(AR) The Thief Part 3 -End-

Title: The Thief (Part 3)

The Thief poster baru

Author: Youngwonie

Cast: Siwon, Tiffany, Kyuhyun, Donghae

Other Cast: Yoona, Yuri, Hyukjae

Genre: Action, Romance

Length: 3Shoots

Rating: PG 18

Disclaimer: Semua Cast milik Tuhan dan ortu mereka masing masing. Saya hanya meminjam nama dan karakter mereka.

Don’t be plagiat.

Cerita ini hanya fiktif, kalau ada kesamaan nama dan tempat disesuaikan dengan ide kreatif author.

Anneyong reader…!!! J

Thanks banget yang udah setia nungguin kelanjutan ff ni. Part ni merupakan bagian terakhir dan ada beberpa flashback yang akan mengungkapkan rahasia yang belum terungkap di part 1 dan 2. Jadi buat yang belum baca part 1 & 2 sebaiknya baca dulu biar ngerti part ini.

Ok happy reading!!!!

 

Summary:

Berlarilah, tapi kau tak bisa sembunyi

Karena aku akan menempel padamu seperti bayangan…

 

***The Thief Part 3***

Flashback.

July 30th 2013

 Lotte Departement Store 07.12 KST

“Aku sudah menyimpan semua data yang kau perlukan di sini.” Tiffany memberikan sebuah flashdisk kepada seorang namja yang berdiri di sampingnya. Mereka berbicara sambil memilih- milih sayuran yang tersimpan di rak tepat di depan mereka.

“Rupanya kau melakukan tugasmu dengan baik.”Sang namja menerima flashdisk itu.

“Aku harap kau tidak akan melupakan janjimu, Kapten Lee.”

“Setelah Mr. A tertangkap, aku akan pastikan kau dan ayahmu bisa berkumpul kembali.”

“Aku pegang janjimu. Sebaiknya aku segera kembali. Sebentar lagi Siwon pasti bangun.”

“Jadi namanya Siwon? aku penasaran, apa yang kau lakukan padanya hingga kau bisa mendapatkan semua data ini tanpa diketahui mereka.”

“Itu bukan urusanmu. Apapun akan kulakukan asal bisa membebaskan ayahku.” Tiffany berlalu dari tempatnya.

“Aku ingatkan padamu Tiffany, jangan sampai kau melibatkan perasaanmu untuk pekerjaan ini.” kata- kata Donghae membuat Tiffany menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Donghae.

“Aku adalah Tiffany Hwang. Agen terbaik yang pernah dimiliki pemerintah Korea Selatan. Jangan lupakan itu, Kapten. Anneyong.”

Donghae menatap punggung Tiffany yang mulai meninggalkannya. Kemudian ia menatap flashdisk yang ada digenggamannya. Flashdisk itu berisi rekaman semua rencana perampokan yang akan dilakukan Siwon, Kyuhyun dan Tiffany nanti malam. Tiffany sengaja memberikan obat tidur pada susu Kyuhyun dan Siwon, agar ia bisa mencuri semua data itu selama mereka tertidur dan bisa memberikannya pada Donghae pagi ini. Walaupun Siwon tidak meminum susu buatannya, tapi Akhirnya Siwon juga tertidur pulas setelah bercinta dengannya semalam.

Flashback end.

 

August 1st 2013

Sinchon Fashion Street 01.10 KST

Dua orang berpakaian serba hitam tengah berlari di sepanjang jalanan yang sepi di kawasan itu. Mereka adalah Siwon dan Tiffany yang telah berhasil membawa hasil rampokan mereka dari Queen Emperor Jewelery. Sesampainya di persimpangan jalan, mereka berhenti. Sesuai rencana, Kyuhyun akan menunggu mereka di tempat itu.

“Dimana Kyuhyun? Kenapa dia tidak ada di sini?” Siwon kaget saat mendapati tempat itu kosong. Seharusnya Kyuhyun menunggunya di tempat itu dengan mobilnya.

“Sepertinya ada yang tidak beres.”gumam Tiffany. Mereka tampak berpikir sebenarnya apa yang menimpa Kyuhyun sehingga ia tak ada di tempat itu.

“Jangan bergerak! Kalian sudah dikepung.” Suara Kapten Lee Donghae menyadarkan mereka. Ia dan pasukannya sudah mengepun dan membidik Siwon dan Tiffany dengan senjata mereka.

Siwon menatap Tiffany dan menggenggam tangannya erat.

“Tenanglah, kita pasti bisa keluar dari situasi ini.”bisiknya pada Tiffany.

“Mianhae, Chagi. Sepertinya itu tidak mungkin.” Tiffany melepaskan tangannya dari Siwon. Dan sedetik kemudian ia sudah menodongkan pistol ke kepala Siwon.

“Tiffany? kau….”

“Aku adalah bagian dari mereka.”ucap Tiffany tegas.

“Jadi selama ini…”Siwon menatap tidak percaya pada Tiffany yang kini masih menodongkan pistol itu ke arahnya.

“Kau sudah tertipu Mr. A.” Tiffany tersenyum penuh kemenangan.

“Arasseo. Kau bekerja sama dengan polisi untuk menangkapku. Tapi aku tidak akan membiarkan kalian menang.”

“Jangan banyak bicara. Menyerahlah!”

“Tidak semudah itu, Chagi.” Siwon tersenyum evil. Dan saat Tiffany lengah, deegan gerakan cepat  ia mengambil pistol dari tangan Tiffany dan menarik Tiffany dalam rengkuhannya. Donghae dan pasukannya kaget. Mereka bergerak maju membidik Siwon.

“Jangan bergerak!”sergah Siwon.

“Kalau kalian tidak mau melihat isi kepalanya tumpah di jalanan ini.”

Kini berbalik Siwon yang menodongkan pistol itu ke kepala Tiffany.

“Jangan dengarkan dia. Dia tidak akan melakukan apa- apa padaku.jangan turunkan senjata kalian.” Teriak Tiffany.

“Kau yakin sekali, Chagi. Apa kau pikir aku masih mencintai orang yang sudah menipuku?”

“Ne. Aku yakin kau masih mencintaiku.”

“Jangan terlalu berharap.” Siwon melirik jalanan sepi dan gelap di belakangnya.

“Apa yang kau lihat, Kapten. Cepat suruh anak buahmu menurunkan senjata mereka.”perintah Siwon kepada Kapten Lee.

Donghae terpaksa menyuruh pasukannya menurunkan senjata mereka.

“Jangan coba- coba mendekat.”

Siwon melangkah mundur menjauhkan diri dari barisan polisi di depannya.

Bruuk!!!

Siwon melempar Tiffany ke tanah. Lalu ia berlari ke arah jalan yang gelap.

“Kejar dia.” Donghae dan pasukannya mengejar Siwon yang menghilang di balik kegelapan. Sedangkan Tiffany berusaha berdiri dari posisinya yang terjerembab di atas aspal.

“Kau tidak apa- apa, Tiff?” Yuri menghampiri Tiffany dan membantunya berdiri.

“Gwaenchana. Hanya luka kecil.”

“Sebaiknya kita kembali ke kantor. Biar Kapten Lee yang menyelesaikannya.”

“Bagaimana dengan ahli komputernya? Apa dia sudah diamankan?”

“Sebenarnya dia tidak datang kemari.”

“Mwo?”

“Ne. Aku sendiri yang memimpin penyergapan di sini. Tapi, orang itu tak pernah datang.”

 

Flashback.

July 29th 2013

Siwon’s  House 23.11 KST

Kyuhyun baru saja keluar dari kamar mandi. Ia merasa gerah setelah memeras otak untuk menyusun rencana perampokan besok malam. Setelah mengganti pakaian, ia memutuskan untuk menelpon Yoona sebelum pergi tidur. Susu yang dibuatkan Tiffany belum sempat diminumnya. Saat menyadari ponselnya tertinggal di ruang kerja, Kyuhyun keluar dari kamar untuk mengambilnya. Dari atas tangga ia melihat Tiffany sedang mengotak- atik laptopnya. Kyuhyun tetap diam memperhatikan aksi Tiffany. Setelah selesai, Tiffany kembali ke kamarnya dengan membawa sebuah flashdisk. Setelah memastikn Tiffany sudah masuk ke kamarnya, Kyuhyun memeriksa laptopnya dan menyadari semua datanya sudah dicopy. Ia memutuskan untuk memberitahu Siwon tentang perbuatan Tiffany. Tapi saat Ia pergi ke kamar Siwon, ia mendapati hyungnya sedang tertidur lelap dengan kondisi naked. Kyuhyun memutuskan untuk menceritakannya keesokan paginya setelah Siwon bangun.

Tapi Keesokannya, Kyuhyun  melihat Tiffany keluar rumah pagi- pagi. Ia pun mengikutinya dan melihat Tiffany menemui seseorang di supermarket. Kyuhyun segera pulang untuk memberitahu Siwon.

“Pagi, Hyung apa sarapan sudah siap?” Kyuhyun berpura- pura baru bangun tidur dan turun dari kamarnya.

“Ne, Tiffany yang memasaknya.”

“Jinjja? Aku penasaran bagaimana masakannya. Oh ya, mana Tiffany?”

“Dia sedang pergi berbelanja.”

‘Aku rasa ini waktu yang tepat untuk menceritakan soal Tiffany pada hyung.’ Batin Kyuhyun.

“Emm, Ada yang ingin kubicarakan dengan Hyung.”

“Katakan.”

“Aku pulang…”suara lantang Tiffany membuat kedua namja itu melihat ke arah sumber suara. Tangannya menjinjing dua buah kantong besar. Akhirnya Kyuhyun membatalkan niatnya untuk memberitahu Siwon.

Flashback end.

 

 

Siwon masih berlari ditengah kegelapan jalan. Dengan lensa infra merah yang dipakainya, Siwon tak kesulitan menembus jalanan. Di belakangnya Donghae dan anak buahnya masih mengejarnya. Suara tembakan dari senjata Donghae dan anak buahnya terus bergemuruh memecah kesunyian malam itu.

Dor! Dor! Dor!

Tembakan demi tembakan terus mengiringi langkah Siwon. Ia pun berusaha sekuat tenaga untuk lari dan menghindarinya. Sampai di sebuah gang sempit, sesorang menarik tangannya dan membekap mulutnya.

“Ssst… ini aku hyung.”bisik orang itu.

“Kyu…”

Kyuhyun mengangguk.

Di dekat mereka, Kapten Lee dan anak buahnya berhenti setelah kehilangan jejak Siwon.

“Kemana dia?”tanya salah seorang polisi.

“Dia pasti tidak jauh dari sini. Kita berpencar. Kalian ke Timur dan sebagian ikut aku ke barat.” perintah Kapten Lee.

“Siap Kapten.”

Mereka pun mulai berpencar  mencari Siwon.

“Kau tidak tertangkap?” tanya Siwon pada Kyuhyun setelah para polisi sudah menjauh dari tempat itu.

“Aku sudah tahu kalau Tiffany akan menghianati kita.”

“Mwo? kenapa kau tidak…”

“Nanti saja kuceritakan. Sekarang kita harus segera pergi dari tempat ini.”

“Ne.”

Siwon dan Kyuhyun mengendap- endap keluar dari tempat persembunyian mereka setelah memastikan Kapten Lee dan anak buahnya sudah benar- benar meninggalkan tempat itu. Mereka menuju mobil yang disembunyikan Kyuhyun di dekat tempat itu.

“Kau siap Hyung?” Ucap Kyuhyun sebelum menstarter mobilnya.

“Kapanpun.” Jawab Siwon mantap. Kyuhyun mulai melajukan mobilnya.

Wusssh!!!

Mobil berkecepatan tinggi itu melewati Donghae dan pasukannya.

“Hyukjae, Ferrari Calivornia  dengan nomor 2307 melaju ke selatan. Kejar mereka.”Donghae memberi perintah kepada Lee Hyukjae lewat walky talky.

“Arrashimidha, Kapten.”jawab Hyukjae di seberang sana. Dia membawa pasukannya mengejar mobil Kyuhyun yang sudah melaju kencang di jalanan kota Seoul.

Sedangkan Kyuhyun masih terus memacu mobilnya tanpa mengurangi kecepatan sedikitpun. Puluhan mobil polisi sudah mengepungnya dari arah belakang dan samping.

Dor! Dor! Dor!

“Menyerahlah!” Hyukjae menggertak. Ia dan pasukannya terus menembak ke arah mobil Kyuhyun.

“Aku akan mengatasi mereka.” ucap Siwon.

“Hati- hati, Hyung.”

Siwon mengambil senapan dan mulai membidikkan senapannya ke arah mobil polisi- polisi itu.

Dor! Dor! Dor!

Siwon berhasil menembak salah satu pengemudi mobil polisi di belakang mobil Kyuhyun. Alhasil mobil itu kehilangan arah dan menabrak. Mobil yang berada di belakangnya pun ikut kehilangan kendali sehingga barisan mobil polisi itu sudah tak utuh lagi. Beberapa mobil yang bertabrakan meledak, Sehingga menghambat mobil yang lain. Siwon dan Kyuhyun pun mulai menjauh dari kejaran para polisi itu.

“Sial.” Hyukjae kesal karena tak berhasil mengejar mereka.

Mobil Siwon dan Kyuhyun masih melaju kencang. Mereka melintasi jembatan Banpo yang berada di atas Sungai Han. Mereka mulai bernapas lega tapi…

“Kyu, lihat ke atas!”

Sebuah helikopter terbang rendah tepat di depan mereka. Donghae yang berada di helikopter itu sudah siap membidik mereka dengan senjatanya.

Dor! Dor! Dor!

“Hyung, pegangan….!” Kyuhyun membelok tajam sebelum peluru Donghae berhasil menyentuh mobilnya. Mobil itu terbang melompat dari jembatan dan meluncur ke Sungai.

Byuurrr!!!!

“Sersan Shin, kerahkan pasukan dan tim SAR menyisir Sungai Han dan sekitarnya.”

“Arrashimidha, Kapten.”

 

**The Thief***

 

Han River 03.50 KST

Puluhan polisi dibantu tim SAR masih mencari keberadaan Siwon dan Kyuhyun di Sungai Han.

“Kapten, kami berhasil menemukan mobilnya.” seorang polisi melapor kepada Donghae yang sedang mengawasi pekerjaan mereka.

“Bawa mobil itu kemari.”

Mobil itu diangkat dari sungai dengan alat berat. Setelah berhasil dipindahkan ke tepi, Donghae, Hyukjae, Yuri dan tiga orang polisi lainnya berkumpul untuk melihatnya.

“Buka!”

Para petugas membuka mobil itu. Dan mereka terkejut saat mendapati mobil itu ternyata sudah kosong.

“Kalau mereka masih hidup, pasti belum jauh dari sini. Teruskan pencarian  mereka. jangan sampai ada yang terlewat.” Perintah Donghae pada anak buahnya.

Sementara itu di sisi lain tepi Sungai Han, dua orang namja keluar dari dalam air. Mereka naik ke tepian.

“Gwaenchana, Kyu?”

“Nan gwaenchana Hyung. Kajja.” Mereka pun berjalan menuju sebuah mobil yang sudah terparkir di tepi jalan. Saat mereka mulai mendekat, kaca mobil itupun  terbuka. Seorang yeoja sudah duduk di belakang kemudi menunggu mereka.

“Yoona?” Siwon kaget melihat yeoja itu.

“Anneyong, Oppadeul. Sebaiknya kalian cepat naik sebelum polisi sampai kemari.”

Siwon melirik ke arah Kyuhyun,”Kau berhutang penjelasan padaku, Kyu.”

Kyuhyun tersenyum,”Ne, Hyung.”

Merekapun memasuki mobil dan meninggalkan kota Seoul pagi itu juga.

 

Mabes Kepolisian 09.00 KST

Donghae mengumpulkan anak buahnya di ruangannya.

“Sersan Lee, pimpin penyergapan di rumah Mr. A.” perintah Donghae pada Lee Hyukjae.

“Nde, Kapten.”

“Sersan Kim, pergi ke bagian forensik dan laporkan padaku mengenai mobil itu.”

“Nde.”

“Sersan Shin, terus pantau pencarian di Sungai Han.”

“Nde.”

“Sersan Kwon, Sebar foto ini ke seluruh media cetak dan elektronik.”

“Nde, Kapten.” Yuri menerima foto Siwon dan Kyuhyun. Matanya membult saat melihat foto Kyuhyun.

“Wae?”

“Di…dia?” Yuri menunju foto Kyuhyun.

“Dia rekan Mr. A. Apa kau mengenalnya?”

“Dia adalah Kyuhyun. Namjachingu Yoona, sepupuku.”

“Mwo?” Semua orang yang ada di ruangan itu kaget setelah mendengar jawaban Yuri.

 

Yoona’s House 9.35 KST

Yuri dan Donghae sedang menuju ke rumah Yoona sekarang.

“Apa kau yakin kalau dia adalah nemjachingu sepupumu?” tanya Donghae.

“Aku yakin sekali karena aku pernah bertemu dengannya saat dia menginap di rumah kami.”

“Keudae. Sebaiknya kita tanya langsung kepada Yoona.”

“Neh.”

Mereka turun dari mobil setelah sampai di depan rumah Yoona. Yuri langsung membuka pintu dengan kuncinya.

“Yoong? Apa kau di rumah?” teriak Yuri setelah masuk ke dalam rumah. Ia langsung menuju kamar Yoona, tapi kamar itu kosong dan di seluruh ruangan juga tidak ada.

“Mungkin dia sudah berangkat kerja.”

“Andwe. Hari ini harusnya dia libur.”

“Coba kau hubungi ponselnya.”

“Nde.”

Yuri menghubungi Yoona. Kemudian ia menghela nafas dan menutup sambungan teleponnya.

“Wae?”

“Nomornya tidak aktif.”

Donghae ikut menghela nafas setelah mendengar jawaban Yuri.

“Sial!”

***The Thief***

 

 

Flashback.

July 25th 2013

Yoona’s house

Kyuhyun sedang membantu Yoona mencuci piring setelah makan malam.

“Chagiya, ada yang ingin kuceritakan padamu.” Kyuhyun menatap Yoona dengan serius, membuat Yoona penasaran.

“Mworago?”

“kau tahu soal perampokan yang terjadi di Seoul beberapa bulan ini?”

“Ne, waeyo?”

“Aku ingin jujur padamu. Karena aku tidak ingin ada kebohongan dalam hubungan kita.”

Yoona menunggu Kyuhyun melanjutkan kata katanya.

“Sebenarnya,,, aku terlibat dalam aksi perampokan itu.”

“Mwo?” Yoona kaget dengan pengakuan Kyuhyun padanya.

“Ne, Hyung adalah pelakunya dan aku adalah otak dari semua aksinya.”

“Berarti kalian…”

“Kami adalah seorang kriminal. Setelah mengetahui kenyataan ini, aku harap kau bisa mengambil keputusan untuk melanjutkan hubungan kita atau…mengakhirinya. Tapi satu hal yang harus kau ketahui juga adalah aku benar- benar mencintaimu Im Yoon Ah. Dan aku ingin kita tetap bersama.” Kyuhyun menggenggam tangan Yoona, menatapnya penuh harapan, berharap gadis itu tidak mengahiri hubungan mereka.

“Mianhae, aku tidak bisa…”

Kyuhyun melemah, ia sudah menduga kalau Yoona tidak mungkin dapat menerima keadaannya. Ia melepaskan genggamannya dari tangan Yoona.

“Arrasseo. Aku bisa mengerti keputusanmu.”

“Aku tidak bisa mengakhirinya.” Kata Yoona tiba- tiba membuat Kyuhyun mendongakkan kepalanya.

“Nde?”

“Aku mencintaimu apa adanya, oppa. Dan aku semakin mencintaimu karena kau mau jujur padaku. Siapapun dirimu aku tidak perduli.”

“Jinjja?”

Yoona mengangguk. Kyuhyun memeluk Yoona saking senangnya.

“Gumawo, Chagi.” Yoona hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan Kyuhyun. Kyuhyun melepas pelukannya dan memandang wajah kekasihnya. Ia terpesona dengan senyum Yoona yang menurutnya sangat cantik malam itu.

“Saranghaeyo…”

“Nado.”

Chu!

Dapur Yoona menjadi saksi keromantisan mereka malam itu. Suara hujan di luar, membuat mereka semakin tak terusik. Kyuhyun semakin memperdalam ciumannya. Yoona pun tak menolak  bahkan sangat  menikmatinya. Sampai tangan Kyuhyun mulai meraba dadanya dan berusaha  melepas kancing kemejanya.

“Andwe, Oppa.” yoona mencegahnya.

“Wae?” Kyuhyun bertanya kecewa.

“Aku hanya ingin melakukannya setelah kita menikah.”

“Arrasseo.” Kyuhyun mengangguk. Ia bisa mengerti prinsip Yoona.

Flashbak end.

***The Thief***

 

Mabes Kepolisian 13.00

Donghae sedang memeriksa laporan- lapora dari anak buahnya tentang perkembangan kasus perampokan yang sedang ditanganinya saat ini. Tiba- tiba pintu ruangannya diterobos masuk oleh seseorang.

Braak!!!

Tiffany berdiri di hadapan Donghae dan menatap tajam padanya.

“Apa kau sudah tak punya sopan santun? Kenapa masuk keruanganku dengan cara seperti itu?”

“Kenapa kau membohongiku?”Tiffany tidak menjawab teguran Donghae, ia malah balik bertanya.

“Maksudmu?”

Tiffany melemparkan sebuah map ke meja Donghae. Donghae melihat isi map itu kemudian  ia menghela nafas. Ia tahu alasan Tiffany datang padanya dengan emosi. Ia menutup map itu dan kembali menatap Tiffany. Kali ini dengan tatapan bersalah.

Flashback

“Kalau kali ini aku gagal, aku akan mengundurkan diri.”

“Kau serius dengan pernyataanmu?”

“Ne, Sajangnim.”

“Aku berharap kau bisa menangkap pencuri itu malam ini. Karena aku tidak mau kehilangan orang terbaik di departeman ini.”

“Terima kasih atas kepercayaan Anda, Sajangnim. Dan kalau malam ini aku berhasil, aku ingin meminta sebuah bantuan pada Anda.”

“Katakan.”

“Aku ingin meminta Anda untuk membantuku membebaskan Hwang Nam Gill. Ayah dari  Agen Hwang.”

“Mwo? Aku tidak mengerti kenapa kau meminta hal itu.”

“Karena aku meminta bantuan kepada agen Hwang untuk menjebak perampok itu. Dan sebagai imbalannya, aku berjanji akan membebaskan ayahnya.”

“Tapi itu tidak mungkin Kapten Lee.” Komisaris jung berhenti sejenak dan menarik nafas sebelum melanjutkan kata- katanya,” Karena Hwang Nam Gill sudah meninggal saat terjadi kebakaran di penjara 2 bulan yang lalu.”

Flashbak end.

 

“Mianhae…” ucap Donghae kemudian.

“Ayahku sudah mati 2 bulan yang lalu saat terjadi kebakaran di penjara. Kau tahu itu kan? Tapi kau masih memanfaatkanku untuk menangkap musuhmu.”

“Dengarkan aku dulu, Tiff. Waktu itu aku ti…”

“Tak ada yang perlu kau jelaskan. Aku menyesal sudah membantumu. Ku pikir kau sudah berubah. Ternyata kau masih sama seperti dulu. Kau tetap seorang pembohong.” Tiffany berbalik dan pergi meninggalkan ruangan Donghae.

“Tiffany…!!!” Donghae berusaha mencegah Tiffany dengan menarik tangannya.

“Baby, kumohon dengarkan aku dulu.”

“Jangan sebut aku dengan panggilan itu. Aku bukan kekasihmu lagi Lee Donghae.”

“Mianhae,,, jeongmal mianhaeyo. Aku baru tahu kabar tentang ayahmu kemarin. Aku sangat menyesal tidak bisa memenuhi janjiku padamu.” “ Dan soal hubungan kita, percayalah aku tak pernah berniat mengkhianatimu. Malam itu aku mabuk, dan saat aku bangun Jessica sudah berada di sampingku.  Jessia hamil. Aku tidak bisa lari dari tanggung jawab. Aku terpaksa menikahinya.”

“Apa kau sudah selesai? Aku tidak mau berlama- lama di tempat ini.” Tiffany melepaskan tangannya dari cengkraman Donghae.

“Kau mau kemana? Mr. A masih berkeliaran di luar sana. Dia mungkin sedang mengincarmu.”

“Dia memang seorang pencuri. Tapi dia bukan pembunuh. Aku malah sangat berharap bisa bertemu dengannya lagi. ”

“Apa kau mencintainya?”

Deg!

Tiffany berhenti sejenak. Masih membelakangi Donghae. Sedangkan Donghae masih menatap punggungnya. Menanti jawaban dari Tiffany.  Tiffany berbalik dan menatap Donghae.

“Ne. Aku memang mencintainya.” Jawab Tiffany sebelum akhirnya meninggalkan Donghae yang mematung di tempatnya. Sepertinya Donghae menyesal telah mengirim Tiffany kepada Mr. A.

Tiffany meninggalkan kantor Donghae dan menuju Airport. Ia memutuskan untuk meninggalkan negeri ginseng ini dan kembali ke California. Usahanya untuk membebaskan ayahnya ternyata sia- sia. Bahkan ia menyesal karena  terlanjur mencintai Siwon dan terpaksa menghianatinya. Mungkin saat ini Siwon sangat membencinya. Jadi tak ada alasan lagi untuknya berada di negeri ini.

 

Incheon Airport 16.45

Tiffany duduk di kursi tunggu bandara sambil menikmati secangkir kopi. Masih ada waktu 15 menit lagi sebelum pesawatnya take off.  Ia melihat berita di tv tentang kasus perampokan yang dilakukan Siwon.

‘Saat ini polisi sudah mengetahui identitas perampok yang meresahkan para pemilik toko perhiasan beberapa bulan ini. Berikut adalah wajah dari dua orang pelaku yang saat ini menjadi buron. Bagi siapapun yang melihat kedua orang ini harap melapor kepada yang berwajib. Demikian Breaking News hari ini.’

Tiffany tersenyum getir setelah menyaksikan berita itu.

“Mianhae, Chagi.”ucap Tiffany lemah. Seandainya Siwon ada di sampingnya saat ini. Dan tahu kalau dia benar- benar menyesal atas perbuatannya. Tapi itu sepertinya tidak mungkin. Siwon pasti sedang bersembunyi saat ini dan menjauh dari Seoul atau mungkin dari Korea Selatan.

“Kau menyesal?” ucap seseorang yang duduk di sampingnya. Tiffany pun menengok ke samping memastikan kalau orang itu berbicara padanya.

“Nde?” Tiffany bertanya pada namja yang duduk di sebelahnya. Ia merasa tidak mengenal orang itu.

“Aku tanya apa kau menyesal, Chagi?” orang itu melepas kaca matanya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Tiffany.

“Siwon…neo?”

“Ne, Chagi.”

“Apa yang kau lakukan di sini? Bagaimana kalau ada yang mengenalimu?” ucap Tiffany setengah berbisik. Ia  tidak mau orang- orang di sekitarnya memperhatikan mereka.

“Kau mengkhawatirkanku? Bukankah seharusnya kau menangkapku?”

“ Aku…”

“Aku sudah tahu semuanya.  Aku tahu kesepakatanmu dengan Kapten Lee. Kau melakukannya demi ayahmu.”

“Mianhae, aku sudah menghianati kepercayaanmu.”

Tiffany menatap mata Siwon. Ia tidak melihat kebencian sedikitpun terpancar dari namja bermata elang itu.

“Bahkan setelah itu pun aku tidak bisa membencimu.”

“Wae?”

“Karena kau adalah bayanganku. Bagian dari diriku. Aku tak akan lengkap tanpamu.”

“Siwon…”

“Tiffany, ikutlah denganku. Kita akan memulai hidup baru.”

Tiffany diam tanpa mengatakan apapun.

“Kau tidak mau?” Siwon bertanya lagi.

“Apa aku masih pantas untuk menolak?”

“Tentu saja tidak. Kajja. Kyuhyun dan Yoona sudah menunggu kita.”

Siwon membawa Tiffany ke tempat Kyuhyun menunggu mereka dengan  pesawat  yang akan mereka gunakan untuk meninggalkan Seoul.

“Anneyong, Noona.” Kyuhyun menyambut kedatangan Siwon dan Tiffany.

“Hai, Kyu.”

“ Kajja pesawatnya akan segera berangkat.” Kyuhyun mengajak mereka naik ke atas pesawat.

Yoona yang sudah menunggu di dalam memberi salam pada Tiffany dan menunjukkan tempat duduknya. Siwon duduk dengan Tiffany.

“Kau senang Chagi?”

“Ne.”

“Happy birth day.”

“Kau masih ingat?”

“Tentu. Aku bahkan sudah menyiapkan kado spesial yang kau minta.” Siwon mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku mantelnya dan membukanya di hadapan Tiffany. Sebuah cincin bertahtakan berlian berwarna biru. Tiffany tercengang melihatnya.

“Would  you marry me?”

“I do.”

 

***The Thief***

 

EPILOG

1 years Later…

July 18th 2014

Sanur Beach, Bali 08.50 WITA

Seorang pria dengan tubuh atletis terlihat sedang memberikan pengarahan kepada seorang anak muda. Pemuda yang memegang sebuah papan selancar itu terlihat serius memperhatikan pria yang notabene adalah pelatihnya.

“Ok, you understand?”

“Yes.”

“Lets try it. Go go go…”

Sang pemuda itu pun berlari ke arah laut untuk mempraktekkan pengarahan dari pelatihnya. Saat ombak datang, pemuda itu mengambil posisi. Setelah waktunya tepat, dia pun meluncur dengan mulus di atas gulungan ombak itu. Setelah selesai berseluncar, ia menghampiri pelatihnya lagi.

“Good. You do it.”

“Thank you,sir.”

“Ok. Then Try again like that.”

Anak itu pun mengangguk dan kembali mengambil posisi untuk berselancar. Sang pelatih terus memperhatikannya dari pantai. Seseorang datang dari arah belakangnya dan bertepuk tangan.

Prok! Prok! Prok!

“Daebak…Siwon-sshi. Selain mencuri, rupanya kau punya keahlian lain”

Sang pelatih yang adalah Siwon pun berbalik dan melihat orang itu.

“Kapten Lee?”

“Jangan panggil aku dengan sebutan itu. Aku sudah mengundurkan diri sejak aku gagal menangkapmu.”

“Lalu untuk apa kau kemari?”

“Aku ingin menawarkan sebuah kerja sama denganmu.”

“Tentang apa?”

“Kita sudah lama tak bertemu, apa kau tidak mau menjamuku di Two Some Coffee Shop millikmu? Aku dengar café itu cukup terkenal dengan kopinya yang diimpor dari Amerika Selatan.”

“Keudae. Ikut aku.”

Beberap meter dari pantai, terdapat sebuah café dengan nama Two Some Coffee Shop yang merupakan café milik Siwon dan Kyuhyun. Café itu buka 24 jam. Jadi, sepagi ini pun pelanggannya lumayan banyak. Mereka adalah para turis asing yang sengaja menikmati sarapan di tempat itu. Yoona terlihat sedang sibuk membuat  kopi pesanan pengunjung.Sedangkan  Kyuhyun yang bertugas menjaga mesin kasir.

Siwon dan Donghae masuk ke dalam café. Siwon mempersilahkan Donghae duduk di salah satu meja. Kyuhyun dan Yoona yang melihat kedatangan Siwon dan Donghae, saling berpandangan.

“Oppa, bukankah itu…”

“Kapten Lee Donghae. Bagaimana dia bisa kemari bersama Hyung?”

“Molla. Aku juga ingin menanyakan itu.”

“Sebaiknya kau panggil noona kemari.”

“Nde.”

Yoona pergi ke belakang café yang terhubung dengan rumah mereka. Ia langsung pergi ke dapur karena pasti Tiffany saat ini sedang memasak.

“Unnie…”Yoona berteriak memanggil Tiffany ke dalam rumah karena ia tak menemukannya di dapur.

“Ada apa Yoong?”

Tiffany muncul dari dalam kamar dengan membawa sekeranjang pakaian kotor.

“Aigoo, biar nanti aku saja yang membereskannya. Unni  istirahat saja. Kalau terjadi apa- apa pada calon keponakanku, Oppadeul pasti akan memarahiku.” Yoona mengelus perut Tiffany yang buncit karena kehamilannya yang menginjak usia 7 bulan.

“Gwaenchana. Ini tidak berat. Aku tidak suka melihatnya terlalu berantakan di kamar.”

“Arasseo. Tapi Unnie harus memanggilku kalau butuh bantuan.”

“Nde. Keurom, kenapa kau kemari? Bukankah café sedang ramai?”

“emm, tadi Siwon oppa datang bersama seseorang  ke café.”

“nugu?”

“Kapten Lee.”

“Mwo?”

 

Siwon House, Bali 10.00 WITA

Siwon, Tiffany, Kyuhyun, dan Yoona duduk dalam satu meja bersama Donghae. Mereka menyimpan sejuta pertanyaan mengenai maksud kedatangan Donghae ke tempat mereka. Siwon terpaksa menutup cafenya sementara karena Donghae bilang dia akan membicarakan hal penting dengan mereka.

“Hai Tiff, apa kabar? Sepertinya sebentar lagi aku akan menjadi seorang paman.”

“Tidak usah basa basi. Langsung saja.”

“Baiklah. Karena kalian sudah berkumpul, aku akan menjelaskan maksud kedatanganku kemari.” Donghae kemudian mengeluarkan sebuah foto dari sakunya dan menaruhnya di atas meja. Semua orang bertanya- tanya dalam pikiran mereka. apa maksud Donghae sebenarnya.

“Dia adalah Park Jungsu. Bos mafia yang ku tangkap di Busan 2 tahun lalu atas kasus bisnis peredaran narkoba di  Asia dan Eropa.”

“Lalu?”tanya Siwon.

“Dia memang masih berada di penjara, aset- asetnya pun sudah disita pemerintah. Tapi, Park Jungsu bukanlah penjahat yang bodoh. Dia masih punya harta yang belum ditemukan oleh pemerintah. Yaitu sejumlah uang tunai yang disimpannya dalam peti besi berukuran 2 m3 di dalam bar milik kekasihnya di Busan. Tak banyak yang tahu tentang rahasia ini. Termasuk polisi.”

“Apa hubungannya dengan kami?”kini giliran Kyuhyun yang bertanya.

“Bayangkan, apa yang bisa kita lakukan dengan uang sebanyak itu kalau kita berhasil mencurinya?” Donghae memperlihatkan smirk-nya.

“Maksudmu, kau mengajak kami bekerja sama untuk mencuri uang itu?” Yoona menatap Donghae serius.

“Tepat.”

“Itu bukan bidang kami lagi.” Tiffany menolak tawaran Donghae.

“Aku tidak memaksa. Karena ini memang tidak mudah. Ini bukanlah pencurian kecil di toko perhiasan seperti yang kalian lakukan dulu. Ini adalah pencurian satu kotak uang yang bernilai triliunan Dollar Amerika dari sarang mafia. Tapi aku percaya dengan kemampuan yang kalian miliki.”

Donghae menatap wajah Siwon, Kyuhyun, Tiffany dan Yoona satu persatu.

“Bagaimana? Kalian tertarik?”

 

The End…..

 

Akhirnya……kelar deh ff ni.

Mian kalo action n romannya kurang berasa. Ni ff udah selesai n author “ga janji” bikin sequel. Endingnya emang gantung biar kaya di film2 gitu. Jadi jangan pada nagih ya…!!!

Oh iya, mian banget buat ending “Sorry I love You Oppa” yang kurang memuaskan. Coz Kemaren aku lagi keabisan ide. Jadinya ya terpaksa Kyu n Tiff dimatiin aja. Sebagai penebus rasa bersalah, aku bikinin sequelnya. Ditunggu aja !!!!

Gumawo……  J

 

 

 

 

 

 

 

78 thoughts on “(AR) The Thief Part 3 -End-

  1. fany kasian ya, dikhianatin donghae, trus harus ngerelain siwon, ayahnya ninggal pulaaaa..
    tapi kalo happy ending gini tak apa deh.

    seperti kata pepatah “bersakit dahulu bersenang kemudian”

  2. gak nyangka ceritanya bakal kayak gini haha ini keren pake bgt semua bahasanya(?) keliatan bgt diperhatikan/? harusnya penuh ketegangan/apasih tp ttp ada sisi romantisnya dan endingnya.. ya bner itu kyk di film. berharap ada sequelnya hihihi

  3. Haaa… Ternyata happy ending..
    Sempat khawatir sad ending.. Tapi ni cerita sukses bikin bingung. Tapi tetap keren. Daebak!!!! Donghae ternyata licik juga. Pertama musuhan tapi akhirnya malah ngajak kerja sama. Keren keren

  4. OHMYGOOOODDDD!!!
    apa apaan nih donghae oppa??!! pengen banget ngegampar muka dia yang gantengnya gak ketulungan ><
    duh udah bagus mereka tobat eh malah diajakin jadi pencuri lagi. nggak liat apa perut tiffany udah buncit begitu haish!! daripada nyuri duit haram dosa mending nyuri hati aku ajadeh ikhlas kok gak bakal dosa hehe😀

  5. Udh lama ga baca ff ini tiba2 pengen baca lagi tapi feel excitmentnya masih kerasa walau udh berkali2 dibaca hehe daebakk pokoknya 💙

  6. Yak…..kapten lee donghae,kenapa kamu gak memenuhi janjimu pada fany.ohhh….ternyata dulunya fany dan donghae sepasang kekasih, sebelum menikah dengan sica.
    Aiggo……chukae buat siwon dan fany akhinya hidup bahagia dan juga kyuhyun dan yoona.
    Huh….authornya daebak……ffnya keren banget
    dor……dor…..dor…….ff action
    Thanks buat author dan ffnya.
    Keep writing author.author jjang author hwaiting.
    Sifany 4ever♡♡♡♡♡

  7. Whoaa ga nyangka endingnya ternyata kapten lee malah nawarin won-kyu-tiff-yoong buat mencuri lagi..
    Dan untung sifany nyatu lagi walaupun tiff udah khianatin siwon :”)
    Daebakk lah buat author nya! Keep writing^^

  8. akhirnya happy end jg, walaupun akhirnya membuat tanda tanya jg sih…..kyu udah bahagia ma yoona, trus siwon ma tiffany yg bntar lgi jd org tua…

  9. Nah tuh kn g sgmpang itu tngkp siwon, krn psti mrk udh th. mrk bhkn lbtkn yoona yg notabenny adik polisi yuri. n bnr mrk berhsil lolos n sjrg ptskn utk hdp normal n yg bikin q shock mrk tgl di Bali. OMG bnran tuh klo ya wah daebak lol.
    tp yg pnting dr itu smua sifany slg cinta n bhkn lg hamil tu. chukae…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s