(AF) Hello Stepbrother Part 2

Title : Hello,Stepbrother!

l-tile-crop
Author : Yurie Zhafiera/ @GGZhafiera_Yuri
Genre : Romance,Family
Rating : PG-15
Main Cast :
Tiffany Hwang
Choi Siwon
Other Cast :
Jessica Jung
Lee Donghae
Disclaimer : This Fan fiction is original story of mine. The cast belongs to themselves. So, Don’t bash me !

Tiffany tidak tahu,tapi Siwon sering menghabiskan malam bersama dengan kenangan masa lalu mereka. Terkadang,Siwon menangis diam-diam sembari duduk di sisi Tiffany yang sedang terlelap. Ia masih sangat mencintai gadis itu. Ia pun ingin mencintai dan melindungi gadis itu sebagai kekasihnya. Sungguh. Tapi,Tuhan rupanya telah menetapkan jalan hidup yang tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan.
***

Pukul delapan malam, kencan pertama Tiffany dengan Nickhun selesai. Sebenarnya, gadis itu yang meminta untuk pulang lebih cepat. Meskipun ia merasa senang dengan perlakukan istimewa Nickhun padanya, ia merasa kurang nyaman berkencan di Seaworld. Ia tidak menghina tempat pilihan Nickhun itu. Bukan. Tiffany hanya merasa tak nyaman, karena dulu di tempat itulah Siwon selalu mengajaknya kencan. Mengingat nama itu saja sudah membuat Tiffany kesal.
“Kau lebih lambat dari yang kuperkirakan,”sambut Jessica begitu Tiffany masuk ke dalam rumahnya. Ia melirik jam dinding. Masih terlalu pagi.
“Kau saja yang tumben pulang lebih awal,”balas Tiffany seraya beranjak mencari minuman dingin di kulkas.
“Karena kupikir kau akan pulang cepat dan aku takut kau mati kebosanan sendirian di sini,”
Tiffany mencibirnya, “Wah,aku baru tahu ternyata kau masih punya nurani juga,”
“Sahabat adalah salah satu hal yang penting dalam hidupku,” ujar Jessica kalem.
“Dan itu dikatakan oleh orang yang sudah memberikanku gaun yang aneh gara-gara lebih mementingkan telepon kekasihnya,”
Jessica tertawa pelan, “tapi kau tampil menawan di pesta itu,kan?”
“Ya,memang,”gumam Tiffany. Nickhun bahkan mengajaknya kencan setelah itu,tapi gaun terbuka pilihan Jessica itu juga membuatnya harus berurusan dengan Siwon. Aish,lagii-lagi, memikirkan nama itu saja sudah membuatnya kesal. Tiffany menenggak sisa jus jeruk yang didapatnya dengan cepat lalu menghempaskan tubuhnya di sofa.
“Bagaimana kencanmu?”tanya Jessica yang lagi-lagi sedang membaca majalah fashion.
“Tidak buruk. Nickhun sunbae memperlakukanku dengan sangat baik. Dia benar-benar keren,”balas Tiffany seraya melepaskan mantelnya dan menyandarkan tubuhnya yang terasa lelah.
“Ya,dia memang sangat keren. Aku menyesal tidak menghadiri pestanya,”ujar Jessica dengan sedikit cemberut di akhir kalimatnya. Tiffany tertawa.
“Itu resikomu berkencan dengan ikan pencemburu itu,belum jadi suamimu saja dia sudah posesif seperti itu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika kau menikah dengannya. Bisa-bisa kau hanya bersisa tulang saja dipeluk terus menerus olehnya.”
“Yak!” Tiffany meringgis saat majalah tebal itu mendarat di kepalanya, “kenapa kau menyebutnya seperti itu? Berani sekali kau menjelek-jelekan pangeranku seperti itu! Awas,kau,Hwang Miyoung!”
Tiffany mengeluarkan suara orang muntah lalu segera berlari masuk ke kamar dengan tertawa keras sebelum Jessica kembali menimpuknya dengan majalah.
***
“Kau belum berhasil membujuknya,ya?” Presdir Hwang menghela napas putus asa.
“Aku akan berusaha lebih keras lagi,abeoji,”balas Siwon sopan.
Presdir Hwang mengangguk-angguk, “tidak perlu memaksanya. Aku tidak mau lagi melihatnya bertingkah nekat kalau dipaksa. Aish,anak itu benar-benar membuatku malu.”
Siwon tersenyum miris. Presdir Hwang menyandarkan punggungnya di kursinya lalu memijit keningnya sendiri. Pikiran tentang sikap Tiffany sepertinya sudah banyak menganggunya.
“Abeoji,”panggil Siwon pelan, Presdir Hwang menatapnya dan menunggu, “apa abeoji pernah bertanya kenapa Tiffany bersikap seperti ini?”
Tawa Presdir Hwang meledak. “Bertanya? Ah,kurasa tidak perlu. Sebelum siapapun bertanya,jawabannya sudah jelas sekali. Dia masih labil dan belum menerima pernikahan kami. Ah,seharusnya dia menjadi gadis yang manis,”
“Mungkin pernikahan ini memang sangat berat untuknya,”lirih Siwon.
“Apa katamu?”
Siwon tersenyum dan menggeleng, “Tidak apa-apa. Aku akan membawa Tiffany kembali,abeoji. Istirahatlah dulu!”
“Tiffany harusnya bangga bisa memiliki kakak sepertimu,Siwon!”
Siwon tersenyum tapi hatinya bergemuruh memberontak. Kakak? Jangankan Tiffany, ia sendiri pun membenci panggilan itu.
***
Jessica melongo heran melihat Tiffany yang sedang sibuk berdandan. Ia melirik jam dinding.
“Kau mau kemana? Ini baru jam enam sore. Apa kau mau berkencan?”tanyanya seraya duduk di atas kasur.
“Aku mau pulang,”ujar Tiffany datar. Ia masih fokus memakai riasannya. Jessica mengerjap kaget. Hey, apa dunia terbalik saat ia tidur tadi?
“Pulang? Secepat itu kau menyerah? Apa ayahmu memblokir kartu kreditmu? Apa kau diancam?”
Tiffany tertawa kecil, “Tidak,tapi ada pesta perusahaan yang diadakan di rumahku. Aku harus hadir,tentu saja.”
Jessica mencibirnya, “Meskipun sejam yang lalu kau menyangkal bahwa mereka bukan keluargamu?”
“Aku pewaris saham!”tukas Tiffany tenang, “kau pikir aku ingin meninggalkan rumah itu tanpa membawa apa-apa? Setidaknya,aku harus bisa memaksa abeoji mempertahankan namaku sebagai pewaris sahamnya,”
“So cheesy. Itu terdengar sangat licik,”
“Kuda itu lebih licik dariku,”
Jessica manggut-manggut dengan enggan. “Baiklah,apa rencanamu? Memakai gaun yang cantik,beramah tamah di depan kolega ayahmu, bersikap anggun layaknya seorang putri…lalu setelah itu apalagi? Kau pasti bertemu kuda itu di sana,kan?”
Tiffany tersenyum tenang, “Aku akan menunjukkan sesuatu pada mereka.”
Mata Jessica menyipit selagi ia berusaha menerka isi pikiran sahabatnya itu, “Omo!” Jessica memekik kaget dan mendadak terlihat ngeri saat memikirkan sesuatu, “jangan-jangan… kau mau membalas Siwon ya?”
Tiffany meliriknya, “Kau ini tahu apa,eoh?”
Jessica menghela napas panjang, “Siwon tidak menyukai Nickhun oppa. Kau tidak berencana mengacaukan pesta itu,kan?”
“Aigoo,Jessica Jung,sepertinya ikan itu sudah banyak meracuni pikiranmu. Kenapa kau ketakutan begitu? Apa yang akan kulakukan sama sekali bukan apa-apa. Mereka sudah menyakitiku lebih banyak dari ini. Jadi,jangan khawatir,dear!”
Jessica menghembuskan napas berat, “ya,terserahlah. Hanya saja,kurasa kalian terlalu…err,apa,ya namanya? Saling menjatuhkan padahal kalian masih saling mengharapkan dan lagipula—”
Kalimat itu terpotong begitu saja karena Tiffany sudah menatap Jessica dengan tajam. Jessica mendesah pelan,tatapan ‘bicara-sekata-lagi-aku-akan-membunuhmu’ milik Tiffany menusuknya.
“Baiklah,baiklah. Aku akan menunggumu selesai.”
***
Seluruh keluarga Hwang menatap tidak percaya. Hwang Tiffany baru saja masuk ke ruang pesta dengan langkahnya yang anggun dan berkelas. Senyum cantiknya menyapa ramah para tamu undangan sedangkan tangannya merangkul lengan Nickhun dengan mesra.
Presdir Hwang tidak bisa menyembunyikan wajah senangnya. Istrinya juga terlihat sangat lega. Sedangkan Siwon… tatapannya fokus pada tangan Tiffany. Kenapa mereka datang bersama? Tak sadar, Siwon menenggak habis isi gelasnya dengan sekali teguk. Rasanya panas sekali.
“Selamat malam,abeonim!” Nickhun membungkuk menyapa orangtua Tiffany dengan sopan.
“Ah,ya selamat malam,anak muda!”
“Namanya Nickhun,abeoji! Nickhun oppa!” sela Tiffany.
Presdir Hwang mengangguk-angguk. Begitu Nickhun selesai menyapanya, Tiffany mendekat lalu tanpa diduga, ia memberikan pelukan hangat pada ayahnya. Presdir Hwang tercengang tapi ia tertawa senang.
“Aigoo,putriku semakin dewasa. Aku sangat senang kau akhirnya kembali.”
“Ne,abeoji. Aku pasti menjengkelkan beberapa hari ini,ya? Maafkan aku!” balas Tiffany manja.
Presdir Hwang tertawa, “kenapa putriku harus meminta maaf padaku,eoh? Ah,kenapa kau tidak menyapa ibumu?”
Diingatkan pada hal itu membuat senyum Tiffany mendadak hilang. Tapi,setelah ia melirik Nickhun senyum cantiknya kembali mekar. Dengan sopan,ia membungkuk pada ibunya.
“Selamat malam,eomeoni! Maafkan kelancanganku akhir-akhir ini!”
Nyonya Hwang juga sangat terkejut dengan tingkah manis Tiffany. Tapi,ia tersenyum senang dan mengangguk-angguk.
“Apa eonni akan kembali ke rumah lagi?” tanya Sooyoung. Tiffany menoleh padanya dan tersenyum kecil.
“Tentu saja. Memangnya kenapa? Kau tidak suka?”
Sooyoung spontan menggeleng, “Anio bukan seperti itu,eonni. Tentu saja kami senang.”
Tiffany kembali menoleh pada ayahnya. Tangannya merangkul lengan Nickhun semakin erat.
“Abeoji, mulai hari ini aku ingin kalian merestui hubunganku dengan Nickhun oppa!” ujarnya.
Presdir Hwang bertukar pandang dengan istrinya. Kenapa mendadak seperti ini? Siwon menghela napas kasar lalu mendekati mereka.
“Ayo,bicara denganku, Tiffany!” ujarnya dingin.
Tiffany tidak menggubrisnya sama sekali. Siwon menggeram marah.
“Tiffany Hwang!!”
“Siwon-a,jangan membuat keributan di sini!”tegur ibunya cepat. Tiffany menarik napas panjang.
“Kenapa kau terus memaksaku?” sergahnya kasar.
Nickhun yang bingung harus bersikap bagaimana memilih hanya diam saja.
“Lepaskan dia,Nickhun-ssi! Aku akan berbicara denganmu sekarang,Tiffany!” Siwon menyentakkan tangan Tiffany dan melepaskannya paksa.
Tiffany menatap Siwon dengan shock. “Kenapa kau? Memangnya kau siapa,eoh?!”
“Karena aku kakakmu! Aku kakak yang berhak mencampuri urusanmu! Karena itu kau harus mendengarkanku,Tiffany Hwang!!”
Perhatian seluruh tamu teralih pada keributan itu. Dengan cepat, Siwon menyeret Tiffany keluar dengan diiringi tatapan seluruh tamu. Dengan panik, Presdir Hwang dan istrinya segera meminta maaf untuk keributan itu.
“Lepaskan aku!” desis Tiffany dingin. Tapi,Siwon terus menyeretnya hingga mereka tiba di ruang tangga, “ini sudah kedua kalinya kau menyeretku seperti ini,Siwon. Apa sebenarnya yang kau lakukan,eoh?!”
Siwon berkacak pinggang dan membelakangi Tiffany. Napasnya memburu marah.
“Bagaimana kau bisa melakukan semua ini?”
Tiffany mengernyit bingung. Tapi,sesaat kemudian ia tertawa sumbang. Siwon menoleh padanya.
“Sepertinya kau cemburu lagi,” ujar Tiffany datar. Siwon gelagapan. “Benar,kan? Reaksimu selalu seperti ini… Ah,seharusnya aku tahu kalau kau akan kembali menyeretku seperti ini,” lanjut Tiffany kemudian, “apa sulit melakukannya?”
“A-apa?”
“Melupakan aku. Melupakan masa lalu.” Tiffany menolak tatapan sendu Siwon. Tidak,ia bisa luluh dan malah menangis di sana.
“Tiffany…”
“Aku menyukai Nickhun oppa. Jadi, jangan lakukan apapun padanya!” tukas Tiffany dingin, “sebagai kakak yang baik,seharusnya kau mendukungku saja.”
Siwon menghela napas letih. Ia mengusap wajahnya frustasi.
“Jangan menyiksaku seperti ini,Tiffany!” gumamnya lirih.
“Lalu apa? Memangnya kau akan melakukan apa untukku,eoh? Bagaimana aku bisa mengandalkan laki-laki sepertimu? Saat kau mengatakan bahwa kau akan memperjuangkan hubungan kita,kenapa kau malah duduk berpose di foto keluarga dengan tenang? Kenapa kau menyerah semudah itu?!” Tiffany meraung frustasi, “kau pikir aku akan senang menyiksa diriku sendiri?”
Kata-kata Siwon tercekat. Ia tidak menyangka akan mendapatkan serangan ini lebih cepat dari perkiraannya.
“Maafkan aku,Tiffany!” ia hanya bisa berbisik lirih.
Tiffany buang muka, “Keurae… sebagai laki-laki pengecut kau memang harus minta maaf,” gumamnya, “jika kau merasa bersalah seperti itu, maka mulai sekarang menyingkirlah dari jalanku,Siwon! Jangan lagi memperhatikanku meskipun sebagai kakak!”
Siwon menghembuskan napas letih.
“Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan, tapi tidak akan kuizinkan kau berkencan dengan Nickhun,” ujarnya kemudian.
Tawa sumbang Tiffany meledak, “kau mau melarangku? What the Hell! Hello,Choi Siwon! Kau harusnya sadar seperti apa posisimu di keluargaku sekarang! Kau hanyalah seorang Choi Siwon yang masuk ke dalam Hwang Corp. dan menjadi pewaris saham mereka! Apa kau tidak mengerti situasi seperti apa yang akan kau hadapi nanti? Perusahaan sukses, namamu terkenal dan mereka akan menjodohkanmu dengan putri kolega mereka untuk investasi perusahaan!”
Siwon termangu.
“Kalau saat itu tiba, apa yang akan kau lakukan?”
Tidak ada jawaban. Tiffany menghela napas panjang.
“Karena kau begitu menikmati posisimu saat ini, kenapa kau masih ingin kabur dari resikonya? Jadi,kau tidak berhak mencampuri urusanku dengan Nickhun. Sebagai kakak… atau sebagai mantan kekasihku!”
Siwon masih terpaku di tempatnya. Tiffany meliriknya dingin lalu tanpa mempedulikan Siwon,ia membuka pintu dan keluar. Siwon tergugu di tempatnya. Kalau saat itu tiba,apa yang akan kau lakukan?
Tiffany juga ketakutan… batinnya berbisik. Karena tidak ada jalan untuk hubungan mereka.
***
Jessica terus mengikuti langkah riang Tiffany keluar-masuk toko dengan heran. Beberapa hari yang lalu sahabatnya itu datang dengan bahu terkulai dan lesu karena meninggalkan rumahnya tapi sekarang, lihatlah betapa euforianya gadis itu menggesek kartunya di sana sini. Apa yang sebenarnya terjadi di pesta kemarin malam? Jessica berdecak kesal saat Tiffany kembali ke hadapannya dengan memperlihatkan tas Prada terbaru.
“Bagaimana dengan ini? Cocok denganku?”
“Aish,kau ini benar-benar… Untuk tas ini, kau pasti akan membelinya meskipun aku bilang tidak cocok karena ini warna pink dan kau keras kepala!” sergah Jessica sarkastis. Tiffany terkekeh lalu berpose di depan cermin. Sepertinya ia juga mengagumi dirinya dengan baik.
“Ini cocok denganku,kok! Aku akan membeli ini juga! Ah,apa kau menemukan tas yang cocok denganmu? Aku akan membelinya untukmu! Prada? Channel?”
Jessica tersenyum kecil lalu merangkul Tiffany dan menariknya duduk di sofa.
“Stephany Hwang, bisakah kau memberitahuku apa yang terjadi di pesta kemarin?”tanyanya antusias.
Tiffany mengernyit bingung. Jessica berdecak kesal.
“Tidak ada sesuatu yang istimewa!”ujar Tiffany ringan. Jessica menatapnya sangsi.
“Benarkah? Tapi,ada apa dengan tingkahmu yang berubah seperti ini? Apa yang kau katakan pada ayahmu sampai dia mengizinkanmu menambah kartu kredit unlimitedmu? Apa kau mengancamnya?”
Tiffany menghembuskan napas keras sampai membuat sebagian poninya tertiup.
“Mengancamnya apanya? Memangnya aku ini gangster?” ia menggerutu.
“Jadi,katakan padaku cepat! Ah,bagaimana dengan Siwon?”
Tiffany menghela napas panjang.
“Semuanya sudah selesai,dear! Aku sudah meminta maaf pada keluargaku –seperti saran konyolmu itu- dan sebagai balasannya,ayah memberiku kartu tambahan. Lalu,Choi Siwon itu…”Tiffany mengambil jeda singkat, “dia akan diam mulai sekarang. Aku sudah mengumumkan mengenai kencanku dengan Nickhun oppa dan dia juga akan dijodohkan dengan putri perusahan entah apa.”
Jessica menggeleng-geleng.
“Apa itu berita baik?”
Tiffany mengangguk ringan. Sebuah jitakan ringan segera mendarat di kepalanya.
“Tiffany babo!”
Tiffany cemberut. Tapi,sejurus kemudian tatapannya berubah sendu. Ia menunduk.
“…ini karena aku lelah…”ia berbisik pelan.
***
“Maafkan aku,abeoji. Bukan karena aku tidak menghormati keputusan ini,tapi aku benar-benar tidak bisa menerimanya! Maafkan aku!”
Siwon membungkuk meminta maaf sekali lagi. Presdir Hwang dan istrinya bertukar pandang bingung. Untuk pertama kalinya, Siwon menolak permintaan ayahnya.
“Apa kau sama sekali tidak tertarik pada gadis itu? Nona Im Yoona sangat cantik dan sopan. Aku sudah mengamatinya beberapa hari ini, dan kurasa dia bisa menjadi menantu yang baik untuk kami. Kenapa kau menolak perjodohan ini,Siwon?” ujar ibunya.
Siwon terdiam. Ya,ia juga sudah mendapat informasi tentang gadis itu. Tapi,tetap saja… Ia masih belum bisa membuka hatinya.
“Atau kau lebih tertarik pada nona Kwon?” sambung Presdir Hwang.
“Bukan seperti itu,abeoji!” ujar Siwon.
“Lalu,bagaimana kau akan mengenalkan calon menantu pada kami? Kau ini sudah dewasa,Siwon… sudah sepantasnya kau segera menikah dan memberikan penerus untuk keluarga Hwang! Aku memintamu mengurus perusahaan bukan untuk menjauhkanmu dari kehidupan berkeluarga…” Presdir Hwang kembali angkat bicara.
“Adikmu saja sudah memiliki kekasih,kenapa kau belum laku-laku juga?”
Siwon tersenyum kecil menatap ibunya, “Eomma,aku akan menikah…jadi,tenang saja.”
“Baguslah! Nanti malam,keluarga Im akan datang makan malam bersama kita di sini.”
Siwon terkejut,jelas. Apa sekarang semua orang memperlakukannya seperti perjaka tua sampai harus dijodohkan seperti ini?
“Eomma…”
“Tiffany dan Sooyoung juga akan hadir. Ini akan menjadi pertemuan calon besan,jadi bersikaplah dengan baik.” Ujar Presdir Hwang tegas.
Siwon termangu di tempatnya. Jika saat itu tiba,apa yang akan kau lakukan? Kalimat itu kembali terngiang di pikirannnya. Oh God! Apa dia benar-benar harus menikah melalui jalur perjodohan kekanak-kanakan seperti ini? Tidak bisakah ia diberi waktu setahun atau tiga tahun lagi? Siwon mendongkol. Apa yang harus dilakukannya? Kabur dan ngambek seperti Tiffany? Oh,bullshit no!
***
Tiffany menutup panggilan teleponnya dengan lesu. Bahunya kembali terkulai dan ia mulai memandang kesal pada ice-cream yang baru saja dipesannya.
“Ada apa? Apa itu ayahmu?”tanya Jessica cemas.
Tiffany mengangguk pelan, “Ne. Aku harus ke rumah malam ini.” Ujarnya berbisik. Eye-smilenya kembali kehilangan sinarnya, “perjodohan Siwon.”
Uhuk! Jessica segera menepuk-nepuk dadanya sebelum ia cegukan.
“Apa maksudmu? Siwon …dijodohkan? Dengan siapa?”
Tiffany menghela napas, “entahlah… Tapi,kurasa aku gagal…”
Ya, di antara tujuannya membawa Nickhun kemarin adalah untuk memanas-manasi Siwon,tapi kenapa kurang dari tiga hari justru ia yang tersudutkan?Apa ayahnya juga ikut campur tangan? Tiffany mengacak rambutnya frustasi.
“Bodoh!!”ia mengumpat. Jessica memandanginya prihatin.
“Apa yang harus kita lakukan?”
Tiffany berdecak kesal lalu menggerutu, “memangnya apa lagi? Kau,aku dan gadis Choi itu pasti akan jadi pengiring pengantinnya! Jadi,lebih baik telepon designermu dan pesanlah gaun imut berwarna pink untuk kita!!”
Pluk! Tiffany meringgis. Jessica menatapnya garang.
“Berhentilah bercanda,Tiff!”
“Lalu,apa yang harus aku lakukan?!”Tiffany berteriak kesal. Jessica terperanjat terkejut lalu kemudian ia buru-buru membungkuk minta maaf pada pelanggan lain yang terkejut karena ulah sahabatnya, “kenapa kau meminta maaf ?!”Tiffany kembali berseru keras, “apa mereka tidak tahu siapa aku? Kenapa kau mewakili seorang Tiffany Hwang membungkuk minta maaf karena berteriak di cafenya sendiri,eoh?!!”
Pluk!
“Akh,appo!” Tiffany meringgis. Sudah dua kali ia menerima cemilan jitakan.
“Aish,gadis gila ini! Apa begitu caramu melampiaskan kemarahan? Kalau kau marah, marahlah pada laki-laki itu! Berteriaklah pada ayahmu!”
Tiffany menggerutu, “Kurasa kau lebih gila… Kau ini ingin membunuhku,ya?! Kenapa aku harus mempermalukan diri di depan laki-laki brengsek itu?!”
Jessica menghembuskan napas panjang. Baiklah, ia menyerah.
***
Makan malam keluarga Hwang dan keluarga Im berlangsung formal. Dibandingkan dengan tokoh utama di meja makan itu,Siwon & Yoona, kedua calon besanlah yang lebih banyak berbicara. Sepertinya Presdir Hwang memilih Yoona juga karena hubungan baiknya dengan ayah Yoona di masa lalu. Mereka terlihat seperti sahabat lama yang sedang reunian. Kedua nyonya pun tidak berbeda.
Sebaliknya, Siwon dan Yoona lebih banyak diam. Selain beramah tamah sewajarnya,mereka tidak berbicara lagi. Seperti biasa,Sooyoung hanya peduli pada makan malamnya. Ia berbicara sedikit saja menanggapi rencana itu dengan positif lalu kembali ke makan malamnya. Sedangkan Tiffany… dengan cuek,tanpa peduli Siwon yang terus meliriknya, ia menikmati makan malamnya dengan tenang.
“Aku sebenarnya nyaris kecewa karena tidak bisa memenuhi janji kita dulu,tapi dengan adanya Siwon,kurasa impian kita akan menjadi kenyataan,kawan!”
“Ya,meskipun bukan anak kandungku, Siwon ini adalah didikanku! Separuh dirinya telah beradaptasi menjadi seorang Hwang! Jadi,jangan khawatir… dia adalah anakku!”
Kedua laki-laki tua itu tertawa.
“Yoona terlihat sangat cantik… Aku jadi penasaran,bagaimana dia bisa merawat kecantikannya seperti itu?”
Yoona tersenyum dan berterima kasih sopan atas pujian itu.
“Kau juga melahirkan anak yang begitu tampan. Pasti rasanya senang berjalan bersama anak seperti Siwon ini!”
Tiffany mencengkram sendoknya lebih kuat. Ayahnya selalu memuji Siwon. Ibu tirinya juga jelas memuji anaknya sendiri. Orangtua Im juga memuji mereka berdua. Lalu,kenapa ia harus hadir di pertemuan ini?!
“Ah,ya Tiffany juga tumbuh dengan baik,ya?”
Tiffany menoleh dan mendapat senyuman dari ibu Yoona, “kekasihmu pasti beruntung mendapatkanmu!”
“Ah,ne,eomeoni!”
“Dia ini gadis populer di kampusnya. Aku terkadang iri pada wanita yang sudah melahirkannya dengan begitu cantik…”nyonya Hwang menambahkan dengan riang.
“Yoona,kau harus belajar banyak dari Tiffany. Kalian harus bisa menjadi saudara-ipar yang saling mendukung.” Ujar nyonya Im lagi.
Tiffany melirik Yoona. Agak tergagap,ia balas tersenyum kikuk pada gadis itu.
“Pasti menyenangkan memiliki kakak laki-laki,ya, Tiffany-ssi?” tanya Yoona ramah.
“Begitulah…”
“Aku juga sangat ingin memiliki seorang kakak laki-laki tapi aku terlahir sebagai anak tunggal,”
“Ah,apa-apaan itu? Mulai hari ini, Siwon yang akan menjadi kakak untukmu! Iya,kan, Siwon?”sambar nyonya Hwang sambil tertawa kecil. Yoona mengangguk tersenyum padanya.
Tiffany menghela napas panjang. Ia merasa gerah. Perbincangan riang itu masih berlanjut dan ia semakin gerah. Ia lalu meraih gelas winenya dan menenggak isinya dengan cepat-cepat. Demi Tuhan, terkutuklah kau, Siwon! Perasaannya sesak luarbiasa. Ia bahkan membenci orangtuanya karena pernikahan ini. Ah, seandainya saja ibunya masih hidup… Ia pasti tidak akan merasakan perasaan sesak ini. Tiffany kembali menenggak winenya.
***
Siwon menghela napas panjang. Kenapa ia justru tidak memiliki jalan keluar di situasi seperti ini? Ia melemparkan pandangan ke hamparan langit malam yang luas. Kirimkanlah jawaban untukku,Tuhan… Ia bergumam putus asa. Di dalam ruangan, mereka masih berbincang santai sambil menikmati cemilan malam tapi ia sungguh membutuhkan udara segar.
“Apa kau tidak keberatan dengan perjodohan ini?”
Siwon menoleh mendengar suara itu muncul tiba-tiba di belakangnya. Dengan tenang, Yoona berjalan menghampiri Siwon dan berdiri bersandar di pembatas balkon seperti Siwon.
“Apa kau menyetujui perjodohan ini?” tanya Yoona pelan.
Siwon menghembuskan napas berat lalu kembali memandang ke depan, “Entahlah. Ini memang terlalu cepat.” Gumamnya.
“Aku tidak menyukai perjodohan ini,” cetus Yoona tenang, “meskipun itu adalah kau,Presdir Choi. Aku pribadi menentang perjodohan ini,” lanjutnya.
Siwon tersenyum kecil. “Lalu,kenapa kau datang ke sini?”
“Karena ibuku memohon. Ah,seharusnya dia tahu kalau aku sangat mencintai kekasihku. Kenapa dia malah menjodohkanku seperti ini? Kekanak-kanakan sekali…” Yoona tertawa kecil.
“Kau punya kekasih?” tanya Siwon agak tak percaya. Yoona menoleh padanya dan tersenyum santai.
“Ya. Kenapa?”
Siwon mendengus tertawa. “Apa-apaan ini? Kenapa aku dijodohkan dengan orang yang sudah memiliki kekasih?”
“Bagaimana denganmu?”
“Apanya?”
“Gadis itu…” Yoona menoleh ke belakang. Dari tempatnya berdiri, ia bisa melihat Tiffany yang sedang sibuk dengan smartphonenya, “hubungan kalian memang sedikit rumit,ya?” gumamnya pelan.
Siwon menatapnya terkejut. “Apa maksudmu?”
“Aku mengamati kalian. Kau dan adik tirimu, Tiffany eonni. Alasan kau juga tidak menyetujui perjodohan ini adalah karena dia,kan? Tapi,apa yang bisa kita lakukan? Hubungan cinta kalian jelas tidak bisa terjadi. Pantas saja Tiffany eonni terlihat begitu tertekan.”
“Hentikan omong kosong ini,Yoona! Kau tidak tahu apa-apa.” Sergah Siwon.
Yoona tersenyum, “Aku mencari tahu banyak hal tentang kalian. Dan kakak temanku adalah teman lamamu. Dia yang memberitahuku mengenai hubungan kalian di masa lalu…”
Siwon menghela napas panjang lalu menghembuskannya dengan kasar, “Hentikan itu. Jangan membahas ini lagi!” gumamnya datar. Yoona tersenyum kecil.
“Bagaimana pun, perjodohan ini tidak bisa berlanjut. Aku tidak peduli apa yang akan terjadi ke depannya, tapi aku benar-benar menantang ini. Aku tidak mau meninggalkan kekasihku dan kau juga tidak ingin dijodohkan dengan gadis yang sangat mencintai kekasihnya,kan? Menurutmu, apa yang harus kita lakukan?”
Siwon buang pandang ke hamparan perkotaan di depannya. “Aku akan memintanya pada abeoji. Dan kau sebaiknya meyakinkan ibumu dengan baik,”
Yoona mengangguk dan tersenyum kecil. Ia membuka mulut hendak mengatakan sesuatu tapi perhatiannya tiba-tiba teralihkan. Di depan pintu balkon, Tiffany baru saja melintas dan menatap mereka dengan tatapan dingin.
“Kurasa masalahmu lebih besar,presdir Choi!” ujar Yoona kemudian, “Tiffany eonni sepertinya masih tidak mau melepasmu,”
Siwon tertawa kecil, “Dia hanya tidak bisa menerimaku sebagai kakaknya,” gumamnya, “dibandingkan dengan keegoisannya untuk masih mencintaiku, rasa bencinya lebih besar lagi. Ya,kau benar. Masalahku lebih rumit dari ini.”
Makan malam itu hanya menjadi ramah tamah di antara para orangtua saja. Yoona masih memainkan perannya sebagai putri cantik yang ramah sampai mereka pamit meninggalkan rumah itu.
Setelah sisa perjamuan dibereskan, Presdir Hwang dan istrinya sudah bersiap untuk istirahat. Gurat kepuasan terlihat jelas di wajah mereka. Siwon bahkan tak sengaja mendengar ibunya begitu memuji Yoona dan benar-benar menginginkan agar pernikahan mereka segera dibicarakan. Jalannya semakin rumit. Siwon menghela napas putus asa. Tidak ada pilihan lain. Meskipun akan banyak orang yang tersakiti, ia tidak bisa bertahan lebih lama. Maka, dengan diam-diam Siwon menyelinap masuk ke dalam kamar Tiffany. Ia akan mencoba sekali lagi.
“Yak! Apa yang kau lakukan di sini?” Tiffany jelas terkejut saat baru saja masuk ke dalam kamar dan mendapati Siwon sedang duduk di atas kasurnya.
“Ada hal yang perlu kukatakan padamu,”
Tiffany mendengus, “Aku sedang tidak ingin mendengar suaramu. Keluarlah!” tukasnya dingin.
Tapi, Siwon tidak beranjak.
“Haruskah aku mengatakannya pada abeoji?”cetus Siwon kemudian.
Tiffany masih bersungut-sungut, “Kenapa kau mengangguku dengan pemikiranmu itu,eoh? Memangnya aku peduli apa?”
“Apakah benar-benar harus kuungkapkan? Bahwa kita masih saling mencintai…”
Demi apapun, Tiffany merasakan desakan kuat di dasar perutnya untuk segera menghantam Siwon. Ia menarik napas panjang dan mengeluarkannya dengan keras. Dengan tatapan dingin yang ketus, ia menatap Siwon.
“Apa kau bodoh?”
“Setidaknya lebih baik, daripada hanya bertingkah ngambek dan kabur dari rumah, seperti pengecut!” balas Siwon tenang.
Tiffany memejamkan matanya, desakan untuk menghantam Siwon semakin kuat.
“Kau keluar sekarang dari kamarku, atau aku akan berteriak…”
“Karena seorang kakak masuk ke dalam kamar adiknya tanpa izin?” Siwon tertawa meledek.
Tiffany menggeram menahan amarahnya. Tatapan Siwon masih menghujam ke arahnya. Perpaduan rasa panas dengan perjodohan ini dengan kemarahannya membuat pandangannya perlahan mengabur. Napas Tiffany naik turun tidak beraturan. Siwon masih menatap datar padanya.
Tatapan itu yang membuatnya luluh. Tatapan seperti itu yang dirindukannya.
Jemari Tiffany mengepal kuat. Lebih dari pada kemarahannya karena tidak bisa menolak status baru Siwon, ia terjebak dalam kemarahan pada dirinya sendiri. Kenapa ia tidak bisa melepaskan rasa rindu pada tatapan itu? Di puncak kemarahannya, Tiffany menjerit kencang.
“Tiffany!”
Prang! Brak! Botol-botol kosmetik dan peralatan lainnya berhamburan hanya dengan sekali sentakan. Tiffany kalap. Ia menangis dan menjerit.
Siwon terlonjak dari duduknya dan mencoba menahan Tiffany. Tapi,gadis itu terlanjur marah. Begitu Siwon menyentuhnya, ia semakin memberontak.
“Tiffany! Ada apa denganmu?!”
“Keluar! Keluar kau, Choi Siwon!!”
Prang. Prang.
Lebih banyak lagi benda-benda yang melayang, terbanting dan menghantam lantai. Siwon kesulitan menenangkan Tiffany karena gadis itu selalu memberontak.
“Tiffany, please!! Sadarlah!! Apa yang kau lakukan?”
Tapi, Tiffany tidak kunjung berhenti. Karena tidak menemukan benda lain di meja riasnya, dengan frustasi ia menendang kursi dan mejanya. Bunyi bedebum keras terdengar. Tiffany terisak. Perlahan, ia merosot dan terduduk.
“Tiffany…”
“Kenapa kau membuatku seperti ini? Kenapa kau melakukan ini padaku?” Isakan Tiffany menggema. Siwon merinding mendengarnya. Gadis itu terisak dengan pilunya. Ia mendongak berusaha menahan perasaan sesaknya. “Aku membencimu… Aku sangat membencimu…”
Siwon mendesah berat lalu ia sendiri terjatuh lemah. Ia kehilangan kekuatan berdiri di atas kakinya hanya karena melihat Tiffany akhirnya menangis seperti itu karena dirinya.
Isakan Tiffany mendominasi ruangan itu. Ia putus asa. Siwon sendiri tidak lagi bisa mendekatinya. Tiffany sedang rapuh. Ia takut, jika ia menyentuh Tiffany sedikit saja, gadis itu akan hancur. Jadi ia hanya terdiam mendengar isakan Tiffany yang juga mencabik perasaannya.
Bahkan ketika pintu kamar itu terbuka dan keluarganya menatap mereka dengan terkejut, ia tidak melakukan apa-apa.
“OMO! Apa yang terjadi?!”
“Tiffany… ada apa denganmu? Siwon? Kenapa kalian ini?”
“Apa kalian baru saja bertengkar hebat?!”
Presdir & nyonya Hwang jelas shock melihat keadaan mereka berdua.
“Siwon, katakan sesuatu!”
“Kalian membuat kami berlari panik mendengar teriakan-teriakan ini. Ada apa?”
Nyonya Hwang berjalan hati-hati menghindari barang-barang Tiffany yang berserakan. Ia lalu berjongkok pelan di sisi Tiffany yang masih tertunduk dan terisak. Agak ragu dan cemas, ia menggerakkan tangannya dan menyentuh lengan Tiffany.
“Tiffany… katakan sesuatu,nak. Apa Siwon melukaimu? Apa yang dilakukan anakku padamu?”
Tiffany semakin terisak. Ia mencengkram kerah bajunya dengan kuat dan berharap dengan begitu ia bisa meringankan bebannya.
“Tiffany…”
“Rasanya sakit…” nyonya Hwang menunggu dengan cemas. Bibir Tiffany bergetar. “…rasanya,aku ingin mati saja…” Siwon dan kedua orang tuanya menoleh terkejut. Tiffany kembali terisak.
“Eomma…” tangisan Tiffany semakin menggila. “Eomma! Eomma! Bawa aku bersamamu,eomma! Aku tidak ingin berada di sini lagi! Tolong aku,eomma!”
Nyonya Hwang menghela napas berat. Tiffany jelas tidak sedang memanggilnya. Tiffany memanggil eommanya. Ia menoleh dan bertukar pandang resah dengan suaminya. Presdir Hwang menghela napas panjang tapi tidak mengatakan apa-apa.
Tiffany masih menangis memanggil-manggil eommanya.
“Siwon-a,ikut aku keluar!” ujar Presdir Hwang seraya berbalik keluar.
“Siwon-a, ikuti abeojimu!” ulang ibunya lagi karena Siwon belum juga beranjak.
Dengan perlahan, Siwon bangkit. Ia menatap nanar pada punggung Tiffany yang bergetar karena tangisannya.
“Fany-ya…” panggilnya lirih. “Mianhae,”
Tiffany mendengarnya, ia yakin itu. Dengan langkah berat, ia keluar mengikuti ayahnya. Tinggalkah nyonya Hwang berdua dengan Tiffany.
“Apakah dia melukaimu begitu banyaknya?” tanya nyonya Hwang hati-hati.
Tiffany tidak menjawabnya.
“Siwon memang seperti itu. Maafkan ibu, Tiffany, ibu akan memperingatinya untuk tidak menganggumu lagi. Jangan menangis seperti ini,nak!”
“Eomma…”
“Tiffany…”
“Kenapa kau datang ke keluargaku,ahjumma?! Kenapa kau menyakitiku seperti ini?” Tiffany meraung frustasi.
Nyonya Hwang menatap Tiffany nanar. Ia jelas terkejut. Tapi,keadaan Tiffany yang benar-benar nampak rapuh membuatnya tetap mengulurkan tangan hendak merengkuh gadis itu dalam pelukannya.
“Jangan menyentuhku!” tukas Tiffany tajam. Ia menepis tangan ibunya dengan kasar.
“Maafkan ibu, Tiffany… Tapi, kenapa tiba-tiba kau seperti ini? Ada apa,nak?”
Tiffany tidak menjawab. Ia muak.
“Aku tidak membutuhkanmu, ahjumma. Jadi, pergilah!”
Nyonya Hwang menghela napas putus asa. Dengan perlahan, ia akhirnya bangkit dan menarik langkahnya yang berat mendekati pintu kamar. Tapi, sebelum ia benar-benar meninggalkan Tiffany, ia menarik napas panjang lalu menoleh menatap punggung Tiffany yang masih bergetar.
“Fany-ya… maafkan kami… Karena pernikahan ibu, kau jadi terluka seperti ini.” Nyonya Hwang kembali menarik napas panjang, tatapannya tertuju pada figura keluarga Hwang yang dipasang Tiffany di salah satu dinding kamarnya. Ia tersenyum lemah, “Aku tidak pernah memikirkan ini sebelumnya, tapi sekarang… kurasa, keegoisan orang dewasa memang menyakitkan. Maafkan aku,” ia berbisik pelan, “kuharap kau akan mengerti suatu saat nanti, Tiffany!”
Begitu pintu kamarnya tertutup, bahu Tiffany benar-benar terkulai lemah. Masih dengan sesegukan ia mencoba mendongak dan menatap figura ibu kandungnya. Tatapannya yang berair memandang nanar pada kebahagian mereka saat itu.
“Aku membutuhkanmu, eomma…” ia berbisik lirih, “aku merasa sangat lemah… Aku butuh pegangan,eomma!”
***

 

 

 

 

 

 

 

“Kau masih belum ingin mengatakan alasannya?”
Siwon menarik napas sebelum mendongak dan membalas tatapan Presdir Hwang.
“Hentikan perjodohan ini, abeoji.” Ujarnya. “Ini akan melukai Tiffany,”
Presdir Hwang tertawa kecil sambil berdecak, “Kenapa kau membawa-bawa perjodohan ini? Apa gadis Im itu juga terlibat dalam masalah kalian?”
“Kumohon, abeoji!” suara Siwon terdengar parau. “Jangan memaksakan kehendak abeoji padaku seperti ini!”
“Ya, tapi… aku melakukan ini untuk kebaikanmu! Kalian pasangan yang sangat serasi. Kalian akan saling melengkapi. Lagipula, Tiffany sudah memiliki kekasih dan sepertinya hubungan mereka akan menjadi hubungan yang serius. Kau tentu tidak ingin menghalangi hubungan mereka karena kau yang masih tidak memiliki kekasih,kan? Tiffany akan bahagia dengan kekasihnya dan kau juga bisa merasakan hal yang sama. Dengan begitu aku tidak perlu menghawatirkanmu yang kalah oleh adikmu. Ini untuk kebaikan kalian berdua!”
“Tapi, ini bukan untuk kebaikan Tiffany,” potong Siwon. Presdir Hwang menghembuskan napas keras. Agaknya, ia juga mulai kesal.
“Anak itu akan tenang beberapa hari lagi. Aku memang tidak tahu kenapa dia tiba-tiba mengamuk seperti itu, tapi seperti sebelumnya dia pasti akan luluh. Kita tunggu saja.”
“Tiffany akan semakin membenci keluarga ini jika kau memaksanya seperti itu, abeoji!”
Presdir Hwang mendesah letih. Ia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dengan perlahan.
“Apa ada sesuatu yang kalian sembunyikan dariku? Kenapa kau begitu keras menolak perjodohan ini dan terus-menerus mengatakan bahwa Tiffany akan terluka?”
Siwon menelan ludah getir. Tatapan tajam Presdir Hwang menghujamnya. Ia merasa sama sekali tak bisa berkutik.
“Aku tidak bisa menikah karena perjodohan. Itu saja, abeoji. Aku akan menemukan gadis yang kucintai tanpa perlu melakukan proses seperti ini. Jadi, sekali lagi kumohon, batalkan saja perjodohan ini!”
“Lalu, apa hubungannya dengan Tiffany?!”
Siwon menarik napas dalam-dalam. Ini adalah pertanyaan yang sangat berat.
Eomma, apa yang harus kulakukan? Saat aku mengalah dan menerima pernikahan kalian, pernahkah terpikir aku akan menghadapi situasi sulit seperti ini?
Pintu ruang kerja Presdir Hwang terbuka lalu masuklah ibu Siwon. Ia menatap mereka berdua dengan tatapan letih lalu beranjak mendekati Siwon.
“Kembalilah ke kamarmu untuk beristirahat, Siwon-a. Yeobo, kita bicarakan masalah ini lain kali saja,ya? Sudah sangat larut malam.” Ujarnya lembut.
Siwon mengangguk lalu membungkuk memberi hormat pada ayahnya. Nyonya Hwang memandangi punggung Siwon dengan tatapan sendu.
“Apa Tiffany mengatakan sesuatu?” tanya Presdir Hwang.
“Tidak,” ujar istrinya, “dia memanggil ibunya. Kurasa, dia sangat merindukan ibunya, yeobo.”
Presdir Hwang menghela napas letih. Ia juga tahu seberapa besar kecintaan Tiffany pada ibu kandungnya itu. Setidaknya, itu memang bisa menjadi alasan dibalik pemberontakan Tiffany selama ini. Tidak semua orang bisa menerima ibu pengganti dalam hidup mereka. Tapi, salahkah ia jika cinta masa lalunya kembali?
“Maafkan dia,yeobo!”ujar Presdir Hwang pelan. Istrinya tersenyum teduh dan mengangguk.
“Ini memang berat untuk gadis sepertinya,” ujarnya, “Tapi, mengenai perjodohan Siwon, kurasa kita memang harus memikirkannya lagi.”
“Aku tidak suka jika aku berbeda pendapat denganmu,Minhee…Kenapa menurutmu begitu?”
“Situasinya memang tidak baik,yeobo…”
“Keluarga Im akan memberikan pengaruh positif untuk keadaan perusahaan. Kita membutuhkan mereka,yeobo! Hanya karena alasan kekanak-kanakan ini kita tidak bisa mengorbankan jutaan won yang dibutuhkan ribuan pekerja di Hwang Group! Ini juga untuk kebaikan mereka!”
Nyonya Hwang menghela napas panjang. Watak suaminya yang ambisius itu ia bisa mengerti dengan baik, tapi bukan begini… Ia memandangi suaminya dengan tatapan teduh.
“Yeobo, apa kau tidak ingat apa yang terjadi di antara kita 30 tahun yang lalu?”
Presdir Hwang tertegun. Ia menatap dalam mata teduh yang menatapnya dengan letih itu. Tiba-tiba saja ia merasakan aliran listrik yang mengejutkan di seluruh tubuhnya.
“Mereka juga akan berakhir seperti kita jika kau memaksa kehendak seperti ini,yeobo!”ujar nyonya Hwang lagi.
Tepat sasaran. Presdir Hwang mengusap wajahnya letih. Ya, 30 tahun yang lalu, seandainya bukan karena alasan konyol perjodohan perusahaan ia sudah pasti menikahi Minhee sejak awal. Hubungan mereka berdua dikacaukan dengan sistem pernikahan politik bisnis. Presdir Hwang mendesah pelan. Ia seperti baru saja melihat sosok dirinya 30 tahun lalu saat ia menghadap pada ayahnya agar dibebaskan dari perjodohan konyol itu. Tapi, ia gagal.
“Apa kau juga ingin membuat Siwon seperti dirimu?”istrinya kembali menyerangnya. Telak.
Presdir Hwang mendongak. “Tidak. Ini berbeda,” ujarnya, “Memangnya siapa yang menghalangi Siwon untuk menerima perjodohan ini? Apa ada seseorang yang ia cintai?”
Nyonya Hwang menggigit bibir bawahnya dengan gelisah. Ini sebuah serangan tak terduga. Bagaimana ia menjawabnya? Ia berdehem pelan sebelum menjawab.
“Aku tidak tahu, tapi kurasa Siwon memang sudah mencintai gadis lain,”
“Itu tidak mungkin. Aku sudah memperhatikan kesehariannya. Dia sangat sibuk dan tidak pernah meluangkan waktunya untuk berkencan. Tapi, kurasa lebih baik jika kau bertanya padanya. Jika dia mau mengaku dan membawa gadis itu, kurasa aku tidak bisa memaksanya lagi,”
Nyonya Hwang tersenyum kecil, “terima kasih,yeobo! Aku akan menanyakannya pada Siwon,”
***
Siwon menghela napas panjang begitu ia memasuki kamar pink itu. Seperti dugaannya, kamar itu kembali kehilangan pemiliknya. Hanya ada bekas kekacauan Tiffany semalam. Lemarinya terbuka dan pakaian-pakaian berhamburan. Satu koper besar berwarna pink yang tadinya terletak di samping lemari itu sudah raib bersama pemiliknya.
Dengan langkah berat, Siwon beranjak duduk di tepi ranjang Tiffany. Tatapannya begitu sendu dan putus asa. Apa yang harus mereka lakukan? Selamanya mereka telah resmi tercatat sebagai saudara tiri. Tidak akan ada jalan untuk kisah cinta mereka. Siwon mengalihkan pandangannya saat tanpa sengaja ia menatap figura foto Tiffany. Bahkan untuk membayangkan betapa dulu ia memuja senyum cantik itupun rasanya sangat menyesakkan. Ia tidak akan bisa lagi menggenggam jemarinya yang halus, merasakan kehangatan pelukan yang pernah menjadi candunya, mengecup bibir manis yang selalu menggodanya atau bahkan untuk melihat mata itu melengkung indah karena senyumnya. Semuanya telah berubah.
Shit! Siwon mengumpat. Bodoh! Ia benar-benar bodoh!
“30 tahun lalu, satu-satunya orang yang telah menguasai hati eomma adalah pria itu,Siwon. Eomma tidak bisa berbohong padamu, betapa tersiksanya hidup 30 tahun bersama pria yang sama sekali tidak bisa kucintai sepenuhnya. Maafkan ibu karena telah menyakiti perasaan ayahmu seperti ini, Siwon! Tapi,apa yang harus kulakukan? Setelah 30 tahun berpisah…bisakah kau mengizinkan ibu…kembali padanya?”
Siwon mengerang frustasi. Rumit.
Pintu kamar Tiffany terkuak pelan lalu nyonya Hwang muncul dari sana dengan wajah lega melihat Siwon.
“Rupanya kau ada di sini,” ujarnya seraya beranjak duduk di samping Siwon, “Presdir Hwang sudah memutuskan untuk memikirkan ulang perjodohanmu.”
“Kenapa dia melakukannya? Apa ibu juga membujuknya?” tukas Siwon.
Nyonya Hwang meraih tangan Siwon dan mengenggamnya.
“Ibu tidak bisa melihatmu tertekan karena perjodohan seperti ini, Siwon.”
Siwon tersenyum miris. “Begitu,ya?” gumamnya datar.
“Tapi, apa kau tidak bisa mengatakan siapa gadis yang kau cintai sekarang ini sampai kau mati-matian menolak?”
Siwon menarik tangannya dari genggaman ibunya.
“Aku tidak bisa,eomma.”ujarnya. Karena ini terlalu menyakitkan. Aku tidak ingin melihatmu menderita lagi. Sudah cukup kau menderita menikah dengan ayahku selama 30 tahun.
“Kenapa,Siwon-a?” Nyonya Hwang kembali mendesak.
“Aku tidak bisa membiarkan keegoisan kembali menghancurkan hidup kita,eomma,”
Nyonya Hwang tertegun. Siwon telah bangkit keluar meninggalkannya yang hanya diam termangu. Tatapanya tak sengaja tertuju pada figura keluarga Tiffany. Matanya menatap nanar wanita paruh baya yang tersenyum memperlihatkan eye-smilenya. Di kanan kirinya ia diapit oleh ketiga anaknya. Sedangkan sang suami merangkulnya dengan senyum lebar yang sama. Sebuah keluarga kecil yang bahagia. Ia menghela napas panjang. Betapa takdir telah memperlakukan mereka dengan tidak adil.
Seharusnya sejak dulu ia yang berada di tempat wanita itu.

To Be Continue

119 thoughts on “(AF) Hello Stepbrother Part 2

  1. lanjut donk . . .

    ma’af ya selama ini saya jadi silent readers ,soalnya saya ngga tau caranya comment ,saya baru bisa comment setelah saya bertanya sama author Song Haneul td malam , sekali lagi saya minta maaf ya . .🙂

    trus buat ff ya , soalnya ff disini bagus semua

    . . Fighting🙂

  2. ternyata kedua orang tua siwon oppa dan fany unnie udah saling mencintai selama 30 tahun, coba aja kalau dulu mereka menikah gak bakalan deh siwon oppa dan fany unnie menderita gitu </3
    dan siwon oppa yg sabar yah pasti fany unnie kembali ke sisi oppa, fany unnie gak akan jadi milik pria lain selain milik siwon oppa❤
    gomawo admin yg udah nulis ff sebagus ini dan admin yg udh ngepost ff hs ^^
    SiFany Island DAEBAK !!! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s