(AR) The Rain Part 7 – End

Title: Rain Part 7 [The End of Story]

image

Author:

Youngwonie

Cast:

Choi Siwon | Tiffany Hwang

Additional Cast:

Hwang Chansung | Choi Seunghyun | Kim Yoojin|Cho kyuhyun

Genre:

Romance, sad, angst, action

Rating:

PG 15

Length:

Series

Disclaimer:

The cast are belong them self, parents and God. I just borrow their name for my story.

The story is mine, so don’t be a plagiator. Keep comment
and like if you enjoy this story.

 

Seperti yang aku bilang di part sebelumnya, part ini kembali ke setting masa kini saat Siwon sudah diculik Junho dari rumah sakit. Kalau lupa, baca lagi di part 2 [Who am I]. Ok, happy reading!!!

Warning : Typo

 

“Something happen when the rain is fall…”

 

_____ Rain Part 7 [The End of Story] _____

 

Present days…

Apa sebenarnya yang mereka inginkan dariku?

Apa ini ada hubungannya dengan masa laluku dan yeoja bernama Tiffany itu?

Siapa aku sebenarnya? Siapa Choi Siwon yang dulu hidup di ragaku?

Siwon terus bertanya pada hatinya sendiri. Mulutnya sudah tak dapat bicara lagi karena kedinginan akut yang dialaminya. Dan sekarang ia harus bertahan di dalam lingkaran setan yang dibuat oleh Junsu dan Junho. Suara decitan ban, cipratan air, cahaya lampu mobil, serta guyuran air hujan dan angin, terus menyerang Siwon. Dengan kondisi yang masih lemah, tentu saja keadaan itu sangat menyiksa Siwon. Ia terus mencoba bertahan dari semua siksaan itu. Tubuhnya yang sudah basah, kotor dan kedinginan, membuat kepalanya terasa berputar- putar. Dan saat itu juga, muncullah bayangan- bayangan dalam kepalanya. Seperti sebuah flashback film masa lalunya yang diputar dalam otaknya. Siwon melihat semua bayangan itu satu persatu tampil di layar memorinya.

 

“Setelah melihatmu berada di apartemen putriku, aku sadar kau sudah melangkah terlalu jauh. Dan aku tidak suka itu. Kau harus tahu posisimu di sini. Aku yakin kau orang yang cerdas. Kau pasti tahu apa yang harus kau lakukan selanjutnya Choi Siwon.”  –Presdir Hwang

 

 “Aku tidak akan melepaskanmu oppa. Meskipun kau yang memintanya. Aku akan mempertahankanmu selama aku bisa.”—Tiffany

 

 “Aku bisa membawamu kepada Jung Il Woo—Asalkan kau mau membantuku mengungkap kasus penggelapan pajak dan pencucian uang yang terjadi di perusahaan Hwang.” –Kyuhyun

 

“Kami dikirim untuk melenyapkanmu.” –Junsu

 

“Maaf, kakak ipar. Aku terpaksa melakukan ini padamu. Semua kulakukan untuk melindungi Abeoji, diriku, dan juga Tiffany. Aku harap kau bisa mengerti.” –Chansung

 

Bayangan tentang masa lalunya terus menari- nari dibenak Siwon. Ia ingat semua itu sekarang.

‘’Aku tidak akan membiarkan mereka membunuhku sekali lagi,,,” tekad Siwon dalam hatinya. Ia seperti mendapat kekuatan baru dari ingatannya. Siwon bangkit. Rasa sakit, lemah dan segala penderitaan yang dialaminya tadi tiba- tiba menghilang. Di tatapnya kedua mobil yang telah berhenti berputar mengelilinginya. Dan seperti kejadian dua tahun lalu. Chansung datang dan keluar dari SUV hitamnya menghampiri tempat Siwon berdiri.

“Kau sudah datang?!!! Sekarang apa lagi? Mau melemparku ke jurang seperti yang kau lakukan dua tahun yang lalu?” Siwon menatap sengit pada Chansung. Sedangkan Chansung masih bersikap datar. Seperti tak pernah terjadi apa- apa antara mereka.

“Ani. Sebelumnya, kau harus tahu, banyak kejadian yang menyedihkan yang dialami Tiffany setelah kau mati—atau  lebih tepatnya menghilang. Dan tentu saja sebagai saudaranya, aku bisa merasakan pula penderitaan yang dia alami.” Chansung memutari Siwon yang terus menatap siaga padanya.

“Dia selalu mencari keberadaanmu dengan berbagai cara. Namun semua selalu digagalkan oleh Abeoji. Bukankah itu menyedihkan? Yang lebih membuatnya terlihat miris adalah saat dia kehilangan calon anak kalian—“

Siwon melebarkan matanya seketika.”Mwo? Calon anak? Apa maksudmu Tiffany—“

“Ne. Kita semua juga tahu kalau saat itu kehamilan Tiffany hanya pura- pura. Tapi, rupanya takdir berkata lain. Dia benar- benar mengandung anakmu. Aku dan Abeoji juga kaget karena kami baru tahu saat Tiffany sudah keguguran.”

“Keguguran?!!!” Siwon membeku. Sebegitu menderitanyakah Tiffany saat ia tak ada di sisi gadis itu.

“Kali ini aku tidak akan membuat kesalahan lagi. Aku sendiri yang akan memastikan kau tidak akan terlibat dengan kejahatan kami lagi. Dan Tiffany, akan melupakanmu untuk selama- lamanya.“ Chansung memberi isyarat pada Junsu dan Junho untuk meninggalkannya berdua dengan Siwon. Kedua mobil itupun mundur teratur meninggalkan tempat itu.

Siwon dan Chansung masih saling menatap. Siwon tahu kalau dirinya harus memenangkan pertarungan satu lawan satu dengan Chansung jika mau selamat.

***

 

Seunghyun menghentikan mobilnya di bandara. Tiffany yang duduk di sampingnya pun bertanya padanya.

“Kenapa kita ke bandara?”

“Aku harus menjemput seseorang. Kau tunggu saja di sini.” Seunghyun keluar dari mobil.

“Bagaimana dengan Siwon oppa?” Tiffany berteriak.

“Aku sudah menghubungi polisi. Kita akan bergabung dengan mereka setelah ini untuk mencari Siwon.”

“Baiklah.”

Seunghyun segera masuk ke bandara setelah meyakinkan Tiffany. Ia mengedarkan pandangan mencari Yoojin di lobi bandara.

“Oppa!!!” Yoojin yang pertama melihatnya langsung berteriak memanggil dan menghampirinya.

“Mana Siwon oppa? Dia tidak ikut menjemput?”

Seunghyun menghela nafas,”Dia tidak bisa menjemputmu.”

“Why? Whats going on?”

“Ceritanya panjang. Sekarang ikut saja denganku. Kajja.”

Yoojin mengernyit. Tapi dia tetap mengikuti Seunghyun menuju mobilnya yang terparkir di luar bandara. Seunghyun memasukkan koper Yoojin ke dalam bagasi. Sementara itu Yoojin melihat Tiffany yang duduk di dalam mobil.

“Siapa dia? Yeojachingumu?” tanya Yoojin pada Seunghyun.

“Masuklah. Sudah kubilang ceritanya panjang. Akan kuberitahu jika semuanya sudah jelas.”

“Maksud oppa apa? Aku tidak mengerti.”

“Kau bisa berhenti bertanya Kim Yoojin?” Seunghyun sedikit menaikkan suaranya.

“I know. Aku akan diam sampai kau menjelaskan semuanya.”

Mobil berjalan menuju kantor polisi Gangnam. Seunghyun sudah menghubungi Kyuhyun dan Kyuhyun menyuruhnya ke sana karena dia juga akan meminta bantuan Kepal Polisi Kim untuk mencari Siwon.

Mereka bertiga membisu selama perjalanan menuju kantor polisi. Ketiganya mempunyai pemikiran yang sama yaitu kekhawatiran terhadap Siwon. Setelah sampai, Seunghyun langsung keluar dari mobil menuju ke dalam untuk menemui Kyuhyun dan Kepala Polisi Kim. Tiffany dan Yoojin mengikutinya di belakang.

“Wait. Aku ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi. Kenapa kita berada di kantor polisi? Kau bisa menjelaskannya padaku kan agashi?” Yoojin menghentikan Tiffany sebelum mereka memasuki kantor polisi. Mau tidak mau Tiffany berbalik dan mengatakan padanya.

“Aku tidak tahu ini ada hubungannya denganmu atau tidak, tapi kami di sini untuk melaporkan hilangnya Siwon oppa dari—“

“What? Wait, Siwon oppa katamu?”

“Kau mengenalnya?”

“Tentu saja. Aku tunangannya. Kenapa aku tidak diberitahu sejak awal?”

“Tunggu dulu. Tidak mungkin kau tunangannya. Akulah tunangan Siwon oppa.”

“Apa kau bilang? Jangan bercanda. Siapa kau berani- beraninya mengaku sebagai tunagan Siwon oppa.”

Tiffany geram dengan perkataan Yoojin yang mengaku sebagai tunangan Siwon. Ia hampir saja memukul Yoojin saat dilihatnya Seunghyun berjalan keluar dari dalam kantor polisi bersama Kepala polisi Kim dan Kyuhyun. Tentu saja ia masih ingat dengan Kyuhyun yang waktu itu datang ke rumahnya mencari ayahnya.

“ Jaksa Cho? Kau?”

Kyuhyun menatap Tiffany tanpa mengatakan apapun. Seunghyun menatap Kyuhyun dan Tiffany bergantian. Yoojin semakin bingung dengan situasi yang sedang terjadi.

Kini mereka berlima  berkumpul di salah satu ruangan di dalam kantor Kepolisian. Kyuhyun dan Kepala Polisi Kim duduk bersebelahan. Sedangkan Tiffany, Seunghyun dan Yoojin duduk di hadapan mereka. Kyuhyun menceritakan kejadian dua tahun yang lalu yang menimpa Siwon kepada ketiga orang terdekatnya itu. Dari awal pertemuannya dengan Siwon, kesepakatan yang mereka buat, sampai saat Siwon ditemukan dalam keadaan terluka parah dan dibawa ke Amerika oleh Seunghyun.

“Jadi menurutmu semua ini perbuatan Abeoji?” Tiffany jelas tidak sepenuhnya mempercayai penjelasan Kyuhyun.

“Aku sudah tahu kau pasti tidak akan mempercayainya. Semuanya akan jelas ketika kita menemukan Siwon— Itu  pun kalau dia masih hidup dan bisa mengingat masa lalunya lagi.”

Tiffany terdiam. Antara percaya dan tidak pada omongan Kyuhyun. Setahunya, perusahaannya tidak pernah terlibat kasus apapun. Tapi jika mengingat hilangnya Jung Il Woo secara tiba- tiba waktu itu, juga hilangnya Siwon, membuatnya harus percaya pada namja yang berada dihadapannya itu.

“Apa hubungan Siwon oppa dengan Il Woo ahjusshi? Kenapa demi bertemu dengannya, Siwon oppa mau membantumu?”

“Aku tidak tahu kenapa dia mencari Jung Il Woo. Mungkin pertanyaan itu bisa kau tanyakan kepada saudaranya, Seunghyun-sshi.” Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Seunghyun. Yang lain pun mengikuti Kyuhyun.

“Jung Il Woo—adalah ayah kandung Siwon. Tujuan Siwon datang ke Seoul dua tahun yang lalu adalah untuk mencari ayah kandungnya yang belum pernah ia temui.” Jawab Seunghyun datar.

Satu lagi kejutan yang Tiffany dapat hari ini. Nafasnya sesak mendengar kenyataan- kenyataan yang baru saja dibeberkan padanya.

“Sekarang semuanya sudah jelas. Yang harus kita lakukan sekarang adalah sesegera mungkin menemukan Siwon sebelum kejadian dua tahun yang lalu terulang kembali. Sayangnya, kita tak punya satu petunjukpun untuk menemukannya. Tapi—ada satu orang yang bisa membantu kita.“ Kyuhyun mentap Tiffany.

“Tiffany-sshi, kaulah orangnya.”

“Aku?”

“Neh. Kau pasti menyimpan nomor ponsel Presdir Hwang dan Chansung. Dengan melacak keberadaan mereka, kita bisa mendapat petunjuk untuk menemukan Siwon.”

***

 

Siwon dan Chansung sudah memulai pertarungan mereka. Siwon terluka dibagian rahang dan perutnya. Sedangkan Chansung mendapatkan luka di dahi dan bahunya. Air hujan bercampur darah mengalir di sekitar mereka. Chansung yang sedikit lebih unggul karena fisiknya yang sehat dibandingkan Siwon yang memang sudah lemah, menyeringai licik sambil mengeluarkan belati dari balik sepatunya. Siwon yang melihatnya memasang posisi siaga agar benda tajam yang dipegang Chansung tak bisa melukai tubuhnya. Chansung menyerang. Siwon berhasil menghindar dan menangkis tangan Chansung sehingga belatinya pun terjatuh ke tanah. Chansung berusaha mengambilnya. Siwon menendangnya lalu Chansung tersungkur ke tanah. Siwon terus menghajarnya. Dengan sisa kekuatannya Chansung pun melawan dan berhasil menggulingkan Siwon hingga posisi menjadi terbalik. Siwon berada di bawah tekanan Chansung. Tak menyia- nyiakan kesempatan, Chansung mengambil belati yang berada di dekatnya dan menodongkannya pada Siwon.

“Katakan permintaan terakhirmu Choi Siwon—“

“Ini bukan akhirku Hwang Chansung!”

“Oh, kau keras kepala juga rupanya. Baiklah aku tidak akan sungkan- sungkan lagi.”

Detik berikutnya Chansung mengangkat tangangannya bersiap menusukkan belatinya ke perut Swon. Namun, bunyi sirine dan cahaya lampu mobil menyilaukan matanya.

“ANGKAT TANGAN!!! JATUHKAN SENJATAMU!!! KAU SUDAH DIKEPUNG!!!”

Kepala Polisi Kim dan anak buahnya bergerak cepat turun dari mobil dan mengelilingi Chansung sambil membidiknya dengan senjata mereka. Chansung terpaku. Ia mengangkat tangan pasrah setelah menjatuhkan belatinya. Dua orang polisi langsung mengamankannya. Tiffany muncul dari balik barisan polisi. Ia melihat Siwon yang mulai bangun dari posisinya dan Chansung yang sudah diborgol. Ia tidak bisa mengatakan apapun. Mulutnya seperti membeku di tengah guyuran hujan malam itu. Chansung berjalan dengan kawalan polisi menuju tempat Tiffany berdiri.

“Tiff—“ Chansung menunduk,”Mianhae—“

Tiffany tidak menjawab apapun. Chansung pun digiring menuju mobil polisi.

Siwon yang sudah berdiri kini berjalan menuju Tiffany. Mereka berdiri berhadapan. Saling menatap dengan mulut keduanya terkunci rapat. Kemudian Siwon menggerakkan tangannya menyentuh pipi Tiffany yang basah karena air hujan yang bercampur air mata.

“Baby—“

Siwon merengkuh Tiffany dalam pelukannya.

“Maafkan aku yang sudah melupakanmu.”Bisik Siwon.

“Oppa sudah mengingat semuanya?” Tiffany melepas pelukan Siwon lalu menatap mata namja itu.

“Hmm” Siwon mengangguk. Menyatukan dahinya dan dahi Tiffany.

“Jangan menangis lagi, ne?”

“Hmm”

Mereka berpelukan lagi.

Yoojin yang melihat itu merasa cemburu dan berniat menghampiri mereka. Tapi Seunghyun menahannya sebelum melangkah mendekati Siwon dan Tiffany.

“Biarkan mereka” perintah Seunghyun.

“Tapi—“

“Tiffany lebih membutuhkan Siwon saat ini.”

Yoojin akhirnya diam. Sebenarnya ia tidak tahan melihat adegan yang Siwon dan Tiffany perlihatkan. Rasa cemburu dan sakit hati membakar dadanya. Siwon tidak pernah menatap matanya seperti yang dilakukan Siwon pada Tiffany. Juga pelukan intens yang ia lihat saat ini.

“Apa mereka begitu saling mencintai?”

“Mungkin saja.”

“Bagaimana denganku? Apa Siwon oppa tidak pernah mencintaiku?”

Seunghyun menatap iba pada Yoojin yang mulai berkaca- kaca. Karena saat itu Siwon tengah mencium Tiffany. Ia tahu Yoojin pasti tidak tahan melihatnya. Yoojin menggenggam erat tangannya.

“Op—pa,,,bawa aku pulang.”

Seunghyun mengangguk. Kemudian mereka berbalik menuju mobil Seunghyun.

“Hyeong!!!” Mereka berhenti saat Siwon memanggil Seunghyun. Siwon dan Tiffany menghampiri mereka.

“Wonnie-ya, kau baik- baik saja kan?”

“Ne. Hyeong datang bersama para polisi dan Tiffany?”

“Hmm. Yoojin juga ikut bersama kami.”

“Yoojin? Kau di sini?” Siwon kaget saat melihat wanita yang bersama Seunghyun. Yoojin pasti sudah melihat semuanya. Saat ia bersama Tiffany tadi.

Yoojin tidak menjawab. Ia hanya mengangguk dan berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah di depan Siwon. Siwon bingung harus berbuat apa.

“A—ku,,,“

“Siwon-sshi, kau bisa ikut kami ke kantor polisi untuk memberikan keterangan?” Kyuhyun datang untuk membawa Siwon bersamanya ke kantor polisi. Siwon belum menjawab. Ia menatap Tiffany dan Yoojin bergantian. Lalu terakhir ia melihat Seunghyun.

“Selesaikan dulu urusanmu. Setelah itu pulanglah.”ujar Seunghyun.

Siwon mengangguk. Ia dan Tiffany ikut bersama Kyuhyun ke kantor polisi sedangkan Seunghyun membawa Yoojin pulang ke rumahnya.

***

 

Keesokan harinya, Presdir Hwang ditangkap, rumah dan kantornya digeledah untuk mencari bukti- bukti kejahatannya. Berdasarkan kesaksian Siwon dan bukti- bukti yang dikumpulkan, Presdir Hwang dan Chansung divonis hukuman penjara selama lima belas tahun untuk kasus penggelapan pajak dan pencucian uang serta percobaan pembunuhan. Setegar apapun Tiffany berusaha menerima keputusan pengadilan terhadap ayah dan saudaranya, ia tetap sedih melihat keluarganya terkurung dalam bui. Namun kembalinya Siwon membuatnya terhibur dan tidak terlalu larut dalam kesedihan. Siwon menetap di Seoul karena harus menjalankan Hwang Corp yang sudah menjadi bagian dari Choi Group. Ia pun sering menemani Tiffany mengunjungi ayahnya dan Chansung di penjara. Dan sebaliknya, Tiffany juga selalu menemani Siwon saat mengunjungi ayahnya yang masih terbaring di rumah sakit.

Malam itu Siwon mengajak Tiffany ke restoran di hotel Zeus untuk makan malam. Tentu saja Tiffany sangat senang. Siwon mungkin akan melamarnya di tempat itu seperti janjinya dua tahun yang lalu. Tiffany sudah tidak sabar menanti saat- saat itu.

Siwon terus melihat Tiffany yang sedang makan. Wajahnya tidak setenang biasanya. Tiffany yang merasa diperhatikan merasa tidak enak.

“Kenapa oppa terus melihatku? Apa aku belepotan?”

Siwon menggeleng, lalu tersenyum.

” Ani. Kau sangat cantik malam ini Baby.”

Wajah Tiffany merona. Meskipun ini bukan pertama kali Siwon memujinya, tetap saja ia merasa malu.

“Oh ya, katanya ada yang ingin oppa bicarakan. Apa itu?”

Siwon berhenti mengunyah makanannya. Ia menatap eyesmile Tiffany yang selalu menemaninya belakangan ini.

“Mian,”kata Siwon tiba- tiba.

“Untuk apa?”

“Untuk hari- hari yang berat selama aku tidak berada di sisimu.”

“Lupakanlah Oppa. Semua sudah berlalu. Dan itu bukan kesalahan Oppa sama sekali. Yang penting, kita sudah bersama- sama sekarang. Dan Oppa tidak akan meninggalkan aku sendirian lagi.”

“Sekali lagi aku minta maaf Tiffany. Aku—tidak bisa mengabulkan keinginanmu.”

“Maksudnya?”

Siwon bangkit dari kursinya. Ia berlutut dan membungkuk di depan Tiffany.

“Oppa, apa yang kau lakukan?”

“Bisakah kau menarik janjimu waktu itu? Aku mohon.”

“Janji yang mana? Aku tidak mengerti maksud Oppa. Bangunlah, jangan seperti ini.”lirih Tiffany sambil membantu Siwon berdiri. Namun Siwon tetap bergeming di tempatnya.

“Janji untuk tidak melepasku. Kau bisa menariknya?”

Tiffany membeku, kakinya lemas.

“Ku mohon, lepaskanlah aku Tiffany.”

“Oppa sedang bercanda kan?”

Siwon menggeleng. Tiffany cemas karena ia melihat raut wajah Siwon yang tampak sungguh- sungguh dengan ucapannya.

“Wae—Kenapa aku harus melepaskan Oppa?”

“Kim Yoojin, dia tunanganku sekarang. Aku sudah berjanji untuk menikahinya.”

“Kim Yoojin,,,jadi dia benar tunangan Oppa?”

Siwon mengangguk. Pasrah dengan apa pun penilaian Tiffany padanya.

“Bagaimana dengan janji Oppa padaku?”

“Keadaan yang memaksaku untuk memilihnya. Dia terluka karena melindungiku.”

Tubuh Tiffany bergetar. Ia tidak sanggup menahan tangisnya lagi. Ia berlari meninggalkan Siwon yang masih berlutut di restoran.

Tiffany terus berjalan sampai keluar Hotel, saat menemukan bangku di tepi jalan yang tidak dilalui orang, Tiffany menangis sejadi- jadinya.

“Aku juga terluka Oppa. Hiks hiks hiks. Aku sakit. Kenapa kau mau meninggalkanku lagi?”

Cuaca malam itu rupanya tak bersahabat dengannya. Hujan lagi- lagi turun di saat yang tidak tepat. Tangis Tiffany semakin pecah. Lalu sebuah bayangan menghampirinya. Dia merasa tetesan hujan tidak mengenai tubuhnya lagi. Dan sebuah sapu tangan berwarna biru terulur padanya.

“Mungkin kau membutuhkan ini.” Suara berat seseorang membuatnya mendongak.

Choi Seunghyun. Orang yang memayunginya dan menawarkan sapu tangan itu. Tiffany terkikik dalam isak tangisnya.

“Hebat sekali. Adiknya membuatku menangis dan kakaknya memberiku sapu tangan. Kalian keluarga yang hebat. Apalagi berikutnya?”

“Aku tahu. Kau pasti tidak bisa menerima keputusan Siwon. Setelah penantian yang lama, kau harus kembali kehilangan dia. Tapi percayalah, Siwon juga tidak menginginkan ini terjadi.”

Seunghyun menghela nafas panjang,”Yoojin mengalami kecelakaan saat ia bersama Siwon. Karena kejadian itu, dokter memvonisnya tidak akan bisa punya anak. Tentu saja keluarganya sangat mencemaskan hal itu. Siwon pikir, tak ada jalan lain selain menikahi Yoojin. Apalagi saat itu Yoojin baru saja menyatakan cintanya pada Siwon. Dan Siwon belum mengingat tentang dirimu.”

Tiffany mengalihkan pandangannya dari tanah ke wajah Seunghyun yang kini sudah duduk di sampingnya.

“Itulah yang sebenarnya Tiffany. Saat ini Siwon juga terluka.”

“Lalu, kenapa kau menceritakan ini padaku? Secara teknis kita tidak mempunyai hubungan apa pun.”

“Karena aku menyayangimu. Aku juga ingin mempunyai hubungan denganmu.”

***

 

 

Siwon menatap taman dari jendela besar di kamarnya. Di taman yang luas itu segala pernak pernik pesta pernikahan sudah disiapkan. Dari jamuan makan sampai hiburan untuk para tamu sudah diatur sedemikian rupa. Siwon tersenyum miris. Sebentar lagi dia akan menikah dengan wanita yang dipilihnya. Demi sebuah janji yang ia buat dengan mematahkan janji lainnya. Poor Siwon. Ia mengasihani dirinya sendiri. Bagaimana dengan Tiffany? Mungkin saat ini gadis itu tengah menangisinya, atau menanam kebencian yang dalam terhadapnya.

“I miss you, Baby.” Lirih Siwon mersakan sakit di dadanya.

Ia pun mematut dirinya sekali lagi di cermin. Memastikan penampilannya sudah sempurna dengan setelan Tuxedo putih yang khusus di pesan dari desainer ternama di Amerika. Setelah merasa cukup, Siwon turun dari kamarnya dan mendapati Yoojin berdiri di ruang tamu. Tanpa gaun pengantin. Ia malah menggunakan baju pengiring pengantin.

“Yoojin?”

Yoojin tersenyum pada Siwon.

“Apa yang kau lakukan di sini? Dan gaunmu? Mana gaun pengantinmu?”

“Tidak Oppa. Aku tidak bisa memakainya.”

“Apa yang terjadi?”

“Aku tidak bisa menikah denganmu. Aku tidak bisa membiarkanmu berkorban untukku.”

“Apa maksudmu?”

“Aku sudah tahu semuanya Oppa. Alasanmu menikahiku. Karena aku tidak bisa punya anak kan?”

“Itu—“

“Jangan pernah mengasihaniku Oppa. Aku tidak mau. Aku adalah wanita yang cantik, pintar dan mempunyai karir yang bagus. Aku bisa mendapatkan pria manapun yang kumau. Tapi bukan dengan cara mengorbankan perasaan pria itu. Aku akan menikah dengan pria yang benar- benar mencintaiku dan menginginkanku. Yang lebih melihat kelebihanku daripada kekuranganku. Karena itulah aku tidak bisa menikah denganmu. Kau bukanlah pria itu Oppa. Kau tidak mencintaiku. Kau hanya mencintai Tiffany. Bahkan saat kau hilang ingatan, aku tidak bisa menggantikannya di hatimu. Aku benar kan?”

Siwon menunduk. Membenarkan semua perkataan Yoojin.

“Aku—“

Siwon memeluk Yoojin.

“Aku tidak berniat menyakiti perasaanmu Yoojin.” Bisik Yoojin.

“Aku tahu. Ayo kita keluar. Tiffany sudah menunggu Oppa. Pesta ini dibuat untuk pernikahan kalian.”

“Mwo?” Siwon kaget lalu melepaskan pelukan mereka.

“Aku dan Seunghyun Oppa yang mengatur semuanya. Kajja.”

Yoojin menggandeng Siwon keluar menuju taman. Ia diantar Yoojin sampai ke podium tempat dilangsungkannya pemberkatan. Di sana sudah ada pendeta yang bersiap.

“Oppa tunggu di sini dulu. Pengantin wanitanya akan segera keluar.” Bisik Yoojin lau meninggalkan Siwon. Ia bergabung dengan Ny. Choi dan orang tuanya duduk di bangku untuk keluarga mempelai. Siwon melihatnya dipeluk dan dicium keningnya oleh Ny. Choi. Semuanya sangat mengejutkan bagi Siwon namun dia bersyukur.

“Thanks Yoojin.” Gumam Siwon dalam hati.

Detik berikutnya, Seunghyun muncul menggandeng Tiffany yang sudah mengenakan gaun pengantin. Langkah mereka diiringi musik sampai di depan pendeta. Seunghyun memberikan tangan Tiffany pada Siwon.

“Aku di sini sebagai kakaknya. Kuserahkan Tiffany untuk kau jaga dengan baik Wonnie.” Ucap Seunghyun sebelum pergi.

“Hyeong tidak perlu khawatir.”

Siwon dan Tiffany saling berpandangan.

“Aku tidak menyangka kau akan di sini sebagai mempelai wanitaku.”

“Aku juga. Aku pikir hari ini aku akan menangis seharian mengingat Oppa yang menikah dengan wanita lain.”

“Kau sangat cantik dengan gaun itu, Baby. Apalagi jika gaun itu sudah tergeletak di lantai nanti malam.”

Pipi Tiffany langsung memerah. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena sang pendeta memberi isyarat dimulainya pemberkatan.

“Ehem,,,bisa kita mulai upacaranya?”

Siwon dan Tiffany pun mengangguk. Pemberkatan dilakukan dengan hidmat. Setelah selesai, pendeta menyuruh Siwon untuk mencium pengantinnya. Dengan senang hati Siwon pun melakukannya.

“Saranghae, Baby.”

“Nado.”

Mereka pun berciuman. Para tamu bertepuk tangan. Siwon pun melepas ciumannya. Bersamaan dengan itu, hujan tiba- tiba turun. Semua orang berlari ke tenda untuk berteduh. Tiffany yang mulai panik pun mengajak Siwon untuk mencari tempat berteduh. Tapi Siwon justru menahan tangannya dan berlutut di depannya.

“Will you dance with me, Baby?”

Dengan senang hati Tiffany menjawab,” Yes”

Mereka pun berdansa di tengah hujan. Tanpa musik, suara hujan menjadi pengiring mereka. Siwon berjanji, saat hujan tiba, ia akan membuat kenangan- kenangan manis lainnya bersama Tiffany. Tak ada lagi tangisan saat hujan, kecuali tangis kebahagiaan.

 

 

^THE END^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

110 thoughts on “(AR) The Rain Part 7 – End

  1. mata sampai berkaca-kaca baca ff rain ini, karna aku pikir ini bakal sad ending tapi ternyata kebalikannya, waktu mereka udah resmi menikah dan dansa ditengah hujan aku langsung nangis bahagia hiks hiks hiks huweee T.T
    aku bahagia banget mereka bersatu min :’)
    semoga didunia nyata begitu yang pada akhirnya SiFany menikah❤ Aminn ^^
    heum ff kesayangan aku yg ending nya memberi kebahagiaan ^^
    min dibuat cerita kehidupan setelah menikah dong😀
    dan hujan yg menjadi saksi cinta mereka❤
    gomawo admin yg udah nulis ff sebagus sekeren ini utk kita para prophet dan gomawo jg admin yg udah berbaik hati ngepost ff rain ini sampai selesai ^^ :')
    SiFany Island DAEBAK !!! ^^

  2. Rain Part 1 [He’s Back]
    Rain Part 2 [Who Am I]
    Rain Part 3 [Story Begin]
    Rain Part 4 [Trap]
    Rain Part 5 [Lost]
    Rain Part 6 [Second Life]
    Rain Part 7 [The End of Story]

    “something happen when the rain is fall..”

  3. ya ampun jatuh sudah air mata ini yg awalnya kecewa jdi bahagia sifany bersatu, suee…. author minta di gigit bgt >< maaf aku komentarnya di akhir cerita krn pgn fokus liat ff author yg kece ini daebak

  4. Happy ending,siwon dan fany akhirnya menikah. Thanks ya thor for ffnya.keep writing thor.
    Author jjang.hwaiting.Sifany 4ever♥♥♥♥♥

  5. Wow Happy ending~~ Double wow gabisa dipercaya….
    Unbelievable…😂😂😂😂😂
    Ahhh nangis lagi nih…. baper banget berasa bener bener dalam cerita~~😢😢😢😢
    Daebak! Daebak! Daebak!

  6. Akhirny sgl rasa, rintangn jln hdp sifany terbuka dn persatukn hati n cinta mrk. mrk bersatu dlm pernikhn yg suci. tp hrsny sdkit moment romantisny psca nikah ad. tp yg pnting happy^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s