(AR) The Rain Part 3

Title: Rain Part 3 [Story Begin]

Rain_POSTER

Author:

Youngwonie

Cast:

Choi Siwon | Tiffany Hwang

Additional Cast:

Hwang Chansung | Choi Seunghyun

Genre:

Romance, sad, angst, action

Rating:

PG 17

Length:

Series

Disclaimer:

The cast are belong them self, parents and God. I just borrow their name for my story.

The story is mine, so don’t be a plagiator. Keep comment and like if you enjoy this story.

Warning : Typo

“Something happen when the rain is fall…”

_____ Rain Part 3 [Story Begin] _____

2 years ago…

Langit Seoul  malam itu tak terlihat cerah. Rintik- rintik hujan bahkan sudah mulai turun membuat orang- orang yang sedang berjalan mempercepat langkah mereka menuju tempat tujuan atau pun sekedar mencari tempat berteduh sebelum hujan bertambah deras.

Di salah satu sudut café, seorang yeoja tengah menikmati secangkir espresso. Wajahnya terlihat gelisah, sesekali ia melirik arlojinya pertanda ia sedang menunggu seseorang di tempat itu.

“Apa aku terlambat?” seorang namja kemudian menghampirinya dan duduk tepat di kursi di hadapannya.

“Sangat.” Jawab gadis itu ketus.

“Mianhae. Ada pekerjaan yang harus kuselesaikan tadi.”

“Hanya itu?”

“Emm, tunggu sebentar.” Sang namja mengambil sesuatu dari saku jasnya dan menunjukkan pada yeojanya.

“Mwo? permen? Oppa mau menyuapku?”

“Tidak mau? Ya sudah.” Namja itu hendak mengantongi permen lollipop itu lagi.

“Eits, tunggu. Siapa bilang aku tidak mau. Berikan.”

Sang namja tersenyum penuh kemenangan sambil memberikan permen itu kepada kekasihnya. Sang yeoja kelihatan menikmati permen lolipopnya.

“Sudah tidak kesal lagi kan?”

Sang yeoja menggeleng sambil tersenyum dengan kedua mata yang membentuk bulan sabit. Eyesmile milik seorang Tiffany Hwang adalah yang tercantik di mata Siwon. Ia bersyukur bisa memiliki kekasih yang sangat cantik dan selalu membuatnya bahagia hanya dengan melihat eyesmile milik gadis itu.

Keduanya kini tengah makan malam sambil bercengkrama layaknya sepasang kekasih. Tanpa disadari keduanya, seorang namja memperhatikan mereka dari meja yang berada beberapa meter dari meja mereka. Namja itu menyeringai, kemudian mengeluarkan smartphone dari saku jaketnya.

Klik! Klik!

Dua buah foto Tiffany dan Siwon yang sedang bersama berhasil diabadikannya.

***

“Oppa,,,” gumam Tiffany saat mereka berjalan pulang menuju apartement Tiffany.

“Hmm,,,”jawab Siwon lembut.

Mereka memilih berjalan kaki karena apartemen Tiffany dekat dengan café tempat mereka makan tadi. Lagi pula cuaca sejuk sehabis turun hujan membuat suasana menjadi semakin romantis. Dengan tangan Tiffany yang mengamit lengan Siwon, mereka berjalan di sepanjang trotoar yang mereka lewati.

Tiba- tiba Tiffany melepaskan tangannya dari lengan Siwon lalu berbalik menghadap kekasihnya itu. Ia mendongak menatap mata Siwon.

“Apa oppa benar- benar mencintaiku?”

“Mwo? pertanyaan macam apa itu?”

“Jawab saja.”

“Tentu saja aku mencintaimu. Waeyo? Kau meragukanku, baby?“

“Ani, hanya saja—“

“Hanya saja apa?”

“Oppa tidak pernah membuktikannya padaku.” Tiffany menunjukkan mimik serius di wajahnya.

“Emm, selama kita menjalin hubungan, Oppa bahkan tidak pernah menciumku. Apalagi melakukan yang lebih dari itu. Apakah aku ini kurang menarik bagi oppa, kurang sexy, atau—”

Siwon terperangah, ia mengerti arah pembicaraan Tiffany. Siwon pun tersenyum geli mendengar pernyataan Tiffany yang cukup membuatnya terkejut itu.

“Baby, bukannya aku tak tertarik padamu. Kau salah. Kau sangat menggodaku. Kau tahu, aku bahkan berusaha sekuat tenaga menahan gejolak di dadaku saat bersamamu. Karena aku menghargaimu. Aku tidak mau kau merasa aku hanya mencintai karena kecantikan dan tubuhmu. Aku ingin kau merasa aku mencintaimu karena dirimu, karena hatimu.”

Siwon mengatakan itu dengan tulus. Tiffany tak sedikitpun melihat kebohongan ataupun rayuan dari kalimat- kalimat Siwon.

“Jinjja? Jadi Oppa berpikir seperti itu?”

“Hmm…”

Tiffany tertunduk malu,“Mianhae. Aku salah telah mergukan cinta oppa padaku. Pikiranku terlalu picik sehingga tidak mengerti ketulusan oppa.”

“Gwaenchana. Kalau memang kau mau bukti seperti yang kau sebutkan tadi, aku bisa melakukannya.” Siwon menunjukkan smirknya.

Pipi Tiffany sontak merona merah.

“A—ani. Aku ti—dak ak—”

Chu!

Siwon sudah menangkup bibir Tiffany sebelum gadis itu menyelesaikan kata- katanya. Hanya menempel saja. Siwon menatap mata Tiffany seperti minta persetujuan. Tiffany pun memejamkan matanya. Dengan begitu, Siwon sudah mendapat izin untuk menggerakkan bibirnya dengan perlahan.  Menyesap rasa manis dari bibir Tiffany yang selama ini hanya ada dalam bayangannya. Rasa stroberi. Dan Siwon suka itu. Ia terus memainkan bibir dan lidahnya sampai Tiffany bisa mengimbanginya dan menikmati permainan mereka.

Siwon mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping Tiffany dan sedikit mengangkat tubuh kekasihnya  yang lebih pendek itu agar bisa menyeimbangkan posisi mereka. Sedangkan Tiffany memeluk erat leher dan tengkuk Siwon yang semakin menambah intensitas ciuman mereka. Nampaknya tak ada satupun dari mereka yang berniat mengakhiri ciuman itu. Walaupun nafas mereka sudah hampir habis karenanya. Dan rintik- rintik hujan yang semula sudah reda, kini mulai turun membasahi dua insan yang tengah dimabuk asmara itu.

Akhirnya mereka pun melepas kontak yang terjadi selama beberapa menit yang lalu. Keduanya saling tersenyum menahan malu sambil menghirup oksigen sebanyak- banyaknya. Pakaian mereka basah karena gerimis yang mulai membesar, namun itu bukan perkara penting sekarang. Perasaan bahagia yang baru mereka alami lebih mendominasi suasana malam itu. Ini adalah pertama kalinya bagi mereka. Dan mereka berjanji bahwa ini tidak akan menjadi yang terakhir.

Setelah menetralisir perasaan mereka, Tiffany dan Siwon pun kembali berjalan sambil bergandengan tangan ke tempat tujuan mereka semula. Apartemen Tiffany.

***

“Andwae,,,hiks,,,hiks,,,” Tangis Tiffany pecah di ruang tengah apartemennya.

“Itu tidak boleh terjadi. Kenapa harus berakhir seperti ini oppa?”

Siwon hanya bisa menggeleng melihat Tiffany yang sedang menangisi drama yang mereka tonton. Lebih tepatnya Tiffany yang memaksanya ikut menonton drama  yang berakhir dengan sad ending itu. Berlembar- lembar tissue sudah berserakan di lantai. Ia tidak menyangka, Tiffany bisa menangis seperti itu hanya karena menonton drama.

“Sudahlah baby,,, itukan hanya drama.”

“Itu kan sangat menyedihkan Oppa. Kenapa oppa tidak menangis? Bagaimana kalau suatu saat oppa ditinggalkan orang yang oppa sayangi? Apa oppa tidak sedih?”

Siwon tertegun. Pikirannya menerawang.

“Oppa? Gwaenchana?”

“Ye? Ah, gwaenchana.”

“Sepertinya oppa memikirkan sesuatu. Apa…oppa pernah kehilangan seseorang yang oppa sayangi?”

“Ne. Aku pernah merasakannya saat kehilangan keluargaku.”

“Eoh, mianhae. Aku tidak bermaksud membuat oppa mengingat itu.”

“It’s ok Baby.” Siwon tersenyum membuat Tiffany merasa lega dan memberikan pelukan kepada Siwon.

“Oppa, Nan jeongmal saranghaeyo.”

“Nado.”

Siwon membelai rambut Tiffany kemudian mencium puncak kepala gadis dalam pelukannya itu dengan penuh kasih sayang.

Ting! Tong! Ting! Tong!

Siwon melepas pelukannya pada Tiffany saat mendengar bunyi bel apartemen Tiffany.

“Siapa yang datang malam- malam begini?” Tanya Tiffany heran.

“Biar aku yang buka. Mungkin pengantar pizza. Tadi aku yang memesannya.” Siwon pun beranjak dari sofa menuju pintu apartemen lalu membukanya.

Cklek!

Siwon terperangah melihat tamu yang datang malam itu. Bukan pengantar pizza yang dilihatnya. Melainkan seorang pria paruh baya yang berdiri tegap dengan setelan kemeja dan mantel tebal yang tengah menatap tajam padanya.

“S—sajangnim?” Siwon pun membungkuk 900 pada pria itu.

Pria itu tak mengatakan apapun bahkan setelah Siwon kembali berdiri tegak. Ia hanya menatap Siwon dengan tatapan yang tidak dapat diartikan Siwon.

“Ikut denganku Siwon-sshi. Ada yang harus kubicarakan padamu.”

“Nde.” Jawab Siwon patuh.

“Oppa, kenapa lama se—“ Tiffany menyusul Siwon yang sedari tadi belum masuk membawa pizza mereka. Namun ia ikut kaget melihat pria paruh baya yang berdiri di hadapan mereka.

“A—beoji?”

***

Dua orang pria dengan usia bertaut 30 tahun itu tengah duduk berhadapan di sebuah meja di salah satu ruangan khusus di sebuah restoran tradisional Korea. Tak ada suara yang terdengar di ruangan itu selain suara- suara dentingan piring dan gelas dari seorang pelayan menyajikan makanan dan minuman untuk mereka berdua. Setelah selesai menunaikan tugasnya, pelayan itu pun permisi keluar ruangan. Ketegangan kembali terjadi di ruangan yang kental dengan oranmen dan hiasan khas kesenian zaman dinasti Joseon itu.

“Nikmatilah dulu hidangannya. Aku tidak suka berbicara dalam keadaan perut kosong.” Perintah Presdir Hwang.

“Gamshamidha Sajangnim. Aku tidak merasa lapar.”

“Baiklah kalau begitu. Langsung saja ke tujuanku mengajakmu ke sini.”

Presdir Hwang meneguk teh bunga krisan yang tersaji di depannya. Lalu ia pun menatap Siwon lekat sambil meneruskan perkataannya.

“Kau masih ingat alasanku menerimamu di perusahaanku?”

“Nde, Sajangnim.”

“Baguslah kalau begitu. Aku hanya sekedar mengingatkan. Kau ku terima di sini karena kemampuanmu. Aku percaya dengan pengalamanmu kau bisa membantu perusahaanku.”  Presdir Hwang memberi jeda sebelum melanjutkan.

Siwon masih menyimak.

“Kau tahu, aku sangat puas dengan hasil kerjamu. Dengan adanya kau di Hwang Corp beberapa bulan terakhir, perusahaan ini sedikit membaik. Semua berkat dirimu Siwon-sshi. Tapi, setelah melihatmu berada di apartemen putriku, aku sadar kau sudah melangkah terlalu jauh. Dan aku tidak suka itu.”

Siwon hanya menunduk. Ia mengerti ke mana arah pembicaraan sang Presdir.

“Kau harus tahu posisimu di sini. Aku yakin kau orang yang cerdas. Kau pasti tahu apa yang harus kau lakukan selanjutnya Choi Siwon.”

“Arrashimidha, Sajangnim.”

Siwon pamit keluar dari ruangan itu. Ia tahu selanjutnya ia harus menyudahi hubungannya dengan Tiffany. Kalau tidak, Ia tidak akan pernah bisa bertemu dengan ayah kandungnya yang merupakan tujuannya datang ke Seoul. Tapi itu tidak akan mudah. Benteng es yang dengan kokoh sudah ia bangun dulu, sanggup dilelehkan oleh kehangatan senyum dan perhatian gadis itu. Dan kini, ia harus membangunnya lagi. Pasti akan lebih susah dari sebelumnya.

Siwon berjalan menuju apartemennya. Berulang kali ia mendengar ponselnya berdering. Namun ia mengabaikannya begitu saja karena ia tahu panggilan itu pasti dari Tiffany. Karena ia sendiri yang mensetting dering khusus untuk kekasihnya itu.

Setelah sampai di apartemennya, Siwon lansung membanting tubuhnya di atas sofa. Ia mengacak rambutnya frustasi.

“Eomma,,,otokhae?” Rintih Siwon.

Kejadian yang dialaminya beberapa bulan ini cukup berat. Dulu kehidupan Siwon sangat sempurna. Dia dibesarkan di tengah keluarga pengusaha kaya raya yang tinggal di LA, Callifornia. Ia adalah anak kesayangan ibunya. Bahkan hyung-nya, Seunghyun sering iri melihat kedekatannya dengan sang ibu. Siwon sangat bahagia berada di tengah keluarga yang sangat menyayanginya.

Tragedi berawal ketika Siwon mengetahui kenyataan bahwa dia bukanlah putra kandung pasangan Choi Ki Hyun dan Song Si Kyung yang sudah membesarkannya. Dia adalah anak dari hasil hubungan  adik Ki Hyun, Choi Jung Won dengan kekasihnya Jung Il Woo yang tidak direstui oleh keluarga Choi. Karena Jung Won mengalami sakit mental setelah dipisahkan dari Il Woo, Siwon akhirnya diasuh keluarga Ki Hyun. Siwon mengetahui kebenaran setelah ia menemukan sebuah foto keluarga kecil yang terdiri dari sepasang suami istri dan seorang balita berumur tiga tahun dari barang- barang masa kecilnya yang hendak ia sumbangkan. Ia mengenal sosok anak kecil itu adalah dirinya dan wanita dalam foto itu adalah bibinya yang sudah meninggal. Siwon pun menyelidiki tentang masa lalunya dengan bertanya pada  beberapa orang pengurus rumah tangga yang dulu bekerja di rumah keluarga Choi. Dari situlah dia tahu kebenaran tentang orang tua kandungnya. Mengetahui Siwon menyelidiki tentang hal itu, Choi Ki Hyun sangat marah. Lalu ia mengusir Siwon dari rumah. Ny. Choi yang saat itu memohon untuk tetap mempertahankan Siwon bersama mereka, tidak dihiraukan oleh suaminya yang sudah terlanjur marah dan kecewa pada Siwon. Seunghyun yang sudah mencintai Siwon seperti adiknya sendiri pun hanya bisa pasrah pada keputusan appa-nya.

Setelah pergi dari rumah keluarga Choi, Siwon memutuskan untuk mencari ayah kandungnya di Korea. Ia mendapat informasi kalau ayahnya dulu pernah bekerja di Hwang Corporation. Oleh sebab itulah, ia mengajukan lamaran pekerjaan di perusahaan itu. Ia pun mulai mencari tahu tentang ayahnya dari beberapa pegawai yang sudah lama bekerja di sana. Namun tak ada satu pun yang mengetahui keberadaan Jung Il Woo, ayahnya. Ada yang bilang kalau Il Woo mengundurkan diri secara tiba- tiba dan pergi ke luar negeri. Ada juga yang bilang kalau Il Woo sudah meninggal dan ada lagi yang bilang ia  menghilang secara misterius. Ketidak jelasan tentang keberadaan ayahnya membuat Siwon harus tetap bertahan di perusahaan itu. Kalau tidak, ia tidak akan pernah mengetahui kebenaran yang terjadi pada ayah kandungnya.

Namun, kejadian yang tidak diinginkannya terjadi. Ia jatuh cinta pada Tiffany. Memang Tiffany yang pertama kali jatuh cinta dan menyatakan persaannya pada Siwon. Saat itu Siwon sempat menolaknya. Namun dengan gigihnya Tiffany terus berjuang merebut hati Siwon. Dan akhirnya dia berhasil. Siwon perlahan mulai mencintainya. Mereka akhirnya menjalin hubungan rahasia tanpa diketahui oleh orang- orang sekitar mereka.

Dan kini, hubungan itu harus berakhir karena ayah Tiffany tidak merestuinya. Kalau tidak, Siwon akan dipecat dan ia tak akan bisa menyelidiki tentang ayah kandungnya lagi.

***

“Kenapa oppa tidak menjawab teleponku?” Tiffany mendatangi Siwon di ruangannya saat mereka di kantor keesokan harinya.

Siwon masih diam. Berpura- pura fokus pada pekerjaannya.

“Apa yang terjadi? Apa abeoji mengancam oppa?”

Siwon mentap Tiffany. Ada kecemasan di wajah yang biasanya selalu menunjukkan keceriaan untuk menghiburnya. Ia tahu kekasihnya cemas pada kelangsungan hubungan mereka.

“Tiffany-sshi. Sebaiknya kita bersikap seperti rekan kerja saja. Tidak lebih dari itu. Aku harap kau bisa mengerti keputusanku.”

“Jadi begitu? Kau menyerah begitu saja Choi Siwon? Baiklah. Aku pergi.”

Barakk!!!

Tiffany membanting pintu ruangan Siwon dengan kasar. Semua orang yang melihat hal itu menatap heran padanya yang biasanya selalu bersikap lembut pada semua orang.

“Kenapa dia?” Tanya Jessica yang dibalas Yuri dengan mengangkat bahunya.

“Sepertinya dia punya masalah dengan Manajer Choi.” Terka Hyoyeon.

“Pasti masalahnya sangat besar. Fanny eonnie tidak pernah seperti itu sebelumnya.” Yoona ikut berkomentar.

Sebenarnya mereka sangat penasaran. Walaupun mereka sahabat Tiffany, namun tak ada yang berani menegur saat Tiffany dalam kondisi seperti itu. Mereka membiarkannya sampai Tiffany sendiri yang menceritakannya pada mereka.

“Jadi, selama ini kau berhubungan dengannya?!!” Tanya Chansung dengan nada menyindir pada Tffany.

Mereka berada di balkon yang biasa mereka gunakan untuk tempat mengobrol sambil melihat pemandangan kota.

“Jangan pura- pura tidak tahu. Pasti kau yang memberitahu abeoji tentang hubungan kami kan?” Tiffany melotot pada saudara kembarnya itu.

“Ya. Jangan menuduhku seperti itu. Aku benar- benar tidak tahu. Abeoji sendiri yang sudah curiga pada kalian. Beliau menyuruh orang untuk mengawasimu. Dan ternyata terbukti. Kau tertangkap basah sedang bersamanya di apartemenmu.”

“Kenapa kau tidak memberitahuku kalau Abeoji mengawasiku?” Tiffany menatap kesal pada Chansung.

“Sejujurnya, aku tidak suka pada Siwon.” jawab Chansung enteng.

“Wae? Apa kau pernah punya masalah dengannya?”

“Ani. Aku hanya tidak rela dongsaengku yang polos ini dekat dengan seorang pria yang tidak jelas asal usulnya.”

“Ya! aku noona-mu. Kau harus ingat kalau aku lahir lebih dulu darimu.”

“Hanya 10 menit. Dan lihat sekarang, aku bahkan lebih besar dan tinggi darimu. Jadi kau yang harusnya memanggilku oppa.”

Chansung menertawakan Tiffany lalu berlari meninggalkannya di balkon.

“Mwo? jinjja? Awas kau Chansung.” Tiffany berteriak dan bermaksud mengejarnya. Namun, ia menghentikan langkahnya saat melihat Siwon yang sedang berjalan melewatinya.

“Siwon-sshi, Tunggu!”

Siwon menghentikan langkahnya tanpa berbalik menghadap Tiffany.

“Apa alasannya?”

“Aku tidak mengerti maksudmu Tiffany-sshi.” Siwon menjawab dengan posisi masih membelakangi Tiffany.

“Hanya satu teguran, dan kau langsung memutuskanku. Kau bukan orang seperti itu. Pasti ada alasannya kan?”

“Tidak ada. Aku hanya menghormati keinginan Presdir.”

“Bagaimana dengan perasaanku? Apa kau tidak menghormatinya?”

Siwon tidak menjawab.

Tiffany hanya bisa menatap punggung pria itu yang semakin menjauh. Ia merasakan pipinya basah oleh cairan hangat yang mengalir dari sudut matanya.

***

“Fanny eonnie ternyata kekasih Manajer Choi.” Kata Yoona setengah berbisik kepada Yuri, Hyo dan Sicca saat mereka makan siang di kantin.

“Mwo? jangan bergosip. Kau tahu dari mana?” Tanya Hyo penasaran.

“Tadi waktu aku kembali dari ruangan Presdir, aku melihat mereka berdua bicara.”

“Kau menguping ya?”tatap Yuri penuh selidik pada Yoona.

“Aniya. Aku tidak berniat begitu. Kebetulan saja aku berada di sana.”

“Apa itu ada hubungannya dengan Tiffany  yang marah- marah tadi pagi?” Lanjut Yuri.

“Sepertinya. Menurut analisaku, Manajer Choi meminta putus darinya karena Presdir tidak menyetujui hubungan mereka. Tapi Fany eonnie tidak terima.”

“Aku tidak percaya Tiffany berhubungan dengan Manajer Choi. Dia kan sering kesal dan mengeluh tentang sikap namja itu pada kita sebagai bawahannya. Dia dingin, kaku, sok pintar dan suka memerintah seenaknya.”

“Sicca benar. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga kalau Tiffany merahasiakan hubungannya dari kita karena dia tau kita tidak menyukai manajer Choi.” Tutur Hyo.

Semuanya mengangguk membenarkan perkataan Hyoyeon. Tiba- tiba Yuri menyunggingkan senyum dan menjentikkan jarinya.

“Aku punya ide untuk membuktikannya.”

Dia membisikkan sesuatu pada teman- temannya.

“Otte?” Dia menatap Yoona, Hyo dan Sicca satu persatu dan dibalas anggukan dari mereka.

Malam harinya, Tiffany dan keempat temannya sudah berada di sebuah restoran sosis di kawasan Myeongdong.

“Tumben sekali kalian mengjakku kesini.”

“Kami hanya ingin kita berkumpul seperti dulu. Kau kan selalu sibuk sendiri belakangan ini.”

Tiffany terdiam sebentar memikirkan kata- kata Sica. Semenjak dia berhubungan dengan Siwon, dia memang jarang berkumpul bersama teman- temannya karena harus merahasiakan hubungannya.

“Mian, aku tidak tahu kalau kalian sangat merindukanku.”

“Sudahlah, tidak usah dibahas. Yang penting saat ini kita masih bisa bersama- sama. Cheers.”

Yoona mengajak semuanya bersulang. Lalu mereka mengobrol dan bercanda seperti biasa. Dua jam berlalu. Tiffany sudah tergeletak di meja karena terlalu banyak minum soju. Siwon yang datang ke restoran itu karena mendapat telepon dari pemilik restoran terkejut melihat keadaan Tiffany.

“Apa anda yang bernama Choi Siwon?” Tanya ahjumma pemilik restoran.

“Nde.”

“Kalau begitu sebaiknya bawa temanmu ini pulang. Dari tadi dia minum sendiri sambil menangis. Kasihan sekali dia.”Pemilik restoran itu berbohong atas suruhan Yuri.

Siwon menatap Tiffany yang sudah tidak berdaya. Apa Tiffany begitu terpukul dengan keputusannya? Ia tidak pernah melihat Tiffany mabuk sebelumnya.

“Aku akan membawanya pulang. Maaf sudah merepotkan Anda nyonya.”

Siwon mengangkat Tiffany dan memapahnya keluar restoran.

“Eungh,,,nu—guya? Si—won op—pa? ha ha ha aku pasti sudah mabuk. Mana mungkin Siwon oppa ada di sini. Ha ha ha…” racau Tiffany masih dalam keadaan setengah sadar.

“Ini memang aku Tiffany. Kenapa kau bisa mabuk seperti ini?”

“Jinjja? Kau benar Siwon oppa?” Tiffany melepaskan diri dari papahan Siwon. Ia menghadap wajah Siwon dan mentapnya lekat- lekat.

“Omo,,,benar. Kau Siwon oppa. Tapi, kenapa kau kemari? Kenapa kau menjemputku?”

Tatapan Tiffany tiba- tiba menjadi dingin,“ Dengar, aku tidak membutuhkan namja pengecut sepertimu. Aku bisa pulang sendiri. Pergi kau.”

Tiffany mencoba menghalau Siwon meskipun Ia sendiri berdiri dengan sempoyongan. Siwon mencoba membantunya, namun ia segera menepis tangan Siwon.

“Jangan sentuh aku!” bentak Tiffany. Ia berpegangan pada tembok bangunan di belakangnya untuk berdiri.

“Tiffany, kumohon. Biar aku antar ke apartemenmu.”

“Tsk, kemarin kau bilang kau mencintaiku. Tadi pagi kau baru saja memutuskanku. Dan sekarang, kau repot repot kemari untuk mengantarku pulang? Ha haha ha. Kau lucu sekali oppa.” Tiffany tertawa. Tapi kemudian ia menunduk. Siwon dapat melihat bahunya yang bergetar. Ia yakin gadis itu menangis.

“Kau tahu oppa, aku sangat senang saat kemarin malam kau menciumku. Saat itu, aku merasa yakin kalau kau benar- benar mencintaiku. Tapi, kau menghancurkannya keesokan paginya. Aku tidak mengerti jalan pikiranmu. Kalau memang kau takut pada Abeoji, kita bisa menghadapinya bersama- sama. Aku akan membantumu memperjuangkan cinta kita.” Tiffany menatap sayu ke arah Siwon. Kakinya lemas akibat pengaruh alcohol, pegangannya pada tiang lampu pun terlepas. Ia hampir terjatuh di atas trotoar kalau Siwon tidak menahannya.

“Lepaskan,,,”Tiffany berusaha menepis tangan Siwon lagi. Namun kali ini Siwon malah menarik Tiffany dalam pelukannya. Tiffany berusaha lepas dari pelukan Siwon dengan memukul- mukul abs Siwon dengan kedua tangannya. Tapi tenaganya tidak sanggup melawan kekuatan lengan Siwon yang semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil milik Tiffany. Akhirnya Tiffany menghentikan perlawanannya.

“Aku tidak akan melepaskanmu lagi. Tidak akan pernah.” Bisik Siwon setelah Tiffany tenang dalam pelukannya.

“yak—so ?” Lirih Tiffany.

“Yakso.”jawab Siwon mantap.

Janji itu terucap seiring dengan hujan yang turun dari langit. Seperti menjadi saksi di antara mereka.

Sementara itu, empat orang yeoja yang sedari tadi mengintip di balik sebuah tiang lampu lari terbirit- birit saat bulir- bulir air hujan membasahi pakaian mereka. Mereka pun berteduh di depan restoran sosis tempat mereka makan tadi.

“Ini gara- gara kau Yoong.” Protes Yuri pada Yoona.

“Kenapa aku?” Tanya Yoona dengan wajah tanpa dosa.

“Kau mengajak kami mengintip mereka di balik tiang itu. Akhirnya kita kebasahan kan.”

“Sudahlah. Kita kan hanya basah sedikit saja eon. Bagaimana dengan mereka yang kehujanan seperti itu?” Yoona menunjuk Siwon dan Tiffany yang masih berpelukan di tengah hujan. Yuri, Hyo dan Sicca pun ikut melihat ke arah Siwon dan Tiffany.

“Biarkan saja seperti itu.” Ujar Hyo.

“Benar.” Sicca mendukung Hyo.

***

“Eungh,,,” Tiffany terbangun saat mencium aroma masakan dari arah dapurnya.

‘Pasti Siwon oppa sedang memasak’ Pikir Tiffany.

Ia pun berjalan menuju dapur dan mendapati kekasihnya sedang sibuk di depan pantry. Tiffany menghampirinya tanpa suara dan langsung memeluk Siwon dari belakang.

“Hmm,,, baunya enak sekali. Oppa masak apa?”

“Kau mengagetkanku saja. Aku membuat sup. Duduklah. Sebentar lagi siap.”

“Shiro. Aku mau seperti ini dulu.”elak Tiffany masih dengan posisi memeluk dan menyandarkan kepalanya di punggung Siwon. Kemudian menciumi aroma maskuin dari tubuh namja itu.

“Jangan menggodaku, Baby. Kalau tidak, aku akan—“

“Apa?”

Siwon berbalik menghadap Tiffany. Mendekatkan wajah mereka. Memeluk pinggang Tiffany merapat padanya, lalu menempelkan kening dan hidung mereka.

“Bagaimana kalau kita mengulangi yang semalam?” bisik Siwon dengan nada seduktif ke telinga Tiffany.

Blush!

Wajah Tiffany memerah seketika. Mengingat bagaimana Siwon menyentuhnya semalam. Saat itu ia dalam keadaan setengah mabuk. Tapi ia dapat mengingat semuanya dengan jelas. Dan ia merasa sangat malu saat Siwon mengingatkannya.

“Wajahmu memerah, Baby. Kau pasti membayangkan yang semalam kan?” Siwon tersenyum melihat Tiffany yang gelagapan dan menutup wajahnya.

“Hey,,,jangan ditutupi seperti itu. Aku suka melihatnya.”

“Aku malu.”

Siwon terkekeh. Lalu dia meraih kedua tangan Tiffany dari wajahnya. Siwon menggenggamnya erat sambil menatap manik mata Tiffany dengan intens.

“Berjanjilah padaku. Jangan pernah melepasku meskipun aku yang memintanya.” Ucap Siwon sungguh- sungguh.

“Aku tidak akan melepaskanmu oppa. Meskipun kau yang memintanya. Aku akan mempertahankanmu selama aku bisa.”

“Nan jeongmal saranghaeyo Baby.”

“Nado.”

Siwon mengecup kedua punggung tangan Tiffany.

“Aku akan menemui ayahmu untuk meminta restu atas hubungan kita.”

“Jinjja?”

“Hmm. Aku akan berusaha meyakinkannya bahwa aku pantas bersanding dengan putri kesayangannya ini.”

***

Hujan lebat dan petir bersahut- sahutan siang itu. Namun seorang pria paruh baya yang sedang duduk di meja kerjanya nampak tak terganggu dengan suara- suara itu. Ia tengah larut dalam pikirannya sambil menatap sebuah pigura foto dirinya dan seorang pria lainnya. Keduanya memegang seekor ikan tuna dengan ukuran cukup besar. Sepertinya foto itu diambil saat mereka selesai memancing.

“Il Woo-yah,,, seandainya kau tidak ikut campur waktu itu. Mungkin kita masih bisa memancing bersama- sama lagi seperti ini.” gumamnya.

Tok! Tok! Tok!

Tiba- tiba sebuah ketukan pintu terdengar. Ia pun segera menyimpan pigura itu ke dalam laci mejanya.

“Masuk.” Perintahnya pada orang yang mengetuk pintu tadi.

“Abeoji. Ada yang harus kuberitahukan padamu.”

“Katakan saja Chansung.”

Chansung menarik nafas sebelum memulai laporannya,“Ini mengenai Siwon.”

“Kenapa? Apa dia belum meninggalkan Tiffany?”

“Bukan soal itu, Abeoji. Aku mendapat laporan kalau selama ini Siwon tengah mencari tahu tentang Jung Il Woo.”

“Mwo?” Presdir Hwang mengerutkan dahinya.”Apa hubungan Siwon dengan Il Woo?”

“Aku juga belum tahu pasti. Tapi, aku bisa pastikan kalau Siwon tidak akan mendapatkan informasi apapun tentang pria itu.”

“Bagus.”

“Lalu—Apa yang harus kita lakukan pada Siwon?”

“Kau pasti tahu apa yang harus kau lakukan anakku. Singkirkan dia sebelum dia berbahaya untuk kita. Beritahu Junsu dan Junho untuk melakukannya seperti yang mereka lakukan pada Il Woo. Jangan sampai meninggalkan jejak sedikitpun. Bahkan setetes air atau sebutir debu sekalipun.”

“Baik Abeoji.”

Chansung pun pamit dari ruangan ayahnya. Lalu ia menghubungi seseorang melalui telepon selulernya.

“Hyungnim, ada pekerjaan untukmu.”

To be continued…

155 thoughts on “(AR) The Rain Part 3

  1. Hohoho……ternyata ada kaitannya dengan Tuan Hwang,appanya fany.baca next partnya thor.
    Thanks ya thor ffnya.keeo writing thor.hwaiting.

  2. Oh jadi hubungan Siwon oppa and Tiffany eonni ga direstui sama Tuan Hwang😮😩
    Ternyata begitu toh….
    Chansung ckckck parah ya emang…
    Noonanya sendiri ga dibantuin ckckck
    Penasaran sama kelanjutannya
    Continue…!
    Next next next

  3. ad rahasia yg dismbunyikn mr hwang thd fany knp melarang hub dgm siwon. kejam jg ayah fany. berarti nyawa siwon terancam. OMG jgn lukai siwon krn fany psti terluka…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s