(AF) 99 Days Part 5

 99 Days Part 5

siwon04-vertAuthor : 909maknae

Trans by: @IGotTiffany

Cast : Hwang Tiffany & Choi Siwon

Genre: Romance

Rating: PG-15

Disclaimer:

All casts belong to their God, parents, and their self. I just borrow their name and character to support my story. Don’t copy this fan fiction without permission.

***

Ini adalah Minggu keempat mereka bersama sebagai pasangan palsu, tapi mereka tidak mempunyai waktu untuk bertemu. Group Tiffany sedang dalam Promosi album terbaru mereka, sementara Group Siwon harus mempersiapkan penampilan untuk comeback mereka, tetapi mereka masih bisa berhubungan seperti yang tercantum dalam kontrak mereka. Dari waktu ke waktu mereka terus bertukar pesan untuk mengetahui apa yang mereka lakukan satu sama lain.

Setelah syuting variety show, Tiffany dan beberapa member langsung menuju ke van mereka untuk pulang. Waktu menunjukkan pukul 9:00 malam, itu adalah hari yang melelahkan tapi masih banyak yang harus dilakukan di hari-hari yang lain dan mata Tiffany hampir terpejam ketika dia teringat bahwa Siwon menyuruhnya untuk mengirim pesan jika syuting mereka telah selesai.

To: Siwon Oppa
Oppa, aku sudah selesai syuting! Sekarang aku dalam perjalan pulang ^^,

Ditempat yang lain, Siwon keluar bersama beberapa temannya untuk bermain basket. Ia meminta untuk beristirahat sambil meminum air ketika saat yang sama handphonenya berbunyi tanda sebuah pesan masuk. Dia membukanya dan senyum menghiasi wajahnya melihat dari mana pesan itu berasal.

To: Tiffany
bagus. Beristirahatlah dengan baik :^), Apakah kau sudah makan malam?

Tiffany melihat keluar jendela mobil, entah bagaimana hatinya merindukan Siwon, ia berharap Siwon akan membalas sesegera mungkin sebelum ia sampai ditujuan dan saat itu dia menepis rasa kantuknya ketika dia merasakan handphonenya bergetar di tangannya. Dia seperti orang gila tersenyum-senyum sendiri membaca pesan dari Siwon.

To: Siwon Oppa
Ne Oppa. Kami tadi sudah makan di tempat syuting variety shownya ^ ^, Bagaimana dengan Oppa?

Siwon kembali bermain basket dengan teman-temannya tetapi tidak lama berselang setelah ia kembali bermain, handphonenya mulai menyalah lagi. Dari kejauhan, ia melihat hal itu dan minta izin keluar dari pertandingan tersebut ia lebih bersemangat untuk melihat pesan dari Tiffany. Seperti Tiffany, ia pun melompat kecil mendapatkan balasan pesan dari Tiffany..

To: Tiffany
Belum, aku sedang diluar bermain basket dengan beberapa teman malam ini..

To: Siwon Oppa
Oh. Jaga dirimu oppa. Kau masih harus latihan besok ..

To: Tiffany
Aku lupa besok harus latihan! Haha, terima kasih telah mengingatkan ku. baiklah :^)

To: Siwon Oppa
Aigoo. Kau bahkan melupakan jadwalmu sendiri! Apa yang akan Manager Prince katakan tentang ini? kau akan mendapatkan teguran lagi. Tsk tsk. Haha!

To: Tiffany
Ani, aku tak akan ditegur, aku seorang Choi Siwon! Kekeke! Beritahu aku jika kau tiba di rumah okay? Jangan begadang sampai larut malam, atau kau akan bermata panda * _ * hahaha

To: Siwon Oppa
kau terlalu percaya diri-__-haha! Ya, Baiklah. Kembalilah ke permainan basketmu. aku mungkin telah mengganggu waktumu dan temanmu, let’s talk later if I’m still awake. ^^,

Siwon tersenyum membaca pesan terakhir yang masuk. Dia tidak kembali bermain karena terlalu sibuk berbicara dengan Tiffany. Siwon meletakkan handphonenya dan yang dia lihat adalah teman-temannya menertawakannya karena tingkahnya yang aneh tersenyum sendiri selama lima belas menit terakhir.

“Apa?” Ia mengangkat bahu seperti ada yang salah terjadi tapi teman-temannya terus tawa mereka melihat wajah Siwon yang tidak polos lagi.

“Kau berdiri di sana lima belas menit dan tersenyum pada handphonemu sendiri. Choi Siwon Apakah kau sudah mempunyai seseorang untuk merayakan Valentine.?” Temannya menggodanya. Siwon hanya mengangkat bahu tanpa berkomentar dan mengajak mereka untuk bermain lagi. Jauh di lubuk hati ia melompat kegirangan, dia ingin ini bisa bertahan bukan hanya untuk valentine saja tapi jika bisa ia menginginkan memiliki dia untuk selamanya.

Tiffany membuka pintu ke kamarnya dan menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Dia sangat lelah karna baru saja menyelesaikan jadwalnya pada pukul 05:00 pagi ketika handphonenya mulai berdering ia bisa gila karna sebuah telpon yang sangat menjengkelkan itu. Dia mengulurkan tangannya dengan malas ke ujung tempat tidur di mana dia melemparkan handphonnya tadi dan menekan tombolnya.

“Hel-lo?” Dia menjawab dengan suara yang sudah mengantuk dan kesal tanpa melihat nama dari penelpon tersebut.

“Oh, maafkan aku apakah aku membangunkanmu? Maaf. Um, kembalilah tidur, selamat ma-” sebaiknya Siwon buru-buru mengakhiri panggilannya ia menyadari itu bukan waktu yang tepat untuk menelepon Tiffany.

“Tidak, aku uh, aku baru saja bersiap-siap untuk tidur. Mengapa kau menelepon? “Tiffany berbohong. Dia tidak bersiap-siap untuk tidur dia bahkan telah tidur dan mulai masuk kealam mimpi.

“Aku hanya mengecek saja apakah kau sudah sampai dirumah dengan selamat. Kau tidak memberiku kabar lagi. “Siwon berkata dengan suara yang sedikit menyesal.

“Eh, ya. Maaf aku lupa, aku sudah sampai rumah, sepuluh menit yang lalu. oppa? Apakah Oppa sudah pulang? ” Tiffany mengubah posisinya dari berbaring sekarang menjadi duduk.

“Ya, sebenarnya aku sudah ada di depan pintu apartment. Haha, kau harus tidur sekarang. Aku hanya mengecek saja. “Siwon berbicara sambil berusaha membuka pintu apartmentnya.

“Terima kasih. Oppa juga, tidurlah sekarang. Kyuhyun bilang mata mu terlihat lelah minggu lalu selama kalian latihan. “Tiffany mengingatkan Siwon, tapi Siwon merasa terkejut Tiffany menanyakannya pada Kyuhyun.

“Tunggu. kau bertanya pada Kyu? “Siwon penasaran apa motifnya sehingga Tiffany bertanya pada Evil Maknae.

“Um, kami bertemu di kantor sebelumnya, jadi eh, Aku hanya bertanya bagaimana kabarmu. Dan uh, member Super Junior yang lain juga tidak ada yang curiga. “Kebohongan lainnya dari Tiffany. Tiffany hanya bertanya pada Kyuhyun tentang Siwon tidak lebih. Untung saja Evil Maknae tidak mencurigai atau mencoba mencari tahu tentang hal-hal yang bukan urusannya dan hanya menjawab pertanyaan Tiffany dengan santai.

“Oh. Um. Ya karena aku hanya tidur 2 jam saja. “Siwon duduk sendiri di sofa sambil berbicara dengan Tiffany.

“Kau tidak bisa memperlakukan tubuhmu seperti itu. tidurlah setelah aku mematikan telpon ini, okay?” Tiffany mengingatkannya dan Siwon hanya tertawa di seberang telpon.

“Kenapa? Apakah ada yang lucu dengan perkataanku? “Tiffany meninggikan suaranya sedikit.

“Tidak, haha, hanya saja aku menelepon mu untuk mengecek keadaanmu dan ternyata kau yang malah mengintrogasiku.” Siwon tersenyum seperti orang yang hampir gila karna Tiffany memikirkan hal-hal kecil tentang dirinya.

“Aish, apa pun katamu Oppa. Aku sudah sangat mengantuk, aku tutup yah. “Tiffany mencoba untuk bersikap seolah tidak tertarik tapi Siwon masih berpikir.

“Oke. Selamat malam Tiffany! Take Care. “Siwon mengatakan kata-kata terakhirnya sebelum mengakhiri teleponnya. Dia mengharapkan Tiffany mengatakan hal yang sama tapi dia hanya mendapatkan nada panggilan yang terputus. Lalu ia tertawa sendiri, mengetahui Tiffany rupanya juga khawatir padanya.
Tiffany memeluk Teddy Bear Pink yang Siwon berikan beberapa minggu lalu. Ini adalah satu-satunya boneka yang dia peluk jika tidur. Kali ini dia berbicara dengan Boneka itu seolah boneka itu akan menjawabnya.

“Kenapa kau seperti itu? Kau terlalu percaya diri namun aku terlanjur sayang padamu. Kau tahu kita tidak bisa benar-benar bersama-sama kan? Aish! Aku benci kau. Kau membuat ku bingung! Hmp! “Kemudian dia meletakkan Taddy Bear itu telungkup ke samping dan membelakanginya. Dia mencoba untuk menutup matanya dan tidur, tapi dia merasa ada sesuatu yang hilang. Tepat pada saat itu, ia berbalik kembali ke boneka Teddy Bear itu dan memeluknya dengan erat.

“Aku benar-benar benci karna telah jatuh cinta padamu! kau harus bersyukur karena aku tidak akan pernah bisa membencimu selamanya. “Lalu ia menciuman boneka teddy bear itu kemudian tertidur dan masuk ke alam mimpi.
Hari ini, Siwon dan Tiffany secara resmi telah 1 bulan bersama. Yah, tidak benar-benar ‘resmi’ hanya saja mereka telah berkencan palsu selama lebih dari 30 hari sekarang. Siwon memutuskan untuk mengajak Tiffany untuk berkencan diluar tapi ia ingin ini menjadi kejutan untuk Tiffany dan mengingatkan Tiffany pada perjanjian mereka di pantai dua minggu lalu. Dia harus menyukur bulu kaki dibetisnya sebelum ia mengajak Tiffany keluar bersamanya. Ini kencan yang bisa membahayakan Siwon, tapi Siwon tidak bisa menolak ini.

“Itu sangat salah! Bagaimana bisa kalian para gadis melakukan hal semacam ini?! Ini sangat menyakitkan. “Siwon berseru sambil membelai kakinya yang telah dicukur sebelumnya. Rasanya aneh, untuk seorang pria mencukur bulu kakinya. Tiffany menertawakannya dengan keras tapi dia jijik juga melihatnya.

“Jadi nanti malam, kau akan jalan keluar denganku dan member Super Junior yang lain.” Siwon menyeringai saat menyalakan mesin mobilnya untuk mengantar Tiffany ke rumah.

“MWO?! Malam ini? Dengan para member Super Junior? Aku kira…. “Tiffany terperangkap dalam rencananya sendiri. Sesungguhnya, hukum karma berlaku dan akan terbalas sepuluh kali lipat. Dia belum tahu bagaimana caranya menghadapi member Super Junior untuk memberitahukan kencan palsu mereka. tapi Tanpa Tiffany ketahui, Siwon sudah mengatur sebuah rencana untuknya, dia sudah memberitahukan member Super Junior tentang ini, ia hanya ingin melihat bagaimana cara Tiffany mengatasi situasi ini.

[FLASHKBACK: Kemarin….]

Setelah pertunjukan Super Junior, Siwon dan yang lain berkumpulkan di ruang ganti mereka. Siwon tahu ini sudah waktunya bagi mereka tahu tentang Tiffany dan dia. Jadi dia mencoba mencari perhatian member.

“Yeorobun!” Ia berdiri di tengah-tengah kerumunan sementara para member menatapnya dengan rasa ingin tahu.

“Aku ingin mengatakan sesuatu.” Dia menambahkan.

“tentang apa Shisus? Tolong jangan bilang kau akan membacakan kami ayat Alkitab mu hari ini.”Heechul mendengus.

“Tidak, bukan. Ini sudah berlangsung cukup lama, namun, Tiffany dan aku.. Telah berpacaran selama satu bulan.” Katanya sambil menunduk ke bawah. Seperti yang diharapkan ia mendapatkan reaksi yang berbeda keterkejutan dan ketidak percayaan.

“Yah! Sejak kapan kalian berkencan? Dan mengapa harus Tiffany?! Apakah member SNSD tahu tentang hal ini? Kapan ini akan diungkapkan kepada media? Apakah kau sudah berkonsultasi dengan Soo Man-nim? “Yesung menginterogasi.

“Hei, hei. Ini bukan berpacaran seperti yang kalian pikirkan, hanya saja aku dan Tiffany berpacaran di depan. Ibu dan ayah, mereka akan menjebakku dengan mengatur perjodohan pernikahanku jika aku tidak berkencan. Untuk Sementara waktu, untuk menyelamatkan diri ku dari situasi ini Aku memohon Tiffany untuk berakting seolah kami sedang berkencan. Jadi itu saja. Tidak ada bumbu bumbu yang lain didalamnya.”Siwon seolah mencuci tangannya dengan bersih dari kata atau istilah kencan yang sebenarnya, tapi kenyataannya dalam hatinya. Ini semua bohong dan ia perlahan-lahan telah jatuh hati pada Tiffany.

“Itulah keberuntungan yang hyung dapatkan di masa-masa sulit ini, tapi aku senang noona setuju dengan mu.” Kyuhyun bersuara dan semua orang yang mendengar Siwon dan Tiffany berkencan hanya mengangguk.

“Dan um, sebagai formalitas, aku akan memperkenalkan dia dengan kalian besok malam karna itu adalah perayaan 1 bulan kami sebagai pasangan palsu.” Siwon mengumumkannya.

“Haha! Siwon, aku pikir acting itu hanya di depan orang tuamu tapi mengapa kau begitu serius tentang hal ini dan memperkenalkan dirinya kepada kami? “Sungmin menggoda Siwon dan ia mendapat tatapan dingin dari Siwon sebagai jawaban untuk itu.

“Aish, kalian hanya harus menyetujui dan melaksanakan rencanaku ya? Dan satu hal lagi jangan ada yang berani untuk tidak datang pada makan malam ini.” Siwon menyeruh pada member yang lain dan mereka bertepuk tangan dengan gembira mendengar berita itu.

“Aku hanya butuh kalian untuk melakukan satu hal. Beraktinglah seolah-olah kalian tidak tahu apa-apa. Aku hanya ingin tahu bagaimana dia bisa menangani situasi itu. Alright? “Semua member mengangguk dan berjanji akan berakting terbaik didepan Tiffany.

[Flashback end]

Tiffany sedang berbaring di tempat tidurnya. Dalam dua jam, dia akan bersama Super Junior dan Siwon. Itu tidak masalah baginya tetapi apa yang dia akan katakan jika dia dibombardir oleh pertanyaan- pertanyaan seperti mengapa ia bisa dengan Siwon?, apakah kalian sudah lama berkencan?. Dan lagi, dia tidak punya pilihan, dia harus memilih kata-kata yang tepat untuk semua pertanyaan itu. Waktu terus berdetak ,dia bangun dan mulai bersiap berpakaian.

Setelah satu jam seseorang datang mengetuk di apartemen mereka. Dari kamarnya, Tiffany mendengar Sooyoung membuka pintu dan membiarkan tamu itu masuk. Dia penasaran siapa orang itu ketika ia mendengar dongsaengnya berkata,

“Siwon oppa buatlah dirimu senyaman mungkin. Fany unnie akan berada di sini dalam satu detik, aku akan memanggilnya. ”

Apa? Dia berpikir. Siwon tidak mengatakan ia akan menjemputnya untuk kencan ini dan ia ingat bahwa mereka harus menggunakan mobil mereka masing-masing jika mereka kencan diluar tapi ini sudah terlambat untuk mengusirnya pergi, dia sudah ada di sini. Setelah beberapa detik, Sooyoung datang dan mengetuk pintu kamar Tiffany.

“Unnie! Oppa di sini menjemput mu untuk kencan kalian! “Sooyoung berteriak keras dengan sengaja supaya semua the girls’ tahu Tiffany dan Siwon akan berkencan. Tiffany sangat ingin membunuh Sooyoung pada saat itu.

“Unnie! Oppa menunggumu untuk—“kemudian pintu terbuka Tiffany keluar dengan dandanan yang sangat mengagumkan untuk malam itu. Yah itu tidak benar-benar mewah ketika ia mulai memikirkan bertemu dengan the boys’ malam itu dan dia hanya datang untuk menunjukkan keberaniannya.

Begitu dia membuka pintu dan pergi ke ruang tamu, semua pintu kamar tidur the girls’ terbuka dan kepala mereka mencuat mengintip pasangan itu.

“Kalian bersenang-senanglah ~ ~ ~” the girls’ berseru bersamaan menggoda Siwon dan Tiffany yang sedang berjalan keluar. Siwon tidak bisa menahan senyumnya tapi Tiffany tatapannya kosong didalam pikirannya ialah sebentar lagi ia akan bertemu Super Junior Oppars. Di dalam mobil, keduanya duduk diam sementara mata Siwon tetap menatap jalan. Tiba-tiba Tiffany memperoleh keberanian berbicara.

“Oppa, kenapa kau menjemputku malam ini? Aku pikir kita seharusnya mengendarai mobil kita masing-masing?”Tanyanya.

“Hm? Aku tidak ingin membuat Kau mengemudi nantinya, kita mungkin akan pulang terlambat sehingga Aku memutuskan untuk menjemputmu dan mengemudi pulang. “Siwon menjelaskan dan Tiffany duduk diam lagi mendengar jawabannya.
Mereka masuk di sebuah restoran yang dimiliki oleh salah satu teman dekat Siwon, itu sebenarnya sangat tidak eksklusif untuk malam itu tapi Siwon punya reservasi untuk mereka semua. Tentu saja, dia menunggu begitu lama untuk ini terjadi, itu adalah saatnya membalas dendam atas bulu kakinya yang telah dicukur.

“Hyung!” Kyuhyun mengangkat tangannya ketika melihat Siwon dan Tiffany. Dia berjalan ke arah mereka dengan Tiffany yang mengikut dibelakang. Dia mulai gugup saat ini. Kapan saja, the boys’ akan menanyakan apa, kapan, bagaimana dan mengapa.

“Hei, guys. Aku datang dengan Tiffany.”Siwon sambil menarik Tiffany lebih dekat dengannya dan mereka berdua duduk.

“Ya, kita tahu itu Tiffany tapi kenapa dia ikut?” Tanya Ryeowook sama seperti yang mereka telah rencanakan.

“Aku pikir Kau harus bertanya padanya.” Siwon menoleh ke arah Tiffany dan menunggu jawabannya. Pada saat itu, Tiffany tidak tahu apa yang harus ia dilakukan. Dia terjebak antara kencan sebenarnya dengan Siwon dan telah benar-benar jatuh cinta dengan Siwon.

“Um, we’re casually dating.” Dia berkata dengan sempurna. Semua orang hampir tersedak bir mereka termasuk Siwon.

“Apa? Sejak kapan? “Kangin bertanya sambil membersihkan tenggorokannya.

“Tepat satu bulan dari sekarang. It’s just friendly dates, tapi kami tidak membatasi diri untuk itu. benarkan Siwon? “Dia menyenggol orang disampingnya yang masih shock dengan apa yang dia katakan. Siwon tidak tahu cara untuk menutupi atau melakukan sesuatu, tapi rencana mereka telah hancur untuk membuat Tiffany tertekan malam ini.

“Ya. Uh. Benar. “Dia berkata sambil berpaling untuk minum birnya.

“Kalau begitu, mari kita bersulang untuk itu, for the casual couple!” Yesung mengangkat gelasnya dan semua orang bersulang. Karena misi mereka gagal untuk membuat Tiffany merasa tertekan, mereka terus berbicara tentang hal-hal sembarang yang terjadi akhir-akhir ini. Tiffany tidak memiliki waktu yang sulit dengan the boys’ sejak ia mengenal mereka tapi di luar pengetahuannya ternyata mereka sangat kuat dalam soal mengkonsumsi alkohol. Nah, kecuali yang satu ini.

“Fany-ssi, minumlah ini untuk kita.” Donghae berkata mengisi gelas Tiffany dengan setengah botol bir. Tiffany mengusap keningnya karena sedikit pusing dan sedikit bingung. Siwon melihatnya dan ia segera menjauhkan gelas itu dari Tiffany.

“Aku akan menangani ini.” Siwon meminum alcohol itu dengan satukali tegak kemudian tersenyum kecut kearah Tiffany. Dia terkejut dengan apa yang Siwon lakukan. Peraturan minum sesuai kursi mereka duduk itu berarti Siwon harus meminum dua gelas alkohol dalam setiap putaran.

Berkali-kali, Siwon meminum bir bagian Tiffany membuat mukanya memerah. Itu sudah jam 1 pagi ketika mereka semua memutuskan untuk pulang. Tiffany dan Donghae harus membawa Siwon ke mobilnya karena ia tidak bisa lagi berjalan dengan tegak. Gadis itu memutuskan untuk menyetir ke rumah Siwon dan mengatakan pada Donghae untuk menempatkan Siwon di kursi penumpang mobil.

Tiffany menyalakan mesin dan dia melihat Siwon di sampingnya masih memerah akibat konsumsi terlalu banyak alkohol. Siwon menggerutu dan sudah jelas besok dia akan kesulitan mengangkat kepalanya. Tiffany memulai untuk menyetir saat Siwon tiba-tiba berkata,

“Tiffany. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. ”

Kata-kata itu keluar dari mulut Siwon sendiri dan Tiffany terkejut dengan pengakuan ini. Tiffany menatapnya sejenak, memeriksa apakah Siwon sadar atau terjaga tetapi ia tampaknya telah tertidur nyenyak.

Dia tidak punya pilihan selain mengantar Siwon kerumah. Tiffany mengenakan hoodienya dan topi untuk Siwon agar tidak ada yang tahu dan memperhatikan mereka. Untung mereka hanya tinggal berjalan kaki dari tempat parkir ke lift tapi itu merupakan sesuatu yang berat untuk Tiffany membantu seseorang yang mabuk yang badannya lebih besar dari pada dirinya sendiri.

Akhirnya, setelah di kamar Siwon, Tiffany membanting dia ke tempat tidur melepas sepatu dan jaketnya. Dia sangat berbau alcohol dan Tiffany memutuskan mencari handuk basah untuk membersihkan wajah dan lengannya. Siwon berbalik dari sisi ke sisi karena perasaan panas bawaan dari alcohol yang ia konsumsi. Tiffany kembali ke kamar mandi untuk mengeringkan handuk dan ketika dia kembali, dia terkejut melihat Siwon melepas bajunya.

“Yah! Byuntae!! “Teriaknya tapi Siwon tidak bergeming. Dia masih setengah tidur dan berbaring topless di tempat tidurnya. Tiffany memperhatikan tapi Siwon bahkan tidak peduli ketika dia berteriak tapi dia merasa aneh melihat pria setengah telanjang dihadapannya, dia membuka lemari dan mencari baju yang nyaman.

Tiffany berhati-hati supaya tidak membangunkan atau mengganggu Siwon, akan sangat canggung jika dia sadar dalam keadaan seperti ini, tapi sepertinya dia tidak akan sadar. Setelah berhasil memakaikan pakaian Siwon, ia akan beranjak pergi ketika seseorang menariknya mendekat membuat dia terbaring di tempat tidur.

“tinggallah dengan Ku, malam ini, please.” Dia membawa Tiffany dalam pelukannya membuat tidal ada cara baginya melepaskan diri.

“Siwon .. Aku harus pergi.” Tiffany mencoba untuk berbicara dengan tenang.

“Hanya malam ini tolong? Aku butuh seseorang di sampingku.” Siwon memeluk Tiffany dengan sangat erat dan dia menariknya mendekat membuat kepala Tiffany berbaring di dadanya.

“Siwon ..”

“Tiffany, apakah ada yang salah? Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu. Mengapa kau tidak mencintaiku? “Tanya Siwon dengan mata tertutup dan dengan suara yang bergumam tapi Tiffany masih bisa mengerti. Apakah dia sadar sekarang, atau dia masih mabuk? tapi, tampak jelas bahwa ia mengatakan kebenaran.

“Aku akan membuatmu mencintaiku juga, jadi kita tidak usah memikirkan kontrak bodoh itu. Aku akan membuat mu mencintaiku karena aku mencintaimu. “Kata Siwon sementara dua tangannya melingkar dengan sempurna di tubuh Tiffany sangat rapat dengan tubuhnya. Hal berikutnya ia lakukan adalah menciuman kening Tiffany, sama seperti apa yang mereka lakukan di rumah pantai.

Tiffany tidak membutuhkan penjelasan atau alasan. Siwon, mengatakan bahwa ia merasakan hal yang sama seperti yang dia rasakan. Rasa kasih sayang yang jelas telah mereka dapatkan, tetapi itu dapat membantunya sekarang. Dia tidak bisa meninggalkan, bukan karna Siwon seperti ini. Saat itu dia melakukan apa yang ia anggap benar, dia mencium pipi Siwon dan dia berkata,

“Kau sudah memiliki Aku, aku juga mencintaimu.”

To Be Continued

 

 

104 thoughts on “(AF) 99 Days Part 5

  1. Wow Tiffany eonni so brave bisa ngomong gitu ke member SJ wahhhhh🙂
    I’m proud of you eonni hehe😀 *_* :*
    Siwon oppa lost aja omongannya wkwkwk… jangan Byuntae dehhh Siwon oppa -_-
    Siwon oppa jangan peluk peluk eonniku sembarangan ya😦 >_<
    Haha lucunya Couple ini
    Saranghae❤❤❤
    Authornya DAEBAKKK LAH

  2. Huaas…akhirny kata cinta pertama terucp dr sifany. ingt lo biasany org mabok itu jujur. dekap yg erat siwon jgn prnh lpskn tiffany lg. saranghaeyo….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s