(Freelance) 99 Days Part 2

99 Days

siwon04-vert

Author : 909maknae

Trans by: @IGotTiffany

Cast : Hwang Tiffany & Choi Siwon

Genre: Romance

Rating: PG-15

Disclaimer:

All casts belong to their God, parents, and their self. I just borrow their name and character to support my story. Don’t copy this fan fiction without permission.

***

Jari-jari Siwon bermain pada meja kayu . Dia sesekali melirik keluar jendela dan berahli menatap handphonenya .

 

“Kenapa dia begitu lama ? ”

 

Ia sangat penasaran dan cemas akan kedatangan Tiffany, apa Tiffany akan datang? Atau tidak ? dan rencanya akan hancur., ia akan berdiri dan menelponya ketika sebuah mobil hitam parkir tidak jauh dari tempat ia menunggu Tiffany, pada kursi pengemudi turun seorang wanita cantik dengan Rambut yang terurai lurus dengan make up tipis dan hanya mengenakan pakaian casual. Dia benar-benar cantik bahkan dengan hanya dengan tampilan sederhana seperti itu. Siwon melebarkan pandangannya dan mencoba untuk menganalisis apa yang dia liat, mengapa dia bisa jadi seperti ini? . Matanya mengikuti setiap gerakan wanita itu sampai wanita itu masuk ke café

 

“Oppa! Apakah Kau baik-baik saja ?” Tiffany melambaikan tangan mungilnya didepan wajah Siwon yang menampilkan pandangan kosong seolah melamun. Pria itu tersadar dan merasa malu dengan sikapnya, kenapa dia bisa seperti ini?

 

” Oh , ya um. Uh , Silahkan duduk . uh , apa yang Kau inginkan? Apakah Kau sudah makan siang? Maaf jika aku mengganggumu, Aku eh . ” Siwon tergagap dan salah tingkah dalam menyampaikan setiap pertanyaan pada Tiffany.

Tiffany merasa itu lucu, Siwon bertingkah lucu dan Tiffany tau dengan pasti jika Siwon adalah pria yang baik

 

” Oppa aku baik-baik saja . Haha , kenapa kau gagap ? ” Dia bertanya, karena jelas ada sesuatu yang terjadi pada Siwon. Mata mereka saling berpandangan sebentar tapi kemudian Siwon menggeleng dan berdiri seketika.

 

“Aku akan mengambilkan mu beberapa makanan, dan kita akan mulai pembicaraan.” Ia berjalan ke counter tempat pemesanan makanan menghindari pandangan Tiffany yang bisa menghipnotisnya

 

***

Keduanya duduk dalam diam, mereka duduk berhadapan . Siwon sedang bermain dengan secangkir kopinya dan Tiffany hanya memandang keluar jendela, menunggu orang di depannya untuk mengatakan sesuatu. Tiba-tiba , Siwon mulai berbicara.

 

“Tiffany Aku memiliki sebuah permintaan pada Mu.” Siwon bersandar di atas meja dan mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat dengan Tiffany. Mungkin akan ada orang lain yang bisa mendengar percakapan mereka. Ia menghindari sebuah masalah baru, ia mengumpulkan kekuatannya untuk berbicara pada Tiffany

 

“Ada apa, oppa?” Suara Tiffany gemetar saat bertanya kembali.

 

“Apakah Kau , um , Kau mau berkencan denganku?”

 

“Apa? Oppa?! Mengapa Kau mengatakan itu?! ” nada bicaranyanya sedikit meninggi. itu adalah ide yang gila, sangat gila. Tiffany tidak tahu apa yang telah merasuki Siwon sehingga berpikir untuk menjadiaknya kekasih atau memiliki suatu hubungan. Itu adalah ide yang sangat gila.

 

Tiffany tidak tahu apa yang sudah Siwon pikirkan sehingga ingin mengajaknya berkencan,

 

“Fany-ah, tidak seperti itu, Aku Aku baru saja dijebak oleh ayahku. dan Aku butuh bantuan Mu.”Siwon berkata seperti sedang berbisik.

 

“Kenapa? Kenapa aku? ” Dari semua gadis yang Siwon kenal ada banyak yang lebih baik dari pada dirinya, dia berpikir. Dia tidak tahu dari mana pikiran Siwon ini berasal.

 

” Aku melihat tayangan Mu yang disiarkan tadi malam, Kau mengatakan Kau tertarik dengan berkencan atau memiliki hubungan. Dengar, Fany-ah , kau satu-satunya yang bisa membantu ku dan mengerti aku sekarang. Tolonglah?” Siwon hampir saja berlutut untuk mendengarkan kata “Ya” dari mulut Tiffany

 

” Mengapa kau begitu bersemangat tentang hal ini ?” Tiffany bertanya

 

“Ayahku memaksaku, dia berkata jika aku tidak berkencan dalam tiga bulan maka ia akan mengaturkanku sebuah perjodohan. Tiffany, Aku tidak ingin menikah dengan seseorang yang tidak Ku cintai!” Siwon mengungkapkan alasannya. Tiffany memikirkan argumen Siwon, dia juga seperti itu , dia tidak ingin berkencan seseorang yang dia tidak ia cintai.

 

“Dan aku? Mengapa aku harus berkencan dengan seseorang yang tidak ku cintai?! ” bentaknya kembali.

 

“Tolonglah, kau bilang kau ingin mencoba untuk berkencan jika diberi kesempatan , sekarang aku memberikan Mu satu kesempatan, kita tidak akan berkencan dengan normal seperti orang yang berkencan pada umumnya, hanya berteman. tolonglah tolong, tolong , tolonglah bantu aku.” Siwon memasang wajah yang penuh harap seperti mengemis dan menyedihkan.

 

“Oke, oke. Hentikan itu!. tapi kita membutuhkan sebuah perjanjian yang menguntungkan satu sama lain.” Tiffany berkata, sedikit lebih tenang dari sebelumnya.

 

” Tidak apa-apa. Aku punya pemikiranku juga, mungkin kita bisa membuat konsep perjanjian kita hari ini?” kemudian Siwon keluar café entah kemana dan kembali dengan Kertas dan Pulpen ditangannya. Dia tersenyum sendiri tapi Tiffany hanya mengangkat bahunya.

 

 

***

” Oke, jadi Perjanjian nomor satu dari Kau apa?” Pria itu itu bertanya dari seberang meja.

 

” Kau tidak boleh jatuh cinta pada Ku, tidak boleh ada cinta pada satu-sama lain tentu saja.” gadis itu berkata dengan tidak berkedip sekalipun. Siwon menatap gadis itu, sepertinya dia benar-benar serius dengan kata-katanya.

 

“Apa? Itu untuk kebaikan kita berdua, fans akan menjadi gila jika itu terjadi.” Dia beralasan saat mulai meneguk Frappuccinonya.

 

“Baiklah. Perjanjian nomor satu, Tidak boleh jatuh cinta satu sama lain.” Siwon menuliskan pada selembar kertas dengan rapi.

 

“Giliranku, Kau harus bersikap alami ketika Kau berada di depan orang tua Ku.” Siwon menggerakkan tangannya ke dagunya.

 

“Apa maksudmu dengan alami?” Tiffany kebingungan. Dia harus meneliti setiap detailnya sehingga dia tidak akan mendapatkan kerugian dari perjanjian ini.

 

“Um, jangan bertindak yang mencurigakan, kita tidak boleh membiarkan mereka tau tentang perjanjian ini.” Siwon menjelaskan sambil bersandar ke kursi kayu yang berada dibelakangnya.

 

“Oke. Aku mengerti.” Tiffany mengangkat jempolnya pertanda mengerti. Mood mereka berdua sedang dalam keaadan yang bagus untuk membicarakan tentang perjanjian mereka dan akhirnya…

 

Perjajian yang mereka sepakati:

  1. Jangan jatuh cinta dengan satu sama lainnya.
  2. Jangan bersikap mencurigakan.
  3. Jangan pernah bertemu ditempat umum
  4. Jangan pernah memberitahu siapa pun tentang perjanjian ini.
  5. Membawa mobil sendiri ketika berkencan diluar, tidak satu orangpun yang harus dijemput maupun diantar satu sama lain harus mengemudi sendiri kerumah masing-masing.
  6. Memberitahu tentang keberadaan satu-sama lain
  7. Kontrak ini akan berakhir setelah 99 hari.

 

” Mengapa kau tidak membuatnya menjadi 100? Mengapa cuman 99 ?” Tanya Tiffany penasaran

 

“Um hari ke-100 , kita harus melakukan sesuatu yang tidak ada dalam perjanjian. Jika Kau ingin aku akan memberikan hari itu untukmu, melakukan apapun yang kau maui. Secara teknis, hari ke 100 akan menjadi akhir dari Kencan kita.” Siwon menjelaskan dan Tiffany hanya mengangguk saja.

 

“Apakah ini sudah bagus?” Siwon memberi kertas itu pada Tiffany untuk memeriksanya lagi sebelum mereka menandatanganinya

 

“Kedengarannya adil bagiku.” Tiffany mengambil pulpen Siwon dan mulai bertanda tangan serta menulis namanya dengan aksen imut ala Tiffany. Siwon terkekeh melihatnya.

 

 

” Wow, terima kasih untuk tanda tangannya Tiffany- ssi. ” Siwon menggoda Tiffany, Tiffany hanya menunjukkan eyesmilenya atas lelucon Siwon. Sekarang giliran Siwon untuk Betanda tangan.

 

“Jadi kita sepakat?” Tanya Siwon dengan alis yang terangkat . Tiffany tertawa wajah Siwon mencoba meniru exspresi seseorang

 

“Sepakat.” Mereka berjabat tangan dan Siwon melipat kertas itu dan menyimpannya di dompetnya. Tiffany bergerak untuk keluar dari café ketika Siwon memanggilnya kembali dengan memegang lengannya.

 

“Tunggu!”

“Oh, uh . Maaf. Bisakah kita bertemu akhir pekan ini? Aku akan memperkenalkan Mu kepada orang tua Ku.” Siwon kikuk saat melihat tangannya memegang lengan Tiffany lalu dia kembali bertanya dengan sopan.

 

“Um, oke. Aku akan mengirimimu pesan tentang itu. dan um , hari pertamanya besokkan?” Tiffany menjawab dengan kepala tertunduk.

 

“Eh, ya. Terima kasih lagi Tiffany. Hati-hati mengemudi.” Siwon membukakan pintu café untuk Tiffany dan memperhatikannya sampai Tiffany naik ke mobilnya. Setelah itu Siwon masuk kembali ke dalam café dan melompat kesenangan, dia berteriak ‘ YES ! ‘ karena dia sudah punya cara menghindar dari perangkap perjodohan ayahnya.

 

____________________________________________________________________

Alarm handphonenya berdering pada 08:00 di pagi , Siwon membuka matanya dan ia merasa lebih baik pada hari ini. dia bangun dan langsung menuju kamar mandi pribadinya unruk menyegarkan diri, ketika ia ingat hari ini adalah pertama yang tercatat dalam kontrak perjanjiannya dengan Tiffany. dengan sikat gigi yang masih berada dalam mulutnya, ia keluar dari kamar mandi menyambar handphonenya dan mulai mengetik pesan.

 

“Good Morning ! Take care on your schedule today. Jangan terlalu memaksakan diri dalam bekerja :^)”

 

“Ini cukup ramah untuk hari pertama” dia berkata pada dirinya sendiri . Siwon tidak ingin menyeberangi batasan hanya teman untuk percintaan pada hari pertama mereka. Dia menekan tombol kirim dan malanjutkan aktivitas bersih-bersihnya. Dia baru saja selesai menyikat giginya ketika ia mendengar suara bip dari luar kamar mandi. Rasanya seperti sentakan listrik dan kegembiraan yang sangat menggebu untuk memeriksa pesan itu. ketika ia membukanya, hal ini menyebabkan dia tersenyum dengan menawan.

 

” Terima kasih oppa! Kau juga , Take care today , sampe bertemu nanti ^^ ”

 

Apakah itu normal untuknya merasa gamang ketika seorang gadis menunjukkan rasa sayangnya ? Dia bertanya pada dirinya sendiri , Siwon berpikir keras untuk ini ia dan Tiffany sudah sepakat. Tapi dia tidak boleh terpengaruh, setelah semua tujuan utama mereka terpenuhi. ‘ Fokus Siwon , fokus . “Dia bergumam berulang kali.

 

 

” And Cut! Kau dapat beristirahat sekarang! ” sutradara berteriak kepada seluruh kru, Siwon melonggarkan dasinya dan langsung pergi ke ruang kostum untuk mengganti pakaian yang lebih nyaman. Pukul 1:00 dan ia akan makan siang ketika ia mengingat seseorang.

 

‘ Apakah dia sudah makan siang atau belum? Hal itu adalah hal pertama yang ia pikirkan setelah mendengar bahwa rekaman dramanya akan beristirahat. apa arti kontrak perjanjian ini bagi Siwon? Sebelum ia masuk dalam skema kencan, ketika ia mendengar istilah “ Istirahat “ dia akan berpikir tentang memeriksa twitter atau berbicara dengan beberapa staf tetapi sekarang , ia merasa seperti harus mengawasi seseorang sebelum ia bisa melakukan tugasnya sendiri. Dia tidak menganggapnya sebagai sebuah beban tetapi bukan sesuatu yang tidak biasa dan tidak ada pakasaan dari luar.

 

Koordinator memberinya tasnya dan ia mengaduk-aduk tasnya mencari handphonenya dari sakunya. menekan tombol secara bersamaan, ia menelpon orang yang pertama dia pikirkan. Ring.. ring… ring… menunggu beberapa saat sebelum telponnya diangkat, dan ia khawatir  mungkin ia terlalu sibuk untuk mengangkat sebuah telpon

 

” Yoboseo ? ” Cute, seperti suara malaikat yang membuat hati Siwon merasa lega.

 

“Um, eh, hi . Apakah aku mengganggu ? Atau Kau mungkin sedang melakukan sesuatu ?

uh , Aku , um .. ” kata-katanya tidak tersusun dengan baik. dia mencengram rambut kepalanya dan mendengar wanita disebarang telpon tertawa.

 

“Oppa kau baik-baik saja ? Apakah kau terlalu banyak meminum kopi pagi ini?” dia bercanda dari Siwon gagap dengan cukup jelas . Siwon menyadarinya hanya mengatakan ya dan tertawa bersamanya .

 

“Um, aku hanya memeriksa kau sudah makan siang atau belum, itu agak eh, terlambat sehingga um, ku harap kau tidak melewatkan makan siang dalam bekerja, maksudku , jika kau tidak dalam diet mungkin menjadi alasan yang baik tapi aku tidak benar-benar berpikir tentang itu sehingga kau harus melewatkan makan siangmu, kau bisa pingsan atau sesuatu yang lain tapi aku tahu itu tidak mematikan, aku hanya menebak bahwa sesuatu yang mungkin bisa terjadi jika kau tidak makan atau kau tidak makan dengan baik tapi itu sama berlaku untuk gadis yang lain juga kau tahu , maksudku kau harus mengawasi satu sama lain dan – ”

Sebelum Siwon bisa menyelesaikan penjelasan yang panjang, Tiffany menginterupsi ocehan Siwon

 

“Oppa, apa yang kau katakan ? Haha , kau mengatakan begitu banyak hal yang sulit kumengerti. “pikir Tiffany bahwa Siwon bertindak aneh.

 

” Aku , um , aku hanya ingin bertanya apakah kau sudah makan siang. Ya , uh . Itu saja . ”

Siwon mondar-mandir sekitar di tempat dia sekarang ia selalu kehilangan kata-kata jika harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk Tiffany.

 

“Um , kita hanya harus menyelesaikan syuting, SNSD dan aku akan pergi keluar untuk makan siang. ” Tiffany berkata dengan sempurna bukan seperti Siwon yang selalu tercengang dan salah tempat.

 

” Oh . Um. Oke. Itu bagus. Makanlah dengan baik . Uh . Aku harus menutup telepon sekarang. ” Siwon merasa seperti orang bodoh dan ingin mengakhiri panggilan ketika Tiffany mengejutkannya.

“Bagaimana dengan oppa ? Apakah Kau sudah makan siang ? ” mata Siwon melebar dengan apa yang dia dengar. Tidak ada yang pernah melakukan ini padanya, kecuali Ibunya, dan ia berkata kepada dirinya sendiri bahwa ,

“oh, ini bagus, seseorang benar-benar sedang peduli pada Mu sekarang. “Dia tersenyum dengan lebar dan menjawab .

 

” Aku baru saja istirahat dari syuting , aku akan makan setelah ini. ”

 

” Oh, itu bagus. Maafkan Aku Oppa jika tidak memperhatikanmu dengan baik, padahal dalam kontrak tertulis jika kita harus mengetahui keadaan dan posisi satu sama lain. Aku harap Kau makan siang dengan baik Oppa.

 

Tiffany mengatakannya dengan suara penuh semangat dan mereka mengakhiri panggilannya.

 

Siwon merasa ada yang lain jika Tiffany menyebutkan tentang kontrak mereka, tapi dia bergumam pada dirinya sendiri untuk focus pada 98 hari kedepan. Fokus . dia berjalan keluar dari ruang ganti menuju ke Set selanjutnya untuk pengambilan gambar yang lain.

 

 

Siwon melepas kemejanya dan bersiap-siap untuk tidur, ia selalu dimarahi karena tidur bertelanjang dada tapi ia tidak bisa melepaskan kebiasaan ini darinya . dia mematikan lampu kamarnya dan mulai menutup mata untuk tidur ketika handphonenya yang terletak disamping tempat tidurnya berbunyi.

 

Matanya terbuka lebar dan memeriksa samping tempat tidurnya, handphonenya menyala menunjukkan bahwa ada pesan. Siwon meraih handphonenya dan membuka SMS .

 

“Selamat malam Siwon oppa. Istirahatlah dengan baik!” Sekarang , dia memulai khawatir. Ini sesuatu yang berbeda dan Siwon menginginkan sesuatu yang lebih dari semua ini. Tanpa berpikir duakali kemudian Siwon mengirim SMS balasan.

 

” Selamat malam juga untukmu. Sampai ketemu di hari Sabtu. :^) ”

 

 

Seperti biasa bila akhir pekan, Siwon akan menghabiskan waktunya di rumah orangtuanya jika memang tidak bentrok dengan jadwalnya. Hari ini, Siwon memberitahu orangtuanya bahwa ia telah berkencan dengan seorang gadis ibunya bertepuk tangan dengan suka cita sedangkan Ayahnya merenungi hal itu, Ayahnya mengetahui Siwon sangat tidak ingin dijodohkan.

 

” Um , dia akan berada di sini sebentar lagi. ”

 

Siwon memeriksa jam tangannya dan berdiri di dekat pintu. Dia mengenakan kemeja lengan panjang putih dan jaket hitam untuk melengkapi tampilannya. Dia tampak menakjubkan, dia selalu mengenakan Jas tapi itu tampak cocok dengannya. Sepatunya terus menekan gugup pada lantai kayu ketika ia mendapat pesan di handpohonenya. Dia meraih handphone di sakunya berhenti menekan-nekan lantai kayu ketika membaca sebuah pesan masuk ke handphonenya.

 

Siwon bergegas keluar pintu dan menuju mobil Tiffany. Tiffany turun dari mobilnya dengan mengenakan Dress Pink Baby dan mengikat rambutnya dengan rapi kebelakang, sempurna Siwon melihat wajah cantik Tiffany dan tidak tau caranya bernapas pikirannya melayang-layang diangkasa tapi kembali ke bumi ketika Tiffany menjalin tangannya ditangan Siwon.

 

” Mari kita pergi? ” Kata Tiffany sambil menarik Siwon ke arah rumah. Siwon memperhatikan tangan mereka yang terjalin. Rasanya benar-benar hangat.

 

 

Dengan bersikap sopan sebagai seorang pria, Siwon membukakan pintu dan mempersilahkan Tiffany masuk terlebih dahulu. Orangtuanya memperhatikan dengan saksama siapa gadis beruntung yang telah memikat hati anaknya. Ketika Siwon dan Tiffany masuk kedalam rumah, Ayah dan ibu Siwon tidak percaya dengan apa yang mereka liat.

 

“Ibu, ayah, ini Tiffany , aku berkencan dengan dia. “Siwon dengan santai berkata pada orang tuanya dengan sedikit menunjukkan tangan mereka yang terjalin dengan senyum di wajah mereka berdua. Nah , karna ada aturan kedua yang mengharuskan mereka bersikap natural didepan orang tua Siwon, dan tidak akan ada salah-satupun dari mereka yang berani melanggar.

 

“Tiffany ?! ” Mr dan Mrs Choi tidak percaya dengan mata mereka. Pertama-tama mereka sering pergi kegereja yang sama dan yang kedua mereka 1 label agency yang sama dan ada semacam benang merah yang tidak kasat mata diantara mereka untuk tidak memulai suatu hubungan.

 

Tiffany menyapa kedua orang tua Siwon dengan hormat, tapi orangtua Siwon masih memperlihatkan dengan memasang mata mereka yang masih tidak percaya. Hal ini entah bagaimana membuat Tiffany sedikit tidak nyaman, Siwon pun menarik napas akan situasi yang kikuk dan janggal ini.

 

” Ibu, ayah ? Apakah ada yang, salah? ”

 

“A-Aku pikir kalian tidak diizinkan untuk berkencan dalam satu label ? ” Tanya Mr. Choi yang sedikit bingung.

 

“Oh, benarkah? Siapa yang bilang begitu? Kami sedang berkencan. Dan kami bisa melakukannya dengan baik. Lihatkan?” kata Siwon bangga dengan menunjukkan tangan mereka yang terjalin dan tersenyum manis pada Tiffany. Orangtua Siwon tidak dapat berkata apa-apa lagi, sebaiknya mereka cepat kemeja makan untuk makan malam, seperti apa yang mereka katanya untuk mengajak pacar Siwon untuk makan malam bersama.

 

 

Selama makan malam , orang tua Siwon bertanya tentang bagaimana mereka mulai hubungan mereka , Tiffany meraih tangan Siwon yang berada di bawah meja dan seolah-olah mengatakan dia bisa mengatasinya. Tiffany mengarang cerita tentang bagaimana Siwon dan dirinya saling menyukai dan hari dimana Siwon menunjukkan perasaan pada Tiffany. Siwon terus meminum air selama mereka berdua bercerita tantang sesuatu yang tidak nyata.

 

Mrs. Choi merasa nyaman dengan Tiffany , mereka berdua memiliki banyak kesamaan seperti dari fashion, bunga kesukaan dan semua hal lainnya yang ibu dan anak perempuannya suka. Sementara itu, Mr. Choi menyukai Tiffany untuk menjaga anaknya yang keras kapala itu. Mr. Choi menggoda Siwon dengan bercerita tentang masa mudanya dulu ketika berkencan dan Siwon tidak bisa menahan pipinya yang memerah karna rasa malu. Malam itu berjalan lancar, bahkan jauh lebih baik dari apa yang Siwon dan Tifany harapkan.

 

” Terima kasih lagi Mr dan Mrs Choi, hal yang menyenangkan bisa bergabung dengan kalian untuk makan malam. ” Tiffany berkata dengan sopan dan membungkuk.

 

“Oh, itu bukan apa-apa. Bagaimanapun kau akan menjadi bagian dari keluarga kami. ” Mrs Choi berkomentar.

 

Siwon danTiffany terkejut dan melebarkan kedua mata mereka.

 

“Ibu!” Siwon berteriak pada Ibunya.

 

“Apa? Akui saja kalau kau juga menyukainya baby boy. Tiffany, silahkan kunjungi kami jika kau punya kesempatan dan terima kasih telah merawat our baby boy.” Ibu siwon berkata sambil menyubit pipi anaknya yang hanya menatap lurus padanya.

 

” Ibu , aku bukan lagi anak berusia lima tahun yang pantas untuk dipanggil baby boy. Lihatlah ? Aku sudah tumbuh dewasa sekarang, bahkan aku sedang berkencan.” Siwon menjawab dengan begitu keras kepala dan sedikit membungkukkan badan pada ibunya.

 

“Haha , tapi Kau masih bertingkah seperti anak berusia lima tahun. Cutie.” Kata Tiffany dan Kejadian berikutnya membuat Siwon hampir gila sepersekian detik dimana Tiffany berjingkat dan memberikan ciuman di pipinya. Matanya melebar dan bibirnya mengerucut. dia berpaling ke arah Tiffany dan Tiffany memberinya kedipan mata.

 

“Ah, mereka begitu lucukan, hun ? ” Mrs Choi menarik-narik tangan Mr Choi saat ia melihat kejadian itu. Siwon berkata lagi bahwa ia akan mengantar Tiffany keluar dan mereka mengucapkan selamat tinggal kepada satu sama lain sekali lagi .

 

“Orangtuamu sangan baik, aku tidak mengerti mengapa Kau merasa tertekan dan terpaksa.”  Tanya Tiffany pada Siwon dan Siwon hanya mencibir.

 

” Oh tidak, kau hanya melihat sebagian kecil saja. Ibu, dia hanya ingin melihatku berkencan Dan ayah, dia sudah sangat menginkan seorang cucu! ” Siwon berkomentar dan keduanya tertawa.

 

” Terima kasih untuk malam ini Siwon. ”

 

“Tidak, um, terima kasih. Maksudku , terima kasih. Hati-hati, okay? Selamat malam.” Lalu Tiffany masuk kedalam mobilnya menurunkan kaca mobil sedikit dan tersenyum.

 

Malam itu, sebelum ia berpaling ke tempat tidur Siwon bertanya pada dirinya sendiri, “apa yang Aku rasakan ini ?”

TBC…………….

 

111 thoughts on “(Freelance) 99 Days Part 2

  1. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh
    cerita nya cuteeeeeee dan sweeeeeet pake BGT >.<
    aah siwon oppa kok malu-maluin gitu sih hhihhi,.. isi kontrak nya lucu banget😀
    pura" pacaran tapi kayak beneran ?? udah pacaran beneran aja gih sana kalau perlu langsung nikah #loh
    cerita ff ini kayak real ya,, coba aja benar" real..
    gomawo buat admin yg udah translate ff keren cute dan sweet ini dan gomawo admin yang udah ngepost ^.^

  2. ekhmmmm Siwon oppa awas… jangan melewati batas perjanjian haha😀
    Kok pake pura pura pacaran sihh… kenapa ga beneran aja??
    so sweet and cutie lah couple ini, walaupun “bohongan😦
    Mr and Mrs Choi kayaknya beneran nyaman deh kalau Siwon oppa sama Tiffany eonni yuhuyyy❤❤❤
    Next Part ya…🙂

  3. Wah ternyt bikin perjanjian cinta. awas ntr jatuh cinta beneran lo!!.
    cb ntr psti jd kebiasaan n mrk g bs lps satu sm lainny..
    good idea thor…👍👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s