[Re-Post] Sorry I Love U Oppa Part 6

Title: Sorry, I Love You Oppa (chapter6)

Sorry, I Love You Oppa

Author:  Youngwonie

Main Cast: Siwon, Tiffany, Kyuhyun

Support Cast: member SuGen

Genre: Romance

Rating : PG-18

Length : Series

 happy reading…J

‘Bahkan jika aku mati, aku tidak bisa membiarkanmu pergi

Bagaimana mungkin aku membiarkan engkau pergi?

Jika kau bisa memperbaiki hatiku supaya aku bisa hidup tanpa rasa sakit

Jika kau tidak bisa melakukannya, maka aku tidak akan bisa hidup

Aku tidak bisa membiarkanmu pergi meskipun aku mati’ (2am, even if I die can’t let you go)

***

Malam ini pernikahan Kyuhyun dan Tiffany digelar. Seharusnya Tiffany merasa bahagia, tapi tidak. Hatinya terasa hampa. Di satu sisi, ia terlanjur menyetujui pernikahannya dengan Kyuhyun. di sisi lain, ia tidak bisa memendam perasaan cintanya pada Siwon. Beberapa menit lagi upacara sakral ini akan dimulai. Tiffany masih duduk di depan cermin rias yang ada di ruangan mempelai. Memandangi wajah cantiknya yang sudah berbalut make- up yang membuatnya terlihat lebih cantik dan anggun. Tiba tiba seseorang masuk ke ruangan itu.

“Fany- ah, aku masih tidak percaya kalau kau akan menikah sekarang.” Yoona memeluk Tiffany erat.

“Bagaimana perasaanmu? Kau pasti nervous.”lanjutnya.

“Ne.”Tiffany tersenyum pasrah.

“Waeyo? Kau tidak kelihatan bahagia. Apa terjadi sesuatu?”

“Ani. Aku bahagia.”

“Gotjimal. Apa kau belum siap dengan pernikahan ini?”sergah yoona. Ia menatap mata Tiffany meminta kepastian.

“Entahlah Yoong.”jawab Tiffany lemah. Ia menunduk. Yoona merasa cemas dengan keadaan Tiffany.

“Aku akan memanggil Siwon oppa. Kalau kau tidak mau cerita padaku, mungkin kau bisa menceritakan masalahmu padanya.” Yoona menggenggam tangan Tiffany sebelum meninggalkannya.

Beberapa saat kemudian Siwon datang. Ia melihat Tiffany berdiri di dekat jendela memandang ke arah luar. Siwon menghampirinya.

“Kajja, sudah saatnya kau keluar.” Ucap Siwon lembut. Tiffany berbalik dan menghadap ke arahnya.

“Oppa, bawa aku pergi dari sini….”kata Tiffany lirih.

“Mwo?”

“Aku tidak mau melanjutkan pernikahan ini.” Siwon memegang pundak Tiffany dan menatapnya dengan penuh kelembutan.

“Aku tahu kau belum siap berpisah dengan eomma, tapi kau tidak usah khawatir, aku akan menjaganya dan kau bisa mengunjunginya kapanpun kau mau. Kami juga pasti akan sangat merindukanmu.” Siwon kemudian membelai pipi Tiffany dengan tangannya. Mata mereka bertemu. Tak bisa dipungkiri, getaran itu masih ada. Jantung mereka tetap berdebar kencang.

“Saranghaeyo, oppa.” Tiffany memeluk Siwon.

“Nado…” Siwon membalas pelukan Tiffany. tubuh Tiffany bergetar dalam pelukan Siwon. sepertinya ia sedang menahan tangis.

“I love you like a woman not as sister.” Ucap Tiffany ditengah tangisnya. Siwon terkejut dan melepas pelukannya.

“Apa yang kau katakan? kau sedang bercanda kan?”Siwon menatap tajam pada Tiffany.

“Ani. aku mengatakan yang sebenarnya. Aku mencintai oppa.”

“Andwe.” Siwon bergerak mundur menjauhi Tiffany.

“Tapi itu yang ku rasakan, oppa. Aku tidak bisa menghilangkan perasan ini. Aku sudah berusaha. Aku merasa sakit setiap kali mencobanya.”  Tiffany berusaha meyakinkan Siwon tentang perasaan cintanya.

“Itu tidak boleh terjadi, Fany. Tidak bisa.” Siwon menggeleng pelan.

“Jangan berbohong terus, oppa. Aku tahu oppa juga mencintaiku. Aku mendengar semua percakapan oppa dan Appa waktu itu.”

“Bawa aku pergi, Ketempat dimana orang tidak mengenal kita. Kita menikah dan hidup bahagia bersama.”

Tiffany berlutut memohon pada Siwon sambil terus meneteskan air mata. Tapi Siwon hanya terdiam. Ia masih shock dengan pengakuan Tiffany.

“Andwe Fany-ah. Mianhae. Pernikahan ini harus tetap diteruskan.”

“Kita tidak boleh membuat semua orang kecewa. Kyuhyun dan keluarganya, Oemma, dan juga Appa. Bukankah ini adalah keinginan Appa sebelum meninggal. Melihat kau menikah dengan Kyuhyun.”

Siwon berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan Tiffany. Siwon menatap mata Tiffany yang masih berkaca- kaca, dan berusaha meyakinkannya.

“Kyuhyun adalah namja yang baik. Dia orang yang tepat untukmu. Kau pasti akan bahagia bersamanya dan melupakan perasaan bodoh ini.”

“Bagaimana dengan Oppa? Apa Oppa juga akan bahagia dan melupakan perasaan oppa padaku?”

Walaupun hatinya hancur, Siwon berusaha tegar di hadapan Tiffany. Ia pun mengangguk mantap.

“Pasti. Aku akan bahagia dan menemukan jodohku juga.”

‘Meskipun aku tak tahu apa aku bisa jatuh cinta lagi.’ Lanjutnya dalam hati.

“Katakan sekali saja kalau oppa juga mencintaiku. Aku ingin mendengarnya untuk yang pertama dan mungkin terakhir kalinya. Jebal…”Tiffany memohon kepada Siwon. Siwon membisu. Akhirnya dengan berat ia mengungkapkan perasaan cintanya yang selama ini terpendam.

“Saranghae….saranghae…saranghae….fany, Tiffany” berulang kali Siwon mengatakannya sambil kembali memeluk Tiffany.

“Hiks..hiks…kenapa takdir kita harus seperti ini, oppa? Kenapa kita tidak bisa bersatu?”tangis Tiffany kembali pecah dalam pelukan Siwon.

“Mianhae…jeongmal mianhaeyo.”

Air mata yang sedari tadi ditahan Siwon akhirnya jatuh juga. ia sadar akan kehilangan Tiffany untuk selamanya.

Mereka larut dalam tangis perpisahan. Beberapa saat kemudian, Siwon sadar dan menghentikan tangisnya. Ia harus tetap kuat agar Tiffany tidak goyah dan tetap mau melanjutkan pernikahannya dengan Kyuhyun.

“Ayo, kita sudah sangat terlambat. Semuanya pasti sudah menunggu.” Ucap Siwon setelah melepas pelukannya. Ia membimbing Tiffany berdiri dan mengajaknya keluar.

Mereka berjalan menuju altar. Sepanjang jalan Tiffany terus menatap wajah oppanya. Ia ingin merekam setiap lekuk dan garis wajah Siwon dan menyimpannya dalam benaknya. Sedangkan Siwon terus memandang lurus  ke depan. Ia tak ingin lebih sakit lagi dengan melihat air mata Tiffany.

Mereka sampai di depan altar. Lalu Siwon pun memberikan tangan Tiffany kepada kyuhyun yang sudah berdiri di tempatnya. Pendeta pun memulai acara pemberkatan.

***

Siwon berkali- kali menghela nafasnya. ia sudah tidak sabar menunggu dokter yang memeriksa keadaan Tiffany. ada kecemasan yang besar terlukis di raut wajahnya. Tiffany pingsan saat pemberkatan. Wajahnya pucat. Ia dilarikan ke rumah sakit terdekat. Pernikahannya dengan Kyuhyun pun ditunda. Siwon, eomma, Donghae, Yoona, Kyuhyun dan orang tuanya kini sedang menunggu di depan ruangan tempat Tiffany diperiksa.

“Dokter, bagaimana keadaan Tiffany? dia baik- baik saja kan?” Siwon langsung memberondong dokter yang baru keluar dari ruangan dengan pertanyaannya.

“Tiffany hanya kelelahan. dia butuh istirahat sekarang.” Jelas dokter yang memeriksa Tiffany.

“Apa kami bisa melihatnya sekarang?” tanya eomma Tiffany .

“Tentu. Tapi dia masih tertidur. Mungkin beberapa jam lagi baru bangun. Saya  permisi dulu masih ada pasien yang harus diperiksa. ”

“Ne. gamshamidha Dokter.”

Siwon dan eomma melihat keadaan Tiffany disusul Kyuhyun dan keluarganya.

“Mianhae, pernikahan harus ditunda karena keadan Tiffany.” Siwon membungkuk meminta maaf pada Kyuhyun dan keluarganya.

“Gwaenchana Hyung, aku bisa menunggu sampai Tiffany membaik.”Kyuhyun memeluk calon kakak iparnya.

“Benar, Yang lebih penting saat ini adalah  kesehatan Tiffany.” tambah Mr. Cho. “kami harus kembali ke tempat resepsi untuk menjelaskan hal ini pada para tamu undangan. Kalau ada perkembangan dari Tiffany, jangan lupa menghubungi kami.”

“Ne, ajusshi. Gomawo atas pengertiannya.”

Kyuhyun dan orang tuanya pergi. Tinggal Siwon, eommanya, serta Donghae dan Yoona  yang menunggui Tiffany.

“Eomma, pulanglah dulu. Eomma harus istirahat. Biar aku yang menjaga Tiffany.”

“Andwe, eomma ingin menemani Tiffany sampai dia bangun.”

“Malam ini biar aku yang menjaganya. Besok eomma bisa datang menggantikanku.”

“Baiklah kalau begitu, kalau Tiffany sudah siuman kau harus beritahu eomma.” Siwon mengangguk.

“Hae-ah kau bisa antar eommaku pulang?”Siwon meminta Donghae mengantar ibunya pulang.

“Ne.”

“Gomawo.”

“Oppa, kalau ada apa- apa jangan sungkan menghubungi kami.”kata Yoona pada Siwon sebelum mereka pulang.

“Ne. pasti.”

Setelah eommanya pulang, Siwon duduk di sisi tempat tidur Tiffany. ia menggenggam erat tangan Tiffany dan menciumnya.

“Apa kau benar- benar ingin lari dari pernikahan ini? apa aku harus melanggar janjiku pada Appa demi kebahgiaan kita? Jawab aku Tiffany.” Siwon berbicara pada Tiffany yang masih tertidur.

Tiffany membuka matanya perlahan. Dilihatnya Siwon tertidur di sisinya masih menggenggam tangan kanannya. Dibelainya rambut Siwon dengan tangan kirinya yang terbalut selang infus. Siwon terbangun. Tiffany  tersenyum melihat wajah Siwon.

“Kau sudah bangun? Apa kau butuh sesuatu? Oppa akan panggil dokter dulu.” Siwon hendak menekan tombol darurat yang biasa digunakan untuk memanggil petugas rumah sakit, tapi tangan Tiffany mencegahnya.

“Aku hanya butuh oppa di sini.” Siwon berbalik memandang wajah Tiffany. ia duduk di sebelah Tiffany dan memeluknya. Tangan kananya membelai rambut lembut Tiffany.

“Apa kau begitu merindukanku?” Tiffany hanya mengangguk dalam pelukan Siwon. Siwon melepaskan pelukannya.

“Ikutlah denganku.” Ucap siwon mantap.

“Kemana?”

“Kita akan menikah.”

“Mwo? Menikah?”

“Ne. Aku akan mengabulkan keinginanmu.”

“Oppa sedang bercanda?”

Siwon menggeleng.

“Aku tidak ingin melihat kau merasa sakit lagi. aku ingin kau bahagia. Kalau lari bersamaku bisa membuatmu bahagia, aku akan melakukannya.”

Ia menatap Tiffany. matanya tertuju pada bibir Tiffany. Diraihnya dagu Tiffany dan didekatkannya bibirnya dengan bibir Tiffany. Tiffany pun memejamkan matanya. Bibir mereka bertemu. Siwon menciumnya dengan lembut dan penuh perasaan,  penuh kerinduan.

“Saranghae, Fany.”ucap Siwon setelah melepas ciumannya.

“Nado.”

***

Kyuhyun datang ke rumah sakit dengan buket bunga di tangan kirinya dan keranjang buah di tangan kanannya. Ia sengaja datang pagi- pagi untuk menemui Tiffany. semalam ia tidak bisa menunggui Tiffany, sebagai gantinya ia akan menemani Tiffany seharian. Kyuhyun sampai di depan pintu ruangan tempat Tiffany di rawat, ia mengetuk pintu. Tak ada jawaban dari dalam.

“Mungkin Siwon Hyung sedang keluar.”pikirnya. ia pun segera masuk. Sepi. Tak ada orang di ruangan itu. Kyuhyun menaruh bawaannya di meja samping tempat tidur. Ia mengetuk pintu kamar mandi.

“Fany-ah, apa kau di dalam?” tak ada jawaban lagi. ia pun membuka pintu kamar mandi yang tak dikunci itu. Tak ada orang juga di dalam.

“Kemana dia? Apa dia sudah pulang? Tapi eommanya bilang Tiffany masih di sini bersama Siwon Hyung.” Kyuhyun mencoba menghubungi nomor Siwon, tapi tidak aktif. Kecemasan mulai terukir di wajahnya. Ia pun keluar menuju resepsionis.

“Anneyong, aku ingin bertanya tentang Tiffany Choi yang di rawat di kamar 501, apa dia dipindahkan?” tanyanya pada petugas resepsionis di dekat ruangan Tiffany. petugas itu pun mengecek melalui komputernya.

“Pasien yang bernama Tiffany Choi sudah pulang satu jam yang lalu. Tuan Choi sendiri yang membawanya pulang.”

“Mwo? kenapa Hyung tidak memberitahu aku dan eommanya?”

Kyuhyun mengambil ponsel dari saku celananya. Ia menghubungi rumah keluarga Choi.

“Yoboseo, omonim. Ini aku Kyuhyun. Apa Siwon Hyung dan Tiffany sudah sampai di rumah?”

‘Nde? Bukankah Tiffany masih di rumah sakit? Aku sendiri akan berangkat ke sana sekarang.’

“Ani. petugas rumah sakit bilang Siwon Hyung sudah membawa Tiffany pulang.”

‘Mwo? kenapa Siwon tidak memberitahuku?’

“Aku juga bingung. Sebaiknya omonim tidak usah kemari. Tunggu saja sampai Siwon hyung dan Tiffany pulang. Aku juga akan kesana sekarang.”

‘Baiklah kalau begitu.’

Sementara itu, Siwon sedang mengendarai mobilnya menuju Provinsi Jeolla Selatan. Di sampingnya Tiffany tertidur pulas.

FLASHBACK.

Sebelum meninggalkan rumah sakit, Siwon menghubungi Donghae dan menceritakan semuanya.

‘kau sudah gila Siwon. jadi selama ini kau mencintai Tiffany?’komentar Donghae di telepon.

“ne, aku tahu aku memang sudah gila. kuharap kau bisa mengerti keadaanku sekarang. Dan Aku juga ingin meminta bantuanmu Hae.”

‘apa yang bisa kubantu, katakanlah.’

“Aku ingin kau menyiapkan tempat untukku dan Tiffany di Mokpo. Jangan sampai ada yang tahu keberadaan kami terutama Kyuhyun. untuk sementara, aku percayakan perusahaan padamu. dan juga eomma, aku ingin kau dan Yoona menjaganya sampai kami kembali. Beritahukan padanya kalau kami baik- baik saja dan beliau tidak usah mengkhawatirkan kami.”

‘Kau belum memberitahu eommamu soal ini?’

“Aku belum siap mengatakan padanya. Aku tidak mau kejadian yang menimpa Appa terulang kembali.”

‘Baiklah. Aku akan mengirimkan alamat salah satu villa milik orang tuaku. Kau bisa tinggal di sana untuk sementara waktu. Dan,,,Jangan bilang kau akan menikahi Tiffany di sana.’

“Aku tidak bisa janji. Mungkin saja itu akan terjadi.”

‘Kau sudah membuat masalah besar Choi Siwon. aku harap kau bisa menyelesaikannya secepatnya.’

“Ne, aku juga berharap begitu. gomawo untuk bantuannya.”

‘Cheonmayo, itulah gunanya teman.’

FLASHBACK END.

Siwon masih mengendarai mobilnya, butuh beberapa jam lagi untuk sampai ke Mokpo. Tiffany menggeliat. Ia terbangun dan tersenyum melihat Siwon masih di sampingnya.

“Wae? Kau senang?” Siwon bertanya karena melihat Tiffany tersenyum sendiri.

Tiffany mengangguk,“Ternyata semua ini bukan mimpi.”

Siwon membelai rambut Tiffany dengan tangn kanannya.

“Aku sudah bilang akan mewujudkan keinginanmu. Keinginanku juga. sudah lama terpikir olehku untuk membawamu kabur. Tapi waktu itu aku tidak tahu perasaanmu padaku. Aku pikir kau mencintai Kyuhyun.” Mendengar nama Kyuhyun, Tiffany menunduk.

“Kyuhyun pasti akan mencari kita. Aku sudah bersalah karena membohonginya selama ini.”

“Terkadang dalam cinta memang harus ada yang dikorbankan.”

“Bagaimana dengan mommy?”

“Aku sudah menyuruh Donghae dan Yoona untuk menjaganya. Kalau saatnya tepat nanti kita akan memberitahu semuanya padanya. Kau percaya padaku kan?”

“Ne,”

Donghae dan Yoona sudah ada di rumah Siwon. mereka baru saja menjelaskan kejadian sebenarnya kepada Ny. Choi.

“Bagaimana mereka bisa melakukan ini? aku tidak  percaya kalau mereka saling mencintai.”Ny. Choi kaget setelah mendengar penjelasan dari Donghae.

“Aku juga kaget waktu Siwon memberitahukannya padaku, Ahjumma. Tapi dari ucapannya, sepertinya Siwon sungguh- sungguh.”jawab Donghae.

“Dimana mereka sekarang?”tanya Ny. Choi.

Donghae dengan ragu menjawabnya,“Mereka pergi meninggalkan Seoul, Siwon melarangku untuk memberitahukan keberadaan mereka.”

“Tenanglah Ahjumma, aku yakin Tiffany dan Siwon oppa baik- baik saja.” Yoona menggenggam tangan Ny. Choi untuk menenangkannya.

“Aku masih tidak percaya semua ini. Mereka itu bersaudara. Lalu bagaimana dengan Kyuhyun. Apa yang harus kukatakan pada Kyuhyun dan keluarganya?”

“Masalah itu biar aku yang mengurusnya. Aku yang akan bicara pada Kyuhyun.”

***

Kyuhyun duduk di meja kerjanya. Sorot matanya memancarkan kekecewaan sekaligus kemarahan yang amat besar. Saat ia datang ke rumah keluarga Choi untuk menemui Tiffany, yang menyambutnya justru Donghae. Ia masih ingat kata- kata Donghae yang membuatnya marah seperti sekarang ini.

‘Siwon dan Tiffany saling mencintai. Mereka pergi untuk mewujudkan cinta mereka. sebaiknya kau lepaskan Tiffany. biarkan dia bahagia bersama Siwon.’

Seperti disambar petir di siang bolong Kyuhyun langsung shock saat itu. Hampir saja ia menghajar Donghae kalau saja Yoona tidak datang mencegahnya.

Flashback.

“Hentikan, Kyu”teriak Yoona saat melihat Kyuhyun menarik kerah kemeja Donghae dan hampir melayangkan tinjunya ke wajah Donghae. Kyuhyun melepaskan tangannya dari kerah Donghae. Yoona menghampiri suaminya.

“Oppa tidak apa- apa?”

“Gwaenchana, Yoong.”

“Katakan dimana mereka berada Hyung.”masih dengan wajah emosi, sekali lagi Kyuhyun bertanya kepada Donghae mengenai keberadaan Siwon dan Tiffany.

“Jawabannya masih sama Kyu, aku tidak tahu.”

“Baiklah, aku akan mencari mereka dengan caraku sendiri.”

Flashback end.

Kyuhyun mengambil smartphone-nya dan menghubungi seseorang.

“Yyeoboseo. Aku butuh bantuanmu, Hyungnim. Aku ingin kau mengerahkan anak buahmu untuk mencari orang. Akan kukirim foto mereka. cari mereka sampai ketemu, sekalipun kau harus mencari mereka sampai ke luar negeri.”

Sementara itu Siwon dan Tiffany sampai di villa yang sudah disiapkan untuk mereka. Siwon menerima kunci dari pengurus villa yang sudah diberitahu oleh Donghae.

“Rumah ini sangat indah oppa. apalagi letaknya berhadapan langsung dengan pantai.” Tiffany melihat pemandangan pantai dari balkon kamarnya.

“Kau suka?”

“Hmmm…” Siwon berdiri di samping Tiffany. ikut menikmati keindahan sunset sore itu. Tiffany melihat kearah Siwon. saat itu Siwon juga melihat ke arahnya. Pandangan mereka bertemu. Tiffany merasa terpesona dengan tatapan Siwon saat itu. Matanya tidak bisa berkedip memandang wajah Siwon.

‘Oppa tampan sekali.’

“Wae? Apa aku sangat tampan?” Siwon seperti dapat membaca pikiran Tiffany. Alhasil mukanya langsung memerah karena malu.

“Mwo? anni. Oppa GR sekali.”

“Lalu kenapa mukamu merah begitu?”

“Ini karena sinar sunset yang membuat wajahku terlihat memerah.”

Siwon tersenyum melihat tingkah Tiffany yang masih sama seperti biasanya. Ia pasti akan mengelak kalau ketahuan sedang memperhatikan Siwon.

“Istirahatlah, kau pasti lelah. Aku akan memasak makan malam.” Ucap Siwon sebelum ia pergi menuju dapur.

Kesokan harinya di sebuah gereja kecil, Tiffany dan Siwon sedang menunggu pendeta yang akan menikahkan mereka. Tiffany merasa gugup. Ia tidak percaya kalau semua ini benar- benar terjadi.

“Oppa, apa ini tidak terlalu cepat. Kita bahkan belum meminta restu pada mommy.”

“Miahae, aku tidak mau mengambil resiko kehilanganmu sebelum menjadikanmu milikku.”

“Oppa benar- benar takut kehilangan aku?”

“Sangat, aku sangat ketakutan.” Siwon meraih kedua tangan Tiffany lalu menciumnya.

“Ehemm…apa kalian sudah siap?”suara berat pendeta menjeda aktivitas mereka.

“Ne, kami ingin menikah sekarang juga.”jawab Siwon mantap.

“Baiklah, apa kalian sudah menyiapkan cincinnya?”

Siwon dan Tiffany saling berpandangan. Pernikahan ini sangat mendadak dan mereka tidak sempat memikirkan untuk membeli cincin.

“Bagaimana?” pendeta ikut bingung melihat mereka.

“Emm…kami tidak punya cincin.”Siwon ragu menjawab pertanyaan pendeta.

“Kalau tidak ada, gunakan saja cincin yang terpasang di jari manis kalian itu.”

Siwon dan Tiffany tidak sadar kalau mereka masih memakai cincin couple yang dulu mereka dapatkan saat mengambil cincin pernikahan Yoon-Hae waktu itu. Mereka akhirnya menggunakan cincin itu sebagai cincin kawin sesuai saran pendeta.

Pemberkatan pun dilakukan. Mereka saling mengucap janji pernikahan yang hanya disaksikan pendeta di kota kecil itu.

“Selamat kalian sudah resmi menjadi suami istri. Sekarang kau boleh mencium pengantinmu.”

Siwon mencium Tiffany. ini adalah ciuman kedua mereka. lebih singkat tapi dalam. Tiffany dapat merasakan kesungguhan cinta Siwon lewat ciumannya saat ini.

“Mianhae, seharusnya pernikahanmu lebih baik dari ini.”ucap Siwon setelah mereka keluar dari gereja.

“Ania. Aku senang oppa. karena saat ini kita sudah saling memiliki. Hanya saja….”Tiffany tidak melanjutkan kata- katanya.

“Aku tahu. seharusnya eomma ada di sini untuk memberikan restunya untuk kita. Iya kan?” Tiffany mengangguk.

“Aku akan menghubungi Donghae untuk menanyakan kabar eomma. Kau tunggu di sini.”

“Ne.” Tiffany duduk di bangku taman gereja. Siwon pergi ke box telepon umum yang ada di tepi jalan raya.

“Yeboseo, Donghae-ah”

‘Siwon. bagaimana keadaan kalian?’

“Kami baik- baik saja. Kemarin sore kami sampai di villa-mu dan pagi ini kami baru saja…mmm menikah.”

‘mwo? secepat itu?’

“Ne,”

‘Aish, kau ini. tapi chukkae atas pernikahan kalian.’

“Gomawo. Oh iya, bagaimana kabar eomma?”

‘Ahjumma sangat shock waktu aku memberitahukan padanya tentang keadaan kalian. Tapi aku dan Yoona berhasil menenangkannya. Sekarang Yoona masih di rumahmu untuk menemaninya. Dan satu hal lagi, aku hampir saja dihajar Kyuhyun karena tidak mau memberitahu keberadaanmu danTiffany. Dia sangat kalap.’

“Aku bisa mengerti perasaannya.”

‘Kudengar Kyuhyun sudah mengerahkan mata- mata untuk mencari kalian. Aku harap kalian lebih berhati- hati.’

“Ne. gomawo atas bantuannya. Aku harus pergi sekarang.”

‘Cheonmayo. Jaga dirimu.’

***

Siwon dan Tiffany menghabiskan waktu mereka seharian dengan jalan- jalan, makan dan nonton bioskop. Seperti pasangan yang sedang berkencan. Terakhir mereka belanja di supermarket untuk membeli keperluan mereka, lalu pulang setelah makan malam. Setelah membereskan belanjaan, Tiffany masuk ke kamarnya untuk mandi.

Tiffany menyeka butir– butir air yang melekat ditubuhnya dengan handuk. Termasuk wajah dan lehernya. Rasanya segar sekali setelah mandi. Rasa lelah setelah jalan- jalan seharian pun hilang. Dililitkannya handuk itu ke tubuhnya. Kemudian dengan mantap ia membuka pintu kamar mandi.

Tiffany hampir memekik kaget ketika dilihatnya seseorang sudah ada di dalam kamarnya.

“Oppa?” Siwon sedang duduk di tepi tempat tidur Tiffany. ia memandang lurus ke arah Tiffany.

“Sedang apa oppa di sini?” Tiffany merasa malu karena tubuhnya hanya ditutupi handuk saat ini.

“Kau lupa? bukankah ini malam pertama kita?”Siwon tersenyum nakal ke arah Tiffany.

“A—ani.  tapi aku masih…”Tiffany menunduk menahan malu. Mukanya memerah seperti kepiting rebus.

“Ha…ha…kau lucu sekali Fany-ah. Aku hanya bercanda.  Aku tidak akan memaksamu kalau kau belum siap. Aku akan keluar.” Siwon bangun dari tempat tidur. Saat sampai di depan pintu, tangan halus Tiffany mencegahnya.

“Oppa…mianhae.”

Siwon berbalik dan melihat wajah Tiffany yang merasa bersalah.

“Gwaenchana.” Siwon tersenyum dan meraih kedua tangan Tiffany lalu mengecupnya. Tiba- tiba handuk Tiffany terlepas. Tubuh polos Tiffany terpampang jelas di hadapan Siwon sekarang. Siwon dan Tiffany sama- sama terkejut. Siwon tidak berkedip memandang keindahan tubuh Tiffany. Ia merasa terbius dengan pemandangan dihadapannya.

“jangan salahkan aku kalau aku akan menjadikanmu milikku malam ini juga.”

“Andwe…”

Tiffany mengambil handuknya yang terjatuh tapi Siwon lebih dulu menariknya dalam pelukannya. Tiffany terkunci dalam pelukan Siwon. Ia hanya bisa pasrah menrima perlakuan namja yang baru saja resmi menjadi suaminya itu.

Siwon mencium Tiffany dengan mesra. Mula- mula dengan ciuman lembut yang penuh kasih sayang. Kemudian dengan pagutan penuh gairah yang didesak rasa ingin memiliki yang sudah lama terpendam. Lalu Siwon mengangkat Tiffany ke tempat tidur. Menanggalkan pakaiannya dan menyentuh area- area sensitif milik Tiffany yang membuatnya hanya bisa mendesah dan mengerang.

“Saranghae, Tiffany”bisik Siwon pada telinga Tiffany setelah berhasil menyatukan tubuhnya dengan yeoja yang sudah lama mencuri ketenangannya itu.

“Nado, oppa”balas Tiffany sambil menitikkan air matanya. Tiffany  terharu karena saat ini ia bisa bersatu dengan Siwon oppanya.

Sinar matahari menembus masuk ke dalam kamar yang tirai jendelanya sudah tersingkap. Siwon mengerjapkan matanya yang silau terkena cahaya. ia bangun dan menyingkap selimut yang menutupi tubuh naked-nya. Tiffany sudah tidak ada di sampingnya. Diambilnya celana yang tergeletak di lantai lalu memakainya. Ia keluar dari kamar menuju dapur karena mencium aroma masakan yang sangat menggugah selera makannya. Dilihatnya Tiffany sedang membuat sarapan. Siwon menghampiri Tiffany dan memeluknya dari belakang.

“Good morning chagiya,”bisik Siwon.

“Oppa? mengagetkanku saja.”

“Kelihatannya enak.” Siwon melihat ke arah masakan yang sedang dibuat Tiffany. lalu pandangannya beralih ke leher jenjang Tiffany yang terekspose karena rambutnya yang dijepit ke atas. Siwon menciuminya, memejamkan mata dan menghirup aroma tubuh Tiffany yang sangat memabukkannya itu.

“Oppa, hentikan. Aku sedang memasak.”Tiffany mengelak.

“Wae? Aku kan sedang memberimu semangat.”

“Gombal. Sebaiknya oppa mandi dulu. Dari pada menggangguku.”

“Arra. Setelah aku mandi, sarapannya harus sudah siap. Aku sudah lapar sekali.”

“Ne,”

Siwon pergi ke kamar untuk mandi, sedangkan Tiffany melanjutkan kegiatan memasaknya.

Ting Tong! Ting Tong!

Terdengar suara bel dari luar.

“Siapa yang datang sepagi ini?”pikir Tiffany. Ia mematikan kompor dan melepas celemeknya. Tiffany membuka pintu ruang tamu. Matanya membulat saat melihat namja yang sudah berdiri di hadapannya.

“Anneyong, chagiya. Senang bisa melihatmu lagi.”

“……”

 

TBC

36 thoughts on “[Re-Post] Sorry I Love U Oppa Part 6

  1. Aishhhh kyuhyunku datang mngganggu -_- tidak ckupkah kau dngnku kyupa?? Mngpa msih mncri tiffany unnie??😦 next eon,smpai sequelnya nde.. Jebalyooooooo!! D tnggu lnjutnnya,. Hwaiting

  2. lagi asik asik baca, langsung Tbc.
    kyuhyun mulai beraksi mau ngerebut tiffany nya lg.
    meskipun kmrn uda baca dan akhirnya sad ending.
    berharap skrg enggak. buat happy ending ajah sifany nya ya thor?? hahaha

  3. Aaaaaaaaaaa itu pasti kyuhyun ???
    Aku lompat bacanya kepart ini , hehee soalnya seinget aku dulu aku udh baca part 4/5 dr blog Sifany’s Heaven , Mianhae :p
    Ceritanya makin seru , dipart ini kebersamaan SiFany komplit, mulai dari calon pengantin dibawa kabur sampe menikah diam-diam lalu langsung malam pertama pula , aiiihh sosweetnya SiFany😀
    Next part Update soon author , FIGHTING^^

  4. Kyuhyun ah,relakanlah tiffany,biarlah fany menikah dengan siwon dan hidup bahagia bersama siwon,please deh,dan jgn jadi pengacau deh.chukae sifany atas pernikahannya.malam pertama yg romantis.hehehe………
    Pagi2 siapa yg ketuk pintu sifany,apa kyuhyun ya, curiga banget deh?daripada penasaran mending reading next part end.
    Author daebak.keep writing thor.hwaiting.
    Sifany 4ever♥♥♥♥♥

  5. What?? Chagiya?? Siapa ga?? Kyuhyun?? Bisajadi…
    Siwon oppa sudah berubah menjadi mr.pervert😆😆😆
    Fany eonni… pasti bahagia?? Happy….😊😍😘😚😙💓💋
    …..
    Bingung mau comment apalagi…!!
    Next next next~~~

  6. Iscchhh…chagya…spa ini enak bnget bilng gthuu…
    Omooo..jng”‘kyuhyun..psti fany dlm bhya inj….
    Uhh…kyu knp gk ngerekkn fany ajah sichh…
    Cinta kn gj hrus memiliki n dipaksakan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s