Rain Part 6 [Second Life]

Rain poster New

 

 

Rain Part 6 [Second Life]

Author:

Youngwonie

Cast:

Choi Siwon | Tiffany Hwang

Additional Cast:

Hwang Chansung | Choi Seunghyun|Cho Kyuhyun | Kim  Yoojin

Genre:

Romance, sad, angst, action

Rating:

PG 15

Length:

Series

Disclaimer:

The cast are belong them self, parents and God. I just borrow their name for my story.

The story is mine, so don’t be a plagiator. Keep comment and like if you enjoy this story.

Warning : Typo

“Something happen when the rain is fall…”

_____ Rain Part 6 [Second Life]_____

Siwon menatap takjub rumah yang baru dimasukinya. Ia tidak menyangka kalau rumahnya termasuk dalam kawasan rumah mewah di Beverly Hills. Sedangkan eommanya hanya tersenyum melihat putranya yang baru pulang dari rumah sakit itu tengah tercengang.

“Kau suka rumah ini?” Eomma Siwon bertanya sambil memeluk pundak putra keduanya.

“Ehm.” Siwon mengangguk.

“Kajja. Kita masuk ke kamarmu.”

Eomma Siwon mendorong kursi roda yang dikenakan Siwon sampai ke bawah tangga, lalu membantu Siwon berdiri dan memapahnya menaiki tangga.

“Yoojin bilang kau harus banyak latihan. Tidak apa- apa kan kalau kita naik tangga?”

“Ne eomma.”

Mendengar nama Yoojin, Siwon jadi teringat dokter yang merawatnya selama di rumah sakit. Dialah alasan Siwon ingin cepat- cepat kembali ke rumah. Sebagai seorang dokter, Yoojin kelewat cerewet dan protektif. Tapi dia cukup professional dan ahli dalam menjalankan tugasnya. Buktinya Siwon lebih cepat sembuh dari perkiraan. Siwon jadi tersenyum sendiri mengingat dia belum berpamitan pada Yoojin sebelum pulang. Gadis itu pasti akan mengamuk saat mereka bertemu nanti.

“Wae?” Eommanya yang membantunya berjalan menaiki tangga jadi heran.

“Ani.” Jawab Siwon ringan. Eommanya hanya bisa menggelengkan kepala.

Siwon  menatap jendela besar di kamarnya. Dari tempat itu, ia bisa melihat pohon natal raksasa di tengah kota.

Thanks God. You give me second chance to life, breath, and feel your love again

 

“Istirahatlah. Eomma harus pergi ke gereja untuk kebaktian bersama hyeong-mu.”

“Ne. Apa Seunghyun hyeong sudah pulang?”

“Belum. Mungkin sebentar lagi. Dia sudah berjanji akan menemani eomma. Lagi pula ini malam natal, apa dia mau terus bekerja? Mendiang Appa saja selalu pulang lebih awal saat malam natal.”

Siwon tersenyum mendengar omelan eommanya.

“Eomma, apa dulu Appa menyayangiku?”

“Pabo. Tentu saja. Appa sangat menyayangi putra- putranya.”

“Apa aku ada di samping Appa saat beliau meninggal?”

Ny. Choi tertegun. Kenyataannya Siwon sudah pergi ke Seoul saat Appanya terkena serangan jantung. Namun tidak mungkin ia menceritakan kebenaran pada Siwon yang baru saja keluar dari rumah sakit.

“Ne. Sudahlah jangan bertanya terus. Eomma harus bersiap- siap sebelum hyeongmu datang. Good night dear and Marry Christmas.”

“You too,,,”

***

Di tempat yang berbeda, Chansung juga menatap pohon natal raksasa dari jendela besar gedung rumah sakit dekat ruangan tempat Tiffany dirawat. Ia teringat saat keluarganya masih lengkap. Saat itu ayahnya masih bekerja pada orang lain dan belum memiliki perusahaan sendiri. Walaupun hidup sederhana, keluarga mereka sangat bahagia. Malam natal selalu dilewatkan dengan berkumpul di rumah, makan malam dan pergi ke gereja bersama- sama.

Namun keadaan berubah sejak ayahnya membangun perusahaan sendiri. Seperti perusahaan baru pada umumnya, yang mengalami pasang surut. Begitupun yang dialami ayahnya. Ayahnya harus bekerja sangat keras agar perusahaannya bisa bersaing degan perusahaan lain. Karena kesibukannya, ayahnya jarang sekali berada di rumah. Ibunya yang mulai sakit- sakitan pun tak mendapat cukup perhatian. Sampai akhirnya ibunya menghembuskan nafas terakhir karena tak kuat melawan penyakitnya. Tiffany menangis melihat ibunya meninggal, namun tidak dengan Chansung. Ia sangat marah dan kecewa pada ayahnya yang dianggapnya tidak memperdulikan ibunya. Ia menyalahkan ayahnya atas kematian ibunya. Namun Tuan Hwang mengatakan sesuatu yang membuat pandangan Chansung berubah.

“Eomma sudah lama sakit sejak sebelum kalian lahir. Dia menolak operasi karena kami tidak punya biaya waktu itu. Belakangan ini penyakitnya kambuh. Karena itulah Abeoji bekerja keras mencari uang untuk operasi eomma. Kalau saja eomma bisa bertahan lebih lama,,,”

“Jadi eomma meninggal karena kita tidak punya uang untuk operasi?”

“Ne. Kalau saja kita kaya, eomma pasti bisa sembuh.”

Saat itu Chansung yang masih berumur 13 tahun mengambil kesimpulan.

“Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi pada keluargaku. Abeoji, kajja kita cari uang yang banyak. Bagaimanapun caranya, kita tidak boleh jatuh miskin dan membiarkan sesuatu terjadi pada keluarga kita.”

“Kau benar putraku. Untuk itu, kau harus mendukung apapun yang Abeoji lakukan demi keluarga kita. Aratchi?”

“Arasseo.”

Sejak saat itulah Chansung selalu mendukung ayahnya dalam mengumpulkan harta. Baik dengan cara yang baik ataupun tidak. Chansung sudah belajar banyak hal dari ayahnya sejak usianya masih remaja. Ia menjelma menjadi bayangan ayahnya yang akan melakukan apapun yang ayahnya inginkan.

 Tiffany masih belum sadarkan diri. Chansung masuk ke dalam ruangan itu setelah selesai menggali memori yang membawanya ke jalan hidup yang sekarang.

“Mianhae,,, Jeongmal mianhaeyo. Kau harus mengalami ini semua Fany-ah.” Chansung menggenggam erat tangan Tiffany dan menciumnya. Ia terisak. Air matanya membasahi telapak tangan Tiffany.

“Seandainya bukan Siwon orang yang kau cintai. Seandainya Siwon tidak terlibat dengan Abeoji. Mungkin kau tak akan mendeita seperti ini,,,”lirih Chansung.

“Chan—sung-ah,,,”

Tiffany tersadar. Mata Chansung melebar.

“Kau bangun?”

Tiffany mengangguk lemah.

“Ke—napa kau me—nangis ?”

Chansung langsung menyeka air matanya. Ia berpura- pura tersenyum.

“Ani. Aku tidak menangis. Mungkin aku terlalu mengantuk sampai mengeluarkan air mata.”

“Eoh, jinjja?”

“Jinjja. Jangan terlalu banyak bicara dulu. Aku akan panggil dokter untuk memeriksamu.”

“Neh.”

***

“Aku melihat Siwon oppa,,,”

Chansung tertegun. Ia menatap mata Tiffany yang menerawang.

“Di pusat kota saat kita melihat pohon natal raksasa.”

Chansung meletakkan mangkuk bubur yang tadi ia suapkan pada Tiffany. Lalu menatap Tiffany lagi.

“Kau yakin?”

Tiffany mengangguk. Chansung menghela nafas panjang.

“Lalu apa yang kau inginkan? Mencari dia?”

Tiffany mengangguk lagi.

“Ini bukan Seoul Fany-ah. California merupakan salah satu kota paling padat di Amerika. Kita tidak mungkin mencari seseorang hanya dengan bekal nama dan fotonya saja di Negara asing ini.”

“Jebal,,, “

Tiffany memohon. Chansung bingung. Ia sangat tidak yakin Siwon ada di kota itu karena  ia sendiri yang membunuh Siwon di Seoul. Mungkin saja yang dilihat Tiffany adalah orang yang mirip dengan Siwon.

“Hentikan semua ini Tiffany.”

Chansung dan Tiffany langsung menoleh ke sumber suara.

“Abeoji,,,”

Presdir Hwang berjalan mendekati kedua anaknya. Ia kemudian duduk di sebelah Tiffany. Mengambil tangan gadis itu dan menggenggamnya sambil ditatapnya mata bulan sabit milik Tiffany.

“Siwon tidak pantas untukmu.”

“Maksud Abeoji?”

“Air mata dan waktumu terlalu berharga hanya untuk menunggunya. Lupakan dia. Dia sudah meninggalkanmu. Tak ada yang bisa diharapkan darinya.”

“Ani. Siwon oppa tidak mungkin meninggalkanku Abeoji. Pasti terjadi sesuatu padanya hingga ia tidak bisa datang menemuiku. Aku akan terus mencarinya. Aku membutuhkannya. Juga calon anak kami.”

“Bayimu sudah tak ada Fany-ah. Kau keguguran.”

“Mwo?”

Tiffany memegang perutnya yang masih terasa nyeri sehabis operasi.

“Andwae,,, Abeoji bohong kan?!!”

Tiffany beralih menatap Chansung.

“Chansung-ah, katakan kalau yang dibilang Abeoji tidak benar. Aku tidak keguguran kan?!!”

Chansung menunduk. Tak menjawab pertanyaan Tiffany.

“Hiks hiks hiks. And—wae,,, Maldo andwae,,,hiks hiks hiks,,,”

Presdir Hwang meraih Tiffany ke dalam pelukannya. Berusaha menenangkan putrinya yang sangat syok mendengar berita kegugurannya.

“Tenanglah Fany, kau harus kuat.”

“hiks hiks hiks”

Chansung yang tidak tahan melihat pemandangan menyedihkan itu segera pergi dari ruangan Tiffany sambil menyeka air matanya.

***

“Siwon,,, wake up!!!!”

Siwon merasa tubuhnya sedang digoyangkan oleh sepasang tangan.

Mungkinkah itu hyeong? Tapi kenapa suaranya seperti perempuan? Pikir Siwon masih dalam keadaan setengah sadar. Sepasang tangan itu kembali menggoyangkan tubuhnya. Kali ini lebih keras dari sebelumnya.

“HEY!!! WAKE UP!!!”

Sekarang Siwon tahu siapa yang membangunkannya. Kim Yoojin. Dokter menyebalkan yang selalu menyiksanya di rumah sakit. Tapi sedang apa dia sepagi ini berada di rumahnya?

“What are you doing here? It’s still earlier. You know that entered some ones room without permission is a criminal? And you’ve hurt me. I’m still patient, remember?”

“Of course I remember. I’m your doctor. And we have practice this morning.  Come on, before the sun has been rised higher.”

Siwon menutup telinganya dengan bantal. Demi tidak mendengar ocehan lainnya dari gadis yang berdiri di sebelah tempat tidurnya itu.

“I’m still sleepy. Ten minutes again please.” rengek Siwon dibalik bantal.

“No, you can’t. You must wake up right now Siwon Choi.”

Yoojin mengambil bantal yang menutup kepala Siwon lalu membuangnya asal.

“Take a bath. We will going to the city park.”

Yoojin pergi dari kamar Siwon setelah memberikan perintah.

“Tch, how can these crazy girl be a my doctor” Cibir Siwon. Namun ia tetap bangkit dari ranjangnya menuju kamar mandi.

Siwon dan Yoojin sudah berada di taman. Mereka melakukan latihan untuk pemulihan organ gerak Siwon yang masih sedikit kaku setelah operasi. Matahari pagi di musim dingin terasa sangat hangat bagi Siwon. Ini pertama kalinya ia melihat matahari di ruang terbuka.

“Bagaimana? Merasa lebih baik?” Yoojin membuka suara setelah latihan mereka selesai.

“Lumayan.” Jawab Siwon acuh.

“Hanya lumayan?”

“Memangnya aku harus bilang apa?”

“Emm, kau tidak mau mengucapkan selamat natal padaku?”

“Aku hampir lupa. Marry Christmast Dr Kim. Terima kasih kau sudah membantuku selama ini.”

“Akhirnya,,, kau sadar juga kalau aku sangat baik.”

“Yups. Tapi kadar kebaikanmu sangat kecil dibandingkan sifat cerewet dan menyebalkan yang lebih mendominasi.”

“What do you say?”

“You don’t hear? Kau itu sangat cerewet dan menyebalkan. Ha ha ha ha”

“Siwon Choi!!! Terima ini!”

BUK!!!

Yoojin melempar Siwon dengan bola salju.

“Ha ha ha ha!!! Wek!”

Siwon tak mau kalah. Ia pun mengambil butiran- butiran salju dan membentuk sebuah bola sebesar kepalan tangannya dan melemparkannya kea rah Yoojin.

“YA!!! Terima pembalasanku Kim Yoojin”

BUK!

“Aww!”

“Got you”

“Not again”

“Who says”

Mereka pun akhirnya perang bola salju dengan sengit sampai keduanya sama- sama kelelahan dan terduduk di atas tanah yang yang berselimutkan salju tebal. Mereka mengatur nafas sambil menertawakan satu sama lain.

***

Di rumah keluarga Choi, Siwon bersama eomma dan hyeong-nya serta Yoojin tengah menikmati sarapan mereka.

“Makan yang banyak Wonnie.” Ucap eommanya sambil menyodorkan piring yang sudah berisi penuh roti Zukini buatannya.

“Kenapa hanya Wonnie yang diambilkan, aku juga putramu eomma.” Protes Seunghyun karena eommanya lebih perhatian pada Siwon.

“Kau seperti anak kecil saja. Wonnie kan baru sembuh, jadi wajar kalau dia butuh perhatian lebih.”

“Sepertinya aku ingin sakit saja agar eomma perhatian padaku.” Cibir Seunghyun.

“Itu ide yang bagus Hyeong.” Timpal Siwon.

“Dasar anak- anak nakal. Kalian sudah dewasa. Hentikan bersikap seperti bayi besar.”

Yoojin yang menyaksikan kehangatan keluarga kecil itu hanya bisa tersenyum.

“Oh ya Yoojin, kenapa kau tidak merayakan natal bersama keluargamu di New York?” tanya Ny Choi lembut.

“Percuma saja aku pulang Ahjumma. Orang tuaku sedang sibuk dengan perusahaan baru mereka. Kalau aku pulang, aku hanya akan sarapan dengan kursi kosong.”

“Omo,,, begitukah? Padahal dari dulu aku sangat ingin anak perempuan. Yang bisa menemaniku berbelanja, ke salon dan menghadiri acara minum teh. Kenapa kau tidak tinggal di sini saja sekalian.”

Siwon dan Seunghyun hampir tersedak mendengar kalimat akhir ibu mereka. Siwon langsung mendapat pertolongan dari Ny. Choi yang menyodorkan air minum. Sedangkan Seunghyun, ia menatap Yoojin yang memberinya air. Posisinya memang lebih dekat dengan Yoojin dari pada Ny Choi. Mereka masih terus bertatapan sampai suara keras Ny. Choi menyadarkan mereka.

“Ada apa dengan kalian? Kenapa bisa tersedak bersamaan begini?”keluh Ny. Choi. Lalu ia mengedarkan pandangannya pada Seunghyun yang sedang meminum air pemberian Yoojin.

“Kau baik- baik saja Hyunie?”

“Nde.”

“Ya sudah kita lanjutkan lagi sarapannya.”

Tiba- tiba Seunghyun berdiri dari kursinya.”Aku akan mengambil anggur di bawah. Kalian lanjutkan saja.”

Seunghyun pamit lalu menuju ruang bawah tanah yang letaknya di sudut pekarangan. Ruangan itu berupa sebuah gudang tempat menyimpan anggur- anggur koleksi mereka. Dulu Tn Choi adalah penggemar anggur. Ia mengoleksi anggur- anggur dengan kualitas terbaik di dalam gudang itu. Kegemarannya itu menurun pada Seunghyun.

Seunghyun berdiri di depan rak untuk memilih anggur kesukaannya. Ia mendengar suara seseorang membuka pintu dan menuruni tangga menuju ruangan tersebut. Ia pun menoleh ke belakang dan mendapati Yoojin berjalan ke arahnya.

“Kenapa kau kemari?”tanya Seunghyun dingin.

“Ada yang ingin kubicarakan denganmu oppa.”

“Tak ada lagi yang perlu dibicarakan.”

Seunghyun berjalan melewati Yoojin menuju tangga untuk keluar. Namun sebelum kakinya menaiki anak tangga pertama, Yoojin memeluknya dari belakang. Sambil bersandar pada punggung Seunghyun, Yoojin membisikkan sesuatu.

“I’m sorry. Bisakah kita mulai dari awal lagi? Aku masih mencintai oppa seperti dulu.”

Seunghyun melepaskan lengan Yoojin dari pinggangnya. Lalu berbalik menghadap gadis itu. Menatapnya dengan tatapan dingin.

“Apa kau akan memungut kembali barang yang sudah kau buang?”

“Jika barang itu sangat berharga.” Jawab Yoojin mantap.

“Tapi aku bukan sebuah barang. Aku seorang pria yang punya perasaan. Aku bisa merasakan sakit saat kau menyuruhku meninggalkanmu waktu itu.”

“Tapi oppa juga tahu alasanku saat itu kan?”

“Tentu saja. Aku masih ingat dengan sangat jelas. Kau bilang ingin berkonsentrasi pada kuliah dan karirmu di kedokteran, dan hubungan kita harus berakhir karena kau pikir akan mengganggu jalanmu. Asal kau tahu, saat itu juga aku harus mengejar gelar master dan membantu ayahku mengurus perusahaan kami, tapi aku tak pernah menganggapmu sebagai pengganggu. Aku mencintaimu. Dulu. Sebelum aku sadar kalau kau hanya seorang wanita yang mementingkan diri dan ambisimu saja.”

“Semua yang oppa katakan itu benar. Tapi itu dulu. Aku sudah berubah.”

“ Tapi itu tidak akan merubah apapun. Kita sudah berakhir Kim Yoojin.”

Seunghyun berlalu saja meninggalkan Yoojin yang terpaku menatap punggungnya yang perlahan menghilang di balik pintu gudang.

***

“Are You ok?”

“Not so bad.”

Siwon menghampiri Yoojin yang sedang duduk sendiri di bangku taman dekat gudang anggur. Siwon mencarinya karena Yoojin tak kembali setelah meminta izin menyusul Seunghyun ke gudang anggur.

“Sedikit anggur mungkin bisa membantu.” Siwon menawarkan segelas wine kepada Yoojin.

“Thanks.”

Yoojin menerimanya lalu mendentingkan gelasnya dengan milik Siwon. Mereka meminum gelas masing- masing sambil menerawang ke depan. Di hadapan mereka adalah sebuah danau yang cukup tenang.

“Sepertinya hubunganmu dan hyeong tidak berjalan baik.”

“Lebih buruk dari itu. Dia bilang kami sudah berakhir.”

“So, kau sedang patah hati sekarang?”

“Kau meledekku?”

Yoojin memukul pundak Siwon.

“Aww, kenapa kau selalu bersikap kasar padaku? Pantas saja hyeong tidak suka padamu.”Siwon menjerit kesakitan dan protes pada Yoojin.

“What? Sekali lagi kau meledekku, aku bersumpah akan menyiksamu Mr Choi.”

“Owh, menakutkan sekali.”

Siwon membuat mimik wajahnya seperti anak kecil yang ketakutan setelah diancam ibunya. Tentu saja itu terlihat lucu. Yoojin pun tertawa terbahak- bahak dibuatnya.

***

 

Hari berganti bulan, dan bulan berganti tahun. Siwon dan Yoojin benar- benar menjadi teman dekat. Semakin lama intensitas kedekatan mereka semakin bertambah. Siwon benar- benar menjadi sahabat yang baik untuk Yoojin, begitu juga sebaliknya. Mereka sering pergi berdua untuk makan, jalan- jalan atau nonton. Seperti malam itu, Siwon dan Yoojin baru saja keluar dari bioskop. Mereka berjalan menuju stasiun kereta bawah tanah sambil memakan sisa popcorn yang belum habis.

“Aku heran padamu, kenapa setiap kali kita pergi kau selalu mengajakku naik subway. Padahal, puluhan mobil mewah terparkir di garasi rumahmu. Aku tidak pernah melihatmu mengendarai salah satu dari mereka.”ujar Yoojin di tengah perjalanan mereka sambil mengunyah popcornnya.

Siwon terkekeh.”Entahlah, aku lebih suka naik kendaraan umum dari pada membawa mobil sendiri.”

“Kasihan sekali wanita yang jadi pacarmu. Percuma saja memacari pewaris Choi Group yang kaya raya tapi setiap kencan hanya diajak naik subway.”

“Kau sendiri tidak pernah menolak setiap ku ajak naik subway.”

“Karena aku ini teman yang pengertian.”

“Hanya teman? Kau tidak pernah sekalipun suka padaku Yoojin-ah?”

Siwon menatap Yoojin dengan mata elangnya. Wajah Yoojin tiba- tiba memerah. Jantungnya berdebar tak teratur mendengar pertanyaan Siwon. Siwon masih menatapnya intensif.

“I love you Kim Yoojin. Sarangahae.”

Sekali lagi Yoojin dikagetkan oleh pernyataan Siwon yang tiba- tiba.

“W—what you s—say? You—love—me ? ” Yoojin masih menatap Siwon tak percaya. Siwon mengangguk. Masih menatap mata Yoojin dalam- dalam. Namun tiba- tiba,

“bwa ha ha ha” Siwon tertawa terbahak- bahak. Yoojin jadi semakin bingung.

“Kau percaya pada ucap—mmph ha ha ha”

“Hey, you kidding me?”

“Sure. And I like your expression.”

“You think that’s funny. I hate you Choi Siwon.”

Yoojin marah dan berjalan dengan cepat meninggalkan Siwon. Siwon tidak mengerti kenapa Yoojin jadi tersinggung dengan candaannya.

“Wait, Yoojin-ah. I’m sorry,,,” Siwon mengejar Yoojin dan berhasil menghentikan gadis itu. Siwon melihat gadis itu buru- buru mengusap air matanya.

“Kau menangis? Aku minta maaf. Aku tidak bermak—“

“I love you! Saranghaeyo Choi Siwon.”

Yoojin memotong permintaan maaf Siwon dengan pernyataan cintanya. Sekarang keadaan berbalik menjadi Siwon yang terkejut.

“Kau menghiburku saat aku patah hati dan selalu bilang padaku untuk move on. Aku melakukannya. Sayangnya, pria yang bisa membuatku melupakan hyeongmu adalah kau sendiri. Tidak tahu sejak kapan. Tapi aku benar- benar jatuh cinta padamu.”

Cup!

Yoojin mencium pipi Siwon. Kemudian berjalan mendahului Siwon yang masih terpaku di tempatnya sambil memegang pipinya yang baru saja dicium oleh Yoojin. Pernyataan panjang Yoojin benar- benar mengejutkannya. Tidak pernah sekalipun terpikir dalam benaknya kalau Yoojin mencintainya. Menjadikan dirinya pengganti Seunghyun di hati Yoojin.

“Aww, HELP!!!” Siwon mendengar teriakan Yoojin. Ia segera berlari mengejar Yojin yang sudah berbelok.

“Jangan berteriak. Serahkan barang- barangmu!”

Yoojin tengah ditodong oleh dua orang preman. Salah satu dari mereka memegang pistol yang diarahkan padanya. Yang lainnya merebut tas tangannya dan mengeluarkan isi tas itu mencari dompet, handphone dan barang berharga lainnya. Yoojin ketakutan.

“Lepaskan dia!”

“Jangan coba- coba sok jagoan tuan, kalau tidak mau aku mengeluarkan isi kepalanya.” Kini preman yang memegang pistol membelenggu Yoojin sambil menodongkan pistol itu ke kepalanya.

“S—Siwon,help—me.”lirih Yoojin.

“Tenanglah Yoojin. Kalau kalian berani, lawan aku. Jangan mengancam seorang gadis.”

“Kau menantangku?” Preman yang tadi mengambil isi tas Yoojin maju menyerang Siwon. Dia melayangkan tinju yang berhasil dihindari Siwon. Dia mencoba memukul lagi, Siwon berhasil menghindar lagi.

“Sekarang giliranku, Big boy”

Siwon menyerang dengan memberikan pukulan pada rahang preman itu, kemudian menendang perut dengan siku kakinya. Preman itu memekik kesakitan. Ia terduduk di tanah. Temannya yang tadi memegangi Yoojin menjadi emosi melihat temannya babak belur.

“Jangan bergerak!” preman itu menodongkan pistolnya ke arah Siwon.

Siwon mengangkat tangannya.”Aku tidak akan berbuat apa- apa. Tapi lepaskan gadis itu.”

“Siwon, di belakangmu!”

Preman yang tadi terkulai sudah bangun kembali untuk menyerang Siwon. Mau tidak mau Siwon harus menghadapi penjahat itu lagi. Preman yang memegangi Yoojin sedikit lengah saat menyaksikan pertarungan Siwon dan temannya. Hal itu dimanfaatkan Yoojin untuk lolos darinya. Yoojin menginjak kaki preman itu dengan hak sepatunya. Alhasil preman itu kesakitan dan melonggarkan pegangannya. Yoojin terlepas dan berpindah ke sisi yang dekat dengan Siwon. Preman yang memegang pistol menjadi semakin emosi. Tidak mau berpikir panjang, ia mengarahkan pistolnya pada Siwon yang dalam posisi membelakanginya masih menghajar temannya.

Yoojin yang melihat hal itu segera menjadikan tubuhnya sebagai tameng.

DOR!!!

Siwon berbalik saat mendengar suara tembakan.

“YOOJIN!!!”

Tepat saat itu hujan tiba- tiba turun. Darah Yoojin segar Yoojin mengalir ke tanah bercampur air hujan. Siwon menatapnya histeris. Ia memegangi perut Yoojin yang terus mengalirkan darah.

“Yoojin, bertahanlah. HELP!!!”

Polisi yang sedang berpatroli datang karena mendengar suara tembakan dan teriakan Siwon.Sedangkan kedua preman yang menjambret Yoojin sudah kabur sejak mendengar sirine polisi mendekat ke tempat itu.

***

Hening, hanya suara gemuruh dan hujan deras yang terdengar di luar rumah sakit. Di depan ruangan Yoojin, Siwon masih menatap darah yoojin di telapak tangannya. Tertembaknya Yoojin membuatnya sangat syok. Pasalnya saat itu Yoojin berniat menyelamatkan dirinya. Kalau saja ia tidak melawan preman yang menodong Yoojin dan membiarkan mereka, mungkin hal ini tidak akan terjadi.

“Wonnie-ya” Ny. Choi datang bersama Seunghyun.

“Are You ok dear?” Ny. Choi memeluk Siwon penuh kekhawatiran.

“Yoojin—dia tertembak,,,semua karena salahku Eomma.”

“Ani. Jangan berpikir seperti itu. Semuanya kecelakaan.”

“Eomma benar, Wonnie. Semuanya pasti akan baik- baik saja.”

Ny. Choi membersihkan darah di tangan Siwon dengan sapu tangannya. Ia prihatin melihat keadaan anaknya yang berantakan dengan baju basah dan berlumuran darah. Seunghyun melihat Yoojin yang masih koma setelah operasi lewat kaca di pintu ruangannya. Dokter belum mengizinkan Yoojin untuk dijenguk siapapun. Mereka lebih banyak diam sambil menunggu orang tua Yoojin yang sedang menemui dokter yang menangani Yoojin. Setelah kedua orang tua Yoojin muncul dengan wajah frustasi, Ny. Choi, Seunghyun dan Siwon melihat mereka dengan tatapan penasaran.

“Apa yang dikatakan dokter tentang Yoojin? Dia baik- baik saja kan?” Tanya Ny Choi kepada orang tua Yoojin. Tak ada jawaban. Ayah Yoojin menunduk, sedangkan ibunya malah menangis dan memeluk Ny. Choi.

“Dia,,,hiks,,,hiks,,,hiks,,,”

“Dia kenapa Mrs Kim? Yoojin baik- baik saja kan?”

“Dokter bilang, Yoojin tidak akan bisa punya anak. Rahimnya harus diangkat karena pelurunya menembus dan melukai rahimnya.”

Ny Choi, Siwon dan Seunghyun membulatkan mata mereka mendengar jawaban Mr Kim. Sedangkan Ny Kim masih menangis di pelukan Ny Choi.

“Dia tidak akan bisa menikah,,, hiks, hiks, hiks,,, Tak ada keluarga yang mau menerima menantu yang tidak bisa punya anak hiks,,,hiks,,,hiks”

Keheningan tercipta lagi di ruangan itu. Hanya suara isakan Mrs Kim yang masih terdengar.

“Aku yang akan menikahi Yoojin.”

Semua mata kini mengarah kepada Siwon.

“Wonnie,,,” Ny Choi menatap Siwon memastikan keputusannya.

“Aku serius. Aku menyayangi Yoojin, eomma. Mr and Mrs Kim, aku janji akan menjaga Yoojin dengan baik. Percayalah padaku. Dan aku harap, kalian tidak memberitahu Yoojin tentang keadaannya.”

Semua diam. Mencerna perkataan Siwon. Mr Kim melihat kesungguhan Siwon saat mengucapkan keinginannya. Sejauh yang Mr Kim tahu, Siwon adalah pria yang baik dan berasal dari keluarga terhormat. Ia dekat dengan Yoojin dan Mr Kim yakin Siwon bisa dipercaya untuk menjaga dan mencintai putrinya.

“Baiklah. Aku setuju dengan keinginanmu Siwon. Tapi kita harus menunggu Yoojin sembuh dulu dan bertanya apakah dia setuju atau tidak. Dan seperti yang kau bilang tadi, kita tidak akan menceritakan pada Yoojin tentang keadaannya.”

***

Praaank!!!

“Omo, nona. Anda tidak apa- apa?” Han ahjumma yang sedang menyapu lantai memekik kaget saat mendengar gelas pecah di dapur saat Tiffany sedang mengambil air minum. Sejak pulang dari Amerika dua tahun lalu, Tiffany tinggal di rumah atas perintah ayahnya agar Tiffany tidak kesepian dan larut dalam kesedihan setelah kehilangan Siwon dan calon bayi mereka.

“Gwaenchana Ahjumma. Aku hanya lengah saat mengambil gelas.”

“Kalau begitu biar ahjumma bereskan.”

“Ne.”

Tiffany membiarkan Han ahjumma membereskan pecahan gelas yang berserakan di lantai dapur. Keinginannya untuk minum jadi hilang setelah jatuhnya gelas itu. Perasaannya mendadak tidak enak. Ia memegang dada kirinya yang bergetar.

“Rasanya seperti malam itu. Malam saat oppa tidak datang ke restoran.” lirihnya pelan.

‘Aku yakin Siwon oppa masih hidup. Aku masih merasakan keberadaannya. Dan aku yakin dia akan kembali. Aku menunggumu oppa. Kembalilah,,,’

 

 

TBC…!!!

Anneyong,,,

Sebelumnya aku mau berterima kasih pada reader yang masih setia menunggu ff ini.

Gamshamidha!!!

Part ini merupakan part flashback terakhir. Jadi untuk part 7 nanti, yang kemungkinan ending dari ff ini, timingnya akan kembali pada adegan Siwon diculik dan disiksa lagi oleh Jun Bro.(Pada ngerti kan?!)

Apa yang terjadi setelah itu, apakah Siwon akan kembali terbunuh? Bagaimana dengan Tiffany?

Kalau ada yang mau kasih ide buat endingnya, tulis aja di akhir komentar. Ide yang paling bagus dan menarik mungkin bisa jadi inspirasi buat endingnya nanti,,,

Thanks all and See U,,, J

Ps: Sequel Sorry I Love You Oppa setelah ff ini selesai. Keep waiting.

106 thoughts on “Rain Part 6 [Second Life]

  1. hiks hiks hiks beneran deh min ditempatku ini lagi hujan dari pagi sampai sekarang gak berhenti nah pas banget kan baca ff rain part 6 ini, dan feel nya beneran dapet banget !! feel sedih nya itu loh bikin sakit plus nyesekin hati TT_____TT
    duh siwon oppa ingat ada fany unnie yg selalu setia nungguin oppa,, masa nikahnya sama cewe lain sih ! pokok nya siwon oppa sama fany unnie harus bersatu :’)
    ff rain favorit aku ngak kerasa aja nih udah end,, tinggal baca ending part nya😥
    gomawo utk admin yg udah nulis ff sebagus ini sampai buat aku jatuh cinta sama ff rain ini #lebay dan utk admin yg ngepost ff rain ^^ #bow
    SiFany Island DAEBAK !!! ^^

  2. Ahh Sadness… kenapa harus Tiffany eonni?? Kenapa bukan yang lain?? Jadi memang dari choi’s family ga ada yang tau kalo Siwon oppa pernah jadi namjachingu Tiffany eonni😯😦
    Kasian Tiffany eonni*hurt*😢😢😢
    Fany eonni harus kehilangan Babynya dan Siwon oppa😢😢😢😣😣
    Gabisaa bayangin oke part terakhir next
    Next next nest

  3. Takdir yg pedih bg sifany. sisi lain fany sedih hrs pisah n kehlngn janinny. sisi siwon dia memulai hdp yg br tp siwon hlg ingatn bertemu dgn org yg br n dkt kmbli dgn klrgny.
    Klo th crtny sprti ini mbwt siap aj akn terharu th kisah cinta sifany…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s