Rain Part 2 [Who am I]

Rain_POSTER

 

Title: Rain Part 2 [Who am I]

Author:

Youngwonie

Cast:

Choi Siwon | Tiffany Hwang

Additional Cast:

Hwang Chansung | Choi Seunghyun

Genre:

Romance, sad, angst, action

Rating:

PG 15

Length:

Series

Disclaimer:

The cast are belong them self, parents and God. I just borrow their name for my story.

The story is mine, so don’t be a plagiator. Keep comment and like if you enjoy this story.

Warning : Typo

 

“Something happen when the rain is fall…”

 

_____ Rain Part 2 [Who am I] _____

 

Ruangan dengan nuansa biru laut itu tampak lengang.  Hanya terdengar suara nafas yang teratur dari  seorang namja yang tergolek di ranjang pesakitan. Kepalanya diperban. Dan seorang yeoja tertidur di sisi rangjangnya sambil menggenggam tangan kiri namja itu. Suara dering berulang kali terdengar dari ponsel sang yeoja yang berada di dalam tas yang tergeletak di sofa di dalam ruangan itu. Namun sang yeoja sepertinya sangat lelap dalam tidurnya hingga tak dapat mendengarnya. Justru Siwonlah, sang namja di pembaringan yang tampak terusik dengan suara- suara tersebut. Perlahan ia mengerjapkan kedua matanya. Setelah menyesuaikan dengan penerangan di dalam ruangan, ia melihat ke segala arah yang dapat dilihatnya untuk memastikan keberadaannya saat ini. Ia sangat yakin tengah berada di rumah sakit. Siwon pun mencoba bangkit dari tempat tidur. Namun, sebelah tangannya terasa berat karena tengah digenggam oleh yeoja yang tertidur di sampingnya. Ia baru ingat, pasti penyebab keberadaannya di tempat itu karena telah menyelamatkan sang yeoja dari sebuah truk yang hampir menabraknya di depan gereja tadi sore. Dan yeoja itu adalah yeoja yang kemarin dilihatnya. Yeoja yang telah mampu membuat dadanya bergetar. Perasaan aneh dirasakannya kembali saat menatap wajah yeoja yang tertidur pulas di sampingnya. Entah kenapa ia merasakan ketenangan yang amat sangat saat melihat wajah manis yeoja itu. Tanpa ia sadari, tangan kanannya tergerak ke atas kepala sang yeoja. Ia hampir saja membelai rambut hitam yeoja itu. Namun, sang yeoja sedikit menggeliat dalam tidurnya, sehingga Siwon pun menarik tangannya kembali.

Suara dering  ponsel sang yeoja terdengar lagi. Membuat Siwon menoleh ke arah tas milik sang yeoja yang masih tergeletak di atas sofa. Keluarga yeoja itu pasti menghubunginya karena khawatir, pikirnya. Sudah jam sebelas malam, saat ia melihat ke arah jam dinding di dalam ruangan. Ia ingat belum menghubungi hyungnya yang pasti sangat mengkhawatirkannya juga. Perlahan, ia mencoba melepaskan tangannya dari genggaman sang yeoja. Lalu ia bangkit dari tempat tidur dan keluar dari ruangan tempatnya dirawat. Walaupun kepalanya masih agak pusing, Siwon masih bisa berjalan menuju tempat resepsionis.

“Anneyong, boleh aku pinjam teleponnya? Aku harus menghubungi keluargaku.” Tanya Siwon pada perawat yang sedang piket.

“Silakan.”

“Gamshamidha.”

Setelah berterima kasih, Siwon pun mulai menekan nomor telepon rumahnya.

***

 

“Ne. Aku mohon bantuannya. Gamshamidha.” Seunghyun menutus sambungan teleponnya. Beberapa meter dari tempatnya berdiri, Han ahjumma menatapnya penasaran.

“Bagaimana Tuan? Apa sudah ada kabar tentang Tuan muda?”

“Aku sudah meminta bantuan pada beberapa kenalanku. Kita tunggu saja kabarnya. Oh ya Ahjumma, sebelum pergi, apa Siwon mengatakan sesuatu?”

“Tidak ada. Tuan muda hanya memberitahu akan jalan- jalan seperti biasanya.”

Seunghyun hanya bisa menghela nafasnya. Siwon tidak dapat dihubungi  sejak sore tadi. Cuaca di luar sedang tak bersahabat. Hujan deras dan angin kencang bisa membuat orang kesulitan berada di luar. Pikiran- pikiran buruk terus bergema di benak Seunghyun. Ia sangat khawatir pada keadaan adiknya.

“Aku akan mencarinya. Ahjumma tetap tunggu di sini sampai ada kabar tentang Siwon. Ingat, jangan kemana- mana. Bahkan ke toilet sekalipun, ahjumma harus menahannya. Aku tidak mau ahjumma melewatkan telepon yang berdering. Mengerti?” Perintah Seunghyun pada Song  ahjumma sambil bersiap- siap memakai jas hujannya.

“Baik Tuan. Tapi, apa tidak sebaiknya Tuan menunggu kabar dari rumah saja? Sangat berbahaya mengemudi di tengah cuaca seperti ini.”

“Tidak usah mengkhawatirkan aku. Keselamatan Siwon lebih penting sekarang.” Jawab Seunghyun.

Pikiran Seunghyun menerawang  saat Siwon menghubunginya dua tahun lalu? Saat itu juga dalam cuaca seperti ini, sebelum Siwon mengalami kecelakaan. Siwon mengatakan kalau dia sedang dalam bahaya dan meminta Seunghyun untuk menolongnya. Seunghyun khawatir, hilangnya Siwon hari ini berhubungan dengan orang- orang yang menyebabkan Siwon celaka waktu itu. Ia tidak mau kejadian dua tahun lalu terulang lagi sekarang.

“Chogiyo,,,”

Seunghyun baru saja menstarter mobilnya ketika Song ahjumma berlari ke garasi menghampirinya sambil membawa telepon rumah tanpa kabel di tangannya.

“Wae?”

“Tuan muda menelepon.”

Seunghyun langsung turun dari mobilnya dan menyambar telepon itu.

“Wonnie, kau dimana? Kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?” Seunghyun memberondong Siwon dengan pertanyaannya.

“Mwo, rumah sakit? Baiklah aku segera kesana sekarang.”

Sambungan telepon terputus. Song ahjumma menatap penasaran pada tuannya.

“Bagaimana keadaan tuan muda?”

“Dia di rumah sakit. Katanya dia terluka karena kecelakaan kecil, tapi dia baik- baik saja. Aku akan menjemputnya sekarang.”

***

 

Tiffany melenguh dan membuka matanya perlahan. Ia bangkit dari posisi tidurnya dan melihat tempat tidur Siwon kosong. Tiffany mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Namun ia tak melihat Siwon di sudut manapun. Kemudian ia berjalan menuju pintu kamar mandi. Siapa tahu Siwon berada di dalam.

Tok! Tok! Tok!

“Oppa? kau di dalam?”

Tak ada jawaban. Tiffany langsung panik.

“Andwae. Siwon oppa tidak boleh meninggalkanku lagi.” pekik Tiffany ketakutan.

Ia berlari keluar ruangan untuk mencari Siwon. Tiffany mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat yang ia lewati.

“Oppa, Siwon oppa,,,” Ia terus memanggil nama Siwon di sepanjang lorong rumah sakit. Trauma atas kehilangan Siwon dua tahun lalu membuat dia sangat takut kehilangan untuk yang kedua kalinya. Air mata pun mulai mengalir dari sudut matanya. Saat hampir putus asa, akhirnya dia menemukan Siwon sedang berjalan  menuju ke ruangan tempatnya di rawat. Tanpa pikir panjang, Tiffany langsung menghambur ke pelukan Siwon.

“Oppa? Kau dari mana saja? Aku mencemaskanmu. Aku pikir kau pergi meninggalkanku lagi.” lirih Tiffany dalam pelukan Siwon.

Sedangkan Siwon yang terkejut dengan aksi tiba-tiba Tiffany, hanya bisa terpaku. Ia bingung, kenapa yeoja itu memeluknya dan memanggilnya dengan sebutan oppa. Namun, ia terus membiarkan hal itu sampai sang yeoja kembali tenang. Tak dapat dipungkiri, Siwon merasakan kehangatan yang sepertinya sudah lama ia rindukan. Feromon dari yeoja yang kini memeluknya terasa sangat familiar dan entah kenapa ia sangat menyukainya. Siwon ingin sekali membalas pelukan yeoja itu, namun ia merasa tidak pantas melakukannya pada yeoja yang bahkan ia tidak tahu namanya. Mereka berpelukan, lebih tepatnya Tiffany memeluk Siwon cukup lama. Membuat Siwon mulai tak nyaman dengan perlakuan Tiffany. Perlahan ia membuat jarak antara tubuh mereka. Membuat Tiffany mendongak menatap matanya.

“Oppa,,,Jangan tinggalkan aku lagi. Jebal,,,” lirih Tiffany. Ia membelai rahang Siwon dengan lembut. Tak elak Siwon pun memejamkan matanya merasakan sentuhan jemari Tiffany. Namun ia langsung tersadar dan menurunkan tangan Tiffany dari wajahnya.

“Wae? Kenapa anda melakukan hal ini padaku agashi? Kenapa kau memelukku dan memanggilku oppa?” Tanya Siwon hati- hati.

Tiffany terperangah.

“Kenapa Oppa berkata seperti itu?”

“Mianhae. Aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu. Tapi, aku sama sekali tidak mengenalmu. Jadi, tolong jangan lakukan itu. Seolah- olah aku adalah kekasihmu. Aku merasa sangat tidak nyaman dengan perlakuanmu.”

Tiffany mencelos. Bagaimana mungkin Siwon bisa berkata tidak mengenalnya. Bahkan mereka dulu lebih dari sekedar saling mengenal. Mereka saling mencintai.

“Op—pa, ti-tidak mengenalku?”

Siwon menggeleng.

“Oppa, jebal. Jangan berkata seperti itu. Jangan berpura- pura. Jangan membuat alasan untuk meninggalkanku lagi. Hiks, hiks, hiks,,,”

Tiffany menangis lagi. Ada rasa sakit terselip di benak Siwon saat melihat gadis yang berdiri dihadapannya kini mulai meneteskan air mata. Tentu saja, siapa yang tidak sedih saat kekasih yang selama ini menghilang dan kini telah kembali namun justru ia berkata tidak mengenalnya.

Siwon membisu dengan sejumlah pertanyaan dalam pikirannya. Berusaha mencerna keadaan apa yang sebenarnya terjadi saat ini.

“Agashi, mianhae. Tolong jangan menangis. Dengarkan aku dulu, jebal.”

Siwon memegang pundak Tiffany. Berusaha menenangkan  yeoja itu. Perlahan, Tiffany pun menghentikan tangisannya. Ia menunggu Siwon melanjutkan perkataannya.

“Begini,,,”Siwon mengambil nafas sejenak sebelum melanjutkan,”dua tahun lalu, aku mengalami kecelakaan. Dan akibatnya, aku menderita amnesia. Aku melupakan semuanya. Keluargaku, teman- temanku, bahkan namaku sendiri. Jadi, kalau pun dulu aku pernah mengenalmu, mian. Saat ini aku tidak dapat mengingatmu.”

Tiffany terdiam. Mencoba mencerna kalimat- kalimat Siwon.

“Agashi, sekali lagi aku min—“

“Tiffany. Namaku Tiffany. Dan— aku adalah kekasihmu.” Ucap Tiffany sambil menatap Siwon dalam. Berusaha meyakinkan Siwon agar percaya pada pengakuannya.

“Mwo?” Siwon sepertinya sangat terkejut.

“Itu idak mungkin.”

“Kenapa oppa bilang tidak mungkin? Kita sudah menjalin hubungan selama enam bulan. Bahkan kita hampir menikah.”

“Tolong berhenti memanggilku oppa. Pertama, benar aku hilang ingatan dan melupakan semuanya. Tapi, aku berada di tengah- tengah keluargaku saat aku terbangun di rumah sakit di Los Angeles, California. Dan mereka sama sekali tidak pernah menceritakan tentang dirimu padaku. Kedua, aku belum pernah ke negara ini sebelumnya. Baru tiga hari aku menginjakkan kakiku di Seoul. Jadi, mungkin yang kau maksud adalah orang lain. Bukan aku.”

“Aku tidak mungkin salah.”

“Bagaimana kau bisa yakin?”

“Ikut aku. Aku akan membuktikan kalau kau adalah Siwon oppa-ku.” Kata Tiffany penuh keyakinan. Siwon pun menurut. Ia juga sangat penasaran dengan pengakuan yeoja yang bernama Tiffany itu. Apa benar mereka sepasang kekasih sebelum Siwon hilang ingatan? Kenapa keluarganya tidak pernah mengatakan tentang hal itu? Siwon hanya ingin tahu kebenaran. Entah dia harus percaya pada Tiffany atau keluarganya.

Tiffany mengajak Siwon kembali ke ruangannya. Lalu ia mengambi ponselnya dari dalam tas miliknya. Ia melihat tujuh belas panggilan tak terjawab dan 12 pesan masuk. Namun Tiffany tidak menghiraukannya. Ia langsung membuka menu gallery foto yang menyimpan file- file fotonya bersama Siwon.

“Lihat ini.” Tiffany memberikan ponselnya kepada Siwon.

Siwon memerhatikan satu persatu foto Tiffany bersama namja yang sangat mirip dengan dirinya. Ia tidak ingin membantah, tapi kenyataannya adalah Siwon tidak bisa meyakinkan pada dirinya sendiri bahwa namja dalam foto itu adalah betul- betul dirinya.

“Wajahnya sangat mirip denganku. Tapi, bukan berarti kami adalah orang yang sama. Aku pernah dengar sebuah teori bahwa di dunia ini ada 6 orang yang memiliki kemiripan wajah meskipun tidak ada hubungan darah. Itu bisa saja terjadi padaku dan namja ini.”

“Aku tau. Tapi aku tidak mungkin salah.”

Tiffany mendekati Siwon. Ia menatap dalam mata elang milik Siwon. Siwon menunggu. Ia tidak tahu apa lagi yang akan dilakukan Tiffany berikutnya.

Sedangkan Tiffany terus mengeliminasi jarak mereka hingga cukup dekat. Lalu ia mengarahkan tangannya ke barisan kancing kemeja rumah sakit yang dikenakan Siwon. Otomatis Siwon menahan tangan Tiffany.

“Apa yang ingin kau lakukan?” sergah Siwon.

“Hanya memastikan ada bekas luka di bahu kiri oppa.”

“Ba—gaimana kau tahu?”

“Dan bukan hanya di situ. Masih ada lagi di sini.” Tiffany menyingkap kemeja yang dikenakan Siwon dan meraba sebuah goresan yang tercetak di pinggang sebelah kanan namja bertubuh atletis itu.

Kali ini Siwon tidak menahan tangan Tiffany. Ia membiarkan yeoja itu meneruskan pembuktiannya.

“Oppa juga mempunyai sebuah tahi lalat di belakang telinga kanan oppa. Tahi lalat itu tak bisa terlihat, hanya bisa disentuh. Dan aku sering menyentuhnya saat kita berciuman.”

Tiffany menyentuh bagian belakang telinga Siwon dengan ibu jarinya. Tepat pada tahi lalat yang ia ceritakan tadi. Semua yang dikatakan Tiffany benar, pikir Siwon. Tapi, yang ia tidak mengerti, kenapa keluarganya tak pernah cerita soal Tiffany. Apakah keluarganya tidak tahu dengan hubungan mereka? Atau, apakah cinta mereka tak direstui?

Banyak pertanyaan dibenak Siwon yang membuatnya berusaha mengingat- ingat masa lalunya. Ia memaksa otaknya untuk mengingat masa lalunya lagi. Hal itu membuatnya mual dan merasakan sakit yang luar biasa pada kepalanya.

“Akhhhh!!!” pekik Siwon tiba- tiba sambil memegang kepala dengan kedua tangannya. Ia kehilangan keseimbangan hingga terduduk di lantai.

Tiffany panik melihat keadaan Siwon.

“Oppa? gwaenchana?”

“Akhhh, kepalaku sakit sekali.” Jerit Siwon.

“Aku akan panggilkan dokter. Kau harus bertahan.”

***

 

Seunghyun sampai di rumah sakit. Dengan sedikit berlari, Seunghyun menuju ruangan yang diberitahukan oleh Siwon.

“108, ini dia.”

Setelah menemukannya, Seunghyun langsung masuk ke dalam ruangan itu. Tapi, yang dijumpainya hanya ruangan dengan tempat tidur yang sudah kosong. Ia menelusuri seluruh penjuru ruangan sampai ke kamar mandi, namun hasilnya nihil. Tak ada satupun tanda keberadaan Siwon di ruangan itu. Mungkin saja Siwon  salah menyebutkan nomor kamarnya, pikir Seunghyun. Ia pun segera menuju ke resepsionis untuk memastikannya.

“Anneyong, aku mencari pasien yang bernama Choi Siwon yang baru masuk tadi sore.“

“Anda siapa?”

“Aku Choi Seunghyun. Kakaknya.”

“Sebentar.”

Perawat yang berdiri di belakang resepsionis memeriksa daftar nama pasien melalui komputer.

“Pasien Choi Siwon baru saja dibawa ke ruang tindakan.“

“Mwo? bisa tunjukkan padaku dimana tempatnya?”

“Ikuti saja lorong ini. Lalu belok ke sebelah kanan.”

“Nde. Gamshamidha.”

Setelah berterima kasih, Seunghyun langsung menuju tempat yang ditunjukkan oleh perawat tadi. Sesampainya di depan ruangan yang dituju, Seunghyun melihat Tiffany sedang duduk di kursi tunggu.

“Tiffany-sshi?” Tanya Seunghyun heran. Tiffany menoleh saat namanya disebut. Ia pun tak kalah kaget bisa bertemu Seunghyun di rumah sakit tengah malam seperti itu.

“Presdir Choi? Apa yang Anda lakukan di sini?” Tanya Tiffany.

“Aku ingin men— “ belum sempat Seunghyun menjawab pertanyaan Tiffany, dokter yang menangani Siwon keluar dari ruangan.

“Keluarga Choi Siwon?”

“Nde.” Jawab Seunghyun dan Tiffany bersamaan. Keduanya pun saling melihat dengan tatapan terkejut.

“Kalian keluarganya?”

“Aku hyungnya” “Aku tunangannya”

Keduanya saling menatap lagi.

“Sebaiknya kalian ikut ke ruanganku.” Kata dokter sebelum Tiffany sempat melayangkan pertanyaannya kepada Seunghyun.Mereka berdua pun mengikuti dokter ke ruangannya. Rasa penasaran terhadap hubungan masing- masing dengan Siwon, mereka pendam sementara demi mengetaui keadaan Siwon saat ini.

“Apa Siwon-sshi pernah mengalami kecelakaan sebelumnya?” Tanya dokter.

“Nde. Dua tahun yang lalu.” Jawab Seunghyun.

“Apa dia menderita amnesia?”

“Benar, uisanim. Apa ada masalah dengan itu?”

“ Ada kontraksi pada jaringan syaraf memorinya. Mungkin karena Siwon-sshi memaksa otaknya untuk bekerja teralu keras mengingat masa lalu yang hilang dari ingatannya.” Jelas dokter.

“Jadi, apa yang harus saya lakukan dokter?”

“Jangan membuatnya memaksakan diri untuk mengingat. Itu sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawanya. Biarkan dia mengingat masa lalunya secara perlahan. Itu lebih baik. Bahkan jika Tuhan mengijinkan, dia akan mengingat kembali dengan sendirinya.”

“Gamshamidha uisanim. Saya akan menjaganya baik- baik.” Tutur Seunghyun sebelum pamit dari ruangan sang dokter.

Sedangkan Tiffany, ia hanya bungkam sambil memperhatikan Seunghyun dan setiap pertanyaannya dan kekhawatirnnya terhadap Siwon. Ia tidak pernah mendengar Siwon menceritakan tentang Seunghyun sebelumnya. Dan sekarang, dengan tegasnya Seunghyun mengaku kalau dia adalah hyung-nya. Dia juga tahu kalau Siwon mengalami amnesia karena kecelakaan dua tahun yang lalu. Mendengar itu semua membuat Tiffany pusing. Ia tidak mengerti dengan kenyataan yang sedang ia hadapi saat ini.

Selain Tiffany, Seunghyun tak kalah terkejutnya mendengar Tiffan mengaku sebagai tunangan Siwon. Padahal, ia sempat menyukai gadis itu. Mungkinkah Tiffany adalah kekasih Siwon dulu sebelum dia amnesia. Tapi dimana Tiffany saat Siwon kecelakaan? Kenapa gadis itu tak bersamanya. Apa Tiffany ada hubungannya dengan kecelakaan yang menimpa Siwon?

Seunghyun dan Tiffany keluar dari ruangan dokter. Mereka punya banyak pertanyaan di benak masing- masing.

“Tiffany-sshi, ada yang ingin kutanyakan padamu.”

“Aku juga.”

Drrt…drrt….

Sebelum Seunghyun mulai bicara, ponselnya berdering. Ia merogoh sakunya dan melihat nama pemanggil yang tertera di layar ponselnya. Ia mengerutkan dahi. Namun memutuskan untuk menerima panggilan itu.

“Maaf, aku harus mengangkat telepon dulu.”

“Silahkan.”

***

 

Seorang yeoja keluar dari pintu kedatangan di bandara Incheon. Ia tampak kesal karena pesawat yang ditumpanginya baru bisa mendarat tepat tengah malam. Ini akibat cuaca buruk yang menimpa hampir seluruh wilayah di Korea Selatan. Walaupun tengah malam, keadaan bandara cukup ramai. Karena banyaknya penundaan yang terjadi baik untuk pesawat yang akan take off ataupun landing.

Yeoja dengan kulit putih mulus dan tinggi badan semampai bak model itu berjalan menuju lobi bandara dengan sisa kelelahan yang masih dirasakannya. Kemudian ia terlihat menghubungi seseorang.

‘Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi. Cobalah beberapa saat lagi’

Ia mengerutkan kening. Bukannya suara kekasihnya yang ia dengar, malah operator yang menjawab teleponnya. Ia pun segera menghubungi nomor lain dari list kontaknya. Setelah tersambung, yeoja itupun tersenyum lega.

“Yeoboseo, oppa. Aku di Incheon Airport sekarang. Aku sudah menelpon Siwon oppa. Tapi nomornya tidak aktif. Bisakah salah satu dari kalian menjemputku? Aku takut kalau harus naik taksi tengah malam begini. Iya, aku salah tidak memberitahu kalian sebelumnya. Aku sengaja ingin membuat kejutan. Lagi pula Ahjummeoni sendiri yang menyuruhku kemari untuk menjemput Siwon oppa. Ne. Aku tunggu sekarang ya. Bye.”

Setelah mematikan ponselnya, yeoja itu berjalan menuju coffee shop yang berada di dalam bandara. Ia memesan secangkir Americano dan menikmatinya di sana.

“Siwon oppa, aku tidak sabar bertemu denganmu. Rasanya sangat berat berpisah denganmu walaupun hanya satu minggu. Nan bogoshippoyo,,,” Gumamnya. Lalu ia memperhatikan cincin yang tersemat di jari manisnya sambil tersenyum. Ia mengingat moment saat ia bertunangan sebulan yang lalu dengan namja yang ia sebut namanya itu.

Di rumah sakit, Seunghyun menuju ke ruangan tempat Siwon dirawat setelah mengakhiri sambungan teleponnya. Saat sampai di lorong tempat ruangan Siwon berada, ia melihat Tiffany berlari menghampirinya. Tubuh gadis itu penuh peluh. Dan nafasnya juga terengah- engah. Seperti habis melakukan lari marathon.

“Seunghyun-sshi,,,”

“Igeu mwoya? ”

“ Siwon  oppa tidak ada di kamarnya.”

“Mwo? Bukankah dia belum sadar? Bagaimana ini bisa terjadi?”

“Aku juga tidak tahu. Saat kau menerima telepon, aku kembali ke ruangannya untuk melihat keadaannya. Tapi, dia tidak ada di tempat tidurnya. Aku dan dua orang petugas rumah sakit sudah mencarinya. Tapi Siwon oppa tidak ditemukan di mana pun.”

“Di luar masih hujan. Tidak mungkin Siwon pergi keluar sendirian dengan keadaannya yang lemah.”

“Lalu kita harus bagaimana?”

“Kita lapor polisi. Bisa jadi Siwon diculik.”

“Diculik?”

***

 

Di sisi lain kota Seoul, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi membelah hujan yang masih mengguyur kota itu. Suara petir yang membuat siapapun akan menutup telinga mendengarnya, tampak tak mengusik sang pengemudi. Ia terus melaju dengan membawa seorang namja dengan pakaian rumah sakit tergeletak di kursi penumpang. Sang pengemudi sangat fokus pada jalan yang memang melewati beberapa medan yang cukup berbahaya. Tikungan, serta lubang- lubang tak terlihat karena genganan air membuatnya harus mengemudi dengan ekstra hati- hati. Sampai ia tak menyadari kalau Siwon, namja yang berada di kursi penumpang sudah bangun dari pingsannya. Menyadari dirinya berada di sebuah mobil yang tidak ia kenal dan kedua tangan yang terikat, Siwon memikirkan cara agar ia bisa keluar dari mobil itu tanpa membahayakan nyawanya. Ia berpura- pura masih belum sadarkan diri sampai pengemudi mobil itu menghentikan mobilnya di depan sebuah gudang di pinggiran kota Seoul. Pengemudi mobil pun turun kemudian membuka pintu belakang untuk menurunkan Siwon. Namun, dia malah mendapat tendangan dari kaki Siwon yang tidak diikat. Alhasil, pengemudi mobil itu pun terjerembab ke tanah. Siwon bangun dan berusaha pergi dari tempat itu. Tapi saat ia turun dari mobil dan hendak berlari, kakinya dipegangi oleh penjahat yang terjatuh tadi. Ia pun menendang si penjahat dengan satu kakinya lagi yang masih bebas, lalu berlari dengan sekuat tenaga meninggalkan tempat itu. Sampai di persimpangan jalan, ia dikagetkan dengan sinar lampu sebuah mobil yang menuju ke arahnya dan hampir menabraknya. Ia pun refleks menjerit dan menutup mata dengan kedua tangannya yang masih terikat.

Sepersekian detik kemudian, mobil itu berhenti tepat sepuluh senti dari tempatnya berdiri. Sedangkan dari arah belakang, mobil yang tadi membawanya ke tempat itu juga melaju ke arahnya. Lalu berhenti tepat di belakangnya. Sekarang ia dihimpit oleh dua mobil itu. Sadar tak dapat berbuat apa pun, Siwon hanya menunggu apa yang akan dilakukan kedua orang penjahat yang mulai turun dari mobilnya masing- masing.

“Anneyong, Siwon-sshi. Aku hampir tidak percaya saat Chansung memberitahuku bahwa kau masih hidup.” Ujar orang yang turun dari mobil yang berada di depan Siwon.

“Siapa kau? Aku tidak mengenalmu.”

“Ha,ha,ha,,, jadi kau tidak ingat aku? Junho-ya, sepertinya kita harus membuat dia ingat pada kita. Tidak akan menyenangkan jika kita menghabisi orang linglung.”

“Itu benar, hyung. Aku juga ingin memberi pelajaran padanya yang sudah menendangku tadi.” Jawab Junho, namja yang membawa Siwon dari rumah sakit.

“Jja, kita buat namja pelupa ini ingat pada kita.”

Keduanya masuk ke dalam mobil masing- masing. Kemudian mereka memundurkan mobil mereka. membuat jarak dengan tempat Siwon berdiri. Siwon tak tahu apa maksud mereka. Yang jelas, saat ini kedua orang itu tengah menyalakan mobil mereka. Sorot lampu dari kedua mobil itu menyilaukan mata Siwon. Dengan gerakan drift, kedua namja itu memutari Siwon dengan mobil mereka.

Apa sebenranya yang mereka inginkan dariku?

Apa ini ada hubungannya dengan masa laluku dan yeoja bernama Tiffany itu?

Siapa aku sebenarnya? Siapa Choi Siwon yang dulu hidup di ragaku?

Siwon terus bertanya pada hatinya sendiri. Mulutnya sudah tak dapat bicara lagi karena kedinginan akut yang dialaminya. Dan sekarang ia harus bertahan di dalam lingkaran setan yang dibuat oleh dua orang penjahat itu. Suara decitan ban, cipratan air, cahaya lampu mobil, serta guyuran air hujan dan angin, terus menyerang Siwon. Dengan kondisi yang masih lemah, tentu saja keadaan itu sangat menyiksa Siwon. Ia terus mencoba bertahan dari semua siksaan itu. Tubuhnya yang sudah basah, kotor dan kedinginan, membuat kepalanya terasa berputar- putar. Dan saat itu juga, muncullah bayangan- bayangan dalam kepalanya. Seperti sebuah flashback film masa lalunya yang diputar dalam otaknya. Siwon melihat semua bayangan itu satu persatu tampil di layar memorinya. Bayangan tentang keluarganya, Tiffany, Presdir Hwang, Chansung, dan kedua orang yang kini menyiksanya dengan cara yang sama seperti dua tahun lalu, Junsu dan Junho yang menamakan diri mereka Jun Brothers. Siwon ingat semua itu sekarang.

 

 

To be Continued…

 

Haah!!! (Ngucek mata)

 Akhirnya part 2 rampung.

Aku mau ngucapin terima kasih banyak buat readerdeul yang udah mengapresiasi ff Rain part 1 kemaren.

Sumpah,,,seneng banget dapat respon sebanyak itu. Mudah2an itu tulus dari hati para reader semua yang bener2 mencintai SiFany dan ff yang aku buat tentang mereka.

Dan aku harap kalian ga kecewa sama part 2 ini dan part- part selanjutnya nanti.

Support dari kalian adalah semangat buat para author Sifany’s Island termasuk aku sendiri untuk terus nulis sehingga dapat dinikmati oleh readerdeul semua.

Keep coment, like, and then…

 I’ll be right back.

Gumawo <<<<

 

 

 

 

 

183 thoughts on “Rain Part 2 [Who am I]

  1. Huaaaaah , akhirnya di post juga lega deh thor. Kenapa tbc sih thor lagi seru serunya tuh . Makin keren ceritanya, buat penasaran kenapa dengan chansung? Dendam apa yg dimiliki oleh jun? Aah pokoknya cepetan ya thor . Trus cewek yg ada di airport siapa? Kok tunangan? Trus hyungnya Siwon kok gatau tiffany sih? Pensaran nih thor, harus post secepatnya ya thor😉 Keep writing!

  2. baca ff ini lagi dan bs buat mood aku yg tadi nya jelek skrg lebih baik ^^
    aa ya thanks banget buat admin nya nih :))
    rain part 3 can’t wait ><

  3. mungkin admin bakalan bosen liat komen nya aku trus di ff ini🙂
    tapi emang bener2 aku suka banget sm ff rain ini <33
    selanjutnya part 3 ya min^^
    di tungguin deh :p

  4. Chansung jahat ya disini. Aaaa ada junbros, junbros ngikut chansung. Dan hyung nya siwon sendiri juga naksir tiffany, tiffany diperebutkan banyak namja ihiy. Next part ditunggu ya author, semangat!!

  5. jdi pnyebab kcelakaan dan amnesia t chansung CS. huh,brmuka dua t org. dhdpan fany aj baik.
    emg pnybb konflik yg “lumayan” rumit ini krn cinta smua ??
    khusny krn fany..

    next kilat ya… ak pnasaraan am cwe yg tunangan am siwon
    trus gmna reaksi siwon stlh smua ingatanny kmbli

  6. Untung siwon gak kenapa-napa.tapi kasian siwon gak kenal fany,setelah sadar dari pingsannya.
    Ternyata siwon amnesia setelah kecelakaan 2thn yg lalu,ya pantas aja gak kenal fany dan juga dirinya sendiri[Who am i].ooo……ternyata 2thn yg lalu fany adalah tunangan siwon dan sifany hampir aja menikah.ehhh……ternyata yg menculik siwon itu chansung dan juga kaitan kecelakaan 2thn yg lalu,ya chansung kenapa jahat sih.harap siwon segara ingatan pulih kembali dan mengingat semua kejadian yg menimpanya dan ingat akan fany.Amin.penasaran dengan yeoja yg bertunangan dengan siwon yg sekarang,tapi fany bagaimana,apakah sifany harus berpisah?
    Penasaran thor,saya baca next partnya thor.
    Thanks ya thor ffnya.

  7. Ternyata Siwon oppa amnesia~ pantes lupa sama Tiffany eonni😵😢
    Lucu banget sih Jun brother… caranya sumpah ngakak!😄
    Kasian Tiffany eonni, cause Siwom oppa didn’t remember about Tiffany eonni. Anything about Hwang’s Family😢😦
    Penasaran kenapa Choi’s Family ga cerita tentang Tiffany eonni and Family ke Siwon oppa yang lupa ingatan??
    Next next next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s