(AF) Hello! Stepbrother

Title : Hello,Stepbrother!

l-tile-crop

Author : @GGZhafiera_Yuri / Yurie El Mar’ah Zhafiera

Genre : Romance,Family

Main Cast :

Tiffany Hwang

Choi Siwon

Other Cast :

Jessica Jung

Lee Donghae

Disclaimer  : This Fan fiction is original story of mine. The cast belongs to themselves. So, Don’t bash me !

Tiffany menghela napas kasar saat sebuah mobil ferarri hitam berhenti di depannya. Wajah cantik yang tadi dihiasi dengan senyuman mendadak tergantikan dengan wajah cemberut. Apalagi saat pemilik mobil itu menurunkan kaca mobilnya dan memperlihatkan wajahnya.

“ Ka,masuklah!”

Tiffany menggerutu. Lihatlah,bahkan nada suaranya pun menyebalkan.

“ Kenapa kau masih berdiri di situ? Ayo,cepatlah masuk,aku harus kembali ke kantor!” ulang laki-laki itu lagi.

“ Kenapa kau repot-repot ke sini,eoh? Siapa yang memintamu menjemputku?” balas Tiffany ketus.

Namja itu,Choi Siwon, menghela napas,berusaha menahan emosinya. Tiffany memang keras kepala dan ketus. Butuh kesabaran ekstra untuk menghadapinya.

“ Berhentilah mendumel dan segera masuk! Atau kau ingin ayah marah lagi dengan ulahmu?”

Tiffany mendecak kesal. Choi Siwon selalu membuatnya tak berkutik. Ia segera masuk dan menghempaskan tubuhnya di jok samping kemudi.

“ Besok dan seterusnya,jangan pernah menjemputku lagi. Aku tidak suka!” gumam Tiffany dingin setelah beberapa saat mereka diliputi keheningan yang aneh.

Siwon tidak menanggapi.

“Aku tidak akan segampang itu menerimamu,jadi berhentilah melakukan pendekatan padaku!” tambah Tiffany lagi. Pandangannya tertuju keluar. Sejak tadi,ia sama sekali tidak mau memandang ke arah Siwon.

“Sudah sampai. Ayo,turun!”

Tiffany tidak mendengarnya. Bahkan sebelum Siwon selesai mengatakannya Tiffany telah membanting pintu mobil itu hingga tertutup. Siwon hanya menghela napas panjang lalu segera memutar kemudi kembali ke kantor yang cukup dekat dari rumahnya. Tepatnya,rumah mereka.

***

“ Eonni,kau sudah datang,ya? Eomma baru saja selesai memasak sup. Ayo,kita makan bersama!”

Tiffany tidak menghiraukan seruan ceria itu. Ia melenggang melewati keluarganya yang sibuk menyiapkan meja untuk makan siang dan masuk ke dalam kamarnya.

“ Kenapa dia tidak mau berubah sedikit saja?” gerutu gadis yang tadi berseru pada Tiffany.

“ Tiffany masih butuh waktu untuk beradaptasi.” Ujar wanita paruh baya yang masih sibuk membereskan sisa pekerjaannya di dapur.

“ Aku tidak masalah sih,tapi kasihan Siwon oppa.”

Percakapan itu terhenti saat pintu kamar Tiffany terbuka. Tidak ada pembicaraan yang terjadi saat  Tiffany membuka kulkas dan mengambil dua botol soda dan sebungkus roti dari sana.

“ Makanlah bersama kami,eonni!” tegur gadis itu,Sooyoung saat Tiffany hendak berlalu.

“ Tidak usah berbaik hati padaku.” Gumam Tiffany datar sambil lalu.

Sooyoung menoleh kepada ibunya,meminta pendapat. Nyonya Choi hanya tersenyum kecil.

Tiffany tidak pernah menerima kehadiran mereka. Hampir setahun telah berlalu tapi kehangatan rumah itu masih belum bisa mereka temukan dalam sebuah ikatan bernama keluarga. Tiffany membenci keluarganya. Hubungannya dengan ayah juga kakaknya,Leo dan Michelle memburuk setelah ayahnya memutuskan untuk menikah dengan seorang wanita bernama Choi Minhee,ibu Sooyoung dan juga Siwon. Tiffany tidak nyaman dengan rumah barunya. Ia tidak pernah memanggil eomma pada wanita selain ibunya.

“ Tiffany tidak makan bersama di sini?” tanya tuan Hwang saat ia duduk di kursinya.

“ Dia tadi mengambil roti dan soda. Tiffany sepertinya marah terhadap sesuatu.” Jawab Minhee yang segera dibenarkan oleh Sooyoung.

“ Ah,anak itu selalu saja merepotkan. Maafkan dia,yeobo.”

“ Tidak apa-apa,kok. Aku mengerti keadaan Tiffany. Lambat laun dia pasti akan baik-baik saja.”

***

Tiffany memasuki ruang kuliahnya dengan wajah ditekuk. Tanpa mengatakan apa-apa,ia menjatuhkan dirinya di atas kursi dan segera menelungkupkan wajahnya di atas lengannya.

“ Aigoo,pagi-pagi begini harus melihat seorang putri cemberut membuat hari terasa buruk! Ada apa denganmu,Stephany dear?”

Tiffany mendongak dan segera memasang tampang memelas saat menyadari kehadiran gadis blonde itu. Jessica,si ratu fashion.

“ Sica-ya…”

“ Yak,jangan memanggilku begitu!”

Tiffany tertawa sebentar sebelum kembali memasang wajah cemberutnya.

“ Aku ingin keluar dari rumah itu saja. Help me,please!” ujarnya.

“ Apa kau serius? Bagaimana jika orangtuamu marah?”

Tiffany semakin cemberut.

“ Ayolah,Jess. Kau tidak kasihan melihat aku tersiksa di rumah neraka itu,eoh?”

Tiffany merajuk,hal yang tidak pernah dilakukannya kecuali saat bersama Jessica.

“ Ah,baiklah. Pintu rumahku selalu terbuka lebar untukmu,chagi. Tapi,bukannya mereka baik padamu?”

“ Yak! Aku membenci rumah itu. Titik!”

Jessica tertawa kecil lalu menepuk punggung sahabatnya penuh simpati. Ia tahu benar masalah sahabatnya itu. Ia sendiri tidak seberuntung Tiffany yang meskipun telah kehilangan ibunya,masih memiliki ayah dan saudara-saudara yang menyayanginya. Jessica hanya hidup berdua dengan adik satu-satunya. Ia ingin sekali bisa bersama dengan kedua orangtuanya. Tapi,Tiffany jelas-jelas menolak kehadiran keluarga barunya. Mungkin karena Siwon.

***

Langkah Tiffany tertahan saat lampu ruangan menyala tiba-tiba. Padahal ia telah memastikan semua anggota keluarganya telah tidur. Lalu,siapa?

“ Kau mau kemana?”

Tiffany menghela napas kasar. Bodoh sekali ia melupakan makhluk menyebalkan itu. Tentu saja itu Siwon.

“ Apa sekarang kau bertingkah seperti orangtuaku? Terserah aku mau kemana,itu bukan urusanmu. Minggir!” balas Tiffany ketus. Ia menarik kembali koper besarnya hendak berlalu,tapi  tangan kekar Siwon menahan lengannya.

“ Yak! Lepaskan aku!”

“ Aku tidak akan mengizinkanmu meninggalkan rumah saat tengah malam seperti ini! Kau pikir kau akan baik-baik saja diluar sana? Aku tahu kau sangat membenci rumah ini,tapi jangan pernah mencoba meninggalkan rumah dengan cara seperti ini! Ayahmu akan kecewa,Tiffany.”

Tiffany memberontak tapi Siwon terlalu kuat. Tiffany memandangi Siwon dengan tatapan kemarahan yang sangat besar.

“ Lepaskan aku,Choi Siwon!!”

“ Kembali ke kamarmu!”

“ Kau pikir kau siapa,eoh?!”

Napas Siwon memburu. Pertanyaan itu telak. Siapa ia? Seorang kakak tiri? Tiffany membenci itu.

“ Kau bukan siapa-siapa dalam hidupku,jadi jangan sok mengaturku! Aku benci seorang pendatang kurang ajar sepertimu! Hanya karena ayahku menikahi ibumu kau pikir kau berhak mengaturku? Berkacalah,Choi Siwon! Aku-sangat-membencimu! Lepaskan aku!”

Tiffany meraung marah. Pegangan Siwon telah melonggar saat ia meneriakkan kata-kata itu dengan emosinya yang meluap-luap. Tiffany menyentakkan lengannya hingga ia benar-benar terlepas dan tanpa buang waktu lagi,ia menarik kopernya.

Siwon tersadar dan segera berbalik mengejar Tiffany.

“ Tiffany Hwang! Kembali kataku!”

Tapi,Tiffany telah tiba di luar. Mobil Jessica baru saja tiba dan Tiffany telah memasukkan kopernya di bagasi.

“ Tiffany!”

Siwon berhasil menahan lengan Tiffany sebelum gadis itu masuk ke dalam mobil Jessica.

“ Please,jangan seperti ini,Tiffany.”pinta Siwon berusaha tenang. Ia mengenal Tiffany dengan cukup baik. Ia tahu betul taraf kekeraskepalaan gadis itu. Percuma saja melawan Tiffany dengan amarah.

“ Jangan mengharap aku akan kembali sebelum kau meninggalkan rumahku,Siwon!”

Tiffany menyentakkan lengan Siwon dan segera masuk ke dalam mobil Jessica.

***

Tuan Hwang menghela napas panjang. Tidak ada  yang lebih buruk daripada harus memulai hari dengan berita buruk seperti itu. Siwon baru saja memberitahukan perihal Tiffany yang memboyong koper besarnya saat semua penghuni rumah terlelap.

“ Siwon akan segera menjemputnya,yeobo. Jangan terlalu khawatir. Iya,kan,Siwon?” ujar sang nyonya berusaha mencairkan suasana aneh di meja sarapan itu.

Siwon mengangguk tak yakin. Tiffany jelas-jelas menunjukkan kebenciannya. Bukan hal mudah untuk membujuk gadis itu.

“ Tidak apa-apa. Biarkan saja dia,” ujar tuan Hwang agak parau. Istrinya mengernyit bingung.

“ Dia bersama Jessica,kan? Tidak perlu khawatir,anak itu tidak pernah macam-macam jika bersama Jessica. Dia pasti baik-baik saja. Hanya saja,aku masih berharap dia bisa kembali ke rumah dalam waktu dekat ini. Tentu saja,dengan suka rela.” Tuan Hwang melirik Siwon.

“ Ne,abeoji. Aku akan berusaha.” Ujar Siwon sigap.

Tuan Hwang tersenyum lalu kembali meneruskan sarapannya.

***

Siwon menghembuskan napas panjang lalu menyandarkan punggungnya di kursi. Masih ada setumpuk dokumen lagi. Seluruh tubuhnya sudah memberi alarm untuk beristirahat tapi Siwon,yang lebih memetingkan ke-profesionalisme-nya sering kali mengabaikan hal itu.

Dan tidak cukup ia dipusingkan dengan setumpuk dokumen perusahaan,masalah Tiffany ikut-ikutan menambah kepenatannya. Siwon mengerang frustasi. Gadis dengan eye-smile cantik itu sepertinya telah mem-blacklist nomor teleponnya sehingga ia sama sekali tidak bisa melakukan kontak komunikasi dengannya. Siwon nyaris kehabisan akal membujuk gadis itu. Memangnya bagaimana Tiffany bisa menerima bujukannya kalau gadis itu menyatakan perang terang-terangan padanya?

Siwon meraih ponselnya lalu mencari kontak Jessica. Setidaknya Jessica tidak memutuskan kontak dengannya. Panggilan tersambung tak lama kemudian.

“Ah,maaf menganggumu,Jessica-ssi. Aku hanya ingin menanyakan kabar Tiffany,apa dia baik-baik saja?”

“Kau rupanya sangat gigih,ya?”
Siwon sontak menegakkan punggungnya. Tiffany.

“Tiffany,apa kau…”

“Jangan membujukku pulang!”Tiffany memotong kalimatnya dengan dingin, “aku tidak akan menginjak rumah itu lagi sebelum kau meninggalkannya!”

“Ayahmu mengkhawatirkanmu,Tiff!”ujar Siwon lirih.

“Aku tidak akan terpengaruh! Dan jngan mencoba menghubungi Jessica lagi! Aku benar-benar membencimu,Choi Siwon!”

Sambungan itu diputus sepihak. Siwon menghela napas letih. Ia memijit keningnya perlahan. Lama-lama ia juga mulai lelah. Ia menoleh dan melirik sebuah figura di samping komputernya. Ia dan Tiffany terlihat sangat bahagia di upacara kelulusan SMA itu. Siwon tersenyum. Sudah lama sekali.

Kenapa kau menyiksaku dengan berubah seperti ini,Mushroom? Apa tidak ada yang bisa kulakukan untuk mengembalikan eye-smile itu?

Siwon meraih figura itu dan mengelusnya perlahan.

“Aku benar-benar merindukanmu,mushroom…”bisiknya lirih.

***

“Ini sangat oke,bagaimana menurutmu?”Tanya Tiffany seraya berputar di depan Jessica,memamerkan gaun barunya. Tapi,Jessica yang sedang membolak-balik majalah fashionnya memandanginya. Ia tertawa kecil lalu mengibaskan tangannya.

“No,no,no. Itu terlalu imut,Fany!”

“Argh!” Tiffany menggerutu, “Ini sudah yang keempat,Jess!”

“Do you really want to make him crazy about you? Please,honey,try it once again!”

“I don’t care anymore. Choose it with your style,then!” Tiffany menghempaskan tubuhnya di atas sofa dan mendorong Jessica untuk bangun.

“Thanks,dear. Kenapa tidak sedari tadi kau memintaku memilihkan gaun untukmu? Kau tidak perlu gonta-ganti seperti ini!”

Tiffany menggulirkan mata kesal. Hello! Tadi,siapa ya yang tidak mau meninggalkan majalah dan ponselnya?

“Kalau Donghae oppa menelpon…”

“Arasseo! Cepat,pilihkan gaun untukku! Aku sudah mau mati bosan di sini!”

Jessica tertawa lalu segera menghilang di balik rak-rak pakaian. Tiffany meraih majalah yang ditinggalkan Jessica dan membolak-baliknya tanpa minat. Minat fashion Tiffany memang besar,tapi terkadang ia didera kebosanan. Berbeda dengan Jessica yang memang benar-benar maniak fashion. Deringan ponsel Jessica membuat Tiffany meninggalkan majalahnya. Ia mengedarkan pandangan.

“Kemana anak itu?”ia bergumam kecil karena tak menemukan sosok Jessica. Butik yang dikelola atas nama Jessica ini memang sangat luas. Ia meraih ponsel Jessica dan segera menerima panggilannya.

“Kau lama sekali,sweety!”

Tiffany menggerutu, “Sweetymu tidak di sini,Lee Donghae. This’s Tiffany on the phone!”

“Oh,kau rupanya. Dimana Jessica?”

“Kau baru saja selesai bertelepon-ria dengannya lima menit yang lalu,apa sekarang kau menelpon karena kau merindukannya?”

“Haha. Kau tidak mengerti,honey.”

“Heol! Aku penasaran apa yang kau berikan pada sahabatku sampai dia…”

“YAK,HWANG MIYOUNG!”

Tiffany memejamkan mata,berusaha untuk bersabar. Jessica baru saja merebut ponselnya.

“Oh my,honey,I’m so sorry. Aku tadi sibuk mencari gaun yang cocok untuk Stephany.”

Tiffany berdecak kesal. “Lihatlah…tingkahnya menyebalkan sekali. Yak,Jung Sooyeon!”

Jessica berbalik sebentar dan hanya memberi isyarat agar Tiffany diam.

“Kau benar-benar bisa mengabaikanku setelah kau nyaris membuat telingaku meledak? Oh My God,aku benar-benar tidak percaya ini,Jung Sooyeon!”

Jessica mengabaikannya,tentu saja. Tiffany menghela napas lalu bangkit mendekati Jessica. Ia mengambil dua set gaun yang masih dipegang Jessica.

“Oh,baiklah. Aku akan menemuimu setelah mengantar Tiffany. Oke,baiklah. Kau mau mengajakku makan malam? Ah,Lee Donghae…kau benar-benar… Baiklah,tentu saja aku menerima tawaranmu,honey!”

Tiffany menggulirkan matanya lalu berlalu ke ruang ganti. Percuma menunggu jika Jessica sudah berbicara dengan namjachingunya itu.

***

Pesta kebun yang diadakan di rumah besar itu sama sekali tidak bisa disebut sederhana. Yah,seorang putra konglomerat memang tidak pernah mengadakan pesta yang sederhana,apalagi untuk merayakan pesta ulangtahun.

Sejak sore,tamu-tamu sudah berdatangan. Minuman dan aneka koktail dihidangkan. Lampu-lampu hias germerlapan. Kembang api diledakkan. Suara tawa dan celoteh riuh memeriahkan suasana.

Tiffany ada di sana. Tentu saja,ia menerima undangan special untuk acara salah satu seniornya itu,Nickhun. TApi,sudah hampir sepuluh menit ia hanya berdiri memperhatikan teman-temannya yang lain sambil sesekali membalas sapaan mereka. Ia memperbaiki lipatan gaunnya lalu melirik jam dinding. Pemilik pesta ini belum datang.

“Kenapa dia lama sekali sih?” Tiffany menggerutu sambil mengambil segelas wine dari nampan seorang pelayan.

“Mianhaende,seperti biasa seorang pangeran harus berpenampilan terbaik di pesta seperti ini!” sahut sebuah suara dari belakang Tiffany.

Tiffany segera berbalik dan segera tersenyum melihat Nickhun menghampirinya.

“Woah,kau tampan sekali,seonbae!”

Nickhun tertawa kecil, “Kau juga sangat cantik… Ah,kenapa kau masih memanggilku seonbae? Bukankah sudah ku…”

“Oke,I know it,oppa!”

“Itu terdengar lebih baik!”

Tiffany mengangguk kecil. Senyum indahnya terus terlihat. Nickhun adalah satu dari senior yang sangat dikagumi Tiffany dan sekarang,ia berada di pesta Nickhun dan menjadi pasangan untuk seniornya itu. Siapa yang tidak senang dengan kesempatan ini? Tidak sia-sia ia menghabiskan 5 jam hidupnya berbenah di butik dan salon.

“Ayo,pestanya harus segera dimulai! Mereka pasti menungguku!”

“Yeah,Nickhun!! Happy birthday,dude!!”

“You look so great!”

“Nice party!”

“Yeah,silahkan makan dan minum sepuas kalian!”

Selagi Nickhun menyapa semua teman-temannya,Tiffany terus berada di sampingnya dan membalas sapaan mereka,para senior keren di kampusnya. Aigoo,seharusnya Jessica juga ada di sini!

“Yo,Nickhun!”

“Hai,Wooyoung!”

“She looks so pretty,who is she?”

Sahabat Nickhun memberi isyarat pada Tiffany selagi mereka mendatangi tempatnya. Matanya memandangi Tiffany dengan tatapan tertarik yang tak disembunyikan lagi. Tiffany tersenyum anggun padanya barusan.

“Tiffany Hwang imnida!”ujar Tiffany tenang.

“Jang Woohyun,ketua klub dance,pemenang kompetisi dance sebanyak 5 kali,jago fisika…”

“Yah! Perkenalan macam apa itu?”

Tiffany tertawa geli sehingga eye-smilenya kembali bersinar indah. Teman-teman Nickhun harus kembali terpana dengan kecantikan itu.

“Apa kalian berpacaran?”

Tiffany melirik Nickhun dan menunduk. Nickhun tersenyum geli melihatnya. Tiba-tiba,ia meraih tangan Tiffany dan menggenggamnya. Teman-temannya bersorak. Tiffany menoleh terkejut.

“Apa kami harus berpacaran?”

Nickhun menoleh kepada Tiffany saat ia mengatakan itu. “Apa kau keberatan?”

Tiffany tertawa kecil menyembunyikan kecanggungannya. Oh God! Untuk apa dia keberatan menerima tawaran senior yang sangat dikaguminya itu? Tapi,kehadiran seseorang yang tiba-tiba di tempat itu membuat perhatiannya teralihkan.

Nickhun mengernyit melihat perubahan ekspresi Tiffany. Ia menoleh ke arah di mana tatapan dingin Tiffany tertuju.

“Eoh… Bukankah itu Siwon sunbae?”

“Woah,sudah lama sekali tidak melihatnya. Apa kau mengundangnya,Khun-a?”

Nickhun mengabaikan teman-temannya dan menoleh pada Tiffany. Baru saja,ia merasakan bahwa gadis itu sedang meremas tangannya. Tapi,saat ia bertemu pandang dengannya,Tiffany buru-buru buang pandang.

Siwon melangkah cepat ke arah mereka.

“Siwon hyung,apa kabar?”sapa Wooyoung.

“Yah,begitulah.” Gumam Siwon datar. Ia berhenti di depan Nickhun dan Tiffany. Matanya melirik tangan mereka yang saling bertautan.

“Saengil chukhahae,Nickhun-a!”

“Ne,terima kasih,sunbae!”balas Nickhun agak canggung.

Ada apa gerangan seorang Choi Siwon datang ke pestanya seperti ini? Apalagi ia merasa ada yang aneh. Tapi,kebingungannya segera terjawab saat Siwon menarik tangan Tiffany.

“Yak!” Tiffany memekik terkejut. Siwon sama sekali tidak berlaku lembut padanya.

“Maaf harus mengacaukan pestamu,Nickhun,tapi aku harus membawa Tiffany pulang!”

Tiffany membelalak marah. Tapi Siwon tidak memberinya kesempatan bereaksi karena ia langsung menarik Tiffany meninggalkan tempat itu.

“Choi Siwon,kau sudah gila,ya?”Tiffany mendesis dingin selagi mereka berjalan menuju tempat parkiran.

“Ka,masuklah!” Siwon membuka pintu mobilnya dan mendorong Tiffany masuk. Meskipun Tiffany terlihat sangat marah,gadis itu tidak menolak. Ia masuk. Matanya mengikuti semua gerakan Siwon dengan tatapan dingin yang menusuk.

“Kau pikir,apa yang sedang kau lakukan sekarang?”tukas Tiffany begitu Siwon selesai memasang seatbeltnya.

“Kau harus pulang!”

Tiffany tertawa dingin. “Apa kau sudah meninggalkan rumah itu?”

Siwon mendengus tertawa dingin. Ia menyandarkan punggungnya di jok kemudi dan memandang lurus ke depan.

“Kenapa kau mengenakan pakaian seperti itu?”

Tiffany memandangi Siwon dan berdecak takjub. Tawa dinginnya meledak.

“Apa barusan kau mengomentari caraku berpakaian?”

Siwon menatapnya tajam. “Kau pikir kau menghadiri pesta apa,eoh? Pesta ulangtahun teman priamu? Apa kau bermaksud menggodanya dengan pakaian minim seperti ini?”

Emosi Tiffany tersulut. Ia beradu tatap marah dengan Siwon selama beberapa saat. Napasnya naik turun tak beraturan. Siwon melepaskan kontak mata itu dan mengambil jasnya dari jok belakang. Ia melemparkan jas itu ke atas pangkuan Tiffany sehingga menutupi kedua paha Tiffany yang memang terekspos.

“Tutupi tubuhmu!”gumam Siwon dingin seraya memandang lurus ke depan. Tiffany mendengus tertawa dingin.

“Antar aku kembali ke rumah Jessica!”ujarnya kemudian.

“Seharusnya kau memintaku mengantarmu kembali ke rumahmu. Sampai kapan kau akan bersikap keras kepala seperti ini?”

“Bukan urusanmu,”

Siwon menarik napas dalam sebelum berteriak kesal, “Sebenarnya apa masalahmu,Tiffany Hwang?!”

Tiffany jelas terkejut dengan teriakan itu,tapi ia tetap terlihat angkuh dan dingin, “Aku membencimu. Itu masalahnya.”

Oh baiklah. Siwon menyerah. “Terserah,” gumamnya dingin lalu segera menyalakan mesin mobilnya.

Sampai mereka tiba di depan rumah Jessica,Siwon tidak mengatakan apapun. Tiffany juga tidak perlu repot mengucapkan terima kasih saat ia turun dan melemparkan kembali jas Siwon. Ia segera masuk ke rumah Jessica dengan langkah cepat.

Siwon menghela napas. Tuhan,separah itukah ia menyakiti perasaan gadis itu? Meski hanya sekilas,Siwon yakin tadi saat Tiffany berlari masuk ke dalam rumah Jessica,bahu gadis itu bergetar. Tiffany menangis. Dan lagi-lagi itu karena dia.

***

Siwon hanya bisa diam saat melihat Tiffany dipeluk oleh Nikchun sebelum namja itu membukakan pintu mobilnya. Tiffany melambai pada Jessica yang juga sudah dijemput oleh kekasihnya sebelum masuk ke dalam mobil. Tanpa sadar,jemari Siwon mencengkram kemudi mobilnya. Apa mereka berkencan sekarang? Tiffany benar-benar mengabaikan penolakannya atas hubungan mereka. Siwon merasa gerah melihat mereka. Lebih dari sekedar instingnya sebagai kakak dalam keluarga,ia benar-benar tidak rela melihat Tiffany bersama Nikchun.

Siwon menghela napas berat sebelum menyalakan mesin mobilnya kembali. Ia sudah berjanji pada ayahnya bahwa ia akan menjaga Tiffany dan menyayangi sebagai seorang kakak yang baik. Meskipun pernah ada kisah indah di antara mereka,itu sudah berlalu lama. Dan Tiffany jelas-jelas telah mengubur kenangan itu. Mungkin,keputusannya untuk menerima pernikahan orangtua mereka dan bukannya mengamuk menolak seperti Tiffany telah membuat gadis itu berpikir bahwa ia dikhianati.

Tiffany tidak tahu,tapi Siwon sering menghabiskan malam bersama dengan kenangan masa lalu mereka. Terkadang,Siwon menangis diam-diam sembari duduk di sisi Tiffany yang sedang terlelap. Ia masih sangat mencintai gadis itu. Ia pun ingin mencintai dan melindungi gadis itu sebagai kekasihnya. Sungguh. Tapi,Tuhan rupanya telah menetapkan jalan hidup yang tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan.

to be continue

131 thoughts on “(AF) Hello! Stepbrother

  1. udah ngira kalo dulu mereka ada sesuatu,tp bingung knp fany marah. apa krn dy msh cinta sama siwon. aaahhh gmn dong msh sifany gk bisa sama sama nanti? next thor🙂

  2. Kisah indah di masa lalu,tp kenapa fany’a kya’a benci bgt ma diwon oppa???
    yaaahhh klo oppa jd kk tiri’a trus gmn mereka bisa bersatu???
    hmmmm
    next

  3. aaaah jadi tiffany dulunya berpacaran dengan siwooon.. pantesaaann..
    ah siwon nya kasian disiniii tapi tiffany nya juga kasiaaaann. aaah rame tapiii lanjuttr!! semangatt buat part selanjutnyaaaaa..

  4. Jadi ini chapter , ya Tuhan rumit sekali kisah SiFany disini , dan kenapa lagi-lagi di ff SiFany muncul nama itu , ugh aku benci sekali , huuaaaa , jangan biarkan Tiff pacaran sama orang itu author , please ..
    Biarkan SiFany bersatu dan Happy diakhir cerita^^ Tapi konflik jalan terus sebelum itu , so aku tunggu lanjutannya , update soon author , HWAITING^^

  5. ah……… jadi won oppa sama eomma dulunya pacaran, trus putus karena ortu mereka nikah, ya. dan kenapa si thaiprince muncul mulu cih.

    pokoknya endnya harus happy and sifany.

  6. jadi sebetulnya sifany tuch sama punya rasa satu sama lain tapi harus terhambat karna pernikahan orangtuanya ya? jadinya gimana donk? ga bisa kah yang lebih tua ngalah? kasih kesempatan sama yang muda gitu..

  7. heumm jadi disini siwon oppa rela melepas cintanya demi kebahagiaan ortu nya, dan fany unnie gak mau terus fany unnie kecewa sama siwon oppa jadi ya fany unnie berubah.
    dari yg awalnya sepasang kekasih malah jadi saudaraan, benar2 rumit percintaan siwon oppa dan fany unni di ff hs ini😥
    dan yg jadi orang ketiga dalam hubungan mereka tidak lain dan tidak bukan yah itu selalu aja ada orangnya, agak sebal sih tapi karna ceritanya bagus gak masalah ,,
    gomawo buat admin yg udah nulis ff sebagus ini dan admin yg udh ngepost ff hs ^^
    SiFany Island DAEBAK !!! ^^

  8. Wah dsni sifany jd sdr tiri. ap g bs y klo sdr tiri menikh kn g ad hub darah. ap fany bnci siwon krn prnikhn ortu mrk? seru nih pgn th bgmn cr siwon utk bujuk fany??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s