(AF) 25 Minutes

25 Minutes

25-minutes
Author : WonTiff407801
Main cast : Choi Siwon
Hwang Tiffany
Support cast :  Andrew Choi
Find it in the story
Rating : PG-17
Genre : Sad, Angst, little Romantic
Lenght : OneShot
Summary :  If I can catch you again, 25 minutes too late
Disclaimer : All cast belong to their self and God. I just borrow their name and character to support my story.
Annyeong readersdeul tercinta~ aku kombek/? Bawa FF ini.. Enjoy🙂

-Siwon Pov-
Kupikir, 5 tahun sudah cukup lama untukku memikirkan masak-masak pilihanku ini. Aku akan menjadikan dia, mantan yeojachinguku, untuk menjadi milikku selamanya.
Aku menaiki audi hitamku, menelusuri jalanan Seoul untuk mencari Tiffany. Aku.. Ingin mengatakan perasaanku yang sebenarnya pada Tiffany. Entahlah, kali ini aku sangat yakin dengan pilihanku.
“Tiffany, neo eodiga??” Gumamku dalam hati, sambil tetap mencari sosok yang kurindukan selama ini.
Aku mengelilingi kota Seoul sudah hampir satu jam namun aku belum kunjung bisa menemukan sosok yang kurindukan itu. Tiffany, neo eoddiga?
Sepertinya, aku belum mencari ke 1 tempat. Yap, tempat favorit Tiffany, taman Seoul. Aku menginjak gas audi hitamku ini lalu mencari sosok yang kurindukan selama ini
Aku sudah sampai di taman Seoul ini. Kuedarkan pandanganku mencari sosok yang selama ini memenuhi relung hatiku. Disana!! Tif.. Fany….
Dia tampak bahagia dengan gaun putih selutut yang membalut tubuh mungilnya. Tuhan, dia sangat cantik, namun siapa namja yang berada disampingnya? Apa dia yang membuat Tiffany bahagia selama 4 tahun belakangan ini? Dengan pikiranku yang masih kalut, aku menghampiri si empunya eyesmile itu
“Annyeong, Tiffany-ah..” Kutepuk bahunya pelan
“Ann.. Eoh?! Siwon oppa?! Aigoo, kau semakin tampan saja!!” Aku tersenyum miris mendengar pujiannya itu
“Chagi, nuguya?” Seorang namja berperawakan sepantaran denganku, yang sedari tadi mondar-mandir memberi salam pada tamunya kini menghampiriku dan Tiffany.
“Eoh Andrew oppa. Kenalkan, ini Choi Siwon, temanku. Siwon oppa, ini tunanganku, Andrew Choi.” Aku lagi-lagi hanya bisa tersenyum. Sadarlah Choi Siwon, kau ini sedang sakit hati, jangan tersenyum!
“Siwon oppa? Siwon oppa?” Suara khas milik Tiffany mendengung di telingaku. Benar saja, dia sedang mengibas-kibas tangannya di depan wajahku.
“Ne.. Ne Tiff?” Ia tersenyum ketika aku memanggil namanya. Sungguh, walaupun 4 tahun kami terpisah, sihir Eyesmilenya masih dapat membuat dadaku menjadi berisik.
Aigoo, neomu yeppeo, Tiffany-ah..
Kini aku tersenyum melihat dia bersalaman dengan beberapa tamu. Sekarang bagianku sepertinya, dia dan ‘tunangan’nya menghampiriku sambil membawa box berisi boneka teddy bear bertuliskan : A & T .
Tiffany memberiku 1 box itu, kemudian berkata padaku..
“Oppa, gomawo sudah datang.” Dia menjabat tanganku hangat.
“Cheon Fany-ah. Eum.. Ada yang ingin kubicarakan denganmu..” Aku harus jujur. Choi Siwon, kau pasti bisa!
“Eoh? Tumben? Ahaha, ne oppa. Andrew oppa, kau bisa kan sendiri?” Tanya Tiffany pada namja yang sedari tadi memberi tatapan ‘aneh’ padaku.
“Oh. Arraso, hati-hati ne, nae Tiffanybaby..” Tiffanybaby.. Itu panggilan sayangku padanya ketika kita lebih dari seorang teman, ya, lebih.
“Arraso, nae Andrewnie~..” Hatiku mencelos melihat pemandangan yang sangat menusuk hatiku. Tiffany mencium pipi namja yang ia panggil Andrew itu. Aku menegadahkan kepalaku keatas, berusaha menahan krystal bening milikku ini.
“Kajja oppa!” Ajakan Tiffany membuatku sadar kembali.
Aku membawanya ke ujung dari taman ini, yang merupakan tempat favorit kami dulu. Ya, dulu.
Dia berhenti di depan sebuah pohon besar dan beralih memandanginya. Tepat di depan pohon inilah, aku dan Tiffany berjanji akan bersama selamanya.
“Jadi oppa? Apa yang ingin kau katakan?” Tanyanya tanpa sedikitpun melihat ke arahku

-Tiffany Pov-
Aku kaget ketika melihat Siwon oppa datang ke pesta pertunaganku. Namun, siapa yang mengundangnya?
Seperti biasa, dia masih sangat tampan. Terkadang, beberapa memori tentang kami -aku dan Siwon- bertebangan di kepalaku. Namun, lagi-lagi hanya berupa kekecewaan yang ada.
>> Flashback >>
” Oppa!! Siapa yeoja ini?! Dan, apa yang sedang kau lakukan di mall? Bukankah sedaritadi kau bilang padaku bahwa kau sedang berlatih taekwondo?! Jadi ini semua bohong belaka?! Aku kecewa padamu oppa.” Ucapku terengah-engah sambil menahan tangisku. Namun nihil, krystal bening itu mendesak keluar dari mataku.
“Fany-ah, ini tidak seperti apa yang kau li—”
“Cukup oppa!! Mulai sekarang, kita putus!! Jangan pernah lagi menemuiku!!!” Aku memutuskannya secara sepihak. Jujur, aku sangat kecewa padanya. Jadi, selama kami pacaran, dia berhubungan dengan wanita lain di belakangku? Sungguh munafik.
>> Flashback off>>

Lagi-lagi, memori itu. Aku belum bisa memaafkan Siwon oppa walaupun sudah 4 tahun kami kehilangan kontak. Rasa kecewa dan sakit hatiku tidak sebanding dengan permintaan maafnya walau dia sembah sujud padaku.

Siwon oppa memintaku untuk berbicara private. Aku tak tau apa yang ingin dia sampaikan, namun.. Dia membawaku ke tempat memori kami. Aku berjalan ke arah pohon besar yang menjadi saksi bisu janji kami.
“Jadi oppa? Apa yang ingin kau katakan?” Aku menanyainya tanpa melihat sedikitpun padanya.
Grep
Dia memelukku dari belakang. Pelukan yang hangat, tidak pernah berubah. Aku terdiam sesaat, sampai Siwon oppa mengeluarkan suaranya.
“Tiffany-ah, apa masih ada tempatku dihatimu?” Kini dia membalikan tubuhku agar berhadapan dengannya. Jarak wajah kami hanya terpaut sekitar sepuluh centimeter. Ada apa dengannya sebenarnya?
“Neo! Lepaskan.” Aku melepaskan tangannya yang kini bertengger di pinggangku. “Aku sudah bukan milikmu lagi.” Lanjutku dingin.
“Tiffany-ya, mianhae, mianhae..” Kini dia mulai menangis dihadapanku. Aish, ada apa sebenarnya dengan Siwon oppa?
“Wae oppa?” Kuhapus air mata yang mulai membentuk sungai kecil di pipinya menggunakan ibu jariku. Dengan cekat Siwon oppa menahan tanganku agar tetap berada di pipinya.
“Oppa, tolong lepaskan.” Ucapku dingin
“Mengapa kau lari meninggalkanku?” Tanyanya pelan
Aku terdiam, berusaha mencerna setiap kata yang keluar dari mulut namja bermata elang ini.

-25 minutes-

“Wae Tiff, waeyo?!” Dia menggucang tubuhku pelan, lalu beralih memukuli batang pohon tempat kami membuat janji 4 tahun yang lalu.
“Oppa!! Geumanhe!” Kata-kata itu keluar seenaknya tanpa kuperintah. Aku tidak suka melihat Siwon oppa yang seperti ingin menghancurkan kenangan kami.
Dia terduduk pelan dibawah pohon kenangan itu.
“Oppa, waeyo?” Aku berjongkok dihadapannya sambil memandang wajahnya sendu.
“Wae, kau meninggalkanku?” Aku terdiam menatap langit-langit kota tempat kelahiranku, Seoul.
“Oppa. Aku sudah menunggumu selama 4 tahun, jadi, 4 tahun selanjutnya tidak masalah buatku, namun, aku juga harus menjatuhkan pilihan pada namja pilihan appaku, oppa. Andrew oppa setia berada disisiku nyaris hampir 3 tahun, walau selama tiga tahun itu pikiranku hanya dipenuhi olehmu.” Ungkapku jujur padanya. Siwon oppa menunduk.
“Chagi-ya, mianhae. Jeongmal mianhae. Aku tak pernah bisa mengerti apa yang ada dipikiranmu, sementara aku hanya egois. Selalu memikirkan keinginanku.”
Aku bergumam pelan menyanyikan 1 lagu favorit saat kami masih berpacaran dulu
“I have died everyday, waiting for you. Darling don’t be afraid I have loved you for a thousand years, I love you for a thousand more..”
“Oppa, aku menepati janjiku saat kita berjanji tepat dibawah pohon ini oppa. Penantianku tidak pernah sia-sia. Jadi sekarang, oppa, carilah pendamping hidupmu yang lain, banyak yeoja-yeoja diluar sana yang lebih daripadaku oppa, dan jagalah dia sepenuh hatimu, cintai dia seperti kau mencintai dirimu sendiri oppa, sebagai contoh, Yoona-ssi, Sooyoung-ssi, mereka adalah orang-orang yang cocok untuk mendampingimu oppa, aku sudah sangat yakin, hidupmu akan terjamim kalau kau menikah dengannya.” Siwon oppa menatapku heran
“Oppa, jeongmal gomawo, kau sudah mengisi hari-hariku selama 1 tahun itu, dan terimakasih kau  selalu overprotektif padaku, melindungiku, menjaga, mencintaiku dengan sepenuh hatimu.”
“Fany-ah, apa kau sama sekali tidak mengingat apa yang kita janjikan dibawah pohon ini, 4 tahun yang lalu?” Daun-daun berguguran seiring angin meniup pohon itu.

>>Flashback>>
Cuaca dingin yang mulai datang seiring perubahan musim yang akan terjadi sepertinya tidak menganggu kegiatan pasangan yang sedang asyik bercanda ria dibawah naungan pohon besar di taman Seoul itu.

“Baby, kalau kita sudah menikah, kau ingin punya anak berapa?” Tanya namja yang duduk manis disamping yeojanya yang sedang mengkhayal.
“Hm, Siwon oppa. Ehm. Aku ingin 2..” Namja yang dipanggil Siwon oppa itu tertawa ringan mendengar jawaban yeojachingunya
“Kalau begitu, biar aku yang menggendong Fanybaby dan kau menggendong Siwon Junior. Bagaimana?” Yeoja disampingnya meletakan kepalanya di pundak Siwon secara perlahan, mencari posisi yang nyaman di pundak namja tegap itu
“Um.. Boleh..” Yeoja itu bergumam sambil tersenyum
“Bolehkah aku bernyanyi 1 lagu untukmu, Tiffany-a?” Siwon menatap gadis yang ia panggil Tiffany dengan tatapan berharap.
“Bernyanyilah oppa. Aku selalu mendengarkan.” Tiffany menutup matanya, mencoba menikmati suara namjanya, Siwon.
“So as long as I live I’ll love you, Will heaven hold you, You look so beautiful in white
And from now to my very last breath, This day I’ll cherish, You look so beautiful in white
Tonight, You look so beautiful in white, So beautiful in white
Tonight, And if a daughters what our future holds
I hope she has your eyes, Finds love like you and I did
Yeah, I wish she falls in love and I’ll let her go
I’ll walk her down the aisle, She’ll look so beautiful in white”

Clap clap clap!

Tiffany bertepuk tangan seusai Siwon menyanyikan lagu itu. Indah, menurut Tiffany.
“Tiffany, berjanjilah padaku baby, kau tidak akan meninggalkanku, selalu mencintaiku sepenuh hatimu, dan akan menjadi pendamping hidupku.”
“Arra oppa, I do. Kau juga ne?” Siwon mengangguk kemudian mencium kening Tiffany lembut
“Ahaha oppa, kau sangat romantis eoh, belajar darimana?” Tanya Tiffany sambil tersenyum
“Untukmu aku akan selalu mencarikan yang terbaik baby. Sekarang sudah sore, kajja kita pulang.” Ajak Siwon lembut sambil mengelus rambut hitam Tiffany yang tergerai indah
“Kajja” Tiffany mengangguk menuruti ucapan namjanya itu.

>>Flashback off>>

“Apa kau ingat Tiff?” Siwon kembali membuka pembicaraan yang sempat tertutup akibat keduanya mencoba untuk mengingat kembali apa yang sudah mereka lewati.
“Lucu sekali oppa, dulu kau mengatakan janji itu sedangkan kau sendiri yang mengingkarinya.” Aku tersenyum miris mengingatnya.
“Ah ya! Andrew oppa pasti sudah menunggu!!” Tiffany tersadarkan dari lamunannya.
“Oppa, terimakasih. Kuharap kau bisa melepaskanku untuk bersama Andrew oppa.” Tiffany memeluk Siwon erat, sebagai tanda terimakasihnya pada Siwon. Siwon membalas pelukan Tiffany hangat.
“Aku tidak akan pernah bisa melepaskanmu, Tiffany ah…” Batin Siwon, memandang punggung Tiffany yang mulai hilang dari pandangannya.

“Tiffany-a saranghaeyo…” Lirih Siwon sebelum ia benar-benar kehilangan kesadarannya dibawah pohon itu.

-25minutes-

-Normal Pov-

“Oppa! Oppa!! Irreona.. Irreona”
“Oppaa!!!!!!” Lengkingan suara gadis yang duduk disebelah pria ini mendengung sangat keras.
Namja yang diteriaki yeoja ini mulai membuka matanya perlahan, mengerjap-erjapkannya, membetulkan posisi duduknya.
“Wae.. Kau menganggu tidurku, Fany-ah..” Gerutu sang namja pada gadis disebelahnya
“Bukankah kau sudah berjanji akan menemaniku ke makam Siwon oppa?” Tanya gadis yang duduk disebelahnya
“Eoh? Eonje?”
“Now.” Balas gadis itu dingin
“Aku tahu, kau masih mencintai dia.. Kau mencintaiku tetapi tidak sebesar cintamu padanya.” Batin namja itu lirih.
“Arraso, arraso, cmon Fany-ah!” Ajak namja itu riang
“Ne! Andrew oppa jjang!” Namja yang dipanggil “Andrew” itu hanya menoleh sesaat pada Tiffany yang membawa buket bunga mawar putih, kesukaan Siwon.

-25 minutes-

Tiffany berjalan mendahului Andrew dengan riangnya. Kini, tampak sebuah batu nisan hitam mengkilap bertuliskan nama namja yang ia cintai selama 10 tahun ini, tempat peristirahatan terakhir namja yang sangat sangat ia cintai.

Tiffany mensejajarkan tingginya dengan tinggi nisan dihadapannya itu.

Our beloved son, friends, cousins, brother.
Choi Siwon.

Tiffany tersenyum getir melihat nama yang tertulis di batu nisan tersebut. Sekarang terlintas jelas apa yang terjadi sehingga namjanya benar-benar hilang dari hadapannya. Tidak, dari muka bumi ini.

>> Flashback >>

Siwon berjalan dengan gontai ke arah mobilnya. Tiffany menaruh curiga pada Siwon yang terlihat seperti orang mabuk. Tiffany berusaha keras membuang perasaan itu. Perasaan Tiffany mulai tidak enak ketika melihat Siwon masuk ke mobilnya dan membanting pintu mobilnya.
Tiffany mengedarkan pandangannya mencari sosok tunangannya, Andrew.

“Oppa, aku agak tidak enak badan. Kau lanjutkan dulu saja acaranya, aku ingin ke tenda dulu sebentar.” Pamit Tiffany pada Andrew. Andrew menatapnya dengan seksama.

“Mana yang sakit?” Andrew bertanya begitu lembut pada Tiffany.
Deg! Tubuh Tiffany seketika itu juga berkeringat dingin. Wajah Andrew terlihat seperti Siwon yang sedang mengkhawatirkannya.
Andrew menempelkan tangannya dikening Tiffany. “Ya, waeyo?”
Tiffany menelan ludah beberapa kali dan mengerjap-erjap matanya. Karena saat ini yang ia lihat adalah Siwon bukan Andrew.
“Op..pa.. Si… Ah, Andrew oppa! Aku duluan ne..” Tiffany menyadari kekeliruannya memanggil nama Siwon saat itu juga. Andrew hanya menatap heran pada Tiffany
“Aku tahu, rasa cintamu padanya tidak akan pernah bisa kudapatkan.” Batin Andrew memandang Tiffany yang kini duduk didalam tenda.

Tiffany membuka tasnya, dan mengambil sebuah foto berfigura. Didalamnya ada 2 insan yang tertawa lepas menikmati indahnya Sunset sore itu. Senyuman terbentuk dari sudut bibir Tiffany.
Cukup bagi dirinya, Tiffany meletakan figura itu. Entah ada apa, tangan Tiffany menyenggol figura itu hingga jatuh.
“Omo…” Tiffany menutup mulutnya, mencoba membuang pikiran buruknya. Dengan hati-hati Tiffany mengambil serpihan kaca figura itu dan membuangnya. Tiffany mencoba menahan tangisnya tatkala ia melihat foto Siwon robek akibat kaca itu. Perasaan Tiffany menjadi campur aduk. Antara takut, sedih, semuanya menyatu dalam benak si pemilik Eyesmile killer ini.

5 menit… Tiffany masih beku di tempatnya
10 menit… Tiffany mulai membersihkan kembali serpihan kaca itu
15 menit… Tiffany merasakan batinnya terguncang setelah foto Siwon jatuh
20 menit… Ia kembali terdiam, mengingat pertemuannya dengan Siwon tadi
25 menit…
JGAR!!! Spontan Tiffany menutup telinganya mendengar suara sekeras itu. Tak lama, banyak suara klakson, decitan ban, mendominasi setelah suara tabrakan itu terjadi.
Tiffany berlari mendekati asal suara tersebut. Terdengarlah isak tangis dari teman-teman alumninya yang juga merupakan teman Siwon.
“Sica-ya! Hae oppa! Apa yang terjadi sebenarnya?!” Tiffany bertanya pada kedua orang yang berdiri di barisan terdepan orang-orang yang berkerumun itu.
“Si….Siwon… Dia… Kecelakaan… Baru saja tadi… 25 menit setelah memasuki mobilnya…” Jessica berkata sambil terisak, dan langsung ditenangkan oleh Donghae.
25 menit…..
Tepat disaat Tiffany mengambil foto Siwon dan mengelusnya..
Jika saja, Tiffany dapat memutar semuanya, memutar kembali..
Siwon tak perlu pergi…

“Fany-ah! Apa ini fotomu??” Shindong bertanya pada Tiffany sambil menunjukkan foto di layar sentuh miliknya.
“N…ne..”
“Tapi Shindong-ssi, ini… Tangan siapa?” Tanya Tiffany hati-hati
“Eoh, kau tidak tahu? Ini tangan Siwon. Dia menggenggam erat fotomu dan dirinya. Saat kecelakaanpun foto itu masih ia genggam.” Penjelasan Shindong membuat air mata Tiffany tidak sanggup ia bendung lagi. Tanpa aba-aba ia berlari ke arah tempat kejadian.
Teriakan para temannyapun ia hiraukan..
“Oppa!!! Jangan bercanda oppa!!! Irreonaaaa!!!!” Tiffany mengguncang tubuh Siwon yang mulai mendingin
“Oppa, mianhaeyo, jeongmal saranghae… Oppa wakeup!!!!” Tubuh Siwon tidak menunjukkan reaksi apa-apa.
“Oppa… Oppaa…..” Tiffany menangis diatas tubuh Siwon yang mendingin. Hujan pun menambah kelam suasana yang terjadi saat itu. Andrew, hanya melihatnya dengan senyum getir. Ia tahu isi hati Tiffany, ia membiarkannya..

>>Flashback off>>

Pipinya kini sudah membentuk aliran sungai kecil. Cepat-cepat Tiffany mengelapnya. Andrew hanya melihat pemandangan itu dengan sedih, bagaimana mungkin, karena kehadirannya, Siwon dan Tiffany harus menutupi perasaan mereka masing-masing? Akhirnya Andrew memutuskan untuk menjauhi mereka. Lebih baik ia mencari hawa segar disekitaran Seoul.

“Oppa..  Kau jahat.. Kau meninggalkanku yang masih sangat mencintaimu…” Tiffany mengelus batu nisan itu pelan.
“Ya! Apa kau dengar aku Siwonnie-ah?”
“Oppa, aku sudah tidak tahan, aku sangat merindukanmu, apa kau merindukanku?” Tanya Tiffany sambil meletakan  buket bunga mawar putih untuk Siwon.
“Aku akan menyusulmu, kau dengar itu?” Tiffany mulai tersenyum misterius
“Aku seperti orang gila yang sangat merindukanmu..”
“Tunggu aku ne…” Tiffany berdiri pelan, dan dia berjalan ke arah jalan raya Seoul yang sedang ramai-ramainya. Tanpa ba-bi-bu lagi Tiffany berlari ke arah mobil-mobil besar yang sedang melintas dengan kecepatan cukup tinggi. Tubuh Tiffany yang mungil terlempar cukup jauh dari tempat kejadian itu. Andrew berlari menyusul kerubunan orang-orang yang mengelilingi tubuh Tiffany. Tubuh Tiffany sudah terkulai lemas tak berdaya lagi. Di sela-sela rambutnya yang hitam legam, didominasi darah segar dari kepalanya.
Samar-samar Tiffany melihat Siwon yang berbaju putih memberikannya tangan. Tiffany menerimanya dengan senang hati. Dan disaat itulah, Tiffany menghembuskan nafas terakhirnya.
“Aku tahu kau mencintai elang itu, tetapi setidaknya jangan meninggal seperti ini Fany-ah…” Batin    Andrew.

-25 minutes –

Sepasang manusia itu kini sedang duduk asyik di bukit hijau nan indah itu.
“Tiffany-ya, kau ini.. Yeoja babo eoh…” Gadis yang disebut Tiffany itu hanya mengerucutkan bibirnya kesal.
“Oppa, aku melakukannya karena aku sudah merindukanmu!! Aku seperti orang gila tanpamu!” Yeoja itu membela dirinya.
“Aku tahu, bukankah kau yang sering berbicara pada bintang dimalam hari agar aku kembali lagi ke sisimu eoh?” Namja berbadan tegap itu kini mengelus puncak kepala gadisnya.
“Wae? Tidak boleh? Siwon oppa, kau tidak ada di sisiku…” Yeoja itu menunduk. Siwon tertawa renyah dan meletakan kedua tangannya di pipi tirus Tiffany, menguncinya agar Tiffany bisa terfokus melihat Siwon. Siwon menatap Tiffany intens.
“Aku memang tidak disisimu, tetapi aku selalu ada didalam hatimu, Fany-ah..” Siwon kemudian memperkecil jarak mereka dan mencium kening Tiffany lembut.
“Oppa!” Tiffany tersenyum lembut dengan pipi merah merona

-END-

Aaa, akhirnya author kombek lagi dengan FF aneh bin GaJe ini.. #curcol
Mian kalau feel, endingnya kurang memuaskan T^T. Author bikin FF ini banyak hiatusnya, dan akhirnya dikebut.
RCL pleasee~ .., khamsamidaa!! #bow90derajat

-WonTiff407801 (BabyStephR)

57 thoughts on “(AF) 25 Minutes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s