[Re-Post] Sorry, I Love You Oppa (Chapter3)

Title: Sorry, I Love You Oppa (Chapter3)

Sorry, I Love You Oppa

Author:  Youngwonie

Main Cast: Siwon, Tiffany, Kyuhyun

Support Cast: member SuGen

Genre: Romance, family, friendship

Rating : PG-17

Length : Series

Summary:

Jika ini cinta,

Apakah aku tak boleh merasakannya…

 

 

“Hatiku yang dingin tiba-tiba, sedikit demi sedikit

Meleleh karena kau datang di dalamnya

Dan kau mengisinya bahkan tanpa ku ketahui

Aku tak tau kapan ini dimulai, ketika aku kembali ke rumah

Aku memikirkanmu

Melihat itu, aku baru menyadari bahwa kau berada dalam hatiku”

_(Sunye, Maybe)_

“Oppa, aku pulang bersama Kyuhyun saja.” Tiffany menolak saat Siwon mengajaknya pulang.

“Andwae, kau berangkat denganku dan harus pulang denganku juga.”

“Hyung tidak usah khawatir, aku akan mengantarkannya pulang. Kami hanya ingin pulang bersama. Aku tidak akan membawanya kemana- mana.”

“Oppa, bisa antar aku pulang, aku tidak bawa mobil. Tadi aku berangkat dengan taksi.” Tiba- tiba Yuri datang mengahampiri  Siwon.

“Ada yang lebih membutuhkan bantuan oppa sekarang.” Kata Tiffany datar. “Kajja, Kyu. Kita pulang.” Tiffany masuk ke mobil Kyuhyun. Mereka pergi meninggalkan Siwon dan Yuri yang masih di parkiran.

***

“Ini desainnya Sajangnim, point- point yang kemarin sudah direvisi. Silahkan memeriksanya.” Yoona memberikan gambar desain yang sudah diperbaiki  kemarin.

“Mana Tiffany?”

“Sedang menemui klien. “

“Klien? Bukankah kontrak dengan Hyunday belum selesai? Aku kan belum menyetujui rancangannya.”

“Benar, sajangnim. Tiffany baru  mengajukan desainnya untuk pembangunan  Lee Star  Hotel yang baru di Pulau Jeju tahun depan. Kami belum mencapai kesepakatan.”

“Baiklah, tapi dia harus hadir dalam rapat proyek Hyunday World ini untuk mempresentasikan rancangannya.”

“Nde, sajangnim. Akan saya sampaikan. Permisi.”

‘Kenapa dia sebenarnya. Semalam tidak mau pulang denganku dan tadi  berangkat pagi- pagi tanpa menungguku. Apa aku berbuat kesalahan?’ batin siwon.

Drrt.drrt.drrt.

‘Kwon Yuri is calling’

“Yeoboseo.”

“Yeoboseo, oppa. Mian aku mengganggu kesibukanmu. Aku sedang makan siang di restoran di bawah kantormu. Apa oppa bisa menemaniku sekarang?”

“Baiklah. Aku juga belum makan siang. Tunggu aku di sana.”

Siwon keluar dari ruangannya. Dia turun dengan menggunakan lift. Saat keluar dari lift ia melihat Tiffany sedang menunggu lift untuk naik.

“Fany-ah.” Panggil Siwon.

“Oppa?”

“Darimana saja kau?”

“Aku sudah menyuruh Yoona untuk memberitahumu kan.”

“Ayo kita makan siang.”

“Ada yang harus ku kerjakan. Oppa makan sendiri saja.”

“Shireo. Kau harus ikut denganku.” Siwon menarik tangan Tiffany agar ikut bersamanya. Tiffany hanya bisa menurut. Siwon membawa Tiffany ke sebuah rumah makan sederhana di pinggir jalan.

“Kenapa oppa membawaku kesini?”

“Kau lupa, kalau kau sedang marah aku selalu membawamu kesini. Setelah makan, kau pasti lupa pada amarahmu.”

“……”

Drrrt. Drrt.. drrrt.

“Yeoboseo, miane aku tidak bisa. Tiba- tiba aku harus menemui klien penting. Jadi aku akan makan siang bersamanya. Gomawo atas pegertiannya, sekali lagi mianhae.”

“Nugu? Kenapa oppa harus berbohong.” Kata Tiffany sambil membakar daging dalam pemanas yang sudah disiapkan pelayan.

“Yuri. Tadi dia mengajakku makan siang.”

“Kenapa oppa tidak makan dengannya, malah memaksaku makan dengan oppa.”kata Tiffany ketus.

“Apa kau cemburu pada Yuri?” Tiffany gelagapan. Mukanya memerah.

“Untuk apa aku cemburu padanya? Aku hanya tidak suka padanya.” Tiffany mengelak. Siwon terkekeh melihat sikap Tiffany, dia mengambil daging yang sudah dibakar Tiffany dan memakannya.

“Yak oppa. itu punyaku. Kembalikan.”

“Shireo. Sudah kutelan.”

“Dasar menyebalkan.”

Drrt….drrt….

“Yeoboseo.kyu? Wae? Aku sedang makan bersama Siwon oppa sekarang. Ne, kau kesini saja. Oke.” Tiffany kelihatan ceria setelah menerima telepon dari Kyuhyun.

“Nugu?”

“Kyuhyun. Dia ingin mengajakku makan siang. Aku bilang saja padanya untuk kesini dan bergabung dengan kita. Itu dia.” Tiffany melambai ke arah Kyuhyun yang baru masuk ke dalam restoran.

“Anneyong Siwon hyung.”

“Cepat sekali kau datang?” Siwon memandang sinis pada Kyuhyun.

“Kebetulan aku sedang lewat di sekitar sini. Wah kelihatannya enak.”Kyuhyun duduk di sebelah Tiffany.

“Ini, cobalah.”Tiffany memberikan sepotong daging kepada Kyuhyun.

“Ya, itu milikku. Kau pesan saja sendiri.”

“Oppa kan sudah makan banyak, biarkan ini untuk kyuhyun.”

“Sudahlah Tiff, aku bisa pesan sendiri.”

“Oppa kenapa sih? Seperti anak kecil saja.”

“Kenapa kau malah kesal padaku? Ya sudah, aku mau kembali ke kantor. Selamat bersenang- senang.” Siwon meninggalkan Tiffany dan Kyuhyun.

“Kenapa Oppa jadi sensitif begitu?” gumam Tiffany.

“Tidak usah dipikirkan. Ayo kita makan.”

“Ne.”

***

Siwon tidak bisa konsentrasi pada pekerjaannya saat ini. Pikirannya hanya tertuju pada satu hal, ‘apa yang sedang dilakukan Tiffany bersama Kyuhyun’.

Beberapa menit yang lalu Tiffany mengirim sms

‘Oppa tidak usah menungguku, aku pergi nonton bersama Kyuhyun. Mungkin aku akan pulang telat.’

“Huft….Kyuhyun lagi. Kenapa sejak ada dia Tiffany jadi mengacuhkanku.” Tiba- tiba siwon tersenyum, sebuah ide terlintas dibenaknya. Lalu ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

Di bioskop.

“Aku tidak menyangka kalau Oppa akan mengajakku nonton.”

“Ini sebagai permintaan maafku karena membatalkan makan siang denganmu. Yul, aku beli popcorn dan minuman dulu, kau tunggu di sini sambil mengantri tiket. Otte?”

“Ne.”

Siwon membeli dua popcorn dan dua minuman cola. Tetapi matanya terus mencari- cari sosok Tiffany di dalam bioskop. Ia sampai tidak sadar menabrak seorang yeoja dan minumannya tumpah ke baju yeoja tersebut.

“Ya… kau punya mata tidak. Gaunku jadi basah begini.”

“Mianhae agasshi, saya tidak sengaja.”

“Ada apa Yoong?”

“Donghae? Yoona?”seru Siwon.

“Siwon?” “Siwon oppa?” Donghae dan Yoona tak kalah kaget melihat Siwon.

“Sedang apa kalian di sini.”

“Emm kami…”Yoona menjawab ragu.

“Kalian sedang berkencan?”

“Bisa dibilang begitu. Kau sendiri sedang apa di sini?”

“Oppa, kenapa lama sekali?” Yuri datang menghampiri Siwon.

“Yuri? Kau datang bersama Siwon?”

“Ne. Kau juga di sini Hae?”

“Sepertinya sedang ada reuni di sini.” Suara seorang namja membuat keempat orang itu menoleh seketika.

“Oppa? kalian juga mau nonton?” Kyuhyun dan Tiffany bergabung bersama Siwon dan yang lainnya.

“Kebetulan sekali. Kita jadi triple date sekarang.”kata Donghae.

“Filmnya sudah hampir dimulai sebaiknya kita segera masuk.” Yoona mengingatkan.

Akhirnya mereka berenam menonton film bersama. Di dalam gedung bioskop, tak ada yang benar- benar menonton film. Kyuhyun sibuk mencuri pandang pada Tiffany, Tiffany serba salah duduk di antara Siwon dan Kyuhyun, karena sedari tadi Siwon terus mengawasi Kyuhyun dengan tatapan curiga, Yuri kesal karena diacuhkan oleh Siwon, sedangkan Donghae dan Yoona asyik bermesraan.

“Oppa, hentikan…geli.”

“Ssst…nikmati saja.”

Yuri semakin kesal melihat Donghae dan Yoona yang duduk di sampingnya terus melanjutkan aksi mereka.

“Oppa, aku mau pulang.”

“Filmnya kan belum selesai Yul.”

“Aku sudah malas, kalau oppa masih mau di sini aku pulang sendiri saja.” Yuri segera berdiri dan meninggalkan tempat duduknya.

“Tunggu Yul” Siwon mengejar Yuri keluar gedung.”Biar aku antar kau pulang ya?”

“Tidak usah. Dari tadi oppa juga hanya mengacuhkanku.”

“Mianhae, aku tidak bermaksud begitu.”

“Sudahlah. Aku akan pulang naik taksi.”

Siwon menatap kepergian Yuri, ia merasa bersalah karena memanfaatkan Yuri untuk mencari Tiffany. Siwon ingin kembali ke dalam, tapi tak ada gunanya juga mengawasi Tiffany dan Kyuhyun. Akhirnya Siwon memutuskan untuk pulang.

***

“Sebenarnya kau mau bawa aku kemana? Kenapa harus menutup mata seperti ini?” Tiffany protes saat Kyuhyun menuntunnya keluar dari mobil dengan mata tertutup.

“Sudah kau ikuti saja.”

Kyuhyun membawa Tiffany ke sebuah stadion. Tiffany dituntunnya hingga berdiri di tengah- tengah lapangan bola.

“Sekarang kau boleh buka matamu.”

Tiffany kaget melihat sekelilingnya. Bukan hanya karena banyaknya orang yang sedang berdiri di tribun penonton, tapi juga karena orang orang tersebut masing- masing membawa sebuah gambar membentuk sebuah puzzle foto dirinya. Kyuhyun berdiri di hadapannya dengan merentangnkan tangannya membelakangi gambar fotonya (bayangin kayak di mv ‘no other’). Kemudian  gambar tersebut dibalik dan terbentuklah sebuah tulisan

I Love U

Puluhan kembang api warna warni mulai menghiasi langit di atas stadion.

Tiffany tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.

“Apa ini Kyu?” ucap Tiffany dengan ekspresi tidak percaya.

“Aku mencintaimu Fany-ah. Bahkan sejak pertama kali kita bertemu. Aku selalu menunggu saat yang tepat untuk mengungkapkannya padamu. Dan sekarang adalah saatnya.”

“Tapi aku…”

“Ssst…”Kyuhyun menutup bibir Tiffany dengan telunjuknya,”Aku tidak ingin kau menjawabnya sekarang. Pikirkanlah. Aku akan memberimu waktu sampai besok lusa sebelum aku kembali ke Jepang. Aku tidak ingin kau mengambil keputusan terburu- buru. Otte?”

Tiffany bingung. Dia tidak tahu harus berkata apa sekarang.

“Ini sudah malam. Sebaiknya ku antar kau pulang.”

***

Siwon berkali- kali melihat jam di lengan kirinya. 10.30 pm.

“Sudah jam segini kenapa Fany belum pulang juga?” gumamnya.

“Huft…sebenarnya mereka sedang apa? Ponsel Tiffany juga tidak bisa dihubungi.” Dengan kesal Siwon melempar hpnya ke sofa.

“Anneyong, aku pulang.” Mendengar suara Tiffany, Siwon segera menghampirinya.

“Ya, kau dari mana saja? Ponselmu juga tidak bisa dihubungi. Kau tahu aku sangat khawatir padamu.” Tiffany tidak menjawab pertanyaan Siwon. Ia malah pergi ke dapur dan mengambil air minum. Siwon mengikutinya.

“Ada apa denganmu? Kenapa diam saja?”

Tiffany memandang oppanya sejenak. ’Apa aku harus cerita pada Siwon oppa?’batin Tiffany. Lalu ia menggelengkan kepalanya pelan.

“Fany- ah gwaenchanayo? Jangan membuatku takut.” Siwon memegang kening Tiffany.

“Oppa cerewet sekali seperti mommy.”

“Itu karena aku bertanggung jawab padamu. Kau itu seorang yeoja, mana boleh pulang selarut ini.”

“Bukankah oppa tahu aku bersama kyuhyun. Kenapa oppa jadi posesif begitu?”

“Bukan posesif. Aku hanya belum percaya sepenuhnya pada Kyuhyun.”

“Tapi oppa percaya padaku kan? Aku bukan gadis berumur 17 tahun lagi, Oppa.”                Tiffany gemas melihat Siwon yang terlalu khawatir padanya. Ia memencet hidung Siwon kemudian berlari ke luar dapur.

“Yaaa” Siwon kesal dan mengejar Tiffany. Terjadilah aksi kejar- kejaran di rumah itu. Tiffany berlari menuju kamarnya. Siwon masih belum menyerah mengejarnya. Akhirnya Siwon dapat menangkap Tiffany sebelum masuk ke kamarnya.

“Kau tidak bisa lari lagi nona Choi.”

Siwon mengunci tangan Tiffany dan menyudutkannya di tembok di samping pintu kamar Tiffany. wajah mereka sangat dekat. Siwon dan Tiffany saling menatap satu sama lain. Tak ada yang bersuara. Hanya deru nafas dan detak jantung mereka yang terdengar. Waktu seakan berhenti berputar. Perlahan Siwon memajukan wajahnya, mengeliminasi jarak antara wajahnya dan Tiffany. Hingga jarak keduanya tersisa beberapa senti saja.

“Oppa…jebal lepaskan, tanganku sakit.” Ucap Tiffany tiba- tiba memecah ketegangan yang menyelimuti keduanya. Siwon tersadar, “Mianhae.” Siwon mengendurkan tangannya, ia bergerak mundur dan berbalik menuju kamarnya meninggalkan Tiffany yang masih mematung di tempatnya.

Siwon tidak bisa tidur. Ia terus merutuki perbuatannya pada Tiffany.

“Paboya, apa yang sudah aku lakukan. Kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku. Huft….kau tidak boleh seperti ini Choi Siwon, Tiffany adalah adikmu, kau tidak boleh melakukan itu padanya. Pabo, pabo, pabo” Siwon terus memukuli kepalanya sendiri.

Sementara di dalam kamarnya, Tiffany juga merasakan hal yang sama.

“Kenapa siwon oppa jadi seperti ini? Apa tadi dia benar- benar ingin menciumku? Tidak mungkin. Siwon oppa tidak mungkin berpikir seperti itu. Tapi kenapa ada perasaan aneh disini.” Tiffany memegang dadanya. Jantungnya sampai saat ini masih berdetak tak beraturan.

***

Siwon bangun dari tidurnya karena bunyi alarm di meja kecil di samping kasurnya.

“Huft….kepalaku pusing sekali. Mungkin karena semalam aku susah tidur.”Kemudian ia beranjak dari tempat tidurnya. Mandi dan mempersiapkan dirinya untuk ke kantor.

“Choi Siwon, Hwaighting!!!” Siwon memberi semangat pada dirinya sendiri lalu turun dari kamarnya.

Di dapur, Tiffany sedang sibuk mempersiapkan sarapan untuknya dan Siwon. Siwon sedikit ragu untuk masuk ke dapur.

“Oppa sudah bangun? Duduklah, sebentar lagi masakanku selesai.” Ucap tiffany tanpa menghentikan aktivitas masaknya.

Siwon duduk di meja makan.

“Emmm…Fany, ada yang harus oppa jelaskan padamu.”

“Kalau yang oppa maksud tentang kejadian semalam, tidak usah khawatir. Aku tidak berpikir macam- macam pada oppa. Aku percaya oppa tidak mungkin bermaksud seperti itu.” Tiffany menjawab masih dengan memunggungi Siwon.

“Jinjja? Syukurlah kalau kau berpikir begitu.” senyum mengembang di wajah siwon. Ia bangkit dan bermaksud mengambil minum di kulkas. Saat itu Tiffany juga sedang mengambil buah dari dalam kulkas, Siwon menunggu di belakang sampai Tiffany selesai. Saat Tiffany berbalik, pandangan mereka bertemu. Dengan jarak sedekat itu, mengingatkan mereka pada kejadian semalam.

Deg!

Jantung mereka berdetak kencang. Siwon segera bergerak mundur. Tiffany menunduk dan kembali sibuk mempersiapkan sarapan. Suasana jadi canggung. Selama sarapan, mereka pun hanya diam dengan pikiran masing- masing.

***

Yoona datang ke kantor dengan wajah berseri- seri. Berbeda dengan Tiffany yang sekarang sedang melamun sambil sesekali menghela nafas.

“Hufft…”

“Ya, kenapa memasang muka seperti itu?”Yoona tidak tahan melihat sahabatnya yang dari tadi hanya menghela nafasnya.

“Nde? Gwaenchana.”jawab Tiffany acuh.

Yoona menatap Tiffany dengan tatapan mencurigakan.

“Yaa, kenapa melihatku seperti itu?”Tiffany tidak suka dengan cara Yoona melihatnya.

“Waeyo? Tidak bisanya kau seperti ini. Apa ada masalah?”

“Ani. Hanya saja ada satu hal yang mengganggu pikiranku?”

“Mwo?”

“Kau tahu tanda- tanda jatuh cinta?”

“Apa kau sedang jatuh cinta pada seseorang?”

“A-ani. Jawab saja.”

“Arraseo. Yang aku tahu kalau orang sedang jatuh cinta, jantungnya akan berdetak kencang saat dekat dengan orang yang dicintainya. Dia akan salah tingkah dan bersikap tidak biasa. Saat menatap matanya, Ada sesuatu yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Waktu seakan- akan berhenti saat itu.”

“Jinjja?” Tiffany kaget dengan penjelasan Yoona.

Yoona mengangguk.

“Berarti aku…”Tiffany tidak berani melanjutkan kata- katanya.

“Kau apa Fany-ah?”Yoona penasaran.

“Ani. Sebaiknya kita bersiap- siap untuk presentasi nanti.”Tiffany segera meninggalkan Yoona yang masih penasaran.

“Ya, kau belum mengatakan apa yang terjadi.”

***

Di ruang rapat, Tiffany mempresentasikan hasil rancangannya untuk proyek Hyunday World Seoul 2. Yoona bertugas mengarahkan gambar- gambar yang ditampilkan ke proyektor. Semua yang hadir menyimak dengan seksama. Kecuali Siwon, Ia tidak tertarik sama sekali pada gambar- gambar yang dipresentasikan Tiffany. Pikirannya sedang kacau.  Ia tidak bisa melupakan kejadian semalam dan tadi pagi.

“Demikian presentasi dari saya. Semoga Anda semua menyukai hasil rancangan yang saya buat. Mohon kerja samanya. Kamshamidha…” hadirin bertepuk tangan. Tiffany tersenyum pada semuanya. Sesaat matanya bertemu dengan mata Siwon. Cukup lama mereka saling menatap. Siwon tersadar dan lengsung mengalihkan pandangannya.

Setelah rapat selesai, Siwon langsung kembali ke ruangannya. Donghae mengikutinya.

“Gwaenchana Siwon-ah?” Donghae yang melihat perbedaan pada atasan sekaligus sahabatnya itu menegur siwon.

“Ne. Wae?”jawab Siwon datar.

“Kau lebih banyak melamun saat rapat tadi. Apa ada masalah dengan Tiffany? Tidak biasanya kalian saling diam. Saat presentasi pun kau lebih sibuk melihat wajahnya daripada gambarnya.”

“Kau bicara apa. Kami baik- baik saja.”

“Gotjimal. Aku sudah lama mengenal kalian. Kalau  tidak ada masalah, tidak mungkin kalian seperti ini.”

“Aku tahu kau sangat perhatian pada kami, tapi saat ini benar- benar tak ada masalah. Aku hanya sedang memikirkan proyek baru kita.”

“Baiklah kalau kau tidak mau memberitahu yang sebenarnya. Aku tidak akan memaksa. Tapi, kalau kau butuh bantuanku, jangan sungkan- sungkan. Ne?”

“Arasseo.”Siwon mengangguk mantap

‘Mianhae, saat ini aku masih bingung dengan yang ku alami. Aku belum siap bercerita padamu, Hae’ lanjut Siwon dalam hati.

***

Siwon mematut dirinya di depan cermin. Ia sudah mengenakan setelan resmi. Saat semuanya dirasa sudah pas, Siwon keluar dari kamarnya. Di ruang keluarga, dilihatnya Tiffany sedang menonton tv.

“Fany-ah, aku pergi dulu.”

“Oppa mau kemana? Rapi sekali.”

“Menemui seseorang. Mungkin aku akan pulang malam. Kau tidak usah menungguku.”

“Ne. hati- hati.”

“Kau juga. Jangan tidur terlalu malam. Besok proyekmu akan dimulai, kau butuh istirahat yang cukup.”

“Arasseo.”

Dalam hati, Tiffany penasaran kemana oppanya akan pergi.”Apa oppa akan berkencan? Tapi dengan siapa?” batin Tiffany.

Siwon mengemudikan mobilnya. Sebenarnya ia akan menghadiri sebuah fashion Show. Donghae yang menyarankannya untuk datang karena Yuri menjadi salah satu Desainer yang rancangannya akan ditampilkan di acara tersebut. Siwon teringat kata- kata Donghae saat itu.

Flashback.

“Aku mendapat undangan Fashion Show tapi aku tidak bisa hadir karena orangtuaku dari Mokpo akan datang nanti sore. Kau bisa menggantikanku kan?”

“Aku kan tidak suka acara seperti itu.”

“Kau butuh refressing, jangan terlalu memikirkan pekerjaan. Kau juga harus mulai mencari yeoja yang bisa menghiburmu. Ingat umurmu Choi Siwon, kau sudah pantas memiliki keluarga. Siapa tahu kau bisa menemukan seorang yeoja di sana.”

“Apa maksudmu Hae?”

“Sebenarnya Yuri akan menampilkan rancangannya di sana. Dari dulu dia sangat tergila- gila padamu. Aku rasa tidak ada salahnya mendekatinya. Siapa tahu kalian cocok. Dia merupakan yeoja yang pantas untukmu saat ini.”

“Tsk. Kau bermaksud menjodohkan kami?”

“Bisa dibilang begitu. Aku hanya prihatin padamu. Pokoknya kau harus datang ke acara itu. Ini undangannya. Good luck.”

Siwon pikir tidak ada salahnya mengikuti saran Donghae, mungkin dengan cara ini ia bisa melupakan pikiran- pikiran anehnya pada Tiffany.

Flashback end.

Siwon sudah berada di tempat Fashion show diadakan, dia menyaksikan model- model berjalan di atas catwalk dengan memakai busana hasil rancangan desainer- desainer ternama di Korea termasuk Yuri. Siwon berdecak kagum melihat busana rancangan Yuri, ia memang desainer berbakat. Setelah busana rancangan Yuri selesai ditampilkan, Siwon menemui Yuri di backstage. Yuri kaget melihat kedatangan Siwon.

“Oppa? bagaimana oppa bisa ada di sini?”

“Aku sengaja datang melihat pertunjukkanmu?”

“Jinjja?”

“Ne. Aku kagum sekali dengan hasil karyamu Yul.”

“Gomawo.”

“Apa setelah ini kau masih ada acara?”

“Ani. Wae?”

“Aku ingin mengajakmu makan malam. Ottokhae?”

“Nde.”

Siwon mengajak Yuri makan di restoran. Mereka memesan steak dan wine. Yuri kelihatan senang sekali.

“Wae? Kau dari tadi tersenyum terus.”

“Ani. Aku hanya heran, setan apa yang sudah merasuki oppa hingga oppa mau melakukan ini semua.”

“Tsk. Kau tidak percaya kalau aku tulus melakukannya?”

“Ne. aku memang tidak bisa mempercayainya. Tapi aku harus berterima kasih pada setan itu karena sudah membuat oppa berada di sini bersamaku sekarang.”

Siwon terkekeh mendengar jawaban Yuri.

“BTW, aku dengar prospek bisnis di Hyunday Mall cukup menjanjikan. Aku berencana membuka butik di sana.”

“Jinjja? Aku akan membantu mencarikan tempat yang strategis untuk butikmu.”

“Gomawo. Kalau bisa besok aku ingin melihat- lihat lokasinya.”

“Itu bisa di atur.”

Siwon dan Yuri kembali menyantap makanan mereka. Siwon memperhatikan Yuri yang sedang makan.

“Yuri memang cantik, tapi kenapa hatiku tidak bergetar melihatnya. Tidak seperti saat aku bersama Tiffany. Sedang apa Tiffany sekarang? Apakah dia sudah tidur?”batin Siwon. Rasanya ia memang tidak bisa berhenti memikirkan Tiffany.

Sementara itu di rumah, Tiffany belum juga tidur. Ia terus melirik jarum jam di dinding yang menunjuk angka sebelas.

“Apa oppa benar- benar akan pulang malam?”

“Kenapa aku gelisah seperti ini? Apa ini yang dirasakan oppa saat menungguku pulang?”

Tiffany teringat ucapan Yoona tentang ‘teori’ jatuh cinta. “apa aku sedang jatuh cinta? Pada Siwon oppa? Andwe. Itu tidak mungkin.”

Tiffany terus berkutat dengan pikirannya sampai akhirnya ia tertidur di sofa.

Siwon pulang dan kaget melihat Tiffany tertidur pulas di atas sofa. Siwon mendekatinya.

“Nappeun yeoja. Bukankah sudah kusuruh tidur. Kenapa kau menungguku.”ucapnya pelan. Siwon menggendong Tiffany ala bridal style ke kamarnya. Ia menidurkan Tiffany ke tempat tidur dan menyelimutinya. Siwon menyingkirkan rambut yang menutup wajah Tiffany ke samping. Siwon tersenyum melihat wajah manis Tiffany saat tidur.

“Yeoppo”gumamnya. Lalu Siwon mencium kening Tiffany sebelum meninggalkan kamarnya.

***

Tiffany sedang sibuk memberikan pengarahan pada kontraktor yang akan mengerjakan proyeknya. Ia ingin melihat langsung proses pengerjaannya agar hasilnya sesuai dengan rancangannya.

Drrt…drrt… Tiffany menjeda pekerjaannya lalu mengangkat ponselnya.

“Yeoboseo.”

‘Yeoboseo, sepertinya kau sangat sibuk fany-ah?’

“Bagamana kau tahu?”

‘Lihat ke belakang.’

Tiffany menurut dan membalik badan, ternyata Kyuhyun sudah berdiri sekitar 10 meter dari tempatnya. Kyuhyun melambaikan tangan. Tiffany tersenyum dan melambaikan tangan juga.

‘ Mau makan siang bersamaku?’ mereka masih berbicara di telepon.

“Ne. aku akan ke sana.”

‘Oke. Aku tunggu di sini.’

Tiffany berjalan menghampiri Kyuhyun. Mereka berjalan keluar mall.

Sedangkan di sisi lain Mall, Siwon sedang menemani Yuri melihat- lihat tempat yang direkomendasikan Siwon untuk butik Yuri.

“Aku suka tempatnya Oppa.”

“Baguslah. Kalau begitu kau tinggal mengurus administrasinya dengan bagian pemasaran.”

“Ne. Ini sudah waktunya makan siang. Bagaimana kalau kita makan siang bersama?”

“Ne.”

Siwon mengajak Yuri ke restoran seafood dia ingin sekali makan cumi bakar asam manis. Dulu ia tidak suka, tapi semenjak eomma Tiffany sering membuatkannya, ia jadi suka.  Mereka mencari tempat duduk, tapi semuanya sudah penuh. Saat itu Yuri melihat Tiffany dan Kyuhyun.

“Oppa, bukankah itu Tiffany dan Kyuhyun? Kita bergabung saja dengan mereka.”

“Ne,”

Siwon dan Yuri menghampiri tempat duduk tiffany dan Kyuhyun.

“Anneyong, boleh kami bergabung dengan kalian?”Yuri menyapa Tiffany dan Kyuhyun.

“Oppa?”

“Silakan. Kami juga baru datang.” Kyuhyun mempersilakan Siwon dan Yuri duduk bersama mereka.

Mereka mulai menyantap hidangan yang sudah disajikan. Suasana hening. Mereka sibuk dengan pikiran masing- masing.

“Yuri-ah, ku dengar kau baru saja rancanganmu ditampilkan pada acara fashion show semalam.” Kyuhyun membuka percakapan.

“Ne, aku senang sekali bisa ikut berpatisipasi dalam acara sebesar itu. Banyak orang besar yang hadir, termasuk Appamu. Siwon oppa juga datang semalam.”

“Jinjja, Hyung? Bukankah dulu kau tidak tertarik pada fashion.”

“Donghae yang menularkan kegemarannya pada fashion kepadaku.”

Tiffany melihat ke arah Siwon. ‘Ternyata semalam ia pergi ke Fashion Show Yuri. Apa yang mereka lakukan setelah fashion Show sampai oppa pulang tengah malam?’pikir Tiffany sambil mengaduk- aduk makanannya dengan kasar.

“Kau kenapa?” tanya kyuhyun

“Ani. Gwaenchana.”

“Kau tidak suka makanannya? Makan saja sup kerang punyaku.”Kyuhyun bermaksud memberikan mangkuk berisi sup kerang miliknya kepada Tiffany. tiba- tiba Siwon mencegahnya.

“Jangan, Tiffany alergi kerang.”

“Oh, mianhae aku tidak tahu.”

“Ini, kau makan punyaku saja. Bukankah kau biasanya memesan ini?” Siwon menawarkan cumi bakar asam manis miliknya.

“Sudahlah, kenapa semua jadi repot memberikan makanannya untukku. Aku hanya ingin mencoba menu baru dan aku akan menghabiskannya. Kalian tidak usah terlalu khawatir.”

“Kau seharusnya bersyukur punya kakak seperti Siwon oppa yang sangat perhatian padamu. Kenapa kau malah kesal padanya.”Yuri mencibir Tiffany.

Tiffany tidak terima dengan perkataan Yuri mulai naik darah “Neo, jangan mence…”

“Cukup Fany, ini di tempat umum jangan membuat keributan.”Siwon memotong ucapan Tiffany.

“Arasseo, selera makanku sudah hilang sekarang. Aku duluan.”

“Fany-ah tunggu…”Kyuhyun mengejar Tiffany yang pergi meninggalkan restoran.

“Mianhae,,,”Yuri merasa bersalah.

“Gwaenchana, Yul. Tiffany memang suka begitu.”

Sementara itu, Tiffany sekarang sudah ada di mobil Kyuhyun.

“Apa yang membuatmu kesal seperti itu?”

“Dari dulu aku memang tidak suka pada Yuri.”

“Karena dia dekat dengan Siwon hyung?”

“Bisa jadi.”

“Kau tidak sedang cemburu padanya kan?”

DEG! Tiffany kaget dengan pertanyaan kyuhyun. Nyatanya memang dadanya terasa sakit saat melihat Yuri bersama oppanya.

“Mwo? Ne, aku cemburu karena Siwon oppa selalu membelanya di depanku.”

‘Bukan itu maksudku Fany, aku merasa ada sesuatu antara kau dan Siwon Hyung selain hubungan persaudaraan kalian.’Kyuhyun hanya bisa mengatakan itu dalam batinnya.

Ia terus menatap yeoja yang ada di sampingnya dengan pandangan berharap. Berharap kenyataannya bukanlah seperti yang ia pikirkan. Berharap kalau Tiffany akan menjawab cintanya.

***

Tiffany sedang merias wajahnya di depan cermin. Ia menatap kalender yang berada di meja riasnya.

“Hufft…rupanya sudah waktunya. Aku bahkan belum sempat memikirkannya. Seandainya kemarin aku tidak bertengkar dengan Siwon oppa, mungkin aku bisa bertanya padanya. Haaah……kenapa semua jadi kacau begini?!!!” Tiffany kesal sendiri.

“Kau mau kemana? Bukankah hari ini libur?” Siwon bertanya saat Tiffany turun dari kamarnya.

“Bukan urusan oppa. Urus saja Kwon Yuri-mu itu.”

“Yaa, kenapa kau kesal sekali padanya?”

“Oppa pikir saja sendiri. Kenapa oppa begitu peduli padanya. Apakah oppa sedang mendekatinya?”

“Kalau iya kenapa? Kau tidak setuju? Atau kau cemburu?” Tiffany diam sejenak.

“Itu bukan urusanku. Anneyong aku pergi dulu.”

***

Tiffany melamun sepanjang perjalanan ke bandara. Ia masih memikirkan kata- kata Siwon tadi pagi.

“Apa benar oppa sedang mendekati Yuri? Apa yang oppa lakukan malam itu tidak berarti apa- apa? Kenapa aku berharap kalau oppa benar- benar ingin menciumku malam itu? Apa yang sedang ku pikirkan? Aku benar- benar  sudah gila sekarang.”Tiffany memukul kepalanya sendiri sampai membuat supir taksi yang membawanya mengeleng- gelengkan kepalanya bingung.

Tiffany sudah bersama Kyuhyun di dalam bandara incheon.

“Gomawo sudah mengantarku.”

“Ne,”

“Mengenai pernyataan cintaku, aku ingin mendapat kepastian sekarang. Kalau kau menerimanya, aku akan kembali bulan depan bersama orang tuaku untuk melamarmu. Tapi kalau kau menolaknya, mungkin aku tidak akan kembali ke Seoul lagi karena tak ada alasan lagi untuk kemari. Kau satu- satunya tujuanku kesini, Tiffany.”

“Aku akan berjalan ke pintu keberangkatan, saat itu aku akan melihat ke belakang. Kalau kau masih berdiri di sini, berarti kau menerimaku. Tapi kalau kau sudah pergi, berarti aku gagal. Ottokhae?”

“N—ne.”Tiffany menjawab ragu.

Kyuhyun mulai berjalan kearah pintu keberangkatan. Sebelum melewati petugas imigrasi, ia berbalik melihat ke belakang sesuai ucapannya.

TBC

34 thoughts on “[Re-Post] Sorry, I Love You Oppa (Chapter3)

  1. akhirnya chapter 3 yg kelewatan di post jg… complicated bgt ceritanya… sm2 jatuh cinta tp ga mau mengakui, smoga sifany bs bersatu… jgn sampe sad ending ya thor🙂

  2. Sifany saling suka tapi tidak mau ngaku.
    Sifany saling jealously.
    Apakah fany menerima cinta kyuhyun?
    Lanjut thor.hwaiting thor.keep writing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s