(AF) As Much as The Stars

Tittle : As Much as The Stars

As Much as The Stars

Author : Yurie El Mar’ah Zhafiera

 @GGZhafiera_Yuri

Cast :

Hwang Tiffany – Choi Siwon – Im Yoona

Other Cast :

Kim Taeyeon – Kwon Yuri – Choi Sooyoung – Shindong

Genre : Romance

Rating : PG15

Summary :

Siwon mungkin tidak tahu,tapi dibalik ketulusan Tiffany ada seribu luka yang tersembunyi. Menyakitkan memang saat harus melihat orang yang kaucintai berkencan dengan gadis lain saat ia mengatakan kau boleh menunggu. Harapan palsu?Tidak.Tiffany memilih untuk menunggu.Yakin bahwa Siwon akan melihatnya adalah kekuataannya bertahan.

 

1.2.3

Again…

1.2.3

Star,I’m going crazy…

***

Aku menghela napas.Ini sudah kesekian kalinya aku menangis sembunyi-sembunyi seperti ini.Kenapa?Jawabannya tak lain karena namja[1] itu.Namja tolol bin brengsek,si playboy cap kandang tikus yang suka mengangguku.

Hari ini adalah hari terburuk dari seluruh hariku yang pernah dirusak oleh namja itu.Gara-gara dia,aku dihukum Park seonsaengnim mengepel koridor sekolah,bayangkan saja lelahnya aku mengepel seluruh koridor yang ada di gedung berlantai empat ini seorang diri! Dan dasar namja brengsek,dia malah dengan sengaja menumpahkan air kotor di tempatku mengepel!Benar-benar brengsek!

“ Ugh,wake-up,Tiffany! Kenapa aku menangis seperti ini,heh?!”ujarku,berbicara pada bayanganku di cermin,“ Sudah tahu dia namja brengsek yang punya yeojachingu[2] yang sama brengseknya,kau masih mau meminjamkan PR biologimu untuk perempuan itu!Ufhht,pabo!”gerutuku kesal.Benar,gara-gara ia menghilangkan buku PR ku itu ‘tanpa sengaja’,aku yang dihukum!Kukeringkan tanganku dengan cepat.Aku harus segera pulang.

Selesai melapor di petugas gerbang,aku segera meninggalkan sekolah ini menuju halte bus.Benar-benar keberuntungan yang sial(?) aku tidak membawa mobil hari ini!Tapi,biarlah,aku hanya ingin cepat-cepat sampai ke rumah dan mengadu di sahabatku.

“ Hey,ugly!”

Fiuhh…dia lagi!Kenapa aku lupa kalau dia suka nongkrong di dekat halte bus ini?Padahal baru beberapa detik yang lalu aku diliputi ketenangan di sini,sekarang harus dirusak pula dengan kehadirannya.

“ Hey,ugly!”serunya lagi.Pasti kesal karena aku tidak menanggapinya.Biarin,lagian dia juga suka mengangguku.Aku cuek,tidak peduli kalau dia sedang berjalan mendekatiku.

“ Kau tidak dengar aku memanggilmu,ya?!”ketusnya.Aku menoleh,pura-pura kaget.

“ Omo[3],kau memanggilku,ya?”

“ Memangnya siapa lagi yang ada di sini selain kau,ugly?!”

“Siapa yang kau panggil ‘ugly’,huh? Jelas-jelas aku punya tag nama,kok!”gerutuku,memperlihatkan tag nameku di jas sekolah, “ Nih,baca ini,tolol!Disini tertulis Tiffany Hwang,kan?! Apa playboy brengsek sepertimu memang tidak bisa membaca?!”

Pletaakkk…

Ahh,sakit!Aku meringgis dan langsung melotot kesal padanya.Apa hak dia memukul-mukul kepalaku dengan buku,huh?!

“ Dasar yeoja[4] cerewet!Nih,kukembalikan bukumu!”

Pletaakkk…

Aww…lagi?!Aku menangkap buku yang tadi dipukulkannya di kepalaku dengan sigap.

“ YAHHH!!!!Ternyata kau memang sengaja menyembunyikan bukuku,ya?!NEO[5]!NEO—JINJJA NAPPEUN NAMJA[6]!!!” aku mengamuk marah saat aku melihat buku itu.Ini,kan buku PR biologiku?, “ YAH,CHOI SIWON PABO[7]!!!I HATE YOUUUU!!!!REALLY HATE YOU,ARAAA??!!!”

Damn!Dengan cueknya ia melambaikan tangannya padaku sebelum berlalu.Arrgghhhh….!!!!

Ugh,sudah kubilang dari awal,kan? Dia memang namja brengsek!Dan juga,dia seenaknya memanggilku ‘jelek’! Dasar,sok tampan! Aku benar-benar nyaris gila dibuatmu,Choi SiWon!!

***

“ Hahahhahhaa..hahahaha!!!”

Aku meringgis kesal.Yackk!!Bukannya simpati,dia malah menertawakanku sambil guling-guling segala!Nappeun Chingu[8]!

“ Yah,Kim Taeyeon!”seruku kesal,aku sudah tidak tahan mendengar suara tawanya itu.Tapi,sepertinya dia menganggap kalau penderitaanku ini benar-benar lucu sampai membuat rem tawanya blong.Aku makin gemas dibuatnya.Segera saja,kusambar bantalku dan kutimpuki dia berkali-kali.Ughh…rasain!

“ Yah,kemanhae[9]!”serunya,menahan tawa.Aku berhenti dan menahan pukulan bantalku dengan bibir mengerucut kesal.

“ Apa itu lucu,eoh?!”

“ aniyo,bukan begitu,hanya saja—hahahaha…kalian seperti pemain drama saja! Kau tahu tidak,Fan—“

“ Tidak!”sambarku gusar.

“ Dengarkan aku dulu! Ada banyak cerita di drama,sepasang yeoja dan namja yang selalu bertengkar tapi akhirnya saling jatuh cinta!Aku hanya tidak bisa membayangkan kalau kau dan Siwon akhirnya saling jatuh cinta! Hahhaa…Fany,Fany! Jangan membenci sebegitu besarnya pada orang lain! Suatu hari nanti kau malah jatuh cinta padanya!”

Aku mendelik sebal. Dasar Kim Taeyeon! Selalu saja mengatakan yang bukan-bukan,membuatku ingin menenggelamkannya di dalam spring-bedku ini.

“ Ah..sudahlah!”gumamku seraya bangkit dari kasur menuju meja belajarku.

“ Yah,kau ada PR biologi lagi,ya?”tegurnya heran.Ralat,dia meledekku!

“ Terserah! Aku cuma mau balas dengan merebut peringkatnya semester ini! Dan kau,Kim Taeyeon,sebelum aku menjerumuskanmu masuk  ke dalam spring-bedku,lebih baik tutup mulutmu,arasseo[10]?!!”

Taeyeon cekikikan,tapi aku mengabaikannya.

***

( Author P.O.V )

Siwon tersenyum geli begitu ia menyelesaikan isi lembaran kertas itu.Kau memang lucu,Fany-ya!gumamnya.Ia mendongak dari buku diary yang dipegangnya dan memandangi yeoja yang sekarang sedang terbaring di atas ranjang RS dengan berbagai peralatan medis di tubuhnya.Ia sangat pucat.

Siwon menutup buku diary pink itu lalu ganti memegang tangan yeoja itu.Wajah cantiknya benar-benar sangat pucat…

“ Fany-ya,ireona[11]! Jebal[12]—“lirihnya pilu,seraya mengelus lembut pipi yeoja itu.

“ Sampai kapan kau akan membuatku menunggu,Fany-ya? Please,open your eyes—“

Tidak ada respon.

***

Amuri chyeodabwado niga boijianh-a,oh baby…

Do nun-e gadeukkin nunmuri ttaemune,da neo ttaemune…

No matter how many times I look at you,I can’t see you,oh baby,

Because of the tears in my eyes,because of you..

***

FLASHBACK

“ Saengil chukhahae hamnida…

Saengil chukhahae hamnida…

Saranghaneun Tiffany,saengil chukhahae hamnida..!!!”[13]

 

Ia tersenyum penuh haru.Matanya berkaca-kaca.Terkejut bercampur haru dengan pesta kejutan ini.

Chukhahae[14]!!”seru Taeyeon heboh,mengguyur Tiffany dengan confetti yang dibawanya.Tiffany tersenyum sambil menahan air matanya.

“ Gomawoyo,chingu-ya[15]!”lirihnya,tertahan oleh air matanya yang sudah nyaris menyembur keluar.

Uljima[16]!Ini hari ultahmu,Fany-ya,kenapa kau cengeng begitu sih?Cheer up,girl!!”ledek Shindong.Tiffany tertawa sekaligus tetap ingin menangis.

“ Hentikan itu,Shindong-a!Fany-ya,ayo potong kuenya!”

Tiffany menerima pisau yang disodorkan Yuri dan mulai memotong kuenya,setelah-tentunya-tiup lilin dulu.Ia tersenyum saat menempatkan potongan kue pertamanya di atas ceper.

“ Ini,potongan pertama untuk uri saranghaneun chingu[17]!”Tiffany menyodorkan ceper itu pada Taeyeon yang juga nampak surprise dengan pilihan Tiffany, “ gomawo,chagiya!”lanjut Tiffany.Keterkejutan Taeyeon makin bertambah saat Tiffany ikut mendaratkan kecupan ringan di pipinya.Ia menoleh kaget tapi Tiffany hanya nyengir.

“ Selanjutnya,untuk Yuri!I Love You!”

Yuri hanya nyengir mendapat kecupan di pipinya.

Di saat asyik-asyiknya mereka berpesta,pintu kelas tiba-tiba terbuka.Serentak mereka menoleh.Choi Sooyoung baru saja tiba dengan wajah kelelahan.

“ Yah,Choi Sooyoung! Ada apa denganmu?”tanya Taeyeon heran bercampur khawatir.Sooyoung menggeleng pelan,

“ Aku tadi cuma—Kyaaaaaaaa!!!! Kalian berpesta tanpa menungguku?!Dasar nappeun chingu!!”

Tawa Tiffany meledak.Wajah Sooyoung yang tadinya lesu langsung berubah 180̊begitu ia melihat kue tart coklat Tiffany dan tanpa ampun lagi,ia merangsek maju dan mencolek krim kue itu.

“ Oh my God!Ini enak sekali! Fany-ya,saengil chukhahae! Sekarang,aku boleh makan kuenya,kan?”

“ Ya ampun,kau itu! Jangan izinkan dia sebelum kau menerima hadiahnya,Fany-ya!”sambar Yuri.Sooyoung manyun.

“ Akan segera kuserahkan! Sekarang,aku sangat lapar!”

“ Tadi kau sudah makan kimbab 5 porsi,kenapa masih lapar?”ledek Shindong,geleng-geleng kepala melihat semangat Sooyoung jika bertemu makanan itu.Dia yang jelas lebih bondeng(?) alias gemuk dari Sooyoung saja tidak pernah serakus itu.

“ Aku  baru saja mengerjakan misi penting,jadi energi langsung terperas habis!”kata Sooyoung seraya memotong kue untuk dirinya,Taeyeon mendecakkan lidah melihat seberapa besar potongan yang diambil Sooyoung,nyaris ½ kuenya,cuy!( #gila!), “ Kau tahu kalau mematai-matai Siwon itu pekerjaan yang berat,kan? Aku harus kesana kemari mengikutinya hanya demi melihatnya bersama yeoja—“

Sooyoung mendadak mengatupkan bibirnya.Sadar kalau ia baru saja mengatakan sesuatu yang tidak boleh didengar oleh pemilik kue yang sedang dimakannya itu.Tapi,terlambat,raut wajah Tiffany sudah berubah.Kunyahan Sooyoung melambat(?) dan dengan merasa bersalah,ia melirik Taeyeon dan Yuri tapi langsung buru-buru mengalihkan pandangan karena Taeyeon dan Yuri sudah melotot mengerikan padanya.

“ Fany-ya,potongkan lagi untukku,ne?”pinta Shindong,mencoba mengalihkan suasana.

Tiffany hanya menghela napas lalu meletakkan piringnya.“ Yeoja siapa lagi,Youngie?”

Glek.Sooyoung menelan apapun di tenggorakannya dengan paksa. Tamat sudah…

“ Fany-ya,aku bukannya bermaksud menyakiti perasaanmu,aku cuma—“

“ Aku tahu,kok,maksudmu baik dan sampai sekarang aku seharusnya berterima kasih padamu.Kalau tidak ada kau,mungkin aku tidak pernah tahu apa saja yang dilakukan Siwon dan mungkin itu akan lebih menyakitkan—“lirih Tiffany pelan.

“ Fany-ya,aku yakin ini hanya masalah waktu sampai Siwon sadar kalau dia tidak boleh menyia-nyiakanmu seperti ini.Percayalah,Fany-ya!”kata Sooyoung,mencoba menghibur Tiffany.

Ia jelas merasa sangat bersalah pada sahabatnya itu.Melaporkan semua affair kakaknya sama saja menyakiti sahabat sekaligus calon kakak iparnya itu.Tapi,mau bagaimana lagi?Ia tidak tahu harus bagaimana lagi mengatasi sifat Siwon yang playboy dan kurang ajar itu selain selalu mengikutinya dan menganggunya di saat yang tepat.Ia tidak pernah suka kakaknya kencan dengan wanita lain dan mengabaikan Tiffany,sahabatnya yang telah dijodohkan padanya.

Alasan kenapa Tiffany tidak bisa melepaskan Siwon hanya satu,ia tidak pernah ingin menodai perasaannya pada Siwon.Ia hanya pernah sekali jatuh cinta dan itu hanya untuk Siwon.Ia sangat bahagia saat rencana perjodohan mereka diketahuinya.Mana ada yeoja yang tidak senang dijodohkan dengan orang yang sangat disukainya?Tapi,perasaan senang itu bisa menjadi duri jika di saat yang sama ia menolak.Benar,Siwon tidak pernah menyetujui perjodohan itu tapi juga tidak menolaknya.

Tiffany mendesah perih mengingat apa yang dikatakan Siwon padanya waktu itu,

‘ Aku mungkin bisa menolak perjodohan ini,tapi kudengar kalau kau sangat menyukaiku,aku memang brengsek,Fany-ya,tapi aku masih tidak tega memutuskan harapanmu.Jadi,biarkan saja perjodohan itu ada.Tapi,tentu saja sebelum kita benar-benar menikah,lebih baik kalau kita hidup dengan jalan kita sendiri.Kau tidak boleh menghalangiku kencan dengan yeoja lain dan begitu sebaliknya.Apa menurutmu ini tidak adil?Well—kalau aku mengingat nanti aku harus menikah denganmu,menurutku itu sudah sangat adil.Kau tidak usah khawatir,aku berjanji untuk tidak lari di acara pernikahan nanti.Tapi,untuk saat ini,aku ingin menikmati hidupku—‘

Sadis.Tapi,Tiffany tidak punya pilihan lain.Setiap hari yang bisa ia lakukan hanyalah merutuki dirinya sendiri,kenapa ia begitu bodohnya jatuh cinta pada laki-laki arrogant seperti Siwon?Akibatnya ini,ia harus menunggu Siwon dengan memperkuat mentalnya.

Tiffany menghela napas.Sakit. Tapi,ia harus bersabar.Ia sudah terlanjur menyukai namja itu.Ia sangat mencintainya tapi ia tidak bisa memaksa Siwon mencintainya.Ia ingin Siwon mencintainya dengan sepenuh hatinya tanpa paksaan,meskipun rasanya terlalu sakit.

“ Ah,aku harus pulang sekarang!”kata Tiffany tiba-tiba.Semua teman-temannya menatapnya khawatir,tapi Tiffany mengabaikannya. “ Aku ada janji dengan Michelle eonni,jadi jangan khawatir!”lanjutnya seraya bangkit.

“ Tiffany—“

HP Tiffany berdering.Dengan senyumannya Tiffany memperlihatkan layar ponselnya pada Taeyeon.

“ See? Aku memang harus pergi!”katanya.

“ Hati-hati!”lirih Taeyeon,mengalah.Tiffany mengangguk dan segera keluar dengan diiringi pandangan khawatir sahabatnya itu.

Di luar kelas,senyum yang tadi dipaksakannya perlahan lenyap tergantikan dengan wajah sendu.Langkahnya melambat dan saat ia merasa perih di hatinya terus bertambah,Tiffany menghentikan langkahnya dan bersandar di tembok.Perlahan,tangannya bergerak,menyentuh dadanya.

Siwonnie,sudah berapa kali kau menyakitiku di sini?

Sampai kapan kau begini terus?

Sampai kapan kau akan membuatku menunggu?

***

Byeonjyeojin geolya wirobich-in eoneun nae ulgeol,oh baby…

Ddo uljimal-ago,na dajimhaebwado,ddo ulyo,…

My Crying face that reflecting above the spread letter,

I promise mysef,I wouldn’t cry again,

But I’m crying again…

***

“ Aww!Yah!!Pelan-pelan!”seru Siwon kesakitan.Lebih tepatnya merasa perih saat handuk hangat itu menyentuh lukanya.

“ Kau berkelahi dengan siapa lagi,eoh?”gerutu Tiffany,mengacuhkan pekikan sakit Siwon dan terus membersihkan luka di wajah Siwon dengan tekun dan serius.

“ Bukan urusanmu,”

“ Donghae oppa[18],ya?”tebak Tiffany tanpa perlu memandangi Siwon.Ia fokus membersihkan luka-luka Siwon yang cukup parah itu.

“ Bagaimana kau tahu?”tanya Siwon,heran.Dipandanginya Tiffany lekat-lekat,meminta jawaban dari yeoja yang sekarang sedang mencari plaster luka di kotak P3K di pangkuannya.

“ Semua orang tahu!”balas Tiffany akhirnya. Siwon mengernyit bingung, “ Makanya,jangan asal tarik yeoja sembarangan! Walaupun dia sangat menarik,kau juga harus mengecek statusnya terlebih dahulu,kan? Bahkan yeojachingu teman sendiri kau juga embat! Kau memang playboy,tapi ke-playboy-an mu itu juga harus pakai batasan!Nih,jadinya kau babak belur begini!”

Siwon mengerjap berulang kali,mencerna kata-kata Tiffany baik-baik.Wajah cantik Tiffany yang polos itu seolah tak berbeban.Padahal Siwon tahu pasti bagaimana perasaan yeoja itu terhadapnya.Bukannya memarahinya karena suka gonta-ganti pacar,yeoja ini malah datang merawatnya dan memberinya saran.Setulus itukah yeoja ini mencintainya?

“ Tiffany,kau—” Siwon menahan tangan Tiffany yang hendak menempelkan plaster luka di wajah Siwon.Tiffany diam saja,nyaris tanpa emosi apapun di wajahnya,”—apa kau benar-benar sangat menyukaiku?”

Tiffany menghela napas lalu melepaskan tangan Siwon dari tangannya.

“ Kau sudah tahu jawabannya setahun lalu dan jawabanku belum berubah!”gumamnya pelan,tapi ia yakin Siwon mendengarnya dengan jelas.

“ Hey,Tiffany,kenapa kau bisa bertahan selama itu?Bukankah aku sudah menyakiti perasaanmu?”

Sekali lagi,tiffany menghela napas,kali ini ia tersenyum.

“ Kau menyuruhku untuk menunggumu.Aku memang sangat mencintaimu dan aku bersyukur dengan perjodohan itu.Aku hanya tidak ingin menjadi orang yang egois,Siwonnie,kaukan tidak menyukaiku dan kau pasti sangat tersiksa dengan perjodohan itu.Kau menerimanya saja sudah membuatku sangat bersyukur,tapi aku tidak bisa memaksamu mencintaiku.Kau benar kalau kau menyakitiku,tapi aku akan terus menunggu.Karena aku yakin,kalau kau memang jodohku,kau pasti akan kembali padaku. Jadi,apa salahnya membiarkanmu menikmati masa mudamu?Aku tidak ingin menjadi penyesalan yang berat untukmu!”

Siwon termangu.Heran sekaligus takjub.“ Lalu,bagaimana jika perjodohan itu dibatalkan atau tidak pernah terjadi? Apa yang akan kau lakukan?”

Tiffany tersenyum tulus, “ Kalau begitu,semua rasa sakit ini adalah peringatan buatku yang sudah berani mencintaimu.Kau tidak salah apa-apa.Perasaan ini milikku,Siwon,kalau kau masih tidak bisa menerimaku,biarlah perasaan ini untukku saja.Aku seharusnya berterimakasih karena kaulah orang pertama yang membuatku bisa merasakan yang namanya cinta itu. Sudah,ya? Aku ada les piano dengan Taeyeon!”

Tiffany membereskan peralatan P3Knya tanpa menghiraukan Siwon yang masih menatapnya, “ Jangan lupa mandi sebelum tidur!Badanmu itu kotor sekali ,bisa-bisa pesonamu jadi luntur kalau kau jadi jerawatan!Aku pergi dulu,ya?”Tiffany bangkit.

Siwon masih termangu di tempatnya.Sebelum Tiffany benar-benar meninggalkan ruangan itu,ia menoleh sebentar,menatap Siwon dengan pandangan sendu.Tapi,dipaksakan dirinya untuk tersenyum. Pahit,ya? Tapi itulah pilihannya.

“ Aigoo[19],kau sudah mau pulang? Tidak makan malam di sini dulu,ya?”seru ibu Siwon saat Tiffany pamit padanya.

“ Mianhae[20],eomeonim,aku ada les piano!Luka Siwon sudah kubersihkan,diaharus istirahat banyak dulu.”

Ibu Siwon tersenyum lalu mendekati Tiffany.Dipeluknya calon menantunya itu dengan erat.

“ Maafkan Siwon,ya? Dia hanya belum mengerti kalau kaulah yeoja yang pantas untuknya!”bisik Ibu Siwon.Tiffany tersenyum.

“ Ini pilihanku,eomeonim[21],jadi aku harus menanggung semua resikonya!”balasnya.

Ibu Siwon tersenyum mendengarnya.Ia sangat menyukai tiffany tapi karena ia jugalah Tiffany terus disakiti seperti ini. Ah,andai saja Siwon mau membuka matanya sedikit saja dan menyadari kalau yeoja inilah yang selalu mendampinginya di saat dukanya…

Setelah mengantar  Tiffany sampai di gerbang,ibu Siwon masuk dan menghampiri Siwon dengan berkacak pinggang sambil geleng-geleng.

( #eomma pose mode : ON)

“ Kau lihat,Siwonnie? Yeoja cantik setulus dia,apa kau bisa dapatkan dengan mudah,eoh? Seharusnya kau jadi pria yang baik,menerima perjodohanmu dan berhenti melukainya!Sikapmu yang buruk itu selalu membuatku merasa malu pada keluarga Hwang!!”omelnya.

Siwon mendecakkan lidah,  “ Aishhh…sudahlah,eomma[22]!”

***

Tiffany tersenyum samar melihat Siwon turun dari mobilnya dengan penuh pesona seperti biasa.Siwon sudah sembuh.Tiffany lega tapi sudut hatinya merintih pelan,mulai sekarang ia akan banyak makan hati lagi.

Siwonnie,sampai kapan?

 

Nan eotteokhae?molla eotteokhae eotteokhae…

Nan ireohke,molla michige ierohke…

What should I do?I don’t know what to do,

This is me,I don’t know why I’m going crazy like this…

 

Tiffany berharap,Siwon bisa berubah sedikit saja untuknya.Tapi,sepertinya dia sudah melupakan semua kata-kata yang diucapkannya kemarin.

Buktinya,belum cukup 6 jam ia kembali ke sekolah,gossip beredar kembali.Kali ini,Siwon memacari Park Jiyeon,murid kelas 10-A yang memang sangat cantik itu.

Tiffany hanya bisa tersenyum pahit saat Yuri mengabarinya.

“ Kenapa kau masih mau bertahan sih,Fany? Kalau aku jadi kau,aku pasti sudah mencincangnya hidup-hidup!Seenaknya saja dia mempermainkan perasaanmu seperti ini!”geram Yuri,emosi.

Tiffany hanya tersenyum, “ Sayangnya aku bukan kamu,Yuri-ya! Dan sudah berapa kali aku harus mengatakan kalau perasaan ini biarlah untukku saja?!Bukan salah dia kalau dia menolak dijodohkan dengan orang yang tidak dia sukai.”

“ Tapi,kan dia juga harus menjaga batasnya!Memang namja brengsek!”

Lagi-lagi Tiffany hanya tersenyum.Kenapa? Kenapa ia seperti ini? Hanya karena cinta?

 

Da neottaemune,jeomal neo ttaemune

Nan amugetda halsu eobjanh-a…

All because of you,really because of you

I can’t do anything…

***

Tiffany terpekur.Janji makan malam yang sudah diatur hanya memperburuk suasana hatinya.Padahal,sesuai dengan perjanjian mereka akan makan malam bersama minimal sekali sebulan.

Tapi,sudah lebih sejam ia menunggu,Siwon tak kunjung datang.Saat Tiffany menelponnya ternyata namja itu sedang makan malam bersama Jiyeon dan dengan ‘menyesal’ membatalkan janjinya.Ahh..Sudahlah…

Tiffany menghapus airmatanya.

Sampai kapan ia akan seperti ini? Apa ia akan terus menunggu sampai Siwon kehilangan pesona?Dan kapankah saat itu datang?5 tahun lagi?10 tahun lagi? Atau ia harus menunggu sampai Siwon berumur 50 tahun?Michige[23]

Saat ia melirik hpnya,sesuatu yang lain mulai merubah hatinya.Penantian itu tidak selamanya berbuah manis.Dengan ragu,ia menghubungi salah satu kontaknya.

“Yuri-ya?”Tiffany terdiam sebentar,berusaha untuk menguatkan dirinya, “ Sepertinya kau benar—seharusnya aku sudah mencincangnya saja.kau benar,yuri-ya,aku hanya gadis biasa dan aku…aku rasa,aku sudah sampai di ujung kesabaranku.Kurasa,aku sudah mulai lelah…aku tidak bisa seperti ini lagi,hikkss…”

“ Aku mencintainya,Yuri-ya,sangat mencintainya…Tapi,aku tidak bisa menemukannya…aku lelah mencarinya,apakah….apa aku belum terlambat untuk belajar melupakannya?”

 

Byeol.Byeol.Byeol.Byeolmankeum saranghae…

Watdeongeoya,neoreol chaja,jeo meollisseo,neon shing star…

Star.Star.Star.I love you as much as the stars,

I came for you to find you,you’re the shining star…

 

“ Fany-ya,aku mengerti perasaan sakit seperti itu,tapi aku juga sangat tahu kalau kau sangat mencintainya,pikirkan dulu baik-baik,Fany-ya! Aku tidak suka kau disakiti seperti ini,tapi aku lebih tidak bisa melihatmu terpuruk karena pilihan yang salah…”

Tiffany menggeleng dengan airmata yang mengalir di pipinya, “ Iya.Sejauh ini aku bisa bertahan,dua-empat sampai sepuluh yeoja sebulan,aku bisa selama ia masih mengingat perjanjian kami.Tapi,sekarang sudah terlalu sakit,Yuri-ya,aku takut…aku takut kalau aku terlambat memperbaiki lukaku.Eotteokhae[24]?Hikss..”

 

 Byeol.Byeol.Byeol.Byeol mareul tahaebwa,

Do pyoyeoni andwe jeongmal,neomune taptaphae,

Ijen nan eotteokhae haeya?

Star.Star.Star.No matter what I say,

I really can’t express myself.I’m frustated.

Now,what should I do?

 

Tiffany menangis.Sudahlah…aku menyerah.

Dengan pelan dan sedikit gemetar,ditekannya kontak Siwon.Nada sambung.Tiffany menggigit bibirnya resah.

“ Ne[25]? Aku sedang mengantar Jiyeon! Kau,kan sudah tahu! Apalagi sekarang?”

Sakit.Bahkan nada suaramu menyakitiku,Siwonnie…

“ Yeobeosseyo[26]?Hey,Tiffany,kau tidak tidur,kan? Halo?”

“ Ne,halo,Siwonnie!”

“ Aishh..bicaralah cepat! Kalau tidak,kumatikan saja!”

“ Siwonnie,aku menyerah…! Kau menang…”

Tidak ada jawaban.Tiffany resah.Matanya sudah kembali memanas.

“ W-wae[27]?”

Tiffany memaksakan dirinya tersenyum.Tuhan,kuatkan aku,pleasee…!!

“ Karena aku hanya yeoja biasa….”

“ Tapi,kau  bilang kau bisa dan sanggup menunggu!”

“ Hm…tapi,aku menyerah sekarang.Aku tidak akan menganggumu lagi,Siwonnie!Aku akan berbicara pada orangtuamu,jadi jangan khawatir.Terimakasih telah mengisi hatiku selama ini,Siwonnie…”

Tangis Tiffany meledak.Dengan gemetar di cengkramnya dadanya,berusaha untuk menahan luka yang membengkak di sana.Tapi,ia terlalu lemah untuk menahan gejolak emosi itu.

“ Kau—kau menangis…”

Tangisan Tiffany makin tak terkendali.Tanpa mengatakan apa-apa lagi,ia memutuskan kontaknya.Ia ingin sendiri.Ia ingin menenangkan dirinya sendiri.Ini pilihannya.Ini perasaannya.Jika,sekarang ia terluka karena pilihannya,kenapa siapa ia harus marah? Pada diri sendiri?Tiffany sesegukan berusaha menahan tangisnya.

 

Hanatulset bwado kkutji boijil anh-a,oh baby…

Gaseume kageukdamkin chu-eon ttaemune,ddo ni  saenggakhae…

No matter how many times I count,I can’t see the end,

Because of all memories that are in my heart,I think of you again…

 

Tiffany berjalan lesu sepanjang trotoar.Matanya masih sembab.Tapi,perasaannya sudah sedikit lebih lapang.Selesai sudah.Masa penantiannya yang tidak jelas itu,sekarang sudah jelas.Ia mundur dan menyerah.

Tiffany terus berjalan dengan pikiran kacau sampai ia tidak sadar telah menyebrang ke tengah jalan raya.

Ia menengadah ke langit.Menatap bintang yang bersinar indah.

 

Byeol.Byeoldeul-a malhaebwa!

Keutneungeoni?Keureongeoni?

Ttaetaphae!Utjiman malgo! 

Star.Stars,talk to me!

Is it over? Is that it?

Answer me!Don’t just laugh!

 

Lalu,tiba-tiba….

BRAKKKK!

 

Gelap.Sakit.

Merah.Kental.

Tubuh Tiffany terlempar dan langsung kehilangan kesadarannya.

Di saat yang sama,hpnya yang terlempar tak jauh darinya baru saja menerima panggilan masuk.

 

Byeol.byeoldeul-a butaekhae!                 Star.Star,I’m pleading to you!

Deon hanbeonman-nirago nal nae sarang                      Just for once my love

Ni yeoph-e naragal itgehaejy    Let me fly to your side 

***

@the Same Time

“ Gomawo,sudah mengantarku,oppa!”kata Jiyeon begitu ia turun dari mobil Siwon.Siwon tersenyum.Jiyeon lalu berbalik masuk ke rumahnya.Tapi,

“ Jiyeon-a!”panggil Siwon.Jiyeon menoleh dengan senyum cantiknya.

“ Ne?”

“ Kita putus saja,ya?”

“NE??!! Oppa! Kenapa kau—“

“ Mianhae,Jiyeon-a,kau sangat menarik dan baik,tapi ini adalah pilihanku.Mianhae!Aku tidak bisa bersamamu di sini sementara aku baru saja membuat seorang yeoja menangis!Bye,Jiyeon!”

Tanpa ba-bi-bu lagi,mobil Siwon melaju,meninggalkan Jiyeon yang cuma bisa melongo schok.

***

Byeolmankeum saranghae….Watdeongeoya,neoreul chaja jeo meollisseo..

I love you as much as the stars…I came for you,to find you!

 

Siwon tersenyum memandangi buket bunga mawar pink di kursi sampingnya.Tiffany pasti akan menagis bahagia jika tahu kalau aku membelikan ini untuknya,batin Siwon.

Siwon tersenyum lagi.Eomma benar,ia seharusnya berhenti bermain-main.Ia pernah meragukan Tiffany,ia menolak perjodohan itu bukan karena ia tidak menyukai Tiffany,tapi ia ragu.Ternyata ia salah,Tiffany bukan gadis yang gampang menyerah.Ia terus berdiri di sisi Siwon tanpa pernah mengingat kalau Siwon selalu menyakitinya.

What a wonderful girl! Hmm..it’s seems like she’s brighter than the gems.

Siwon tak berhenti tersenyum.Malam ini mungkin adalah puncak kejenuhan Tiffany dan juga menjadi titik kejenuhannya.Ia jenuh dan lelah menguji Tiffany.Lagipula,ia sudah mendapatkan kemantapan perasaannya.

Dan memang,batin Siwon,dia akan selalu bersinar,lebih indah,lebih terang daripada mutiara,di dalam hatiku…

Ponselnya berdering.Sooyoung dongsaeng[28] ‘s calling.

Siwon segera memasang handsfreenya sambil fokus menyetir.

“ Ne?”

“ Oppa,segeralah ke rumah sakit sekarang dan lihatlah ulah bodohmu itu!”

“ Kau kenapa sih?”

“Jangan banyak tanya!Tiffany baru saja kecelakaan hebat!”

D.E.G.

 

 

Neol dolryeodalrago.Nal bonae dalrago ni yeoph-e              I want you back,I want to go back to your side

Ddok buteokhae,jebal ireohke  buteokhae                  I’m pleading you,I’m pleading you,please

Ddok haneul-e,naoui gidohae haneul-e                     To the sky,my prayer goes to the sky….

***

“ MWOO[29]??!!!”

Bagai petir di siang bolong,meruntuhkan seluruh gedung pencakar langit,mengais akar pohon ,meluapkan air di sungai Han,bla-bla-bla….

Tiffany mengalami benturan hebat di kepala belakangnya dan menyebabkannya harus kehilangan ingatan sementara.

Siwon lemas.Sahabat dan keluarganya menangis.

“ Yah,Choi Siwon!!Da neo ttaemune[30]!!”

Siwon hanya menunduk,tak kuasa membalas cacian Yuri.

“ Gara-gara kau,kan?!Tiffany begini gara-gara kau,kan?!Neo ttaemune[31]!!”

Siwon tak bergeming meskipun Yuri tidak berhenti memukulinya.Ia tak peduli.Bagaimana mungkin ia bisa mempermasalahkan rasa sakit karena pukulan itu jika hatinya jauh lebih sakit?Saat dimana ia ingin menebus kesalahannya adalah saat dimana ia kehilangan Tiffany.Memang Tiffany masih hidup,tapi jika ia harus kehilangan ingatannya,apa yang harus dilakukannya?

 

FLASHBACK END

***

Taeyeon berjalan santai di trotoar.Ia baru saja pulang dari rumah Tiffany,hal yang selalu dilakukannya setiap hari sejak Tiffany kehilangan ingatannya.Taeyeon mendesah pelan.Ia tidak pernah menyangka pilihan sahabatnya itu sampai memberikan dampak yang begitu besarnya seperti ini.Sejak kehilangan ingatannya,hidup Tiffany benar-benar berubah.Ia bukan lagi gadis cengeng yang berpura-pura tegar.Sekarang,dia lebih ceria dan hidup seolah tanpa beban.Ia senang dengan perubahan itu,tapi kasihan Siwon.Tiffany tidak pernah mengingat sedikitpun tentang Siwon kecuali kata ‘playboy’ yang melekat pada diri Siwon.Mereka bermusuhan,tentu saja.

Tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti di sisi Taeyeon.Ia menoleh,pada saat yang sama kaca mobil itu turun dengan perlahan.

“ Mau pulang?”seru Siwon dalam balik kemudinya.Taeyeon mengangguk.“ Masuklah! Aku akan mengantarmu!”

Taeyeon tidak punya alasan untuk menolak,jadi ia menurut dan masuk ke dalam mobil.

“ Bagaimanakabar Tiffany?” Tanya Siwon sambil terus fokus menyetir.Taeyeon tersenyum.

“ Masih sama.Dia belum mengurangi perasaan bencinya padamu setitik pun!”

Siwon tersenyum miris.“ Aku harus bagaimana? Aku ini sangat tidak berguna.”

“ Jangan khawatir,Siwon! Dia pasti akan segera ingat!”

“ Sampai kapan aku harus menunggu?”

Taeyeon tersenyum tipis, “ Apa kau tahu,Siwon? Tiffany tidak pernah sekalipun bertanya seperti itu padaku.Ia tidak pernah lelah menunggumu—“

“ Hm,itu kesalahanku.Seandainya aku tidak—“

“ Jangan berkata seperti itu! Sudah seharusnya kalian memulai dari awal lagi,kan? Hanya saja sesekali bersikap baiklah pada tiffany!Apa kau tidak tahu seberapa marahnya dia hari ini padamu,eoh?”

Siwon tersenyum geli.Ia tahu.Dan ia suka melihat gadis itu marah-marah seperti tadi.

“ Aku hanya ingin membuatnya jatuh cinta.Banyak cerita yang seperti itu,kan? Aku akan  membuatnya marah padaku tapi pada akhirnya aku akan membuatnya jatuh cinta. Bagaimana?”

Taeyeon tertawa.“ Tapi kenapa kau harus membuatnya tersiksa? Apa kau tidak tahu bagaimana melelahkannya mengepel koridor sekolah,eoh?”

“ Eh,itu…aku memang  tidak sengaja menghilangkan bukunya dan saat dia mengepel,aku sebenarnya tidak sengaja menumpahkan air kotor itu.Aku juga berniat membantunya dengan diam-diam,tapi dia langung menerkamku lebih dulu.”

“ Kabarkan terus perkembangan Tiffany,ya?”

Taeyeon mengangguk pasti.

***

“ Siwonniee!!Appa[32] mau bicara denganmu!”seru Mrs.Choi.

Siwon beranjak dari hadapan TV dan menemui appanya.

“ Wae,appa?”

“ Appa sudah berunding dengan keluarga Hwang dan kurasa kau juga mungkin tidak akan menolak dengan hasil kesepakatan kami.Pertunanganmu akan tetap dilaksanakan minggu depan!”

“ MWO?!!APPA!!”

“ Kenapa lagi?!Kau sedang kencan dengan yeoja lain lagi sekarang?!”sergah Mr.Choi

“ Bukan begitu,appa! Eh..iya,sih aku memang sedang kencan dengan seorang yeoja tapi masalahnya bukan itu,appa!Tiffany,kan hilang ingatan!Memangnya apa yang dia tahu soal perjodohan itu?”

“ Keluarga Hwang sudah sepakat,Siwon!”kata Mrs.Choi, “ Lagipula lambat laun Tiffany juga akan ingat kembali.Kalaupun tidak,kau kan bisa membuatnya jatuh cinta lagi!Iya,kan?”

Siwon menghela napas.Bingung menjelaskan situasinya.

“ Eomma,appa!Apa kalian tahu bagaimana pendapat Tiffany mengenai aku?”

“ Aku tahu!”sambar Sooyoung yang kebetulan sedang lewat, “ Dia membencimu,kan?Itu,sih balasan karena dulu kau selalu menyakitinya!”

Siwon melotot sebal tapi tidak mengatakan apa-apa. Toh,itu memang kenyataannya,kan?Sekarang,ia jelas sangat menerima pertunangan itu,tapi bagaimana kalau Tiffany mengamuk?

***

@Tiffany’s Home

“AAAAAAAA!!!!!Shilheo[33]!!SHILHEOOOO!!!!!!Pokoknya sampai mati aku tidak mau!SHILHEO!!”

“ Tiffany Hwang!”

“ Pokoknya,TIDAK MAU!!Aku tidak mau dan tidak akan pernah mau,ARA?!”pekik Tiffany,menggetarkan gedung apartemennya. Mr.Hwang dan Michele  geleng-geleng kepala.

“ Ini demi kebahagianmu,sayang!”pintaMichelle  sekali lagi.Tiffany spontan menggeleng cepat.

“ No Way! Kebahagiaan macam  yang  akan  ada kalau aku tidak menyukainya?Pokoknya TIDAK MAU!TITIK!”

“ Tiffany!”

“ Oh,baiklah! Kalau dad mau melihat putri kesayangan kalian ini menderita lahir batin sampai harus menenggak racun kecoa (?),silahkan! Teruskan rencana kalian!”tukas Tiffany,keukeuh pada pendiriannya.

“ Kenapa kau tidak mau,Tiffany?”

Tiffany menyemburkan napas kesal.Ia menatap ayah dan kakaknya bergantian.

“ Dad!Eonni! Kalau kalian tidak tahu siapa Siwon sebenarnya,sekarang biarkan aku yang memberitahu kalian!Pertama,dia itu playboy kandang tikus!Kedua,dia orangnya narsis,sok tampan,sok kaya,sok keren! Ketiga,dia orang yang tolol! Namja brengsek yang suka mengangguku!Tiap hari dia selalu membuatku menderita lahir batin di sekolah.Dan dad pikir,namja kurang ajar seperti bisa jadi menjadi bagian dari keluarga kita? Dad,WAKE UP!!”

Mr.Hwang bertukar pandang dengan Michelle dengan senyum tertahan.

“ Sudahlah,istirahatlah dulu dan kau bisa pikirkan itu matang-matang!Oke?”

“ Arrrghhh!!Kupikirkan mentah-mentahpun jawabannya sudah bulat: TIDAK MAU!!!”

BRAK!

Untuk semenit setelah pintu kamar Tiffany terbanting tertutup tidak ada yang bersuara.Lalu kemudian,tawaMichelle meledak.Mr.Hwang nampaknya ingin menegur putrinyaitu karena bisa saja Tiffany mendengarnya dan malah tersinggung. Tapi,ia sendiri tidak bisa menahan tawanya.

“Kau sudah memberikan ‘itu’,kan?”Tanya Mr.Hwang setelah beberapa lama.Michelle mengangguk.

“ Tenanglah,Tiffany akan tahu kalau dia membaca buku itu!Sudahlah,biarkan saja dia dengan kemarahan ‘aneh’nya itu!”

***

Tiffany ngos-ngosan tapi ia tidak peduli.Ia terus berlari,terus berlari tanpa peduli kalau ia menabrak orang-orang.Pokoknya ia harus berlari.Berlari untuk mengejar seseorang.

“ Yah,Choi Siwon!!Jamkkanmanniyo[34]!!!YAAAHH!!!!!”serunya dengan napas tersengal-sengal.

Siwon yang sedang membukakan pintu mobilnya  untuk Yoona mengernyit  heran melihat yeoja itu berlari menghampirinya bagai kesetanan. ( # hahaha..Fany eonni setan!#kyaaaa!bakkbukkbukgebugg@@#$%^&*digebukinfanytastics)

“ Kenapa kau,ugly?!”

Tiffany melotot sebal dipanggil ‘ugly’ lagi tapi jantungnya yang sudah nyaris copot karena fitness mendadak itu jauh lebih penting.Begitu ia tiba di dekat Siwon,tanpa peringatan sebelumnya ia menarik ujung baju Siwon dan bergelanyut untuk menetralkan napasnya.

“ YAHH!!Apa yang kau lakukan?!”pekik Siwon kaget dan refleks menepis tangan Tiffany dengan kasar.

“ Yack! Dasar pelit!” omel Tiffany.“ Dengarkan aku dulu,Siwon pabo!”

“ Aku tidak punya waktu mendengarkan ocehanmu! Yoona-ya,masuklah! Kita pergi!”

Siwon mendorong Tiffany pelan agar menyingkir dari jalannya,tapi sebelum ia meninggalkan tempat itu Tiffany menahan langkahnya.

“ Apa lagi?!”

“ Aku mau bertanya sesuatu!”

“ Aigooo…kau ini—“

“ Siwonnie,apa benar kalau aku…aku ini—aku ini hilang ingatan,ya?”

Deg.Siwon terpaku.Ditatapnya wajah Tiffany yang basah karena keringat.Apa dia sudah mengingatnya?Apa dia sudah tahu?Jantung Siwon berdebar kencang.

“ T-tiffany..”

“ Benarkah?”

“ Kenapa kau bilang begitu?”

Tiffany membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah buku pink dari sana.Siwon terpaku melihat buku itu.Itu,kan diary Tiffanya tentang dia.Apakah mungkin…

“ Siwonnie,jawab aku!”desak Tiffany.

Siwon mengambil buku itu dari tangan Tiffany dan membolak-balik lembarannya dengan perasaan tak karuan.Kangen.Merasa bersalah.Bahagia.Takut.Bla-bla-bla.

“ Oppa,ada apa?”Yoona yang sudah naik ke mobil Siwon kembali turun dan menghampiri mereka dengan penasaran karena seingatnya Siwon dan Tiffany itu pengibaratan-kalau bahasa kasarnya nih-seperti Kucing dan Anjing yang selalu berantem.#Pletakkk#dilemparkalengsamaFanystastic#hiks.

Melihat mereka diam-diaman seperti itu pasti menimbulkan tanda tanya,kan?

“ Oppa,ada ap—“

“ Tiffany,jadi kau—apa kau sudah mengingat semuanya? Semua tentang emm…kita?”

Tiffany mengerjap polos (?).“ K-kita?”

Siwon mengangguk pelan.Cemas dan penuh harap.“ Kau tidak ingat?”

Tiffany menggeleng cepat.“ Itulah kenapa aku bertanya padamu,kurasa semua yang ada di situ sama sekali bukan fakta yang ada.Mana mungkin aku sehina itu bisa menyukai namja tolol dan brengsek sepertimu!”

Siwon mendesah kecewa.

“ Itu,tidak benar,kan,Siwon? Ckkcckk,aku pasti sangat bodoh kalau aku pernah menyukaimu!Hahaha..tidak bisa kubayangkan betapa hina dan bodohnya aku menangis karena melihatmu kencan dengan yeoja lain!Aku pasti sudah gila,ya? Hahaha!!”

Tiffany terus tertawa,menertawakan ketololannya saat ia menulis diary-nya itu,sementara Siwon memandanginya dengan nanar.

“ Tiffany,meskipun itu tolol,itu memang benar!”

Seketika tawa Tiffany terhenti.Ia menoleh,menatap Siwon tak percaya.

“ A-apa?”

“ Itu memang benar.Kau pernah mencintaiku dan sangat mencintaiku.Kalau kau bilang itu konyol dan bodoh,itu memang kenyataannya! Kau memang yeoja tolol yang selalu bersabar menungguku.Kau pernah bilang kalau kau tidak bisa melepaskan cintamu padaku meskipun aku selalu menyakitimu.Kalau kau tidak percaya,tanyakan saja pada orang terdekatmu. Tanyakan pada mereka apakah kau benar-benar pernah menjadi orang tolol seperti yang kau bilang itu,aku yakin mereka akan mengiyakannya!Buku ini juga sudah cukup sebagai bukti,kan?”

Tiffany schok.Mana mungkin?

“ Jadi,selama ini Taeyeon dan keluargaku berbohong padaku?”

“ Bukan membohongimu,Fany-ya,tapi mereka tidak ingin menambah sakitmu.Lagipula,apa kau pernah bertanya pada mereka?Pernah?Tidak,kan?”

Tiffany geleng-geleng kepala masih tak percaya, “ Kau bohong,aku tidak bisa mempercayaimu,Siwon!Kalau memang iya,aku—“

“ Kau pasti sudah mendengar rencana perjodohan itu,kan? Kau tidak akan membuat pilihan yang salah lagi,Tiffany,aku yakin itu!”

Tiffany bungkam.Lidahnya kelu dan tanpa mengatakan apa-apa,ia menarik bukunya dari tangan Siwon lalu berlalu meninggalkan tempat itu.Siwon tersenyum miris melihat kepergiannya.Kemudian,ia berbalik.Saat itulah ia baru menyadari kalau Yoona masih ada di sana dan sedang menatapnya dengan berang.

“ Ah,kau belum pulang,yoong?”

“ Bagaimana aku bisa pulang kalau kau belum mengantarku?!”

“ Kenapa kau jadi galak begitu,sih?”

“ Kau ada hubungan apa dengan Fany seonbae[35]?”

“ Kenapa kau mau tahu?”

“ Karena kau namjachingu[36]ku,oppa!”seru Yoona keras.

Siwon menggulirkan matanya,bête.Dulu Tiffany tidak pernah menuntutnya seperti ini.

“ OPPA!”

“ Dia itu tunanganku,Puas?!”balas Siwon ketus.Yoona membelalak,schok.

“ Mwo? Yah! Lalu kenapa kau memintaku jadi yeojachingumu,huh?!”

“ Salahmu sendiri kenapa kau mau!”

Yoona emosi.Ditatapnya Siwon dengan berang.“ Dasar playboy!”desisnya.

Siwon tertawa mengejek.“ Kenapa kau mau tertipu,eoh? Sudah selesai bicaramu?Minggir!”

“MWO[37]?!!YAAHHHH!!!”

Brakk.Dengan santai Siwon melambai dan segera memacu mobilnya meninggalkan tempat itu.Meninggalkan Yoona yang sibuk menahan amarahnya.

***

Siwon mengecek arlojinya dengan gelisah.Sudah lewat 15 menit dan yeoja itu belum juga datang.Padahal acara mereka akan segera dimulai.Siwon makin resah.Apa Taeyeon tidak berhasil membujuk Tiffany sehingga yeoja itu memutuskan untuk melarikan diri?

“ Aigoo..kemana yeoja itu?!”

“ Taeyeon tadi menelponku,katanya mereka sudah di perjalanan dari salon,tunggulah sebentar lagi,oppa!”sahut Sooyoung.

“Ini,kan sudah telat 15 menit,Youngie!Apa sih,yangsebenarnya mereka lakukan di sana?!”

“ Cihh,dasar cengeng!Apa kau tidak tahu berapa lama Tiffany menunggumu waktu itu?15 menit? Aniyo,kau seharusnya tahu kalau dia menunggu sendiri sampai 2 jam! Dan dia tidak mengeluh sepertimu!”ledek Sooyoung dan langsung dihadiahkan desisan maut.

“ Sudahlah,aku malas berdebat denganmu!”kata Siwon,cemberut.Ia mengeluarkan hpnya dan menghubungi  kontak Tiffany.

“ Aishh,kau kemana saja sih?!Apa kau lupa hari ini adalah hari yang penting?Dasar yeoja pabo,seenaknya pergi begitu saja!Kau dimana,huh?!”sembur Siwon tanpa ampun.Tidak ada jawaban.

“ Yeobeosseoyo?Yah,Tiffany Hwang!Kenapa kau?!”

“ eumm…chogiyo[38],apa anda mengenal pemilik hp ini?”

DEG.Bukan Tiffany.Perasaan Siwon mulai tidak karuan.“ Ne.Nuguseyo?Mana yeoja itu?”

“ Tolong segeralah ke RS,tuan,yeoja itu baru saja dilarikan ke RS,dia ditabrak lari saat menyebrang—“

Siwon terpaku.Matanya nanar dan jantungnya berdetak kencang.Lalu,di saat kesadaran mulai merambati kakinya,tanpa pikir panjang lagi,ia melesat cepat dan segera memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju RS.

Pertunangannya hancur bahkan sebelum dimulai.

Kenapa?Kenapa harus kecelakaan lagi?

***

“Siwonnie,ireona[39]!”

Siwon mengerjapkan matanya pelan dan menggeliat bangun setelah taeyeon mengguncang(?) lengannya pelan.Ia mengusap wajah dengan tangannya.Diliriknya Tiffany.Gadis itu masih juga belum sadar.Siwon menghela napas pelan dan menyentuh tangan Tiffany yang bebas infus.

“ Kenapa kau belum bangun,Fany-ya?”lirihnya pilu.

“ Siwon,makanlah dulu!Kau berjaga sejak semalaman,kau pasti belum makan,kan?”ujar Taeyeon,menyodorkan kotak makan siang yang dibawanya.

“ Terima kasih!”gumam Siwon.

Sebelum ia makan,sekali lagi ditatapnya Tiffany dengan perasaan rindu yang teramat dalam, “ Fany-ya,apa kau tahu keinginanku saat ini?”Tidak ada respon. Siwon tersenyum miris, “Aku ingin kau bangun dan menemaniku makan,Fany-ya! Aku tidak suka makan sendiri seperti ini,kau mau menemaniku makan,kan?“

Hati Taeyeon bergetar melihat mereka.Ini pertama kalinya ia benar-benar tersentuh dengan pemandangan seperti itu.Adegan yang selam ini hanya dilihatnya di drama-drama TV.Ia bisa melihat dengan jelas ketulusan yang memancar dari mata Siwon.Caranya berbicara.Caranya menatap Tiffany.Caranya menyentuhnya.Taeyeon yakin,kalau Tiffany melihatnya ia pasti tidak akan terbaring lemah seperti itu.Tapi,Tiffany tidak melihatnya.Dan ia masih saja terbaring lemah.

***

Sudah 5 hari Tiffany terbaring koma tanpa tanda-tanda kalau dia akan sadar.Para dokter juga tidak bisa memperkirakan kapan dia bisa bangun.Ia terbentur cukup keras dan cukup membuat kerja otaknya jadi melemah seperti ini.

Siwon hanya bisa terus berdoa dan berada di sisi yeoja itu.Menggenggam tangannya,mengelus rambutnya atau sekedar membacakan buku untuknya.Tapi,segala macam perhatian dan ketulusan yang diberikan Siwon belum cukup untuk membuatnya terbangun dari tidurnya itu.

Siwon sedang membacakan berita utama di koran untuk Tiffany pagi itu ketika Sooyoung masuk.

“ Oppa,pergilah ke kantor polisi sekarang!”kata Sooyoung setelah beberapa saat ia hanya diam memperhatikan Siwon membaca untuk Tiffany.

“ Kenapa?”balas Siwon seraya melipat korannya.

“ Orang yang menabrak Tiffany sudah ditangkap.Dia ingin bertemu denganmu,oppa!”

Siwon terhenyak.Orang yang menabrak Tiffany? Tuhan,ia tidak pernah memikirkan itu sebelumnya.Sekarang,dia sudah tertangkap.Dan ia harus memastikan orang  itu mendapat pelajaran karena membuat Tiffany menderita seperti ini! Dengan menahan emosi,Siwon bangkit menyambar mantelnya dan bergegas pergi.

Di saat yang sama jemari Tiffany bergerak.

***

“ YOONA?!!”

Yoona tertunduk,bahunya berguncang hebat.Siwon melangkah mendekatinya dengan schok.

“ K-kenapa bisa…kau?”

“ M-mmianhae[40],oppa! Mi-anhae!”

BUKKK..

Yoona terlonjak kaget.Meja di depannya baru saja digebrak kasar penuh amarah.

“ Apa kau tidak tahu apa akibat semua ini,yoona?Apa kau tahu apa yang sekarang terjadi dengan Tiffany? Apa kau pernah membayangkan rasa sakitnya sedikit saja,huh?!”bentak Siwon berang.

“Mmianhae,oppa! Jeongmal mianhae!”

Tangis Yoona makin menjadi-jadi.Ia juga tidak mengerti kenapa ia bisa melakukan hal buruk seperti itu.Ia hanya ingat,saat ia melihat Tiffany keluar dari butik dengan gaunnya yang indah,hatinya terbakar cemburu.Ia sangat mencintai Siwon.Sudah bertahun-tahun ia memendam perasaannya untuk Siwon tapi ia tak pernah berhasil mendapatkannya.

“ Kenapa? Kenapa kau melukai Tiffany?! Apa salahnya,hahh?!”

Yoona mengangkat wajahnya,menatap ke dalam mata Siwon.

“ Oppa,mianhae! Tapi,bukan salahku kalau aku membencinya!”

“ Mworago[41]?!”sergah Siwon kasar.

“ Ne!Aku memang membenci,oppa!Aku membencinya karena dia merebutmu dariku!Apa kau tidak tahu kalau aku sudah menyukaimu sejak lama,oppa?Apa kau tidak tahu kalau dibandingkan dengan dia,penantianku lebih lama lagi?!”

Siwon menatap Yoona dengan tak percaya.“ Kau—“

“ Aku lelah,oppa! Aku lelah hanya bisa melihatmu dari jauh!Apa kau bahkan tidak mengingatku,oppa? Apa kau mengingatku dalam masa lalumu?”

Siwon hanya diam.Ia sudah terlalu schok untuk berkata-kata.

Yoona menghapus airmatanya.“ Kau mungkin sudah lupa,oppa,tentu saja karena aku harus menghilang selama setahun demi operasi plastikku.Aku rela tubuhku disayat dengan pisau laknat itu hanya demi harapan kau akan melihat ke arahku.Tapi,sepertinya aku keliru,oppa! Saat aku datang,kau ternyata sudah menyukai Tiffany seonbae,apa kau tahu seberapa besarnya kekecewaanku saat itu,oppa?mollayo[42]?”

“ Yoona—“

Yoona mendengus tertawa dan membersit hidungnya, “ Tentu saja kau tidak tahu. Tapi,aku cukup senang saat akhirnya dia kehilangan ingatannya.Itu memberikan peluang untuk mendekatimu,oppa! Aku sangat senang saat kau memintaku jadi yeojachingumu.Selama ini aku terus berusaha mempertahankan namaku di hatimu,tapi sekarang—setelah aku mendengar percakapan kalian dan kau yang mencampakkanku,aku tiba-tiba merasa kehilangan peganganku.Aku takut.aku ingin melindungi milikku sekuat yang aku bisa.Aku tidak bisa melepasmu,oppa,dan saat aku melihat Tiffany seonbae—aku….“

“ Kau benar-benar mengambil pilihan yang salah dengan menyakiti Tiffany seperti itu,Yoona!”

Yoona tertunduk dan tenggelam dalam isakannya.Siwon menghela napas letih.Amarah yang ia bawa perlahan mulai luntur terganti dengan perasaan kasihan.Perlahan ia mendekati Yoona dan memeluknya.

“ Mianhae,karena tidak mengerti perasaanmu selama ini,Yoona.Tapi,aku masih tidak bisa menerima perasaanmu.Aku hanya mencintai Tiffany dan aku sudah terlalu banyak menyakitinya.Cinta itu tidak harus dimiliki,Yoona,kau pasti akan mendapat namja yang lebih baik dariku,aku percaya itu!”

***

Siwon melangkah gontai  sepanjang koridor RS.Apa yang baru saja didengarnya dari mulut Yoona sungguh membuat perasaannya jadi kacau balau.Selama ini ia tidak pernah membuat yeoja sampai sefrustasi itu karena dicampakkan olehnya.Ia merutuki dirinya sendiri.Dasar bodoh kau,Choi Siwon!Kenapa kau baru sadar kalau permainanmu itu bisa memberikan dampak terburuk dalam hidupnya.#ngelus dadalega*akhirnya…sadar juga..!!#

Ia sekarang sudah tiba di depan pintu kamar rawat Tiffany. Tapi,apa yang baru saja dialaminya seolah membuatnya tak sanggup masuk.Ia perlu menenangkan diri.Siwon menarik tangannya kembali,batal memutar gagang pintu kamar Tiffany.Ia menghela napas letih dan beranjak duduk di kursi tunggu.

Selama ini ia tidak pernah mau memikirkan bagaimana perasaan yeoja.Ia berkencan dengan mereka demi kesenangan semata.Ia tidak pernah mau pusing dengan perasaan mereka.Terserah mereka mau memberontak,menangisatau tertawa seperti orang gila.Ia tidak pernah peduli.Tapi,sekarang setelah apa yang terjadi,ia merasa menyesal telah mengabaikan fakta kalau seorang yeoja bisa menjadi monster saat mereka disakiti.

Siwon tidak bisa mengerti kenapa yeoja bisa seperti itu,tapi sepertinya perasaan dan emosi Yoona sudah cukup menyadarkannya kalau yeoja itu dilema perasaan sakit yang begitu dalam sampai membuat yeoja itu ingin mencelakakan Tiffany.Karena ia,orang yang dicintainya jadi celaka.Karena keegoisan dan kegegabahannya,ia membuat orang yang sangat dicintainya terbaring lemah.Siwon mencengkram rambutnya dengan frustasi.Karena dia…karena dia…Semua ini karena dia!

“ Shit!!”geramnya.Ia marah.Marah pada siapa?Diri sendiri?

Cukup lama Siwon hanya terdiam di sana sebelum ia memutuskan untuk bangkit dan masuk ke dalam kamar Tiffany.Ia seharusnya tidak terpuruk seperti itu.Toh,semuanya juga terjadi.Sekarang Yoona juga sudah menyesali perbuatannya dan akan tenang dalam penjara #YoonAddict,peaceee! : ) # kalau ia tidak menerima kenyataan,ia sendiri yang rugi dan juga kasihan Tiffany.Tiffany?!Siwon mengerjap kaget melihat ranjang Tiffany.Kosong.

“ Fany-ya!!”serunya spontan.Ia celigukan memperhatikan kamar itu. Ia tidak salah masuk kamar,kan? Lalu,kemana Tiffany?

Perasaan khawatir dan cemas mulai merambati Siwon.Apa jangan-jangan sepeninggalnya tadi keadaan Tiffany mendadak  down sehingga harus dipindahkan ke UGD lagi? Dengan perasaan kacau balau,Siwon mencari nama Taeyeon di kontaknya.Pasti ada apa-apanya…Mulut Siwon berkomat-kamit berdoa.

“ Yeobeosseo?Taeyeon-a,kau dimana?Di toko buku? Eh? Tapi,apa yang terjadi dengan Tiffany? Kenapa kamarnya kosong?Kemana dia?Apa dia masuk di UGD lagi?Yah,kenapa kau diam saja?!Dimana Tiff—“

Seruaan panik Siwon mendadak terpotong.Pintu WC kamar Tiffany mendadak terbuka.Dan apa yang dilihatnya benar-benar membuatnya bengong.

“ Oppa,kenapa wajahmu begitu?”tegur Sooyoung,bingung dan kaget melihat Siwon yang tadinya ia dengar teriak-teriak panik sekarang diam melongo dengan pandangan yang tertuju pada satu titik.Sooyoung mendadak mengerti.Iyalah,Siwon pantas bengong melihat Tiffany yang baru saja ia tuntun dari WC.

“ Fany-ya,kau—kau sudah sadar…”

Tiffany yang sedari tadi hanya diam memandangi Siwon mengerjap bingung dan perlahan menoleh pada Sooyoung.

“ Youngie…apa dia temanmu?”

DEG.Wajah Siwon memucat.Dipandanginya Tiffany dan Sooyoung tak mengerti.

“ Youngie,kenapa dia—apa Tiffany hilang ingatan lagi?”desak Siwon cepat.Sooyoung mengerjap,bingung harus menjawab apa. *hahaha,double amnesia,ya,eon?*plakkk#ditimpukfanytastic#hikkksss…

“ Nuguseyo[43]?”tanya Tiffany polos.

Harapan Siwon mendadak pecah berkeping-keping.Perasaan bahagia yang tadi menyelimuti hatinya saat melihat Tiffany sadar sekarang telah pecah dan menjadi kepingan penuh luka.

“ Fany-ya,jangan bercanda!Ini sama sekali tidak lucu!”lirihnya pelan.

Ada keheningan yang aneh di ruangan itu.Siwon masih mematung schok memandangi Tiffany dengan wajah pucatnya yang polos,sementara Sooyoung entah kenapa sama sekali tidak mau lagi memandang ke arah Siwon setelah Tiffany menanyakannya.Kesunyian aneh itu semakin bertambah saat Tiffany melepaskan tangannya dari pegangan Sooyoung dan dengan perlahan ia mendekati Siwon.

Ia berdiri sangat dekat dengan Siwon dan mendongak untuk menatap langsung ke dalam mata namja itu.Siwon hanya diam,wajahnya masih pucat dan ia masih tidak bisa menerima kenyataan kalau gadis yang cintainya itu kembali melupakan dirinya.Untuk kedua kalinya.#double amnesia,hihihi**pletakk#aww…yah,Fany eonni,sakit atuhhh!!#

“ Mungkinkah…”Siwon balas menatap Tiffany,dan diam menunggu apa yang akan dikatakan oleh yeoja itu dengan perasaan kacau balau abis ditiup angin putting beliung, “Apakah mungkin—kau…Siwon?”

“ Kau,mengingatku,Fany-ya?”seru Siwon,kaget bercampur senang.Tapi,Tiffany tidak menunjukkan ekspresi apapun di wajahnya.

“ Entahlah…hanya samar-samar dalam ingatanku.Kau benar Siwon? Si playboy itu,kan?”

“ Yah!!Apa kau tidak bisa mengingat yang lain selain itu,eoh?!”

Tawa Sooyoung meledak,tapi ia langsung mengatupkan mulutnya begitu Siwon melotot menyeramkan padanya.

“ Jadi,benar kalau kau playboy,Siwon?”tanya Tiffany lagi,polos.Tapi ada senyum tertahan dalam wajahnya.

“ Tiffany Hwang—baiklah,aku mengaku kalau aku ini memang playboy,tapi aku—“

“ Artinya kau suka mempermainkan perasaan yeoja,ya? Kenapa,Siwonnie? Apa itu menyenangkan? Apakah menyenangkan melihat yeoja kehilangan semangat dan harapannya,dan menangisi nasib mereka?”

Siwon kehilangan kata-kata.Telak.Kalimat Tiffany barusan adalah tamparan telak untuknya.Padahal,tidak kurang dari 10 menit yang lalu Siwon menanyakan pertanyaan itu pada dirinya sendiri.Sekarang ia diserang oleh Tiffany.Apakah separah itu ia menyakiti  hati yeoja ini sehingga di saat ia kehilangan ingatannya hanya hal buruk tentangnya yang ia ingat?

“ Fany-ya…mianhae,aku memang sudah menyakitimu terlalu banyak.Tapi,kau harus tahu kalau aku tidak bermaksud seperti itu,aku ini –“

“ Ara! Kau tunanganku!Aku tahu,Siwonnie!”

Siwon mengerjap kaget.“ Kau?Fany-ya,kau ingat?!”

Tiffany manyun.“ Kau suka kalau aku hilang ingatan,ya,Choi Siwon?!Apa menyenangkan bagimu mempermainkanku karena aku hilang ingatan?!”

Siwon kembali kehilangan kata-katanya.Kali ini karena ia terlalu gembira.Terlalu lega dan senang.Ia tak bisa menahan senyum lebarnya #nyengir maksudnya?!#

“ Ini benar-benar nyata,kan?!Kau tidak membohongiku,kan?!”

Tiffany cemberut.“ Baiklah,terserah kalau kau tidak percaya,Siwon pabo!”

Siwon tertawa.Ia maju lalu memeluk Tiffany erat.

“ Mianhae,selama ini jahat padamu. Aku cuma ingin kembali disisimu,Fany-ya!”

Perlahan Tiffany tersenyum  dan membalas pelukan Siwon.

“ Nado mianhae,oppa,sudah membuatmu khawatir!”bisiknya.

Siwon tersenyum, “ Saranghae[44]…” bisiknya lembut.

Tiffany tersenyum dengan eyesmilenya.Ia memperat pelukannya.

***

Yeorobun,annyeonghaseyo ^^

Thanks for read my fanfic.

Ini sebenarnya sudah pernah aku publish di fb-ku tapi sudah lama banget kehapus. Salam kenal,ya,Prophet-deul!😀

Mohon kritik n’ saran buat kemajuan karya selanjutnya😉

 


[1] cowok

[2] Kekasih perempuan

[3] Astaga /ungkapan keterkejutan

[4] cewek

[5] kamu

[6] Kamu adlah cowok yg benar-benar brengsek

[7] Bodoh

[8] Bad friend

[9] Hentikan!

[10]Kau mengerti?

[11] Bangunlah!

[12] please

[13] Lagu happy birthday Korea

[14] selamat

[15] Terima kasih,teman

[16] Jangan menangis!

[17] Our lovely friend

[18] Panggilan adik perempuan untuk kakak laki-laki/bisa jg berarti kekasih

[19] Astaga /ungkapan keterkejutan tapi lebih halus daripada Omo!

[20] maaf

[21] Ibu (sopan) biasanya dipakai sbg panggilan untuk ibu mertua/ibu dari kekasih

[22] ibu

[23] gila

[24]Apa yang harus kulakukan?

[25] ya

[26] halo

[27]Kenapa?

[28] adik

[29]Apa?

[30] Semua ini gara-gara kau!

[31] Gara-gara kamu!

[32] Ayah

[33] Tidak mau –bisa juga berarti benci

[34] Tunggu dulu!

[35] senior

[36] Kekasih laki-laki

[37]APA?!

[38] Maaf,permisi

[39] Bangunlah!

[40] maaf

[41]Apa katamu?

[42]Apa kau tidak tahu?

[43]Kau siapa?

[44] I love You

62 thoughts on “(AF) As Much as The Stars

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s