[Re-Post] Cute Story – Sifany Version

 

Tittle: Cute Story [SiFany Ver]

image

Author: Eyinzz a.k.a Hwang Soo Eun ( @erlinamas )

Main Cast: Tiffany Hwang and Choi Siwon

Other Cast: –

Genre: Romantic, Family life

Leght: Oneshoot

Disclaimer: This Is My Story! Don’t Be Plagiat! Plagitor? Go Away!

A/N: Anneyeong! Akhirnya keluar juga nih.. Setelah author pertimbangkan secara matang-matang tapi ga sampe gosong kok! *eh?* Author memilih SiFany untuk menjadi Versi kedua dari FF ‘Cute Story’ punya Author Eyinzz. Karna Siwon pantes kok menjadi namja yang baik + Penyayang, bener ga? Sifat Tiffany yang jujur juga pas buat meranin nih FF! Disini ada yang saya rubah dikit-dikit sesuai kebutuhan oke? Buat saudara saya yaitu para Prophets, ada hadiah buat kalian..! J

Bagi Knights silahkan baca Versi KyuYoung di KSIatau blog pribadiku. http://sugencouplefanfiction.wordpress.com

Happy Reading~~

 

Tiffany berlari menembus hujan yang turun dengan derasnya.Tiffany Hwang, nama yeoja mungil berkulit putih itu akhirnya telah sampai pada tempat tujuannya, halte bus. Iamembenarkan rambutnya yang agak sedikit berantakan karena tersenggol map yang tadi ia pakai untuk melindungi kepalanya. Tak lama kemudian, berhentilah sebuah bus besar tepat di depan halte tersebut membuat Tiffany mau tak mau harus kembali berlari menerobos hujan untuk menaiki bus tersebut. Setelah masuk, Tiffany memilih tempat duduk yang berada di pojok belakang dekat jendela. Ia menyenderkan kepalanya di kaca jendela bus itu, matanya mulai menyapu pemandangan luar yang terlihat samar karna derasnya air hujan. Tanpa ia sadari, Tiffany mulai tenggelam dalam dunianya sendiri. Ia teringat dengan suatu kejadian yang sudah sangat lama sekali, pada saat itu itu hujan juga turun deras seperti sekarang

 

 “Oppa! Ayo pulang!” Teriak seorang yeoja mungil berpipi tirus pada seorang namja kecil yang sibuk bermain sendiri tanpa memedulikan tetesan hujan yang sudah berjatuhan. Yeoja ber-umur tujuh tahunan itu terlihat makin uring-uringan menyadari setengah tubuhnya sudah basah karna hujan yang makin lama makin deras. Dengan tekad bulat yeoja imut itu  berlari menuju teman lelakinya yang sibuk merentangkan tangannya lebar-lebar dan menengadah ke langit sambil memejamkan mata merasakan titik air hujan menyapu wajah manisnya. “Oppa! Ayo pulang! Hujan turun makin deras! Nanti kita di marahi eomma kalau hujan-hujanan! Kata eomma kalau hujan-hujannan nanti sakit. Kalau sakit harus minum obat. Obat itu pahit, Fany ga suka pahit. Fanyga mau minum obat. Jadi Fany ga mau sakit. Ayolah Oppa!” Rengek yeoja imut yang ternyata namanya adalah Tiffany sambil menarik-narik tangan namja yang ia panggil Oppa tadi.

Namja manis itu sepertinya sedikit terganggu dengan tarikan dan rengekan yang dibuat oleh Fany tanpa henti. Ia memberhentikkan aktivitas semulanya tadi, lalu menatap taduh yeoja di sampingnya. Tiffany mematung seketika melihat manik mata namja kecil itu, tatapan mereka beradu sangat lama. Entah mengapa jantungnya berdegup dengan cepatnya, memompa darah lebih cepat dari biasanya. Memang ini bukan yang pertama kalinya Tiffany rasakan, tetapi sudah berkali-kali jantungnya seperti ini saat dekat dengan teman kecilnya itu. “Fany-ah, tenanglah. Kau tak akan merasakan sakit saat kau bersamaku, karna aku akan selalu melindungimu. Percayalah selalu pada Oppa.” Kata namja kecil itu dengan kedua tangannya mengelus-elus pelan pundak Fany. Lalu namja itu segera itu segera memeluk Tiffany dengan sangat erat di tengah hujan seakan takut untuk kehilangan gadis kecil itu. Perlahan tapi pasti bibir namja itu menyentuh lembut bibir kecil Fany. Sedangkan Tiffany hanya diam pasrah karna ia terlalu polos untuk melakukan penolakan dengan umurnya yang baru saja menginjak tahun ke enam. Tak berapa lama kemudian namja tampan itu melepaskan ciumannya lalu tersenyum dengan sangat manis

“Saranghae, Tiffany Hwang.”

 

Entah mulai kapan air mata sudah jatuh berkejar-kejaran di pipi Tiffany. Kejadian itu sudah  lama sekali terjadi saat ia masih kecil, namun peristiwa itu masih saja tersimpan rapi di otaknya bak sebuah Video kaset di otaknya. Tetapi suatu insiden kecelakaan menimpanya saat ia menginjak usia 15 tahun, kejadian itu memaksanya untuk melupakan nama namja kecil itu. ‘Sial! Kenapa harus nama namja kecil itu yang ia lupakan?!’ pertanyaan itu sering kali menghampiri benak Tiffany dan berputar- putar disana. Namun ia merasa sangat beruntung dan bersyukur masih diberi kesempatan untuk mengingat dengan jelas semua kenangannya bersama namja kecil itu walaupun tanpa mengingat namanya, daripada ia harus melupakan teman semasa kecilnya itu secara utuh? Tanpa kenangan? Tanpa nama? Itu akan sangat menyiksa Tiffany. Berulang kali Fany mencoba mengingat nama teman semasa kecilnyaitu tetapi selalu saja gagal. “Agesshi! Kau mau berhenti dimana,huh? Ini sudah sampai pada pemberentihan ketiga! Jika kita tetap melanjutkan perjalanan kita akan kembali ke tempat semula.” Perkataan Supir bus mampu mengembalikan Fany dari dunia lamunannya. Segera Tiffany bangkit dan mengusap air matanya lalu keluar dari bus setelah mengucapkan terima kasih pada sang supir yangtelah mengingatkannya. Lagi-lagi Tiffany harus berlari membelah hujan yang masih senantiasa mengguyur bumi.

“Oppa! Aku pulang!” Teriaknya setelah memasuki sebuah rumah minimalis. Ia melepaskan sepatunya danmenghempaskan tas serta map-nya di sofa putih itu. Terlihat seorang namja yang sedang asyik menonton TV di ruang keluarga, namja itu tersenyum melihat kedatangan Tiffany lalu segera memeluk badan Fany yang basah. “Oppa mianhe, aku telat. Hujan turus deras dan juga saat di bus ada sedikit macet.” Jelas Fany sembari membalas pelukan namja yang sangat ia sayangi itu. Siwon tersenyum mendengar penjelasan Tiffany yang selalu jujur dan merasa bersalah, padahal ia tak pernah marah apalagi meminta penjelasannya. “Nde, gwenchana chagi. Aigoo, badanmu basah segeralah ganti baju nanti kau masuk angin.” Suruh Siwon halus sambil mengacak pelan rambut Tiffany. Tiffany mengangguk dengan senyum eye smilenya dan segera masuk ke kamar untuk berganti baju.

Ya, Tiffany sudah menikah 8 bulan yang lalu dengan seorang namja tampan nan tajir bernama Choi Siwon. Mereka menikah berlandaskan cinta setelah tiga tahun menjalani masa berpacaran. Hari-hari mereka berjalan dengan sangat baik tanpa ada cacat atau kesalahpahaman sedikit pun, karna mereka saling mempercayai dan melengkapi satu sama lain dan mereka tau semua kesalahan yang salah satu dari mereka perbuat, pasti ada suatu alasan dibaliknya sehingga membuat mereka tak pernah bertengkar dan cemburu satu sama lain. Bahkan saat Tiffany diantar pulang oleh temannya, Nickkhun. Atau saat Siwon sedang makan bersama dengan teman lamannya, YoonA. Mereka tak pernah merasa cemburu atau kesal karna mereka percaya bahwa pasangan mereka hanya mencintai mereka tanpa harus ada orang ketiga. Siwon membereskan tas dan map yang tadi Tiffany lempar begitu saja di sofa tadi. Tanpa sengaja Siwon melihat sebuah foto seorang namja berumur 3 tahunan terpajang di dompet Tiffany. Siwon meneliti foto namja muda yang sedang tersenyum lebar memperlihatkan sederet gigi kecil nan putihnya. Semenit kemudian senyum manis menghiasi wajah tampannya.

CKLLEEKK…~

Tiffany keluar dengan memakai kaos Winnie The Pooh bewarna kuning dan celana jeans pendek selutut. Ia berjalan dengan sedikit tergesa-gesa menuju dapur lalu memakai celemek pink kesayangannya. Sedetik kemudian ia mulai tenggelam dalam aktivitas memasaknya, ia menyiapkan semua peralatan dan juga bahan-bahannya dengan sangat teliti, mulai dari ikan salmon, nasi putih, rumput laut, dsb. Sepertinya Tiffany akan memilih Kimbap sebagai menu makan malamnya bersama nampyeon tersayangnya. Siwon tersenyum manis memperlihatkan lesung pipinya, melihat gerak-gerik Tiffany yang sangat cekatan dari ruang keluarga. Ia sangat bersyukur pada Tuhan karna telah memberikannya seorang malaikat yang menjelma menjadi istrinya seperti Tiffany yang cantik, baik, perhatian, pintar, rajin, setia pokoknya sangat sempurna! Siwon berjanji pada dirinya sendiri dan Tuhan tak akan pernah melepaskan Tiffany apalagi menyia-nyiakannya karna ia sangat mencintai yeoja itu. Ia berjanji akan melindungi yeoja itu walaupun harus mempertaruhkan nyawanya.

“Chagiya, siapa foto namja kecil yang ada di dompetmu?” Tanya Siwon yang masih memegang erat dompet Fany. Tiffany menoleh sekilas ke arah Nampyeon dan dompetnya lalu kembali menyibukkan diri dengan aktivitasnya semula. “Oh itu, ia adalah sahabatku semasa kecil sekaligus cinta pertamaku. Aku lupa siapa namanya tetapi aku masih mengingat dengan jelas semua kenangan kami.” Jawab Fany jujur, ia selalu jujur dengan Siwon karna menurutnya jika ia berbohong itu akan lebih menyakiti Siwon.

“Bisakah kau menceritakan pertemuan mu dengan namja kecil ini?” Tanya Siwon yang hanya di balas dengan anggukan kecil oleh Tiffany.

FLASHBACK ON

“Hikss.. Hikss.. Hikss.. Hikss..”

Fany kecil yang sedang asik bermain di sebuah taman kecil seperti mendengar suara seorang anak lelaki menangis di balik semak-semak. Tiffany berjalan pelan atau lebih tepatnya mengendap-endap menuju sumber suara tangis itu. Makin lama tangisan itu semakin keras terdengar di telinga Fany, setelah mengumpulkan beberapa keberanian, Tiffany kecil pun membelah (?) kumpulan semak-semak itu dengan kedua tangan kecilnya. Ia terkesiap melihat seorang anak lelaki yang meringkuk dengan bahu yang naik turun karna menangis. Dengan langkah perlahan kaki kecil Tiffany mendekati anak lelaki itu dan bertanya, “Sedang apa kau?” Anak tak di kenal itu menghentikan tangisnya dan mendongak menatap kedua bola mata indah milik Tiffany.

“Kau sedang apa disitu?” Tanya balik namja yang sepertinya 3 tahun lebih tua dari Tiffany. “Aku? Aku mendengarmu menangis, jadi aku datang kesini.” Jawab Fany polos sedangkan namja kecil itu sudah berdiri dengan bantuan Tiffany barusan. Namja itu membersihkan celananya sedangkan Tiffany masih penasaran dengan namja di hadapannya, “Mengapa kau menangis tadi?” Tanya Fany lagi yang ternyata di benaknya masih ada sebuah tanda tanya besar penyebab anak kecil itu menangis. “Aku menangis karna tak ada yang mau bermain bersama ku. Mereka bilang bahwa aku adalah anak orang kaya, tak cocok bermain dengan mereka, bahkan aku dibilang pamer saat aku ingin meminjamkan mainan baruku yang di belikan Eomma.” Jelas namja kecil itu panjang lebar, senyuman miris terukir di bibir manisnya mengingat saat teman-teman sepermainannya menjauhinya.

“Teman? Kalau hanya itu masalahmu, aku bisa membantumu. Aku ingin menjadi temanmu.” Tawar Tiffany dengan eye smilenya, namja kecil itu tampak terkejut sekaligus senang ada orang yang ternyata ingin menjadi teman bermainnya. “Jinjjayo?!” Tiffany hanya mengangguk semangat menanggapi keterkejutan anak tak dikenal itu.

“Baiklah! Kita mulai dari tahap awal pertemanan! Perkenalkan, Tiffany Hwangimnida. Kau bisa memanggilku Fany, Tiffany, Tiff, apa lagi ya? Terserah kamu deh!”

“hahaha.. Perkenalkan Chone..-“ Perkenalan namja kecil itu terputus saat tangan kecilnya sudah ditarik oleh seorang yeoja paruh baya dengan baju kantor yang mengajaknya pergi menjauh meninggalkan Tiffany yang hanya berdiri dalam diam, tak tau harus berbuat apa.

“Fany-ah! Jika kita berjodoh, kita pasti akan bertemu lagi!”

Itulah teriakan terakhir yang Tiffany dengar sebelum namja itu benar-benar dibawa pergi oleh sebuah mobil mewah bewarna hitam. Tiffany hanya bisa berharap bahwa teriakan terakhir namja itu akan menjadi nyata. Saat hendak pergi dari situ, langkah Fany terhenti ketika ia merasakan telah menginjak suatu kertas. Heran dengan kertas apa itu, Tiffany pun mengambilnya dan mengamati kertas yang ternyata adalah foto namja manis itu. Hanya di foto itu lelaki tadi masih terlihat kecil sekali, mungkin foto itu di ambil saat namja itu berumur 3 tahunan dan sekarang lelaki itu sudah lebih besar sekitar umur 9 tahunan. Fany tersenyum kecil melihat foto itu dan menyimpannya di saku bajunya

FLASHBACK OFF

“……. Begitulah ceritanya. Setelah itu benar katanya, kita sering bertemu dan bermain di taman itu. Hingga suatu hari, saat umur ku menginjak umur 8 tahun dan namja itu berumur 11 tahun, ia menghilang secara tiba-tiba tanpa mengirimiku pesan atau apapun itu. Aku sudah mencarinya kemana-mana, dan menunggu untuknya selama bertahun-tahun, tetapi tak ada tanda-tanda ia akan kembali. Hingga akhirnya aku menyerah dan saat itu aku mengenalmu Siwon-ah.” Jelas Tiffany mengakhiri cerita panjangnya. Suaranya terdengar parau dan serak saat air matanya kembali jatuh untuk kesekian kalinya karna mengingat cinta pertamanya. Ia sangat rindu dengan cinta pertamanya. Dan berbagai pertanyaan sering datang menghampirinya, ‘Bagaimana keadaannya sekarang? Apakah ia baik-baik saja? Apa dia masih mengingat ku? Mungkin ia telah menjadi orang tampan, baik, dan sukses.’ Tapi sayangnya, dari 1001 pertanyaan yang menghampirinya tak ada satu pun yang terjawab membuat batin Fany agak tersiksa.

Siwon sedikit khawatir melihat air mata Tiffany yang tak kunjung berhenti. Segera ia memeluk istri kesayangannya itu dari belakang bertujuan untuk menenangkannya. “Fany-ah, uljima. Aku yakin cinta pertama mu itu tak akan senang mengetahui kau menangis karnanya.” Jelas Siwon berbisik di telinga Tiffany. Lama-kelamaan Tiffany mulai tenang dalam posisi pelukan dari belakang yang diberikan oleh Siwon. Siwon tersenyum penuh arti, lalu membisikan sesuatu di telinga Tiffany untuk kedua kalinya,

“Chagiya..” Bisik Siwon manja

“Kau tau? Aku kehilangan foto masa kecilku saat berumur 11 tahun. Ku rasa foto yang selalu ku bawa itu jatuh di taman kecil dekat Gangnam lalu ditemukan oleh seorang yeoja kecil bermarga Hwang.” Bisik Siwon dengan nada sok polosnya membuat Tiffany melepaskan pelukan Siwon lalu berbalik menghadap Siwon dengan mata membulat,

“MWO??!! Jangan bercanda Siwonie! ini tidak lucu!”

“Aigoo.. Untuk apa aku bercanda Fany-ah? Aku mengatakan sejujurnya! Aku kehilangan fotoku! Di foto itu aku masih berumur 3 tahun dan memakai baju biru muda dengan celana pendek putih. Apa kau pernah melihatnya??”

“Jangan bilang kau adalah….” Kata-kata Tiffany menggantung. Ia benar-benar tak bisa melanjutkan perkataannya dan berharap ini semua bukan hanya candaan Siwon semata.

”nde, Aku adalah cinta pertama seorang Tiffany Hwang! Mianhe aku telah menghilang secara tiba-tiba karna saat itu di kirim ke Kanada secara mendadak hingga tak sempat berpamitan denganmu Fany-ah.”

“Kau?? Kau?? Aissh.. Mana mungkin kau adalah Cinta pertamaku! Keumanhae! Aku sedang tak dalam mood yang bagus Choi Siwon.” Tegas Tiffany sekali lagi, sepertinya yeoja itu masih dalam keadaan Shock dan tak percaya dengan kenyataan ini. Ia sangat senang jika memang benar Siwon yang adalah cinta pertamanya, hanya saja ia tak akan menyangka bahwa dunia akan sesempit ini.

“Tapi itulah kenyataannya Nyonya Choi. Aku tak mengada-ada. Apa kau mau bukti? Bukankah aku yang telah merebut First Kiss mu saat waktu itu di tengah hujan deras??”

“MWO?! Kau tau itu?? Jadi kau benar-benar?? Maldo Andwe!”

“Percayalah padaku Fany-ah! Saranghae Choi Tiffany. Jeongmal Saranghamnikka. J”

END~

Aigoo.. Akhirnya proses editing selesai! Gimana?? Bagus ga?? Biasa?? Banyak Typo? Mianhe.. ><
Kalo ada Nama Kyuhyun itu yang dimaksud Siwon. Sedangkan kalo ada yang namanya Sooyoung itu Tiffany.. Mianhe klo masih ada nama yang salah / terselip, padahal udah Author edit berkali-kali tapi bagaimanapun juga typo tak bisa dihindarkan.

Jangan lupa juga Follow My New Twitter à @erlinamas
Lagi butuh follower nih.. -,- Mentions for followback, okay??
Kalo mau protes tentang FF saya yang jelek ato lama ngelanjutinnya bisa di twitter.
Bagi yang ga punya akun WP n suka baca FF terus nyasar ke FF saya. Jangan jadi siders ya!
Kalian bisa kok Comment via twitter ato FB! Karna Author selalu OL di Twitter and FB. J

Jangan lupa RCL ya! Saranghae!! #BLUUSSHH *Ngilang

39 thoughts on “[Re-Post] Cute Story – Sifany Version

  1. walaupun udah baca tapi seneng aja baca lagi berulang kali asalkan tentang sifany chingu liat deh vidio moment sifany judulnya “MY LOVE” ,siwon oppa megang pinggang tiffany ahh pokoknya liat sendiri dehh hihi

  2. dari pertama.dulu baca ini pengen baca sequelnya,,buatkan sequelnya eonnii??? aku mohon?? hehe ini beneran loh ya,,ditunggu sequelnya dari ff cute story sifany ver. okay!!! miss ya

  3. alurnya bagus thor, tapi maaf endingnya kurang greget yah… hrs bikin sekuelnya nih, gmn sifany bs ketemu lg trus pacaran dan akhirnya menikah… keep writing thor! ♥♥♥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s