[Re-Post] Sorry, I Love You Oppa Part 2

 

Title: Sorry, I Love You Oppa (Chapter2)

Sorry, I Love You Oppa

Author:  Youngwonie

 

Main Cast: Siwon, Tiffany, Kyuhyun

 

Support Cast: member SuGen

 

Genre: Romance, family, friendship

 

Rating : PG-15

 

Length : Series

 

 

Summary:

 

Jika ini cinta,

 

Apakah aku tak boleh merasakannya…

‘What about us ? what about love ?

 

Nal ireu kyeo juneuni hanmadi

 

Geudae pume, aneun chhaero

 

Ttaseu hage gamssa juneyo…’ (snsd, Promise)

 

 

 

 

 

“Besok malam akan diadakan pesta ulang tahun perusahaan, sekalian appa ingin mengenalkan Eomma dan Tiffany kepada seluruh karyawan dan mitra bisnis Hyunday Group.” Setelah selesai makan malam, Appa Siwon mengajak keluarganya berkumpul dan mengutarakan rencananya.

 

“Apa itu perlu, Yeobo”

 

“Itu sangat diperlukan agar publik tahu statusmu dan Tiffany dengan jelas.”

 

“Benar eomma, itu akan menjaga citra keluarga kita di depan seluruh karyawan dan mitra  perusahaan.” Siwon ikut mendukung rencana ayahnya.

 

“Aku sudah menyuruh manajer Kim untuk mengurusi pestanya. Jadi besok kita tinggal  berangkat dari rumah. Oh ya fany, bagaimana  hari pertamamu di sekolah?”

 

“Tidak terlalu buruk, Appa. Aku sudah punya teman dan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah.”

 

“Appa senang mendengarnya.”

 

“Mianhe, Aku harus mengerjakan tugas sekolah. Aku ke kamar duluan Appa, Eomma, selamat malam.” Siwon beranjak dari tempat  duduknya.

 

“Aku juga appa, mommy ada PR yang harus ku kerjakan.”

 

Tiffany meninggalkan ruang keluarga menuju kamarnya. Setelah satu jam berkutat dengan tugasnya, Tiffany mengeluh. Dia tidak mengerti dengan soal matematika yang diberikan gurunya.

 

‘Kenapa aku tidak tanya pada Siwon oppa saja. Siwon oppa kan pintar.’ pikirnya. Lalu Tiffany menuju  ke kamar Siwon.

 

“Oppa,,, boleh aku…”Tiffany sudah masuk dan berada di depan pintu kamar Siwon.

 

“Ketuk pintu dulu.” Tanpa mengalihkan pandangan dari bukunya, Siwon memberikan instruksi kepada Tiffany.

 

“Baiklah” Tiffany kembali keluar dan mengetuk pintu.

 

Tok,tok,tok

 

“Oppa, bo…”

 

“Aku belum menyuruhmu masuk.”potong Siwon.

 

“Menyebalkan sekali.” Gumam Tiffany kesal lalu ia mengetuk pintu lagi. Kali ini lebih keras dari sebelumnya.

 

TOK, TOK,TOK,

 

“Masuklah.”

 

Setelah masuk, Tiffany hanya beridri di hadapan Siwon.

 

“Apa kau mau berdiri di situ sampai pagi?”

 

“Oppa sudah menghilangkan moodku.”Tiffany manyun.

 

“Aku hanya mengajarimu tatakrama nona muda Choi.”ucap Siwon lembut sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.

 

“Arasseo. Aku minta diajarkan soal ini. Aku tidak mengerti sama sekali.”

 

Tiffany menunjukkan bukunya pada Siwon. Siwon melihatnya sekilas.

 

“Duduklah, aku akan mengajarkan caranya.”

 

Tiffany duduk dan memperhatikan penjelasan Siwon. Siwon menjelaskan cara menyelesaikan soal itu dengan sangat rinci agar mudah dipahami Tiffany.

 

“Nah, sudah selesai. Kau mengerti?” Siwon menutup penjelasnnya. Tiffany diam saja. Siwon lalu melihat kearah Tiffany yang ternyata sudah terlelap.

 

“Aish…anak ini.” Siwon menatap adik perempuannya itu gemas.

 

Karena tidak tega membangunkan Tiffany yang sudah terlelap, Siwon memutuskan untuk menggendong Tiffany ke kamarnya. Kamar siwon dan Tiffany berhadapan jadi siwon tidak kesulitan. Saat ingin menurunkan Tiffany ke tempat tidurnya, Siwon menginjak sesuatu hingga kehilangan keseimbangan dan ia  terjatuh ke tempat tidur dengan posisi menindih Tiffany. Tiffany terbangun karena tubuhnya dihimpit badan Siwon yang berat.

 

“Oppa, apa yang kau lakukan?” Siwon langsung bangun dari posisinya.

 

“Miane, aku terjatuh saat menggendongmu. Kau sangat berat.”

 

“Kenapa oppa tidak membangunkanku saja?”

 

“Kau tidur nyenyak sekali jadi aku tidak tega membangunkanmu. Ya sudah aku ke kamarku dulu.”

 

“Ne, gomawo oppa”

 

***

 

 

 

“Kyuhyun-ah, kau yakin tidak mau ikut?”

 

“Tidak eomma? Aku malas pergi ke pesta.”

 

“Katanya, putr nyonya Choi yang dari LA itu sangat cantik, apa kau tidak mau melihatnya?” Eomma Kyuhyun memancing anaknya agar mau ikut ke pesta yang di adakan rekan bisnis sekaligus sahabat appa Kyuhyun.

 

“LA?” Kyuhyun berpikir sejenak. Sepertinya dia ingat sesuatu.

 

“Ku dengar dia sekolah di sekolah yang sama dengan Siwon, berarti satu sekolah denganmu juga kan?”

 

‘Tidak salah lagi, gadis yang di perpus itu’ batin Kyuhyun.

 

“Eomma, aku ikut.” Ucap kyuhyun semangat. Eommanya sampai heran dengan kelakuan putranya.

 

 

 

Di tempat pesta, setelah acara perkenalan, tuan dan nyonya Choi sibuk berbincang dengan para koleganya. Siwon memperkenalkan tiffany kepada teman- temannya. Donghae, Hyukjae, Sungmin dan Ryewook. Mereka memuji kecantikan dan kepolosan Tiffany. Walaupun di antara para namja, Tiiffany dapat menyesuaikan diri dan mengikuti topik pembicaraan mereka.  Yuri, Sunny, Jessica, dan Hyoyeon kemudian ikut bergabung dengan mereka. Yuri dan Tiffany masih terlibat perang dingin. Tiffany makin kesal saat Yuri terus- terusan merengek pada Siwon.

 

“Oppa, ayo kita berdansa?” ajak Yuri kepada Siwon.

 

“Sudah ku bilang  aku tidak mau.”

 

“Yuri-ah aku lebih pandai berdansa daripada Siwon, kenapa kau tidak mengajakku.” Hyukjae merayu Yuri.

 

“Aku tidak mau berdansa dengan monyet yadong sepertimu.”

 

“Kalau denganku bagaimana?” kali ini Donghae yang maju.

 

“Kau juga sama saja. Aku hanya mau dengan Siwon oppaku.”

 

Tiffany yang merasa bosan meminta ijin kepada oppanya keluar dari area pesta.

 

“Oppa,  Aku ingin ke luar mencari angin.”

 

“Baiklah, tapi jangan jauh- jauh kau bisa tersesat, otte?”

 

“Nde, arasseo.”

 

Di luar, Tiffany memejamkan matanya merasakan hembusan angin yang menerpa wajah dan rambutnya.

 

“Feeling something good huh?” seorang namja mengganggu keasyikannya.

 

“Neo? Sedang apa kau di sini”

 

“Menghadiri pesta.”

 

“Pestanya kan di dalam.”

 

“Tapi yang menarik perhatianku ada di sini. ”

 

“Aku anggap itu sebagai pujian.”

 

“Kalau begitu kau adalah yeoja pertama yang mendapat pujian dari seorang Cho Kyuhyun.”

 

“Owh, really? Aku merasa tersanjung.”

 

“Fany-ah di luar  sangat dingin pakailah mantelmu.” Siwon datang membawa mantel Tiffany.

 

“Gomawo oppa,”

 

“Kyuhyun? Sedang apa kau di sini? Tumben sekali kau mau datang ke pesta. Dan, kalian sudah saling kenal?”

 

“Kami pernah bertemu di sekolah, oppa”

 

“Keudae, kalau begitu aku tinggal dulu ya. Kau evil, Jangan macam- macam pada adikku.”

 

“Hyung bisa percaya padaku.”

 

Siwon memang masuk lagi ke dalam, tapi ia tak mengalihkan pandangan sedikitpun dari Tiffany dan kyuhyun. Mereka terlihat akrab, mengobrol layaknya dua orang yang sudah kenal lama, saling becanda dan tertawa.

 

“Apa yang oppa perhatikan dari tadi?” Yuri penasaran.

 

“Bukan urusanmu.” Lalu Siwon pergi meninggalkan Yuri yang masih kesal.

 

“Ya, kenapa oppa terus menghindariku.”

 

Ternyata bukan hanya Siwon yang memperhatikan keakraban Tiffany dan Kyuhyun, Tuan Choi dan Tuan Cho juga menyaksikan kedekatan anak- anak mereka.

 

“Mereka kelihatan cocok.” Appa Kyuhyun berpendapat.

 

“Benar, bagaimana kalau kelak kita jodohkan saja mereka. Aku pasti senang bisa berbesan denganmu.”Appa Siwon menanggapi dengan semangat.

 

“Aku setuju.”

 

***

 

 

 

“Mommy, apa aku  boleh ikut?” Tiffany merengek pada mommynya yang sedang berkemas.

 

“Kau harus sekolah Fany, lagi pula kami tidak lama. Hanya satu minggu.”

 

“Aku pasti akan kesepian mommy”

 

“Kan ada oppamu, kau juga boleh mengajak temanmu menginap di sini kalau kau kesepian.”

 

 

 

Keesokan harinya…

 

“Oppa, kau dimana?” Tiffany sedang menunggu Siwon di depan sekolah. Dia berulang kali menghubungi ponsel Siwon tapi tidak diangkat. Smsnya pun tidak dibalas.

 

“Fany, kau ikut denganku saja. Aku akan mengantarmu pulang. Sebentar lagi akan turun hujan.” Yoona menawarkan Tiffany untuk mengantarnya.

 

“Tidak usah, Yoong. Rumahku kan berlawanan arah dengan rumahmu, aku tidak mau merepotkanmu. Sebentar lagi Siwon oppa pasti datang menjemputku.”

 

“Ya sudah, Kau hati- hati ya. Aku pulang dulu.”

 

“Ne. Kau juga.”

 

Sudah setengah jam Tiffany menunggu, hujan pun mulai turun. Seragamnya mulai basah terkena guyuran air hujan. Tiffany menggigil kedinginan. Sebuah mobil Ferrari warna hitam berhenti di depannya. Ia tak kenal dengan mobil itu itu. Tiffany ketakutan. Sang pengemudi membuka kaca depan mobilnya.

 

“Ya, kenapa kau belum pulang?”

 

“Kyuhyun, kau selalu datang tiba- tiba. Mengagetkanku saja. Aku sedang menunggu Siwon oppa.”

 

“Sekarang hujan deras. Ikutlah denganku. Aku akan mengantarmu.”

 

“Shireo. Aku tunggu Siwon oppa saja. Dia sudah berjanji akan menjemputku”

 

“Ya, kau keras kepala sekali. Kalau begitu akan menemanimu menunggu Siwon Hyung”

 

“Terserah kau saja”

 

Mobil  Audy R8  milik Siwon berhenti di depan mereka, Siwon keluar dari mobil dan menghampiri Tiffany.

 

“Oppa…” Tiffany tersenyum lega.

 

“Miane, oppa baru menjemputmu.” Siwon melepas jaket yang dipakainya dan memakaikannya ke tubuh Tiffany.

 

“Hyung tega sekali membiarkan Tiffany menunggu di tengah hujan deras begini.”

 

“Tadi aku harus menggantikan Appa meeting di kantor. Gomawo sudah menemani Fany.” Lalu Siwon membawa Tiffany masuk ke dalam mobil. Kyuhyun menatap kepergian kakak beradik itu lalu ia pun malajukan mobilnya.

 

Tiffany tertidur di dalam mobil Siwon.

 

“Miane, oppa tidak bisa menjagamu dengan baik.”Siwon mengusap pipi Tiffany yang tertidur disampingnya.

 

***

 

 

 

Tiffany demam, Siwon merasa bersalah kerena sudah membuat Tiffany sakit.

 

“Ayo makan bubur ini, Fany.” Siwon membujuk Tiffany yang tidak mau makan.

 

“Aku tidak lapar oppa”Tiffany masih meringkuk di dalam selimutnya.

 

“Kau mau makan, atau aku bilang pada eomma kalau kau sakit.”Siwon mengancam.

 

“Shireo, aku tidak mau mengganggu liburan mereka.”

 

“Ya sudah. Ayo makan. Lalu minum obatmu.” Siwon menyuapi Tiffany. Ia tersenyum melihat adiknya makan dengan lahap seperti biasanya.

 

“Oppa,”

 

“Nde”

 

“Apa oppa akan terus menjagaku seperti sekarang?”

 

“Wae? Kau tidak suka?”

 

“Ani, aku sangat senang punya oppa yang selalu sayang padaku. Sebelumnya aku tidak pernah merasa sebahagia ini.”

 

“Aku juga.” Siwon tersenyum sambil mengacak rambut Tiffany.

 

“Ya oppa, rambutku jadi berantakan.”

 

***

 

 

 

Tiffany sedang berjalan menuju kelasnya bersama Yoona. Tiba- tiba Seseorang menjegal kakinya hingga ia tersungkur di lantai.

 

“Fany, kau tidak apa- apa?” Yoona membantu Tiffany berdiri.

 

“Oops, sorry…” Orang itu adalah Yuri.

 

“Ya, kau mau cari gara- gara denganku hah?” Tiffany tidak terima dengan perlakuan Yuri.

 

“Aku kan sudah minta maaf.”

 

“Kau sengaja kan?!!” Tiffany menjambak rambut yuri, begitu juga sebaliknya. Terjadilah keributan, mereka jadi tontonan satu sekolah. Yuri dan Tiffany akhirnya di bawa ke ruang Kepala Sekolah. Mereka dihukum berdiri di lapangan sampai jam pelajaran selesai.

 

***

 

 

 

“Oppa marah padaku?”tiffany kesal karena sejak pulang sekolah tadi Siwon mendiamkannya.

 

“Tidak seharusnya kau berkelahi di sekolah.”Siwon menasehatinya.

 

“Tapi Yuri yang mulai duluan, dia membuat aku terjatuh.”Tiffany beralasan.

 

“Kau tidak harus meladeninya kan? Dia memang seperti itu.”

 

“Kenapa oppa malah menyalahkanku.”

 

“Fany-ah…kau mau kemana? Dengarkan aku dulu.”

 

“Aku mau pergi keluar. Jangan mengikutiku. Aku mau sendirian.”

 

Tiffany pergi ke tepi sungai Han. Ia berjalan menyusuri tepian sungai sambil menikmati pemandangan.

 

“Tidak baik seorang gadis berjalan sendirian malam- malam begini.”tiba- tiba Kyuhyun sudah berdiri di samping Tiffany.

 

“Kau lagi. Apa kau seorang stalker. Kenapa kau selalu ada kemanapun aku pergi?”

 

“Mungkin kita berjodoh. Kenapa kau sendirian?”

 

“Oppa marah padaku karena aku berkelahi dengan Yuri di sekolah tadi.”

 

“Wajar saja kalau dia marah. Nama baik Appamu bisa rusak karena perbuatanmu. Keluarga Choi dikenal sangat santun dan tidak pernah membuat masalah. Oppamu juga termasuk murid teladan.”

 

“Jadi dia malu karena adiknya  bersikap seperti berandalan?”

 

“Mungkin.”

 

“Kyuhyun-ah, kau mau menemaniku jalan- jalan?”

 

“Oke. Tapi kau harus berjanji satu hal.”

 

“Mwo?”

 

“Kau tidak akan menjambak rambutku seperti yang kau lakukan pada Yuri tadi siang.”Kyuhyun mengatakannya sambil berlari menjauhi Tiffany.

 

“Ya, kau meledekku… awas kau Cho Kyuhyun.”Tiffany mengejarnya. Mereka saling kejar- kejaran.

 

***

 

 

 

Kyuhyun mengantar Tiffany pulang.

 

“Gomawo. Kau sudah membuat aku senang malam ini.”

 

“Ne. Aku pulang dulu.”

 

“Hati- hati di jalan.”

 

Tiffany masuk ke dalam rumah. Ia berjalan ke tangga hendak naik ke kamarnya. Tapi dilihatnya televisi di ruang keluarga masih menyala.

 

“Oppa belum tidur?”

 

“Oppa menunggumu. Kau dari mana saja?”

 

“Jalan- jalan bersama Kyuhyun.”

 

“Sudah malam. Tidurlah, besok kau harus sekolah.”

 

“Oppa, miane. Aku tidak bisa menjaga sikapku di sekolah. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.”

 

“Oppa juga minta maaf sudah memarahimu.” Siwon mengacak rambut Tiffany. Kali ini Tiffany tidak marah ia malah tersenyum.

 

***

 

 

 

“Besok aku dan orang tuaku akan pindah ke Jepang.”

 

Tiffany hampir tersedak makanannya mendengar perkataan Kyuhyun.

 

“Gwaenchana Fany-ah?” kyuhyun memberinya air minum. Kyuhyun sedang mengajak Tiffany makan di restoran pinggir jalan di kawasan Myeondong.

 

“Kenapa kau baru bilang sekarang?”

 

“Wae? Apa kau tidak rela aku pergi?”

 

“Ya, jangan GR. Aku hanya kaget. Setidaknya kita bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Aku pasti akan kehilangan teman sepertimu.”

 

“Hanya teman?”

 

“Tentu saja. Memang apa yang kau harapkan dariku?”

 

“Sudahlah lupakan. Hari ini aku tidak mau bertengkar denganmu.”

 

Hari ini Kyuhyun menghabiskan hari terakhirnya di Seoul bersama Tiffany. Makan, jalan- jalan dan menonton di bioskop. Ia ingin membuat kenangan bersama Tiffany. Yeoja yang menarik hatinya sejak pertemuan mereka di perpustakaan sekolah. Entah apakah sang yeoja memiliki perasaan yang sama dengannya. Belum saatnya ia mengungkapkan perasaanya.

 

 

 

Sesampainya di rumah, Tiffany masuk ke dalam kamarnya dengan lesu. Siwon yang melihat keanehan pada adiknya langsung menghampirinya.

 

“Biasanya kau akan pulang dengan ceria  setelah pergi dengan Kyuhyun. Ada apa?”

 

“Dia akan pergi ke Jepang besok.”

 

“Jadi kau baru tahu?”

 

“Oppa sudah tahu? Kenapa tidak bilang padaku?”

 

“Appa Kyuhyun akan membuka perusahaan baru di Jepang. Jadi mereka sekeluarga akan pindah ke sana. Kupikir Kyuhyun sudah memberitahumu. Kalian kan sangat dekat.”

 

“Dia baru memberitahuku tadi.”

 

“Apa kau menyukainya?” Siwon bertanya hati- hati.

 

“Aniyo. Aku hanya menganggapnya sahabatku. Dia orang yang sangat menyenangkan.”

 

“Kupikir kau jatuh cinta padanya,”

 

“Oppa, aku kan masih sekolah. Aku belum memikirkan hal itu.”

 

“Kau sangat kehilangan dia?”

 

“Ne.”

 

“Oppa janji kau tidak akan merasa kesepian. Oppa akan selalu ada untukmu.”

 

“Gomawo oppa.”

 

***

 

 

 

7 Tahun kemudian…

 

 

 

“Oppa, ini desain Hyunday World Seoul 2. Bagaimana pendapatmu?” Tiffany menunjukkan ipad 10 inch miliknya kepada Siwon. Siwon melihatnya dengan sangat teliti.

 

“Aku rasa beberapa bagian ini perlu direvisi lagi.” Siwon memberi beberapa tanda pada gambar desain tersebut.

 

“Ya, ini sama saja aku harus membuat ulang desainnya. Kalau oppa tidak suka dengan desainku, kenapa tidak menyewa arsitek lain saja.”

 

“Aku hanya menyuruhmu merevisi 10 point saja. Kau bisa melakukannya tanpa membuat ulang desainnya. Aku percaya kemampuan dongsaengku ini.” Kata Siwon menghibur Tiffany dan mengacak rambut depan adiknya itu.

 

“Ya sudah aku akan memperbaikinya.” Tiffany meninggalkan kantor Siwon.

 

Siwon menggantikan posisi Appanya sebagai presdir di Hyunday Group. Sedangkan Tiffany menjadi arsitek freelance. Saat  ini Tiffany dipercaya untuk mendesain taman bermain yang akan dibangun  di dalam Hyunday Mall Seoul 2.

 

Di depan kantor Siwon, Tiffany berpapasan dengan Donghae,

 

“Kenapa mukamu ditekuk begitu? Apa oppamu membuat masalah? Biar aku yang akan menghajarnya.”

 

“Keudae, teman oppa itu sudah membuatku kesal pagi- pagi.”

 

“Apa aku perlu melakukan sesuatu padanya? Mungkin dia harus berkencan agar pikirannya lebih fresh.”

 

“Ide yang bagus. Supaya dia tidak merepotkanku terus.”

 

“Lee Donghae… cepat serahkan Laporanmu.” Suara berat Siwon terdengar dari dalam ruangannya.

 

“Nde sajangnim.”jawab Donghae.

 

“Sepertinya dia mulai merindukanku. Aku masuk dulu, Tiff”

 

“Bye oppa.”

 

***

 

 

 

“Mwo? Siwon oppa tidak menerima desainmu? Aku pikir itu sudah sempurna.”

 

“Aku harus merevisi bagian- bagian ini.”

 

Tiffany menunjukkan hasil evaluasi dari Siwon. Yoona hanya mengangguk- anggukkan kepalanya.

 

“Tenanglah, aku akan membantumu. Oh iya, kau sudah dapat undangan reuni SMA kita?”

 

“Sudah, wae?”

 

“Aku bingung mau pergi dengan siapa. Pasti semua orang akan pergi dengan pasangannya.”

 

“Kau bisa pergi denganku dan Siwon oppa. Atau… kau mau pergi dengan Donghae oppa?” Tiffany menggoda Yoona. Muka Yoona memerah. Dia memang menyukai Donghae sejak menjadi asisten Tiffany dan dekat dengan Siwon dan Donghae.

 

“Ya,itu tidak mungkin terjadi. Dia kan punya banyak yeoja-  yeoja cantik  yang bisa diajaknya. Dia bisa memilih satu dari koleksi yeojanya.”

 

“Kalau dia mau mengajakmu bagaimana? Apa kau mau?”muka Yoona memerah lagi.

 

“Sudahlah jangan menggodaku terus.”

 

***

 

 

 

“Fany-ah. Kau mau berdandan berapa lama lagi?” Siwon menunggu Tiffany di ruang tamu.

 

“Ne, oppa. Aku sudah selesai.” Tiffany keluar dengan mengenakan gaun warna cream selutut. Setengah bahunya  terbuka. Ia membiarkan rambut hitam bergelombangnya terurai. Dengan make up yang minimalis, Tiffany terlihat sangat cantik dan anggun. Siwon takjub dibuatnya.

 

“ini kan Cuma reuni sekolah, kau berdandan seperti mau kencan saja.”

 

“Apa oppa tidak suka? Aku bisa menggantinya.”

 

“Sudahlah, kita bisa terlambat.”

 

Di dalam mobil Siwon diam- diam terus memperhatikan Tiffany. Entah apa yang dirasakannya. Ia seperti tidak rela kalau Tiffany pergi dengan penampilan seperti itu.

 

“Oppa bisa menabrak kalau memperhatikanku terus.”

 

Siwon gelagapan karena aksinya diketahui Tiffany.

 

“Ya, kau GR sekali.”

 

Siwon dan Tiffany tiba di tempat pesta. Yoona yang melihat mereka langsung memanggil Tiffany.

 

“Fany, di sini.”Yoona melambaikan tangannya.

 

“kau sudah sampai? Pergi dengan siapa?”

 

“Denganku.” Tiba- tiba Donghae sudah berdiri di samping Yoona.

 

“Kalian sudah…mmph” yoona membekap mulut tiffany.

 

“Sst… ini tidak seperti yang kau pikirkan.”

 

“Maksudnya? ”

 

“Aku ceritakan nanti saja.”

 

“Baiklah.”

 

Mereka bertemu dengan teman- teman dan mengobrol mengenai pekerjaan dan pengalaman masing- masing.

 

“Siwon-ah, chukkae kau sudah membuat perusahaan Appamu berkembang  pesat.”

 

“Gomawo Hyukjae, itu semua juga berkat kerja keras para karyawan termasuk si ikan ini.” Siwon menunju Donghae.

 

“Ne, kecerdasanku mengatur keuangan perusahaan juga salah satu faktor yang sangat berpengruh.” Donghae membanggakan dirinya yang kini menjadi manajer keuangan di perusahaan Siwon.

 

“Bisnis travel milikmu juga sangat menjanjikan, Hyuk-ah.”

 

“Ne aku akhirnya mewujudkan hobiku yang suka jalan- jalan dengan membangun perusahaan jasa traveling keliling dunia. Kalau kalian ingin berbulan madu nanti, aku akan siapkan paket khusus untuk honeymoon selama 1 bulan dengan fasilitas yang mewah dan tentunya diskon khusus.”

 

“Atau kalian bisa memilih honeymoon dengan panorama alam di Pulau Jeju, vila dan hotelku terbuka untuk kalian.” Sungmin ikut mempromosikan Hotel dan Vila miliknya.

 

“BTW, Tiffany sekarang kelihatan lebih dewasa dan sangat cantik, apa dia sudah punya namjachingu?” Hyukajae bertanya pada Siwon soal Tiffany.

 

“Ya, dia memang belum punya namjachingu, tapi tak akan kubiarkan kau mendekatinya.”

 

“Wae? Aku kan namja yang tampan dan sukses. Kau pikir aku tidak pantas untuk Tiffany?”

 

“Aku tidak rela Tiffany bergaul dengan namja sepertimu.”

 

“Siwon benar, kalau aku punya adik perempuan, aku juga tidak akan mengenalkannya padamu Hyukjae.”Sungmin ikut mendukung Siwon.

 

“Ya, kenapa kalian selalu berpikiran buruk tentang aku?”

 

Haaa,,,haaa,,ha,,, Siwon, Donghae dan Sungmin menertawakan Hyukjae yang sedang kesal. Diam- diam Siwon memperhatikan Tiffany yang sedang mengobrol dengan Yoona, Seohyun dan Sooyoung. Siwon berpikir tetang apa yang dikatakan Hyukjae, bagaimana kalau Tiffany menemukan namja pilihannya? Apakah Siwon akan rela melepaskannya?

 

“Siwon oppa!!?” seseorang mengembalikan Siwon  ke dunia nyata.

 

“ Yuri-ah?”

 

“Anneyong, bagaimana kabar oppa? Aku dengar oppa sangat sukses dua tahun ini.”

 

“Gomawo. Kapan kau kembali dari Paris?”

 

“Dua hari yang lalu. Aku bosan tinggal di sana, aku memutuskan untuk berkarir  di negeriku sendiri.”

 

“Itu keputusan yang sangat bagus.”

 

Setelah lulus Sma, Yuri kuliah di Paris dan bekerja di sana sebagai Desainer profesional. Siwon menyukai sikap Yuri yang sekarang lebih dewasa dan menyenangkan. Mereka mengobrol seperti teman lama.

 

 

 

“Fany, bukankah itu Yuri sunbae yang sedang mengobrol dengan Siwon oppa?” Yoona memberitahukan Tiffany. Tiffany melihat ke arah mereka. Ada sedikit rasa tidak suka melihat keakraban Siwon dan Yuri.

 

“Omo, Yuri sunbae cantik sekali sekarang.” Seohyun ikut melihat ke arah Siwon dan Yuri.

 

“Aku dengar dia sudah jadi desainer profesional di Paris.” Sooyoung menambahkan.

 

“Mereka pasangan yang serasi ya. Benarkan Tiffany?” Seohyun menanyakan pendapat Tiffany.

 

“N—ne…”Tiffany menjawab dengan senyum yang dipaksakan. Yoona melihat perubahan pada wajah sahabatnya.

 

“Gwaenchana Fany-ah?”

 

“Ye, aku ke toilet sebentar.”

 

“Perlu ku antar?” tawar Yoona.

 

“Tidak usah, kau di sini saja dengan yang lain.”

 

Tiffany meninggalkan teman- temannya. Dia tidak pergi ke toilet tapi ke luar gedung.

 

‘Kenapa aku tidak suka melihat Siwon oppa bersama Yuri? Apa aku cemburu? Tidak mungkin. Tiffany, kau harus buang pikiran anehmu ini.’ Batin Tiffany. ia menggeleng- gelengkan kepalanya yang tidak pusing.

 

“Ha,ha, ha, ternyata kau masih seperti dulu.”

 

“Neo,  kapan kau datang? Aku tidak sedang melihat hantu kan?”

 

“Ya, bukannya memelukku kau malah mengatai aku hantu. Kau tidak senang aku pulang?”

 

“Kau selalu datang tiba- tiba. Bagaimana aku tidak mengira kau hantu.”

 

“Aku jauh- jauh datang dari Jepang untukmu. Apa kau tidak kangen padaku?”

 

“Tentu saja aku merindukanmu Kyuhyun pabo.”Tiffany memeluk Kyuhyun.

 

“Nan bogoshippo Fany-ah”

 

“Nado…” mereka melepaskan pelukan.

 

“Kapan kau datang?”

 

“Tadi sore. Aku dengar ada reuni, jadi aku langsung kemari dan melihatmu sedang melamun di sini.”

 

“Jinja?”

 

“Ne. Apa kau tidak merasa kedinginan di sini? Bagaimana kalau kita masuk?”

 

“Ne.” Tiffany dan Kyuhyun masuk ke dalam gedung pesta. Ternyata orang- orang sedang berdansa.

 

“Sepertinya kita masuk pada saat yang tepat. Mau berdansa denganku?” Kyuhyun mengulurkan tangannya mengajak tiffany namun sang yeoja ternyata sedang memperhatikan salah satu pasangan di lantai dansa di hadapannya. Siwon dan Yuri. Mereka sedang berdansa sambil mengobrol dan sesekali tertawa. Pemandangan itu membuat dada Tiffany sesak.

 

 

 

 

 

TBC

 

69 thoughts on “[Re-Post] Sorry, I Love You Oppa Part 2

  1. Ohhh noooo !!! Siwon yuri ??? Nononono !!!
    Aku garela thorr /teriak/ ehhh, tapi itu nanti fany apa bisa akhirnya bersama sama wonppa ??? Ahhh, I don’t know la
    Next chapnya buruan dong thorr, jgn buat sampe jamuran wks😀

  2. Kya……fany diajarin matematika sama siwon,so sweet banget deh.kayaknya siwon suka ama fany begitu juga dengan fany suka ama siwon.
    Seru thor,lanjut ya thor.
    Jjang thor.hwaiting.sifany 4ever.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s