(AD) My Grumpy Mushroom

My Grumpy Mushroom

Author : @echa_mardian

Genre : Romance, Comedy

Rating : PG-17

Cast : Choi Siwon, Hwang Tiffany

Other Cast : Im Yoona, Choi Sooyoung

Disclaimer :

All casts milik kita bersama ( terserah saya ).

Warning : TYPO !!! Penulis hanya manusia biasa.

“Keluar kau!!! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!!!”

PRANG! BRUUK!

Seorang pria terjerembab ke depan pintu karena wanita yang sedang mengamuk di dalam mendorongnya kasar. Sedetik kemudian terdengar debam keras pintu tertutup dan teriakan-teriakan mengomel dari dalam kamar tersebut. Pria tinggi tegap bernama Siwon itu kembali berdiri dan mendesah bingung.

Mushroom baby, jeongmal mianhae. Aku benar-benar lupa dengan janji kita. Pekerjaanku sangat banyak di kantor, jadi aku tidak sengaja melupakannya.”

“PERGIIIIIII !!!!” raung wanita yang berstatus istri Siwon dari dalam kamar. Siwon mengangkat kedua tangannya ke udara, menyerah.

“Baiklah! Aku akan menunggumu terus disini. Aku tidak akan kemana-mana sampai kau mengizinkanku masuk!” teriak Siwon.

“AKU TAK PEDULI!”

Siwon benar-benar melakukan apa yang diucapkannya. Ia mendesah panjang. Ini sudah hari keempat istrinya, Tiffany, bertingkah aneh. Siwon lebih stress dan lelah menghadapi Tiffany akhir-akhir ini daripada setumpuk pekerjaan di kantor. Tiffany tiba-tiba menjadi sangat temperamental, suka berteriak-teriak, terutama pada Siwon, menggerutu, benci aroma parfum Siwon, bahkan menolak tidur dengan suaminya tersebut! Tentu saja Siwon frustasi.

Seperti sore ini. Siwon lupa dengan ajakan Tiffany yang ingin ke Lotte World. Itu karena ia harus menyelesaikan pekerjaannya di kantor sebelum besok memasuki weekend. Rencananya Siwon akan mengajak Tiffany besok saja, pada hari Sabtu atau Minggu. Tapi apa yang didapatnya?

Tiffany kembali mengamuk dan mengusirnya dari kamar. Wanita itu menangis seperti anak kecil, membuat Siwon kewalahan. Tiffany tidak mengizinkan Siwon masuk ke kamar dan menolak makan malam.

Siwon bingung, sebenarnya ada apa dengan Tiffany. Pernikahan mereka berdasarkan cinta dan baru berjalan 2 bulan. Seharusnya mereka bahagia dan sedang hangat-hangatnya. Kini sikap Tiffany berubah total. Ia tidak lagi manja dan romantis seperti saat mereka berkencan atau awal-awal pernikahan. Tiffany berubah.

Siwon mengintrospeksi dirinya. Ia memang seorang businessman, tetapi ia selalu menyempatkan diri untuk istri tercinta. Tiffany yang juga merupakan seorang model professional, tidak pernah membantah suaminya. Mereka sangat harmonis dan saling mencintai. Lalu apakah yang membuat sikap Tiffany berubah?

 

Tiffany bangun dari tidurnya karena merasakan perutnya keroncongan. Ia melihat jam digital yang terletak di atas nakas. Jam 3 pagi. Tiffany memegangi perutnya yang terasa sangat lapar kemudian memandangi sudut-sudut kamar mereka. Ada bantal, botol parfume, alat-alat make up, serta pakaian Siwon berserakkan di lantai. Tiffany mengernyit. Ia tahu, dirinyalah penyebab kekacauan kamar mereka. Tapi Tiffany juga tidak mengerti ada apa dengan dirinya.

Ia turun dari ranjang dan hati-hati melangkah ke pintu kamar. Tiffany ingin makan saat ini juga. Perutnya tidak bisa diajak kompromi lagi sepertinya karena tidak berhenti keroncongan sedari tadi.

CLEK

Tiffany membuka pintu kemudian melangkah keluar. Sedetik kemudian ia terlonjak kaget demi melihat sosok Siwon sedang menyandar di dinding luar kamar mereka. Pria tampan berambut hitam lebat itu bersandar dengan kepala menumpu pada kakinya yang terlipat. Siwon tertidur dalam posisi duduk dan tangan memeluk kaki sendiri.

Hati Tiffany mencelos melihatnya. Istri macam apa dirinya. Membiarkan suaminya tidur di luar dalam keadaan dingin dan masih memakai pakaian kantor. Siwon pasti sangat menderita.

Tiffany bersimpuh di samping Siwon lalu mengusap-usap rambut Siwon yang sudah berantakan. Ia menggoyang-goyangkan tubuh Siwon dengan pelan agar pria itu tidak terkejut.

“Oppa? Oppa, ireona.”

Siwon tersentak pelan. Ia bergerak sedikit dan bergumam tidak jelas. Ia merasakan kehadiran istrinya lalu membuka matanya perlahan. Siwon mengerjap-ngerjapkan mata dan memandangi Tiffany.

Mereka bertatapan dalam diam. Tidak ada suara yang keluar dari mulut masing-masing. Tiffany menatap Siwon dengan tatapan menyesal, sedangkan Siwon menatap Tiffany sendu.

Pabo! Kenapa kau tidur disini? Apa kau tidak kedinginan?” omel Tiffany. Kali ini ia hanya merengek.

“Aku bilang aku akan menunggu disini sampai kau izinkan aku masuk. Baby, mianhae. Aku tidak tahan jika kau terus memarahiku,” ungkap Siwon.

Tiffany memeluknya erat. Tiba-tiba ia merindukan kehangatan Siwon. Ia sendiri tidak mengerti kenapa perasaannya dapat berubah-ubah setiap saat. Anehnya semua itu dilakukan Tiffany dengan sadar.

Saranghae, Choi Siwon.”

Siwon mengernyit heran. Beberapa jam yang lalu Tiffany memaki-makinya tapi kini wanita yang mempunyai eye smile jika tersenyum atau tertawa itu menyatakan cintanya. Terang saja Siwon senang. Ia makin mempererat pelukan mereka.

“Terlebih aku. Aku mencintaimu dengan seluruh jiwa dan nafasku,” ungkap Siwon.

So chessy, eeew. Oppa, jangan tidur disini lagi, ne!”

Siwon memegangi wajah Tiffany lalu mengangguk. “Tentu saja. Aku tak sabar tidur disamping Mushroomku.”

“Hanya tidur?” Tiffany menggigit bibir bawahnya setelah bertanya. Nada suaranya tiba-tiba berubah menggoda dan tatapannya sangat bisa diartikan Siwon. Ujung bibir Siwon berkedut menahan cengiran.

“Sebenarnya…aku menginginkan aktifitas lain. Hmm, apa menurutmu?” bisik Siwon sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Tiffany. Hari ini ia belum mencium istrinya.

Kruuuk kruuuk

Mendengar suara aneh itu, otomatis Siwon berhenti. Bibirnya sudah menempel di bibir Tiffany lantas kembali menarik kepalanya mundur. Ia menatap Tiffany heran, sementara wanita itu mengelus-elus perutnya.

“Apa itu suara perutmu?”

Tiffany mengangguk lambat-lambat. Siwon tersenyum lalu berdecak.

“Tentu saja kau lapar. Siapa suruh tadi menolak makan malam. Kajja, aku akan memanaskan makan malam terlebih dahulu.”

Siwon menarik Tiffany ke dapur. Tadi ia sempat membuat makan malam untuk mereka berdua, tapi Tiffany menolaknya. Ia masih dalam keadaan marah saat itu. Sampai di meja makan Tiffany memandangi satu-persatu makanan yang dibuat Siwon. Makan malam dengan menu ayam serta belut tidak membuat Tiffany tertarik. Serta merta ia menarik-narik tangan Siwon.

Waeyo, baby?”

“Aku tidak ingin makan itu. Buatkan aku yang baru!” rengek Tiffany. Siwon mengangkat kedua alisnya.

“Bukankah ayam dan belut kesukaanmu? Kenapa tiba-tiba tidak suka?” tanyanya heran.

Tiffany menggeleng tegas. “Shirreo. Aku sedang tidak mood makan ayam dan belut. Oppa, buatkan aku nasi kari kimbap ala Yoona dan Sooyoung. Jebal.”

Mwo? Baby, aku tidak bisa membuatnya. Apa salahnya kau makan dengan menu yang sudah kumasak?”

Tiffany diam menatap suaminya. Ia tidak suka Siwon membantah permintaannya. Ia sedang ingin makan nasi kari kimbap yang biasa dibuat adik-adik iparnya. Dan itu harus terwujud!

Melihat perubahan di wajah Tiffany, Siwon segera mengangguk. Ia tidak ingin Tiffany mengamuk malam-malam begini.

Arra, arra, aku akan membuatkannya. Tapi aku tidak tahu caranya. Kau bisa membantuku?” tukas Siwon. Senyum pun mengembang di wajah cantik Tiffany.

“Aku tidak bisa membuatnya, Oppa. Makanan itu kan ala Sooyoung dan Yoona. Kau hubungi saja mereka sekarang!”

Siwon menutup matanya sejenak kemudian menghela napas. Sabar Siwon…

Baby, sekarang jam 3 pagi. Mereka berdua pasti sedang tidur dengan nyenyak,” jawab Siwon dengan suara tertekan. Tiffany langsung cemberut. Ia melipat tangan di dada kemudian duduk di salah satu kursi meja makan.

“Pokoknya aku sedang ingin dibuatkan nasi kari kimbap ala Sooyoung dan Yoona!” tegasnya.

“Oke, oke, baiklah Nyonya Choi! Aku akan menghubungi mereka!” seru Siwon. Ia mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya kemudian berjalan mondar-mandir di dapur. Ia tahu langkah pertama membuat makanan yang dimaksud Tiffany adalah membuat kimbap terlebih dahulu. Setelah itu ia tidak tahu lagi.

Beruntung Siwon pandai memasak.

Pertama-tama Siwon menghubungi Yoona. Gadis itu tidak menjawab panggilannya walaupun Siwon sudah menghubungi lebih dari tiga kali. Siwon berdecak gemas kemudian bergantian menghubungi Sooyoung.

Yobosaeyo. Nugu?” Ah, akhirnya!

“Hei, ini Siwon Oppa. Mianhae, mengganggu tidurmu.”

Terdiam sekitar beberapa detik. Siwon melirik Tiffany yang sedang bertopang dagu, menatap ke arahnya sambil tersenyum.

“Sooyoungie, terjagalah sebentar. Bantu aku membuat nasi kari kimbap!” ucap Siwon.

Terdengar suara merengek-rengek diseberang line menandakan kalau Sooyoung merasa terganggu.

“Yah, Oppa! Sekarang hampir jam setengah 4 pagi dan kau menghubungiku hanya untuk meminta bantuan membuat nasi kari kimbap??!” suara Sooyoung sedikit meninggi.

“Ini bukan kemauanku. Tiffany yang memintanya. Sooyoungie, kau beritahu saja semua bumbu dan cara membuatnya sekarang. Jebal ,” mohon Siwon.

Sooyoung berdecak sebal dan menggerutu. “Arraseo. Pertama kau harus membuat kimbap…ehm..lalu masukkan a..ir…”

Siwon mengernyit. “Yah yah yah! Jangan memberitahuku dalam keadaan mengantuk begitu! Cuci dulu wajahmu.”

“Ck, Oppa jangan protes. Dengarkan saja!”

Siwon menghela napas. Sepertinya sebentar lagi kepalanya akan meledak.

“Baiklah. Lalu apa lagi? Kau yakin, memasukkan air ke kimbap?”

“Bukan! Siapa yang bilang…begitu.. Ehm, pertama kau harus membuat kimbap. Kemudian siapkan kuah karinya. Masukkan air, ehm…apalagi ya?”

Siwon berusaha berkonsentrasi dengan perkataan Sooyoung. Gadis itu bicara dengan suara hilang timbul. Jelas sekali kalau Sooyoung tidak sepenuhnya sadar.

“Kuah kari, beri sedikit rasa cabai… kemudian..masukkan garam, sedikit saja. Lalu…ehm—spatula, kompor—“

“Yak Choi Sooyoung! Apa maksudmu dengan spatula dan kompor?!”

Tak ada jawaban lagi. Yang terdengar hanyalah dengkuran yang cukup keras. Great! Adiknya tertidur setelah mengatakan untuk memasukkan spatula dan kompor ke dalam kuah kari.

Bagaimana selanjutnya? pikir Siwon panik.

Yobosaeyo? Sooyoung? Sooyoung? Ireona!” panggil Siwon. Dengkuran Sooyoung makin terdengar jelas dan keras. Melihat suaminya yang kebingungan, Tiffany menghampiri.

Waeyo?” bisiknya. Siwon tidak menjawab. Kini ia tidak tahu harus bagaimana lagi. Sebaiknya ia memasang telinga tebalnya demi mendengarkan teriakan serta rengekkan istrinya—

Yobosaeyo, Siwon Oppa?”

Siwon hampir saja memutuskan sambungan telepon mereka saat terdengar suara lain di telinganya. Suara sedikit berat dari suara Sooyoung. Aha! Choi Yoona!

“Yoongie?” panggil Siwon.

Nde, Oppa? Aku lihat ponsel Eonnie menyala dan ternyata kau sedang menelponnya. Ada apa?”

“Ternyata kau masih bangun. Tadi aku menghubungi ponselmu, tapi kau tidak menjawabnya,” ujar Siwon. Suara Yoona tegas dan tidak mengantuk, membuat Siwon lega.

“Tadi aku ke toilet, Oppa. Memangnya ada apa kau menelpon pagi buta seperti ini?”

Siwon mendesah panjang sambil melirik Tiffany yang berdiri di hadapannya. “Maknae-yah, tolong bantu aku membuat nasi kari kimbap yang biasa kau buat bersama Sooyoung. Tiffany menginginkan itu sekarang.”

Jinjja? Hahaha! Arraseo. Aku akan memandumu memasak, Oppa!” seru Yoona dengan senang hati.

 

Tiffany masih bermalas-malasan di tempat tidur ketika Siwon baru saja keluar dari kamar mandi. Pria tampan yang mempunyai tubuh tegap dan ber-abs sempurna itu hanya mengenakan handuk yang diikatkan di pinggangnya. Ia mengeringkan rambutnya dengan handuk dan tatapan matanya bersirobok dengan kerlingan sang istri.

Tiffany sedang menatap tubuhnya dengan intens.

Good morning, my Mushroom.”

Siwon menunduk kemudian mengecup kening Tiffany. Wanita itu menggeliat kemudian membalikkan tubuhnya membelakangi Siwon. Siwon hanya berdecak melihat kemalasan istrinya. Tiffany biasanya sudah menyiapkan sarapan dan membersihkan diri. Tapi sekarang malah Siwon yang membangunkannya.

“Bangunlah, Pemalas! Buatkan aku sarapan,” goda Siwon lalu menepuk bokong Tiffany.

“Nanti saja, Oppa. Lagipula mengapa kau cepat sekali bangun di hari libur seperti ini?” gumam Tiffany dengan suara mengantuk. Siwon duduk di tepi ranjang dan mengepung tubuh Tiffany dengan kedua tangan kekarnya. Hal itu membuat Tiffany berbaring lurus.

“Karena semalam aku tidak sempat mandi. Tubuhku lelah sekali, baby.”

Tiffany tidak menjawab. Matanya setengah tertutup karena masih mengantuk. Terang saja pemandangan menggemaskan bagi Siwon. Ia menunduk kemudian menggesek-gesekan ujung hidung mereka.

C’mon wake up my sunshine. I wanna see your bright smile this morning. I wanna cuddle with you, kissing your soft lips, smelling your hair~~

Tiffany tertawa dengan mata tertutup mendengar nyanyian Siwon. Pria itu terpesona melihat eye smile Tiffany dari jarak yang sangat dekat. Kemudian Siwon terus bernyanyi sambil sesekali mendaratkan ciuman manis di pipi, hidung dan kedua mata Tiffany. Ia merindukan momen ini setiap saat.

“Oppa?” gumam Tiffany.

“Hmm?”

“Jangan bernyanyi lagi, jebal. Suaramu jelek sekali,” canda Tiffany. Siwon menaikkan kedua alisnya.

Jinjja? Kalau begitu, aku akan terus bernyanyi.”

Tiffany tidak dapat menahan tawanya mendengar Siwon terus bernyanyi. Suara Siwon tidak jelek sama sekali, Tiffany hanya ingin menggodanya saja. Mereka terus seperti itu sementara Siwon lupa kalau dia masih mengenakan handuk.

Mushroom, mandilah. Apa kau ingin aku membopongmu ke kamar mandi, eoh?”

Siwon masih mengepung tubuh Tiffany dengan kedua tangannya di atas ranjang.

“Kau akan membopongku ke kamar mandi? Lalu?” Tiffany malah menantangnya. Mata Siwon berkilat-kilat oleh gairah baru yang muncul akibat sikap istrinya.

“Lalu, aku akan membuka semua pakaianmu, mendudukkanmu di atas wastafel, menciumimu sampai kau kehabisan napas….”

Tiffany menelan ludah. Ia merasakan Siwon semakin menunduk, nyaris menindihnya yang berlindung di bawah selimut.

“Ehem…lalu? Lanjutkan,” bisik Tiffany. Siwon memiringkan kepalanya sedikit.

“Kemudian, aku akan menyalakan shower dan mengguyur tubuhmu hingga basah kuyup. Aku akan membantu menggosok tubuhmu dan kalau aku tidak tahan, kau harus bercinta denganku,” tutur Siwon lagi.

Tiffany tertawa. “Eeeeww, terdengar syur sekali. Sudahlah, aku akan melakukannya sendiri! Oppa, biarkan aku turun dari ranjang ini.”

Tiffany hendak bangkit namun sepertinya Siwon menolak untuk beranjak. Ia sudah terlanjur terpancing oleh kata-katanya sendiri. Kedua telapak tangan Tiffany menempel di dada Siwon, ingin mendorong pria itu agar ia bisa duduk dari tidurnya.

“O-Oppa?”

Siwon masih menatapnya intens. Tiffany dapat melihat denyutan di rahang suaminya. Ia menelan ludah. Apakah Siwon Oppa menginginkannya?

Omo! Kau benar-benar memikirkan itu ya? Jangan seka—“

Sebelum Tiffany melanjutkan kalimatnya, Siwon sudah mengunci mulut wanita itu dengan mulutnya. Siwon menciumnya dengan tergesa-gesa serta bergairah. Terang saja Tiffany tercekat. Bibir Tiffany sangat hangat, mungkin karena Siwon baru saja selesai mandi.

Tiffany memegangi rahang Siwon sementara ia membalas ciuman panas suaminya.

“Kau harus bertanggung jawab Mushroom. Aku rasa aku akan melakukan rencanaku membawamu ke kamar mandi tadi.”

 

Baby, sudahlah. Aku tidak ingin naik wahana itu lagi.”

“Tapi aku masih ingin menaikinya, Oppa!”

Siwon berusaha menarik Tiffany untuk menjauh dari wahana roller coaster yang sudah mereka naiki dua kali! Tiffany memang mempunyai nyali besar dalam hal itu. Berbeda dengan Siwon. Bukannya dia pengecut, tapi perutnya merasa mual berputar-putar di udara seperti tadi. Siwon menyerah, namun sepertinya Tiffany tidak.

Dan lagi, wajah Tiffany tampak lebih pucat dari biasanya. Mata Tiffany agak cekung dan bibirnya tidak terlihat pink lagi. Seingat Siwon tadi istrinya berdandan.

Baby, kau pucat. Apa kau merasa tidak enak badan?” tanya Siwon sambil menangkup wajah Tiffany.

Aniyo. Yah, Oppa! Roller coasternya sudah berjalan. Kau sih lama sekali!” celetuk Tiffany kesal. Ia tidak menghiraukan tatapan tajam suaminya.

“Hei, lihat aku!” perintah Siwon. Ia memaksa Tiffany untuk memandangnya. “Kau pucat sekali. Kajja, lebih baik kita beristirahat dulu. Dua jam tadi kau tidak berhenti bermain, Mushroom.”

Tiffany memberengut kesal saat Siwon menarik tangannya menuju sebuah kedai es krim yang ada disana. Ia menolak untuk berbicara lagi dengan Siwon. Aish, kenapa istriku menjadi kekanakan begini, gerutu Siwon di dalam hati.

“Kau ingin eskrim rasa stroberi, baby?” Siwon bertanya dengan ceria. Tiffany diam saja. Ia memalingkan wajahnya dari Siwon.

Baby, biasanya kau tidak pernah menolak es krim. Atau kau ingin yang rasa vanilla, coklat, mint, atau—“

Shirreo! Aku hanya ingin naik roller coaster!” bentak Tiffany.

Siwon tercengang. Tiffany membentaknya lagi, kali ini di depan umum. Siwon melirik ke sekeliling, hampir semua pasang mata menonton mereka. Siwon menghela napas.

“Aku tidak mengizinkan kau menaiki wahana itu lagi, Tiffany. Kita pulang!” tiba-tiba suara Siwon berubah berat. Tiffany tahu, Siwon pasti sudah kehabisan rasa sabarnya.

Mwo? Shirreo, aku tidak ingin pulang!” suara Tiffany pun meninggi. Siwon menggeram. Ia menarik pergelangan tangan Tiffany dan membawanya pergi dari kedai es krim. Siwon terus melangkah, tepatnya menyeret Tiffany tanpa menoleh ke belakang. Wanita itu terus memberontak sambil memukul-mukul tangan kekar Siwon.

Pasangan yang aneh. Baru tadi mereka pagi mereka bermesraan dan sore ini kembali bertengkar. Biasanya Siwon tidak pernah semarah ini. Tapi sekarang Tiffany sudah keterlaluan. Ia membentak Siwon di depan umum hanya karena sebuah roller coaster konyol. Siwon mempunyai harga diri sebagai seorang suami dan laki-laki tentunya.

“Lepaskan!!!” teriak Tiffany. Semua orang yang berpapasan dengan mereka melihat heran.

“Kau sudah keterlaluan, Tiffany! Kenapa keras kepala sekali?” bentak Siwon seraya melihat ke belakang. Sebenarnya ia tidak tega melihat wajah Tiffany yang makin pucat.

“Lepaskaaaaaaann!!!” Tiffany berteriak histeris.

Sedetik kemudian, Siwon merasa jantungnya berhenti berdetak tatkala merasakan beban berat di belakangnya. Tubuh Tiffany limbung dan terjatuh. Untung saja punggung lebar Siwon menahannya. Siwon menangkap Tiffany dengan sigap. Istrinya sudah tak sadarkan diri.

“T-Tiffany? Baby? Demi Tuhan, apa yang terjadi padamu!?!”

 

“Yak, Choi Siwon! Apa yang kau lakukan pada istrimu sampai dia pingsan begitu?!”

Mianhae, Eomma. Ta-tadi aku memaksanya pulang dari amusement park lalu dia…dia pingsan tiba-tiba. Wajahnya sangat pucat, oleh karena itu aku ingin membawanya pulang,” jelas Siwon gugup. Eomma dan kedua adiknya sedang menatapnya tajam.

“Memaksanya? Oppa, jangan bilang kalau kau menyeretnya!” tebak Yoona lalu menutup mulut. Ia bisa menebak karena ia pernah mengalami hal yang sama. Siwon tidak menjawab dengan kata-kata, hanya menganggukkan kepalanya.

Otomatis tangan Nyonya Choi memukul kepala Siwon. Siwon mengusap-usap kepalanya sambil meringis.

“Kau benar-benar kasar. Bisakah kau mengajaknya pulang secara baik-baik, eoh?!” omel Nyonya Choi.

Aigoo, Oppa. Kau sangat menyebalkan. Dulu kau juga pernah memaksa Yoongie pulang saat berkencan dengan Kyuhyun. Sekarang kau melakukannya kepada istrimu. Ckckck,” timpal Sooyoung.

“Itu kasus yang berbeda, Youngie-yah!” gerutu Siwon.

Mereka masih di luar ruangan, menunggu Tiffany yang sedang diperiksa oleh Dokter Shin di dalam. Siwon tidak akan memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu yang buruk pada Tiffany. Ia sangat menyesal telah memaksa serta membentak wanita yang sangat ia cintai tersebut.

Tak lama berselang, Dokter Shin keluar. Pria berjas putih itu herannya tersenyum. Senyumnya sangat tidak pantas dalam keadaan yang Siwon pikir tidak membahagiakan ini. Mereka semua mendekat, ingin tahu bagaimana keadaan Tiffany.

“Bagaimana keadaan Tiffany, Dokter Shin?” tanya Siwon.

Dokter Shin yang juga Dokter keluarga Choi mendesah dan menepuk-nepuk bahu Siwon.

“Siwon-ssi, Anakku. Kusarankan agar kau tidak mengajak istrimu ke wahana-wahana berbahaya di amusement park lagi. Setidaknya untuk 8 bulan ke depan,” ujar Dokter Shin.

Siwon sukses mengernyit. Ia tidak mengerti apa maksud Dokter yang berusia 60 tahun itu. Sementara Nyonya Choi tiba-tiba memekik kesenangan, membuat ketiga anaknya menoleh.

Jeongmalyo? Jae Won-ssi, apa kau yakin?!” Nyonya Choi bertanya antusias.

“Tentu saja, Nyonya Choi. Tiffany hamil 4 minggu. Oleh karena itu ia pingsan tiba-tiba karena pusing. Selamat Siwon-ssi, sebentar lagi akan ada yang memanggilmu Appa. Hahaha!”  jelas Dokter Shin.

Siwon terperangah, sedangkan kedua adiknya bersorak sambil memeluk Eomma mereka. Siwon masih terpana setelah Dokter Shin pergi meninggalkan mereka. Ia akan menjadi seorang Appa? T-Tiffany hamil? Omo….

“Eomma, aku akan menjadi Bibi! Kyaaaaaa…!” sorak Sooyoung.

“Semoga saja keponakanku laki-laki. Eomma, bersiaplah sebentar lagi ada anak kecil yang akan memanggilmu ‘Halmonie’. Aaaaa, aku sudah tidak sabar!” sahut Yoona.

“Terimakasih Tuhan. Kalau begitu, mari kita masuk. Eomma sudah tidak sabar ingin memeluk menantu Eomma,” Eomma menimpali.

Entah mereka tidak menganggap Siwon ada ataukah masih kesal, mereka masuk ke ruangan rawat Tiffany tanpa mengajak pria tersebut. Siwon masih sibuk dengan pikirannya sendiri, didorong dengan sedikit kasar oleh Sooyoung karena menghalangi jalan masuk mereka, sehingga tersandar ke dinding. Siwon menggerutu sebal. Seharusnya yang kegirangan bukan mereka, tapi dirinya!

Tanpa sadar Siwon tersenyum-senyum sendiri. Ia berjalan lambat-lambat ke dalam. Sebentar lagi ia akan menjadi seorang Appa, kata-kata itu terus berputar-putar di pikirannya. Siwon melihat di dalam kamar, Eomma, Sooyoung dan Yoona bergantian memeluk Tiffany. Tiffany tertawa bahagia, membuat eye smile nya terlihat sepanjang waktu.

Siwon berdiri tak jauh dari mereka. Hanya berdiri dan diam memandangi keempat wanita yang berarti dalam hidupnya. Belum lagi jika Ayahnya tahu kalau Tiffany hamil. Siwon menyentuh dadanya, tempat dimana ia bisa merasakan debaran jantungnya. Ia sangat bahagia saat ini. Tak pernah sebahagia ini.

 

The END

 

 

 

Annyeong lovely readers…

Just a short sweet story haha :p

Bubye b^^d

 

 

 

 

 

205 thoughts on “(AD) My Grumpy Mushroom

  1. SiFany jjang. wah married life. sk krn sifat fany yg mnja kdg kekanakn agk cerewet tp bikin siwon klepek2.
    aplg hbs ni little choi akn hadir…😍😍🙌🙌

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s