Rain Part 1 [He’s back]

Rain_POSTER

Author:

Youngwonie

Cast:

Choi Siwon | Tiffany Hwang

Additional Cast:

Hwang Chansung | Choi Seunghyun

Genre:

Romance, sad, angst, action

Rating:

PG 15

Length:

Series

Disclaimer:

The cast are belong them self, parents and God. I just borrow their name for my story.

The story is mine, so don’t be a plagiator. Keep comment and like if you enjoy this story.

Warning : Typo

“Something happen when the rain is fall…”

_____ Rain Part 1 [He’s Back] _____

 

 

“Lembur lagi?”

Tiffany menghentikan aktivitasnya sejenak saat mendengar suara Hyoyeon yang sudah berdiri di samping mejanya dengan kertas- kertas dokumen di tangannya.

“Sepertinya begitu.” jawab Tiffany sekenanya.

“Lama- lama kau terlihat seperti dia.”

Tiffany mendongak.

“Beginilah caramu mengobati rindu padanya kan? Dengan menghadirkan sosoknya dalam keseharianmu. Tapi Tiff,,,”

“Stop. Aku sudah tahu kalimatmu yang selanjutnya.” Seketika Hyo terdiam. Jelas Tiffany tahu apa yang akan dikatakannya.

‘Lupakan dia. Lupakan namja itu.’

Bukan hanya Hyo yang sering mengatakannya berulang- ulang. Abeoji, Ahjumma, bahkan Chansung yang  biasanya tidak tertarik pada masalah percintaan, secara mengejutkan bisa berubah sangat protektif padanya.

“Tiff, gwaenchana?” Suara Hyoyeon mengagetkannya lagi.

“Eoh? Ye. Berikan itu padaku. Setelah itu kau boleh pulang.”

“Ini. Aku dan yang lainnya akan mampir ke Kona Beans. Kalau kau sempat, bergabunglah bersama kami nanti.”

“Akan kuusahakan.” Tiffany tersenyum. Hyo pun pamit. Dia bergabung dengan Jessica, Yuri dan Yoona. Tiffany sempat mendengar keluhan kecewa dari Sicca dan yang lainnya saat Hyo memberitahu mereka bahwa dia akan lembur lagi hari ini.

***

 

Tiffany baru saja keluar dari gedung kantor. Langkahnya  terhenti saat melihat tetesan air dengan volume cukup besar turun di langit Seoul malam itu.

“Hujan? Bagaimana aku pulang?”

“Bukankah ada aku?”

Tiffany terkesiap. Seorang namja sudah berdiri tepat di sampingnya. Namja itu membuka payungnya dan tersenyum pada Tiffany.

“Neo?!!”

“Ne. ini aku. Memangnya siapa yang kau harapkan? “ Ternyata orang itu adalah Chansung.

“Ani. Aku ha-”

“Aku tahu kau masih menunggunya.”Chansung memotong ucapan Tiffany.” Tapi untuk saat ini, dia tidak mungkin ada di sini untuk menjemputmu kan?”

Tiffany terdiam. Chansung benar.

“Kajja! Sudah malam, Abeoji pasti mencemaskanmu.”

“Neh.”

Tiffany berpayungan bersama Chansung menuju tempat parkir yang letaknya memang terpisah dari gedung kantor. Chansung mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan area gedung kantor mereka dengan kecepatan sedang. Ketika melewati halte bus, Tiffany melihat siluet seseorang yang tengah berdiri disana. Orang itu bertubuh  tinggi, dan Tiffany merasa tidak asing dengan sosok itu. Mungkinkah…

“Chansung, hentikan mobilnya.” Tiffany berteriak menyuruh Chansung menghentikan mobil. Chansung kaget, namun ia reflex mengerem mobilnya.

“Wae?”

Tiffany tidak menghiaraukan pertanyaannya. Setelah mobil berhenti, Tiffany langsung melepas sabuk pengaman dan keluar dari mobil.

“Tiffany…”

Chansung berteriak memanggilnya. Tiffany mendengarnya, namun pikirannya sekarang hanya menuju halte  dan memastikan kalau yang dia lihat memang ‘namja itu’. Tiffany berlari menuju halte  yang telah mereka lewati tadi. Sialnya, ada bus yang berhenti di sana. Orang itu pun naik ke dalam bus. Dan, kini Tiffany bisa melihatnya dengan jelas.

“Oppa…” Tiffany terpaku di tempatnya yang masih berjarak sepuluh meter dari halte. Antara percaya dan tidak, kini ia melihat orang yang selama ini hanya bisa ia temui dalam mimpinya. Tiffany tidak sadar kalau bus itu mulai berjalan. Dan akhirnya melewatinya.

“Andwae… Berhenti!!!” Tiffany berlari mengejar bus itu sambil berteriak seperti orang gila.

“Oppa…”

Tiffany bahkan tidak menghiraukan tubuhnya yang sudah basah kuyup karena kehujanan.

“Tiffany, apa yang kau lakukan?” Chansung rupanya mengejarnya. Ia menghentikan Tiffany yang berlari  mengejar bus itu.

“Jangan menghalangiku. Aku harus mengejarnya.”Tiffany meronta, berusaha lolos dari cengkraman Chansung.

“Kau sudah gila? Kenapa kau mengejar bus itu?” Chansung meneriakinya.

“Aku melihatnya…Ku mohon, biarkan aku mengejarnya Chansung.” Pinta Tiffany setengah menangis.

“Siapa yang kau lihat, hah?”

“Aku melihat  oppa…hiks..hiks…” Tiffany menangis, “Siwon oppa di dalam bus itu…” Tubuhnya lunglai. Ia terduduk di tanah. Mungkin ia sudah kelelahan karena berlari tadi. Chansung ikut berjongkok di hadapannya. Menatap Tiffany dalam.

“Kumohon, jangan seperti ini terus Fanny-ah…” Chansung memegang kedua pundak Tiffany.

“Kau harus percaya padaku. Aku benar- benar melihatnya.” Tiffany berusaha meyakinkannya.

“Sudahlah, ayo kita pulang. Kau bisa sakit jika kehujanan seperti ini.”

Sepertinya Chansung tidak mau ambil pusing. Ini bukan pertama kalinya Tiffany berhalusinasi telah melihat Siwon, kekasihnya. Karena kondisi Tiffany yang sangat lemah, Chansung pun menggendongnya menuju mobil. Tiffany hanya bisa pasrah. Ia yakin yang dilihatnya tadi adalah Siwon. Tapi kenapa Siwon tidak menemuinya jika ia berada di Seoul. Banyak pertanyaan berputar di benaknya. Sampai akhirnya Tiffany tertidur di dalam mobil.

***

 

“Kau sudah kembali?”

Seorang namja dengan kopi di tangannya menyapa namja lainnya yang baru saja memasuki rumah mewah yang mereka tempati.

“Neh.” Jawab namja itu sambil mendudukkan dirinya di sofa. Ia kemudian mengambil kamera dari dalam ranselnya lalu memeriksa hasil kerjanya seharian tadi.

“Bagaimana Seoul? Bagus bukan?” Namja yang sedang meminum kopi ikut bergabung di sofa.

“Kau benar, Hyung. Kota ini sangat indah. Dan…” ucapan namja itu menggantung. Membuat hyung-nya jadi penasaran.

“Dan…?”

“Ah, ani. Sebaiknya aku mandi dulu.”

“Ya sudah. Aku juga mau istirahat di kamar.” Namja yang dipanggil  Hyung itu pun bangkit dari sofa menuju kamarnya. Namun ia berbalik sebelum membuka pintu.

“Oh ya Siwon, kalau kau mau makan, Song Ahjumma sudah menyiapkannya di meja.”

“Ne, Hyung.”

Siwon pergi ke kamarnya. Namun niatnya semula untuk mandi tidak ia teruskan. Ia membuka kembali hasil foto pada kameranya. Beberapa kali ia menekan tombol next pada beberapa foto dan akhirnya ia berhenti pada foto seorang yeoja yang diambilnya saat menunggu bus di halte di depan sebuah gedung kantor.

Flashback.

Sudah hampir jam sepuluh malam dan turun hujan. Siwon bermaksud pulang setelah seharian berkeliling kota Seoul sambil memotret objek yang menurutnya menarik. Saat menunggu bus, Siwon melihat seorang yeoja yang baru keluar dari kantornya. Yeoja itu terlihat kaget saat mengetahui sedang turun hujan malam itu. Tanpa sadar Siwon sudah mengarahkan kameranya pada yeoja itu dan berhasil mengabadikan ekspresi kaget dan kecewa dari yeoja tersebut yang menurut Siwon sangat menarik. Tidak berapa lama seorang namja menghampiri sang yeoja. Mereka kelihatan akrab, dan entah mengapa Siwon tidak senang melihatnya. Siwon masih memperhatikan mereka sampai mereka berdua berpayungan meninggalkan tempat itu. Siwon tersenyum getir.

‘Apa yang kupikirkan? Mungkin saja mereka sepasang kekasih. Kenapa aku harus ‘tidak suka’?.

Tapi Siwon tidak bisa mengingkari ada gemuruh dalam dadanya yang ia sendiri tidak mengerti kenapa. Siwon memegang dada kirinya.

‘Kenapa rasanya seperti ini?’

Sebuah bus berhenti di depannya. Siwon tersadar, kemudian ia langsung masuk ke dalam kendaraan itu. Ia memilih duduk di bangku belakang. Setelah duduk, ia memasang headset di kedua telinganya. Mendengarkan musik sambil memejamkan mata tanpa memikirkan hal- hal yang terjadi di sekitarnya. Ia pun tak menyadari saat ada seorang yeoja yang tengah berlari mengejar bus yang ditumpanginya.

Flashback off.   

“Apa kita pernah bertemu di kehidupan sebelumnya? Kenapa wajahmu begitu familiar?”

Drrt…drrtt…

Siwon menyambar ponselnya yang tergeletak di nakas.

“Yeoboseo…”

“Neh, aku baik- baik saja eomma. Seunghyun hyung? Dia sedang di kamarnya. Ne eomma, aku akan kembali tiga hari lagi. I miss you too. Bye.”

Siwon meletakkan ponselnya kembali ke nakas.

“Sebelum aku kembali, apakah kita bisa bertemu lagi?” gumamnya pada foto yeoja yang sejak tadi dipandanginya sebelum akhirnya ia menuju kamar mandi.

***

 

“Ungh…”

Tiffany menggeliat dari tempat tidurnya. Ia pun menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya, kemudian bangkit dari ranjang berukuran King size miliknya. Masih jam delapan pagi. Namun bagi Tiffany, ia sudah sangat kesiangan. Chansung pasti sengaja mematikan alarmnya agar ia tidak bangun jam enam seperti biasa. Namun, Tiffany tidak berpikir untuk membolos hari ini. Ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berangkat ke kantor seperti biasa.

Satu jam kemudian, Tiffany sudah sampai di kantornya. Ia disambut dengan tatapan heran dari Hyoyeon.

“Kau masuk?”

“Wae?”

“Tapi tadi Direktur Hwang menyuruhku menggantikanmu rapat dengan Choi Group jam sepuluh nanti.”

“Aku sudah di sini. Jadi kita lakukan sesuai rencana semula.”

“Baiklah kalau begitu. Lagi pula rapat ini sangat penting. Jadi harus kau sendiri yang memimpinnya. Ku dengar Presdir muda Choi sendiri yang akan datang menghadiri rapat nanti.”

“Benarkah?”

“Yang ku dengar seperti itu. Aku penasaran seperti apa tampangnya. Selama ini kan dia hanya mengutus Direktur Lee untuk menggantikannya.”

Tiffany mengangguk mengiyakan pernyataan Hyoyeon. Ia sendiri penasaran, apa ada alasan khusus mengapa Presdir Choi sendiri yang menghadiri rapat kali ini. Tiffany tidak mau berpikir macam- macam. Ia kembali fokus pada materi rapat yang akan dibawakannya nanti.

Beberapa menit kemudian, Tiffany dan Hyo sudah ada di ruangan rapat. Beberapa staff sudah hadir di ruangan itu. Kemudian muncullah Presdir Hwang, ayah Tiffany bersama Chansung di belakangnya. Tiffany dan Hyo serta para staff langsung memberi hormat pada mereka. Tidak berapa lama rombongan dari Choi Group datang. Seperti kabar yang beredar, kali ini Presdir Choi sendiri yang hadir ditemani Direktur Lee. Semua yang ada di ruangan itu membungkuk hormat pada Presdir muda tersebut. Siapa pun yang melihatnya pasti akan kagum padanya. Sosoknya tinggi besar, tubuh atletis, tampan dan berkharisma. Belum lagi ia termasuk salah satu pengusaha muda yang sukses bukan hanya di Korea melainkan di Eropa dan Amerika.

Choi Seunghyun, sang Presdir muda terus memperhatikan Tiffany selama ia melakukan presentasi. Ia terkesan karena Tiffany mampu membawakannya dengan sempurna. Ia sangat puas dengan presentasi Tiffany dan langsung menandatangani perpanjangan kontrak investasinya untuk Hwang Corp.

“Terima kasih atas kepercayaannya Mr. Choi.” Tuan Hwang bersalaman dengan Seunghyun setelah penandatanganan selesai.

“Tidak Mr. Hwang, kerja keras Anda dan seluruh staff Hwang Corp-lah yang memberikan keuntungan besar bagi kami.” Jawab Seunghyun ramah. Ia pun permisi untuk pamit dari kantor Hwang Corp. Semua staff memberi hormat sebelum ia pergi, termasuk Tiffany. Seunghyun melirik sekilas kepada Tiffany dan mata mereka bertemu saat Tiffany menegakkan badannya setelah membungkuk. Seunghyun langsung mengalihkan pandangannya saat menyadari hal itu. Ia beserta Direktur Lee dan tiga orang pegawai mereka pun akhirnya meninggalkan kantor itu.

“Sepertinya kau tertarik pada putri Tuan Hwang.” Ujar Direktur Lee pada Seunghyun saat mereka sudah berada di dalam mobil.

“Apa terlalu kelihatan?”

“Kau tidak pernah melihat seorang gadis dengan tatapan seperti tadi. Makanya aku bisa langsung mengetahuinya.”

“Kau benar Lee Ahjusshi. Aku belum pernah melihat gadis seperti dia. Cantik dan cerdas. Dia sempurna. Tapi aku melihat ada satu keanehan padanya.”

“Benarkah? Apa itu?”

“Senyumnya. Dingin. Itu kesan yang kulihat tadi. Mungkin itu hanya dugaanku. Tapi bagaimanapun ia tetap cantik.”

Direktur Lee terkekeh,” kau benar- benar sedang jatuh cinta rupanya.”

Seunghyun tersenyum. “Ya, aku memang telah jatuh cinta pada pandangan pertama.”

***

 

“Ini.” Chansung memberikan secangkir espresso pada Tiffany.

“Gumawo.” Tiffany mengambil cangkir itu dari tangan Chansung.

Mereka sedang berada di balkon yang terletak di lantai dua kantor mereka. Tiffany biasa menghabiskan waktu setelah jam makan siang di situ. Sambil menghirup udara segar dan memandangi jalanan kota Seoul.

Mereka membisu. Masing- masing sibuk menikmati minumannya. Sampai akhirnya Tiffany membuka suara.

“Aku benar- benar melihatnya semalam.” Gumam Tiffany. Chansung menghela nafas.

“Tiff,,,”

“Aku tidak berhalusinasi. Dia ada di sini.” Tiffany memutar posisinya menghadap Chansung. Chansung pun ikut menghadap ke arahnya.

“Kau yakin?”

Tiffany mengangguk lalu menghabiskan kopinya kemudian berjalan masuk  meninggalkan Chansung.

“Siwon sudah mati. Berhentilah menunggunya.” lirih Chansung dalam hati, sambil menatap punggung Tiffany yang mulai menjauh.

***

 

Siwon berdiri memandang gedung tiga lantai di depannya. Di tempat yang sama seperti semalam. Di halte bus. Entah mengapa kakinya membawa dirinya sampai ke tempat itu. Atau sebenarnya hatinyalah yang menyeretnya untuk ke sana. Ia malu mengakui kalau dia sudah terpesona oleh yeoja yang dilihatnya semalam. Ia ingin melihat yeoja itu sekali lagi. Sebelum ia meninggalkan negeri ginseng itu.

Sementara itu, Chansung yang masih berdiri di balkon melihat keberadaan Siwon di halte. Chansung menyipitkan matanya untuk meyakinkan dirinya bahwa yang dia lihat memang namja yang ia kenal dua tahun lalu. Chansung pun turun ke lantai dasar dengan tegesa- gesa. Ia sempat menabrak Yoona di lantai bawah. Sehingga berkas- berkas yang dibawa Yoona jatuh berserakan di lantai.

“Mian.” Ia langsung pergi setelah meminta maaf.

“Aish, dia pergi begitu saja. Dasar tidak sopan. Kalau saja dia bukan bos, aku pasti sudah menghajarnya.” Keluh Yoona.

Chansung sampai di halaman gedung. Tepat di seberang halte. Namun, orang yang dicarinya sudah tidak ada di tempat itu. Ia mengedarkan pandangannya ke semua penjuru. Hasilnya nihil. Sosok yang dilihatnya tadi sudah benar- benar menghilang.

“Kemana dia?” dengan nafas yang masih memburu Chansung hanya bisa berdiri memandang halte yang telah kosong itu. Setelah itu, Chansung merogoh saku celananya. Ia mengambil benda tipis berbentuk persegi panjang, lalu menekan- nekan layarnya dengan sangat cekatan.

“Hyungnim,,,” Chansung menghubungi seseorang.  “Dia kembali. Aku melihatnya di sekitar Hwang Corp.”

“Ne, kita harus mencarinya. Dia pasti masih berada di kota ini.”

Klik. Chansung menutup sambungan teleponnya.

****

 

Tiffany pergi ke gereja. Ia rutin ke gereja setiap hari selasa sore sepulang bekerja, bukan hari minggu. Karena pada hari selasa, gereja akan sepi. Belakangan ini ia tidak suka keramaian.

Hanya ada dua orang di gereja itu termasuk dirinya. Tiffany duduk di bangku ke dua dari belakang. Dari tempatnya, ia bisa melihat punggung orang yang duduk di bangku paling depan. Seorang namja yang mengenakan hoodie berwarna abu- abu.

‘Tuhan, jika dia memang ada di sini, pertemukanlah kami kembali.’

Setelah selesai berdoa dan menenangkan dirinya, Tiffany keluar dari gereja.

Hujan. Sayangnya ia tidak membawa mobil. Dan halte bus letaknya di seberang gereja.

“Huft…”Tiffany hanya bisa mendengus pasrah. Ia akan terlambat pulang jika menunggu hujan reda. Abeojinya pasti marah jika dia belum sampai rumah pada waktu makan malam. Belum lagi ceramah panjang dari Han Ahjumma yang harus dia dengar sepanjang malam.

Akhirnya Tiffany memutuskan untuk menerobos hujan. Ia melindungi kepalanya dengan tas Gucci miliknya.  Berlari kecil dari halaman gereja menuju jalan raya untuk menyebrang. Setelah melihat kanan kiri tak ada mobil, Tiffany pun meneruskan langkahnya. Namun,,,

Tiin…!!! Tiin…!!!! Tiin…!!!

Tiba- tiba sebuah truk dengan kecepatan tinggi datang dari tikungan melaju ke arahnya. Tiffany pun menjerit.

“AAAAAKKHHHH….”

Grep!!!

Sepasang lengan kekar menariknya sebelum bagian depan truk itu menyentuh tubuhnya. Tiffany dan orang yang menyelamatkannya terjatuh di trotoar dengan posisinya di atas tubuh orang itu. Waktu seakan terhenti bagi keduanya. Mereka masih bertahan dengan posisi itu. Sampai salah satu dari mereka membuka suara.

“Gwaenchana, Agasshi?” Tanya orang itu.

Tiffany yang masih syok perlahan membuka matanya. Ia lebih syok lagi melihat sepasang mata elang yang amat dikenalnya tengah menatapnya khawatir.

Mata yang sama. Wajah yang sama. Bedanya hanya pada jambang dan kumis tipis yang tumbuh di wajah yang dulu bersih dan mulus.

“Na-n…gwaen-cha-na” dengan terbata- bata Tiffany mengatakan kalau dirinya baik- baik saja. Ia tidak menyangka mereka akan bertemu dalam situasi seperti ini. Kekasih yang dirindukannya ada di hadapannya sekarang. Menyelamatkan nyawanya.

Sedangkan Siwon, orang yang menyelamatkan Tiffany, tersenyum penuh kelegaan setelah Tiffany menjawab pertanyaannya.

“Syukurlah kalau begitu.” Itu adalah kata terakhirnya sebelum Siwon tak sadarkan diri.

“Ya, gwaenchana? Oppa-ya ireona! Ireona!” Tiffany mengguncang- guncangkan tubuh Siwon. Matanya terbelalak seketika saat melihat tangannya berlumuran darah yang berasal dari kepala Siwon.

“Andwae…”pekik Tiffany.

 

To Be Continued….

 

 

 

 

 

 

222 thoughts on “Rain Part 1 [He’s back]

  1. Wah,masih bingung sama masa lalu sifany.knp siwon gak inget tiffany?sempet hilang ingatankah?curiga sama chansung nih thor.krn part 2-nya dah dpost,langsung baca lanjutannya deh..

  2. annyeong:))
    hehe aku readers baru nih. sesungguhnya aku suka banget ama apa yang berhubungan ama tiffany, akhir akhir ini aku jadi seneng baca fftiffany. nah aku search dan dapet blog ini.dan wow! tiffany fanfic semua bagaikan keajaiban ahehehe…

    well ff nya keren! aku suka dan iiih bete kenapa ya selalu berakhir dengan bergantung gitu jadi kepoo. aaaa siwon kenapa lagi bisa lupa ingatan? dan jangan sampai seunghyun suka tiffany nanti siwon patah hatii aaaa aku udah ga sabar baca part 2 nya ahehehe.

    keren! aku bakal jadi readrs setia di blog ini. salam kenal yaaa❤

  3. anyeong *bow..
    aku reader baru, salam kenal. sebenarnya nggak baru juga karna di blog sebelumnya aku pernah baca. tapi karna blog lama udah tidak terpakai makanya aku udah lama nggak baca blog berisi Sifany.
    dan ternyata secara ajaib nemu blog ini yang ternyata lagi adalah lanjutan blog sebelumnya..

    i’m sifany shiper..

  4. tiba2 kangen sm ff rain ini jd kepengen baca dr awal🙂
    makin dibaca makin kerasa feel nya <33
    btw siwon oppa ganteng dan cool banget ujan-ujanan gitu kekeke

  5. ok, ini ada kesalahpahaman sepertinya, terjadi sesuatu sama siwon jadi semua nganggep dia sudah mati apdahal belum, begitu? seunghyun jangan cinta sama tiff😦
    aigooo… mereka emang jodoh, ketemu lagi

  6. Wah,masih
    bingung sama
    masa lalu
    sifany.knp
    siwon gak
    inget tiffany?
    sempet hilang
    ingatankah?
    curiga sama
    chansung nih
    thor.krn part
    2-nya dah
    dpost,langsung
    baca
    lanjutannya
    deh..

  7. Ada apa dengan masa lalu fany?kenapa chansung gak percaya pada fany,kalo fany melihat siwon didalam bus,apalagi fany mengejar bus dalam keadaan hujan lagi,kasian fanny harus sampai basah kuyup.aiyoo…..fany hampir aja ketabrak truk,untung ada siwon yg menyelamatkan fany,tapi siwon terluka dikepalanya dan berdarah,please siwon dont die.
    Penasaran ama hubungan fany dan siwon dan juga masa lalunya fany.
    Mau lanjut baca next part thor,thanks ya thor ffnya.keep writing thor.

  8. Wow great moment i think…👍
    Berasa kayak nontom “dream high” pas Siwon oppa menyelamatkan Tiffany eonni😲😰😨
    Kok Siwon oppa dibilang udah meninggal sih??
    Penasaran dengan sosok Siwon oppa disini…😮😣😣
    Cepet ketemu sama Fany eonni, Won oppa kasihan eonni terus nunggu oppa. Nunggu itu ga enak lohh oppa*soktau
    Next next next

  9. tiffany kenal siwon tapi siwon ga. siwon ngelakuin hal” yang tanpa dia sadar ada hubungannya sama tiffany. cuma liat sekali dari halte sampe besoknya balik lagi. hatinya siwon kenal tiffany

  10. Crt yg menarik utk trs diikuti. ms ll yg sgt sulit dihlgkn dr hati kita terutm org yg kita cintai. ap ngjin siwon hlg ingatan? knp? bkn hny fany yg bertny to q jg….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s