhenti. Sebuah toples berisi cairan kuning dan gulungan organ dalam dengan coretan hitam spidol bertuliskan Jang Hyun Suk mampu membuat Siwon tertarik dan mengambil benda tersebut.

Siwon tidak memakan benda aneh di dalam toples. Ia hanya mengocok sebentar benda di tangannya hingga sedikit bosan dan mengambil ponsel miliknya di saku celana, menghubungi seseorang nun jauh dari tempatnya berada. Pembicaraan cukup alot terdengar, menggelitik wanita bersumpal kain kotor di mulut untuk membuka mata perlahan, helaian kalor yang berubah menjadi cahaya dari pendaran bohlam menusuk pandangan seketika, sedikit buram hingga sosoknya tak tersadar bahwa Siwon telah kembali berpindah posisi padanya.

Bagi sosok Kang Jinri, masuk ke dalam pelukan seorang Choi Siwon adalah kesalahan terbesar di dalam hidup. Pesona sang cassanova tidak lebih dari sebuah akal bulus setan bersayap malaikat untuk menjebak dirinya menuju neraka dalam versi terbaru. Tidak butuh waktu lama, hingga akhirnya jati diri yang sebenarnya terungkap jelas. Karena kesalahan dirinya sendiri pula, ia bisa berada di sini. Di dalam penjara seorang Choi Siwon.

“Rupanya kau sudah bangun. Apa kau lapar?”

Ingin sekali rasanya Jinri menghadiahkan ratusan liter saliva untuk didaratkan ke wajah pahatan sempurna milik Siwon. Namun, keadaannya tidak terlalu memungkinkan dengan selembar kain kotor yang menyumpal keras mulut dan tubuh yang begitu malang dihiasi rantai berlapis. Kadar ketakutan naik sedikit demi sedikit tatkala Siwon datang dan menghampiri, sebuah pisau lipat membelai indah pipi dan menghasilkan goresan menawan sepanjang 5 sentimeter.

“Kurasa kau memang lapar, Jinri ah.”

Siwon kembali menghubungi seseorang, ingin rasanya bagi Jinri memanfaatkan setiap kesempatan emas yang terbit di depan mata. Tapi, Siwon terlalu cerdas untuk sekedar menebak apa yang dilakukan oleh seorang wanita lemah tak berdaya sepertinya. Mungkin, akan ada beberapa sesi pukul memukul sebagai feedback akibat ulahnya melawan perintah.

Ayolah, Tiff. Jinri benar-benar lapar sekarang. Kau bisa membunuh Mark di sini bersama ku.

Baru sekali ini Jinri mendengar Siwon memohon, tapi ditepisnya pikiran busuk dari dalam kepala. Siwon tidak lebih dari seorang psikopat sialan berwajah rupawan. Setelah selesai berbincang dengan seseorang yang ia panggil sebagai Tiff, Siwon pun menjauh sedikit dari posisi Jinri. Ia kembali meletakan toples pada tempatnya dan mengambil yang lain dan dua sekaligus, kini bertuliskan nama Kang Jiyoung dan Kang Daesung.

“Rghhh! Rgghh!”

Siwon menoleh mendapati pergerakan liar dari Jinri, pria itu tersenyum untuk yang kesekian kali dan menggoyang dua toples di tangan. Ia benar-benar bertransformasi begitu cepat menjadi seorang berdarah dingin tanpa perasaan. Tapi, setelah dipikir-pikir, Siwon masih memiliki perasaan.

Yap! Perasaan Humor! Meskipun, dalam arti yang lain.

Mianhae, Jinri ah. Aku tidak terlalu sengaja merobek perut Jiyoung dan Tiffany terlalu bernafsu menebas kepala Daesung beberapa bulan yang lalu. Salahkan saja mereka yang memergoki kami berdua di kediaman Pengacara Hyun Suk dan melihat bagaimana kami bekerja untuk menyelesaikan hidup si pak tua berandal.”

Ledakan tangis Jinri menjadi original soundtrack tersendiri untuk mengantarkan kenyataan tidak terketahui. Siwon tertawa puas sembari memukul paha, entah karena apa. Jinri bersumpah akan membunuh Choi Siwon sekaligus kawan seperjuangan sang pria psikopat, Tiffany Hwang setelah apa yang keduanya lakukan. Namun, ia harus terlebih dahulu melepaskan segala atribut menyusahkan dari seluruh tubuh.

“Tidak bisa kabur, ya? Kasihan sekali anak Appa.”

Ya, Tuhan! Kenapa kau menciptakan manusia seperti Siwon?

“Ya! Berhenti menggoda gadis muda, Won!”

Siwon menelengkan kepala kearah kiri dan mendapati Tiffany sedang mengeret seorang pria muda masuk melewati pintu mahoni. Suara gemuruh barang yang dihantamkan ke tanah membuat seluruh bulu kuduk meremang, Jinri mereguk ludah melihat pria bermata sempit dihadapannya sedang berusaha melewati sakaratul maut dengan bibir, hidung, dan tenggorokan rompal tertanam puluhan kail pancing sebesar kepalan tangan. Tiffany mengedarkan pandangan dan melihat Jinri yang bercucuran keringat.

“Dasar Pedofil!” jawab Tiffany bersungut.

“Hei! Aku tidak bersetubuh dengannya!” balas Siwon tidak mau kalah.

“Korbanmu selalu saja gadis muda!”

“Aish! Terserah kau saja!”

Tiffany tertawa senang dan memukul pelan punggung Siwon dengan kelakar menjuntai dari ujung bibir. Tak lama sebuah bungkus rokok keluar dari saku cardigan yang dikenakan oleh sang wanita berambut hitam sebahu dan menyala tak lama kemudian oleh api dari pemantik buatan lokal. Siwon tidak begitu memperdulikan sikap Tiffany dan beralih menatap pada sosok pria nista tak tertolong yang dibawa oleh Tiffany beberapa saat yang lalu.

“Jadi, ini korbanmu yang baru? Native?

No. Just like me, Korean American. Her Boyfriend’s Cousin.

Siwon menatap lurus pada mayat Mark yang telah menghembuskan nafas terakhir sepersekian detik yang lalu. Diambilnya paksa salah satu kail yang mencungkil hidung Mark dan mengarahkannya kearah Jinri, Tiffany menseparatis gulungan rokok dari rongga mulut dan mengikuti arah tangan dan pandangan Siwon.

“Kau ingin aku membunuhnya? Ah, kau jahat sekali,” ucap Tiffany memelas. Siwon mencibir dan menarik ujung kiri bibir ke atas.

“Kau memang tidak tahu diri, Tiffany Hwang.”

“Itulah aku.”

Siwon memberikan kail di tangannya dan mengambil kail baru dari ujung tenggorokan Mark, memutar pelan mainan barunya dan sesekali berganti tatapan kepada Jinri dan Tiffany. Sang wanita berambut hitam sebahu mengangguk mengerti dan menancapkan kail di tangannya pada lantai tepat Jinri berpijak sementara.

“Lihatlah, Won! Ia nampak ketakutan! Kau harus merusak wajahnya!”

“Tentu saja. Kau juga harus ikut!”

Kali ini giliran Siwon yang menebar serpihan teror kepada Jinri. Sekali lagi harus ada goresan baru yang tercetak pada pipi mulus milik sang gadis muda, Siwon memberikan ukiran bertulis inisial namanya dan Tiffany. Darah mengalir laksana sungai termakan arus deras dan mengotori pakaian. Siwon mengambil tabung erlenmeyer kecil pada meja di dekatnya dan menampung darah yang terus menetes keluar, Tiffany pun ikut menggores pipi Jinri yang lain dan setelahnya mengikuti proses yang sama seperti Siwon lakukan.

Jinri merasakan sakit menusuk pada pipi, menangis seakan tiada guna mengingat tidak ada lagi manusia yang bisa ia andalkan di sini. Bagaimana dengan Tuhan? Jinri hanya berharap bahwa sang maha kuasa segera mengirimkan seseorang untuk menghentikan aksi tak bermoral yang kini didapatkannya. Tiffany memekik kesenangan dan menimang tabung di tangan dengan bahagia. Siwon tersenyum mendapati sang kekasih berbalut senyum sumringah seperti sekarang, membuat seorang Jinri tidak habis pikir.

“Ehm, Won!”

Wae?

Tiffany mendekati Siwon dan membisikan sesuatu kearah pria tersebut. Siwon nampak menggeleng tidak setuju, namun Tiffany tidak kehabisan akal dan terus merajuk hingga pria itu luluh dan mengangguk kecil mengikuti permintaannya.

“Ahhh! Ahh!” Deru nafas Jinri tidak begitu beraturan setelah Siwon membuka penutup mulut. Hal yang pertama kali ia lakukan adalah melempar saliva dan makian kearah keduanya.

“Kalian berdua iblis! Jahanam!”

“Persetan…”

Plak!

Ucapan Jinri terputus ketika Tiffany menampar telak wajahnya, Siwon membersihkan wajahnya yang sempat ternodai oleh jejak menjijikan dari mulut Jinri, meraih rahang bawah wanita dihadapannya dan menekannya begitu keras. Tak lupa kail ditorehkan di sebelah kiri pipi. Tiffany yang belum puas segera menendang tubuh Jinri hingga sang gadis muda terjungkal ke belakang dan terdengar debaman keras selanjutnya.

“Sudahlah, Won. Kita ceritakan saja semuanya kepada si wanita brengsek ini, aku sudah muak!”

“Kali ini aku setuju denganmu, Tiff.”

Siwon berbalik dan memasuki salah satu ruangan lain melalui sebuah pintu rahasia yang terhubung dengan sebuah rak buku besar. Tiffany tidak hanya diam menunggu, namun juga menghadiahkan beberapa tendangan sebagai bentuk balas dendam atas kasus penghinaan yang ia terima tadi dari Jinri. Siwon datang 10 menit kemudian dengan sebuah kotak besar yang terbuat dari kuningan.

Sayup-sayup Jinri melihat Siwon dan Tiffany seperti mengeluarkan beberapa dokumen lama dari dalam kotak kuningan, tapi wanita itu tidak bisa mempercayai penglihatannya ketika melihat Tiffany yang menangis sembari merengkuh sebuah foto dan Siwon yang menunduk tanpa memperlihatkan wajah kacau. Wanita itu berusaha membuka mata lebih lebar dan kini kedua manusia dihadapannya hanya bisa tersenyum iblis seperti dahulu, meskipun berhias simbolis melankolik air mata.

“Kau tahu siapa dia? Kang Jungshin?” tanya Tiffany sembari menyodorkan selembar foto kearah wajah Jinri.

“Tentu saja ia tahu, Tiff. Jungshin Idiot adalah ayahnya sendiri,” balas Siwon mendecih.

Siwon dan Tiffany tertawa dengan keras, mengeluarkan beberapa lembar foto lain dengan objek berbeda. Dua buah foto dengan dua buah potret keluarga yang berbeda nampak sedang tenggelam dalam kebahagiaan yang menyelimuti. Jinri memekik kesakitan saat Tiffany meninju wajahnya keras hingga menimbulkan bunyi derak dan rasa sakit luar biasa pada rahang bagian bawah.

“Kang Jungshin atau lebih tepatnya ayahmu adalah tersangka utama dalam kasus penggelapan dana bantuan asing. Sedangkan, Choi Kiho dan Jared Hwang atau lebih tepatnya pula ayahku dan ayah Tiffany adalah dua orang penyelidik yang dipercaya negara untuk mengungkap semua kebusukan yang dilakukan oleh ayahmu. Namun, ia memang lebih licik dari ular…”

Jinri berusaha membalas, tapi Tiffany sekali lagi meninju wajahnya dan menghancurkan rahang atasnya. Siwon berdehem sedikit sebelum kembali melanjutkan ceritanya.

“Ia berhasil membunuh kedua ayah sekaligus keluarga besar kami dan membuang semua mayat yang telah ia hilangkan nyawanya ke laut. Seluruhnya! dan hanya menyisakan dua anak manusia beruntung yang haus akan dendam yang kini sedang terbalas. Hahaha!”

Siwon berganti posisi dengan Tiffany. Kini, Siwon begitu sibuk memberi cambukan pada tubuh lemah tak berdaya Jinri. Cerita kembali dilanjutkan.

“Kami membuang waktu kami untuk mengetahui siapa dalang dari pembunuhan tersebut. Polisi seakan angkat tangan, meskipun kedua ayah kami adalah agen negara. Akhirnya, kami berhasil setelah melewati banyak penantian. Kedua saudaramu, Pengacara Yang, kekasihmu, dan semua orang yang berhubungan dengan seluruh keluarga Kang sudah mengucapkan salam perpisahan menuju neraka…”

“Sayangnya, tujuan utama kami tidak tercapai saat menyadari jika Jungshin telah lebih dahulu mati karena serangan jantung. Tapi, sudahlah! Toh, kita mendapatkan gantinya. Benar bukan, Won?”

Ne, Fany ah.”

Dan yang terakhir kali dilihat oleh Jinri sebelum kehilangan kesadaran adalah Siwon dan Tiffany menendang wajahnya bersamaan.

 

——–

 

Jeep Scrambler berwarna merah terparkir di dekat sebuah gubuk kecil dengan puluhan gelondongan kayu basah menghias pelipir jalan basah. Siwon terlebih dahulu turun dan mengambil kotak besar dari jok belakang dengan Tiffany yang berjalan terlebih dahulu memasuki gubuk dengan kotak miliknya sendiri. Puluhan potong kepala utuh berjajar membentuk sebuah rangkaian piramida di ujung ruangan, Siwon tersenyum kecil dan membuka kotak yang ia bawa, kemudian menaruh kepala Jinri yang telah diputuskannya tadi sebelum berangkat.

“Kau harus lihat ini.”

Tiffany ikut membuka kotaknya dan meletakan sebuah kepala lain pada rangkaian, Siwon tersenyum geli melihat sosok Mark yang notabene adalah sepupu dari kekasih Jinri yang baru saja datang dari Amerika. Keduanya mundur dan mengabadikan fenomena dihadapan keduanya dengan sebuah selfie.

“Tahap terakhir!”

Tiffany menggoyangkan sebuah kotak berisi segala rekaman kejahatan yang pernah dilakukan oleh keduanya dan membuangnya tepat pada perapian yang sedang menyala. Siwon mengamati benda persegi tersebut dilahap perlahan oleh jilatan si jago merah. Dan keduanya pun tersenyum bahagia setelahnya.

 

-Fin-

 

Untuk kali ini vignette thriller SiFany, suka? #kedipkedipserem #sodorinpisau #dipukulpakepancisamareader

RCL nya ditunggu ^^

 

92 thoughts on “(AR) Double Impact

  1. Kyaaaaa… jiyoung ame dae ngpain disitu?? Dibunuh lagi #biasgwthorr tp ni epep sweett bngedd dah #plakk #maksudlu??
    Ni epep seremm ahh, tu sifany psycho bngddd, tp gw akuin ni epep kerrrreeennnnn, bahasa’y mndukung bngedd, bkin lgi yye thor #ehh

  2. Waaaaw genre nya horor amat thor , ngeri bacanya😀 tapi baru liat karakter SiFany yang kaya gini , psikopat gitu. Tapi overall keren loh thor walaupun menegangkan dan mengerikan😀 oke ditunggu karya selanjutnya thor! For our SiFany♥
    SiFany SiFany♥

  3. omoooo!! Neo daebakkkk dlm mmbuat ff sprti ini unnie, serem bnget dehhhhhh kta”nya.. SiFanyku jdi orng jhat disini -_- sbnarnya rada bingung sama critanya unnie, tpi ttp krennn.. d tnggu ff lainnya unnie.. Keep Hwaiting!! SiFany just my love couple❤

  4. Ceritanya bikin aku… grrrrrr~~~~ :3
    Sumpah author.. Disini Sifany serem banget.. Takut gue. Hikhikhik -_-
    Tapi seru, aku suka cerita yang pembunuhan kaya gini.. Walaupun agak sedih soalnya bias aku nya jadi serem kek gitu -_-

  5. Aiggoo…..thor ini ff thriller dan seram banget.
    Apalagi sifanynya jadi pembunuh yg sadis,hanya karena ingin balas dendam,apalagi siwon tampangnya benar2 psycho dan psikopat.
    Ya,boleh dibilang kalo saya suka yg berbau thriller
    hehehe……yg penting sifany 4ever♡♡♡♡♡
    Author ada kelanjutannya gak?sequelnya?
    Thanks buat author dan ff thrillernya.
    Author jjang,hwaiting and keep writing.

  6. bikin merinding nih, nyeremin ceritanya
    sifany sebenernya gak salah, cuma keadaan yang memaksa mereka untuk melakukan itu. tapi walau bagaimanapun balas dendam gak akan berakhir, pasti akan ada balas dendam balas dendam yang lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s