(AF) SWEET NAMJA SWEET DARLING PART 2

SWEET NAMJA SWEET DARLING PART 2

headf
Title : Sweet Namja Sweet Darling
Author : kireynalice
Type : Sequel
Genre : Family, Romance
Rating : PG 15+
Main Cast : Hwang Mi Young, Choi Siwon
Other Cast : Kim Tae Yeon, Park Jung Soo, Jung Soo Yeon, Lee Dong Hae, Choi Soo Young
Disclaimer : Karakter tokoh hanya fiktif belaka dan dikembangkan menurut plot cerita. Tidak ada maksud untuk menyinggung pihak manapun. Kesamaan ide cerita merupakan hal yang tidak disengaja. Alur dan penokohan murni hasil pemikiran saya.
Paras cantiknya, senyum cerianya, tutur katanya, semua yang ada padanya membuatku… tergoda.

Siwon’s POV
Obrolan kami berlangsung dengan hangat. Aku tak bisa memungkiri bahwa semua itu berkat kemampuan Dong Hae. Sedikit banyak pekerjaannya sebagai seorang pengacara membuatnya harus pandai mengatur kata. Dan sepertinya hal itupun berhasil dia terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk untuk urusan dengan para yeoja. Hal itu terbukti dengan semakin akrabnya dia dengan kedua yeoja yang baru dikenalnya itu. Bahkan dia sudah berani meminta nomor pribadi Soo Yeon. Aku sungguh salut dengan keberaniannya.
Sesekali aku dan Mi Young-ssi bertukar pandang sambil tersenyum memperhatikan kedua orang tersebut. Ternyata Soo Yeon berniat untuk mengenalkanku pada Mi Young-ssi sejak satu tahun yang lalu. Tapi rencana tersebut harus dibatalkan karena kepergianku ke Inggris untuk urusan pekerjaan. Ah.. Kenapa saat itu aku pergi dengan tergesa? Andai saja aku menunggu sedikit lebih lama, mungkin aku sudah mengenal Mi Young-ssi dan saat ini kami mungkin sudah…
Oh.. Tidak! Sadarlah Choi Siwon! Bisa-bisa kau jadi gila karena terlalu asyik dengan mimpimu itu!
Mi Young-ssi melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku. Membuatku terperanjat dan tersadar dari lamunanku.
“N..Ne?” Tanyaku dengan terbata. Mi Young-ssi tertawa melihat reaksiku.
“Apa yang sedang anda pikirkan Siwon-ssi?” Tanyanya masih dengan tawa yang menghiasi wajah cantiknya.
“A.. Aniyo..” Jawabku gugup sambil menggaruk tengkukku yang tak gatal.
“Oh.. Ku kira anda berencana untuk membeli diaper yang pas untuk usia 24 lagi.” Katanya menggodaku. Aku jadi ikut tertawa juga pada akhirnya.
“Tapi kenapa dia tidak datang?” Tanya Mi Young-ssi lagi.
“Nugu? Ah.. Soo Young? Dia tidak ikut bersama kami. Kebetulan almamaternya juga mengadakan acara hari ini. Semacam kegiatan amal atau sejenisnya. Entahlah, aku tidak bertanya terlalu banyak.” Jelasku.
“Jinjayo? Sayang sekali. Padahal aku sangat ingin bertemu dengannya.” Sesal Mi Young-ssi. “Ah iya.. Waktu itu kenapa anda berbelanja ke tempat lain kalau anda sendiri memiliki pusat perbelanjaan?” Lanjutnya lagi.
“Emm.. Anggap saja seperti.. study banding mungkin?” Jawabku tak yakin “Dan ralat. Bukan pusat, The Choice hanya tempat belanja biasa. Dimana para ibu rumah tangga berbelanja kebutuhan sehari-hari. Terlalu berlebihan kalau disebut sebagai pusat perbelanjaan.” Lanjutku.
Mi Young-ssi tertawa memperlihatkan gigi putihnya yang berderet rapih.
“Aku yang terlalu berlebihan atau anda yang menjadikannya terlalu sederhana Tuan Choi?” Tanyanya lagi dengan menyipitkan matanya.
“Aniyo. The Choice memang baru beberapa minggu ini diresmikan. Sebenarnya itu adalah proyek selingkuhanku.” Jawabku sedikit berbisik.
“Wah.. Ternyata anda memang terkenal ya! Tidak hanya para yeoja, bahkan pekerjaan pun rela mengantri untuk mendapatkan perhatianmu.”
“Tidak juga. Sebenarnya tugas utamaku adalah membantu ayahku menjalankan bisnis keluarga. Tapi sepertinya jiwa pemberontakku menjadi lebih dominan akhir-akhir ini.” Jelasku padanya.
“Iya. Jiwa pemberontak yang menguntungkan.” Tukasnya lagi yang hanya kujawab dengan senyuman.
“Lalu anda sendiri, apa kegiatanmu sehari-hari Mi Young-ssi?”
“Aku sedang menunggu pengumuman pengajuan Strata II ku di Australia, Siwon-ssi. Untuk saat ini aku tidak memiliki kesibukan yang berarti. Hanya makan, bermain dan tidur.”
“Sepertinya kegiatanmu bisa dijadikan judul layar lebar Mi Young-ssi. Bagaimana kalau eat, play and sleep?”
Mi Young-ssi tertawa terbahak mendengar gurauanku. Tuhan.. Ingatkan aku untuk tidak memeluk yeoja ini! Paras cantiknya, senyum cerianya, tutur katanya, semua yang ada padanya membuatku tergoda.
Sesuatu hal membuat Mi Young-ssi mengalihkan pandangannya dariku pada tas tangan yang sedari tadi dipegangnya dan mengambil sesuatu dari dalamnya, sebuah ponsel.
“Changkammanyo Siwon-ssi.” Katanya padaku sambil menunjukkan ponselnya ke arahku. Aku mengerti apa yang dia maksud dan hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban atas permintaan izinnya. Tak lama kemudian dia sudah terlarut pada percakapannya.
“Ne, Eonni. Aku masih di pesta bersama Soo Yeon Eonni. Ada apa?” Jawabnya.
“…..”
Pembicaraannya dengan seseorang di seberang sana berlangsung singkat. Tetapi raut wajah Mi Young-ssi berubah menjadi cemas. Mungkinkah telepon dari kakaknya? Kudengar dia menyebut Eonni saat menjawab telepon tadi. Dia kemudian berbicara pada Soo Yeon. Aku dapat mendengarnya dengan jelas karena suasana pesta ini tidak terlalu bising.
“Eonni.., Mianheyo sepertinya aku harus pulang sekarang.” Katanya pada Soo Yeon.
“Wae Mi Young-a? Kenapa kau panik begitu? Apa yang terjadi?” Tanya Soo Yeon.
“Mollayo Eonni. Tae Yeon Eonni menelepon dan menyuruhku untuk segera pulang. Dia tidak mengatakan apa-apa lagi selain itu.”
“Tapi, Goo Ahjussi baru akan menjemput kita satu jam lagi. Otte?” Katanya dengan nada cemas.
“Kalau kau mau, kau bisa memakai mobil Oppa, Mi Young-a.” Dong Hae yang sedari tadi hanya diam memperhatikan mereka menawarkan bantuannya pada Mi Young-ssi.
“Benarkah itu Oppa? Jheongmal ghamsahamnida.” Kata Soo Yeon lega, “Mi Young-a, kalau kita menunggu jemputanku terlalu lama. Kalau kau naik mobil Dong Hae Oppa saja, Otte?” Tanyanya kemudian pada Mi Young-ssi. Dia tampak berpikir sejenak.
“Tapi, Dong Hae minum cukup banyak malam ini. Kurasa kurang tepat baginya untuk mengantar Mi Young-ssi yang sedang terburu-buru. Bagaimana kalau aku saja yang mengantarnya?” Tawarku pada mereka.
“Benar juga. Lebih baik Siwon saja yang mengantarnya. Kemampuan mengemudinya sangat handal. Lebih cepat dari taksi manapun.” Timpal Dong Hae.
“Baiklah, kalau begitu aku diantar Siwon-ssi saja Eonni.” Katanya pada Soo Yeon, “Terima kasih atas tawaranmu Oppa.” Lanjutnya pada Dong Hae yang hanya dijawab dengan anggukan.
“Kalau begitu, aku titip Mi Young ya Oppa. Mi Young-a, telepon aku begitu kau tau apa yang terjadi, arasso?” Kata Soo Yeon pada kami berdua.
“Ne, Eonni. Aku duluan ya!”
“Eoh.. Berhati-hatilah!”
Kami berdua kemudian pergi setelah sebelumnya berpamitan pada pemilik pesta malam ini yang tentunya heran karena sikap kami yang terburu-buru dan bergegas menuju mobilku. Sepanjang perjalanan kami habiskan dalam diam. Aku tahu benar bagaimana keadaan Mi Young-ssi saat ini. Pikirannya pasti diliputi berbagai perasaan. Penasaran, cemas dan takut bercampur menjadi satu. Karena itu aku tidak banyak bertanya padanya selain menanyakan alamat dan jalan menuju rumahnya. Rumah Mi Young-ssi terletak di kawasan Apgujeong-Dong. Tidak terlalu jauh dari apartemenku ternyata. Rumahnya cukup besar. Dengan gaya klasik yang didominasi warna broken white.
Mi Young-ssi turun dari mobilku sebelum aku sempat membukakan pintu untuknya.
“Gumawoyo, Siwon-ssi.” Katanya sambil berlari memburu pintu rumahnya.
Kalau sudah begini, mana mungkin aku bisa pulang tanpa melakukan apapun. Setidaknya aku harus memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada yeoja yang kuantar pulang ini. Maka aku pun segera mengikuti langkahnya untuk masuk ke dalam rumah yang pintunya masih terbuka itu.
Rumah ini begitu nyaman. Pemilihan warna, furniture dan desain interiornya menunjukkan bahwa pemiliknya memiliki selera yang baik. Di dindingnya tertempel beberapa buah figura. Satu diantaranya berukuran lebih besar dibanding yang lainnya. Pigura itu memuat foto sepasang Ahjumma dan Ahjussi paruh baya, seorang namja dan dua orang yeoja. Salah satu dari yeoja cantik itu jelas Mi Young-ssi. Pasangan suami istri itu pasti Tuan dan Nyonya Hwang dan sepertinya dua orang lagi yang tersisa itu adalah pasangan suami istri juga. Karena dari ukuran perutnya yang membesar, sepertinya yeoja itu sedang mengandung. Tunggu dulu. Sepertinya aku pernah melihat namja itu. Tapi dimana?
Belum sempat aku menikmati keindahan rumah ini, suara tangisan di sebuah tempat mengejutkanku. Aku segera berjalan menuju ruangan itu.
Tampak seorang yeoja hamil yang berdiri di sisi kiri ruangan sedang menangis sambil menutup mulut dengan kedua tangannya. Di sisi lainnya seorang namja paruh baya berjas rapih menundukkan kepalanya. Sementara di tengah ruangan seorang yeoja bergaun malam berwarna hitam, Mi Young-ssi, tampak memeluk atau lebih tepatnya dipeluk oleh seorang namja. Namja itu terlihat mengenakan pakaian kantor meskipun sudah tidak berbentuk lagi. Dilihat dari penampilannya sudah jelas bahwa dia sedang mabuk.
Kurasakan ponselku bergetar. Segera kuambil benda itu dari saku jasku kemudian melihat layarnya. Sebuah pesan masuk.
Eomma
02-270-888
16/03/2014 Sun
Chagi-ya eodiga?
Ny. Choi..! Kenapa dia selalu begini? Aku ini bukan anak kecil lagi. Bisakah dia memperlakukanku seperti layaknya seorang pria dewasa?
Dengan kasar kumasukkan kembali ponsel itu ke dalam saku jasku. Meskipun aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, aku terpaksa menahannya. Aku harus segera pulang sebelum Ny. Besar dirumahku itu menelepon dan menginterogasiku dengan pertanyaan-pertanyaannya yang menggangu.
Aku tidak mungkin menginterupsi momen keluarga itu. Jadi kuputuskan untuk melangkah dengan perlahan ke arah pintu luar. Aku hanya berpamitan pada seorang Ahjumma yang tadi membukakan pintu untuk kami dan menitipkan pesan padanya untuk memberitahu Mi Young-ssi bahwa aku pulang sekaligus meminta maaf karena aku tidak sempat berpamitan secara langsung padanya.
End of Siwon’s POV
Mi Young’s POV
“Gumawoyo, Siwon-ssi.” Kataku sambil berlari memburu pintu rumah. Tak kuhiraukan tatapan herannya padaku. Aku terlalu panik untuk memikirkan lingkungan sekitar. Bahkan sapaan Hong Ahjumma pun tak kuhiraukan. Suara isak tangis terdengar dari arah ruang keluarga, aku segera melangkahkan kakiku kesana.
Tae Yeon Eonni berdiri di sisi kiri ruang keluarga sambil menangis, sementara Seo Ahjussi, berdiri di sisi lainnya sambil menunduk. Ruangan ini sudah tak berbentuk. Figura foto yang biasanya tertata rapi di atas meja di sudut ruangan kini sudah hancur berantakan. Penyebab kekacauan ini pastilah namja yang ada di sudut ruangan itu. Penampilan Jung Soo Oppa sangat kacau. Rambutnya berantakan, dasinya tidak lagi terpasang rapih, kemejanya kusut dengan bagian yang mencuat keluar di sana-sini. Oppa berjalan menghampiriku, bukan Tae Yeon Eonni. Bau alkohol langsung tercium saat dia mendekat. Wajahnya benar-benar terlihat suram. Matanya memancarkan kesedihan yang begitu mendalam.
“Waeyo Oppa? Apa yang terjadi?” Tanyaku khawatir saat dia ada di hadapanku.
Jung Soo Oppa tidak menjawab. Dia hanya memelukku erat, dan seketika itu juga tangisnya pecah.
End of Mi Young’s POV
Author’s POV
Sementara itu di kediaman keluarga Choi, seorang namja terlihat memasuki rumahnya dengan langkah yang sedikit gontai. Bukan karena dia enggan menginap di rumah besar itu seperti biasanya, tapi ini lebih karena perasaan hatinya yang tidak menentu.
“Apa yang terjadi padanya? Apa dia baik-baik saja? Apa yang sedang dia lakukan sekarang? Apakah dia sudah tidur? Atau jangan-jangan dia sedang menangis?”
Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya yang memenuhi kepalanya. Langkahnya terhenti karena teriakan sepupunya, Choi Soo Young, yang ternyata sedang duduk menunggu kedatangannya di ruang tengah.
“Imo.. Oppa sudah pulang!!” Teriaknya bersemangat.
“YA! Choi Soo Young! Kenapa kau berteriak?! Aish.. Yeoja cerewet ini, mengagetkanku saja!” Bentak Siwon pada sepupunya itu sambil memegang dadanya. Dia memang benar-benar terkejut sampai-sampai jantungnya pun berdegup begitu cepat.
“Hehehe.. Mian Oppa kalau teriakanku terlalu kencang. Tapi aku kan tidak bermaksud untuk mengagetkan Oppa. Aku sudah duduk di sofa dan menunggumu pulang dari tadi, tapi kau tidak menyadari kehadiranku.” Jelasnya dengan bibir yang mengerucut. Siwon tidak membalas perkataan sepupunya itu. Dia hanya menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya.
Seorang wanita cantik paruh baya kemudian berjalan dari arah ruang keluarga menghampiri keduanya dengan tergesa. “Aigo,, Kau sudah pulang Adeul?” Sambutnya ramah.
Siwon kemudian mendudukan dirinya di sofa tanpa menjawab pertanyaan dari ibunya tersebut. Kedua orang yeoja bermarga Choi itu saling pandang. Salah satu diantaranya mengangkat sebelah alisnya, sementara seorang yang lebih muda hanya mengangkat bahu.
“Wae Chagi? Apa pestanya tidak menyenangkan? Apa yang terjadi?” Tanya Ny. Choi pada putera semata wayangnya itu dengan lembut.
“Ghwenchanayo Eomma. Aku hanya sedikit lelah.” Jawab Siwon lesu sambil menyunggingkan senyuman ke arah ibunya agar tidak khawatir. “Aku ke kamar dulu.” Lanjutnya kemudian. Dia pun bangkit dari duduknya melangkah menuju kamarnya yang terletak di lantai atas setelah sebelumnya mengacak-acak rambut Soo Young, membuat yeoja itu merungut kesal.
“Youngie..” Panggil Ny Choi setelah Siwon berlalu.
“Ne..” Jawab yeoja itu sambil merapihkan rambutnya yang berantakan dengan jari-jari tangannya.
“Oppamu.. Dia kenapa ya?” Lanjut Ny Choi lagi.
“Kusut!” Ketus Soo Young.
“Mwo? Nugu? Maksudmu Oppamu?”
“Ne? Ah.. Aniyo Imonim. Maksudku yang kusut itu rambutku.”
“Kau ini. Imo sedang membicarakan hal yang serius, masih sempat-sempatnya mengurusi rambut!”
Soo Young yang sudah tahu kemana arah pembicaraan istri dari pamannya itu menghela nafas kemudian berkata, “Lalu aku harus bagaimana?”
“Bicaralah dengan Oppamu. Tanyakan masalah apa yang sedang dihadapinya.”
“Shireo..! Oppa pasti akan berpikir kalau aku yeoja yang selalu ingin tahu dan dia akan memarahiku.” Tolak Soo Young.
Penolakan Soo Young pada permintaannya tidak membuat nyonya besar di rumah itu putus asa. “Baiklah.. Aku rasa aku tak bisa memaksamu.” Katanya pura-pura lesu. Dia kemudian mengambil majalah fashion yang tadi Soo Young baca selagi menunggu Siwon.
“Omo.. Channel akan mengeluarkan rancangan terbarunya akhir musim ini. Wah.. Pasti mengagumkan seperti biasanya. Andai saja aku punya anak yeoja, akan kubelikan gaun indah itu untuknya.” Ujarnya dengan suara yang sedikit dikencangkan sambil melirik ke arah Soo Young.
Mendengar perkataan bibinya, Soo Young menghentikan kegiatannya lalu menatap ke wajah bibinya dengan mata yang berbinar.
“Apa maksud Imo? Aku kan anak yeojamu Imo.. Aku akan selalu menjadi anak yang berbakti padamu. Baiklah.. Akan aku cari tahu apa yang terjadi padanya.” Rayu Soo Young dengan nada aegyonya.
“Jinja? Aigo.. Kau memang yang terbaik Chagi. Gumawo.. Uri Aegi..” Katanya lembut dengan senyum yang mengembang karena rencananya berhasil. “Imo buatkan cokelat panas untukmu ya?” Lanjutnya sambil berlalu pergi.
Sementara itu Soo Young kembali menyibukkan diri dengan rambutnya.
“Aish.. Kenapa masih kusut? Argghh.. Choi Siwon!!!!” Teriaknya frustasi.
*********
“Oppa..” Panggil Soo Young di depan pintu kamar Siwon.
“Oppa..” Panggilnya lagi. Kali ini dengan ketukan perlahan. Hening. Tidak terdengar jawaban. “Apa kau sudah selesai berpakaian? Imo dan Samchon sudah menunggumu untuk sarapan.” Lanjutnya. Karena tidak ada jawaban, dia kemudian memutuskan untuk masuk karena Siwon memang tidak mengunci kamarnya.
“Oppa..” Panggilnya. Tapi ruangan itu kosong. Orang yang dicarinya tidak dia temukan. Yang terdengar hanya suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
“Ah.. Oppa sedang mandi. Pantas saja dia tidak mendengar panggilanku. Kalau begitu ini saat yang tepat untuk beraksi.” Gumam Soo Young pada dirinya sendiri.
Soo Young berjalan mengitari ruangan yang cukup besar itu sembari mengedarkan pandang. Dibukanya perlahan laci-laci yang biasa digunakan Siwon untuk menyimpan barang-barang pribadinya.
“Hmmm.. Tidak ada yang mencurigakan.” Gumamnya dengan tangan yang dilipat dibagian dada. “Kalau begini, aku bisa gagal memenuhi misi dari Imo. Aish.. Tidak boleh! Channel itu harus menjadi milikku. Ayo Choi Soo Young berpikir.. berpikir..”
Tiba-tiba matanya menangkap sebuah benda berwarna putih yang tergeletak di meja nakas Siwon.
“Aigo.. Kenapa tidak terpikirkan dari tadi.” Katanya dalam hati. Dia kemudian berjalan berjingkat-jingkat memburu benda itu setelah memastikan bahwa Siwon masih asyik dengan kegiatan mandinya, terdengar dari senandung lagu yang dinyanyikannya.
Beruntung Siwon tidak menggunakan fasilitas face detector pada ponselnya. Cukup mengelus layarnya, maka kuncinya akan terbuka secara otomatis. Dengan cepat dan serius Soo Young mencari sesuatu yang dibutuhkannya.
“Aish.. Namja ini. Jinja! Kenapa hanya ada nomor rekan bisnisnya? Bisa repot kalau begini.”
Tapi rupanya keberuntungan sedang menghinggapi Soo Young. Hingga membuat senyumnya mengembang setelah membaca chat line milik Siwon.
“Assa!! Channelku.. Eonni datang!” Ujarnya riang.
*********
“Jadi begitu ya? Rupanya Oppamu itu sedang gelisah karena seorang yeoja.”
Soo Young hanya mengangguk mengiyakan.
“Pantas saja kemarin dia begitu muram. Hatinya pasti tidak tenang. Aigo.. Bayi mungilku kini sudah berubah menjadi pangeran tampan yang mulai mengenal cinta.” Kata Ny. Choi dengan tatapan yang menerawang ke depan.
Soo Young hanya menghela napas menanggapi perkataannya. Dia sudah terbiasa dengan reaksi Imo-nya yang terkadang berlebihan.
“Ssssstt.. Imo, Oppa datang.” Kata Soo Young sambil mencolek lengan Ny. Choi, membuatnya tersadar dari lamunannya.
Terlihat sosok seorang namja yang berjalan menuruni tangga. Senyum ceria menghiasi wajah tampannya, membuat lesung pipinya semakin jelas terlihat. Sepertinya suasana hatinya sudah membaik, sangat baik malah.
“Pagi Appa.. Pagi Eomma..” Sapa Siwon riang saat memasuki ruang makan. Di tangan sebelah kanannya tersampir jas hitam yang akan dikenakannya hari ini.
“Pagi Chagi..” Jawab Eommanya.
“Morning Boy!” Jawab Appanya tanpa mengalihkan pandangan dari koran pagi yang dibacanya.
“Oppa! Kau tidak menyapaku? Aish..” Protes Soo Young yang merasa diacuhkan oleh kakak sepupunya itu.
“Aigo.. Adikku yang cantik! Mianhe Saeng-i. Morning baby Choi..” Sapa Siwon kemudian, tangan kanannya yang bebas mengacak-acak rambut Soo Young.
“YA!! Oppa!!!” Pekik Soo Young. Bagaimana tidak, rambutnya yang sudah susah payah dia blow pagi tadi kini sudah tidak berbentuk lagi. “Samchon… Oppa terus menggangguku..” Rengeknya pada Appa Siwon.
“Siwon, berhentilah mengganggu adikmu!” Tegur Tn. Choi. Beliau kemudian melipat Koran yang tadi dibacanya dan meletakkannya.
“Mianheyo Appa.” Jawab Siwon singkat sambil mendudukan diri di kursinya.
“Sepertinya kau sedang bahagia Chagi. Pagi ini kau ceria sekali. Iya kan, Yeobo?” Kata Ny. Choi meminta dukungan sambil mengambilkan sup untuk suaminya.
“Begitukah? Apa karena hasil penjualan The Choice yang memuaskan, Siwon-a?” Tanya Appanya sambil menerima mangkuk yang diberikan istrinya.
“Itu..”
“Semua itu karena seorang yeoja!” Celetuk Ny. Choi menyela perkataan Siwon.
Appa Siwon yang tadinya sedikit acuh menjadi tertarik setelah mendengar perkataan istrinya itu.
“Benarkah apa yang dikatakan oleh Eommamu itu Siwon?” Tn. Choi menatap Siwon lekat.
“Mmm.. itu.. sebenarnya..”
“Ne. Yeobo. Siwon bahkan mengantarnya pulang tadi malam.” Sela Ny. Choi lagi membuat Siwon mengerutkan keningnya.
“Darimana Eomma tahu semua itu?” Tanya Siwon heran.
Tapi Ny Choi tidak memperdulikannya. Beliau malah asyik menceritakan semua hal yang juga baru diketahuinya tadi pagi dari Soo Young. “Nama yeoja itu Mi Young.” Lanjutnya lagi membuat Siwon semakin membelalakan mata. Bagaimana mungkin Eommanya bisa tahu sampai sejauh itu. Tidak salah lagi. ini pasti perbuatan nona shikshin itu!
“Choi Soo Young! Penyakit lamamu itu kambuh lagi ya? Apa lagi yang kau lihat tanpa izinku kali ini?” Tanya Siwon ketus pada adiknya. Tapi Soo Young malah menanggapinya dengan santai.
“Aigo.. Oppaku sayang.. Memangnya aku ini masih gadis sekolah menengah? Cara lama dengan mencontek buku harianmu itu sudah tidak update lagi. Aku ini memiliki banyak relasi Oppa. Banyak temanku yang datang ke pesta itu tadi malam. Mereka yang menceritakannya padaku. Dan meskipun kelihatannya aku tidak peduli padamu sebenarnya aku ini sangat peka..” Jelas Soo Young. “Peka memanfaatkan peluang.” Lanjutnya dalam hati.
“Really?” Kata Siwon sambil memicingkan matanya.
“Omo! Bisa gawat kalau Oppa tahu yang sebenarnya. Bisa-bisa bukan hanya channelku saja yang melayang, tapi credit cardku juga. Tuhanku untuk kali ini kumohon mudahkanlah rencanaku. Buatlah dia percaya.” Batin Soo Young. Tapi dia segera bisa menguasai dirinya dan berusaha bersikap wajar.
“Ya sudah kalau Oppa tidak percaya.” Katanya pura-pura ketus.
“Oke. Kali ini aku coba untuk percaya padamu. Tapi awas ya kalau kau sampai macam-macam. No unlimited credit card!” Ancam Siwon.
“Benar kan?” Batin Soo Young lagi. “Arassoyo Oppa. Aku janji tidak akan membaca-baca lagi buku harianmu.” Janji Soo Young sambil membentuk huruf V dengan jarinya.
“Itu baru yeodongsaengku.” Puji Siwon sambil tersenyum.
“Ne.. tapi tidak dengan chat line, sms atau twittermu.” Kata Soo Young dalam hati.
End of Author’s POV
*********
Siwon’s POV
Mon, March 17
Mi Young Hwang
Annyeonghaseyo Siwon-ssi..
Gumawoyo sudah mengantarku pulang.
Mianheyo karena aku mengacuhkanmu tadi malam.
Ghwenchanayo..
Apa yang terjadi? Apa semuanya baik-baik saja?
Oya, darimana kau tahu nomor ponselku?
Mi Young Hwang
Dari Soo Yeon Eonni.
Sebenarnya aku juga belum tahu.
Tapi sejauh ini semuanya baik-baik saja.
I’m okay. Don’t worry ^_^
Syukurlah
Aku tahu ini kedengarannya cheesy, tapi hubungi aku jika
terjadi sesuatu padamu. Siapa tahu aku bisa membantu.
Mi Young Hwang
Yes, sir!
Terima kasih sudah menghawatirkanku.
Hey,ini sudah waktunya bekerja bukan?
Berkonsentrasilah. Hwating!!! d^_^b

Sepertinya aku akan segera mendapat keriput di daerah sekitar bibir dan pinggir mataku karena terlalu banyak tersenyum. Seperti saat ini, entah untuk yang keberapa kalinya aku membaca pesan yang dikirimkan yeoja itu padaku.
Hwang Mi Young, tahukah kau bahwa semenjak pertemuan pertama itu kau telah berhasil mencuri perhatianku? Sadarkah kau bahwa cinta pada pandangan pertama itu berubah menjadi keinginan untuk selalu bertemu dan berada di dekatmu? Dan kini semakin lama semua itu berubah menjadi hasrat untuk memiliki.
*********
To Be Continued ^_^

113 thoughts on “(AF) SWEET NAMJA SWEET DARLING PART 2

  1. Siwon oppa kayaknya emang udah jatuh cinta deh sama miyoung unni,
    Engga pengen berhenti deh bacanya dan engga sabar baca next ceritanya

  2. siwon emang udah klepek2 tuh ma pesona tiffany, tp tiffanynya gmn ya….moga aja tiffany jg ngrasain hal yg sama kayak siwon..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s