[Re-Post] Sorry, I Love You Oppa Part 4

Title: Sorry, I Love You Oppa (chapter4)

Sorry, I Love You Oppa

Author:  Youngwonie

Main Cast: Siwon, Tiffany, Kyuhyun

Support Cast: member SuGen

Genre: Romance, family

Rating : PG-18

Length : Series

“Dirimu memenuhi pikiranku

Bahkan ketika aku merindukan sesuatu yang lain, bahkan ketika kita berpisah sebentar saja, pada akhirnya, pada akhirnya, aku (kembali) padamu

Aku menutup mataku sejenak, dan kamu datang kepikiranku

Kamu adalah gadis yang sangat cantik, hanya kamu 

Sama seperti sekarang, dirimu

Adalah yang paling indah, paling mempesona”  (Super Junior- A Day)

Kyuhyun sudah berada di dalam  pesawat menuju Jepang. ia masih memikirkan apa yang terjadi di bandara sebelum ia naik ke dalam pesawat.

Flashback.

Kyuhyun mulai berjalan kearah pintu keberangkatan. Sebelum melewati petugas imigrasi, ia berbalik melihat ke belakang sesuai ucapannya. Ia tidak bisa melihat Tiffany  karena terhalang orang- orang yang berlalu lalang di sekitar tempat Tiffany berdiri. Kyuhyun hampir putus asa saat itu karena ia tidak yakin akan menemukan Tiffany di sana. Tapi kenyataan berkata lain, Tiffany masih berdiri di tempatnya. Kyuhyun melompat kegirangan. Ia melambaikan tangannya ke arah Tiffany. Tiffany membalas melambaikan tangannya sambil tersenyum ke arah Kyuhyun. Akhirnya yang dinantikan Kyuhyun selama 7 tahun dapat menjadi kenyataan.

Flashback end.

Kyuhyun sangat menikmati penerbangannya saat ini. ia selalu tersenyum sendiri. sampai- sampai seorang pramugari memperhatikannya dan menegurnya.

“Kelihatannya Anda senang sekali Tuan.”

“Ne. aku baru saja melamar seorang gadis dan ia menerimaku. Aku sudah tidak sabar kembali lagi ke Seoul dan menikahinya.”

“Semoga keinginan Anda bisa terwujud Tuan. Selamat menikmati perjalanan Anda. Anneyong.”

“Anneyong. Gomawo atas doanya.”

Sedangkan Tiffany sudah berada di rumahnya. Sepulang dari bandara, Tiffany tidak keluar dari kamar, bahkan untuk makan. Tiffany masih memikirkan kejadian itu. Sebenarnya saat itu ia masih bingung mengambil keputusan, pikirannya masih dipenuhi perasaannya pada Siwon dan kecemburuannya pada Yuri. Belum sempat Tiffany meninggalkan tempatnya berdiri, Kyuhyun sudah bebalik dan melompat kegirangan. Tiffany tidak tega menghancurkan perasaan Kyuhyun saat itu. Saat Kyuhyun melambaikan tangannya, ia terpaksa membalas dan tersenyum kepada Kyuhyun. Tiffany sudah terlanjur berada di tempat itu dan menimbulkan kesalahpahaman pada Kyuhyun. Sekarang ia harus menerima segala resiko akibat kebodohannya.

Tok! Tok! Tok!

“Fany-ah, sudah waktunya makan malam. Keluarlah, dari siang kau belum makan.”

“Aku tidak lapar, oppa.”

“Kalau kau tidak mau keluar, aku yang akan masuk.” Tidak ada jawaban dari dalam kamar.

Cklek. Siwon masuk ke dalam kamar Tiffany dengan menggunakan kunci cadangan.

“Oppa sudah lupa sopan santun yang oppa ajarkan?” Tiffany kesal melihat Siwon memaksa masuk ke kamarnya.

“Dalam perang dan cinta, tak ada aturan. Aku melakukannya karena aku sayang padamu. Aku tidak mau kau sakit. Makanlah, besok lusa Appa dan eomma akan pulang. Kalau kau sakit, mereka akan menyalahkanku.”

“Jinjja? Oppa tidak bohong kan?”

“Ne. Appa sudah membaik dan diizinkan pulang oleh dokter.”

“Oppa… aku senang sekali mendengarnya.” Tiffany menghambur ke pelukan Siwon.

Siwon dapat merasakan aroma tubuh Tiffany dalam pelukannya. Jantungnya tiba- tiba bedetak kencang. Tiffany dapat mendengar detak jantung Siwon yang berubah. Tapi ia tidak ingin menghindar. Entah kenapa ia merasa senang mengetahuinya. Sedangkan Siwon menjadi canggung karena Tiffany lebih mengeratkan pelukannya.

Kruyuk…kruyuk…

Suara perut Tiffany mengagetkan keduanya. Siwon tertawa mendengarnya.

“Oppa, jangan menertawakanku. Aku kan jadi malu.”Tiffany manyun.

“Mianhae. Kajja, perutmu sudah minta diisi.”

***

Dua hari berikutnya Appa dan eomma benar- benar pulang. Mereka berkumpul setelah 6 bulan terpisah karena Appa Siwon harus ke Amerika untuk menjalani terapi penyakit jantung yang dideritanya.  Saat ini mereka sekeluarga sedang menikmati makan malam. Sudah lama mereka tidak makan malam bersama seperti ini.

“Siwon-ah, Appa dengar Hyunday World  Seoul 2 sudah mulai dibangun.”Appa memulai percakapan.

“Ne. sekarang masih dalam proses. Rencananya 3 bulan nanti sudah bisa diresmikan.”

“Baguslah. Appa tidak  salah memilihmu sebagai pemimpin Hyunday Group. Kau melakukan tugasmu dengan sangat baik.”

“Aku tidak akan bisa melakukannya tanpa dukungan dari semua orang.”

“Appa juga sangat bangga padamu Tiffany. Rancanganmu untuk proyek Hyunday World sangat bagus. Detailnya sangat sempurna dan desainnya juga inovatif.”

“Gomawo, Appa. Siwon oppa tidak pernah memujiku seperti itu. Dia bahkan menyuruhku merevisi beberapa bagian.”Tiffany mencibir.

“Kalau kau terlalu dipuji, nanti bisa jadi besar kepala.”

“Sudahlah, kalian tidak boleh ribut di meja makan.”Eomma menengahi.

Setelah makan, Siwon membantu eommanya mencuci piring di dapur.

“Apa kondisi appa benar- benar sudah membaik,  eomma?”

“Ne. Tapi Appa tetap harus menjaga kesehatan dan mengkonsumsi obat- obatan secara rutin.”

“Aku senang kita bisa berkumpul kembali.”

“Eomma sangat berterimakasih padamu karena sudah menjaga Tiffany dengan baik. Kau adalah oppa terbaik yang pernah dimilikinya.”

“Tidak perlu eomma, bagiku kalian adalah hadiah yang sangat berharga yang diberikan Tuhan untukku dan Appa.”

Sedangkan Tiffany menemani Appanya beristirahat di kamar. Mereka melepas rindu dengan mengobrol tentang segala hal.

“Kemarin, Appa baru saja mendapat kabar gembira.”

“Mworago?”

“Tentang hubunganmu dan Kyuhyun. Appa Kyuhyun bilang kalau kau dan Kyuhyun saling mencintai.”

“Appa, Sebenarnya…”

“Kau tidak perlu takut, Tiffany. Appa sangat senang mendengarnya. Sudah lama Appa ingin menjodohkanmu dengan Kyuhyun. Kyuhyun adalah putra dari sahabat Appa. Dia adalah pria yang baik, sopan dan berpendidikan. Kau sudah memilih yang terbaik Tiffany. Bulan depan keluarga Cho akan kemari untuk meresmikan hubungan kalian. Appa akan sangat bahagia melihatmu menikah. Appa sudah tidak sabar menunggu saat itu.”

“Ne,”Tiffany memaksa Tersenyum. Sebenarnya ia ingin menjelaskan kebenaran pada Appanya, tapi ia tidak tega mengecewakan Appanya. Appanya kelihatan sangat bahagia.

***

Tiffany dan Yoona sedang makan siang di café.

“Tumben sekali kau mau mentraktirku?”Tiffany membuka percakapan sambil menikmati es krim pesanannya.

“Aku ingin meminta tolong padamu.”

“Mwo?”

“Kau mau jadi pendampingku?”

“Pendamping?” Yoona mengangguk cepat.

“Aku dan Donghae oppa akan segera menikah.”

“Mwo? kenapa kau tidak pernah bilang padaku?”

“Rencananya sangat mendadak, jadi aku belum sempat cerita padamu.”

“Arasseo. Chukkae, Yoong. Akhirnya kau bisa bersatu dengan Donghae Oppa.”

“Gomawo. Bagaimana dengan permintaanku? Kau mau tidak?”

“Tentu saja. Dengan senang hati. Kapan acaranya?”

“Dua minggu lagi.”

“Secepat itu?”

“Ne, orang tua Donghae oppa yang ingin pernikahannya dipercepat. Acaranya akan dilangsungkan secara sederhana di rumahku. Jadi tidak perlu persiapan yang terlalu merepotkan. Hanya keluarga dan teman dekat saja yang akan diundang. Hari ini aku akan memesan cincin pernikahan kami. Kau mau mengantarku?”

“Memangnya kau tidak bersama Donghae oppa?”

“Tadinya begitu. Tapi katanya dia mendapat tugas mendadak dari oppamu. Makanya aku mengajakmu.”

“Baiklah. Aku akan menemanimu.”

Tiffany mengantar Yoona memesan cincin pernikahan. Yoona kelihatan gembira dengan rencana pernikahannya dengan Donghae. Tiffany merasa iri melihatnya. Apakah ia akan segembira itu saat menghadapi pernikhannya dan Kyuhyun nanti?

***

“Jinjja? Kau akan menikah secepat itu?” Siwon kaget setelah Donghae memberitahu kabar pernikahannya dengan Yoona.

“Aku juga tidak percaya ini akan terjadi dalam waktu cepat.”

“Chukkae, Hae. Kau rupanya sudah sadar dari sifat playboy-mu itu.”

“Ya, itu sudah lama semenjak aku berhubungan dengan Yoona. bagaimana dengan hubunganmu dan Yuri? Apa sudah ada perkembangan?”

“Emm, aku tidak terlalu memikirkannya.”

“Sudah ku duga. Sampai kapan kau akan begini terus Siwon? ayolah, kau harus secepatnya menyusulku.”

“Arasseo, Donghae songsaenim. Aku tidak begitu ahli dalam bercinta sepertimu.”

“Oleh karena itu kau harus belajar. Namja itu harus agresif, yeoja tidak akan mendekatimu kalau kau terlalu cuek pada mereka.”

“Ok. Aku sudah pusing dengan segala ceramahmu. Sekarang keluar dari ruanganku. Aku masih banyak pekerjaan.”

“Kau mengusirku?”

“Ini perintah, Lee Donghae.”

“Nde Sajangnim.”

Siwon terkekeh melihat wajah kesal temannya  sekaligus bawahannya itu. Donghae tidak akan berkutik kalau Siwon sudah mengeluarkan kata- kata perintah. Siwon sebenarnya iri melihat kebahagiaan Donghae, ia juga ingin merasakan kebahagiaan itu, menikah dengan orang yang dicintainya. Andai saja saat ini Yuri yang ada di hatinya, bukan Tiffany, ia pasti sudah menyatakan cintanya dan melamar gadis itu. Tapi berbeda dengan Tiffany, ia tidak akan pernah bisa melamarnya, bahkan menyatakan cintanya sekalipun, ia tidak akan bisa melakukan itu karena Tiffany adalah adiknya. Walaupun cuma adik tirinya.

***

Siwon pulang ke rumahnya, dilihatnya Tiffany sedang membuat makan malam di dapur.

“Kenapa sepi sekali? Kemana eomma dan Appa?”

“Mereka sedang mengunjungi kerabat Appa di Busan. Besok lusa baru pulang. Oppa sudah makan?”

“Belum.”

“Kalau begitu mandilah dulu. Sebentar lagi makanannya siap.”

“Ne.”

Setelah mandi dan mengganti pakaian, Siwon kembali ke dapur. Makanan sudah siap di meja.

“Wow, kelihatannya enak.”

“Tentu saja, siapa dulu yang memasaknya.”

“Kajja, kita makan”

“Ne,”

Mereka makan bersama. Siwon selalu senang melihat cara Tiffany makan. Tiffany akan makan dengan lahap dan menghabiskan makanannya tanpa sisa. Karena terlalu menikmati makanannya, Tiffany tidak sadar kalau bibirnya belepotan. Siwon yang melihatnya, tidak bisa menahan tawanya.

“Wae?”

“Itu, di bibirmu ada saus.”

Tiffany menjilat bibirnya.

“Sudah?”

“Ya, bukan di situ tapi sebelahnya.” Tiffany menjilat bibir sebelahnya lagi. tapi ia tidak dapat menjangkaunya.

“Sudah?” Tiffany bertanya lagi.

“Aish… chakkaman.”

Siwon membersihkan bibir Tiffany dengan ibu jarinya. Seketika matanya tertuju pada bibir merah muda milik Tiffany yang begitu menggodanya. Ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari bibir indah itu. Siwon mulai kehilangan kendali. Diraihnya dagu Tiffany dan didekatkannya bibirnya dengan bibir Tiffany. tiffany pun memejamkan matanya.

Chu!!!

Siwon dapat merasakan hangat dan lembutnya bibir Tiffany. Ciuman ini benar- benar memabukkan buatnya.

“Ya, kenapa oppa diam saja? Sudah bersih belum?” suara cempreng Tiffany menyadarkannya. Ternyata ciuman itu hanyalah khayalannya. Siwon masih diam ditempatnya. Masih mencerna apa yang baru saja dialaminya.

“Oppa! kenapa oppa malah melamun?”

“A-anniyo. Ini, pakai ini untuk membersihkan mulutmu.” Siwon memberikan tissue kepada Tiffany. ia tidak berani mengusap dengan jarinya seperti dalam khayalannya. Ia takut kalau ia benar- benar akan mencium Tiffany kalau melakukannya.

“Aku  sudah selesai. Aku mau ke kamar dulu.” Siwon segera pergi meninggalkan Tiffany. ia takut tidak dapat mengontrol dirinya kalau lama- lama berdua dengan Tiffany.

“Aneh sekali. Ada apa dengan oppa?”Gumam Tiffany. lalu ia kembali melanjutan makannya.

Di kamar Siwon hanya bisa memaki dirinya.

“Hampir saja. Untung itu cuma khayalan. Kenapa aku bisa membayangkan hal itu. Setiap dekat dengan tiffany aku tidak bisa mengendalikan diriku. Apa cinta memang seperti ini rasanya? Kenapa harus Tiffany orangnya? Kenapa bukan Yuri atau yeoja yang lain? Kenapa hanya Tiffany yang bisa membuat jantung ini bergetar?”

***

Siwon baru saja turun dari kantornya.

“Siwon oppa!”

“Hai, Yul. Kau sudah mau pulang?”

“Ne, aku jarang melihat oppa belakangan ini.”

“Aku memang sedikit sibuk.”

“Arasseo. Hari ini aku tidak bawa mobil, boleh aku ikut bersama oppa?”

“Ok. Naiklah.” Siwon membukakan pintu mobilnya untuk Yuri. Tiba- tiba seseorang memanggilnya.

“Oppa!”

“Fany?”

“Oppa, aku ikut.”

“Mobilmu kemana?”

“Aku sedang malas menyetir.”

“Baiklah.”

“Aku ingin duduk di depan. Kau duduk di belakang saja” Tiffany mencegah Yuri yang ingin duduk di samping siwon. walaupun kesal Yuri akhirnya menurut dan pindah ke kursi belakang. Siwon tahu kalau Tiffany tidak suka ia dekat dengan Yuri, Siwon memutuskan tidak akan ikut campur karena pada akhirnya ia pasti akan ribut dengan Tiffany kalau membela Yuri.

“Oppa, Yoona memintaku mengambilkan cincin pernikahannya. Kita bisa turun sebentar di toko perhiasan di depan kan?”

“Kenapa mereka tidak mengambil sendiri?”

“Mereka sedang fitting baju pengantin sekarang. Aku sudah janji pada Yoona untuk mengambilkannya.”

“Baiklah, kau bisa menunggu kami sebentar kan Yul?”Siwon menengok Yuri yang duduk di belakang.

“Ne,”Yuri hanya bisa tersenyum pasrah. Rencananya untuk berdua dengan Siwon gagal sejak kedatangan Tiffany. dan sekarang ia harus menunggu di dalam mobil sendirian.

Di dalam toko, Tiffany menyerahkan tanda bukti pembayaran kepada pelayan dan pelayan segera mengambilkan pesanannya.

“Oppa, lihat yang ini bagus ya?”

Tiffany melihat- lihat cincin yang sedang di pajang di etalase sambil menunggu pelayan.

“Ne, sepertinya itu cincin pasangan.”

“Ini pesanan Anda Agasshi. Apa Anda menyukai cincin itu.”

“Ne, tapi aku tidak bermaksud membelinya.”

“Anda boleh mengambilnya sebagai hadiah karena telah membeli cincin limited edition di toko kami.”

“Jinjja?”

“Ne. Kalian pasti cocok mengenakannya. Kalian pasangan yang sangat serasi.”

“Ani. Kami buk—aaw”Tiffany menginjak kaki Siwon sebelum melanjutkan kata- katanya.

“Kamsamidha, kami senang sekali menerimanya. Iya kan oppa?” Tiffany mengedipkan sebelah matanya.

“Ne,”Siwon mengalah. Ia tidak mau kakinya diinjak lagi.

Pelayan itu pun mengambilkan cincin itu kepada Tiffany.

“Wah bagus sekali. Oppa juga harus memakainya.” Tiffany memakai cincinnya dan memberikan cincin yang satunya lagi kepada Siwon.

“Gomawo atas hadiahnya.”

“Ne, kamshamidha sudah berbelanja di toko kami.”

Tiffany keluar dari toko dengan perasaan senang.

“Tsk, kau senang sekali dapat cincin gratisan?”

“Cincinnya kan bagus. Kalau oppa tidak mau, kembalikan padaku. Akan kuberikan pada Kyuhyun.”

“Shireo. Ini sudah jadi milikku.”

***

Tibalah hari pernikahan Donghae dan Yoona. Pestanya diadakan di halaman rumah Yoona yang luas. Yoona melangkah ke altar didampingi ayahnya dan di belakangnya Tiffany, Sooyoung dan juga Seohyun mengiringinyanya. Yoona tampak cantik dengan gaun putihnya. Begitu juga para pengiringnya. Tiffany menjadi pengiring paling cantik saat itu. Dengan gaun putih senada dengan yang dipakai Yoona, tapi lebih simple dengan panjang di atas lutut dan rambutnya disanggul ke atas memperlihatkan leher jenjangnya. Semua mata terpesona melihatnya termasuk Siwon. Dadanya terus bergejolak melihat Tiffany.

Setelah pemberkatan selesai tibalah acara lempar bunga yang ditunggu- tunggu para yeoja. semua sudah bersiap dan Yoona mulai melemparnya ke belakang.

“Ye…aku dapat, aku dapat.” Seseorang berteriak kegirangan setelah mendapatkan buket bunga yang dilempar Yoona.

“Ya, kenapa oppa ikut- ikutan merebut, oppa kan namja.” Seohyun kesal karena yang dia sudah beresak- desakkan dengan para yeoja tapi malah Hyukjae yang mendapatkannya.

“Kenapa kalau aku namja, aku juga ingin segera menikah.”

“Tapi itu tidak adil, oppa kan lebih tinggi dan lebih kuat dari kami, seharusnya oppa tidak boleh ikut. Berikan bunganya padaku.” Sooyoung berusaha merebut bunga itu dari tangan Hyukjae.

“Oo tidak bisa.” Hyukjae menghindar dari Sooyoung. Sooyoung mengejarnya, diikuti Seohyun dan yeoja- yeoja yang lainnya. Hyukjae kesulitan dikeroyok para yeoja. Para tamu yang hadir di acara itu tertawa melihat mereka.

“Kenapa kau tidak ikut merebut bunga fany-ah?”

“Andwae, mommy. Aku tidak percaya hal seperti itu. Kalau memang sudah waktunya aku menikah, aku pasti akan segera menikah.”

“Yeobo, mau berdansa denganku?”tiba- tiba Appa datang mengajak berdansa.

“Of course honey.”

“Fany, Appa pinjam mommy-mu dulu ne,”

“Bawalah sesuka hati Appa.”

Semua orang sedang asik berdansa, termasuk pasangan pengantin baru Donghae dan Yoona. saat sedang memperhatikan orang- orang yang berdansa, seorang anak kecil mencolek tangan Tiffany.

“Noona, neomu yeoppo. Mau berdansa denganku?” ucap anak itu sambil membungkuk di depan tiffany dan menawarkan tangannya. Tiffany tersenyum melihat tingkah anak itu.

“As your wish my boy.” Tiffany pun menyambut tangan anak itu dan mulai berdansa dengannya. Rupanya anak itu sangat pandai berdansa. Siwon memperhatikan mereka dari jauh. Ia kagum dengan keberanian anak itu mengajak Tiffany berdansa.

“Andai aku bisa seberani anak itu.”gumamnya.

Hujan tiba- tiba turun. Semua orang berlari berhamburan mencari tempat berteduh. Kecuali Tiffany yang tampak asik menikmati tetesan air hujan yang menerpa tubuhnya. Siwon segera menghampirinya dan menariknya untuk berteduh karena hujan semakin deras. Siwon membawanya ke sebuah gazebo yang ada di sudut taman. Tiffany membuka sanggulnya dan mengerai rambutnya yang basah. Siwon mendekati Tiffany dan berlutut di hadapannya. Siwon mengulurkan tangannya.

“Will you dance with me?”matanya menatap Tiffany intens.

Tiffany tersenyum dan menyambut tangan Siwon. Merekapun berdansa diiringi suara hujan dan angin siang itu. Mereka terhanyut dalam suasana romantis. Mencurahkan perasaan masing- masing. Rasa sayang, cinta dan rasa saling ingin memiliki. Setelah lama berdansa, mereka berhenti dalam posisi Siwon memeluk Tiffany dari belakang dan mencium rambut basah Tiffany. Tiffany berbalik dan menatap Siwon dengan tatapan sendu, seperti mengharap sesuatu yang lebih kepada Siwon. Siwon mengerti apa yang diinginkan Tiffany. Ia meraih tengkuk Tiffany dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Tiffany. Tiffany memejamkan matanya. Menanti detik- detik yang mendebarkan dalam hidupnya. Tiba- tiba wajah mommy dan Appanya muncul dalam pikirannya. Tiffany tersadar. Matanya terbuka lebar. Ia melepaskan diri dari dekapan Siwon.

“Andwe oppa…” Tiffany menggeleng sambil bergerak mundur menjauhi Siwon.

Siwon kaget dengan penolakan Tiffany. Tiffany menangis dan berlari dari tempat itu.

“Fany-ah tunggu…” Siwon mengejarnya. Tiffany terus berlari sambil menangis.

Setelah jauh berlari, Tiffany kelelahan dan berhenti. Ia masih menangis.  Detik berikutnya ia merasakan seseorang memeluknya dari belakang.

“Sa—ranghae… ”ucap Tiffany lemah.

“Nado.”

 

TBC

54 thoughts on “[Re-Post] Sorry, I Love You Oppa Part 4

  1. Aduh duh Wonnie oppa ada aja modusnya….hehe^^
    Kesempatan dalam kesempitan haha…
    Fany eonni siapa yang kasih back hug widihh…
    Tiffaby eonni*Tiffany baby maksudnya Wonnie oppa*😍
    Ga ngerti lagi…
    Next next next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s