[Re-Post] Love In Hurts Part 1

Love in Hurts-1

Love in Hurts
Author : Vietha Choi
Genre : Sad, Angts, Romance, Brothership, Family(?) and Happy Ending
Main Cast : Choi Siwon, Stephanie Hwang, Park Jungso, Kyuhyun, Choi Jiwon
Rating : PG-15

Choi Mansion, Seoul
19.00 KST
*Author POV*
Siapa yang tidak mengenal Hyundai Group? Sebuah perusahaan yang memiliki berbagai cabang dan memperkejakan ribuan karyawan. Tak hanya di Korea, New York pun menjadi salah satu tempat berdirinya perusahaan ini. Tak ayal, generasi dari kelarga ini sudah mulai meniti karirnya sejak lulus kuliah. Orang tua mereka sama sekali tidak memaksa untuk ikut masuk ke dalam bisnis keluarga itu. Walaupun hidup serba berkecukupan mereka mendidik putra-putrinya untuk hidup sederhana.
Leeteuk, Siwon dan Jiwon. Ketiga generasi dari Hyundai Group yang siap memegang tahta atas kerajaan bisnis tersebut. Dua dari tiga bersaudara tersebut sudah masuk jajaran bisnis keluarga. Dibalik kesuksesan seorang pria pasti ada wanita tangguh yang mendukungnya. Salah satunya adalah pasangan Choi Siwon dengan kekasihnya. Walaupun mereka memiliki kesibukkan untuk mengurus perusahaan masing-masing, itu bukanlah alasan untuk menhalangi cinta mereka. Kedua keluarga sudah merestui hubungan 2 sejoli itu. Mereka siap melangkah ke jenjang pernikahan setelah Leeteuk menikah dengan tunangannya. Bukankah sudah tradisi di keluarga kalangan atas jika anak pertama akan menikah duluan?
Choi Siwon, dengan fisik yang menunjang tentu membuat gadis-gadis mengincarnya. Namun hanya satu yeoja yang mampu menggetarkan hati pria tampan tersebut. Tiffany. Satu nama yang sudah melekat jelas diingatannya. Bagi siwon, tiffany adalah semangat untuknya untuk melakukan aktifitas. Selain dukungan dari keluarga tentunya. Tiffany adalah yeoja yang mengerti kala ia merasa jenuh dan yeoja yang dewasa. Tapi apakah hal ini berlaku bagi tiffany? Mungkin sedikit berbeda. Bagi fany, siwon jauh dari sosok romantis. Bahkan ia terkesan cool dan sangat menjaga sikap saat berhadapan dengan yeoja. Tapi jangan salah menilai, saat berdua dengat tiffany, sifat siwon bisa berputar 1800. Bukannya Fany yang akan bermanja-manja pada siwon, tapi justru sebaliknya. Siwon akan merengek seperti anak kecil saat harus lembur di hari minggu. Siwon yang akan mengeluh saat menjelang akhir tahun dan mengaudit data perusahaannya sampai larut malam. Namun itulah yang membuat Fany nyaman dengan Siwon. Dan sama sekali tidak keberatan atas sikap tunangannya tersebut.
Tapi malam ini, akankah kebahagian Fany tetap berlanjut? Karena suatu kepedihan siap menguji pasangan ini.
*Leetuk POV*
Aku sangat bahagia bisa menghabiskan waktu bersama kedua dongsaeng-ku. Jarang sekali kami bisa seperti sekarang ini. Belakangan urusan di kantor benar-benar menyita waktuku. Memaksaku untuk pergi pagi-pagi sekali dan harus rela meninggalkan sarapan bersama kedua dongsaeng-ku. Tapi sekarang kami akhirnya bias kumpul bersama.
“Oppa, aku senang kita bias berkumpul seperti ini” gumam Jiwon sambil mengambil cupcakes kesukaannya.
“Biasanya aku harus puas nonton tv bersama Siwon oppa, tapi dia malah sibuk dengan Mac-nya untuk mengerjakan audit kantor atau sekedar melihat indeks saham” lanjutnya.
“Yaks, berarti kau tak suka dengan oppa.?” Tanya siwon yang masih asyik dengan iPadnya.
“Bukan begitu oppa, ish oppa ini” Jiwon mengelak. Aku terkekeh pelan melihat kedua dongsaengku ini.
“sudah-sudah yang penting sekarang kita sudah kumpul arra.?” aku angkat bicara. Mereka hanya tersenyum. Lama kami larut dalam perbincangan hangat ini. Sampai suara perut Jiwon mengintrupsi perbincangan kami.
“oppa aku lapar” Jiwon bersuara.
“tanpa kau bilang pun kami semua tau jiwon” balas siwon sambil mencubit pelan hidung Jiwon.
“arraeso mari kita makan” sahutku. Dan akhirnya kami menuju ruang makan.
__end teukie POV__

*Siwon POV*
Sungguh menyenangkan bisa bersama seperti ini. Ya meskipun kami tahu bila eomma dan appa ikut tentu akan lebih menyenangkan. Tapi kami bisa apa.? Kehidupan 10000 ribu lebih keluarga bergantung dari perusahaan ku. Ya inilah resiko menjadi anak dari keluarga konglomerat. Tapi aku tetap bersyukur kepada tuhan karena masih memiliki hyung dan dongsaeng yang sangat menyayangiku.
“oppa kenapa melamun.?” Suara Jiwon membawa ku kembali dari lamunanku.
“ah ani, oppa hanya senang kita bisa berkumpul seperti saat ini” kilah ku. “sudahlah saeng, habiskan dulu makanan mu, nanti kau sakit” seru Teuki hyung. “ne arraeso” jawabku sambil tersenyum kepada mereka. Kami makan sambil bersenda gurau. Para pelayan dirumahku menyajikan makanan elite setiap hari. Semuanya baik-baik saja sampai aku merasakan sakit di tanganku saat akan mengambil gelas minum. Tanganku tak bias digerakkan.
“argh..” erangku saat aku berusaha menggerakkan tangan ini.
“siwon gwenchana.?” Tanya teukie hyung cemas. Sontak Jiwon langsung menghentikan makannya dan menatapku.
“oppa waeyo.?” Tanyanya tak kalah cemas.
“Gwencha….aargh” sakitnya makin menjadi.
“oppa waeyo.? Wajahmu pucat sekali” kata jiwon hampir menangis.
“Hyung sakk..it” aku berusaha mengatakannya dengan susah payah. Sampai akhirnya aku merasakan teukie hyung menangkapku sebelum aku terjatuh dan semujanya menjadi gelap.
*End Siwon POV*
*Author POV*
Malam itu berubah menjadi menegangkan setelah sebelumnya Teuki, Siwon dan Jiwon berkumpul dan berbincang hangat. Sampai tiba-tiba Siwon pingsan dan membuat kedua saudaranya panic.
“Pak Tan, tolong bantu aku mengangkat Siwon” kata Teuki menintrupsi seorang pelayan. Dibantu 4 pelayan dirumah itu Teuki membawa siwon ke kamar dan merebahkannya perlahan. Sedangkan Jiwon langsung menelfon Dr. Kim. Dokter pribadi mereka.
“Sudah kau terlfon Dr. Kim.?” Tanya Teuki kepada Jiwon.
“sudah oppa, 15 menit dia sampai” ucap Jiwon bergetar menahan tangisnya. Teuki langsung memeluk Jiwon dan menenangkannya
“tenanglah, Siwon akan baik-baik saja”. Beberapa saat kemudian Dr. Kim dating.
*Jiwon POV*
Aku senang bisa berkumpul dan bercanda bersama kedua oppa ku. Namun semua berubah menjadi tegang saat kami makan bersama dan tiba-tiba siwon oppa mengerang kesakitan dan pingsan. Sungguh aku merasa takut kali ini. Siwon oppa adalah orang yang kuat dan sering berolah raga. Baru kali ini aku melihat dia begitu kesakitan seperti tadi. Jelas aku kaget dan tanpa aku sadari aku menangis. Teuki oppa langsung menenangkankku. Dan Dr. Kim pun dating dengan segera memriksa keadaan siwon oppa yang ada di kamar mewahnya yang bergaya eropa itu. Kami menunggu pemeriksaan itu merasa cemas.
“siwon oppa gwechana” tanyaku pada diri sendiri dan teuki oppa langsung memelukku aku menangis makin jadi
“gwenchana changi, siwon pasti taka pa” kata teuki oppa sambil membelai lembut rambutku. Saat itu aku melihat perawat memasangkan siwon oppa infuse dan masker oksigen. Karena memang penyakit asma siwon oppa kambuh.
“Kita bicara diluar saja” kata dokter kim setelah selesai memeriksa wonpa
*end Jiwon POV*
*Author POV*
Mereka pun berbicara di ruang tengah bangunan megah nan mewah itu. Dr. Kim hanya berbicara dengan Teuki, sedangkan Jiwon menemani siwon dikamarnya. “kundae siwon bias begini dokter.?” Tanya Teukie cemas.
“Maaf sebelumnya tuan muda siwon pernah seperti ini.?” Balas Dr. Kim
“ Ani, siwon baru kali ini seperti skrng” jawab teuki.
“Syukurlah, sebenarnya tuan muda siwon menderita penyakit axeto syndrome, tapi belum parah. Meski sudah termasuk serius”
“axeto syndrome.? Penyakit apa itu dok.?” Tanya teuki tak mengerti.
“itu adalah penyakit dimamana penderita akan merasakan sakit tiba-tiba di salah satu bagian tubuh. Sebeneranya efeknya tidak akan membuat pingsan, namun apada kasus tuan muda siwon asma yang ia derita berkomplikasi dengan penyakit tersebut, dan mengakibatkan kesadaran diri menurun. Penyakit ini akan berkembang cepat, dan akan menyebabkan kelumpuhan.” Jelas Dr. Kim panjang lebar. Teuki yang mendengarnya langsung shock.
“apa masih bias disembukan dok.?” Tanya teuki. Jelas dari nada bicaranya sangat jelas menunjukkan kalau dia sedang berharap.
“tentu ada, tuan muda siwon harus menjalani terapi. Mungkin akan menyakitkan, tapi kemungkinan sembuhnya tinggi.” Dr. Kim member saran.
“baiklah laksanakan yang terbaik untuk dongsaengku dokter” balas teukie dengan wajah nanar.

*Jiwon POV*
Aku berdiri disamping king-size bed siwon oppa. Aku memandangi wajah siwon oppa yang sedikit tertutup oleh masker oksigen. Tetap tampan walau sedikit pucat. Sejak tadi, dia belum sadar dari pingsannya. Sementara teuki oppa sedang bicara dengan Rr. Kim di luar. Kugenggam tangan siwon oppa. “ oppa, kau kenapa” kataku menahan tangis. Aku duduk disebelah ranjangnya dan akhirnya aku tertidur.

*Teuki POV*
Setelah mengantar Dr.Kim, aku langsung naik ke kamar siwon. Kulihat Jiwon menggenggam tangan siwon yang belum siuman. “tentu ada, tuan muda siwon harus menjalani terapi. Mungkin akan menyakitkan, tapi kemungkinan sembuhnya tinggi.” Kalimat Dr.Kim masih terngiang ditelingaku.
“cepat sembuh Siwon” aku mengelus lembut rambutnya. Jiwon yang sepertinya mendengar perkataanku tadi menggeliat terbangun.
“mian Jiwon, oppa membangunkanmu” kataku.
“taka pa oppa, apa kata dokter tadi.?” Tanya nya to the point.
“Jiwon sebaiknya kau tidur di kamar, biar oppa yang menjaga siwon” jawabku mengalihkan pembicaraan. Entah mengapa aku belum siap mengatakannya kepada Jiwon.
“Andwe, aku ingin menjaga siwon oppa juga” rengeknya.
“baiklah kalau begitu, aku akan menyuruh ahjuma untuk menyiapkan kasur kecil. Daripada kau tidur seperti tadi” kataku tak bias menolak keinginanya.
“terserah oppa yang penting aku bias ikut menjaga siwon oppa” katanya. Akhirnya aku dan Jiwon tidur di kamar siwon sambil menjaganya.
*end Teuki POV*
*Siwon POV*
Aku membuka mataku karena tertusuk siinar mentari pagi dari balik tirai balkon kamarku. Kulihat masker oksigen sedikit menutupi pandanganku. Lalu kulihat Jiwon dan Teuki hyung sedang tertidur dikamar ku. Lalu sekelebat ingatanku muncul saat dimana tanganku terasa sakit yang teramat sangat hingga aku hilang kesadaran. Teuki hyung bangun lebih dulu dari jiwon. Dia menghampiriku dan bertanya
“How much you love sleep?”. Aku hanya tersenyum. Entah sejak kapan Jiwon bias dengan mudah terbangun dari tidurnya kini dia sudah memelukku seperti tidak pernah bertemu denganku selama ribuan tahun.
“oppa akhirnya kau sadar. Kau tahu betapa aku cemas menunggumu sadar bersama teuki oppa.?!” Suaranya bergetar dan matanya mengeluarkan Kristal bening. Aku berusaha menghapusnya dengan lemah
“mian membuat kalian cemas” kataku parau yang terpantul masker oksigen ini. Saat aku hendak membuka masker ini dengan tangan kanan kurasakan sakit seperti tadi malam hingga aku tak bias mengangkatnya.
“Biar aku yang melepasnya” saran teuki hyung. Sementara Jiwon hanya diam menatapku.
“aku ingin duduk bias kau bantu aku Jiwon.?” tanyaku menyadarkan Jiwon.
“off course Tuan Muda Siwon” ucapnya bercanda. Aku terkekeh pelan, Teuki hyung membantu mendudukkan tubuhku sementara Jiwon menata bantal agar aku merasa nyaman.
*end Siwon POV
*Author POV*
Minggu siang seperti ini adalah waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu di poolside mewah rumah kediaaman keluarga Choi. Namut tidak untuk hari ini. Teuki dan Jiwon justru berada di sebuah kamar bergaya eropa abad modern. Di kamar tersebut banyak terdapat koleksi dari Crocodile maupun merk cloth mahal lainnya. Belum lagi produk keluaran apple seperti iPad, Mac dan iPod tertata rapi di meja berukiran elegan. Sebuah king-size bed mewah yang senada dengan ruangan itu terbaring seorang namja kekar yang tertidur dengan lelap setelah makan dan minum obat. Ya, dia adalah tuan muda Siwon. Yang baru divonis menderita penyakit axeto syndrome yang sukses membuatnya berbaring menahan sakit sejak semalam. Dengan setia Teuki dan Jiwon menemaninya. Dan tentu saja orang yang berharga bagi Siwon, Fany. Yeojachingu siwon sejak 2tahun lalu. Dengan setia dia menemani kekasihnya yang kini tengah kesakitan itu. Mulai dari menyuapinya makan, membantu minum obat dan membuat siwon merasa nyaman. Hingga akhirnya siwon terlelap setelah beberapa saat yang lalu meminum obat yang diberikan oleh Dr. Kim untuk mengurangi rasa sakitnya. Sedangkan Teuki, Jiwon dan Yoona duduk di bangku santai balkon kamar siwon. Mereka khawatir jika siwon terbangun dan memerlukan sesuatu. Meskipun sudah ada sekian banyak Maid yang bersiap melakukannya.
*end Author POV*
*Fany POV*
Memiliki namjachingu seperti Choi Siwon tentu impian semua orang. Dia adalah gambaran pangeran tampan di abad 21 ini. Ber-IQ tinggi, berasal dari keluarga paling terpandang di Seoul dan jangan lupakan ketampanannya. Aku beruntung memilikinya. Aku adalah anak tunggal. Aku sudah terbiasa dengan gaun mahal dari Paris maupun Milan. Liburan ke Los Angles bukanlah hal yang luar biasa bagiku. Aku tak pernah merasa sakit karena suatu hal. Semuanya bisa aku dapatkan hanya dengan jentikan jari. Tapi sekarang aku merasakannya. Merasakan sakit karena harus melihat siwon oppa terbaring lemah dengan infuse tertanam ditangannya. Wajahnya pucat meski tak sedikitpun mengurangi ketampanan yang tuhan berikan kepadanya.
Saat aku sedang meni-pedi di salon Beauty, aku ditelfon oleh teuki hyung yang mengatakan agar aku kerumahnya. Aku terkejut saat itu, bagaimana tidak hari minggu begini biasanya mereka, Choi Siblings akan menghabiskan waktu bersama. Entah itu pergi hang out atau apapun. Dan sama sekali tidak ingin di ganggu. Tapi tadi dia menyuruhku kerumahnya. Sekejap aku merasa ada yang terjadi, tapi aku segera melupakamnnya. Aku segera masuk ke mobil alphard putih dan segera ke rumah, eh ralat istana disneynya choi siblings.
Saat aku tiba teuki oppa sudah duduk diruang tengah dengan banyak berkas. Langsung dia menyambutku dan mengajakku duduk. Dia menceritakan semuanya, semua tentang penyakit yang diderita siwon. Aku terkejut dan hampir menangis kalau tidak melihat Jiwon turun dari kamar siwon. Teuki oppa bilang kalau siwon harus di terapi. Menyakitkan tapi memberikan kesembuhan. Jiwon langsung memeluku.
*end Fany POV*
*Jiwon POV*
Setelah memastikan para maid siap membantu Siwon oppa membersihkan diri aku segera turun ke bawah karena mendengar suara Fany eonnie. Sure, siwon oppa masih lemah untuk sekedar bangun dari ranjang dan menuju bathroom. Jadi aku menyuruh maid untuk mengaturnya. Tentu adegan seperti ini aku tidak perlu melihatnya bukan😛
Saat turun aku melihat Fany eonnie hampir menangis. What make she like that.?! Yeah absolutely, dia pasti shock mengetahui penyakit yang diderita siwon oppa. Siapa yang menyangka seorang Choi Siwon yang rajin olah raga dan bahkan pernah masuk majalah men health menderita penyakit yang lumayan serius.
Aku memeluk Fany eonnie dan menenangkannya. Sama seperti apa yang dilakukan teuki oppa semalam. Kami tidak langsung memberitahu orang tua kami karena takut membuat mereka khawatir. Aku mengajak Fany eonnie ke kamar siwon oppa. Namun sebelumnya aku menelfon ke kamar siwon oppa memastikan siwon oppa sudah selesai membersihkan diri. Saat sampai di depan kamar siwon oppa, Fany eonnie meremas tangan ku. Aku tersenyum menyiratkan dia-baik-baik-saja.
Saat kami masuk siwon oppa sedang di papah menuju ranjangnya. Setelah sebelumnya keluar dari walk-closetnya. Dia memakai celana dan baju Polo yang membuatnya tampan. Tapi terlihat begitu pucat, meski tak sepucat kemaris. Fany eonnie langsung membantu maid memegang lengan kekar siwon oppa. Lengan yang selalu kujadikan bantal saat bersantai di ruang tv. Sekarang terlihat kaku dan sulit digerakkan. Setelah membaringkan siwon oppa Fany eonnie minta dibawakan sarapan untuk siwon oppa kepada sunbei maid. Siwon oppa hanya menggeleng saat disuruh makan. Beruntung Fany eonnie orangnya sabar dan akhirnya berhasil membujun siwon oppa untuk makan. Meski hanya beberapa suapan.
Setelah sarapan aku keluar dan membiarkan pasangan ini berdua.
*end Jiwon POV*
*Siwon POV*
Aku tidak suka suasana seperti ini. Jiwon dan Teuki hyung sejak semalam sibuk menemani ku dan bahkan rela tidur di kamarku. Aku hanya membuat mereka khawatir terlebih kepada Fany.
“Mian changi, karenaku kau jadi tidak bias liburan” sesalku setelah dia menyuapi dan membantuku minum obat. Sampai sekarang tanganku masih sakit meski tidak sesakit tadi malam.
“Oppa jangan bicara seperti itu, aku senang bias berdua bersama oppa sekarang. Cepat sembuh oppa nanti aku akan menagih imbalan” jawabnya riang.
“Jadi kau tak ikhlas menemaniku eoh.?” Candaku sambil berpura-pura marah.
“ya oppa, kau sensitive sekali kalau sakit, aku hanya bercanda” balasnya sambil menggenggam tangan ku yang tak di infuse. Akhirnya kami berdua tertawa dan bercanda. Teuki hyung dan Jiwon juga ikut bercanda. Hingga akhirnya aku merasa mataku semakin berat.
“Tidurlah oppa, kau terlihat sangat mengantuk” Fany menyarankan.
“Ya..! oppa sejak kapan gila tidur.?” Jiwon bertanya. Belum sempat aku menjawab Teuki hyung sudah lebih dulu mengeluarkan suaranya.
“Jiwon, siwon sedang sakit pasti dia butuh banyak istirahat. Ayo kubelikan kau cupcakes tadi” ajak teuki hyung meninggalkanku dan Fany.
“tidurlah changi aku akan menemanimu” kata Fany sambil mengelus rambutku lembut. Aku mengangguk dan tersenyum. Sesaat kemudian aku sudah terbawa ke dunia ku.
*end Siwon POV*
*Author POV*
Fany, Jiwon dan Teuki duduk di kursi santai balkon kamar siwon sambil melihat pemandangan indah kota Seoul.
“Jadi kapan akan dimulai.?”

TBC

I’m sorry disini sifany momennya dikit. Tapi emang sengaja aku gituin sih. Soalnya di part selanjutnya biar gak bosen atau jenuh. Tapi kayaknya kalau sifany momen ga akan pernah jenuh. Iya gak? Wkwk oke deh segitu dulu. Dan juga ini ada di blog pribadiku jadi aku bukan copas. Cuma ganti karakter ceweknya dan dirombak sedikit. Alah udah deh segitu aja. Byee sampai jumpa di part selanjutnya
Vietha Choi__

28 thoughts on “[Re-Post] Love In Hurts Part 1

  1. feel dejavu baca ini.. trnyata emg udah pernah dipost di tempat lain ya sblmnya? berarti emg pernah baca cm lupa dimana.. heheh.. lanjut, thor..

  2. walaupun Re-Post, suka sama ff ini, walaupun waktu baca ni ff msih kebayang tntang KhunFany yg bkin gk konsen baca, next aja lahh

  3. next thor,,,
    thor kalau ngepost jangan lama2 yah soalnya nggak sabar kepengennya baca FF SiFany mulu.
    Walaupun KhunFany udah ada, nae tetap dukung SiFany kok. NEVER SAY GOODBYE TO SIFANY
    #Love_you_SiFany

  4. kdg hdp kita yg indah ini merasa sempurna, tp kita lp ksempurnaan hny milik Tuhan. klrg choi yg bgt smpurna dihdpkn ujian hdp adikny siwon yg mnderita sakit yg tak disngka. tp ikatan mrk yg kuat adl kekuatan utk siwon smbuh dismping fany gadis yg dicintai..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s