[Re-Post] ANONYMOUS

ANONYMOUS

Anonymous

Author : Hwang Mi Hyun

Main Cast : Tiffany (Girls Generation) and Siwon (Super Junior)

Support Cast : Taeyeon (Girls Generation), Sungmin, Eunhyuk, Donghae (Super Junior)

Genre : Romance

Length : Oneshoot

Rating : PG-15

Explanation : This story belongs to Hwang Mi Hyun, and cast in this story belongs to God.There should be no duplication here. Thankyou.

Copyrighted ©hwangmihyun 2013 All Right Reserved.

Read with Care. Enjoy♥

Ketika kau datang

Aku ingin kau datang diwaktu yang tepat

Datang menghampiriku dan terus bersamaku

Tidak pernah meninggalkanku dan membuat luka

Jika seperti itu, hanya akan membuka luka lama

Sahabat yang dulu pernah mengisi hatiku

Namun uniknya, aku tak tahu namanya.

Tapi cinta tumbuh dan datang tanpa kusadari

Membuat senyumku mengembang dan memekarkan hati

Tapi pada akhirnya kau harus pergi juga

Dan hanya membuat luka tak terobati

Walaupun sakit, aku akan terus menunggu

Tapi aku tahu satu hal

Cinta mengenal tanpa nama.

~~~

“Tiffany!!” Teriak seorang ahjumma pada gadis yang sedang membaca buku dikamarnya. Gadis itu langsung bergegas kearah ahjumma yang tak lain adalah Eommanya.

“Ne, waeyo eomma?” ucap Tiffany. “Bereskan kamar disebelah kamarmu! Aku mendapat telepon bahwa hari ini akan ada yang menginap disini untuk seminggu.” Ucap Eomma Tiffany. Tiffany tersenyum dan mengangguk. Ia langsung bergegas kekamar kosong disebelahnya dan membereskan kamar tersebut.

Sudah lama kamar ini tak terisi. Terakhir, itupun sudah 10 tahun yang lalu. Ketika seseorang menginap disini, yaitu namja kecil bersama eommanya.

Tiffany terpaku mengingat memori itu. Namun, ia memilih tak mengambil pusing dan berusaha membuang jauh-jauh memori itu, karena itu hanya akan membuat hati Tiffany sakit.

Setelah membereskan kamar, ia berjalan ke pantai yang letaknya tepat didepan rumahnya. Memang, enak sekali mempunyai rumah ditepi pantai. Tapi pasti ada resikonya bukan?

Ia terbaring diatas pasir putih, menatap awan biru tanpa matahari yang menyilaukan mata. Hatinya termenung mengingat namja itu. Seperti apakah sosoknya sekarang?

Tiffany tersenyum. Lebih tepatnya senyum pahit. Ia tak tahu bagaimana perasaannya kini. Angin sepoi-sepoi menyibak rambutnya. Sedikit membuat hatinya lebih sejuk. Tiffany mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya kuat-kuat, berharap seseorang datang menghampirinya, menemaninya.

Tiba-tiba, Tiffany mendengar langkah kaki seseorang dibelakang tubuhnya. Ia reflek menoleh kebelakang dan terkejut melihat seorang namja tinggi dengan pakaian kasual datang menghampirinya.

Namja itu duduk disebelah Tiffany. Tiffany menatap heran namja itu, seingatnya ia tak pernah mengenal namja itu.

“Annyeong.” Sapanya. Tiffany tak berani menjawab, ia hanya menatap namja itu ragu. “Nugu? Apa kau pernah mengenalku?” ucap Tiffany takut-takut.

“Aniyo. Kau anak ahjumma pemilik villa itu kan?” ucap namja itu sambil menunjuk villa dibelakang mereka yang tak lain adalah rumah Tiffany.

“Ne.” ucap Tiffany sambil tersenyum.

“Choi Siwon Imnida.” Ucap nya sambil menjulurkan tangan pada Tiffany. “Tiffany Hwang imnida.” Ucap Tiffany, ia membalas juluran tangan Siwon.

“Kau namja yang menginap dirumahku untuk seminggu itu?” Tanya Tiffany. “Ya, benar..” Jawabnya.

Namja itu tersenyum manis dan menatap Tiffany penuh arti. Tiffany bingung, namun hatinya bergetar ditatap oleh namja semanis Siwon.

“Ke-kenapa kau menatapku seperti itu?” Tanya Tiffany, suaranya sedikit bergetar. Ia gugup.

Belum sempat Siwon menjawab pertanyaan Tiffany, mereka berdua sudah dikagetkan dengan ombak yang datang tiba-tiba, Siwon relflek memeluk Tiffany.

BYUR

Air laut itu membasahi tubuh mereka berdua. Secara tak sadar pula Tiffany memeluk Siwon erat-erat.

Kecanggungan menghampiri mereka berdua. Tiffany dan Siwon melepaskan pelukan perlahan. Tiffany hanya menunduk malu.

“Mianhae.” Ucap Siwon dengan nada bersalah. Ia merasa tak enak hati pada Tiffany, karena memeluk tanpa izin.

“Gwenchana.” Ucap Tiffany, ia juga merasa bersalah karena membalas pelukan Siwon. Namun setelah itu ia tertawa. Siwon bingung melihat Tiffany tertawa tiba-tiba.

“Waeyo? Ada yang lucu?” Tanya Siwon. Tiffany tertawa lagi.

“Ne. lihatlah tubuhmu. Basah kuyup seperti itu.” Ucap Tiffany. Siwon menatap tubuhnya sendiri, kemudian berbalik menatap Tiffany. “Kau tidak sadar dengan tubuhmu sendiri.” Ucap Siwon.

Tiffany berhenti tertawa dan melihat tubuhnya sendiri, yang sama basah kuyupnya dengan Siwon.

“Waeyo?” Tanya Tiffany.

“Kau jelek jika basah kuyup seperti itu.” Ucap Siwon polos, namun tak sepenuhnya serius.

“MWO?!!” teriak Tiffany. Ia segera menyemburkan air pada tubuh Siwon. Siwon hanya menutup sebagian tubuhnya dengan tangan, namun tetap saja tidak berhasil.

Siwon ikut-ikutan menyemburkan air pada tubuh Tiffany. Tiffany berlari menjauhi Siwon namun tentu saja Siwon dapat menyusulnya. Siwon menarik tubuh Tiffany dan tanpa sadar Siwon kehilangan keseimbangan, membuat keduanya terjatuh dengan posisi yang…

Tiffany berada diatas tubuh Siwon dengan bibir mereka bersentuhan.

Mata mereka membulat ketika menyadari bahwa bibir mereka menempel satu sama lain, apalagi Tiffany. Ia langsung terbangun dari tubuh Siwon dan berdiri. Ia memegang bibirnya sendiri. Perasaannya….entahlah.

Tiffany menatap Siwon yang masih menatapnya Shock.

Ia berlari menjauhi Siwon. “Tiffany!! Mianhaeyo!!” ucap Siwon dari kejauhan, ia berlari menyusul Tiffany yang masuk kedalam rumah. Namun..

BRUK!

Siwon terlambat, Tiffany sudah masuk ke kamarnya dan membanting pintu. Ia hanya menghela nafas, ia tahu pasti Tiffany marah padanya.

“Waeyo Siwon-ah?” ucap Ahjumma yang tak lain adalah Eomma dari Tiffany.

“Aniyo ahjumma. Aku permisi.” Ucap Siwon. Kemudian ia memutuskan masuk ke kamarnya yang berada tepat disebelah kamar Tiffany.

Tiffany Pov

NAMJA ITU!!!

DIA TELAH MEREBUT FIRST KISS-KU!!

Beraninya dia! Baru mengenalku hari ini, tapi sudah merebut first kiss ku. Menyebalkan! Kenapa dia bisa melakukan itu padaku?

Jujur aku sangat kesal tapi… aku tak bisa memungkiri bahwa aku cukup..senang? “Fany-ah!! Kau jangan gila!!” ucap Tiffany pada dirinya sendiri.

Apakah mungkin aku jatuh cinta? Tapi kenapa aku terdengar terlalu kekanak-kanakkan? Maksudku, bagaimana bisa aku jatuh cinta dengan namja yang baru kukenal beberapa jam yang lalu? Itu terdengar sangat konyol.

Aku menggeleng kuat dan membuang jauh-jauh pikiran itu. Tanpa pikir panjang aku langsung mengambil handuk dan berlari ke kamar mandi untuk mandi.

Siwon Pov

Siwon, kau telah membuat kesalahan besar!! Apa kau lupa dengan tujuanmu datang kesini??!

Aku menjenggut rambutku sendiri. Baboya Siwon!! Aku yakin Tiffany pasti sangat kesal denganku. Kenapa aku bisa begitu bodoh? Arghh!!!

Kalau saja kejadian itu tidak terjadi, kalau saja aku tidak meledeknya, kalau saja aku tidak membuatnya marah, ini semua tidak akan terjadi. Ini semua kesalahanku.

Apa yang harus aku lakukan sekarang? Meminta maaf? Apakah ia mau memaafkanku? Tiffany, kumohon maafkan aku, maafkan aku atas kesalahanku tadi dan juga kesalahan lampauku…

Walaupun aku tahu, ia belum mengetahui diriku yang sebenarnya. Apakah ia akan membenciku ketika mengetahui siapa aku sebenarnya?

Tapi, jujur saja. Kenapa aku merasa sangat senang setelah menciumnya?

~~~

3 Hari Kemudian..

Author Pov

Tok…

Tok…

Tok…

Ahjumma mengetuk kedua pintu kamar Tiffany dan juga Siwon berbarengan karena letak pintu mereka berdua memang sangat dekat.

“Ireona!! Waktunya sarapan!” ucap Ahjumma. Kemudian ia kembali kedapur dan menyiapkan makanan untuk mereka berdua. Baginya, Siwon sudah ia anggap anaknya sendiri. Karena beberapa alasan yang Tiffany tidak ketahui..

Tiffany dan Siwon keluar kamar pada waktu yang sama. Mereka berdua terkejut karena mereka belum siap untuk bertatap muka. Tiffany tidak menghiraukan Siwon dan langsung menuju meja makan. Sedangkan Siwon, ia hanya bisa menghela nafas.

“Kajja Siwon, Tiffany, kita makan.” Ucap Ahjumma.

Ketiganya makan dalam diam, sesekali Siwon mencuri-curi pandang pada Tiffany, namun kelihatannya Tiffany tidak peduli. Ahjumma mengetahui ada sedikit masalah pada kedua anaknya ini namun ia mencoba untuk pura-pura tidak mengetahuinya.

Setelah menghabiskan makanan mereka, Tiffany beranjak masuk ke kamarnya, sebelumnya tentu saja dia sudah mencuci semua piring kotor karena itu memang tugasnya, ketika ia sedang berjalan tiba-tiba saja suara Ahjumma menghentikan langkahnya dan juga Siwon.

“Tiffany, Siwon.” Panggil Ahjumma.

“Ne?” jawab Tiffany. “Ne, Ahjumma?” ucap Siwon.

“Sore ini aku akan pergi ke Seoul karena ada beberapa urusan. Aku titip rumah padamu ya Tiff, dan juga kau Siwon, aku titip Tiffany.” ucap Ahjumma sambil tersenyum.

Tiffany mengerutkan dahinya. “Urusan apa Eomma?” tanyanya bingung.

“Kau tak perlu tahu.” Ucap Ahjumma dengan senyum misterius. Tiffany mengendus lalu masuk kekamarnya, begitu juga Siwon.

apakah ahjumma akan bertemu eomma?’

~~~

Sore itu, dirumah hanya ada Tiffany dan Siwon yang berada dikamar masing-masing. Siwon merasa bosan, akhirnya ia keluar kamar.

Tanpa ia ketahui, ternyata Tiffany berada di ruang tv dan sedang menyesap susunya tanpa memerdulikan Siwon. Siwon menoleh dan terkejut melihat Tiffany berada di ruang tv.

Siwon terduduk di sofa, bermaksud mendekati Tiffany.

“Tiff? Mianhae yang kemarin..” ucap Siwon ragu sekaligus berdebar. Tiffany hanya melirik Siwon, dan berbicara tanpa menoleh kearahnya. “Gwenchana. Aku tahu itu hanya kejadian yang tak disengaja.” Ucap Tiffany. Siwon menarik nafas lega, perasaannya terasa plong. Tapi ia masih merasa takut karena wajah Tiffany masih tampak sebal.

“Kalau kau sudah memaafkanku, kenapa wajahmu masih seperti itu?” ucap Siwon. Ia sangat penasaran dan sekaligus merasa aneh. Tiffany melirik. “ingin tahu saja.” Desis Tiffany pelan, namun Siwon cukup mendengarnya. Wajahnya berubah menjadi sedih lagi. “Berarti kau belum memaafkanku Tiff.” Ucap Siwon sedih, bahunya turun dan wajahnya berubah menjadi suram lagi.

Tiffany yang kesal karena Siwon tak mempercayainya pun menoleh kearahnya dan menatapnya tajam. “Dengarkan aku. Aku sudah memaafkanmu. Namun, sekarang aku sedang badmood karena eomma meninggalkanku dan kau begitu saja didalam satu rumah. Aku heran kenapa eomma begitu mempercayaimu padahal kau bukan siapa-siapa kan? Aku rasa eomma tak pernah mengenalmu. Dan begitu juga aku. Tapi kenapa eomma begitu saja meninggalkanku dan menitipkan aku padamu? Kau itu sebenarnya siapa?” Tiffany menatap Siwon curiga setelah ia membeberkan apa yang selama ini membuatnya kesal.

Siwon tercengang dengan apa yang dikatakan Tiffany. Ia merasa sangat….. bodoh. Yang Tiffany katakan itu semua adalah dari sudut pandangnya, sangat berbeda dengan sudut pandang Siwon. Ia merasa sedih ketika Tiffany berbicara seperti itu. Tiffany tidak tahu bagaimana perasaannya yang sebenarnya, Tiffany hanya tahu bahwa Siwon adalah orang asing yang menginap dirumahnya. Hanya itu. Hatinya terasa teriris ketika mendengar semua perkataan Tiffany tadi.

Siwon tertawa, mencoba menghibur diri sekaligus menyembunyikan rasa sedihnya agar Tiffany tidak curiga.. ‘ternyata selama ini ia tak tahu apa-apa.’ Batin Siwon. Tiffany menatapnya kesal. “Kenapa malah tertawa??”

“Kau lucu ketika marah.” Ucap Siwon. Bukan rayuan sebenarnya, itu pujian tulus yang keluar begitu saja dari mulutnya.

Tiffany memandang Siwon semakin kesal. Wajahnya memerah, entah kesal ataupun merah karena malu, Siwon tidak tahu.

Tapi dalam hati Tiffany, ia sangat malu karena ia tahu Siwon melihat wajahnya yang memerah. Ia sangat malu jika Siwon tahu bahwa dirinya tengah menyembunyikan sedikit perasaan bahagia yang terselip dihatinya ketika Siwon memujinya.

“Kau akan mengetahuinya nanti Fany.” Ucap Siwon sambil menatap Tiffany penuh arti. Tiffany menatap Siwon dengan pandangan aneh. Siwon baru mengenal Tiffany beberapa hari lalu, tapi sikapnya seperti seorang sahabat yang baru bertemu dengan sahabat lamanya.

Entah bagaimana perasaan Tiffany sekarang, antara risih dan juga malu ketika ditatap seperti itu oleh Siwon.

“Lupakan.” Ucap Tiffany sambil menolehkan kepala kearah lain dan mengibaskan tangannya.

Siwon hanya tersenyum, ia tahu Tiffany mungkin malu ketika ia menatap Tiffany seperti tadi. Tapi ia harus jujur kalau ia sangat merindukan yeoja disampingnya ini, jika situasi sudah berubah, ia ingin sekali memeluk Tiffany, dan melepas semua rindu yang telah ia pendam selama ini.

“Apa yang membuatmu datang kesini Siwon-ssi?” Ucap Tiffany dengan bahasa yang formal, cukup aneh untuk Siwon memanggilnya seperti itu.

“Hmm.. Aku ingin bertemu dengan seseorang.”

‘Ya, seseorang itu kau. Tiffany Hwang.’ Batinnya.

“Siapa itu?” Tanya Tiffany dengan wajah penasaran, membuat Siwon tertawa geli.

“Kenapa kau ingin mengetahuinya?” tanya Siwon sambil tersenyum menggoda kepada Tiffany. “Hmm ah tidak! Aku hanya iseng bertanya.” Ucap Tiffany. Siwon hanya tertawa melihat tingkahnya yang agak salah tingkah itu.

saranghae’

~~~

Tok Tok Tok

Terdengar pintu rumah diketuk seseorang. Kebetulan Siwon yang sedang menonton TV sambil meminum susu diruang tengah mendengar suara ketukan itu, ia langsung berlari membukakan pintu. Ketika melihat siapa yang datang, ia begitu tercengang.

“EOMMA?” ucapnya agak keras. Seketika juga, Eomma Siwon menutup mulut Siwon dengan kedua tangannya.

“Ssst!! Jangan berisik.” ucap Eomma Siwon. Siwon mengangguk mengerti dengan mulut yang masih ditutup oleh Eommanya. Ahjumma yang tak lain adalah Eomma Tiffany yang berdiri disamping Eomma Siwon hanya tertawa kecil melihat tingkah laku sahabatnya yang seperti anak kecil.

“Kajja kita masuk.” Ucap Ahjumma.

Ketiga orang itu memasuki kedalam ruangan. Choi Ri An Ahjumma yang tak lain adalah Eomma Siwon menyimpan koper bawaannya diruang tengah untuk sementara, sedangkan Siwon membawa kardus besar yang diberikan Eommanya tadi, ia juga tak tahu apa isi kardus itu.

Ketiga orang itu terduduk di ruang tengah. Siwon langsung bertanya “Eomma ini apa?” Nyonya Choi hanya tertawa. “Kau harus memberikan itu ketika Tiffany menerimamu.” Ucapnya. Mata Siwon langsung membulat mendengarnya. Tapi ia tahu eommanya tak akan bisa dibantah.

Siwon tahu, ini adalah waktunya.

“Aku panggil Tiffany dulu ya.” Ucap Nyonya Hwang. Ia bangkit dan berjalan menuju kamar Tiffany diikuti senyuman Nyonya Choi.

“Eomma.. apakah..” belum sempat Siwon menyelesaikan ucapannya, Nyonya Choi sudah mengangguk. “Ne. ini adalah waktumu, berdoa saja.” Ucapnya sambil tersenyum dan memandang anak tunggalnya itu.

Tiffany Pov

Terdengar pintu kamarku diketuk oleh seseorang. Tak lama kemudian Eomma masuk. “Tiffany, turunlah. Dibawah sedang ada tamu.” Ucap Eomma sambil merebut buku yang sedang kubaca.

“Mwo? Tamu? Siapa lagi?” ucapku malas. Aku lelah mengapa akhir-akhir ini sering ada tamu. Pertama Siwon, dan ini siapa lagi?

“Sudah jangan banyak bertanya. Kau hanya tinggal mendengarkan saja dan menjamu mereka dengan baik, ok?” Ucap Eomma. Ya, mau tak mau aku harus meninggalkan aktivitas membaca novelku untuk menjamu tamu ‘lagi’.

Author Pov

Tiffany, Eomma Tiffany, Siwon dan juga Eomma Siwon telah berkumpul diruang tengah. Siwon khawatir dengan apa yang akan dikatakan Eommanya pada Tiffany. Namun ia lebih khawatir dengan jawaban Tiffany..

“Tiffany, kenalkan. Ini Sahabat Eomma Choi Ri An yang tidak lain adalah Eomma Siwon..” Tiffany yang mendengar perkataan Eommanya sedikit merasa terkejut. Jadi, Siwon ini adalah anak dari sahabat Eommanya..

“Annyeonghaseyo Ahjumma, Tiffany Imnida..” Ucap Tiffany seraya membungkuk. “Ne, tentu saja aku sudah mengenalmu fany-ah. Kau tidak usah melakukan itu lagi.” Ucap Ri An.

Tiffany terkejut lagi. Ia merasa tak pernah mengenal Ahjumma didepannya ini yang tak lain adalah Eomma Siwon. Ia merasa sangat aneh. Apakah ia selama ini amnesia? Tidak. Ia tidak merasa seperti itu.

“Wajar jika kau terkejut, kejadian itu sudah sangat lama Fany.. kau pasti tak mengingatnya.” Ucap Ri An dengan tawanya yang khas.

“Baiklah Fany. Aku akan memberitahumu..”

FLASHBACK

“Fany-ah! Kenalkan ini sahabat Eomma. Beri salam padanya!”

“Annyeonghaseyo Tiffany imnida.” Ucap Tiffany sambil membungkuk.

“Aigoo.. anakmu cantik sekali!” ucap Ahjumma itu. “Hahaha mungkin itu keturunan dariku.” Ucap Eomma Tiffany. “Ne. Tentu saja. Oh iya aku akan dijemput oleh suamiku dan juga anakku 2 jam lagi, Suk-ah.”

“Baiklah aku akan menyiapkan makanan. Kalian semua harus makan dulu disini sebelum kalian pulang, otte?”

“Baiklah terserah kau saja, Min Suk-Ah.”

“Min Suk-ah!! Anakku dan Suamiku sudah datang.. Ayo kalian masuk cepat Min Suk sudah mensiapkan makanan itu kita.”

“Baiklah Eomma, Kajja Appa..” Ucap seorang namja kecil seraya menarik lengan Appanya untuk masuk ke dalam rumah.

“Ah kalian sudah datang, ayo duduk semuanya. Kecuali kau Tiffany dan Siwon. Kalian bisa bermain diluar sana, tapi… kalian harus bawa ini.” Ucap Eomma Tiffany.  Ia memberikan sebuah piring yang berisi dua lembar roti dengan daging asap pada Siwon. Tiffany yang sedang membaca buku tidak terlalu mendengarkan perkataan Eommanya. Ia hanya mengangguk-angguk saja.

“Ayo kita ke pinggir pantai saja.” Ucap seorang namja kecil pada Tiffany yang masih berumur 8 tahun itu. Tiffany mengangguk dan mengikuti namja itu.

Ketika telah sampai dipinggir pantai, Tiffany langsung mengambil roti berisi daging asap itu dan memakannya dengan lahap.

“Kau sangat lapar ya?”

“Hmm.” Tiffany meng-iyakan.

“Baiklah, aku akan mengikuti cara makanmu.” Ucap namja itu. Kemudian ia mengambil sisa roti yang ada dipiring dan memakannya dengan lahap.

Tiffany tertawa melihatnya.

Mereka memakan roti itu dalam diam. Tiffany memerhatikan wajah namja itu. Kelihatannya ia lebih tua dari Tiffany. “berapa umurmu?” tanyanya.

“11 tahun. Kau?” “Aku.. 8 tahun. Kata eommaku, kalau aku bertemu namja yang lebih tua dariku, aku harus memanggilnya Oppa. Bolehkah?” ucap Tiffany sambil menunjukan Eye Smilenya. Siwon terpukau.

Sejak itulah, Namja yang bernama Siwon itu terpaku menatap Tiffany, ia tersenyum bahagia. Melihat Eye Smile itu membuatnya merasa sangat senang. Ia telah tercandu Eye Smile itu. Dan ia memutuskan, untuk menjadi namja pelindung bagi yeoja kecil dihadapannya ini, walaupun ia tahu ini belum saatnya, tapi seorang Choi Siwon tidak pernah meragukan keputusannya.

“Wonnie! Cepat kemari kita harus pulang!!” Teriak seseorang, namja kecil itu menoleh dan tersenyum pada Eommanya. “Aku harus pulang. Tapi aku yakin, kita akan bertemu lagi.” Ucap namja kecil itu pada Tiffany. Tiffany hanya tersenyum sedih melihat kepergian namja kecil itu. Dihati kecilnya, ia ingin namja itu menemaninya selamanya.

FLASHBACK END

Tiffany terdiam mendengar penjelasan Eommanya dan juga Eomma Siwon. Ia tak pernah berhenti menatap Siwon dan Siwon pun menatap Tiffany dengan tatapan seperti.. ‘aku menyayangimu.’

Dan Tiffany sangat tidak menyangka, bahwa Siwon adalah…. Cinta Pertamanya.

Tiffany mengerti sekarang mengapa Siwon sering menatapnya dengan tatapan penuh arti, mengapa Siwon selalu berbuat baik padanya. Ia akhirnya mengerti. Dan sekarang, ialah yang menatap Siwon dengan tatapan penuh arti.

“Dan rencananya.. Kami berdua akan menjodohkanmu Fany.” Ucap Ri An Ahjumma sambil menatap Tiffany. Tiffany terkejut, bola matanya membesar namun ia masih terlihat cantik. Siwon menatapnya khawatir, takut ia akan ditolak oleh Tiffany.

Namun, seketika matanya berubah menjadi berbinar-binar. “Jinjja?!” terdengar sekali bahwa dari nada suaranya ia sangat menginginkannya. Siwon menatap Tiffany lega. Ia ingin sekali memeluk yeoja itu.

“Wah? Apa kau berarti menyetujuinya?” Tanya Eomma Tiffany. “Hmmm kalau aku…. tidak keberatan.” Ucap Tiffany sambil tersenyum menatap Siwon, Eye Smile pertama yang ia tunjukan pada Siwon. Ani, Eye Smile kedua.

Siwon tersenyum bahagia, ia akhirnya bisa kembali melihat Eye Smile yang sangat ia rindukan itu. Kedua Eomma-Eomma mereka pun ikut tersenyum bahagia.

“Siwon-ah, berikan itu pada Fany.” Ucap Ri An Ahjumma. Tiffany agak bingung. Tak lama, Siwon menghampiri Tiffany dan memberinya sebuah kotak besar. Siwon sendiripun tidak tahu apa isi di dalam kotak besar tersebut.

“Kalian bukalah!” ucap Eomma Tiffany.

Tiffany dan Siwon saling tatap, kemudian mereka membuka kotak itu. Tiffany terkejut dan begitu juga Siwon. Ternyata di dalam kotak itu adalah foto-foto masa kecil mereka. Tiffany mengambil satu foto, di dalam foto itu ada seorang namja dan yeoja kecil yang sedang memakan roti dengan lahap. Siwon pun mengambil sebuah foto, ada seorang namja dan yeoja yang sedang tertawa lepas, tetapi bukan itu yang menarik perhatian Siwon, tapi Eye Smile yang ditunjukan yeoja kecil itu, 10 tahun yang lalu..

“Eomma.. Siapa yang mengambil foto-foto ini…” Tanya Siwon haru. Ia menatap Eommanya tak percaya.

“Tentu saja aku. Kalian sangat asik bermain sampai-sampai tak sadar bahwa kalian sedang difoto.” Ucap Eomma Siwon. Tiffany menatap Eomma Siwon dengan tatapan.. ‘bagaimana bisa..’

“Apa kalian mau mengulang masa kecil kalian? Pergilah ke pinggir pantai! Bawa kotak itu.” Ucap Eomma Tiffany seraya menarik tangan Siwon dan Tiffany untuk bangkit dari duduknya.

~~~

“Siwon-ah..”

“Fany-ah..”

Ucap mereka bersamaan. Mereka tersenyum malu. Kini mereka sudah berada di pinggir pantai seperti apa yang dikatakan Eomma Tiffany.

“Ladies first.” Ucap Siwon sambil tersenyum.

“Mi-Mianhae.. aku sudah bersikap tidak baik padamu.” Ucap Tiffany menatap Siwon sedih. Siwon hanya bsia tersenyum. Dan hati Tiffany-pun kembali bergetar ketika melihat tatapan teduh milik Siwon itu.

“Sudahlah. Aku memakluminya, aku kira kau akan mengingatku. Ternyata tidak. Dasar kau nenek-nenek.” Ucap Siwon. Ia mengacak-acak rambut Fany sehingga tak berbentuk lagi. Siwon sudah bersiap-siap untuk bangkit, takut-takut ia akan kembali dipukul oleh Tiffany.

Tapi dugaannya salah, Tiffany malah memeluknya erat.

“Kau tidak boleh pergi kemana-mana Choi Siwon.”

Siwon terpaku.

“Kau harus selalu bersamaku.”

Siwon kembali terdiam, ia terkejut Tiffany berkata seperti itu. Namun kemudian ia tersenyum dan membalas pelukan Tiffany.

“Tenanglah. Aku juga sudah sangat candu dengan eye smile mu itu sejak 10 tahun yang lalu.” Ucap Siwon. Ia mengecup puncak kepala Tiffany dan menghirup aroma yang keluar dari rambut panjangnya. Sungguh ia sangat menyanyagi gadis dipelukannya ini.

Tiffany mempererat pelukannya. Ia benar-benar tak mau kehilangan namja ini.

“Siwon-ah, ini sangat lucu. Bahkan kita berdua belum mengenal nama satu sama lain, tapi kita sudah jatuh cinta sejak 10 tahun lalu..”

“Aniya. 10 tahun yang lalu, sejak aku pulang dari rumahmu, aku langsung bertanya pada Eommaku siapa namamu.” Ucap Siwon tepat disamping telinga Tiffany.

Tiffany terkejut. “Ah kau licik!!! Kau sudah mengenalku, tapi aku bahkan baru mengetahui namamu beberapa hari yang lalu..” Tiffany melepas pelukannya dan memasang tampang cemberut.

“Yeobo, jangan marah..” ucap Siwon. Tiffany terkejut mendengarr Siwon memanggilnya ‘yeobo’. Mukanya memerah semerah tomat, Siwon hanya tertawa melihat reaksi Tiffany.

“Kenapa wajahmu hah? Hahahahaha” Ia tertawa lepas menertawai Tiffany. Tiffany semakin kesal pada Siwon. Ia bersiap untuk bangkit, namun tangannya ditahan oleh Siwon. Dan..

CUP!

Siwon memberikan kecupan hangat pada bibir Tiffany, penuh kasih sayang dan tanpa ada dorongan nafsu. Tiffany sangat bahagia. Akhirnya ia bisa bertemu namjanya. Kecupan itu terhenti ketika mereka menyadari cahaya matahari yang mulai redup. Ya, Sunset.

“Ya… indah sekali ini Fany-ah.” Ucap Siwon kagum menatap Sunset itu. “Dasar norak! Aku sudah melihat ini beberapa kali.” Tiffany memberi mehrong pada Siwon.

“Dasar sombong.. tapi aku bahagia.” Ucap siwon tersenyum penuh arti sambil menikmati Sunset.

“Kau bahagia kenapa?” tanya Tiffany. Ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Siwon.

“Aku bisa mencium gadisku, dan melihat Sunset bersama gadisku..”

“Aku bahagia bisa bertemu namjaku.. Cinta pertamaku yang tak ku ketahui siapa namanya.. namun sekarang aku mengenalnya. Dia adalah Choi Siwon..”

THE END

PS: Annyeong! Gomawo udah mau baca FF aku, RCL jangan lupa. Boleh di cek blog pribadi aku ya >> www.hwangmihyun.wordpress.com << Aku terima req poster lho! Gomawo~

74 thoughts on “[Re-Post] ANONYMOUS

  1. Waaah pertemuan singkat yang membekas di hati keduanya. Sayangnya hanya Siwon yang tau nama Tiffany😀 suasana ga berbeda 10thn berlalu😀 diitunggu karya selanjutnya thor! Keep writing!

  2. Re-post lagi, yeyyyyy wlaupun udh prnh bca tapi nggak akan nmanya bosan jika mnyangkut SiFany.. D tnggu ff lainnya , hwaiting!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s