Sorry, I Love You Oppa (chapter7 End)

Sorry, I Love You Oppa

Title: Sorry, I Love You Oppa (chapter7 End)

Author:  Youngwonie

Main Cast: Siwon, Tiffany, Kyuhyun

Genre: Romance

Rating : PG-18

Length : Series

 

 

Gwireul makgo geudaereul deureobonda
Menutup telingaku untuk mendengarmu

Du nuneul gamgo geudaereul geuryeobonda
Menutup kedua mataku untuk membayangkanmu

Geudaen heulleo ganneunde geudaen jinaganneunde

Kau perlahan menjadi kabur, kau perlahan pergi meninggalkan

Imi japhil su jochado eobneun gieok sogeseo
Dalam kenangan yang tak terbendung

Nan meomunda (meomunda) nan meomuunda (meomunda)
Aku berhenti (berhenti) aku berhenti (berhenti)
Saranghaetdeon gieokdeuri nareul gajigo nonda
Kenangan dicintai, mengendalikanku begitu mudah

Dasi hanbeon one more time
Sekali lagi sekali lagi

ireohke kkeutnandani mideul suga eobneun georyo
Bagaimana bisa berakhir seperti ini? AKu tak bisa mempercayainya

Gojak i jeongdoro geu su manhatdeon yaksokdeureun eotteohke eotteohke
Berapa banyak janji yang tak terhitung, apa yang harus ku lakukan? Apa yang harus ku lakukan?”

~Super Junior – Daydream~

 

 

 

 

Ting Tong! Ting Tong!

Terdengar suara bel dari luar.

“Siapa yang datang sepagi ini?”pikir Tiffany. Ia mematikan kompor dan melepas celemeknya. Tiffany membuka pintu ruang tamu. Matanya membulat saat melihat namja yang sudah berdiri di hadapannya.

“Anneyong, chagiya. Senang bisa melihatmu lagi.”

“Kk…Kyu???!!!!”

“Wae? Kau kaget melihatku?” Kyuhyun tersenyum licik dan bergerak maju mendekati Tiffany. Tiffany otomatis mundur menghindari Kyuhyun. Bukan tanpa sebab, Kyuhyun yang sekarang berada di hadapannya tidak seperti Kyuhyun yang dikenalnya.  Kyuhyun terlihat seperti seorang pemburu yang baru saja berhasil menangkap mangsanya. Tiffany terus bergerak mundur secara perlahan.

“Kau takut melihatku? Kau ketakutan melihat calon suamimu sendiri huh?” Kyuhyun mencengkram pergelangan tangan Tiffany.

“Lepas Kyu,,, appo.”Tiffany meringis, ia berusaha melepaskan cengkraman kyuhyun, tapi tenaganya tidak sebanding dengan kekuatan Kyuhyun.

“Sakit kau bilang? ini tidak seberapa dibanding yang kurasakan disini.” Kyuhyun menepuk dada kirinya.

“Mianhae,,,aku tidak bermak…”

“Mian? Kau pikir itu cukup setelah semua yang kau lakukan padaku? Kau berselingkuh dengan oppamu sendiri. Kau meninggalkanku. Meninggalkan pernikahan kita. ” suara Kyuhyun yang meninggi, membuat Tiffany semakin ketakutan. Cairan bening keluar dari kedua sudut matanya.

“Uljima. Aku datang kesini bukan untuk melihatmu menangis. Aku kesini untuk menjemputmu. Kita akan pulang dan meneruskan pernikahan kita yang tertunda.”

“Andwe…lepaskan aku Kyu, aku sudah menikah dengan Siwon oppa. Jebal…tinggalkan aku.”

“Tidak akan pernah. Kau adalah milikku dan selamanya akan jadi milikku, Tiffany. Kajja kita pergi dari sini.” Kyuhyun menarik Tiffany keluar dari villa.

“Shireo….lepaskan aku Kyu,,,,oppa…tolong aku”Tiffany terus meronta- ronta agar terlepas dari cengkraman Kyuhyun, ia juga berteriak meminta tolong pada Siwon tapi usahanya sia- sia. Siwon yang sedang asyik mandi tidak dapat mendengar suaranya. Sedangkan Kyuhyun sudah berhasil menyeretnya ke dalam mobil.

***

 

Siwon pov.

Aku keluar dari kamar setelah rapi dengan setelan kaos dan celana pendek. Aku sudah tidak sabar menikmati sarapan bersama istriku. Istriku, aneh sekali menyebut Tiffany dengan sebutan itu. Biasanya aku menyebutnya dongsaeng kesayanganku. Tapi sekarang keadaan telah berubah. Dia istriku sekarang. Akupun langsung menuju dapur. sepi. Tiffany tak ada di dapur, masakannya pun belum selesai. Meja makan juga belum siap.

“Fany,,,,”

“Chagiya…kau dimana?”

Aku mencari ke semua ruangan, tapi nihil. Tiffany tak ada dimanapun. Aku menuju keluar villa setelah melihat pintu utama terbuka. Melihat ke sekeliling pantai dari teras, tapi bayangan Tiffany pun tak nampak di sekitar pantai.

“Apa Tiffany pergi keluar membeli sesuatu? Kenapa dia tidak memberitahuku?” aku bermaksud kembali masuk ke dalam villa, tapi kenapa perasaanku tidak enak. Akupun berbalik melihat jejak- jejak kaki yang terlukis di halaman villa. Aku mengernyitkan dahi.

“aneh, ada jejak kaki lain selain milik Tiffany yang keluar dari villa.” kutelusuri jejak- jejak tersebut.

“ada bekas ban mobil?!!! Jangan- jangan Tiffany…”

Aku segera berlari ke dalam villa dan mengambil kunci mobil. Aku yakin firasatku benar, ada seseorang  yang sudah membawa pergi Tiffany.

‘Apakah Kyuhyun sudah menemukan tempat ini?’

‘Secepat itukah?’

Siwon pov end.

 

Sementara itu, mobil Kyuhyun sudah melaju jauh meninggalkan Mokpo. Mereka sudah sampai di wilayah Busan. Tiffany tersadar setelah beberapa waktu pingsan karena Kyuhyun menamparnya dengan keras saat ia terus berontak selama perjalanan. Ia mulai membuka matanya perlahan. Ia sedikit meringis karena kepalanya masih terasa pusing. Disampingnya Kyuhyun terlihat sedang berbicara dengan seseorang lewat earphone yang terpasang di telinganya.

“Aku sudah sampai di Busan. Apa pesawatnya sudah disiapkan?”

“Lima belas menit lagi aku sampai. Siapkan saja semuanya. Ne, aku tidak bisa menunda lagi. Secepatnya aku ingin sampai di Jepang.”

‘Kyuhyun akan membawaku ke Jepang sekarang? Ottokhaeyo?’ Tiffany menyimak percakapan Kyuhyun di telepon. Ia merasa harus bertindak sebelum mereka sampai di tempat Kyuhyun menyiapkan pesawatnya. Ia meraih kemudi yang sedang dipegang Kyuhyun sehingga mereka membelok tajam dan hampir menabrak mobil di depannya. Kyuhyun kaget, untung dia dapat mengendalikan mobilnya sehingga mereka tidak terjatuh ke jurang yang ada di sisi sebelah kanan jalan yang mereka lewati.

“Apa yang kau lakukan? Kita berdua bisa mati.” Bentaknya pada Tiffany. Tapi itu tidak menyurutkan nyali Tiffany. Tiffany menatap tajam pada Kyuhyun.

“Berhenti, atau aku akan melakukannya lagi.”

“Kau pikir bisa menakutiku?”

“Aku tidak main- main, Kyu”

“Ok, kalau kau mau kita mati sama- sama. Lakukan.”

Tiffany rupanya tidak main- main, dia benar- benar melakukannya lagi. Kali ini Kyuhyun lengah, sehingga mobil yang mereka tumpangi kehilangan arah, ada truk yang melintas di depan mereka. Kyuhyun bermaksud menghindari truk itu dengan membanting stir ke kanan. Mobilnya menabrak pembatas jalan dan mereka pun terjatuh ke jurang. Mobil itu pun meledak dan jatuh ke laut.

 

***

 

Siwon melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, berharap kalau ia tidak tertinggal jauh dari penculik Tiffany. Siwon berdecak kesal saat ia memasuki wilayah Busan, karena mobil- mobil di depannya berjalan melambat. Ia melihat banyak petugas polisi yang berjaga di sekitar jalan dan menertibkan anteran kendaraan yang melintas di area tersebut. Siwon memperhatikan titik yang diberi garis kuning oleh polisi. Saat sampai di depan polisi yang menertibkan jalan, Siwon bertanya pada petugas tersebut.

“Apa yang terjadi? Apa ada kecelakaan?”

“Ne, sebuah Bugatti Veyron terjatuh ke dalam jurang. Saat ini tim SAR sedang melakukan pencarian terhadap korban. Silakan meneruskan perjalanan Anda, Tuan.”

Siwon mengangguk lalu tersenyum melewati petugas polisi tersebut. Ia kembali melajukan mobilnya. Setelah beberapa meter meninggalkan area tersebut, Siwon tiba- tiba mengerem mobilnya.

‘Bugatti Veyron? Mobil Kyuhyun. Berarti… ’

Siwon langsung berbalik menuju lokasi kecelakaan tadi.

‘Tidak mungkin. Pasti itu bukan mereka.’

Siwon mulai merasa cemas, meskipun itu belum pasti mobil Kyuhyun, tapi entah kenapa hatinya sangat tidak tenang. Ia pun segera menghampiri polisi yang masih berada di TKP.

“Maaf, Tuan. Anda tidak boleh mendekati TKP.”seorang petugas mencegahnya mendekati area yang sudah diberi garis kuning.

“Aku kenal dengan seseorang yang memiliki Bugatti Veyron. Kemungkinan dia juga baru saja melewati daerah ini. Aku hanya ingin memastikan kalau itu bukan mobil milik temanku.”

“Baiklah apa yang ingin Anda ketahui.”

“Ceritakan padaku kejadian yang sebenarnya.”

“Menurut saksi mata, awalnya mobil itu limbung, tetapi kemudian berjalan normal kembali. Tapi setelah itu, mobil tersebut kehilangan kendali dan terjatuh ke jurang. Kemungkinan penumpangnya ada dua orang.”

“Berapa nomor plat mobilnya?”

“Mobil berplat Seoul dengan nomor 2388”

Siwon melemah. Ia terjatuh ke tanah.

‘Tidak salah lagi itu adalah mobil Kyuhyun. Kyuhyun memang menggunakan tanggal lahirnya untuk plat mobil Bugatti miliknya.’

Tuan, Anda tidak apa- apa?”

“Boleh aku pinjam ponsel Anda, Inspektur?”

“ini pakailah.”

Siwon menghubungi Donghae, ia menyuruh Donghae menyelidiki keberadaan Kyuhyun. Ia juga menceritakan penculikan Tiffany dan kecelakaan yang  terjadi di tempat ia berada saat ini.

 

***

 

2 years later…

Donghae mengetuk pintu ruangan presdir Hyunday Group.

“Masuk.” Jawab Siwon datar.

Donghae memberikan sebuah map kepada Siwon. Siwon membuka map tersebut dan melihat foto seorang gadis beserta profilnya.

“Apa ini?”

“Namanya Jung Soojung. Model. Cantik, cerdas, berbakat.”

“So…”

“Temuilah dia siang ini. Aku sudah bersusah payah membuat janji dengannya.”

“Aku tidak pernah meminta padamu.”

“Aku sudah bosan dengan tingkahmu Siwon. Tiffany sudah meninggal. Kau harus move on dan mencari penggantinya.”

“Selama mayatnya belum ditemukan, aku tidak akan berhenti berharap.”

“Tapi ini sudah 2 tahun. Sampai kapan kau akan menunggunya? Kau harus bertahan hidup Choi Siwon.”

“Aku bisa bertahan hidup dengan kenangannya.”

“setidaknya kau harus bersenang- senang. Kau hanya menghabiskan waktumu untuk bekerja dan merawat Eommamu. Otakmu perlu direfresh Siwon-ah.”

“Sudah selesai?”

“Mwo?”

“Aku sudah janji mengunjungi eomma siang ini. Kalau tidak ada yang mau dibicarakan lagi, aku mau keluar sekarang.”

“Ottokhae? Aku menyerah. Lakukanlah semua sesukamu. Aku permisi.”

Siwon tersenyum getir menatap kepergian Donghae dari ruangannya. Ingatannya kembali pada peristiwa 2 tahun yang lalu. Saat ia dan Tiffany baru saja bersatu dan harus kembali terpisah karena Kyuhyun membawa pergi Tiffany  dan mereka mengalami kecelakaan.

Setelah mobil Kyuhyun ditemukan, semua menjadi jelas. Itu memang mobil milik Kyuhyun dan Kyuhyun sendiri yang mengendarainya. Tapi mayat Kyuhyun dan Tiffany tak pernah ditemukan. Setelah 2 minggu, tim SAR menghentikan pencarian. Sejak kejadian itu, eomma Tiffany shock dan mengalami gangguan jiwa sehingga ia harus dirawat di rumah sakit jiwa. Siwon tak pernah menyerah menyuruh anak buahnya mencari Tiffany. Tapi tak pernah ada hasil memuaskan. Tiffany seperti menghilang tertelan laut. Siwon melanjutkan hidupnya dengan menaruh semua perhatiannya pada kesehatan eommanya dan perusahaan Appanya.

 

Sumeul chamgo geudaereul deurikhinda
Menahan nafas untuk merasakanmu

Jumeogeul jwigo geudael sseudadeumneunda
Mengepalkan tangan untuk menyentuhmu

Geudaen heulleoganneunde geudaen jinaganneunde
Kau perlahan menjadi kabur, kau perlahan pergi meninggalkan

Ijen gajil su jochado eobneun  chueok sogeseo
Sekarang aku bahkan tak memiliki dalam kenangan

Nan meomunda (meomunda) nan meomuunda (meomunda)
Aku berhenti (berhenti) aku berhenti (berhenti)

Saranghaetdeon gieokdeuri nareul gajigo nonda
Kenangan dicintai, mengendalikanku begitu mudah

Dasi hanbeon one more time
Sekali lagi sekali lagi

Ireohke kkeutnandani mideul suga eobneun georyo
Bagaimana bisa berakhir seperti ini? AKu tak bisa mempercayainya

Gojak i jeongdoro geu su manhatdeon yaksokdeureun eotteohke eotteohke
Berapa banyak janji yang tak terhitung, apa yang harus ku lakukan? Apa yang harus ku lakukan?

 

Siwon sedang mengendarai mobilnya. Sesuai perkataannya pada Donghae tadi, ia akan mengunjungi eommanya. Ia berhenti di depan toko bunga, ia ingin membeli bunga lili kesukaan eommanya. Di sekitar tempat itu, seorang gadis sedang berlari menghindari empat orang preman yang mengejarnya. Gadis itu berlari dengan kencang. Sampai nafasnya terengah- engah. Ia berhenti karena tidak kuat berlari lagi. Suara derap langkah preman- preman itu semakin mendekat. Ia pun memutuskan untuk bersembunyi di balik mobil Siwon yang terparkir di depan toko bunga. Saat menyadari mobil itu tidak terkunci, ia pun langsung masuk ke dalam mobil tersebut.

“Kemana perginya gadis itu? Cepat sekali larinya.” Kata salah satu preman. Mereka berdiri tepat di luar mobil tersebut. Gadis itu pun semakin merunduk, menyembunyikan dirinya di bawah jok mobil.

“Ayo kita cari ke sebelah sana.” ajak preman yang lain. Mereka pun pergi meninggalkan tempat itu. Gadis yang bersembunyi di dalam mobil itu pun dapat bernafas lega. Mesin mobil mulai menyala. Ternyata Siwon sudah masuk dan mulai mengendarai mobilnya. Gadis itu pun kebingungan. Ia keluar dari persembunyiannya di bawah jok dengan perlahan. Siwon kaget saat melihat seseorang berada di jok belakang mobilnya. Ia pun menghentikan mobilnya secara mendadak ke tepi jalan.

Brukk!!!

“Aww…appo.” Gadis itu memegang keningnya yang sakit karena membentur jok mobil saat Siwon mengerem tadi.

“Siapa kau?” tanya Siwon penuh selidik sambil memperhatikan orang yang kini berada di dalam mobilnya tersebut. Wajah gadis itu tidak terlihat jelas karena terhalang tangan yang sedang memegang keningnya.

Gadis itu pun perlahan menurunkan tangannya. Siwon membulatkan matanya saat melihat wajah gadis itu dengan jelas. Gadis itu memperlihatkan senyum polosnya plus eyesmile yang terbentuk di wajah cantiknya.

“Mianhae, aku tadi hanya menumpang untuk bersembunyi. Aku tidak bermaksud jahat pada Anda. Aku juga tidak mencuri apapun dari mobil Anda. Apa aku boleh turun di sini?”

Siwon masih diam menatap tidak percaya apa yang ada dihadapannya sekarang. Gadis itu menggerakkan tangannya di depan wajah Siwon.

“Tuan, Anda baik- baik saja?” tanyanya polos. Siwon tidak menjawab pertanyaan gadis itu. Ia malah meraih tangan gadis itu sambil bergumam.

“Tiffany…”

 

Aphado dachyeodo nan neo isseoya sal su isseo
Meskipun aku sakit, meskipun aku terluka, aku dapat hidup jika ada dirimu

Neo eobneun salmeun naegen jugeumgwado gatha
Hidup tanpamu seperti sebuah kematian bagiku

Apheurodo dwirodo gal su eobneunde naneun eotteohke eotteohke
Tak dapat bergerak maju, tak dapat bergerak mundur, apa yang harus ku lakukan? Apa yang harus ku lakukan?

Meomunda
Berhenti


Jeo
munda (niga tteonan geu nal butheo nan)
Gelap (sejak hari kau pergi)


Nan jeomunda (Nareul beorin geu nal butheo nan)
Aku gelap (sejak hari kau mengabaikanku)


Niga tteonan geu nal butheo jogeumssik churakhand
a
Sejak hari kau meninggalkanku, perlahan-lahan aku runtuh

Dasi han beon one more time
Sekali lagi, sekali lagi

 

~The End~

 

Anneyong reader…

Gumawo udah baca ff ni ampe selesai.

Pasti banyak yang nanya, ko endingnya gantung? L

Author emang sengaja bikin endingnya seperti itu coz ntr mau bikin sequelnya.

Dengan Judul baru, cerita baru, pemain baru (selain Sifany n Yoonhae), dan karakter yang baru juga.

Ditunggu aja yah…bye- bye!!!

Ghamsamidha….!!! J

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

76 thoughts on “Sorry, I Love You Oppa (chapter7 End)

  1. duh knapa endingnya nanggung bnget ya. sequel dong, hihi. tpi critanya keren, aku suka cuma ya itu endingnya sngat mengejutkan. hoho. aku kira msih pnjang hehe. sifany jjang

  2. Gantung nihhh endingnya….
    Sumpah lagi enak2 baca tiba end aja gantung pula akhirnya-_- tp suka sma ceritanya….
    Dan ff ini butuh sequel wajib dan harus ada #maksa😀 keep writing ya🙂

  3. Gantung sekali ini sih namanya author , tapi cukup lega karena author mau buat sequelnya, kalo begitu ditunggu yaaah, HWAITING ^^
    Padahal SiFany baru semalem bersama tapi udah harus pisah dan dikabarkan Tiff’nya hilang, tragis sekali kisah SiFany disini, Hikkksss , Tapi keren author , Keep writing SiFany♡

  4. baca ff ini jadi paham dengan pepatah yg mengatakan “ending sebuah cerita itu sebenernya beginning of another story”

  5. Aduhh……kenapa endingnya gantung thor, pingin tau apa fany masih hidup?iya deh thor, ditggu ya sequelnya ya thor.keep writing thor hwaiting.sifany 4ever♥♥♥♥♥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s