[Re-Post] Baby Steps

BABY STEPS

395550_255314051200340_100001652415754_686333_513683342_n-horz

Author : Choi Min Ri

Cast : Hwang Tiffany, Choi Siwon

Genre: Friendship, Romance, Hurt

Rating: PG-15

Disclaimer:

All casts belong to their God, parents, and their self. I just borrow their name and character to support my story. Don’t copy this fan fiction without permission.

©Choi Min Ri 2013

*

*

*

PS: FF ini terinspirasi dari lagu Baby Steps milik TaTiSeo. FF ini dibikin dengan waktu singkat tanpa bertapa jadi harap maklum jika Typo udah kaya banjir.

Okey Check it out😀

***

Tiffany berlari dengan terburu-buru melintasi koridor sekolah barunya. Gadis belia yang sekarang berada pada masa awal kehidupan SMAnya. Dengan berbagai ‘aksesoris’ MOS yang melekat di tubuhnya ia pun berusaha mencari ruangan auditorium yang akan digunakan untuk menjalani masa orientasi sekolah.

Bruk! Ops Tiffany menabrak seorang namja berperawakan tinggi

“Mianhae, I’m in hurry”

“Cheonmano, sini kubantu”, namja itu pun membantu Tiffany berdiri. Dan sesaat kedua pasang mata itu bertemu dan moment singkat tersebut mengubah kehidupan Tiffany untuk selamanya

“Yah kenapa kau terlambat anak baru?”, seorang senior OSIS membentak keras Tiffany

“I’m sorry, i lost on my way senior”, kata Tiffany terbata-bata

“Ya Ya Ya! Bicaralah yang benar, kau orang Korea kan? Jangan sok menunjukkan kemampuan bahasa asingmu kepada kami, nerd”, hahaha tawa membahana mengema di seluruh auditorium

“Mianhae, I just move here for one week. So I can’t speak Korean”, sahut Tiffany lagi sembari menundukkan kepalanya

“Oh really, baiklah karena kau sudah terlambat dan menjadi anak baru yang menyebalkan, kami punya hukuman untukkmu”, senior yang lain pun ikut bergabung mengelilingi Tiffany

“Please, forgive me. I won’t do anything again”, kata Tiffany memelas

Sementara itu senior dibelangkannya datang dengan beberapa kecoa mainan di tangannya dan dengan iseng memasukkan kecoak tersebut ke dalam baju Tiffany

“Aw! What is this? Kyaaa….Bullebullebulle!!! Help meeee!!!!

Tiffany yang phobia terhadap serangga langsung menjerit histeris. Mulai panic dan menangis. Seniornya tertawa puas mengerjai Tiffany. Begitu pula dengan teman-teman seangkatannya. Siapa suruh terlambat pada saat hari pertama MOS? Tidak sampai disana saja, dengan sengaja salah satu senior juga dengan sengaja mengambil kaca mata tebal Tiffany sehingga membuat penglihatan gadis itu kabur dan terjatuh tepat di tumpukan sampah. Dan hal tersebut kembali membuat senior dan teman seangkatannya tertawa lebih keras.

“Rasakan itu nerd!”, seru Eunhyuk ketua MOS kali ini

“Hentikan HYUK! Aku tidak menyurumu membully anak baru, aku hanya menyuruhmu untuk mengenalkan mereka arti disiplin bersekolah di sini”, suara berat namun tegas menghentikan tawa yang membuncah di lapangan tersebut.

“Siwon, aku hanya mengajarkankan disiplin kok, siapa suruh dia terlambat”, bela Eunhyuk

“Hyukjae pointmu berkurang! Kau tidak akan mendapatkan gelar kehormatan tahun ini’

“Yah Siwon! Hentikan itu, aku tidak mau poinku berkurang!!
“Itu karena kesalahanmu sendiri HYUK! Melalaikan tugasmu hanya untuk bersenang-senang. Dan kalian apa kalian tidak mempunyai rasa kasihan pada sesama teman kalian ketika melihatnya di bully? Orang macam apa kalian?”,
sahut Siwon dingin dengan sorot mata tajam

Siwon pun membantu Tiffany bangun dan menariknya pergi dari lapangan tempat MOS tersebut. Meninggalkan Eunhyuk, anggota OSIS lain yang shock di tempat

Sementara itu Siwon membawa Tiffany yang lemas dan masih menagis sesegukan

“Gwenchana?”

“Hiks hiks”

Siwon menepuk bahu Tiffany, membesihkan sisa sampah yang menempel di tubuhnya. Dan mengambil beberapa kecoa mainan yang menempel di seragam Tiffany.

“Nah sudah. Kecoaknya sudah hilang, maaf ya mereka terlalu keras mengerjaimu”

“Why they do that to me? I didn’t do anything wrong to them I already told that I don’t want go to Korea, I can’t speaks Korean, and I hate Korea!!”

“Jangan berbicara seperti itu, aku akan membantumu menyukai Korea, aku akan berjanji melindungimu dari gangguan yang lain. Just tell me and I’ll help you. I promise”

Melalui pandangan matanya yang kabur Tiffany masih dapat membaca kesungguhan hati yang terpancar dari mata indah Siwon. Dan seketika itu hatinya telah memilih.

“Thank you”, senyum pun perlahan terukir di wajah chubby gadis itu

***

My scrunched up feelings keep seeping out oh
I try to hide and cover it but it all comes out oh
As I see you, who I can’t touch
I hide because my small shadow might be seen

Aku menutupi wajahku yang kini sedang dilempari telur oleh teman sekelasku. Pasca MOS aku selalu jadi sasaran penindasan teman sekelasku. Tentu saja, aku adalah nerd, tipikal gadis kutu buku yang berkaca mata tebal dan rambut dikuncir dua. Kulitku yang coklat dan tubuhku yang sedikit gemuk membuat teman-temanku yang lain mungkin enggan bersahabat denganku.

“Ya! Hentikan! Apa yang kalian lakukan. Kalian tidak punya pekerjaan lain apa selain membully orang?”

Suara ini suara malaikatku, Siwon. Suara berat berwibawanya mampu mengusir semua makhluk pembully itu. Siapa yang tidak takut pada sosok ketua OSIS sekolah ini? Tampan, baik hati, tegas, kaya, dan taat agama. Semua namja pasti sangat ingin memiliki semua kesempurnaannya. Semua yeoja cantik di sekolah ini maupun yeoja di luar sana juga tanpa diragukan lagi akan rela mempermalukan diri untuk bersamanya. Lalu mengapa ia masih mau menolongku, si kutu buku tambun berkulit coklat? Aku juga tidak tahu, mungkin ia terlalu baik untuk mengabaikan orang lemah sepertiku.

“Tiffany-ah gwenchana?”

“Ah ne gwencana Oppa?”

“Ayo kita ke ruang OSIS, aku rasa ada seragam lebih disana. Kau bisa menggunakan toilet dan mengganti seragam disana”

Lesung pipinya mengiringi senyum yang menghiasi wajah Siwon. Wajahnya hanya menunjukkan ketulusan. Dan itulah yang membuatku menyukainya. Tidak! Mungkin aku sudah mencintainya sejak pertama kali mata besarnya menatap mataku. Delusional sekali mengingat aku tak akan pernah bisa meraihnya. Maka cukuplah rasa ini kusembunyikan dan kuhilangkan. Shhshh

***

Oh, with trembling steps, I carefully approach you
Oh, the closer I get to you
Somehow the more I’m afraid that
you’ll get farther away

 

“Oppa apa kau tidak malu berteman denganku?”

“Ani. Waeyo? Kenapa harus malu?”

“I’m you know just a nerd. Aku tidak ingin nama baik oppa hilang karena ku”

“So change your appearance then!”

“………”

“Silly! I’m just kidding you know! Kau jangan berpikiran macam-macam. Aku tidak perduli kata mereka. Aku yang menjalani kehidupanku dan aku menyukai Tiffany Mi Young sebagai dongsaengku. Dan aku tidak akan membiarkan orang lain mengganggu dongsaengku. Arra?! Kajja aku akan mentraktirmu ice cream biar pipimu tambah chubby”

***

One, Two, my heart Three, Four, my breath Five,
Six, my entire body walks, only seeing you

 

“So change your appearance then!”

Kata-kata Siwon terus terngiang di telingaku. Kubuka laptop milikku dan mengetikkan keyword di mesin pencari google. How to become a Queenka. Ku buka tab berikutnya. The fastest way to shaping your body. Dan yang terakhir. How to be pretty. Oppa, apakah kalau aku merubah diriku kau akan melihatku seperti seorang yeoja bukan hanya sebagai dongsaeng? Oppa aku hanya melihatmu. Dapatkah kau juga melihatku? Selalu pertanyaan ini yang kulontarkan pada selembar foto dirinya yang yang kudapatkan di account jejaring social miliknya. Wajah tampannya saat tersenyum.

***

The more I cover up my two eyes
I see you clearer (It’s you, it’s you)
The more I block my ears,
I hear you all day

 

“Annyeonghaseo, naneun Im Yoona imnida manasso pangawoyo”

Seorang yeoja cantik mengulurkan tangannya padaku. “Annyeonghaseo”, balasku tersenyum kikuk, aneh rasanya saat ada seseorang selain Siwon yang mau mengulurkan tangan untuk menjadi temanku. Yoona gadis yang sangat baik dia tetap mau berteman denganku walaupun aku nerd. Ah bukan pada dasarnya ia memang easy going person dan hal itulah yang membuatnya disenangi oleh orang-orang dikelasku. Segera saja status Queenka disandangnya. Dan hal itu juga membuat Siwon Oppa tertarik. Sudah seminggu ini dia terus saja mengujungi kelasku. Dan bodohnya aku terlalu berharap bahwa Oppa hanya ingin bertemu denganku. Dia menyukai Im Yoona, dan dia ingin agar aku membantunya mengenalkannya pada Yoona.

“Oppa ada apa kau mengajakku ke taman?

“Memangnya tidak boleh kalau akau mengajakmu keluar? Sini aku akan membelikanmu es krim”

“Ah, gomawo oppa”, senyumku

Beberapa saat kemudian Siown pun datang dengan 2 es krim di tangannya

“Fany, ini es krim mu. Ayo kita makan sambil berjalan-jalan”

“Ne Oppa”

“Fany apakah aku boleh meminta bantuanmu?”

“Bantuan apa oppa?”

“Tolong carikan aku no hp Yoona ya, Yoona neomu yeoppo. Aku rasa aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama padanya”

“…………..”, aku menghentikan langkahku ketika mendengar pengakuan Siwon. Jadi Siwon menyukai Yoona? Ak..aku neomu…appo. Aku rasa mataku akan terasa panas

“Fany ah gwencana?”

“Ah ne gwencana oppa”

“Jadi bagaimana? Kau mau membantu Oppa kan jebal”,

“Ne oppa”

Walaupun aku sakit oppa, aku tidak bisa mengabaikan permintaanmu. Akhirnya dengan berat hati akan kulakukan untukmu oppa.

Week later

“Fany-ah kau tahu aku sangat senang hari ini?”

“Waeyo oppa?”

“Kencanku dan Yoona sangat menyenangkan, dia yeoja yang sangat lucu, penurut dan polos. Neomu neomu yeppuda. Oppa sangat menyukainya”

“Jinja oppa, chukkae”, kuposekan senyum palsuku di depannya. Bagaimana bisa ku menunjukkan wajah masamku padanya ketika wajah tampannya sangat berseri-seri ketika menceritakan mengenai Yoona?”

“Fany, bisakah kau membantu oppa lagi?”

“Bantuan apa oppa?”

“Bantulah agar oppa bisa menjadi namja chingu Yoona”

Taukah kau oppa, bahwa sebenarnya kau telah menusukkan pisau ke jantungku ketika kau mengatakan kalimat tadi? Tapi apa daya oppa? Ini permintaanmu? A command that I can’t ignore eventhough my heart is hurt, because it’s you oppa, it’s you, the one I love.

***

It’s so hard to read your eyes
All day I’m cautious around you

 

“Fany aku ingin agar kau menyerahkan surat ini pada Yoona, tolonglah kau ajak Yoona ke atap sekolah setelah ekskul cheers Yoona selesai ne”

“Untuk apa oppa?”

“Oppa ingin menyatakan perasaan oppa pada Yoona, jadi Fany tolong bantu oppa neh. Nasib oppa bergantung padamu”

“Oppa, tidak akan meninggalkanku kan kalau oppa dan Yoona sudah pacaran?”

“Tentu tidak pabo, oppa janji. Kau akan tetap jadi dongsaeng Oppa yang paling baik”

Akhirnya setelah percakapanku dengan Siwon, aku mulai sadar akan statusku. Aku hanyalah seorang dongsaeng bagi Siwon Oppa, tidak lebih. Berapa pun usahan yang aku lakukan tidak akan bisa mengubah perasaannya padaku. Ya Fany lebih baik kau menyerah dan ikhlas walaupun sakit. Sakit. Aku rasa jam pelajaran ini akan kuhabiskan di perpustakaan untuk menangis.

Aku memasuki ruang latihan cheers untuk memberikan surat Siwon Oppa pada Yoona. Dan disinilah berkumpul semua Queenka sekolah ini.

“Annyeonghaseo, apakah Yoona ada?”, tanyaku

“Yoona sedang di lapangan sekolah”, sahut Hyoyeon sunbae sang leader

“Kamshahamnida”, ucapku sembari menunduk dan menuju lapangan

“Yoona aku menyukaimu, sejak pertama kali aku melihatmu di sekolah ini. Aku tidak pernah bisa melupakanmu. Bayanganmu selalu terlihat di mataku. Im Yoona maukah kau menerimaku sebagai namja chingumu? Neomu Saranghaeo”

“Jeongmal Oppa?! Nde aku mau”

Betapa kagetnya ketika ku melihat Yoona dan Donghae, si ketua basket sekolah di sini. Terlebih lagi dengan status Yoona dan Donghae yang sudah berpacaran. Omo Siwon oppa pasti akan sangat sedih jika mengetahui hal ini. Aku harus melakukan sesuatu. Segera saja aku pergi mencari Siwon tapi nihil aku tidak menemukannya. Otokaeo?!

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam tapi aku masih belum bisa menemukan Siwon Oppa. Ah aku ingat oppa mungkin masih menunggu di atap. Pabo Fany, Pabo! Segera saja aku berlari ke atap, dan aku agak kesulitan dengan berat badanku.

Ketika aku membuka pintu atap, kulihat Siwon berdiri dan di sampingnya sudah tertata rapi makanan beserta lilin di atas meja dan berbagai tulisan ‘penembakan’ untuk Yoona

“Yoona……Fany? Dimana Yoona?”, tanya Siwon dapat kurasakan wajah Siwon yang kecewa melihatku datang dan bukan Yoona

“Oppa…..aku ingin mengatakan sesuatu”

“Apa?, apa ini tentang Yoona? Dimana dia sekarang”, aigoo wajah Siwon sangat memelas. Aku tidak tega memberitahunya mengenai Yoona dan Donghae

“Mianhae Oppa aku,,,,,,menghilangkan surat yang kau berikan padaku untu Yoona, dan Yoona juga sudah pulang dari ekskul cheers, aku ketiduran di perpustakaan. Jeongmal mianhae”

“Mi Young, katakan kau bercanda mengenai hal ini!, kau tahu aku sudah lama menantikan moment ini, ini bertepatan dengan hari ulang tahun Yoona. Kenapa kau menghancurkannya?”

“Jeongmal mianhae oppa, aku tidak sengaja, aku tidak tahu hari ini ulang tahun Yoona,aku memnag ceroboh”

“Sudahlah Fany, aku rasa untuk beberapa hari kedepan aku tidak ingin melihatmu lagi”.

“Tapi, oppa, jeongmal oppa kau boleh marah padaku atau membenciku tapi jangan meninggalkanku oppa, kau sudah janji kan akan menjagaku dari para pembully selama aku di Korea kan oppa”

“Entahlah Fany, kau telah menggagalkan semua rencanaku, biarkan aku sendiri untuk saat ini”

Siwon oppa pun meninggalkanku sediri di atap sekolah. Kakiku lemas dan membuatku tak mampu berdiri. Aku memandangi semua hiasan dan dinner yang Siwon telah siapkan untuk Yoona. Oppa pada akhirnya kau tetap meninggalkanku. Air mata ini sudah tak bisa kutahan lagi. Namun perlahan dihapuskan oleh hujan deras yang mengguyur tubuhku. Aku hanya tidak ingin kau tersakiti Oppa. Jebal tolonglah lihat aku lebih dalam lagi. Bisakah kau merasakannya? Perasanku padamu?

***

One, Two, my heart Three, Four, my breath Five,
Six, my entire body walks, only seeing you
One, Two, even now Three, Four, even today Five,
Six, even tomorrow, walk toward me

“Omo Fany! Kenapa kau basah kuyup begini dan kemana saja kau hingga pulang selarut ini?”

“Eonni?!”, aku memeluk Michelle eonni, kakak perempuanku yang baru saja datang dari Amerika

“Calm down baby! Tell me what happened. But you must change first. I don’t want you to get cold.”

“Ne eonni”

Aku menceritakan semuanya pada Michelle eonni, dia mendengarkanku dengan baik dan menurutnya kau harus bisa sedikit demi sedikit melupakan Siwon. Oh andai aku bisa. Ku ambil lagi selembah foto Siwon pada diaryku. Siwon oppa telah mengisi hatiku, nafasku dan seluruh badanku. Eventhough he never pay attention as a girl toward me but still his name keep in my heart.

Aku memaksakan diri untuk pergi ke sekolah hari ini. Walaupun kepalaku rasanya sangat pusing. Aku segera menuju ke loker Siwon Oppa, dengan diam-diam seperti biasa tentu saja, karena hanya dengan menjadi secret admirer saja aku bisa menyampaikan perasaanku padanya. Sudah hampir 2 tahun aku melakukan ini, mulai dari pertama aku mengenalnya hingga ia tidak ingin bersamaku lagi.

“Hei kau dengar berita tidak, Yoona dan Siwon sudah jadian tuh”

“Serius? Kudengar ia malah pacaran dengan Donghae”

“Ia Yuri sayang, kemarin Siwon membuat twit yang sepertinya untuk Yoona”

“Jessi, itu mustahil Hae juga membuat twit yang berhubungan dengan Yoona, saksi mata juga ada, Eunhyuk oppa juga keceplosan mengatakannya”

“Jadi siapa pacarnya Yoona? Donghae atau Siwon?”

“Entahlah Jess molla, itu karena Yoona cantik makanya banyak sunbae yang suka padanya, aduh aku jadi iri”

Deg, jadi Siwon oppa sudah pacaran dengan Yoona? Kenapa ini terjadi? Oppa pakah kau tidak tahu jika Yoona dan Donghae sudah pacaran? Kau diselingkuhi oppa. Apa yang harus kulakukan Tuhan, haruskah kubiarkan Oppa tetap bersama Yoona atau aku beri tahu yang sebenarnya?

***

Again today, I walk toward you with tearful steps
I wait for the day that I will touch your heart
For the day you will hold me in your embrace
I need you hey

 

Sudah dua minggu semenjak peristiwa itu. Aku dan Siwon Oppa menjadi jarang sekali bertemu. Aku masih bimbang dengan apa yang harus kulakukan dengan hubungan Siwon Yoona dan Donghae. Dan pada akhirnya aku memang tidak mampu melakukan apa-apa selain hanya mampu memperhatikan Siwon oppa dari jauh. Namun hatiku sudah tidak bisa membendungnya lagi, tanpa bisa dekat dengannya membuat hatiku terasa hampa dan melihat Yoona dan Donghae yang bermesraan di belakannya membuat aku marah karena tidak bisa melakukan apapun saat Siwon Oppa disakiti. Dengan memberanikan diri akhirnya aku menemui Siwon di ruang OSIS

“Oppa, mianhae bolehkan aku masuk?”

“Fany?”

“Apa oppa masih marah padaku?”

“Oppa hanya kecewa padamu, kenapa kau tidak menepati janjimu untuk memberikan surat itu ke Yoona?”

“Mianhae oppa aku sangat ceroboh. Tapi aku dengar jika Oppa dan Yoona sudah berpacaran, apakah itu benar?”

“Neh itu benar , kau tahu oppa sangat nervous saat itu, untungnya Yoona mau menerima Oppa, Oppa benar benar sangat senang”

“Chukkae Oppa, seharusnya kau memberi tahuku lebih awal”

“Mianhae Fany, aku terlalu termakan egoku untuk memaafkanmu”

“Ne oppa, memang aku yang pabo”

“Sudahlah oppa sudah rindu juga denganmu, hari ini sepulang sekolah oppa akan mentraktirmu makan dan jalan-jalan, yah sebagai pajak jadian untukmu hehehe. Eh mengapa kau sekarang terlihat kurusan? Masa gara-gara aku tidak pernah mentraktirmu es krim kau jadi kempes begini?”

“Oppa,,,tidak lucu tahu”

“Ne, kajja!”

Siwon Oppa sepertinya sangat senang dengan hubungannya bersama Yoona, tak henti-hentinya dia membicarakan mengenai momentnya bersama Yoona beberapa 2 minggu ini. Dan aku harus berlapang dada menerimanya walau aku kesal karena oppa telah tertipu mentah-mentah. Mau bagaimana lagi aku tidak mampu merusak kebahagiaan Siwon oppa begitu saja.

Dan hari ini Siwon mengajakku ke Lotte World, disini aku merasa bahagia setidaknya aku bisa merasakan hangatnya genggaman tangan Siwon pada tanganku. Walaupun bibirnya tidak berhenti megoceh tentang Yoona. Saat kami menaiki bianglala, aku melihat Yoona dan Donghae ikut menaiki bianglala tepat dibelakang kami. Bahaya! Siwon tidak boleh melihat ini? Untunglah saat itu Siown melihat pada arah yang berlawanan dengan mereka.

“Oppa lihatlah ada bintang jatuh”

“Baiklah ayo membuat permohonan”

“…………….”

“Apa yang kau minta Fany?”

“Rahasia Oppa”

“Kalau aku agar bisa bersama Yoona selamanya”

“Oh, oppa di kepalamu sepertinya hanya ada Yoona saja ya”

“Tentu saja”

“Memangnya di kepalamu, hanya ada berates-ratus buku di perpustakaan heheh”

Gruddduk

Tiba-tiba ada guncangan pada bianglala yang kami naiki. Dan menyebabkan aku dan Siwon saling bertubrukan.

“Oppa, apa kau melihat dimana kacamataku? Aku tidak bisa melihat apapun” ucapku sembari meraba-raba tempat duduk kami dan mencari kacamataku

“……….”

“Oppa, kenapa oppa diam aku tidak bisa melihat. Apa kau baik-baik saja?”, kenapa Siwon Oppa diam apa dia sudah melihat kearah Yoona dan Donghae?”

“Ah, ne ini kacamatamu Fany”

“Kamsahamnida Oppa”

“Fany sepertinya bianglalanya mati, kemungkinan kita harus mengunggu beberapa saat sampai bianglala ini bisa diperbaiki”

“Tapi ini sudah mendung dan sebentar lagi akan hujan”

“Mau bagaimana lagi, ya nikmati sajalah pemandangan malam Seoul. Sudah lama kan kita tidak main-main, Oppa sebentar lagi akan ujian hehehe”

Kami pun mengobrol mengenai banyak hal, hal yang juga kurindukan saat bersamanya. Tiba-tiba terdengar suara kilat.

“Kyaa!! Aigoo aku takut”, seruku, refleks memeluk Siwon Oppa. Dan bunyi petir kembali terdengar beberapa kali.

“Sudahlah Fany petirnya sudah berhenti”

“Ne mianhaeo Oppa, aku tidak sopan karena sudah memelukmu”, ketika aku sudah mendapatkan kesadaranku kembali aku melepaskan pelukanku pada Siwon Oppa.

“Gwencana, sini duduklah di sampingku, bila kau takut”

“Anio, nanti bianglala ini tidak akan seimbang”

“Sudahlah mumpung bianglala ini belum berserak”, rayunya dengan senyum yang manis

“Baiklah”

***

Oh, with trembling steps, I carefully approach you
Oh, the closer I get to you Somehow the more I’m afraid

Bianglala yang kami naiki sudah kembali berfungsi dan kami segera turun. Sayang sekali, akhirnya waktuku bersama Siwon Oppa harus berakhir. Ini lah yang selalu tidak kuharapkan, saat dimana, aku begitu dekat dengan Siwon oppa dan begitu mudahnya saat-saat itu akan berakhir.

“Gomawo oppa untuk hari ini”

“Ne cheonmaneo”, katanya sambil mengusap-usap rambutku”

Kami berjalan sambil memakan permen kapas di Lotte World ditemani dengan gerimis hujan. Tiba-tiba langkahku terhenti ketika aku melihat sosok Yoona dan Donghae di depan kami dari kejauhan.

“Oppa aku masih ingin bermain ayo kembali lagi”

“Ya Fany ini sudah malam dan hujan ayo kita kembali saja”

“Anio Oppa”, aku menariknya agar berbalik arah dan tidak melihat Yoona dan Donghae yang bermesraan beberapa cm di depan kami

“Yoona…………?”, terlambat

Siwon Oppa lalu menuju ke arah Yoona dan Donghae yang kini sedang berciuman. Aku mengikutinya dari belakang dan dapat kulihat aura kemarahan dari wajahnya.

Plak!!!

“Apa yang kau lakukan Im Yoona?”, seru Siwon oppa marah

“Si…Siwon Op..pa?

“Siwon apa yang kau lakukan? Kau gila kenapa kau memukul yeojachinguku?

“Ya Donghae sejak kapan kau menjadi namjachingu Yoona? Aku namja chingu Yoona!!

“Kau bodoh Siwon? Aku yang yeoja chingu Yoona”

“Yoona tolong jelaskan pada kami, apa maksud semua ini?”

“a..ku…aku, aku mencintai kalian berdua. Kalian menembakku pada saat yang bersamaan, dan kau tidak ingin melepaskan kalian berdua, Mianhae”, akhirnya air mata Yoona tumpah

“Aku kecewa padamu Yoona!”, seru Siwon Oppa dan berlari meninggalkan Yoona dan Donghae

Siwon Oppa terus berlari ditengah guyuran hujan. Inilah yang kutakutkan, pada akhirnya Oppa akan tahu dan akan sangat sakit. Dan aku tidak bisa melihat Oppa seperti ini.

“Oppa, gwencana?”

“Fany, aku tertipu, waeyo dia seperti itu, aku sangat mencintainya Fany, aku percaya padanya, kenapa dia menghianatiku? Wae waeyo? Apakah aku nappeun saram?

“Ani Oppa you’re not”

“She is the nappeun saram, let it out oppa, your sadness”, Siwon Oppa akhirnya memelukku dan menangis di bahuku. Dan aku hanya bisa menepuk-nepuk punggung Siwon untuk menenangkannya. Mianhae Oppa seandainya aku mempunyai keberanian untuk mengatakan padamu semuanya lebih awal

***

Oh, with trembling steps,
I carefully approach you again
Oh, please come closer
so you can see my love

“Oppa makanlah, jangan seperti ini terus, kau bisa sakit nanti”

“Anio aku tidak mau makan Fany, kau saja yang makan”

“Ya oppa! Aku tahu kau sedang patah hati, tapi kau tidak bisa terus-terusan membuat begini, lihat ajumha, ajushii dan Sooyoung khawatir, aku juga. Aku tidak ingin melihat oppa sakit. Oppa 2 bulan lagi akan ujian kan!. Dan kau akan sangat bodoh ketika kau kalah hanya gara-gara masalah Yoona Oppa”.

“Baiklah aku makan, kau cerewet sekali sih! Tapi suapi aku”

“Oppa kau itu manja sekali sih”

“Fany-ah gomawo, kau telah banyak membantuku”

“Sama-sama oppa”, aku pun tersenyum

Ya semua sama seperti semula, pasca mengetahui hubungan Yoona dan Donghae, Siwon oppa sempat terpuruk namun seiring berjalannya waktu Siwon Oppa mulai bisa melupakan permasalahannya dengan Yoona. Dan aku masih tetap sama tetap berada di zona aman yang hanya bisa berharap suatu hari nanti Siwon Oppa akan memandangku dengan hatinya.

“Tiffany, kau akan menjadi perwakilan club music bersama Taeyeon dan Seohyun untuk tampil di acara perpisahan sekolah dan lagunya silahkan pilih sendiri”, kata Boa sosaengnim

“Mwo?! Apa sosaengnim, tapi aku tidak pantas. Penampilan dan suaraku masih buruk”

“Ania Fany, aku telah mengamati perkembangan musicmu 2 tahun ini dan akua rasa kau pantas mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan siapa dirimu yanag sebenarnya Fany”, Boa sosaengnim terus menyemangatiku

“Baiklah akan ku coba”

Selama beberapa minggu ini aku terus berlatih vocal bersama Taeyeon sunbae dan Seohyun hoobaeku di eksul music. Termasuk juga menambah upaya diet dan olahraga, agar aku tidak mempermalukan Taeyeon dan Seohyun yang memang bertubuh langasing dan mungil. Dan lagu yang kubawakan adalah hasil ciptaanku sendiri. Karena kesibukan berlatih aku dan Siwon Oppa jarang bertemu, selain karena dia juga sibuk dengan ujian kelulusannya.

Akhirnya acara kelulusan pun tiba aku sangat gugup untuk tampil hari ini. Aku menggunakan setelan dress putih dan rambut gelombang yang dibiarkan tergerai bebas. Juga setelan make up yang dipoleskan Michelle eonni, maklumlah aku tidak bisa berdandan. Dan akhirnya MC pun memanggil kami TaTiSeo untuk tampil. Kami pun mulai menyanyikan lagu yang memnag khusus kuciptakan untuk Siwon Oppa

Umkyeo jwin maeumi jakku sae eonaga
Oh sumgyeobogo gamchwodo modu heulleonaga Oh


Daheul su eobtneun neoreul bomyeonseo
nae jageun geurim jado deul kilkka sumeoseo

 

Oh nan tteollineun georeumeul josimhi dagaga bwa
Oh nan deo gakkai galsurog eotjeonji
duryeowo jyeo
niga meoreo jilkka

One, Two nae mami Three, Four sumgyeori Five,
Six onmomi neoman bomyeo georeo

 

Du nuneul garil surog
niga deo jal boyeo(It’s U, It’s U)
Nae du gwireul mageul surog jongil
neoman deullyeo

Ni nunbit ilgeon aegi eoryeowo onjongil
ni gyeoteseo nunchiman boge dwae

 

Oh nan tteollineun georeumeul
tto hanbeon dagaga bwa
Oh neon nae sarangi boineun
gakkaun geori kkaji ijen dagawa jwo

 

One, Two nae mami Three, Four sumgyeori Five,
Six onmomi neoman bomyeo georeo
One, Two eojedo Three, Four oneuldo Five,
Six naeildo neoreul hyanghae georeo

 

Oneuldo na honja nunmul jitneun
georeumeuro neol hyanghae geodgo itjiman
Ni mame dahneun nal ni pume anajul
geu nareul gidaryeo I Need U hey,

 

Oh nan tteollineun georeumeul josimhi dagaga bwa
Oh nan deo gakkai galsurog eotjeonji duryeowojyeo

Oh nan tteollineun georeumeul
tto hanbeon dagaga bwa

Oh neon nae sarangi boineun
gakkaun georikkaji ijen dagawa jwo

 

One, Two nae mami Three, Four sumgyeori Five,
Six onmomi neoman bomyeo georeo
One, Two eojedo Three, Four oneuldo Five,
Six naeildo neoreul hyanghae georeo

Baby Steps (TTS)

Tepuk tangan meriah mengiringi penampilan kami. Terima kasih Tuhan penampilan kami tidak mengecewakan.

“Tiffany!”, kudengar suara Siwon Oppa memanggilku

“Nae oppa?”

“Suaramu indah sekali, aku tidak menyangka kau bisa menyanyi semerdu tadi. Oppa sangat bangga padamu”

“Jinja oppa, tapi jadi selama ini oppa meremehkanku?, oppa jahat!”

“Hehehe mianhae, Fany mala mini kau sangat cantik dan kau sangat berubah, mana perut buncitmu mana, kau membuangnya ya hehehe”

“Aku olahraga Oppa”

“Dan apa ini? Rambut mu kau gerai dan curly?”

“Aku melakukannya agar tidak mempermalukan Taeyeon eonni dan Seohyun oppa”

“Dan kau juga melepaskan kacamatamu, sepertinya Ugly Duck telah berubah menjadi Beautiful Swan?”

“Oppa hentikan, aku malu”, kataku menunduk, aku memang malu ingin rasanya aku melepas dandanan ini dan kembali ke kacamata, kepangan dua dan buku tebalku

“Waeyo?, kenapa harus malu? Kau cantik sekali malam hari ini, neomu neomu neomu yeppo. Oppa yakin setelah mala mini fans mu pasti akan semakin bertambah banyak, mungkin termasuk oppa”

“Oppa mempermainkanku”, kataku pura-pura kesal untuk menutupi rasa bahagiaku saat dipuji Siwon Oppa

“Anio, sini Tiffany aku adalah fansmu, aku ingin meminta tanda tangan dan berfoto denganmu. Kajja ayo kita berfoto”

One Two…..Cheesee

“Nah akhirnya aku dapat berfoto dengan idola hahahha”, seru Siwon Oppa dengan tampang lucu

“Oppa selamat atas kelulusanmu”, kataku

“Ne akhirnya aku lulus”

“Kita akan berpisah Oppa karena kau sudah harus ke Universitas”

“Ah bicara apa kau Fany, kita akan tetap bersama, kau bisa sering mampir ke rumahku, Eomma dan Sooyoung sudah sering menanyakan keberadaanmu padaku Fany”

“Ne aku juga sudah rindu dengan Ajumha dan Sooyoung, Oppa”

“Baiklah bagaiman kalau liburan ini kita berlibur, kau juga bisa mengajak keluargamu Fany”

“Jinja oppa, baiklah aku terima”

***

One, Two, my heart Three, Four, my breath Five,
Six, my entire body walks, only seeing you
One, Two, even now Three, Four, even today Five,
Six, even tomorrow, walk toward me

Aku memandang hamparan lautan yang ada di depanku

“Indah kan?”

“Oppa?, Ne neomu yeppo”

“Liburan bersama itu memang menyenangkan”

“Nde, sayangnya Leo Michelle dan Daddy masih di Amerika”

“Hey wajahmu kenapa lesu begitu, kan masih ada kami dan Michelle noona, lain kali mari kita berlibur bersama lagi, ayo semangat”

“Ne Oppa, hwaiting!”

Tiba-tiba Siwon oppa mencipratkan air laut padaku

“Ya Oppa! Apa-apaan ini?”

“Mau membalasku?, coba saja kalau berani”

Kami pun berkejar-kejaran di pesisir pantai, sementara Keluarga Siwon Oppa dan Michelle Eonni tengah menyiapkan makanan di dekat pantai.

“Ya Oppa Eonni cukup bermesraannya, sini makan!, kalau tidak makanannya akan kuhabiskan sendiri”, kata Sooyoung adik Siwon yang mempunyai nafsu makan cukup besar

“Yah Sooyoung, jangan kau habiskan semua!”, teriak Siwon Oppa lalu berlari menuju ke tempat Sooyoung dan yang lainnya. Aku hanya mengikutinya pelan dari belakang.

“Yah! Fany cepatlah sedikit, kau tidak maukan makanan kita habis dimakan Sooyoung?”, kata Siwon tersenyum sambil mengulurkan tangan kekarnya padaku. Sebelum kubisa berfikir lebih jauh Siwon Oppa telah menarikku untuk berlari bersamanya.

 The End

Mianhae ya reader kalo genre ffnya ga jelas, romance bukan, sad end bukan, dan happy end juga bukan wkwkkw. Em jangan lupa Read, Comment and Like ya….Lop Lop U😀

72 thoughts on “[Re-Post] Baby Steps

  1. Minri-yaaa ff ini sebetulnya bagus banget hanya sayang endingnya aja kurang gregeeetttt , jadi gemes sendiri aku sama SiFany’nya , haahaa :p
    Udah lama nih kamu ga update ff sibuk kuliah niyeee, hehee Semangat terus yah baby , belajar yang rajin , Fighting^^
    Satu lagi jangan lupa Re-post Ulang Sifany Factnya yaaah aku kangen banget pengen baca karya km yang satu itu😉

  2. baru kali ini nemu ff SiFany tentang kehidupan sekolah ^^ manis banget cerita ff ini, di ff ini aku ngebayangin siwon oppa waktu jaman ’07/’08 terus fany unnie jaman ’09 :>)
    kasian fany unnie di bully kayak gitu😥 siwon oppa juga kasian dikhianatin😥
    hubungan siwon oppa dan fany unnie disini gantung ya,, pengen nya mereka pacaran bukan sahabatan atau kakak adik ^.^
    baby step lagu kesukaan aku❤
    gomawo admin udah nulis ff se sweet dan se cute ini dan gomawo admin udah ngepost ff ini ^^

  3. Yak……siwon jgn marah2 donk ama fany,fany kan niatnya baik,karena gak mau kamu sakit hati pada yoona.ujung2nya siwon tahu juga yoona itu selingkuh ama donghae.aiggo……siwonnya manja banget deh ama fany,makan aja minta disuapin ama fany.pasti imut dan lucu kalo fany itu gendut, fany bukan gendut tapi montok.hehehe………
    Thor happy endingnya sifany belum jadian masih tahap pertemanan dan pedekate,tapi yg penting sifany,ok.
    Thanks buat author dan ffnya.
    Keep writing thor dan hwaiting.

  4. Klo gntung psti mgkin bg author jln mrk msh pnjgn n osti msh bnyk crt mkny blm dibwt ending yg pas.

    crt ank smu yg menarik dr fany sih ank cupu/nerd dibully trs ad herony yaitu siwon …wah kisah yg romantis bgku. n tny cinta fany cm sepihak krn siwon cm anggp adik. tp rasa cinta fany tulus….

    bnr2 menarik klo dibwt squelny…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s