(AR) That XX

 

Neo Xenon’s Present

That XX (noteofateenagers.wordpress.com)

 

– That XX-

 

Main Cast

Choi Siwon

Tiffany Hwang

Other Cast

Kim Hyoyeon

Jessica Jung

Choi Sooyoung

Lee Donghae

Rating

PG – 15

Lenght

Oneshot, Songfic

Genre

Romance, Tragedy, OOC

Disclaimer

The cast are belong to themselves, parents, management and God. I just borrow the name for my story. This story is mine and original by me, so don’t be a plagiator! Sorry if you got the typo. Keep RCL. Inspired by G Dragon – That XX and my imagination.

Poster By

Azaleaizza | noteofateenagers.wordpress.com

*****

 

Tetes embun yang mengalir turun melalui jendela kafe tak mampu meredakan suasana canggung yang terjadi diantara kedua orang tersebut. Seorang namja dengan kemeja kotak-kotaknya berusaha meyakinkan yeoja di hadapannya sembari mengambil tangan lembut yeoja dengan jaket motif polkadot berwarna merah muda tersebut. Namun, tangan besar namja itu segera saja terhempas. Namja bernama Choi Siwon itu menghela nafasnya pelan, tidak tau lagi harus mengatakan apa pada yeoja sekaligus sahabat baiknya, Tiffany Hwang.

 

“Mungkin, kau hanya salah melihat, Oppa. Donghae tak mungkin berselingkuh dengan yeoja lain dibelakangku.” Jawab Tiffany.

 

Siwon mengeram kesal dalam hati. Salah melihat? Bagaimana mungkin matanya salah melihat? Padahal, dengan jelas ia melihat Donghae, kekasih Tiffany bermesraan dengan seorang yeoja yang tak ia kenal sama sekali.

 

“Aku berkata yang sebenarnya, Fany-ah. Aku melihat Donghae bermesraan dengan yeoja lain dan ia tidak menggunakan cincin pertunangan kalian. Jadi-“

 

“Berhentilah, Oppa! Sudah kukatakan bahwa Donghae tak akan mungkin melakukan hal bodoh seperti itu!” potong Tiffany.

 

Siwon menatap yeoja itu dengan pandangan kecewa. Siwon berani bersumpah bahwa matanya masih berfungsi dengan baik dan ia pun melihat sendiri bagaimana mesranya Donghae dengan seorang yeoja asing itu beberapa hari yang lalu.

 

 

 

 

 

Flashback On

 

 

 

 

 

Siwon berjalan dengan tergesa-gesa. Sesekali tangannya melihat kearah arloji yang melingkar manis di tangan kirinya. Hari itu Siwon mempunyai janji untuk bertemu dengan teman-teman lama di reuni SMA. Dilangkahkan kaki lebih cepat. Tapi, sebuah hal membuat Siwon menghentikkan langkahnya dengan tiba-tiba. Namja itu mengusap matanya kasar. Apakah ia salah melihat?

 

Beberapa meter dari posisinya, Siwon dapat melihat dengan jelas seorang namja dengan pakaian casual yang ia kenal sebagai Donghae, kekasih dari sahabat nya, Tiffany sedang merangkul mesra seorang yeoja yang ia yakini bukanlah Tiffany, sahabatnya. Siwon berjalan perlahan mengikuti dua orang tersebut, tak dihiraukan nya lagi janjinya dengan beberapa kawan lama yang menunggunya untuk reuni.

 

Tenggorokannya tercekat hebat saat melihat jari manis Donghae yang sedang mengenggam tangan yeoja asing itu. Tak ada cincin pertunangan yang melingkar di jari putih nan bersih namja berambut hitam tersebut. Siwon menggemerutukan giginya dengan keras. Tak salah rasanya mengatakan bahwa Donghae telah mengkhianati sahabatnya. Siwon pun pergi dari tempat itu, tak dihiraukan nya lagi acara reuni SMA nya. Seluruh isi kepala dan hati namja itu kini sudah dipenuhi oleh amarah sekarang.

 

 

 

 

 

Flashback Off

 

 

 

 

 

“Baiklah, kau benar. Mungkin aku memang salah melihat. Lagipula mataku agak sedikit aneh akhir-akhir ini.” balas Siwon pasrah. Tiffany yang semula marah berangsur-angsur tersenyum kembali. Yeoja itu nampak menunjukkan eye smile cantiknya kearah Siwon, membuat namja itu tersenyum.

 

Siwon mengutuk ucapan yang baru saja terlontar dari bibirnya beberapa saat yang lalu. Kenapa justru kata-kata busuk itu yang keluar? Tapi, pada akhirnya ia harus mengalah untuk Tiffany, yeoja yang telah lama mengisi hatinya itu.

 

“Mianhae, Fany-ah…..”

 

 

 

Uyeonhi gireul geotda ne namjal bwasseo (Yea i saw him)
Hoksina haetdeon nae yegami majasseo (I told you)
Nega jun banjireul ppaego hanjjogen paljjangeul kkigo
Geunyang yeogikkajiman malhalge (I don’t wanna hurt you)

 


Geunde ohiryeo neoneun naege hwareul nae (Why?)
Geuneun jeoldaero geureol riga eopdae (Sure you’’re right)
Naneun ne nunchil salpigo naega jal mot bon georago
Geurae neol wihae geojitmalhalge (I’m sorry)

 

 

 

*****

 

 

 

Hari berganti hari seperti bagaimana waktu yang terus berputar. Siwon masih berjalan dengan gontainya menuju apartemen. Ini sudah seminggu sejak pembicaraannya dengan Tiffany di kafe. Namja itu meremas kepalanya dengan keras. Kenapa ia bisa dengan mudah membohongi sahabat baiknya tersebut? Tapi, jika melihat wajah penuh pengharapan yang terpancar dari wajah seorang Tiffany benar-benar membuat namja itu tak berdaya sama sekali.

 

“Kau brengsek, Lee Donghae! Argh!”

 

Siwon menendangi kerikil-kerikil tajam yang ia temui di jalan. Menendangnya dengan segenap kekuatan, seakan-akan sedang menghancurkan kepala seorang Lee Donghae, namja yang paling ia benci sekarang.

 

“Apa yang si brengsek itu punya sedangkan aku tidak, huh! Aku jauh lebih sempurna dan bisa mencintaimu lebih. Tapi, kenapa kau justru menaruh seluruh harapanmu pada namja seperti dia! Kenapa Tiffany Hwang!”

 

Siwon jatuh terduduk pada sebuah trotoar yang berada tak jauh darinya. Namja itu menelungkupkan wajahnya yang sudah basah oleh air mata. Beberapa kali kaki dan tangan nya bersinergis untuk memukul dan menendang. Namun, hanya angin yang dapat ia hancurkan alirannya dan itu membuatnya semakin frustasi.

 

 

 

Oh nal mollajuneun nega miwo i gidarimi sirheo
Geu son ije noheurago
Nega seulpeohal ttaemyeon naneun jugeul geotman gatdago baby

 


Geu saekkiboda naega motan ge mwoya
Dodaeche wae naneun gajil su eomneun geoya
Geu saekkineun neoreul saranghaneun ge anya
Eonjekkaji babogachi ulgoman isseul geoya

 

 

 

Drrt…Drrt.. Suara dering ponsel membuat Siwon berhenti sejenak. Namja itu meraih ponsel yang tergeletak manis di dalam kantung celana jeansnya dan membaca pesan yang baru saja sampai pada ponsel nya itu. Tatapan nanar mengantar Siwon untuk melihat isi dari pesan yang dikirim oleh Tiffany tersebut. Namja itu menghela nafasnya dengan berat.

 

 

 

Dari: Fany

 

 

 

-Oppa? Aku tau ini sudah terlalu malam. Tapi, aku hanya ingin memastikan bahwa Oppa akan datang besok ke acara ulang tahun ku. Jangan lupa datang, ne! See You!-

 

 

 

Namja itu langsung mengarahkan jarinya menuju tombol home dan menekan tombol itu kuat-kuat. Setelahnya namja itu langsung melepas baterai ponsel dan memasukkannya ke dalam tas yang ia bawa. Entah kenapa hati kecilnya sekarang mengatakan bahwa besok akan menjadi hari yang paling berat untuknya.

 

 

 

*****

 

 

 

Kafe itu baru terisi oleh beberapa pengunjung saat Siwon masuk ke dalam tempat tersebut. Dilihatnya sekempulan yeoja yang sedang sibuk berbincang hangat di sebuah meja yang berada di pinggir kafe dengan desain Cozy tersebut. Tiffany tersenyum senang saat melihat sosok Siwon yang mendekat kearah nya, yeoja-yeoja lainnya yang tak lain adalah teman Tiffany pun ikut tersenyum melihat Siwon yang sudah datang.

 

“Nah, karena Siwon Oppa sudah datang. Kita bisa langsung tiup lilinnya, kan? Ayolah! Aku sudah lapar!” celoteh Sooyoung sembari melihat dengan pandangan penuh harap sebuah Orange Cake berukuran besar yang berada di tengah-tengah meja. Hyoyeon dan Jessica yang kebetulan berada di sebelah kanan dan kiri Sooyoung langsung saja mendaratkan jitakan panasnya kearah kepala yeoja bertubuh tinggi semampai itu.

 

“Yah! Bukan kau yang ulang tahun, Pabo Shikshin!” balas Hyoyeon yang dibalas anggukan setuju oleh Jessica. Sooyoung mencibir kearah dua yeoja berambut pirang itu, lalu mengalihkan pandangan nya pada Tiffany yang sedang mengobrol dengan Siwon.

 

“Eonnie, Kita potong kuenya sekarang, ya! Jebal, Eonnie!”

 

Seluruh orang di meja tersebut tiba-tiba melongo penuh keheranan mendengar celotehan yang terlontar dari bibir Sooyoung. Seketika itu juga ledakan tawa memenuhi meja itu, Siwon tak bisa berhenti tertawa begitu juga Tiffany, Jessica, dan Hyoyeon sedangkan Sooyoung hanya bisa menatap bingung kearah 4 orang aneh yang sedang sibuk tertawa itu.

 

“Sebaiknya..hahaa..kita potong….hahaha…saja..kuenya..hhhaaa!” jawab Jessica masih dengan tawa yang tersisa. Semuanya mengangguk setuju, tak lama lagu Happy Birthday pun mengalun indah mengiringi Tiffany yang akan bersiap untuk meniup lilin.

 

“Make A Wish First, Tiffany Hwang.” Potong Siwon sebelum Tiffany meniup lilin. Yeoja itu menepuk dahinya pelan lalu menutup matanya.

 

Huft! Setelah membuat permintaan Tiffany pun meniup lilin-lilin yang berjajar cantik diatas kuenya. Siwon, Hyoyeon, Sooyoung, serta Jessica langsung bertepuk tangan meriah. Apalagi Sooyoung yang terlihat tak sabaran untuk mencicipi kue lezat di depannya. Tiffany pun menggenggam piring berisi sepotong kue itu dengan bingung. Beberapa kali dirinya melihat keluar jendela seperti mengharapkan seseorang yang akan datang. Hyoyeon yang melihatnya langsung saja mengarahkan tangan Tiffany kearah Siwon hingga membuat namja itu tersentak kaget.

 

“Potongan pertama untuk Siwon Oppa sebagai sahabat baik.” Jawab Hyoyeon saat dilihatnya Tiffany yang menatap tajam kearahnya.

 

Siwon tersenyum dan mengambil piring berisi potongan kue tersebut dari tangan Tiffany. Hyoyeon tersenyum penuh kemenangan saat melihat Siwon yang begitu bahagia mengunyah suapan demi suapan kue dengan rasa jeruk tersebut. Tiffany yang terlihat cemberut pun kembali tersenyum manis saat melihat Siwon yang begitu senang menyantap kue ulang tahun darinya.

 

“Hae – ah!”

 

Siwon baru saja akan memasukan sepotong Orange Cake lainnya saat Tiffany menyebutkan nama yang paling ia benci. Namja itu meletakkan garpunya dengan seluruh selera makan yang runtuh begitu saja. Siwon semakin tidak berselera saat melihat Tiffany yang memeluk Donghae dengan mesra. Bukan hanya Siwon, Hyoyeon, Jessica serta Sooyoung pun terlihat tidak suka melihat Donghae yang datang dan merusak suasana. Bahkan Sooyoung pun sudah kehilangan selera makannya padahal Orange Cake miliknya baru dihabiskan seperempat.

 

“Kenapa kalian diam?” tanya Tiffany membuyarkan lamunan keempat orang tersebut. Siwon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu tersenyum, berbeda dengan Jessica dan Sooyoung yang menampilkan cengiran lebar mereka. Hyoyeon? Hanya diam dengan ekspresi datar andalan.

 

“Orange Cake nya begitu enak sampai-sampai kami terlena. Betulkan, Youngie-ah?” tanya Jessica.

 

Tanpa ada yang mengetahui, yeoja itu telah menginjak kaki Sooyoung dengan keras. Sooyoung menganggukan kepalanya sembari memberikan 2 jempolnya, berusaha meyakinkan yang lainnya dan membuat Jessica berhenti menatap horror kearah dirinya.

 

“Aku pergi ke toilet dulu.” Sahut Hyoyeon datar lalu meninggalkan meja tersebut.

 

Seluruh orang saling melemparkan pandangannya bingung melihat sikap Hyoyeon yang begitu aneh. Siwon baru saja akan melanjutkan hipotesanya saat ponsel miliknya berdering nyaring membuat dirinya terganggu. Namja itu menatap kearah layar ponsel dengan tatapan bingung. Tertera nama Kim Hyoyeon di layar ponsel miliknya. Siwon melemparkan pandangannya dan melihat kearah Hyoyeon yang sedang memberikan kode terhadapnya, Siwon mengangguk mengerti.

 

“Aku permisi sebentar.”

 

Siwon langsung meninggalkan meja dan berjalan dengan cepat menuju toilet. Hyoyeon menariknya ke halaman depan sebelum pintu masuk toilet.

 

“Aku tau kau menyukainya.” Jawab Hyoyeon masih dengan tatapan datar nya.

 

Siwon langsung menatap Hyoyeon dengan pandangan tak percaya. Tanpa basa-basi namja itu membekap mulut Hyoyeon agar mengecilkan volume suaranya. Yeoja berambut pirang itu langsung melepaskan tangan besar Siwon dan mengusap mulutnya.

 

“Neo Michiseoyo! Kenapa kau harus merahasiakannya, hah! Bahkan Jessica dan Sooyoung pun juga sudah tau kalau kau menyukai Tiffany sejak lama!”

 

Siwon kembali membekap mulut Hyoyeon. Namun, yeoja itu lagi-lagi menepisnya.

 

“Kau takkan bisa membohongi dirimu sendiri, Won. Pada akhirnya semua perasaan yang kau tutup – tutupi itu hanya akan menyakitimu saja.”

 

“Aku tak bisa, Hyo!”

 

‘Wae?”

 

“Donghae! Tiffany sudah memilih namja itu dan aku sudah kalah!” jawab Siwon penuh penekanan pada kata pertama. Hyoyeon mencibir saat indra pendengarannya mendengarkan nama Donghae.

 

“Terserah kau saja.” Hyoyeon pun berjalan pergi meninggalkan Siwon sendirian. Namja itupun memukul keras tembok yang menjadi tempatnya bersandar saat ini.

 

Sooyoung, Jessica, Tiffany, dan Donghae melihat bingung kearah Hyoyeon yang kembali sendiri dari toilet. Hyoyeon menatap aneh kearah keempatnya secara bergantian.

 

“Waeyo? Ada yang salah?” tanya Hyoyeon bingung. Keempatnya menggeleng dengan kompak. Tak lama Siwon pun kembali bergabung.

 

Namun, tak berselang lama tiba-tiba saja Donghae berdiri dari tempat duduknya. Namja itu bersimpuh di depan Tiffany dengan sebuah kotak beludru berwarna merah di tangannya. Tiffany menutup mulutnya dengan tak percaya saat Donghae membuka kotak beludru merah tersebut. Sebuah cincin Platina bertahtakan berlian menyembul keluar saat kotak itu terbuka dengan sempurna.

 

“Tiffany Hwang, Would You be Mine, Forever?” tanya Donghae sembari menunduk malu. Tiffany mengangguk penuh bahagia mendengarnya. Tak lama, cincin itupun berpindah masuk ke dalam jari manis Tiffany.

 

Siwon merasakan hatinya hancur berkeping-keping saat itu juga. Melihat yeoja yang ia cintai itu akan bersama namja lain dan bukan dirinya membuat namja itu merasakan sakit yang teramat sangat. Hyoyeon membuang wajahnya kearah lain, mual melihat pemandangan yang bahkan paling tidak ia harapkan selama ini. Sooyoung dan Jessica saling berpandangan dengan raut putus asa yang tercetak jelas di wajah mereka masing-masing.

 

 

 

Neon geu saram yaegil hal ttaen haengbokhae boyeo (You look happy)
Ireokerado useuni joha boyeo (I’m happy)
Geureul jeongmal saranghandago machi yeongwonhalgeorago
Mitneun ne moseubi i don’t know what to say no more

 

Neoui chingudeul modu geureul jal ara (Yup they know)
Ppeonhi da boineungeol neoman wae mot bwa (It’’s you)
They say love is blind oh baby you so blind
Jebal heeojigireul baralge

 

 

 

*****

 

 

 

Hari yang paling dibenci oleh Siwon akhirnya datang juga. Kini, dirinya berada di dalam ruangan pengantin, memperhatikan bagaimana cantiknya wajah Tiffany saat terpulas oleh bedak tipis yang memberikan kesan eksotis di wajah putih susu yeoja itu. Siwon tak bisa melepaskan senyumannya, ada sebuah hal yang begitu membuatnya ingin tersenyum saat itu juga dan Tiffany dapat menangkap hal tersebut.

 

“Kau terlihat senang, Oppa. Ada apa?” tanya Tiffany. Siwon berusaha bersikap setenang mungkin saat suara Tiffany mengagetkan dirinya.

 

“Aniyo. Aku hanya senang karena kau akan menikah sebentar lagi. Oh ya, aku keluar dulu, ne.” Balas Siwon sembari tersenyum kembali.

 

Tiffany mengangguk mengerti dan kembali terfokus untuk dirias. Siwon tersenyum penuh misteri lalu keluar dari ruangan tersebut. Diedarkan pandangan nya hingga ia bisa melihat sosok Hyoyeon yang sedang diam termenung di dekat kursi jemaat. Siwon memberikan kode kearah yeoja itu, Hyoyeon yang melihatnya pun ikut tersenyum penuh misteri.

 

Waktu pun berlalu dan para tamu pun sudah mulai berdatangan. Tiffany pun sudah siap sejak beberapa menit yang lalu dan kini sudah berdiri di depan pintu gerbang menuju altar. Siwon berdiri tenang di dekat ruang pengantin, melihat kearah arlojinya yang sudah menunjukkan pukul 10.00 KST dan tepat saat itu pula terlihat seorang yeoja yang ia kenal sebagai Hyoyeon menghampiri dirinya dengan raut wajah yang tak bisa ditebak.

 

Yeoja itu membisikkan sesuatu kearah Siwon, tanpa disadari sebuah senyum licik terpulas indah di bibir namja tersebut saat itu juga. Hyoyeon menepuk pelan pundak Siwon sebelum berlalu pergi.

 

“Lakukanlah. Kau pantas mendapatkannya.”

 

Siwon balas mengangguk dan berjalan pelan menuju tempat pemberkataan. Saat itu juga namja itu dapat melihat suasana kalut dan penuh kesedihan yang terpeta jelas di wajah para tamu yang datang. Pandangannya pun beralih kearah Tiffany yang sedang menangis histeris dalam pelukan Jessica. Siwon merasakan hatinya sedikit sakit, tapi dengan cepat namja itu menggelengkan kepalanya dan berjalan menghampiri Tiffany.

 

“Fany-ah, Wae?” tanya Siwon. Tiffany mendongkakan kepalanya dan langsung berganti memeluk tubuh besar Siwon.

 

“Donghae, Dia…”

 

Siwon mengelus pelan punggung Tiffany yang begitu bergetar hebat. Dengan erat namja itu memeluk sang sahabat yang kini masih menangis dengan kerasnya.

 

“Ada aku disini, Fany-ah.”

 

 

 

*****

 

 

 

Siwon menatap datar kearah sebuah peti mati dengan sebuah bingkai foto besar yang berada tak jauh dari kotak besar dari kayu tersebut. Tiffany tak berhenti terisak sembari menatap kearah foto Donghae yang sedang tersenyum. Hari itu semua orang, oh atau lebih tepatnya sebagian orang sedang diliputi kesedihan akibat kepergian seorang Lee Donghae. Kecelakaan hebat di ruas jalan raya Gangnam berhasil merenggut nyawa namja itu, saat mobil Bentley Continental GT yang akan mengantarnya menuju gereja tempat pemberkataan pernikahannya hancur setelah menabrak pembatas jalan.

 

“Kenapa dia tega meninggalkan ku seperti ini, Oppa? Kenapa?” tanya Tiffany penuh isak. Siwon tak menjawab dan hanya bisa memberikan pelukan hangatnya kearah yeoja yang ia sayangi itu.

 

“Karena memang seperti itulah seharusnya kisah bodoh ini berakhir Fany – ah.” desis Siwon dalam hati.

 

 

 

 

 

Flashback On

 

 

 

 

 

Siwon menatap penuh tanya saat Hyoyeon tersenyum penuh misteri kearahnya. Kini, dua orang tersebut sedang berjalan pelan di sekitar jalanan kota Seoul, beberapa jam setelah pesta ulang tahun Tiffany selesai.

 

“Aku punya penawaran yang menarik untukmu, Choi Siwon.” Jawab Hyoyeon.

 

“Maksudmu?”  balas Siwon yang masih tidak mengerti.

 

“Kita akan membunuh Donghae.”

 

Siwon tersentak kaget mendengar nya. Membunuh Donghae? Apa yang sebenarnya sedang dipikirkan oleh yeoja dihadapannya saat ini?

 

“Kenapa? Kau takut?” tanya Hyoyeon sarkatik. Siwon menggeleng pelan.

 

“Ani. Aku sama sekali tidak takut. Tapi, bagaimana caranya?”

 

Hyoyeon tertawa dengan keras, lalu menepuk pundak Siwon dengan pelan.

 

“Tepat beberapa jam sebelum pernikahan Tiffany, kita akan menyabotase mobil yang akan membawa Donghae ke gereja. Saat itu juga kita akan merusak bagian pengeremannya tanpa ada satupun yang mengetahui.”

 

Sebuah senyum licik langsung saja terbit di bibir Siwon. Namja itu sudah lagi tak dapat memikirkan apa-apa selain perkataan dari Hyoyeon tadi. Namja itu langsung menyambut uluran tangan Hyoyeon dan menjabat tangan yeoja itu dengan kuat.

 

“Deal, Kim Hyoyeon.”

 

Dan benar saja tepat beberapa minggu setelah pembicaraan licik tersebut. Kini, Siwon sudah berada di sebuah taman kecil di dekat apartemen besar nan mewah di sekitaran kota Seoul. Namja itu memandangi sebuah mobil Bentley Continental GT yang terparkir penuh arogan yang tak berada jauh darinya. Namja itu memberikan kode kepada Hyoyeon agar yeoja itu bisa melaksanakan aksinya.

 

Hyoyeon pun berjalan pelan menuju mobil tersebut sembari Siwon mengawasi keadaan sekitar. Yeoja itu dengan cekatan memakai sarung tangan plastik miliknya lalu merobek sebuah plastik pembungkus rem minyak di dalam kap mobil mewah itu. Tak berapa lama terdengar suara kap yang tertutup dengan rapi. Siwon memberikan kode untuk yeoja itu agar segera berlalu. Hyoyeon mengangguk mengerti lalu berjalan cepat meninggalkan area tersebut.

 

 

 

 

 

Flashback Off

 

 

 

 

 

Deraian jarum-jarum hujan menyentuh kasar permukaan tanah, mengantarkan peti besar berwarna coklat itu masuk ke dalam liang lahat. Siwon masih dengan erat memeluk Tiffany yang tak henti-hentinya terisak. Namja itu melemparkan pandangannya kearah Hyoyeon yang bersikap biasa saja. Namja itu hanya bisa tersenyum samar melihatnya. Beberapa jam berlalu dan sebagian dari para pelayat sudah pergi meninggalkan area pemakaman meninggalkan Siwon dan Tiffany berdua. Tiffany masih sibuk mengelus sebuah nisan di depannya membuat Siwon sedikit muak. Tapi, mau tak mau ia harus menahan perasaannya saat itu.

 

“Fany-ah, Ayo kita pulang.” Bujuk Siwon. Tiffany masih menatap nisan di depannya dengan sedih, tapi Siwon langsung menangkap lengan yeoja itu dan kembali memeluknya.

 

“Aku akan mengobati seluruh luka di hati mu, Fany – ah. Aku berjanji.” Jawab Siwon pelan. Tiffany tidak menjawab dan semakin memperdalam pelukannya. Siwon pun menggiring yeoja itu untuk pergi setelah beberapa menit menenangkan Tiffany.

 

“Mianhae, Lee Donghae. Tapi, aku mencintai Tiffany lebih daripada kau yang hanya sekedar menyakitinya saja.”

 

 

 

Bissan chae yeppeun ot gogeup reseutorang neon jal eoullyeo
Hajiman ne yeop geu xneun jeongmal anya neorangeun an eoullyeo
Ne apeseo geojitmisoreul jieumyeo ne bolgwa meoritgyeoreul manjimyeo
Sogeuron bunmyeong dareun yeojareul saenggakhae
Eojjeom geureol su inni joe gatae
Nega heullin nunmulmankeum naega deo jalhaejulge baby
Neo honja gamdanghal apeum naegedo jom nanwojullae baby
Na jom bwadallago geudae sarangi wae narangeol molla
Wae neoman molla

 

 

 

-End-

 

 

 

Hai, hai! Akhirnya bisa selesai juga nih FF #tebar confetti.

Maaf yang sebesar-besarnya kalau masih ada typo, author udah bener-bener berusaha buat ff ini sebagus mungkin. Kalau ada yang gak puas author minta maaf sekali lagi # bow. Tapi…. meski karya ini gak bagus-bagus amat tapi tetap ditunggu apresiasinya. Don’t be a Silent Readers, Ok! Keep Read, Like and Comment. Author dengan senang hati menerima saran

150 thoughts on “(AR) That XX

  1. Awalnya kayak fmv yang ada di youtube (btw itu fmv sifany favorite,ekspresi siwon dapet banget! *oke balik ke topik :D)
    siwon-nya kayak gitu jadi keliatan kayak dia yang XXnya *mian
    tapi gapapa, ceritanya bagus banget! Ngarep bnget ada sequel! Dan bahasa author-nim juga bagus banget… Pokoknya daebak!! ^^b

  2. Ceritanya keren chingu,
    siwon oppa jahat banget ya,kan kasihan fany unnie,
    mencintai tak harus memiliki oppa
    ditunggu next ffnya
    fighting:)

  3. Dikirain pertamanya itu siwon sama hyoyeon bakal ngundang selingkuhan donghae buat ngehancurin acara Haefany taunya hae oppa malah dibunuh ga nyangka aja bisa gitu..cinta itu emang buta yaa

  4. Endingnya kurang gmna gitu.. but its oke gak nyangka aja klo hyoyeon-ah sadiss juga hiks hiks siwon jg mau2 aja lagi deal ama hyo. ee tapi knpa hyo smngat bgt buat bunuh donghae yaa?? klo ada sequelnya trus ujung2 ny ketauan klo siwon n hyo yg bunuh donghae apa jadinya yaahh? ?? #mikiirkeraass

  5. sayang banget cara siwon ngedapetin tiffany gak baik😦 tapi overall bagus kok, walau alurnya sedikit kecepetan. oiya, sekuelnya ditunggu thor, karena masih ada beberapa hal ganjil yang belum terjawab di sini :))

  6. Nice! donghae nya jahat tapi siwon oppa juga jahat /? itu hyoyeon kenapa kayaknya kesel banget sama donghae? masih agak bingung h3h3

  7. Ceritanya berat thor, siwon kok jahat sih. Tapi gpp sekali kalo jadi bad boy juga keren ga ngebosenin karakternya
    Goodjob thor! Lanjut ff lain😀

  8. waduh ga nyangka kl akhirnya malah lee donghae nya meninggal, apalagi dg cara dibunuh dg modus kecelakaan, apalagi otak dibalik itu semua adalah siwon dan hyoyeon. Bagus sist…ceritanya tidak mudah ditebak, tapi aku masih penasaran sama karakter hyoyeon di sini, apa latar belakang yg membuat dia sebegitu bencinya sama donghae, smpe niat bgt membunuhnya. Mngkin ini ya yg ga dijelasin disini. Oke mngkn berharap bagus lagi kl ada sequelnya sist, hehe…apakah siwon da tiffany bisa bersatu…atau bgmn akhirnya.

  9. astaga…… siwon jadi killer dsni, hyoyeon juga, tp gpp lah klo itu bsa buat tiff eonnie gk sama hae oppa, wlopun aq ksian ama hae oppa, tp gpp lahhh

  10. siwonnya jahat :< .. emang gak ada cara lain ya selain ngebunuh😦 .. sejahat jahatnya orang gak boleh ngebunuh oppa /eh .. ahahaha kok jadi ceramah ya😀 tapi thor bagus ini! jarang jarang cast siwon nya pshyco begini😀 keep writing !!

  11. Waduh tega bener siwon, walapun donghae suka selingkuh tp masa smp dibunuh? Ga ada niat buat bikin sequelnya ya? pdhl keren nih ceritanya

  12. Aiggoo……siwon kok jadi jahat banget sih,tega banget sih,ampai bunuh donghae,kan kasian ama fanynya,fanynya jadi sedih,tapi siwon lakukan ini dikarenakan sangat mencintai fany.
    Tapi,saya suka kok ffnya thor,apalagi karakternya siwon ini jadi bad boy,ya sekali2 hehehe……
    Yupp…..yg penting sifany happy ending.
    Thanks buat author dan ffnya.
    Author jjang,hwaiting.
    Sifany 4ever♡♡♡♡♡

  13. Susah ya Siwon oppa dapetin hatinya Tiffany eonni??😮
    Sampe harus kayak gitu?? Ada benernya juga sih…😦😦
    Aku tau Siwon oppa pasti bingung antara mau mengikuti kata hati atau cinta??*soktaunih…*hehe^^
    Kasian juga sama Donghae oppa😦
    Fany eonni, Siwon oppa sebenernya suka sama eonni…😢
    Seru ga kepikiran kalo yang ngelakuin Siwon oppa😣😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s