(AR) Collection Contract

Neo Xenon’ s Present

Collection Contract (chymineworld.wordpress.com)

-Collection Contract-

Main Cast

Siwon Super Junior as Choi Siwon, Tiffany Girls’ Generation as Hwang Miyoung

Other Cast

Suho EXO K as Kim Joonmyun, Heo Joon Hee (OC) as Heo Ahjumma, Kai EXO K as Kim Jong In, Krystal f(x) as Jung Soojung, Minhyuk CNBLUE as Kang Minhyuk, Taeyeon Girls’ Generation as Kim Taeyeon, J.Y.P as Park Jin Young, Seulong 2AM as Im Seulong, etc.

Rating

PG – 15

Lenght

Oneshot

Genre

Romance, Sad, Life, Family, a little bit Comedy, OOC

Disclaimer

The cast are belong to themselves, parents, management and God. I just borrow the name for my story. This story is mine and original by me, so don’t be a plagiator! Sorry if you got the typo. Keep RCL. Inspired by T – Ara – Cry Cry and my imagination.

Poster By

Chy@salsa’sworld

 

*****

 

Suara derap langkah kaki terdengar menggema berpantul pada dinding – dinding berlapiskan cat berwarna putih sebuah lorong bawah tanah. Terdapat 2 orang pria dengan setelan jas mewah Armani dan Channel berjalan penuh keangkuhan menuruni satu persatu anak tangga menuju lantai bawah tak terjamah. Sekian lama keduanya berjalan, salah satu diantaranya pun mulai mendekat pada sebuah pintu besar yang terbuat dari baja tebal yang didesain khusus oleh ahli. Pria tersebut menekan beberapa kode pada sebuah mesin kecil penuh tombol yang terletak disamping pintu baja, tak lama terdengar deritan panjang menandakan bahwa pintu mulai terbuka lebar.

“Lewat sini, Hyung.”

Pria pembuka pintu itu mempersilahkan pria dibelakangnya untuk masuk terlebih dahulu. Setelahnya, pria itupun ikut masuk, dan tak lama pintu baja tersebut kembali tertutup rapat. Keduanya mulai berjalan kembali, tapi dengan suasana ruangan yang 180o berbeda dari sebelumnya. Kini, lampu – lampu kristal mewah bertahtakan Shafir dan beberapa ornamen berbahan Emas, Perak, dan Zamrud mendominasi hampir setiap sudut ruangan bergaya Renaissance tersebut. Sebuah pintu kembali menyambut mereka, namun dengan bentuk dan gaya yang lebih elegan. Saat pintu tersebut dibuka terlihatlah banyak pria Konglomerat berkumpul sembari berbincang dengan segelas Red Wine ditangan.

“Jadi, ini Pria kesepian kita yang baru?” Seorang Pria paruh baya menghampiri kedua orang tersebut dan memperhatikan salah satu diantaranya yang terlihat diam tanpa ekspresi.

“Namanya Choi Siwon, Ahjussi.” Seru pria disebelah sosok bernama Choi Siwon tersebut. Park Jin Young, sang pria paruh baya itupun mengangguk mengerti. Ia pun mengajak kedua pria itu untuk lebih masuk kedalam ruangan tersebut.

“Jong In – ah, Apa kau sudah menjelaskan detail kontraknya pada Choi Siwon – ssi?”

Sosok yang dipanggil Jong In itu mengangguk kecil.

“Kalau begitu dia bisa langsung memilih mana yang pas dengan seleranya.”

Setelah berkata seperti itu, ketiganya pun sampai pada pintu lain di ujung ruangan, Jin Young membuka pintu itu dan betapa memilukannya pemandangan yang kini tersaji dihadapan ketiganya. Sebuah ruangan yang dibentuk laksana penjara Guantanamo menjadi sajian yang mampu membuat siapa saja yang masih memiliki hati pasti akan merasakan kasihan. Ratusan wanita di tempatkan di setiap sel yang hanya berukuran 7×5 meter dengan keadaan mengenaskan, berbalut pakaian mini yang mengekspos tubuh dengan riasan mencolok bersama 5 penjaga di setiap sel. Siwon mengamati pemandangan itu dengan sebuah rasa aneh yang menelusup kedalam dada.

“Kau mau yang mana, Hyung?”

Suara Jong In membuat Siwon terkesiap kaget. Namun, pria itu cepat menyembunyikan rasa keterkagetannya dengan sebuah senyum dingin. Siwon pun mulai berjalan dan melihat satu persatu kearah para wanita yang berada di dalam sel. Dirinya tertarik pada salah seorang wanita yang terdiam meringkuk disamping dinding sel yang pengap. Siwon menunjuk kearah wanita berkulit putih susu tersebut.

“Jinwoon! Keluarkan nona Hwang Miyoung dari selnya, Ia sudah terjual sekarang.” Seru Jin Young menyuruh salah seorang dari kelima pria yang berjaga di depan sel berisi wanita pilihan Siwon. Pria bernama Jinwoon tersebut mengangguk cepat dan menekan kode password hingga teralis besi sel yang dingin terbuka dan mengangkat sang wanita keluar.

Siwon menelan saliva miliknya dengan susah payah saat pandangan matanya beradu jelas dengan kedua mata milik Miyoung. Ada sebuah kilatan tak terartikan yang dapat dilihat Siwon dari kedua manik kecoklatan itu, tapi Siwon cepat – cepat membuang wajah dan kembali menatap kearah Jong In dan Jin Young.

“Anda telah memilih Choi Siwon – ssi. Mungkin, kita bisa membicarakan harga yang harus anda bayar sembari meminum beberapa gelas cocktail?”

 

**********

Sepasang pisau daging berhasil menghentikkan langkah Siwon untuk masuk ke dalam rumah. Pria berambut klimis tersebut berdecak tidak suka saat menyadari bahwa sang sepupu, Kim Joonmyun berada tepat di depan pintu dengan ekspresi gelap yang membuat bulu roma berdiri seluruhnya.

“Hyung benar – benar mengikuti perkataan Jong In?”

Siwon tak menghiraukan perkataan atau lebih tepatnya sindiran yang dilemparkan oleh sang sepupu. Ia lebih memilih untuk kembali berjalan masuk ke dalam rumah, tapi Joonmyun yang merasa belum puas, mengambil pisau yang tadi ditancapkannya keatas lantai untuk menghalangi Siwon dan melemparkan perkakas itu tepat kearah Siwon. Meleset, pisau itu justru menghantam tembok di depan Siwon.

“Kurasa aku harus memasukanmu ke Rumah Sakit Jiwa, Myunnie.”

Joonmyun terkekeh kecil, lalu menatap kearah Siwon dengan pandangan merendahkan.

“Aku yang seharusnya berkata seperti itu padamu, Hyung. Kau bukan manusia, karena manusia tidak akan mungkin membeli manusia lainnya hanya untuk dijadikan mainan.”

Siwon menggemerutukan giginya kasar, ia mulai tersulut emosi dengan perdebatannya bersama Joonmyun. Tapi, belum sempat melakukan tindakan, suara bel yang berdering nyaring berhasil mengalihkan perhatian. Seorang pelayan pun datang dengan seorang wanita yang mengikuti dibelakang. Siwon tersenyum manis, berbanding terbalik dengan Joonmyun yang menatap sedih dan iba kearah sang wanita dengan pakaian tipis transparan.

“Tunjukkan nona Hwang Miyoung dimana ruangannya.” Suruh Siwon. Pelayan mengangguk dan menuntun sang wanita menuju sebuah ruangan dekat dapur yang agak berada di pinggir. Joonmyun menatap tak percaya kearah Siwon dan sang wanita secara bergantian.

“Kau menempatkannya di gudang? Hyung! Kau gila!”

Siwon tak menghiraukan teriakan penuh kemurkaan dari Joonmyun dan lebih memilih untuk berlenggang cepat menuju kamarnya di lantai 2.

 

*******

Miyoung menatap pada kamar kecil yang kini menjadi tempat hidupnya yang baru. Sebuah aliran panas menyeruak nyaris keluar dari tempatnya, jika saja ia tak menahannya terlebih dahulu. Putaran memori berhasil menguasai baris – baris sel otaknya hingga ia bisa mengingat bagaimana dan apa yang telah terjadi selama ini, sampai akhirnya ia terdampar pada sebuah kamar kecil dalam sebuah sangkar berlapis emas yang terlihat indah di mata.

Semua berawal 1 tahun yang lalu, disaat Miyoung baru saja pulang dari pasar Dongdaemun setelah berjualan ikan. Beberapa pria berpakaian layaknya seorang preman mencegatnya untuk pulang, hingga akhirnya salah satu diantara mereka berhasil menculik dirinya dengan membuatnya tertidur karena pengaruh obat bius yang kuat. Keesokan harinya Miyoung tersadar dengan rasa sakit yang menjalar seluruh tubuh bersama beberapa wanita lain dalam sebuah sel sempit yang pengap dan bau. Ia berhasil menjadi tawanan Heaven Of Aristocrat, sebuah organisasi illegal bawah tanah yang menjual para wanita miskin untuk para pria berkantung tebal dengan harga setinggi langit.

Lamunan Miyoung terhenti, tepat saat pintu ruangannya diketuk pelan dari luar. Perlahan tapi pasti,  ia mulai membuka pintu kamarnya dan terlihat sosok Joonmyun yang tersenyum hangat bersama sebuah nampan berukuran sedang berisi Kimbab dan susu stroberi. Miyoung pun mempersilahkan pria itu untuk masuk, Joonmyun pun masuk dan menaruh nampan yang ia bawa keatas nakas disamping tempat tidur. Joonmyun menatap kearah Miyoung yang terlihat lelah dengan mata merah seperti seseorang yang baru saja menangis.

“Makanlah, Anda pasti lapar.”

Miyoung menatap ragu kearah hidangan yang telah disediakan oleh Joonmyun. Namun, bujukan pria dihadapannya berhasil membuat dirinya luluh dan menyuap satu persatu Kimbab tersebut. Joonmyun tersenyum melihat Miyoung yang begitu lahap memakan hidangan yang ia berikan. Namun, senyum itu sedikit terganggu akibat dering ponsel dari celana panjang hitamnya. Pria itu mengambil benda berbentuk pipih persegi panjang tersebut dari dalam kantung celananya dan menatap kearah layar.

“Ah, nona. Aku harus pergi dulu. Ada seseorang yang harus kutemui. Anda bisa memanggil Heo Ahjumma jika membutuhkan sesuatu.”

“Jeongmal Khamsahamnida, Tuan muda.”

“Jangan terlalu formal, aku tidak suka. Kau bisa memanggilku Joonmyun dan sepertinya aku juga harus memanggilmu Noona, karena kau lebih tua dariku. Aku duluan Noona, Annyeong.”

Joonmyun berjalan dengan cepat meninggalkan Miyoung sendiri di dalam kamar.

“Gomawo, Joonmyunie…”

 

**********

Matahari telah beranjak naik menggantikan rembulan yang kini berputar menuju bagian bumi yang lain. Sinar – sinar keemasan sang surya menelisik malu melewati jendela yang tak tertutup sempurna, hingga berkas – berkas pantulan yang tersisa mampu membuat Siwon terbangun dari tidur nyenyak. Pria itu mulai merenggangkan tubuh, memberikan sensasi melegakan pada sendi – sendi yang mengait tulang – tulang di dalam tubuhnya. Tak sampai 15 menit, Siwon pun beranjak dari kasur dan berjalan keluar menuruni tangga menuju meja makan. Heo Ahjumma terlihat sedang sibuk menata beberapa makanan. Siwon menghampiri wanita tua itu dan memeluk tubuh rentanya dengan sayang.

“Wonnie hentikan. Kau sudah kepala 3 sekarang.” Jawab Heo Ahjumma sembari mengambil mangkuk kecil dan menuangkan doenjang jjigae kedalamnya.

Siwon mengerucutkan bibirnya sembari menggembungkan pipi sebal. Heo Ahjumma yang melihatnya hanya bisa menggeleng pelan, lalu menaruh mangkuk kecil berisi sup ditangannya pada Siwon. Pria itu dengan senang hati menyantap makanan tersebut. Tapi, baru 2 buah suapan, Siwon menghentikan acara makannya.

“Ada apa Wonnie? Kenapa kau tidak melanjutkan sarapanmu?”

Siwon tidak menjawab dan bangkit dari tempat duduknya. Pria itu berjalan cepat menuju dapur. Di tempat itu ia mampu melihat seorang wanita sedang sibuk dengan beberapa jenis sayur dan sebuah panci berisi rebusan kuah. Siwon memperhatikan gerak – gerik wanita tersebut, sabar dan telaten. Itulah yang dapat ditangkap oleh Siwon.

“Ternyata kau pandai memasak, tak kusangka.” Sahut Siwon hingga membuat wanita itu tersentak kaget. Miyoung berbalik dan melihat kearah Siwon yang menyenderkan tubuhnya pada dinding berlapis keramik.

“Sepertinya kau bukan dari Seoul. Terlihat dari wajahmu yang berbeda dari kebanyakan wanita di kota ini.”

“S..saya dari.. Anyang, Tu..aann Mud..a.”

Siwon mengangguk paham. “Sama seperti Heo Ahjumma rupanya.”

Miyoung hanya tersenyum kikuk. Siwon menatap intens kearah Miyoung, tiba – tiba saja pria itu menarik tangan Miyoung dan membawanya menuju meja makan. Heo Ahjumma melihat kearah anak dari atasannya itu dengan heran. Siwon menarik Miyoung ke meja makan dan mengambil mangkuk supnya dan memberikan benda tersebut pada Miyoung.

“Suapi aku.” Seru Siwon lantang. Miyoung terkejut, begitupula dengan Heo Ahjumma yang nyaris menjatuhkan sebuah sendok dari tangannya. Miyoung pun mulai mengambil sendok dan mulai menyuapi Siwon. Tapi, pria itu masih belum merasa puas.

“Aku kurang puas. Sekarang kau harus menyuapiku sembari duduk diatas pahaku.” Seru Siwon lagi sembari menunjuk pahanya dan kali ini Miyoung dan Heo Ahjumma benar – benar tersentak dibuatnya. Miyoung melemparkan pandangannya pada Heo Ahjumma yang terlihat menggeleng kecil agar Miyoung tak melakukan permintaan aneh Siwon.

“Yak, Kau tuli! Cepat lakukan! Aku sudah menghabiskan 40 Juta Won hanya untuk membelimu!”

Miyoung berusaha mati – matian untuk menahan air matanya agar tidak jatuh dan mulai menyuapi Siwon. Heo Ahjumma sedih melihat kelakuan Siwon yang keterlaluan tadi hingga ia bisa melihat jika sebentar lagi Miyoung akan menangis. Namun, ia tak bisa berlama – lama di tempat itu ketika menyadari bahwa tercium bau hangus dari arah dapur.

“Pasti karena Siwon menarik paksa Miyoung.” Pikir Heo Ahjumma lalu beranjak cepat menuju dapur.

Siwon masih dengan santainya menelan setiap suapan yang diarahkan Miyoung padanya. Sedangkan, wanita dihadapannya hanya bisa membisu sembari terus menyuapi sang tuan. Sup telah habis, tapi Siwon masih ingin merasakan sesuatu bersama Miyoung, entah kenapa. Siwon mengambil mangkuk di tangan Miyoung dan menaruh benda itu keatas meja. Setelahnya, setan apa yang telah merasukinya hingga ia kini terfokus pada leher jenjang dan putih milik Miyoung. Namun, belum sempat Siwon melakukan aksinya, Joonmyun yang datang dari arah samping berhasil menggagalkan aksi tak senonoh tersebut.

“Ini masih terlalu pagi untuk mendengar desahan – desahan panas dari bibirmu, Hyung.” Sinis Joonmyun lalu duduk di salah satu kursi yang kosong. Siwon menatap tajam kearah sepupu dari pihak ibunya itu sembari memberikan kode bahwa ia takkan tinggal diam. Tapi, Joonmyun acuh tak acuh dan menuangkan doenjang jjigae ke dalam mangkuknya.

“Hemm… Ini tidak seperti buatan Heo Ahjumma, tapi rasanya tidak kalah enak. Apa kau yang membuatnya, Noona?” tanya Joonmyun dengan lahap memakan sup dari dalam mangkuknya. Miyoung mengangguk dan tersenyum.

“Ne, aku yang membuatnya.” Balas Miyoung lembut.

Joonmyun tersenyum senang mendengarnya, membuat Siwon keki.

“Siapa yang menyuruhmu untuk makan disini badut jelek!” sergah Siwon lalu menarik paksa mangkuk Joonmyun.

“Miyoung Noona saja tidak melarang, kenapa kau yang sewot sendiri, Hyung!” balas Joomyun lalu menarik kembali mangkuknya dengan kasar.

Kedua pria dewasa itupun terlibat dalam acara tarik menarik mangkuk yang sengit. Beberapa daging dan kuah berhasil meluncur keluar dan mengotori meja serta lantai akibat tindakan keanak – anakan itu, membuat Miyoung panik sendiri.

“Tidak bisa!”

“Aku ingin makan!”

“Tidak bisa!”

“Aku ingin makan!”

“TIDAK BISA!”

“AKU INGIN MAKAN!”

“CHOI SIWON, KIM JOONMYUN!”

Siwon dan Joonmyun menatap kearah Heo Ahjumma yang terlihat horror saat ini. Keduanya menelan saliva mereka dengan takut saat wanita tua itu mendekat dan….

“Aw! Ahjumma ampun…”

Heo Ahjumma memberikan masing – masing satu jeweran manis di telinga kedua pria itu. Siwon dan Joonmyun berusaha keras untuk meminta ampun agar telinga mereka bisa terbebas dari penderitaan. Tak lama keduanya berhasil melepaskan jeweran tersebut dan mengusap telinga masing – masing.

“Kalian sudah tua, tapi masih bertengkar layaknya murid Taman Kanak – kanak. Ini sudah hampir jam 7 dan belum ada satupun dari kalian berdua yang bersiap – siap. Sekarang pergi ke kamar kalian dan cepat mandi dan ganti baju! Siwon, kau harus pergi ke kantor dan kau, Joonmyun segera bergegas, ada mata kuliah Kim Songsaenim hari ini, bukan?”

“Tapi, Ahjumma…”

“Aku akan membungkuskan doenjang jjigae buatan Miyoung untuk kalian berdua.”

Siwon dan Joonmyun mengangguk kompak, kemudian saling melemparkan pandangan sengit dan kembali ke kamar mereka untuk bersiap – siap. Miyoung yang sedari tadi melihat adegan itu hanya bisa tersenyum kecil.

“Mianhaeyo, mereka berdua memang kekanak – kanakan, terutama Siwon. Tapi, sebenarnya mereka berdua orang yang baik.”

“Aku mengerti, Ahjumma.”

Heo Ahjumma mengangguk, lalu melemparkan pandangannya pada Miyoung.

“Suatu saat kau akan tau fakta yang sebenarnya Miyoung…”

“Ye?”

Miyoung yang belum mendapat jawaban hanya bisa kecewa ketika Heo Ahjumma sudah melenggang keluar menuju taman belakang. Wanita itu sungguh tidak mengerti dengan perkataan terakhir yang diucapkan oleh wanita yang disayangi oleh kedua pria di rumah besar tersebut.

“Fakta…yang sebenarnya?”

 

********

Siwon tidak bisa fokus pada berkas – berkas yang baru saja sekretarisnya berikan beberapa saat yang lalu. Konsentrasi yang berusaha ia kumpulkan, justru buyar dan hancur berkeping – keping ketika mengingat kembali kejadian pagi tadi. Bayang – bayang Miyoung menari indah di kedua pelupuk mata elangnya tanpa disadari, membuat ia hanyut pada sebuah fatamorgana yang dibuat oleh otaknya sendiri.

“Aish! Kenapa aku jadi memikirkan wanita 40 Juta Won itu!”

Siwon mengacak rambutnya dengan gemas, membuat bentuknya tidak rapi lagi. Tapi, Siwon tidak peduli dan terus saja mengacak rambutnya. Namun, entah kenapa memikirkan seorang Hwang Miyoung seperti kegiatan baru yang terasa sangat mengasyikan untuknya sekarang.

“Hwang Miyoung…. 40 Juta Won ku ternyata tidak sia – sia.”

Sedangkan di tempat lain, Joonmyun pun ikut tidak bisa berkonsentrasi pada materi Bio Nano yang sedang diterangkan oleh Kim Songsaenim. Matanya terus melihat kearah jendela yang sedang berembun karena hujan diluar. Memori otaknya terus berputar menampilkan kejadian pagi tadi.

“Kim Joonmyun! Siapa yang menyuruhmu melamun!”

Joonmyun tersentak saat Kim Songsaenim sudah berada di depan kursinya sembari menghentak –hentakan kaki keatas lantai. Pria itu memberikan cengiran lebarnya, kemudian menunduk saat menyadari bahwa raut wajah dosennya tersebut semakin menakutkan dari sebelumnya.

“Perhatikan penjelasanku atau kau lebih baik keluar saat ini juga.”

Jawaban dingin dari wanita bernama lengkap Kim Taeyeon itu mampu membuat nyali Joonmyun ciut seketika. Dirinya pun kembali fokus pada pelajaran, dibandingkan harus keluar dari mata kuliah wanita yang disukainya itu.

 

**********

Miyoung menatap kearah kertas berisi daftar belanja yang sedang ia genggam saat ini. Matanya mulai celingak – celinguk mencari barang – barang yang ia perlukan untuk membuat makan malam nanti. Sebenarnya Heo Ahjumma sudah melarangnya untuk pergi, tapi ia bersikeras bahwa ia akan tetap memasak sebagai balas budinya pada keluarga kaya itu, karena mau menampung wanita yang tak jelas asal usul keluarga dan status seperti dirinya, meskipun ia juga harus dibeli dengan 40 Juta Won.

Miyoung mulai memilih beberapa lobak dan wortel segar, saat tiba – tiba aktifitasnya terhenti oleh suara seorang wanita yang ia kenal. Miyoung menoleh menuju sumber suara, lalu mendapati seorang wanita tersenyum kearahnya dengan seorang pria berwajah hangat yang ikut tersenyum melihatnya.

“Soojung? Jung Soojung?”

Wanita dihadapan Miyoung itu mengangguk dan langsung memeluk Miyoung dengan erat. Miyoung membalas pelukan itu dengan tak kalah erat pula. Seketika matanya beralih pada sosok lelaki berbadan tegap yang berada disamping Soojung. Kang Minhyuk, seorang pria muda flamboyan berpipi tirus yang ia ketahui sebagai pria yang datang ke Heaven Of Aristocrat untuk membawa Soojung dengan membayar 25 Juta Won.

“Jadi, kalian akan menikah sebentar lagi?”

Kini, ketiga orang tersebut sudah berada di dalam sebuah kafe di dekat pasar swalayan. Miyoung tak bisa berhenti tak percaya bahwa saat ini ia mampu bertemu dengan Jung Soojung, wanita yang bernasib sama sepertinya. Ia dan Soojung dikurung dalam penjara yang sama, hingga membuat keduanya akrab. Meskipun, masih ada satu orang lagi sahabatnya selama di dalam penjara menyedihkan tersebut.

“Eonni sudah datang ke pemakaman Hayi?”

Miyoung menggeleng pelan dengan sedih. “Heaven Of Aristocrat tidak memperbolehkanku untuk keluar saat itu.”

Lee Hayi, salah satu sahabat Miyoung setelah Soojung yang juga bernasib sama seperti dirinya. Hanya saja, takdir memang tak terlalu berpihak padanya. Gadis berumur 18 tahun tersebut meninggal karena Pneumonia akibat terlalu lama disekap di dalam penjara isolasi karena melawan pimpinan Heaven Of Aristocrat, Park Jin Young. Saat itu Miyoung hanya bisa terisak dalam diam saat sahabat baiknya tersebut meninggal tepat dihadapannya dengan sebuah senyum yang mengembang. Senyum yang menandakan bahwa ia kini telah mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya.

“Miyoung Eonni, Aku tak bermaksud-“

“Ani. Kau tidak salah Soojung – ah.”

Keduanya saling diam dalam rasa canggung yang menyergap hati. Minhyuk melihat tidak enak kearah keduanya.

“Noona akan datang kan ke pernikahan kami?” seru Minhyuk mencairkan suasana. Miyoung tersenyum dan mengangguk.

“Tentu, mana mungkin aku tidak datang ke pernikahan dongsaeng kesayanganku sendiri.”

Soojung dan Minhyuk tersenyum bahagia bersamaan.

 

********

Siwon melangkah ke dalam rumah besarnya dengan langkah kecil. Ia merebahkan tubuhnya keatas sofa empuk berwarna putih di ruang keluarga. Memijit pelan pelipis yang terasa berat, karena beban yang begitu menghimpit. Selang beberapa lama, Joonmyun sampai dan ikut merebahkan tubuhnya disamping Siwon sembari melempar sembarang sepatu Adidas yang ia kenakan. Jam yang melekat di dinding sudah menunjukan bahwa hari itu sudah memasuki pukul 20.00 KST. Keduanya saling menatap dan membuang muka dalam waktu yang bersamaan pula.

“Kau sepertinya begitu lelah, Hyung.”

“Kau juga terlihat lelah, Myunnie.”

Keduanya saling terdiam setelahnya. Siwon mengedarkan pandangannya ke segala arah, tapi tak bisa menemukan sosok Miyoung dimanapun.

“Kemana Miyoung?”

Joonmyun menaikkan kedua bahunya. “Molla.”

Siwon pun bangun dan berinisiatif untuk mencari Miyoung. Joonmyun hanya bisa memandang kakak sepupunya tersebut dan tertidur diatas sofa karena terlalu lelah seharian ini. Siwon berjalan perlahan menuju lantai 2 dan masuk ke dalam kamarnya. Tercium harum Cendana kesukaannya ketika pintu berhasil dibuka dengan sempurna. Terlihat Miyoung yang sedang sibuk membereskan kamarnya.

“Tuan Muda!”

Siwon hanya bisa tersenyum melihat Miyoung yang gelagapan, laksana seorang pencuri yang tertangkap basah. Pria itu mulai mendekat dan mencium harum Cendana yang tersebar di kamarnya lebih kuat. Menikmati sensasi yang selama ini begitu memabukkannya.

“Ahjumma bilang bahwa Tuan Muda menyukai aroma Cendana. Jadi, karena itu-“

“Ssstt! Berhenti memanggilku Tuan Muda! Panggil aku Oppa.”

Miyoung melotot mendengarnya.

“Tapi…”

“Ya, Itu perintah!”

Miyoung mengigit bibir dengan ragu.

“Ne..Tuan..ehm..maksudku Oppa.”

Siwon tersenyum menang dan menarik tangan Miyoung agar wanita itu dapat lebih mendekat lagi padanya. Miyoung pun duduk disamping pria itu, lalu menatap bingung kearah Siwon dengan berjuta pertanyaan yang menggunung di dalam kepala. Apalagi, saat melihat pria itu mengambil sesuatu dari dalam laci mejanya, sebuah kantung besar berisi aneka cemilan dan minuman ringan.

“Temani aku malam ini, Otthe!”

 

********

Siwon mengunyah keripik kentang rasa rumput laut dengan serius saat mendengar penuturan yang terlontar dari bibir Miyoung. Pria itu mengurangi frekuensi mengunyah saat wanita itu mulai membicarakan tentang masa lalunya yang sama sekali tak pernah ia ketahui.

“Aku tinggal di Anyang hingga berumur 16 tahun, kemudian merantau menuju Seoul untuk mendapatkan nasib yang lebih baik. Aku bekerja di pasar Dongdaemun sebagai penjual ikan. Lucu sekali, mengingat bahwa aku dahulu sangat takut terhadap ikan yang terasa sangat menyeramkan dengan mata bulat mereka yang besar.”

Siwon terkikik geli membayangkan bagaimana ekspresi ketakutan Miyoung saat pertama kali harus menjual ikan di pasar Dongdaemun.

“Tapi, mau tak mau aku harus melakukannya untuk membiayai hidupku di Seoul. Lama kelamaan aku menjadi terbiasa dibuatnya.”

Siwon mengangguk mengerti dan mengambil kentang goreng dan mengunyahnya. “Kemana orang tuamu?”

“Molla. Selama di Anyang aku tinggal di panti asuhan.”

Siwon merasa tidak enak saat melihat raut wajah Miyoung yang berubah menjadi sedih.

“Mian.”

“Cheonma. Lagipula, selama ini aku sudah bahagia bisa hidup bersama teman – temanku di panti asuhan.”

Siwon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Miyoung kembali meneruskan ceritanya.

“Aku terkurung di penjara Heaven Of Aristocrat selama kurang lebih 1 tahun lamanya. Aku berada satu sel dengan 2 orang lainnya, Jung Soojung dan Lee Hayi. Setiap harinya, aku bisa melihat satu persatu dari para wanita di sel, silih berganti masuk dan keluar. Entah karena mereka tawanan baru yang akan ditaruh di salah satu sel ataupun tawanan lama yang berhasil terjual. Terkadang adapula tawanan yang disiksa karena melawan atau tak laku dijual.”

“Lalu?”

“Kebanyakan dari mereka yang disiksa, karena tak mau dijual pada para pejabat untuk dijadikan wanita simpanan. Mereka akan dikurung dalam ruang isolasi yang ukurannya 2 kali lipat lebih sempit dari ruang sel biasa. Disana aku kerap kali mendengar suara kesakitan karena siksaan yang diterima, karena sel tahananku berada persis disamping ruang isolasi. Mereka juga hanya diberi makan pada tengah malam saja. Salah satu dari sahabatku, Hayi menjadi korban dan meninggal akibat Pneumonia, karena menolak dibeli oleh seorang pejabat di departemen Keuangan.”

Siwon mengingat apa yang dikatakan oleh Miyoung. Saat membeli wanita itu, ia melihat ada sebuah ruangan yang dibentuk khusus dengan pintu yang sangat tebal dengan penjaga yang lebih banyak disamping sel tahanan Miyoung.

“Tapi, dari sekian banyak wanita, adapula yang berakhir dengan kisah bahagia. Mereka mampu hidup bersama para pria yang membeli mereka. Soojung adalah salah satu wanita yang beruntung itu, karena ia akhirnya bisa mencintai Minhyuk begitupula sebaliknya. Bahkan sebentar lagi mereka akan menikah.”

Siwon ikut tersenyum saat melihat Miyoung yang begitu bahagia ketika mengatakan bahwa salah satu sahabatnya akan menikah sebentar lagi. Tak terasa waktu sudah memasuki pukul 03.00 KST dan seluruh cemilan yang dibawa Siwon tadi sudah habis seluruhnya. Siwon menatap kearah Miyoung yang mulai menguap karena kantuk.

“Tidurlah, kau pasti sudah lelah mendengar ocehanku sejak tadi.” Jawab Siwon. Miyoung mengangguk dan mulai berjalan meninggalkan kamar. Tapi, Siwon justru menahan tangan wanita itu.

“Siapa yang menyuruhmu untuk keluar kamar? Aku kan sudah mengatakan sejak awal, kalau kau harus menemaniku. Sekarang, temani aku tidur!”

Miyoung yang semula begitu mengantuk, langsung terbengong – bengong mendengar perintah dari Siwon tersebut. Wanita itu menatap kearah pria itu dengan fantasi liar yang entah sejak kapan mulai meracuni pikiran. Siwon menghela nafas malas, ketika menyadari bahwa Miyoung belum juga beranjak untuk mendekat kearahnya yang sudah naik keatas kasur.

“Aku tak sebejat seperti yang kau pikirkan. Kau tidur disampingku dengan guling sebagai pembatas. Lihat! Aku bahkan menggunakan 4 guling sekaligus sebagai tameng. Jadi, cepat berbaring sekarang atau aku akan menciummu!” perintah Siwon menunjuk kearah samping kasur. Miyoung mengangguk cepat dan berbaring disamping kasur yang sudah dibatasi oleh guling.

“Selamat malam, Oppa. Mimpi indah.”

“Selamat malam juga. Mimpi indah ku adalah menciummu, hihihi.”

“OPPA!!!”

“Ne, selamat mimpi indah juga.”

Setelahnya, kedua insan itupun saling terlelap dalam alam mimpi masing – masing. Namun, tak lama Siwon kembali membuka matanya dan menatap kearah Miyoung yang terhalang oleh tumpukan guling. Pria itu tersenyum samar.

“Kau juga akan mendapatkan akhir yang bahagia, Miyoung – ah. Aku berjanji.”

 

*********

Joonmyun hanya melamun tanpa menyentuh Maeuntang di dalam mangkuknya. Siwon yang ikut sarapan bersama pun dibuat bingung oleh sepupunya tersebut.

“Wae? Kalau kau tak mau memakan Maeuntangnya, aku akan suka rela menghabiskannya untukmu.” Ucap Siwon, lalu mengarahkan tangannya menuju mangkuk milik Joonmyun. Plak! Sebuah tamparan keras menghantam tangan Siwon membuat pria dengan rahang tegas itu mengaduh kesakitan.

“Yah, kenapa kau jadi sensitif seperti wanita, sih? Kau sedang PMS, ya?”

Plak! Siwon kembali mendapatkan tamparan di tangan dari Joonmyun yang semakin cemberut mendengar perkataan Siwon.

“Wonnie, berhenti mengganggu sepupumu. Ia sedang dalam perasaan yang tidak baik hari ini.” Tegur Heo Ahjumma sembari meletakkan piring berisi ayam goreng keatas meja makan. Siwon kembali memandang kearah Joonmyun yang begitu lemas sembari menopang dagu dan memandang kearah lain.

“Ada apa? Cerita saja.”

“Aku baik – baik saja.”

“Bohong! Wajahmu saja sudah seperti itu. Sudah ceritakan saja masalahmu, Myunnie.”

Joonmyun menghela nafas dengan berat. Tanpa aba – aba pria itu mulai menangis meraung – raung.

“Huwwaaaaa….. Hiks…Hiks…Hiks…Huwwaaaaaa!!!!!”

Siwon hanya bisa menatap jengkel dan menjitak kepala Joonmyun dengan keras. “Aku bilang cerita, bukan menangis! Dasar Pabo!”

“Hiiikkss…Hiiikkss….Kim Songsaenim ternyata sudah menikah selama ini dan suaminya adalah si dosen musik jelek itu…Huwaaaaa!!!”

“Nugu?”

Siwon tersenyum geli karena tau siapa yang dimaskud oleh sepupunya itu. Sedangkan Joonmyun masih sesugukan sembari mengelap ingus yang keluar dari lubang hidungnya.

“Kau tak tau Hyung? Nampyeon dari Kim Songsaenim itu teman band mu dulu semasa kuliah, Jung Byung Hee! Huwaaaaaa!!! Kenapa Hyung tidak bilang dari dulu kalau Kim Songsaenim sudah menikah dengan pria berambut bob salto itu? Bahkan mereka sudah punya sepasang anak kembar. Hiks.” Kesal Joonmyun. Siwon hanya bisa memberikan V sign sebagai permintaan maaf.

“Mian, aku lupa soal itu. Lagipula, aku tidak tau kalau menyukai Taeyeon.” Balas Siwon.

“Seharusnya kau inisiatif, Hyung. Apa kau tidak melihat sinyal – sinyal yang selama ini kutunjukkan pada Kim Songsaenim?”

Siwon cengo ditempatnya. Ia merasa dituntut seperti seorang kekasih yang harus peka terhadap perasaan pasangannya.

“Kenapa jadi aku yang kau salahkan? Aku tidak ada sangkut pautnya, tau! Lagipula kalau kau menyukai Taeyeon, harusnya kau mencari informasi tentangnya. Dasar otak jeli!” sembur Siwon.

“Tutup mulutmu, Hyung. Kau pikir kau apa? Dasar tua – tua keladi, Makin tua tapi tak punya istri!” cerocos Joonmyun tak mau kalah.

Heo Ahjumma dan Miyoung yang melihat dari dapur hanya bisa menghela nafas pasrah. Kedua pria itu memang tak pernah bisa disatukan di dalam satu meja makan yang sama, apalagi jika menyangkut dengan hal berbau sarapan. Pasti keduanya akan selalu seperti Tom and Jerry.

“Aigo! Mereka berdua itu benar – benar, ckckck.” Ujar Heo Ahjumma sembari menguatkan hatinya sendiri. Miyoung pun ikut menghela nafas lemah melihat kelakuan 2 pria tampan berwajah hampir mirip tersebut.

“Pokoknya aku mau melamar Kim Songsaenim hari ini!”

Joonmyun beranjak dari tempat duduknya dan langsung menyambar jaket kulit serta kunci motor Harley Davidson miliknya diatas meja. Siwon menatap tak percaya kearah Joonmyun dan berusaha menahan tindakan gila sepupunya tersebut.

“Kim Joonmyun, Jangan gila! Dia sudah punya anak dan suami!” pekik Siwon panik saat melihat Joonmyun sudah bertengger diatas motor besarnya dan mulai memutar kunci dan menyalakan mesin.

“Aku tak peduli!!!!”

Joonmyun pun melaju penuh bersama motornya. Siwon segera saja masuk ke dalam rumah dan mengambil kunci mobil Nissan Juke yang biasa ia gunakan untuk pergi ke tempat bermain golf. Melihat Miyoung yang terdiam bersama Heo Ahjumma membuat pria itu memiliki ide.

“Ikut aku, kita harus hentikan Joonmyun sebelum terlambat!” seru Siwon sembari menarik Miyoung menuju mobil.

“Ahjumma jaga rumah, aku hanya sebentar.”

Kedua insan itupun pergi dengan kecepatan penuh. Heo Ahjumma yang melihat semuanya hanya bisa pusing tujuh keliling.

“Aigo…”

 

**********

Siwon dan Miyoung berjalan – jalan menikmati suasana malam Seoul dengan tteokboki hangat berukuran besar. Siwon menyuap tteokboki bagiannya dan menatap lurus kearah gemiricik sungai Han yang tertimpa sinar rembulan. Miyoung hanya terdiam sembari menendang batu kecil yang berada dibawah kakinya dan kembali menatap Siwon.

“Bagaimana dengan Joonmyun?” tanya Miyoung. Wanita itu menyuap 3 potong tteokboki sekaligus ke dalam mulutnya.

“Ia sudah ditangani oleh Psikolog. Kurasa ia terlalu banyak menonton drama saat aku tak ada.” Balas Siwon, masih sambil mengunyah.

Miyoung mengangguk mengerti. Pikirannya kembali mengarah pada kejadian tadi pagi yang benar – benar membuat ia prihatin sekaligus geli dalam waktu yang bersamaan.

 

Flashback On

 

Siwon memacu kecepatan mobilnya lebih tinggi, beberapa kali mobil berwarna biru itu nyaris menyerempet pejalan kaki, motor, dan mobil lain di jalan. Miyoung tidak bisa berkomentar apa – apa karena begitu takut dengan cara berkendara Siwon yang brutal. Keadaan mobil itu sudah berada diluar batas maksimal berkendara.

Sementara didepan mobil itu, terlihat Joonmyun yang memacu motornya tak kalah cepat. Dengan menggigit setangkai mawar merah yang sudah digunduli bagian batangnya, pria itu menyetir dengan gila – gilaan. Keduanya pun sampai di halaman Kyunghee University hampir dalam waktu yang bersamaan.

“Kim Songsaenim!!!”

Taeyeon yang merasa terpanggil pun menoleh dan mendapati Joonmyun sudah berada dihadapannya dengan posisi bersimpuh sembari memegang setangkai mawar merah dan sebuah kotak beludru berisi cincin berlapis Platina.

“Songsaenim, maukah kau-“

“Andwae!!!!”

Siwon dan Miyoung tiba dengan nafas yang ngos – ngosan, laksana baru saja menempuh marathon sejauh 5 km. Joonmyun menatap kesal kearah keduanya, sedangkan Taeyeon dibuat bingung.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Joonmyun ada apa denganmu? Siwon kenapa kau ada disini? Dan siapa wanita disebelahmu, Won?”

Siwon meminta waktu jeda karena ia harus menormalkan deru nafasnya yang masih berceceran. Setelah mengambil nafas beberapa kali, Siwon pun mulai menjelaskan.

“Sebenarnya Joonmyun sedang berlatih akting, dia ingin ikut drama katanya. Iya bukan, Myunnie?” jawab Siwon sembari menginjak kaki Joonmyun keras.

“Ne, Songsaenim. Tadi aku sedang berlatih akting.” Balas Joonmyun sembari menahan rasa sakit yang terasa di kakinya.

Taeyeon mengangguk mengerti.

“Jadi, begitu. Kupikir Joonmyun akan melamarku tadi, hahaha. Aku tak bisa membayangkan dia akan dihajar oleh Byung Hee jika benar – benar melakukannya.”

Joonmyun menelan salivanya dengan bergetar, sedangkan Siwon dan Miyoung saling berpandangan ngeri. Taeyeon kembali memperhatikan ketiga orang dihadapannya dan terfokus pada Miyoung yang masih sibuk menatap Siwon.

“Biar kutebak, pasti wanita disebelahmu adalah kekasihmu, iya kan Choi Siwon?”

Baik Siwon, Miyoung, dan Joonmyun saling melemparkan pandangan masing – masing dengan kaget. Tapi, tiba – tiba Joonmyun mendapatkan sebuah ide brilian.

“Ne, namanya Hwang Miyoung, Songsaengnim. Hyung dan Noona sudah berpacaran sejak lama, loh!” seloroh Joonmyun membuat Siwon mau tak mau kembali menginjak kaki Joonmyun dengan keras.

“Jinjja! Ah, Won. Akhirnya kau tidak jadi pria lapuk yang kesepian lagi, Aigo~” balas Taeyeon sembari tersenyum dan menepuk – nepuk punggung Siwon pelan. Siwon dan Miyoung saling tersenyum canggung, berbeda dengan Joonmyun yang tersenyum penuh kemenangan.

“Ah! Aku sudah dijemput oleh Byung Hee. Aku duluan, ya.”

Taeyeon pun pamit karena ia telah dijemput oleh sang suami. Siwon dan Miyoung melambaikan tangan, begitupula Joonmyun, meski dengan amat sangat terpaksa. Mobil yang membawa Taeyeon pun pergi, menyisakan Siwon dan Miyoung yang menatap horor kearah Joonmyun.

“Kau pikir apa hukuman yang paling pantas untuk diterima Joonmyun, Nona Hwang?”

“Kurasa kau bisa membaca pikiranku, Tuan Choi.”

Joonmyun menelan salivanya sekali lagi. Sudah ditolak tertimpa hukuman.

 

Flashback Off

 

“Apa tidak keterlaluan jika kita menyuruh Joonmyun untuk bersih – bersih rumah selama 1 bulan penuh. Ia sedang menjalani terapi, bukan?” tanya Tiffany khawatir.

Siwon meminum air mineral yang ia bawa.

“Tidak akan total. Tapi, itu sebagai peringatan untuknya agar tidak bertindak sesuka hati seperti tadi. Coba kau bayangkan, bagaimana reaksi Byung Hee jika Joonmyun berhasil menjalankan niatnya melamar Taeyeon? Bisa – bisa anak bodoh itu pulang hanya tinggal nama saja.” Jawab Siwon.

Hening, setelah perbincangan tersebut keduanya memilih untuk tenggelam dalam lautan pikiran masing – masing. Namun, tanpa keduanya sadari, mereka berdua sedang memikirkan satu hal yang sama. Memikirkan bagaimana perasaan mereka masing – masing saat ini.

Miyoung berharap jika perkataan Joonmyun mengenai hubungannya dengan Siwon adalah kenyataan. Ia berharap bahwa ia benar – benar menjadi kekasih seorang Choi Siwon, pria yang sejak kapan telah mengisi relung hatinya yang tak pernah tersentuh oleh pria manapun di dunia ini. Tapi, ia cukup tau diri dengan statusnya sebagai wanita yang dibeli oleh pria itu. Rasanya tidak mungkin berharap terlalu tinggi untuk dicintai.

Siwon pun ikut berharap bahwa ia kini bisa menjadi kekasih seorang Hwang Miyoung, wanita yang tanpa sengaja ia temukan didalam sebuah penjara milik organisasi terlarang yang diburu pemerintah. Selama ini ada sebuah alasan dimana ia terus saja menutup pintu hatinya, tapi Miyoung dengan mudah berhasil memporak porandakan seluruh ego yang ia gunakan sebagai pembatas antara hati dan perasaannya. Namun, pria itu tidak yakin bahwa seorang Hwang Miyoung juga mencintainya. Mengingat selama ini ia terus saja menyusahkan wanita itu dengan ulahnya. Terlalu sakit jika perasaan itu tak berbalas.

“Miyoung – ah….”

“Ne?”

“Temani aku mengobrol lagi di rumah.”

 

*****

Miyoung menatap kearah bercak darah yang menempel diatas seprai dengan tatapan kosong. Pandangannya beralih pada sosok Siwon yang masih tidur dengan posisi membelakanginya. Tadi malam adalah tepat dimana ia harus menyadari, bahwa dirinya telah terperangkap dalam sebuah dimensi ruang tak kasat mata yang orang sebut sebagai cinta. Ya, ia telah terperangkap ke dalamnya dan mampu membuatnya buta hingga merelakan sebuah hal yang paling penting dalam hidupnya. Kesuciannya, Siwon berhasil merenggut hal itu darinya. Tapi, pada dasarnya Miyoung sendiri yang menggerakan kehendak tanpa paksaan, ia pun tak merasa  menyesal telah memberi apa yang ia pertahankan selama ini pada pria yang sudah memberikan arti cinta yang nyata untuknya. Namun, pertanyaannya sekarang adalah… apa ia pantas?

“Aku akan bertanggung jawab.”

Suara Siwon terdengar menghantam indra pendengaran Miyoung, membuat segala pertahanan wanita itu runtuh seketika. Siwon merengkuh tubuh dingin Miyoung yang hanya terbalut selimut tipis kedalam pelukannya. Mencurahkan segala kehangatan dan cinta yang ia pertahankan untuk wanita itu seorang. Isak tangis mulai terdengar lebih keras dari sebelumnya, Siwon semakin mengeratkan pelukannya dengan tak lupa mengusap lembut air mata yang jatuh dari mata Miyoung.

“Aku tak pantas untukmu, Oppa. Aku terlalu kotor untuk mendapatkan semua yang telah kau berikan selama ini.”

Siwon menggeleng pelan. Miyoung salah besar, karena justru Siwon benar – benar tak memikirkan apapun mengenai status yang saat ini disandang oleh wanita itu. Siwon benar – benar mencintai seorang Hwang Miyoung, sebagai seorang wanita yang mampu melengkapi hidupnya yang kosong.

“Uljima, aku tak menyuruhmu untuk menangis. Aku akan bertanggung jawab, Sungguh. Tapi..”

Miyoung mendongkakan kepalanya dan menatap kearah Siwon dengan serius.

“Kita harus menyelesaikan masalah kita terlebih dahulu..”

 

*****

 

Siwon meminum Americano hangatnya sembari menatap kearah seorang pria berkacamata dihadapannya. Minhyuk tersenyum dan mengangguk menyetujui permintaan Siwon.

“Bukan hanya untuk Miyoung Noona, tapi juga untuk Soojung dan juga Hayi.”

Siwon mengangguk, ia meremas gagang mug Americano miliknya dengan sebuah amarah yang tersimpan rapi di dalam dada.

“Semuanya akan berjalan sesuai yang telah diperhitungkan. Joonmyun, sepupuku juga akan ikut.”

“Tentu. Oh ya, ada satu lagi.”

“Apa?”

“Jong In juga akan membantu kita.”

Siwon tersenyum kembali.

“Kenapa tidak?”

Sementara itu, di tempat lain tepatnya di dalam sebuah kamar mandi di rumah Siwon. Terdengar suara seorang wanita yang sedang mengeluarkan isi perutnya. Sosok itu tak berhenti hingga tubuhnya mulai bercucuran keringat dingin dan memucat. Miyoung mengusap mulutnya dengan air yang mengalir dari wastafel dan mengambil benda berbentuk pipih yang baru saja dibelinya di apotik beberapa saat yang lalu. Wanita itu mulai mencoba benda tersebut dan menunggu hampir sekitar 5 menit sesuai dengan instruksi yang tertera di bungkus benda tersebut.

5 menit telah berlalu dan Miyoung hanya bisa tersenyum getir melihat 2 garis merah yang tercetak jelas diatas testpack yang ia gunakan. Ia tak terkejut sama sekali mengingat ia dan Siwon telah melakukannya 1 bulan yang lalu dan Miyoung tidak menstruasi selama 3 minggu. Entah perasaan senang atau sedih yang dapat mewakili seluruh isi hatinya sekarang. Senang, karena ia sedang mengandung buah cintanya bersama Siwon atau Sedih, karena ia tak punya kuasa apapun terhadap pria itu, meskipun Siwon mengatakan bahwa ia juga mencintainya. Tapi, ia hanya wanita asing yang tiba – tiba saja masuk dengan lancang ke dalam kehidupan pria tersebut.

Miyoung pun keluar dari kamar mandi dan mendapati bahwa Heo Ahjumma sudah berdiri di depan pintu dengan tatapan menerawang jauh.

“Sudah saatnya kau mengetahui semuanya, Hwang Miyoung.”

 

*****

“Sebenarnya Siwon dan Joonmyun adalah adik – kakak, bukan sepupu yang selama ini kau dan orang lain ketahui.”

Miyoung tersentak tepat saat semilir angin berhasil menepuk pipinya.

“Mereka berasal dari seorang Ibu yang sama. Suatu hari Eomma Siwon, Shin Hyejin berselingkuh dengan seorang pria bermarga Kim bernama Sang Hyun yang tak lain adalah suami dari adik suaminya sendiri, tepat saat Siwon berumur 5 tahun. Karena perselingkuhan itu Eomma Siwon hamil dan lahirlah seorang anak laki – laki yang tak lain adalah Joonmyun.”

“Choi Kiho, Appa Siwon yang begitu mencintai sang istri pun berusaha menyelamatkan nama baik wanita itu dengan membujuk sang adik perempuan untuk mengakui bahwa Joonmyun adalah anak yang ia lahirkan. Semuanya berjalan dengan baik hingga akhirnya 10 tahun kemudian, Hyejin dan Sang Hyun kembali mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan kepada mereka. Istri Sang Hyun, Choi Ah Ra yang sudah tidak tahan lagi dengan semuanya memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan menjatuhkan dirinya dari apartemen. Tuan Kiho yang mengetahui bahwa adik perempuan kesayangannya meninggal, ditambah lagi perselingkuhan kedua yang kembali dijalani oleh sang istri, membuatnya menjadi gelap mata. Dengan mata kepalaku sendiri, aku melihat jelas bagaimana Tuan Kiho mengeksekusi Hyejin dan Sang Hyun menggunakan FN – 57 miliknya. Untuk menutupi semuanya dari Siwon, Tuan Kiho mengatakan bahwa ia akan pergi jauh ke Jeju dan menitip Joonmyun. Tapi, akhirnya Siwon pun tau semuanya dan tanpa sadar ia sedikit demi sedikit mulai membenci Joonmyun karena hal itu.” Jelas Heo Ahjumma panjang lebar.

“Apa Joonmyun tau?” Heo Ahjumma menggeleng.

“Aniyo. Ia sama sekali tidak tau, karena Siwon takkan membiarkan Joonmyun untuk tau apapun tentang masa lalu keluarganya. Sejak saat itupula Siwon mulai menutup hatinya untuk wanita. Bisa dihitung dengan jari berapa banyak wanita yang bisa dekat dengannya. Aku sebagai pengasuhnya sejak kecil, Taeyeon sebagai sahabat baiknya sejak taman kanak – kanak, dan kau sebagai wanita yang berhasil meluluhkan hatinya. Sejauh ini hanya itu saja yang dapat ku ketahui.”

Miyoung terdiam di tempatnya tanpa ada satupun niat untuk menyahut atau sekedar memberikan tanggapan. Ia benar – benar tidak mengetahui bahwa Siwon selama ini menyimpan sisi gelapnya yang menyakitkan. Tanpa disadari, air mata telah jatuh satu persatu membasahi pipi.

“Aku harap kau bisa menjaga dan mencintai Siwon dengan baik, Miyoung. Apalagi sebentar lagi kau dan Siwon akan menjadi orang tua.”

Miyoung kembali kaget untuk yang kesekian kalinya. “Darimana Ahjumma tau?”

“Malam itu, setelah kalian pulang menghentikkan aksi gila Joonmyun di Universitas. Kalian berbincang lama di dalam kamar, tapi aku bisa menebak kemana alur malam itu. Siwon membawa beberapa botol bir yang tak sengaja kulihat, ia pikir bisa menyembunyikannya dariku. Lalu, kalian minum dan selanjutnya terdengar desahan – desahan panas dari dalam kamar hingga membuatku, Joonmyun, serta pelayan yang lain tidak bisa tidur semalaman.” Dengus Heo Ahjumma kesal. Miyoung menggigit bibir ranumnya dengan pipi yang memerah karena malu.

“Dan seperti yang kuduga dari awal. Kau hamil. Tapi, kuucapkan selamat atas itu. Lagipula, kau adalah wanita yang dicintai Siwon, jadi tidak ada masalah.”

Miyoung tersenyum dan memeluk wanita sepuh tersebut.

“Oh ya, dimana Siwon dan Joonmyun? Aku tak melihat mereka sejak kemarin.”

Miyoung melepaskan tautannya dengan Heo Ahjumma dan mengangkat bahu tidak tau.

“Molla, Ahjumma.”

Heo Ahjumma menghela nafasnya dan memandang lurus kedepan.

“Firasatku mengatakan bahwa mereka berdua sedang melakukan sesuatu yang lebih gila dari sebelumnya.”

 

*****

Siwon memberikan kode pada Joonmyun, pria itu mengangguk dan masuk ke dalam ruangan setelah sebelumnya Jong In dan Minhyuk masuk terlebih dahulu. Siwon menatap kepada sosok Im Seulong, sahabat karibnya yang juga adalah seorang jendral di kepolisian Korea Selatan. Seulong mengangguk dan menekan sebuah tombol pada ponselnya yang telah dirancang khusus.

“Anak buahku sudah mulai masuk. Sekarang kita saatnya.” jawab Seulong lalu melemparkan sebuah Revolver kearah Siwon.

Siwon dan Seulong pun masuk kedalam ruangan secara normal, layaknya para tamu lain yang juga berkunjung ke tempat itu. Siwon dapat melihat jika Jong In dan Minhyuk sedang berbicara serius dengan Park Jin Young. Seulong memberikan kode pada asistennya, Bang Yongguk yang berpura – pura menjadi salah satu tamu untuk menghampiri ketiganya. Siwon pun ikut memberikan kode pada Jong In yang melihat kearahnya dan pria itu mengangguk.

Park Jin Young membawa Jong In dan Minhyuk masuk ke dalam ruangan penuh sel dengan Yongguk yang ikut bersama ketiganya. Siwon dan Seulong segera mempercepat langkah mereka dan masuk ke dalam ruangan.

“Annyeong, Jin Young – ssi. Lama tak bertemu.” Sapa Siwon lalu menjabat tangan pria paruh baya tersebut.

“Ah, Choi Siwon. Lama tak berjumpa. Bagaimana kabarmu?” balas Jin Young.

“Aku? Aku baik – baik saja. Tapi, sepertinya engkau tidak, Tuan Park.”

“Mwo! Wae?”

Tepat saat itu, Jong In dan Minhyuk yang berada dibelakang pria paruh baya  itupun menginjak tungkai kaki Jin Young dan memelintir tangannya kebelakang, tak lupa Yongguk mengarahkan senjata yang berada di tangannya tepat ke kepala pria itu. Jin Young mengaduh kesakitan bersamaan dengan Siwon dan Seulong yang menghampirinya.

“Komisaris Jendral Im Seulong dari Kepolisian Korea Selatan, anda ditangkap atas tuduhan penculikan, penjualan, serta pembunuhan pada wanita dan anak – anak dibawah umur. Sekaligus pasal berlapis atas tuduhan Nepotisme dan pencucian uang.” Jawab Seulong sembari memperlihatkan tanda kepolisiannya.

Beberapa polisi berseragam khusus pun mulai menangkapi para anggota Heaven of Aristocrat yang lainnya. Satu persatu dari mereka digiring menuju mobil polisi yang berada diatas permukaan, karena ruangan itu tepat berada dibawah gedung – gedung pencakar langit di Seoul.

Setelah semua urusan selesai, Siwon, Joonmyun, Minhyuk, Jong In, dan Seulong berkumpul di sebuah kafe tempat diaturnya rencana. Siwon meminum Americano hangat miliknya sembari melirik kearah orang – orang dihadapannya.

“Jadi, Jong In adalah anggota kepolisian yang selama ini menyamar menjadi pelanggan, agar bisa mengamati bagaimana perkembangan Heaven Of Aristocrat, begitu?”

Semuanya mengangguk dalam. “Kau benar Hyung dan asal kau tau saja, engkau adalah satu – satunya orang diluar pemerintahan yang menjadi pelanggan di tempat itu. Minhyuk pun sebenarnya juga anggota polisi sama sepertiku. Tanpa sadar kami pun menemukan belahan jiwa kami disana, iya kan Minhyuk Hyung.” Jawab Jong In dan ditimpali dengan anggukan Minhyuk.

“Tapi, aku mendengar kalau ada beberapa pejabat yang juga ikut membeli.” Tambah Siwon.

“Ah, itu rupanya. Sebenarnya sebagian dari mereka juga anggota kepolisian yang menyamar, mereka ditugaskan untuk menyelidiki tentang ruang isolasi di tempat itu, dan ternyata benar. Banyak korban yang berjatuhan. Untuk para pejabat yang benar – benar membeli para wanita tersebut, mereka sudah dihukum seberat – beratnya.” Kali ini giliran Minhyuk yang menjawab pertanyaan Siwon.

“Wonnie, Myunnie Jeongmal Gomawo atas bantuan kalian, terutama kau Siwon. Aku akan menepati janjiku padamu.” Jawab Seulong misterius.

“Janji? Janji apa Hyung?” tanya Joonmyun tak mengerti.

“Janji antara kawan lama…”

 

Flashback On

 

Siwon memberhentikan mobil mewah yang ia kendarai pada sebuah gedung besar di tengah kota. Pria itu segera saja turun dan memasuki tempat tersebut dengan perasaan yang tak menentu. Baru saja akan melangkah lebih jauh, Siwon telah menemukan apa yang ia cari sejak tadi.

“Wonnie?”

Siwon tersenyum begitu melihat seorang pria berpakaian seragam kepolisian menghampirinya dengan pandangan tidak percaya. Siwon mengangguk membenarkan perkataan pria dihadapannya dan menjabat hangat tangan pria itu.

“Ada angin apa kau kesini? Biasanya kau akan sibuk dengan berkas – berkas perusahaanmu.” tanya sosok bernama Im Seulong tersebut. Siwon memperhatikan kesekitar dan memberi instruksi pada pria dihadapannya. Seulong mengerti dan mengajak Siwon menuju ruang kerjanya.

“Aku akan membantumu.” Ucap Siwon. Seulong mengangguk dan membenarkan posisi duduknya.

“Heaven Of Aristocrat? Apa yang bisa kulakukan untukmu jika kau mau membantuku?”

“Bebaskan Appaku…”

Seulong mengangguk menyanggupi, Siwon dibuat senang dibuatnya.

“Kalau begitu kau bisa menemui Minhyuk di kafe biasa kita bertemu besok.”

 

Flashback Off

 

Joonmyun mengerucutkan bibirnya sebal, sedangkan Siwon, Seulong, Jong In, dan Minhyuk hanya bisa tertawa dengan keras.

“Oh ya, Myunnie. Besok aku akan pergi ke Jeju. Tolong jaga Miyoung di rumah.”

“Ne, Aku mengerti Tuan Bos.”

Semua dibuat tertawa kembali oleh ulah Joonmyun.

 

*****

 

Jeju National Prison, Jeju Island, Republic Of South Korea

 

Siwon berjalan perlahan pada sebuah lorong gelap dengan banyak sel – sel berisi terpidana berbagai kasus. Matanya menatap intens pada seorang pria tua yang ikut menatap matanya. Seulong yang ikut bersama dengan Siwon, melangkah menuju sel berisi pria tua tersebut dan membukanya.

“Aku sudah melaksanakan janjiku. Sekarang peluklah dia, Wonnie.”

Siwon mengangguk dan memeluk sosok Choi Kiho yang sudah menangis sejak tadi.

“Mian, Wonnie – ah.”

Siwon menggeleng, ia pun ikut menangis dalam pelukan pria tua itu.

“Semuanya sudah terjadi, Appa. Tak ada yang perlu disesali.”

Keduanya pun saling melepaskan tautan penuh kerinduan tersebut.

“Aku harap kau membawa kabar baik, Wonnie.”

“Bagaimana kalau seorang calon istri yang cantik dan baik?”

Siwon, Seulong, dan Tuan Kiho tertawa bahagia bersama.

 

*****

7 Bulan Kemudian…..

 

Semua orang berkumpul dengan bahagia, menyambut kelulusan mahasiswa serta mahasiswi angkatan 25 Kyunghee University yang diwisuda hari ini. Joonmyun mengedarkan pandangannya kesekitar dan mendapati Siwon dan Miyoung yang berjalan perlahan kearahnya. Dibelakangnya terdapat Minhyuk serta Soojung dan Jong In bersama Yoona yang ikut meramaikan wisudanya. Tak ketinggalan pula Heo Ahjumma dan Tuan Kiho yang tersenyum membawa sebuah kado. Ada juga pasangan Taeyeon dan Byunghee serta Seulong yang datang sendiri.

“Ah, Kupikir kalian semua tidak akan datang. Ternyata kalian masih peduli padaku.” Seloroh Joonmyun yang mendapat balasan jitakan dari para pria, sedangkan para wanita hanya bisa berdecak sebal.

“Dasar gila! Mana mungkin kami semua tidak merayakan hari wisudamu.” Balas Siwon dengan kesal.

“Ne, Wonnie benar. Lagipula, ini adalah sebuah prestasi untuk mahasiswa abadi sepertimu, Myunnie.” Ucap Heo Ahjumma yang mampu membuat semua orang tertawa, kecuali Joonmyun yang mengerucutkan bibirnya sebal.

“Maaf ya, meskipun aku mahasiswa –nyaris- abadi. Tapi, buktinya aku bisa mendapatkan seorang pacar.”

Semua orang dibuat bingung dengan penjelasan Joonmyun. Tak lama tampak seorang wanita dengan pakaian wisuda juga datang menghampiri semua orang yang berada disana.

“Nah, ini kekasihku. Chagi, ayo kenalkan dirimu.”

“Annyeonghaseo, Seo Joo Hyun Iminda.”

Semuanya tersenyum dan membalas salam tersebut. Tapi, Siwon tiba – tiba berkasak kusuk dengan Miyoung dan Heo Ahjumma yang hanya menatap pria disamping mereka dengan penuh tanda tanya.

“Kurasa Myunnie sudah bisa move on.”

Miyoung dan Heo Ahjumma hanya memutar kedua bola mata mereka dengan malas.

“Bagaimana kalau kita berfoto bersama?” tanya Tuan Kiho sembari menggenggam sebuah kamera. Semua mengangguk setuju dan mulai membuat formasi. Siwon menuntun Miyoung yang kesulitan berjalan karena perutnya yang sudah membesar memasuki usia kandungan 8 bulan. Soojung dan Yoona saling menyerempet kearah kekasih mereka masing – masing, Jong In dan Minhyuk. Taeyeon, Byunghee, serta Seulong yang membentuk V sign, Heo Ahjumma yang menyelip diantara pasangan Joonmyun – Joohyun dan Tuan Kiho yang sedang menyetel kamera.

“Siap!” Tuan Kiho berlari memasuki formasi dan berpose seperti yang lainnya.

“Kimchi!” Jpret! Sebuah foto pun keluar dari dalam kamera. Menggambarkan suasana bahagia yang saat itu juga terekam.

 

-End-

Holla Readers tercinta!!! #kasih permen coklat satu satu

Bagaimana dengan ff ini, sudah puas? Maaf ya kalau masih kurang greget. Soalnya ff ini dibuat langsung selama 1 hari sampai leher dan punggung sakit, tapi demi readerdeul sekalian itu gak masalah🙂 #curcol #halah

Maaf juga yang sebesar – besarnya kalau karakter di ff ini banyak yang author nistakan terutama Suho yang sering ketiban sial, hehehe #plak #plak #plak

Oh ya, Author tak menerima silent reader, bashing, apalagi PLAGIATOR! Pergi jauh – jauh! #galak

Kalau mau memberi saran dan kritik harus dengan cara yang baik dan sopan, dijamin author akan menerimanya dengan senang hati. Tak lupa pula Author mengingatkan untuk selalu RCL, bukan cuman buat karya Author Neo aja, tapi juga buat karya author – author lain dan juga admin. Terima Kasih sudah membaca, semoga bisa ketemu sama biasnya masing2x😀 #terbang bareng Suho

 

 

108 thoughts on “(AR) Collection Contract

  1. woah~ nih ff emang bisa membius.ku . udh 2x aku bc ni ff , aneh.nya gk bosen” . untk fany un akhir.nya bahagia juga , tinggal nunggu baby choi lahir ya😀

  2. ternyata masa lalu orng tua siwon ma suho tragis banget….untung aja siwon udah bisa membuka diri untuk mencintai tiffany….

  3. crtny bikin g bisa beralih pgn trs bc. sk ideny n mengharukn akn nasib miyoung. klo td sdkit aj terutm bgmn siwon wktu nikah ato pertmuan dgn ayh siwon psti tmbh jatuh tuh air mata. aplg pas adny baby choi yg lahir….^^
    tp bnr q sk nih crt keren👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s