Sorry, I Love You Oppa Part 5

Sorry, I Love You Oppa

Title: Sorry, I Love You Oppa (chapter5)

Author:  Youngwonie

Main Cast: Siwon, Tiffany, Kyuhyun

Support Cast: member SuGen

Genre: Romance, family, sad

Rating : PG-18

Length : Series

 

 

 

 happy reading…J

“my love, my love, my love

Semakin ku mencintai, semakin ku tak bisa menahan rasa sakit ini

So long, so long, good bye

Mohon maafkanlah diriku karena telah mencintaimu tanpa membuktikannya.”

( SuJu M, Good Bye My Love)

 

 

“Andwe oppa…” Tiffany menggeleng sambil bergerak mundur menjauhi Siwon.

Siwon kaget dengan penolakan Tiffany. Tiffany menangis dan berlari dari tempat itu.

“Fany-ah tunggu…” Siwon mengejarnya. Tiffany terus berlari sambil menangis.

Setelah jauh berlari, Tiffany kelelahan dan berhenti. Ia masih menangis.  Detik berikutnya ia merasakan seseorang memeluknya dari belakang.

“Sa-ranghae…”ucap Tiffany lemah.

“Nado.”

Tiffany membulatkan matanya, itu bukan suara Siwon. ia berbalik dan melihat orang yang memeluknya.

“Kyu…?” Kyuhyun tersenyum dan meraih Tiffany kedalam pelukannya lagi.

“Nan bogoshippo, Fany-ah.” Bisiknya. Tiffany hanya bisa membatu dalam pelukan Kyuhyun.

“Kenapa matamu merah? Apa kau habis menangis?” Kyuhyun bertanya setelah melepas pelukannya.

“Ani, ini karena mataku pedih setelah hujan- hujanan.”

Sementara itu, Siwon mencari Tiffany di tengah kerumunan orang yang kembali berkumpul di halaman karena hujan sudah reda. Siwon menemui ayah dan ibunya.

“Appa, eomma, apa kalian melihat Tiffany.”

“Bukankah Tiffany tadi bersamamu? Kami belum melihatnya.” Jawab eomma.

“Tadi kami memang bersama tapi…”Ucapan Siwon terputus saat seseorang menghampiri mereka.

“Anneyonghaseo”Kyuhyun muncul bersama Tiffany di sampingnya yang kini sudah memakai jas milik Kyuhyun.

“Kyuhyun? Tiffany bersamamu?”

“Ne, Ahjusshi. Tadi aku bertemu Tiffany.”

“Mianhae, aku membuat kalian khawatir.”

“Gwaenchana, Fany. Yang penting kau baik- baik saja.”

“Kapan kau datang dari Jepang, bukankah rencananya 2 minggu lagi kau baru kembali ke Seoul?” tanya Appa Siwon.

“Tadi malam. Aku tidak bisa menunggu 2 minggu lagi Ahjusshi, aku tidak bisa menahan rinduku pada putrimu ini lebih lama lagi.”

Siwon kesal dengan perkataan Kyuhyun,”Berani sekali dia merayu Tiffany di depan Appa.”batin Siwon.

“Apakah orang tuamu juga ikut kemari?”

“Ne, Ahjusshi. Mereka juga sudah tidak sabar untuk menemui Tiffany.”

“Kalau begitu, pernikahan kalian bisa dilaksanakan secepatnya.”

“Pernikahan?” Siwon terkejut dengan pernyataan ayahnya.

“Wae? Tiffany belum memberitahumu?”Appanya heran.

“Belakangan ini aku sangat sibuk dan belum sempat menceritakannya pada Siwon oppa.”jawab Tiffany. ia melihat ke arah Siwon yang sepertinya marah dengan pengakuannya.

“Mianhae sebaiknya aku pulang duluan, aku harus mengganti baju.”Siwon tidak bisa menahan perasaannya, antara marah, kecewa dan mungkin juga patah hati.

“Bawalah Tiffany pulang. Dia juga basah kuyup.”perintah mommynya.

“Tapi eomma…”

“Biar aku saja yang membawaTiffany pulang.”Kyuhyun menawarkan diri.

“Tidak usah Kyu. Biar Siwon saja. Kau kan baru datang. Kau juga belum bertemu Yoona dan Donghae kan?”

“Ne, ahjumma.”

***

 

Akhirnya Siwon yang membawa Tiffany pulang. Di dalam mobil mereka saling membisu. Sampai akhirnya Tiffany yang membuka mulut. Ia tidak tahan jika sudah didiamkan oleh oppanya.

“Oppa, mianhae…”

Siwon tidak memperdulikan ucapan Tiffany, dia terus fokus menyetir. Tiffany meneteskan air mata. Ia merasa bersalah karena tidak pernah menceritakan tentang hubungannya dengan Kyuhyun.

“Uljima. Kau seharusnya bahagia. Jangan membuang- buang energimu.”

“Oppa…dengarkan aku dulu. Aku tidak bermaksud menyembunyikannya dari oppa. aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk menceritakannya.”

“Sampai kapan? Sampai aku menjadi satu- satunya orang bodoh yang tidak mengetahui rencana pernikahan kalian? Apa kau masih menganggap aku oppamu?” Siwon tidak dapat menahan emosinya.

“Ani. Tidak seperti itu, oppa”

“Sudahlah. Tidak perlu membahasnya lagi. Chukkae. Kau sudah memilih orang yang tepat untukmu.”

“Oppa…”

***

 

 

Kesokan harinya, keluarga Kyuhyun datang ke rumah Siwon untuk makan malam. Tuan dan Nyonya Choi sangat senang menyambut kedatangan mereka. tentu saja karena mereka datang untuk melamar Tiffany.

“Kami tidak bisa lama- lama di Seoul, jadi aku harap acara pernikahannya bisa dilangsungkan secepatnya.” Kata ayah Kyuhyun di tengah- tengah percakapan mereka.

“Aku setuju. Aku juga tidak sabar melihat Tiffany menikah.”jawab Appa siwon.

“Bagaimana denganmu Tiffany, apa kau bersedia.” Tanya eomma Tiffany.

“Terserah Appa dan eomma saja. Aku tidak keberatan kapanpun pernikahannya dilaksanakan.” Tiffany mencoba tersenyum di hadapan orang tuanya. Ia tidak ingin merusak kebahagiaan mereka.

“Apa kau sudah punya rencana Kyu?”

“Ne, Ahjusshi. Aku ingin pernikahan kami dilaksanakan bulan ini. Karena aku harus kembali ke Jepang bulan depan untuk mengurus proyek baruku.”

“Mwo? bulan ini? apa tidak terlalu cepat?”Siwon baru membuka suaranya. Dari tadi dia tidak tertarik mendengar pembicaraan tentang pernikahan ini. tapi ucapan Kyuhyun barusan membuatnya kaget.

“Wae? Apa Siwon Hyung merasa keberatan?”

“Ani…hanya saja menurutku itu terlalu cepat.”

“Aku rasa tidak ada salahnya pernikahannya dilakukan bulan ini. Bukankah Kyuhyun dan Tiffany sudah sama- sama siap. Jadi untuk apa menunggu lama- lama.”

Semuanya sepakat dengan rencana Kyuhyun, kecuali Siwon. Tapi ia tidak bisa berbuat apa- apa. Keputusan sudah diambil, Tiffany pun tidak menolak dengan rencana ini.

Setelah acara makan malam selesai, Siwon pergi ke bar, pikirannya sedang kalut saat ini. rencana pernikahan Tiffany dan Kyuhyun sangat membuatnya terpukul. Apalagi Tiffany tidak menolak rencana itu sama sekali. Padahal Siwon baru saja mengira kalau Tiffany juga memiliki perasaan yang sama dengannya saat mereka berdansa di halaman rumah Yoona waktu itu.

Kalau saja kemarin bukan hari pernikahan Donghae, Siwon pasti sudah mengajaknya untuk menemaninya minum. Bagaimanapun Siwon tidak mau terjadi hal- hal yang tidak diinginkan pada dirinya. Tapi kali ini kondisinya tidak memungkinkan. Ia tidak mau mengganggu Donghae yang sedang menikmati bulan madunya.

“Tambah lagi.” perintahnya pada bartender. Entah sudah berapa gelas yang ia minum. Akhirnya Siwon tak sadarkan diri.

Siwon membuka matanya perlahan. Ia bangkit dari tempat tidur. Dilihatnya sekeliling ruangan yang tampak asing baginya. Siwon memegang keningnya yang sakit.

“Kepalaku pusing sekali. Dimana aku?” Siwon baru ingat kalau dirinya mabuk semalam.

Cklek!

“Oppa sudah bangun?” seorang yeoja masuk ke dalam ruangan itu.

“Yul? Bagaimana kau bisa menemukanku?”

“Aku sedang berkumpul dengan teman- temanku, lalu aku melihat oppa sedang minum sendirian. Oppa mabuk dan tidak sadarkan diri. Aku terpaksa membawa oppa ke apartemenku.”

“Gomawo sudah menolongku. Tapi… semalam tidak terjadi apa- apa kan?”

“Terjadi sesuatu, oppa.” jawab Yuri dalam hati.

Flashback.

Yuri memapah Siwon sampai ke kamarnya. Ia menidurkan Siwon di tempat tidur, melepas sepatunya dan menyelimutinya. Saat Yuri hendak meninggalkan kamar, tangan Siwon menariknya.

“Kajima…”ucap Siwon lemah. Yuri berbalik dan duduk di samping Siwon.

“Oppa, gwaenchanayo?”

“Neomu yeoppo,”Siwon tersenyum sambil membelai pipi Yuri lalu memeluknya. “Saranghaeyo…”

Yuri tersenyum mendengar pernyataan Siwon. “Tiffany.”

Deg!

Hati Yuri hancur berkeping- keping saat mendengar kata terakhir Siwon. Siwon tertidur dengan kepala masih bersandar pada bahu Yuri. Yuri merebahkan Siwon ke tempat tidur lalu ia pergi meninggalkan kamar dan menangis.

“Wae? Kenapa harus Tiffany? Kenapa bukan aku yang ada di hatimu Choi Siwon.”

Flashback end.

“Yul? Kau dengar aku? Apa aku melakukan sesuatu padamu?”Tanya Siwon khawatir.

“Ani. Oppa tertidur semalam di sini. Dan aku tidur di kamar sebelah.”

“Syukurlah.”

“Yang aku tahu Oppa bukanlah seorang peminum, kanapa oppa sampai mabuk semalam?”

“ Aku hanya sedang pusing dengan urusan pekerjaan.”

“Baiklah kalau oppa tidak mau cerita. Aku sudah membuat sarapan. Mandilah dulu lalu kita makan bersama.”kemudian Yuri meninggalkan kamar.

***

 

Siwon pergi ke kantor bersama Yuri. Mereka tiba di parkiran Hyunday Mall. Saat itu, Kyuhyun dan Tiffany juga berada di parkiran.

“Kenapa tidak minta cuti saja, kau kan harus mempersiapkan pernikahan kita, Fany-ah.”

“Gwaenchana Kyu. Pernikahan kita masih 3 minggu lagi. lagipula aku sudah menyerahkan semuanya pada mommy.”

“Mulai sekarang kau harus belajar memanggilku oppa.”

“Shireo.”

“Wae?”

“Aku lebih suka memanggilmu Kyuhyun.”

“Arasseo. Yang penting, kau tetap menjadi milikku. Apapun panggilanmu padaku, aku akan senang mendengarnya.”

“Kau mulai merayuku lagi. Sudah, aku mau masuk.”

“Ok. Hati- hati. Kalau terjadi apa- apa kau harus menghubungiku.”

“Ne. bye.”

“Bye chagi.” Kyuhyun ingin mencium bibir Tiffany, tapi ia ragu. Akhirnya Kyuhyun hanya mengecup kening Tiffany sebelum ia kembali masuk ke dalam mobilnya. Tiffany hanya bisa diam dengan perlakuan manis kyuhyun padanya. Ia pun langsung masuk ke dalam Mall setelah Kyuhyun pergi. Ia tidak menyadari keberadaan Siwon dan Yuri.

Yuri melihat mata Siwon yang mulai memanas setelah melihat adegan antara Tiffany dan Kyuhyun.

“Jadi, oppa benar- benar mencintainya?”

“Mwo?”

“Tiffany, semalam oppa menyebut namanya.”

“Apa maksudmu Yul?”

“Aku bisa melihat semuanya oppa, kau sangat mencintainya. Yang aku dengar semalam ternyata benar. Aku juga melihat saat kalian berdansa di rumah Yoona. Saat itu oppa ingin menciumnya kan? Tapi Tiffany pergi meninggalkanmu.”

Deg! Siwon terkejut dengan pengakuan Yuri. Tapi ia berusaha bersikap tenang dan mengabaikannya.

“Mianhae, Aku harus segera ke kantorku.”

“Wae?” suara Yuri bergetar. Siwon menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Yuri.

“Kenapa oppa tidak pernah melihatku? Aku sudah lama menunggumu. kenapa kau mencintai wanita yang tidak akan pernah bisa kau miliki? Kau harus sadar Choi Siwon. Jangan menyakiti dirimu sendiri.”mata Yuri mulai berair.

“Aku tahu. Mianhae, karena aku tidak pernah bisa membalas cintamu.  Anneyong.”

Siwon meninggalkan Yuri sendiri di parkiran. Beberapa meter dari tempat Yuri berdiri, ada seorang pria paruh baya yang sedang menahan sakit di dada sebelah kirinya. Ia baru saja menyaksikan drama yang terjadi di parkiran pagi itu. Seorang karyawan Hyunday mall melihatnya.

“Sajangnim, Anda tidak apa- apa?”

“Ne, tolong antar aku ke ruangan Presdir.”

“Nde Sajangnim.”

***

 

“Appa? Apa yang terjadi?” Siwon bertanya kepada karyawan yang membawa ayahnya.

“Tadi saya lihat Sajangnim di parkiran sedang kesakitan.”

“Gomawo atas bantuannya.”

“Nde, saya permisi dulu sajangnim.”

“Appa minumlah. Kenapa bisa sampai begini. Appa seharusnya menelponku agar aku menjemputmu.”

Siwon mendudukkan ayahnya ke atas sofa yang ada di dalam ruangannya. Appanya mengatur nafasnya yang mulai normal kembali. Siwon duduk di hadapan ayahnya menunggu pria paruh baya itu mengeluarkan suaranya.

“Kemana kau semalam? Kenapa kau pergi setelah makan malam?”

“Emmm…aku menginap di rumah teman, Appa.”

“Aku tidak pernah mengajarimu berbohong, Siwon. jawab aku yang sebenarnya.”

Siwon tertunduk.”Aku pergi minum ke pub.”

“Wae? Sejak kapan kau jadi pemabuk?”

“A—ni. aku bukan pemabuk seperti yang Appa pikirkan. Aku hanya ingin menghilangkan stress.”

“Apa yang membuatmu stress sampai kau harus mabuk- mabukkan? Apakah pernikahan Tiffany dan Kyuhyun?”

Siwon mendongak, tidak percaya dengan dugaan Appanya.

“Appa, aku…aa…”

“Apa kau menyukai Tiffany? apa kau mencintai adikmu sendiri hah? jawab aku ,Siwon. sejak kapan kau jadi gagap?”

“Appa, mianhae…”Siwon semakin tertunduk malu di depan ayahnya.

“Jadi semuanya benar? Aku kecewa padamu Siwon. Aku tidak menyangka kau akan punya pikiran seperti itu terhadap dongsaengmu. Walaupun Tiffany hanya adik tirimu, seharusnya kau menyayanginya seperti adik kandungmu sendiri.”

“Appa…Jeongmal mianhaeyo. Aku juga tidak pernah menginginkannya. Perasaan ini tumbuh dengan sendrinya. Aku juga tersiksa. Hatiku tidak pernah tenang, Appa. Mohon mengertilah perasaanku.” Siwon berlutut di hadapan ayahnya.

“Mungkin Appa harus mengirimmu ke Amerika, agar kau bisa menjernihkan pikiranmu di sana.”

“Appa, jebal. Jangan kirim aku ke Amerika. Aku  berjanji tidak akan mengganggu pernikahan Tiffany dan Kyuhyun. Aku berjanji akan mengubur  perasaan ini dalam- dalam. Tapi jangan jauhkan aku darinya. Aku tidak sanggup berpisah dengannya, Appa…” Siwon mengatakannya sambil menahan air matanya yang terus memaksa keluar dari pelupuk matanya.

“Sedalam itukah cintamu padanya?”Siwon tidak sanggup lagi menjawab pertanyaan Appanya.

Tanpa diketahui Siwon dan Appanya, Tiffany menguping pembicaraan mereka di balik pintu. tadinya ia hanya berniat menemui Siwon karena Siwon tidak pulang semalam. Tiffany terpaksa membatalkan niatnya setelah mendengar percakapan Siwon dan Appanya. Ia menangis mendengar semua pernyataan Siwon. Hatinya perih. Di satu sisi ia ingin membahagiakan orangtuanya, tapi di sisi lain keegoisannya menginginkan cinta dari Siwon. Apalagi setelah mengetahui kalau Siwon juga sangat mencintainya. Tiffany tidak sanggup mendengar lebih banyak lagi, hatinya akan bertambah sakit. Ia tahu kalau Appanya tidak akan mungkin merestui cinta terlarang mereka. Tiffany memutuskan untuk kembali ke ruangannya. Di sana, ia bisa menangis sepuasnya.

Sementara itu di ruangan Siwon, Appanya semakin marah dengan diamnya Siwon.“Siwon, kau benar- benar membuatu kecewa…Aaakh…”

“Appa? Appa-ya,  gwaenchana?” Appa Siwon kesakitan memegangi dada kirinya. Ia melemah dan tak sadarkan diri.

“Appa…”

***

 

Siwon sudah berada di ruang tunggu rumah sakit. Ia sangat gelisah menunggu dokter keluar dari ruangan tempat Appanya diperiksa.

“Siwon-ah, apa yang terjadi?”Eomma datang bersama Tiffany. Siwon hanya bisa diam, ia tidak tahu harus berkata apa pada eommanya. Tidak mungkin ia menceritakan kejadian yang sebenarnya.

“Eomma, mianhae…”

“Kenapa kau meminta maaf? Apa sebenarnya yang terjadi dengan Appa?”

“Sudahlah mommy, kita semua cemas dengan kondisi Appa. Sebaiknya kita berdoa agar Appa baik- baik saja.” Tiffany menenangkan ibunya yang sedang kalut. Ia tahu kalau penyebab Appanya masuk rumah sakit pasti karena pembicaraan dengan Siwon tadi pagi. Ia tidak mau Siwon semakin merasa bersalah.

30 menit sudah keluarga Choi menunggu. Ketegangan masih menyelimuti wajah mereka. Akhirnya dokter keluar dari ruangan.

“Dokter, bagaimana ayahku?” Siwon langsung memburu dokter yang baru saja keluar. Tiffany dan ibunya pun ikut bangkit menghampiri dokter.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi Tuhan berkehendak lain. Mianhae, kami tidak bisa menyelamatkan Mr. Choi. Kami turut berduka cita.”

“Andwe, Anda pasti salah dokter. Suamiku tidak mungkin meninggal. Dia orang yang kuat.”nyonya Choi tidak bisa menerima kabar kematian suaminya.

“Appa…”Tiffany menangis sejadi- jadinya.

Siwon shock mendengar pernyataan dokter. Ia membeku di tempatnya. Ia tidak bisa menerima kenyataan kalau Appanya meninggal dengan cara seperti ini. Saat Appanya marah kepadanya. Siwon merasa dialah penyebab kematian Appanya.

“Semoga kalian diberi kesabaran.” Dokter meninggalkan mereka. Tiffany dan ibunya masuk melihat jasad Appa Siwon. ibunya tidak kuat lagi, ia pingsan.

“Mommy…, sadarlah.”

Siwon yang dari tadi masih di luar segera sadar mendengar teriakan Tiffany. ia menghampiri Tiffany dan ibunya yang pingsan.

“Eomma…”

***

 

Siwon masih duduk di depan makam ayahnya yang baru saja dikuburkan. Air matanya tak bisa berhenti sejak acara pemakaman berlangsung.

“Siwon-ah, kajja kita pulang. Tidak baik berlama- lama di sini.”

“Aku ingin di sini dulu, Hae.”

“Kau harus kuat, Tiffany dan eomma-mu lebih membutuhkanmu sekarang. Appamu juga tidak akan tenang di sana kalau melihatmu terpuruk seperti ini.”

“Aku sudah bersalah padanya, Hae. Aku sudah mengecewakannya. Aku yang sudah membuatnya marah.”

“Apapun yang terjadi sudah menjadi kehendak Tuhan. Kajja, semua orang sudah menunggumu di rumah.“

Siwon akhirnya menurut dan ikut pulang bersama Donghae. Di rumah, suasana duka masih menyelimuti keluarga siwon. Eommanya masih sakit akibat shock. Tamu- tamu dan kerabat yang datang melayat sudah pulang setelah pemakaman selesai. Tinggal Yoona dan Kyuhyun yang masih tinggal di rumah Siwon menemani Tiffany dan eommanya.

“Bagaimana keadaan eomma?” tanya Siwon kepada Yoona.

“Ahjumma masih diam di kamarnya, Tiffany sedang membujuknya agar mau makan. Dari tadi beliau hanya menangis sambil memeluk foto Kiho Ahjusshi.” Jelas Yoona.

“Kau harus kuat, Hyung, demi Tiffany dan ahjumma.”Kyuhyun memberi semangat kepada Siwon.

“Gomawo, kalian sudah banyak membantu.”

Siwon pergi ke kamar eommanya setelah Donghae, Yoona dan Kyuhyun pulang.

“Mommy, jebal. Jangan menyiksa diri seperti ini. mommy bisa sakit kalau tidak mau makan.” Tiffany masih membujuk ibunya untuk makan. Siwon mendekati eommanya.

“Eomma, Appa tidak akan tenang dengan terus menangisinya. Sebaliknya, eomma sudah membuatnya sedih dengan menyiksa diri eomma. Kami sudah bersedih karena kehilangan Appa dan kami lebih sedih lagi melihat eomma seperti ini. Apa eomma sudah tidak sayang pada kami lagi?“

Setelah mendengar ucapan Siwon, eomma akhirnya mau makan. Siwon sendiri yang menyuapinya. Setelah makan, eomma tertidur karena lelah. Siwon dan Tiffany keluar dari kamar eomma, Siwon masuk ke ruang kerja Appanya. Tiffany mengikutinya. Siwon memperhatikan setiap benda milik Appanya yang masih tersimpan rapi di ruangan itu.

“Oppa, sudah malam, sebaiknya oppa juga istirahat.”

“Kau tidur duluan saja, aku ingin di sini dulu.”

“Apa aku boleh menemani oppa?” Siwon mengangguk.

“Eommaku meninggal saat aku berumur 7 tahun. Sejak saat itu, Appa berjuang untuk menjadi eomma sekaligus Appaku. Beliau selalu menyempatkan waktu di tengah kesibukannya di kantor hanya untuk sekedar mengambil rapotku, beliau juga sering menjemputku ke sekolah lalu mengajakku jalan- jalan. Appa tak pernah membiarkan aku merasa kesepian. Appa selalu menjarkanku untuk mandiri. Beliau sangat tegas dalam mendidik. Tapi dibalik sikap tegasnya, Appa adalah orang yang sangat penyayang. Appa adalah ayah terhebat yang pernah kumiliki.”

“Aku tahu, aku adalah anak yang sangat beruntung karena bisa memiiki ayah seperti Appa. Dan oppa juga tidak boleh lupa, oppa masih punya kami. Aku dan mommy juga tidak akan membiarkan oppa merasa kesepian.”

“Ne, kau benar. Aku bersyukur karena Appa sudah memberikan kalian untukku.” Siwon memeluk Tiffany dengan hangat.

“Appa, aku janji tidak akan mengecewakanmu. Aku akan membuat Tiffany dan eomma bahagia.”ucap Siwon dalam hati.

***

 

Dua minggu setelah kematian ayah Siwon, keadaan sudah kembali normal. Siwon dan Tiffany kembali beraktivitas di kantor dan eomma juga sudah bisa menerima kepergian Appa. Malam ini mereka diundang ke rumah keluarga Cho untuk makan malam.

“Terima kasih karena sudah bersedia menerima undangan kami.” Kata ayah Kyuhyun, memulai percakapan setelah makan malam selesai.

“Cheonmayo, Ahjusshi. Kita kan sudah seperti keluarga.”jawab Siwon mewakili keluarganya.

“Sebelumnya saya minta maaf. Sebenarnya maksudku mengundangmu dan keluarga adalah untuk membicarakan kelanjutan rencana pernikahan Kyuhyun dan Tiffany.”

“Aku tahu kalau kalian masih dalam suasana duka, tapi kami juga tidak bisa berlama- lama di Seoul. Dalam waktu dekat, kami harus segera kembali ke Jepang. Kyuhyun harus mengurusi perusahaan yang cukup lama ditinggalkannya.”lanjut ayah Kyuhyun.

“Aku mengerti. Ahjusshi tidak usah khawatir. Pernikahan Kyuhyun dan Tiffany akan tetap dilanjutkan sesuai rencana.”jawab Siwon mantap.

“Aku sangat lega mendengarnya. Mengenai resepsinya, eomma kyuhyun yang akan mengaturnya, jadi kalian tidak perlu memikirkannya.”

“Ne, kami serahkan semuanya pada Ahjussi dan keluarga.”

Sejak kematian Appanya, Siwon sudah berjanji akan memenuhi keinginan Appanya menikahkan Tiffany dengan Kyuhyun. Ia akan mengubur perasaan cintanya pada Tiffany dan membiarkan Tiffany bahagia bersama orang yang menjadi pilihannya.

 

TBC….

 

 

 

 

 

 

54 thoughts on “Sorry, I Love You Oppa Part 5

  1. Yg jawab nado kirain siwon ehhh….malah kyuhyun.nah tuh kan siwon cinta ama fany begitu juga fany.apakah terjadi sesuatu pada siwon dan yuri ketika siwon mabuk?akhirnya pernikahan kyuhfany segara dilaksanakan.ternyata appanya siwon mengetahui kalo siwon cinta fany.chukae donghae fany atas pernikahannya.
    Makin seru aja thor.lanjut thor.
    Author daebak.hwaiting thor.keep writing thor.
    Sifany 4ever.

  2. Yahhh…siwonn..knpa gk mw memperjuangkan fanyah…
    Yg bikin fanyah bahagia..hny dg siwon saja bukann…
    Ggalin jah dah thor pernikahan kyuhyun n fanya..gk rela gwee..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s