(Freelance) 99 Days Part 3

siwon04-vert

Author : 909maknae

Trans by: @IGotTiffany

Cast : Hwang Tiffany & Choi Siwon

Genre: Romance

Rating: PG-15

Disclaimer:

All casts belong to their God, parents, and their self. I just borrow their name and character to support my story. Don’t copy this fan fiction without permission.

***

 

“5, 6, 7, 8” Girls’ Generation sedang melakukan rutinitas mereka yaitu berlatih di ruangan latihan mereka sendiri di Gedung SM. Siwon sedang berjalan-jalan saat mereka istirahat latihan juga, ia sangat berharap bisa bertemu Tiffany disana. Dia turun untuk memeriksa ruang latihan SNSD dan matanya terpaku pada gadis yang duduk di samping Taeyeon di depan AC. Dia ingin menghampirinya tapi Siwon tidak tahu bagaimana cara menghadapi member SNSD yang lain, karna salah satu perjanjian mereka ialah tidak boleh memberitahu siapa pun tentang perjanjian kontrak mereka, Siwon berpikir dengan cepat dan memulai mengekit pesan.

 

“Apakah Kau sedang istirahat? Aku ada di luar… ”

 

Tiffany sedang berbicara dengan Taeyeon tentang kesibukan jadwal mereka beberapa hari kedepan ketika handphone yang ia pegang bergetar. Dia membukanya dan menemukan pesan dari salah satu oppanya. Setelah membacanya, dia berdiri dan mengatakan pada Taeyeon bahwa ia ingin mencari udara segar diluar. Dia membuka pintu dan menemukan Siwon duduk di salah satu anak tangga.

 

“Kupikir kau tidak membaca pesan Ku!” Siwon menghela napas lega ketika ia melihat Tiffany yang berkeringat keluar dari ruangan.

 

“Kenapa kau tidak masuk saja?” Tanya Tiffany. Dia langsung to the point bebicara pada Siwon, Siwon bisa saja dengan santai mengunjungi mereka seolah menjadi Sunbae yang baik di depan para member SNSD tapi Siwon memilih untuk tidak melakukannya.

 

“Apakah Kau gila, bagaimana jika mereka tahu tentang kita?” Tanya Siwon dengan menaikkan alis. Tiffany hanya mengangkat bahunya.

 

“kita tidak akan membicarakan tentang waktu kencan kita yang sedikit. Akan jauh lebih nyaman jika berbicara di dalam sana, dari pada, eh, di sini?” kata Tiffany, Tiffany mengatur sedikit volume suaranya, tapi ia tahu sudah terlambat. Member Soshi pasti mencurigai sesuatu jika Tiffany kembali ke ruangan latihan dengan Siwon di sampingnya.

 

“Sebenarnya kita.” Siwon mengatakan dengan nada yang sedikit berbisik.

 

“Apa?!” Tiffany menyilangkan tangannya didepan dada dan menatap langsung pada mata Siwon. Siwon merasa tidak nyaman ia menggeser pandangannya ke arah jendela mengumpulkan kembali kepercayaan dirinya dan mulai berbicara lagi.

 

“Aku-uh, aku berencana untuk mengajakmu keluar, um, minggu depan. Jika, jika Kau tidak punya jadwal tentu saja.” Dia menyentuh tengkuk dengan tangan kanannya menahan rasa malu dan ia harus bisa menahan agar mukanya tidak memerah

 

“Dimana?”

 

“Um, apakah memungkinkan jika kita bisa pergi ke luar kota seperti, uh, mengunjungi pantai mungkin? Um, eh, jika para member SNSD yang lain menijinkanmu, ataukah perlu Aku meminta izin terlebih dahulu dengan mereka? “Itu saja, Siwon akhirnya mengajaknya keluar tapi ia cukup berani dengan meminta izin kepada ke delapan member SNSD yang lain.

 

“Kau benar-benar akan meminta izin kapada delapan member lainnya untuk membawa Aku keluar? Apakah Kau serius? Apakahkah Kau tahu apa masalah yang mungkin akan Kau buat? ” Tiffany berbicara dengan mata yang melebar, dan Siwon hanya menggenglengkan kepala dengan polosnya.

 

“Baiklah, aku akan pergi. Aku akan berdandan untuk itu.” Tiffany berkata dan Siwon hanya tersenyum.

 

“Benarkah?? Oke, tapi um, tidak apa-apa untuk Mu jika Aku yang akan menyetir? Maksudku. Lebih baik menggunakan satu mobil saja, Aku tidak ingin Kau mengemudi sendiri jika harus menempu perjalanan yang jauh “Dia menawarkan diri untuk menyetir dan menunjukan sikap sopan kepada wanita.

 

“Um, baiklah, aku hanya akan menyetir sampai rumahmu, dan meninggalkan mobilku disana. sepakat? ”

 

“baiklah, sepakat.” Siwon menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan, Tiffany meraihnya dan mulai memutar tangannya didalam dan tangan Siwon ikut terputar sementara tangan mereka masih terjalin.

 

“Apa itu?” Siwon penasaran dengan tindakan yang Tiffany buat.

 

“Jabat tangan rahasia. Ini apa yang para teman atau Sahabat lakukan. Maksudku, kita belum benar-benar bersahabat tapi karena kita akan keluar sesering mungkin ada baiknya juga jika kita memiliki sebuah jabat tangan rahasia.

 

“Tiffany melakukannya lagi perlahan-lahan, langkah demi langkah sehingga Siwon bisa mengingatnya. Entah bagaimana, Siwon merasa diabaikan ketika ia mendengar tentang kata “teman”, dia tidak benar-benar yakin tapi faktanya setiap kali ia teringat kata itu, ia merasa hatinya mulai sakit.

 

 

* Buzz *

 

Bell Rumah Siwon berbunyi itu berarti ada orang yang sedang menunggu di luar. Itu adalah Hari Selasa yang cerah dan indah. bukan benar-benar waktu yang ideal untuk keluar bersama dan bermain karena hari itu berada tengah-tengah minggu tapi Siwon berpikir itu adalah hari yang baik, baik karena tenangnya lalu lintas dan kurang orang yang mungkin bisa melihat mereka bersama-sama. Dia meminjam perlengkapan pantai milik Ayahnya pada hari itu, ia berkata kepada Ayahnya bahwa ia ingin mengajaknya ke pantai sebagai ucapan terima kasih karna telah makan malam dengan keluarganya minggu lalu.

 

“Aku Datang!” Ia benar-benar berjalan dengan semua perlengkapannya yang di simpan di dalam sebuah tas olahraga. Siwon mempercepat langkahnya, memeriksa segalahnya dan meraih kunci yang tergeletak di dalam mangkuk keramik dekat pintu. Dia menarik napas dalam sebelum membuka pintu rumahnya itu. Begitu ia menekan tombol untuk membuka pintu, ia melihat mata yang berkilauan dan wajah polos. Dia seperti boneka yang hanya mengenakan Tank top pink dan denim pendek, sangat berbeda dari pakaian feminin yang Siwon biasa liat.

 

“Um, mari kita pergi?” Siwon mengunci pintu dan berjalan dengan Tiffany ke tempat parkir. Dia menyadari mata Tiffany tampak lelah dan dia tidak seceria biasanya. Siwon pikir dia lelah dari jadwal syuting kemarin dan ia menyesali karna ia memintanya bertemu begitu pagi. Tiffany  ingin duduk di kursi di samping pengemudi tapi Siwon menghentikannya. Sebaliknya, pemuda  itu membuka pintu kursi belakang mobilnya dan menganggukan kepalanya untuk Tiffany masuk

 

“Duduk disini saja, tidak apa-apa, mata Mu mengakatakn kau tidak punya banyak istirahat. Duduk di sini sehingga Kau dapat tidur dengan nyaman. ” Tiffany tidak yakin tapi Siwon tersenyum  begitu hangat. Dia tidak punya pilihan lain selain mengikutinya sehingga ia duduk kembali dan menyaksikan Siwon mengamankan dirinya di kursi pengemudi.

 

“Aku akan membangunkan Mu ketika kita sampai di sana, jangan khawatir.” Dia melihat Tiffany melalui kaca spion dan menyalakan mesin mobil. Dia menginjak gas untuk bergegas pergi tapi ia mengingat sesutau. Siwon turun dari mobilnya dan membuka bagasi untuk mencari sesuatu di tasnya.

 

“Um ini. Maaf jika Aku tidak memiliki selimut di mobil ini, tapi Kau bisa menggunakan ini untuk sementara waktu. “Siwon memberikan jaketnya untuk Tiffany agar dia bisa meringkuk dan tidur tanpa khawatir dengan dingin. Tiffany menatapnya penuh rasa ingin tahu, ‘apakah ini benar-benar perasaan ketika Kau sedang berkencan dengan seseorang? Seseorang yang benar-benar peduli dengan Mu? ” Dia menepis pikirannya dan membaringkan dirinya sementara oppa nya melaju ke tujuan mereka.

 

 

Mata Tiffany terbuka dan hal pertama yang dia lihat adalah jalan tol yang panjang. Siwon merasa terjaga dan berbalik untuk melihat apakah dia baik-baik saja, ia melihat Tiffany masih berbaring tapi dengan mata terbuka.

“Hei, kau sudah bangun. Kita hampir sampai. Apakah tidur Mu nyenyak? “Tanya Siwon, Tiffany melonjak dan bersandar di bahu kursi pengemudi Siwon. Dia melihatnya dengan mata penuh harap tapi Siwon hanya menatap jalan didepan.

 

“Aku lapar.” Dia berkata dengan suara serak sebelum berbalik kembali bersandar di kursi belakang. Siwon tertawa mendengar itu. Ini pertama kalinya ia mendengar Tiffany mengatakan sesuatu seperti itu.

 

“Kita hampir sampai, aku akan memasak untuk Mu jangan khawatir.” Dia berkata dengan penuh keyakinan seolah-olah ia mencoba untuk mengesankan Tiffany dengan keterampilan yang tidak Tiffany ketahui, tapi Tiffany hanya bersandar di kursi dan memeriksa pesan di Handphonya.

 

Tak lama kemudian mereka tiba di tempat tujuan mereka. Bukanlah tempat yang mewah, tapi tempat itu sangat nyaman dengan angin sepoi-sepoi dari pantai yang menyentuh kulit mereka. Siwon mengambil barang-barang mereka dan memberi Tiffany kunci rumah biru kecil yang nyaman yang berada di depan pantai itu. Siwon mengatakan pada Tiffany untuk berjalan-jalan saja dulu di pantai atau mengelilingi rumah biru itu dan melihat isinya sementara ia memasak..

 

Setelah melihat-lihat rumah biru itu sedikit, Tiffany duduk sendiri di kursi dan menyandarkan kepalanya di meja dapur. Dia masih tidak punya tenaga untuk berbicara dengan Siwon atau bahkan mengatakan bahwa dia tidak benar-benar dalam mood yang bagus sekarang. Siwon sedang mempersiapkan sepiring pancake strawberry untuk Tiffany ketika ia berbalik dan melihat dia merosot di meja dapur.

 

“Ah Tiffany mungkin sedang berakting.” Dia meletakkan sepiring pancake strawberry di depannya dan Tiffany duduk dengan tegak.

 

“Seohyun mengatakan kau menyukai ini, sebelum kita kesini.” Siwon tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.

 

“Kau cukup pintar dengan bertanya pada maknae, pasti dia tidak akan bilang ini pada siapa-siapa.” Tiffany memuji keterampilan menyelidiki yang Siwon miliki. Dia merasa sedikit lebih baik mengetahui ada seseorang ingin membuatnya bahagia. Siwon menarik kursi untuk duduk di samping Tiffany yang masih menatap sepiring pancake untuknya. Siwon merasa sedih dan berpikir mungkin Tiffany tidak menyukai apa yang dia buat untuk dirinya.

 

“Kenapa? Kau tidak suka dengan apa yang Ku buatkan untuk Mu? “Tanya Siwon tapi, yang lebih mengejutkan nya, Tiffany merebahkan kepala di bahunya. Dia tidak bisa bergerak atau berbicara dan ia hanya ingin merasakan saat bersamanya.

 

“Aku hanya lelah oppa, aku minta maaf jika aku mengecewakanmu.” Dia bergumam sambil terus mengistirahat kepalanya di bahu lebar Siwon.

 

“Tidak apa-apa. Tapi berjanjilah Kau haru memakannya, oke? Aku takut kau tidak cukup mendapatkan makanan jika Kau tetap seperti. “Siwon mengambil garpu dan memotong pancake itu kemudian menyuapinya ke Tiffany.

 

“Ayolah, setidaknya coba sedikit apa yang telah Oppa buat untuk Mu. Hah? Aku tahu kau lelah tapi melewatkan makan tidak akan membantu Mu lebih baik.” Tiffany mengambil garpu itu dan mengunyah pancake yang Siwon buat untuknya. Dia merasa bersalah dan membenci dirinya karna telah membebani Siwon dengan kelelahannya. Siwon terus mengulangi itu memotong pancake untuk Tiffany yang masih bersandar dipundak Siwon.

 

“baiklah, ini sudah selesai!” Tiffany memperlihatkan piringnya yang telah kosong, duduk dengan bangga menunjukkannya pada Siwon dia telah menghabiskan Pancakenya dengan tanpa tersisa., Siwon menanggapi sifat kekanak-kanakan Tiffany dengan mengacak-acak rambutnya.

 

“Itu baru gadisku.”

 

Dia merasa ini waktu yang tepat untuk lebih dekat dengan Tiffany dan mencium keningnya. Sebuah sengatan listrik mengalir di tubuh Tiffany ketika dia merasakan bibir Siwon menyentuh dahinya. sesuatu yang manis yang hanya “pasangan” yang akan melakukannya tetapi mengapa dia tidak bereaksi ketika Siwon melakukannya.

 

Di sisi lain, Pemuda itu merasa telah salah dengan tindakannya. Dia turun dari kursi seolah-olah tidak terjadi apa-apa meninggalkan Tiffany dengan berbagai pikiran dikepalanya.

 

“Aku akan kembali dalam satu menit, mari kita berjalan-jalan, okay?” Siwon naik ke lantai atas untuk mengganti baju dan Tiffany hanya duduk diam di sana berpikir tentang apa yang oppanya lakukan beberapa saat yang lalu.

 

 

Siwon turun dari lantai atas dengan pakaian yang jauh lebih nyaman, ia mengenakan kemeja polos abu-abu dan celana pendek, dan ia mengganti sepatu menjadi sendal dan mengubah gaya rambutnya menjadi sedikit lebih santai. Tiffany meringkuk di sofa menunggu dia selesai.

 

“Mari kita pergi?”

 

Siwon menyambar jaketnya dan Tiffany berdiri merapikan sedikit tampilan dirinya. Siwon memberi isyarat tangannya di depan Tiffany, memintanya untuk meraihnya tapi Tiffany memberinya tatapan kosong, bertanya-tanya apa yang sebenarnya Siwon coba lakukan. Melihat wajah ragu Tiffany, Siwon meraih tangan Tiffany dan mereka keluar dari rumah pantai. Gadis itu menatap tangan mereka yang terjalin, dan perasaan aneh itu hadir lagi.

 

Mereka berjalan di sekitar garis pantai, bertelanjang kaki dan angin laut menenangkan mereka berdua. Siwon menawarkan diri untuk membawa sepatu Tiffany sementara mereka berjalan di sepanjang pantai, mereka berhenti di bagian tengah dari garis pantai, cukup untuk merasakan gelombang kecil di kaki mereka. Mereka berdua duduk kembali dan menyaksikan pemandangan damai dari laut.

 

“Oppa, mari kita bermain game!” Tiffany berkata, memecah kesunyian diantara mereka. Siwon terkejut karena tadi Tiffany begitu diam dan tenang saat mereka berjalan.

 

“Hm? Game? Permainannya bagaimana? “Siwon menunjukkan minatnya atas saran kecil Tiffany.

 

“Truth or Dare!” kata Tiffany

 

“Oh, tidak. Tidak, aku tidak akan bermain game itu! “semangat Siwon untuk bermain game tiba-tiba hilang setelah mendengar permainan yang akan mereka mainkan. Siwon tidak suka jenis permainan ini, ini akan menyebabkan orang yang kalah akan mengakui atau melakukan sesuatu diluar kehendak orang tersebut.

 

“Kenapa? Apa kau menyembunyikan sesuatu Oppa? Kau takut dengan game Truth or Dare? Itu hanya sebuah permainan” Tiffany tertawa karna secara tidak sengaja Siwon menujukkan sedikit kelemahannya didepan Tiffany.

 

“Hey bukan itu, aish!” Siwon menyangkal.

 

“Ayolah, Kau harus ikut main, atau aku akan memberitahu semua orang bahwa Kau takut dengan sebuah permainan game yang sederhana!” Tiffany mengancamnya sambil menggoda Siwon dengan menusuk pipi Siwon. Pemuda itu mulai jengkel dan terus menjauhkan tangan Tiffany.

 

“Baik, baik, jika hal itu yang bisa membuatmu berhenti.” Siwon merogoh sakunya dan mendapatkan sebuah koin.

 

“Aku akan melemparnya, bagian atas atau bagian bawah?” Tiffany mengambil koin itu dan Siwon memilih bagian atas

 

“Haha! Ini bagian bawah, dan itu berarti Aku akan meminta Mu untuk…., truth or dare? “Tiffany menjerit dengan sangat gembira karna memenangkan putaran pertama.

 

“Oke baik, Truth.” Siwon berbicara dengan suara sedikit kecewa.

 

“Siapa cinta pertamamu?” Tiffany menatap lurus ke mata Siwon, menunggunya untuk berbicara. Tak seorang pun tahu tentang kehidupan percinta Siwon selama masa pra-debutnya atau di masa puncak karirnya. Itu adalah hal yang paling ingin Tiffany ketahui.

 

“Cinta pertama Ku adalah Pacar pertama Ku. Dia juga sesama trainee, tapi kami tidak bisa menjalin hubungan jarak jauh itulah sebab utama kami putus.” Tiffany tidak tau mengapa tapi ia ingin tahu tentang ini lebih dari yang Siwon jelaskan.

 

“Haha! Kau menjelaskan begitu banyak, tetapi Kau bahkan tidak menyebukan namanya!” protes Tiffany. Dia tahu orang itu bahkan akrab dengan orang yang dibicarakan Siwon, Tiffany hanya ingin mendengar itu langsung dari Siwon

 

“Ah, anio. Aku tidak akan menyebutkan namanya. Kau bahkan pasti sudah tahu jawabannya. ​​”Siwon sedikit pelit untuk memberikan Tiffany jawaban yang lebih rinci dan Tiffany mencibir dengan mengerutkan kening dengan tingkah Siwon yang sok Pelit.

 

“Giliranku, truth or dare?” Siwon menatap Tiffany begitu dalam. Tiffany merasa terganggu oleh tatapan itu dan memilih mengalihkan perhatiannya ke sesuatu yang lain.

 

“truth.” Tiffany merasa gugup ketika ia mengatakan itu, ia tahu Siwon akan balas dendam padanya dan membuatnya mengungkapkan rahasianya.

 

“Ngomong-ngomong Tiffany, jika tidak ada Kontrak, dan aku mengajakmu keluar bersama, apakah Kau akan berkencan dengan Ku?

 

“Um, Kau memintaku untuk mengatakan yang sebenarnya, Tidak.” Tiffany berkata sambil menggigit bibirnya. Rahang Siwon turun karena ia mengharapkan jawaban yang lebih positif. Seketika ia merasa terpuruk dan terlalu percaya diri. Wajahnya berubah menjadi kosong, setelah mendengar Tiffany tidak tertarik padanya.

 

“Tapi Aku lebih suka berada dalam skandal kencan dengan Mu daripada dengan orang lain.” Tiffany mengatakan itu dengan malu-malu tapi itu membuat Siwon sangat bingung tentang apa yang Tiffany dipikirkannya sekarang.

 

“Apa maksud Mu dengan itu? Kau tidak ingin berkencan dengan Ku tetapi Kau lebih suka terlibat Skandal kencan dengan Ku? Tch, perempuan memang bisa sangat membingungkan. “Siwon mencengkeram pelipisnya dan menggeleng karena gadis yang berada disampingnya itu tidak bisa mengambil sebuah keputusan.

 

” tidak seperti itu Pabo!, maksudku jika tersebar rumor tentang skandal kencan kita Kau pasti bisa menanginanya sebagai pria sejati.” Tiffany mencoba untuk menjelaskan kepadanya Siwon tapi ia masih tidak begitu mengerti.

 

“Seperti apa?”

 

“Aku tahu kau akan menanyakan itu terlebih dahulu, dan Kau akan menghormati keputusan Ku untuk apa pun itu.” Kata Tiffany nada suaranya berubah menjadi lebih serius.

 

“setelah semua, aku tahu kau akan melindungiku. Dari kemarahan fans, media dan segala sesuatunya. Karena itulah bagaimana Aku memandangmu Siwon oppa, kau hebat, dan Kau tidak layak untuk berkencan dengan hanya seorang gadis seperti Aku.” Keheningan mengikuti pengakuan Tiffany, itu tidak mendekati dengan apa yang Siwon pikirkan. Dia berpikir bahwa Tiffany mungkin tidak menyukai dirinya tapi ini malah sebaliknya.

 

“Aku tidak tahu mengapa Kau menilai dirimu sendiri seperti itu tapi kau gadis yang baik Tiffany. Dan Aku berharap suatu hari nanti, Kau akan menemukan pria yang tepat untuk Mu, dan Aku meminta maaf karna terlalu memaksakanmu dengan hal ini. Tapi aku bersyukur karna Kau telah memberikan Ku sebuah kesempatan”

 

“Sebuah kesempatan untuk apa?” Tiffany penasaran dengan kata-kata terakhir yang Siwon katakan,   tapi pria itu menggelngkan kepalanya sebelum ia mengatakan sesuatu.

 

“Um, eh, kesempatan untuk tahu lebih banyak tentang mu. Maksudku, kita berteman tapi akan lebih bagus jika kita sering berbicara seperti ini sekali-kali. ” Siwon berhasil melarikan diri dari situasi yang sama sekali tidak ia pikirkan pikirkan. Tiffany tersenyum pada Siwon, mereka akan lebih akrab.

 

“Partners in crime!” Tiffany mengulurkan tangannya dan Siwon berhasil meraih itu, dan mereka melakukan apa yang Tiffany ajarkan kemarin yaitu, jabat tangan rahasia.

 

“Hei, Kau mungkin lupa! Sekarang giliranku lagi! “Tiffany protes saat melihat Siwon berdiri dan membersikah pasir di bagian belakang celananya. Siwon bingung karna menurutnya permainan sudah selesai.

 

“Truth or Dare?” Tanya Tiffany sambil mengikuti Siwon yang berdiri.

 

“Dare.” Siwon menatap lurus kearah Tiffany dan memberikan evil Smilenya.

 

“Oke. Aku menantang kau untuk mencukur bulu dibetis mu jika kita keluar dalam kencan selanjutnya . “Tiffany menantang dengan lengan disilangkan di depan dadanya.

 

“Apa kau gila?” Siwon berteriak keras dengan alisnya yang nyaris menyatu.

 

“Baik. akan menjadi lebih adil jika, Aku akan melakukan sesuatu yang berani juga.”Tiffany menantangnya kembali. Wajah Siwon berkerut ketika ia memikirkan ide yang bagus.

 

“Aku akan mencukur bulu di betis ku, jika Kau mau jalan keluar dengan ku bersama member Super Junior yang lain.” Siwon menantang dia. Tiffany menjawab dengan anggukan kecil itu adalah tawaran yang mudah.

 

“Oke, itu cukup mudah.”

 

“Oh ya? Mari kita lihat bagaimana Kau bisa mengatasinya jika member-memberku menanyakan kenapa kau bisa ikut!” Siwon memercikkan air ke arah Tiffany kemudian lari dengan cepat. Mereka seperti anak-anak kecil yang bermain dengan air dan menjadi basah tapi itu menyenangkan

 

“Aku benci Kau, aku bilang aku lelah hari ini tapi Kau membuatku berjalan sampai 1 mil jauhnya!” Tiffany menyikut Siwon yang membawa sepatu dan sandal mereka dan berjalan kembali ke rumah.

 

“Maafkan aku, haha, tapi kau senangkan?” Siwon berlari mendekat ke samping Tiffany.

 

“Ya. Aku tidak pernah bermain air seperti ini sebelumnya, tapi aku benar-benar lelah. “Siwon melihat Tiffany menggigil sedikit dan memeluk bahunya. Siwon melepas jaketnya yang setengah basah dan menutupi bahu Tiffany. Wanita itu merasa diperhatikan dengan baik, ini sesuatu yang baru baginya karena dia tahu Siwon adalah seorang pria yang sangat menghargai wanita, tetapi hal berikutnya yang Siwon lakukan sedikit melenceng dari apa yang ia pikirkan.

 

“naiklah.” Dia berlutut dan menunggu Tiffany untuk naik ke punggungnya.

 

“Apa?” Ia mencoba untuk mencari tahu apa yang Siwon lakukan.

 

“Aku memberimu tumpangan naik kuda-kudaan sampai rumah. Ayo kita pulang sebelum hari menjadi terlalu dingin. “Siwon menegurnya. Tiffany hanya mengikutinya kemudian dikalungkan lengan kecilnya di leher Siwon. Dia berdiri dan manahan paha Tiffany untuk bertumpu pada lengannya. Siwon dan Tiffany dalam keheningan saat mereka bersama berjalan pulang ke rumah, tidak ada yang berani untuk berbicara tentang apa yang terjadi. Moment ini hanya untuk mereka berdua.

 

 

112 thoughts on “(Freelance) 99 Days Part 3

  1. siwon oppa sama fany unnie masih malu” tuh ^-^
    depan aja kayak gak ada perasaan padahal diam” suka >.<
    hihi siwon oppa cukur bulu betis gimana tuh rasa nya ? ? terus fany unnie ketemuan sama SJ oppadeul yang lain pasti seru tuh😀
    mereka berduaan aja tuh pas liburan,, pasti romantis dan sweet pake BGT !! ^^
    coba aja beneran yang kayak gitu -,-
    gomawo admin udah translate ff yang manis cute ini dan gomawo juga admin yang udah ngepost ^^

  2. Ahhhh So sweet banget perlakuannya Siwon oppa ke Tiffany eonni🙂❤❤
    coba aja mereka ga pura pura…. wihhh gatau bakal se romantis apalagi kekeke😀
    Tiffany eonni sebenernya kenapa sihh ga jawab yang jujur aja…
    Siwon oppa and Tiffany eonni malu malu kucing😀
    Siwon oppa cukur bulu betisnya haha😀 ga kebayang sumpah haha😀
    Tiffany eonni pasti awkward lah kalau jalan bareng member SJ ya ga?? hehe🙂
    Saranghae Tiffany eonni❤❤❤
    Saranghae Siwon oppa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s