MEMORIES Part 1

Memories Poster

Title : Memories [1 of 2]

Author:  Youngwonie

Cast: Siwon and Tiffany

Other cast: find yourself

Genre: Romance, sad, marriage life

Rating : PG-17

Length : Twoshoot

Disclaimer: Cerita ini terinspirasi dari sebuah film. Tapi jalan cerita dikembangkan oleh author sendiri dan ga bener- bener mirip sama aslinya. So, dilarang ngebash, plagiat, dan tetep RCL.

And Finally, Happy reading….!!! J

 

Kau boleh melupakan segalanya,

Tapi kau tidak boleh lupa kalau aku sangat mencintaimu…

 

 

 

“Ottekhae…?”

“Perfect .”

“Huft…Finally.” Siwon turun dari tangga dengan perasaan lega. Kemudian menghampiri Tiffany yang berdiri beberapa meter dari dinding tempatnya  memasang foto pernikahan mereka.

“Mr and Mrs Choi.”

Siwon memeluk Tiffany dari belakang sambil bersama- sama menatap foto itu dengan perasaan bahagia. Mereka adalah pasangan yang baru menikah satu bulan yang lalu. Dan mereka baru saja menempati apartemen baru mereka setelah pulang dari berbulan madu. Sebelumnya Tiffany tinggal bersama sepupunya Yoona dan Siwon tinggal dengan temannya Kyuhyun. Kyuhyun dan Yoona adalah pasangan kekasih yang mempertemukan Siwon dan Tiffany ketika menghadiri pernikahan Donghae dan Yuri, teman mereka juga.

 

“Apa masih ada yang kurang?”

Tiffany menggeleng,”Semuanya sudah beres.”

“Kau senang?”

“Hmm…Oppa membuatnya persis seperti keinginanku.”

“Kalau begitu, sekarang kau yang harus menuruti keinginanku, Ny.Choi.” Siwon membalik tubuh Tiffany menghadap dirinya dan memberikan tatapan seduktif pada istrinya itu.

“Ijen?”

“Ne.”

Siwon sudah siap melakukan aksinya. Ia mempererat pelukannya pada pinggang Tiffany dan menyerang bagian leher Tiffany yang merupakan titik sensitifnya. Namun…

Ting Tong Ting Tong!!!!

Siwon dan Tiffany saling bertatapan.

“ Sepertinya ada tamu.”

“Aish…mengganggu saja.” Siwon melepaskan Tiffany lalu beranjak ke ruang tamu dan membuka pintu.

“Kejutan!!!!”

Siwon kaget melihat teman- temannya sudah berdiri di depan pintu.

“Anneyong Siwon oppa.” sapa Yoona lalu ia masuk kedalam rumah sebelum disuruh oleh Siwon. Disusul Donghae danYuri.

“Kau kenapa? Tidak senang kami kemari?”tanya Donghae.

“Kami kesini untuk melihat rumah baru kalian.”kata Yuri.

Terakhir,  Kyuhyun yang datang membawa kantong besar sepertinya berisi makanan.

“Lihat Hyung, kami bawa makanan dan soju.”

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sebenarnya ia senang teman- temannya datang, tapi ini bukan waktu yang tepat mengingat apa yang sedang dilakukannya tadi.

Mereka berkumpul di ruang tengah. Tiffany dan Yuri menyiapkan makanan. Yoona dan Kyuhyun yang menyiapkan minuman. Sedangkan Siwon dan Donghae sedang menyiapkan alat karaoke.

“Oppa, jangan minum terus.” Yoona merebut botol soju yang sedang dipegang Kyuhyun.

“Tenang saja Yoong, aku tidak akan mabuk walaupun menghabiskan segalon wine. Apalagi ini cuma soju.” Elak Kyuhyun.

“Tetap saja aku tidak suka.” Yoona manyun.

“Arra, arra. Aku tidak akan minum lagi. Jangan cemberut begitu. Apapun keinginanmu akan kuturuti.”

“Jinja?”

“Tentu, chagiya.” Jawab Kyuhyun manja.

Semuanya terkekeh melihat kelakuan pasangan itu. Kecuali Yuri.

“Gombal. Pria memang begitu waktu masih pacaran, lihat saja kalau Kyu sudah jadi suamimu nanti. Dia pasti akan berubah 180 derajat.” Ucap Yuri sinis.

“Apa maksudmu, Yul. Kau menyindirku?” Donghae tersinggung dengan ucapan istrinya.

“Oppa merasa begitu?”

“Yul, Jangan mulai lagi.”

Siwon, Tiffany, Yoona dan Kyuhyun terdiam melihat Donghae dan Yuri yang mulai bertengkar.

“Ya, kenapa suasananya jadi begini, bukankah kita berkumpul untuk bersenang- senang? Kyu, nyalakan musiknya.” kata Siwon bermaksud mencairkan suasana.

“Siap Hyung.”Kyuhyun menyalakan mesin karaoke.

”Baby, mau menyanyi bersamaku?” Siwon mengajak Tiffany maju untuk berduet dengannya.

“Ne.” dengan senang hati Tiffany menerima ajakan Siwon dan bernyanyi bersamanya.

“Sifany, sifany, sifany.” Yoona dan Kyuhyun meneriaki mereka memberi semangat. Di tengah- tengah lagu, suara Siwon sumbang saat menyanyikan nada yang tinggi. Membuat semuanya tertawa termasuk Yuri dan Donghae yang sejak tadi saling diam.

“Gamshamidha.” Ucap Siwon dan Tiffany setelah mengakhiri nyanyiannya. Diiringi tepuk tangan dari yang lain.

Setelah itu, mereka satu persatu menyanyi secara bergantian. Dua jam kemudian, keadaan apartemen Siwon dan Tiffany kembali sepi setelah teman- teman mereka pulang. Tinggallah mereka berdua di dalam apartemen itu.

Mereka sudah berbaring di tempat tidur. Tapi keduanya masih belum terpejam. Tiffany membalik posisinya menghadap Siwon.

“Oppa,”

“Nde?”

“Aku masih memikirkan kata- kata Yuri tadi. Apa benar laki- laki akan berubah setelah menikah?”

“Tentu saja.”

“Jadi oppa juga akan begitu?”

“Ne. Aku akan berubah lebih mencintai dan menyayangimu dari sebelumnya.”

“Jinjja?”

“Jinjja.”

“Oppa, aku hanya ingin memita satu hal padamu.”

“Marebwa?”

“Jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku apapun yang terjadi nanti, sekalipun oppa sudah tidak mencintaiku lagi.”

“Kenapa kau berkata seperti itu?”

“ Aku hanya ingin oppa berjanji.”

“Tentu saja. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Bagaimana hidupku nanti jika kau tak ada di sampingku, Baby.”

Siwon membelai lembut pipi Tiffany.

“Jangan berpikir yang tidak- tidak. Tidurlah. Besok kau harus bangun pagi Ny. Choi.”

“Nde. Saranghaeyo Oppa.” Tiffany mengecup pipi Siwon lalu tidur di atas dada bidang nampyeonnya itu.

“Nado saranghae.” Siwon mencium puncak kepala Tiffany sebelum ia juga memejamkan matanya.

***

 

Rumah tangga Siwon dan Tiffany berjalan dengan baik. Mereka menjalani kehidupan seperti pasangan suami istri lainnya. Siwon pergi bekerja pagi hari dan pulang pada sore hari. Tiffany menjadi ibu rumah tangga yang baik dengan menyiapkan segala keperluan Siwon, seperti memasak dan pekerjaan rumah lainnya. Kyuhyun, Yoona, Donghae dan Yuri juga sering mengunjungi mereka. Kadang bergantian atau bersama- sama.

“Oppa, sebenarnya ada acara apa? Apa oppa mendapat promosi di kantor?”

Tiffany dan Siwon saat ini sedang makan malam di sebuah restoran dengan suasana romantis yang khusus dipesan Siwon untuk malam itu.

“Kau tidak ingat?”

Tiffany menggeleng. Siwon meletakkan pisau dan garpu yang tadi ia gunakan untuk memakan steak-nya. Lalu ia menatap istrinya dengan tatapan heran.

“Baby, kita sudah membicarakan ini sebelumnya kan. Kau sendiri yang minta kita merayakan 1st Annivesary kita di restoran tempat pertama kita kencan.”

“Jinjja? Aku tidak ingat.”Jawab Tiffany serius. Siwon semakin bingung dengan sikap Tiffany.

“Ha, ha,ha….Oppa kena.”

“Jadi?”

“Aku sedang menggodamu oppa.”

“Ya. Kau sudah sukses membuat aku hampir kena serangan jantung.”

Seorang pelayan kemudian membawa sebuah kue tart yang dipesan Siwon.

“Ucapkan keinginanmu sebelum meniup lilinnya.”

“Ne. Aku ingin merayakan 25th Anniversary kita di kapal pesiar.”

“Kenapa mengucapkannya dengan keras?”

“Agar oppa bisa mendengarnya dan mulai menabung mulai sekarang.”

“Kalau kau mau, aku bisa mengabulkan keinginanmu sekarang juga.”” Kecuali,,, kau ingin membeli kapal pesiarnya, mungkin aku memang harus menabung dari sekarang.”

“Ha, ha, ha…Apa aku boleh memintanya?”

“Tentu saja, baby. Apapun, asal aku mampu, aku pasti akan mengabulkannya.”

“Gumawo, oppa. Karena kau sudah mencintaiku sebesar itu. Selama satu tahun ini, kau sudah menjadi suami yang sempurna untukku.”

“Sudahlah, jangan memujiku terus. Kajja, kita potong kuenya.”

***

 

“Kenapa makanmu sedikit sekali, Tiff? Apa kau sakit?”

“Ne, Unnie biasanya paling semangat kalau makan. Apa Siwon oppa membuat masalah?”

Tanya Kyuhyun dan Yoona bergantian. Mereka bertiga sedang makan siang di restoran.

“Ani. Aku hanya sedang tidak nafsu makan belakangan ini.”

“Apa kau sakit?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Aku tidak tahu. Aku sering merasa mual dan pusing.”

Yoona tersenyum,”Sepertinya kita akan punya keponakan, Oppa. Itu kan tanda- tanda orang hamil.”

“jinjja? Apa kau sedang hamil, Tiff?”Tanya Kyuhyun girang.

“Molla.”

“Sebaiknya kau membeli tespack dan mencobanya dirumah. Atau kau temui Yuri di rumah sakit agar dia bisa memeriksamu.”

“Baiklah aku akan membeli tespack di minimarket dekat rumah sebelum pulang nanti. Ngomong- ngomong soal Yuri, apa dia dan Donghae oppa sedang ada masalah lagi”

Yoona dan Kyuhyun saling berpandangan.

“Sebenarnya masalahnya ada pada eommanya Donghae oppa yang mempermasalahkan soal aegi. Sudah tiga tahun mereka menikah, dan Yuri unnie belum juga mengandung.”jawab Yoona sedih.

“Eomma Donghae ingin dia menceraikan Yuri.”lanjut Kyuhyun.

“Eomma Donghae oppa tega menyuruhnya menceraikan Yuri? Apa masalahnya jika mereka belum punya anak, yang penting mereka masih saling mencintai kan?”

“Kami juga berpendapat seperti itu. Tapi…Itulah kenyataannya. Sekarang Donghae sedang bingung antara menuruti eommanya atau tetap mempertahankan Yuri.”

***

 

Tak ada kehidupan yang sempurna di dunia ini. Setiap orang pasti punya masalah dalam hidupnya. Masalah seperti udara, serapat apapun kau menutup jendela, udara pasti bisa masuk. Begitu juga dalam kehidupan. Masalah pasti akan datang serapat apapun kau menutup jendela kehidupanmu.

Seperti Donghae dan Yuri yang punya masalah dengan perceraian, masalah juga bisa datang pada rumah tangga Siwon dan Tiffany.

“Ya, santailah sedikit Hae. Masalahmu tidak akan selesai dengan terus murung seperti itu. Itu hanya akan membuang- buang energimu.”

“Kau bisa berkata seperti itu karena kau tidak mengalaminya, Wonnie. Aku bahkan selalu berharap bernasib sama sepertimu.”

“Jangan berkata begitu. Mungkin suatu saat kau akan menyesali ucapanmu.”

Drrrt…drrtt….

Hp Siwon berbunyi. Dia memasang earphone di telinga kirinya agar leluasa mengobrol sambil menyetir.

“Yeoboseo. Ada apa Kyunie?”

‘Hyung, sebaiknya kau cepat pulang dan menemui Tiffany.’

“Waeyo? Apa Tiffany baik- baik saja?”

‘Ne, dia baik- baik saja. Dan, mungkin kau akan segera mendapat kabar gembira darinya.’

“Jinjja? Apa itu.”

‘Kau akan tahu setelah pulang nanti. Oh ya apa si ikan itu sedang bersamamu?’

“Ne, dia di sampingku sekarang. Kau ingin bicara padanya?”

Siwon kemudian me-loudspeaker hpnya.

‘Donghae hyung, sebaiknya kau belajar dari Siwon hyung. Meskipun kau lebih dulu menikah, sepertinya dia lebih jago darimu.’

“bicara apa kau Kyu? Aku tidak mengerti.”

‘Kau memang payah, hyung. Membuat baby saja tidak bisa. Kau mau aku ajarkan juga?’

“Sial kau Kyu. Awas kalau nanti kita ketemu.”

Siwon hanya bisa tertawa melihat dua temannya yang sering bertengkar itu. Tapi…

Ckiitt….!!!!

Siwon mengerem mobilnya secara mendadak.

“Waeyo?”

“Aku hampir saja menabrak seseorang.”

Mereka berdua turun. Siwon kaget melihat orang yang hampir ia tabrak tadi. Seorang yeoja yang terlihat kebingungan, berdiri di tengah jalan.

“Tiffany?!!! Apa yang kau lakukan di sini, Baby?”

“Oppa, Syukurlah.” Tiffany langsung memeluk Siwon setela melihatnya.

“ Oppa, aku bingung. Aku mau pulang, tapi aku tidak menemukan rumah. Aku tidak kenal daerah ini oppa. Aku tersesat. A-aku…” Tiffany terus seperti orang linglung.

“Tiffany,” Siwon membentak Tiffany agar ia tersadar, lalu menunjuk ke arah gedung apartemen yang ada di depan mereka. “Kau berada di depan rumahmu.”ucap Siwon kemudian.

***

 

“Ceritakan padaku hal aneh apa yang kau alami belakangan ini.” Ucap Dr. Kim pada Tiffany yang kini berada di ruangan dokter ahli saraf tersebut. Siwon membawanya ke tempat Dr. Kim yang dulu adalah seniornya di kampus untuk memeriksa keadaan Tiffany.

Tiffany melihat kearah Siwon sebelum menjawab pertanyaan Dr. Kim. Siwon mengangguk, memberi isyarat pada Tiffany agar menuruti perkataan Dr. Kim. Ia pun mulai bercerita.

“Seminggu yang lalu, Yoona datang ke rumah dan mengatakan kalau aku menelponnya untuk membantuku membuat lasagna. Tapi aku tidak ingat kapan aku menelponnya.”

“Lalu?”

“Tiga hari yang lalu, Siwon oppa mengajakku makan malam untuk merayakan anniversary kami yang partama, aku juga lupa bahwa hari itu adalah ulang tahun pernikahan kami.”

“Jadi, waktu itu kau tidak bercanda?”

Tiffany menggeleng. Lalu menunduk. Siwon mentap istrinya dengan tatapan frustasi. Donghae yang ikut dengan mereka pun merasa cemas akan kondisi Tiffany. Ia memilih diam dan mendengarkan dengan baik.

“Lalu apa yang terjadi hari ini?”

“Aku pergi makan siang bersama Yoona dan Kyuhyun. Sepulang dari restoran, aku mampir ke minimarket dekat rumah. Saat aku keluar dari minimarket, hujan mulai turun. Aku membuka payung yang ku bawa dan, aku bingung. Aku merasa tidak mengenal tempat itu. Aku ingin pulang, tapi aku lupa dimana rumahku. Aku malihat orang- orang di sekitarku menggunakan telepon. Aku pun mencoba menelpon Siwon oppa. Tapi aku lupa nomornya, aku bahkan tidak ingat namanya. Aku terus kebingungan, pemandangan di sekitarku seperti berputar- putar. Sampai akhirnya Siwon oppa menemukanku.” Tiffany mengakhiri ceritanya. Lalu ia menangis di pelukan Siwon.

“It’s Ok, Baby. Tenanglah.”

“Bagaimana aku bisa melupakan rumah? Bagaimana aku bisa lupa namamu?”

“It’s Ok. Semua orang juga pernah lupa.”

“Tenanglah Tiffany. Semua orang juga pernah mengalaminya. Kadang itu terjadi karena stress, kurang tiduratau kelelahan. Kadang orang melupakan hal- hal kecil. Aku juga sering lupa. Kadang aku kehilangan ponselku karena lupa meletakkannya dimana. Aku baru menyadarinya ada di saku celanaku saat seseorang menelponku.” Dr. Kim membuat Tiffany dan Siwon tertawa dengan leluconnya. Kemudian ia memanggil assistennya ke dalam ruangan.

“Tolong bawa Ny. Choi ke ruang pemeriksaan.”

“Nde.”

Tiffany ikut dengan perawat itu didampingi Donghae. Ia dibawa ke ruang pemeriksaan untuk mengetahui penyakitnya.

“Kita akan tahu penyakitnya setelah hasilnya keluar.” Kata Dr. Kim pada Siwon.

Setelah keluar dari ruangan pemeriksaan, Yoona, Kyuhyun dan Yuri juga sudah berada di depan ruangan bersama Donghae. Mereka membawa Tiffany pulang kerumahnya. Sedangkan Siwon masih di ruangan Dr. Kim untuk mendengar hasil pemeriksaan Tiffany.

Dr. Kim menjelaskan dengan rinci tentang kerusakan yang terjadi pada sel saraf Tiffany. Siwon hanya bisa menyimaknya dengan baik.

“Inilah yang dikhawatirkan semua orang. Bagian dari saraf itu adalah tempat merespon memori kita. Setelah melihat hasil tes ini, kemungkinan Tiffany mengidap Alzheimer. Penyakit yang membuat orang kehilangan ingatannya. Mulai dari hal kecil, pasien lupa akan nama, rumah dan semuanya. Kau harus siap jika suatu saat Tiffany akan lupa tentangmu juga. Ada saatnya dia akan ingat semuanya. Tapi, Tiffany tidak akan ingat bahwa ia seorang Alzheimer.”

“Tapi Hyung, dia baru berusia 26 tahun. Alzheimer? Bisakah kita melakukan tes lagi?”

Dr. Kim menggeleng.

“ Masalahnya aku tahu tentang penyakit ini, hyung. Bagaimana mungkin Alzheimer terjadi pada usia 26 tahun?”

“Ada beberapa kasus dalam dunia kedokteran yang tidak bisa dijelaskan, termasuk yang terjadi pada istrimu. Alzheimer pada usia muda adalah kejadian langka. Kemungkinannya dua berbanding seribu. Dan Tiffany ada di antara dua orang itu.”

“Lalu apa yang harus kulakukan sekarang, hyung?”

“Kau pasti tahu penyakit ini tidak ada obatnya. Tugasmu adalah menjaganya dengan baik. Jangan biarkan Tiffany sendiri tanpa pengawasan. Dengan kondisinya yang seperti ini, berbahaya kalau dia hamil”

Siwon membulatkan matanya saat mendengar ucapan terakhir Dr. Kim.

“Tapi,,,kemungkinan Tiffany sedang mengandung sekarang.”

“Itu berita yang tidak cukup baik, Siwon. Suatu hari dia akan lupa tentang kondisinya dan bayinya. Pengobatan untuk penyakitnya juga akan memberi efek terhadap janinnya. Dan saat kandungannya semakin besar, kondisi Tiffany akan semakin parah.”

Siwon sudah tidak sanggup lagi mendengar ucapan Dr. Kim. Ia merasa kehancuran sudah berada di depan matanya sekarang.

“Siwon, sebaiknya kau bawa Tiffany ke tempatku. Dia akan mendapat pengobatan yang baik di sana.”

“Andwe, hyung. AKu sudah berjanji padanya untuk menjaganya. Aku akan menjaganya dengan baik. Aku mencintainya. Aku tak akan meninggalkannya.” Jawab Siwon tegas.

***

 

Siwon masuk ke apartemennya dengan langkah gontai. Hasil pemeriksaan Tiffany masih di tangannya. Hatinya semakin hancur saat melihat memo yang tertempel di pintu kulkas ketika ia hendak mengambil minum.

Congratulation our future Dad…J

Wish the baby has your eyes,my smile, your hair and my skin.

 

Di bawah tulisan itu tertempel juga  foto hasil USG atas nama Tiffany Choi. Siwon mengambil gambar itu. Menatapnya. Dia tidak tahu harus senang ataukah sedih. Tiba- tiba dua buah tangan melingkar di pinggangnya.

“Umurnya baru lima minggu, jadi belum terlihat jelas.” Tiffany kemudian menyenderkan kepalanya di punggung Siwon.

“Kau senangkan oppa?” Siwon mengangguk dan memaksa bibirnya tersenyum di depan Tiffany. Ia tidak ingin merusak kebahagiaan istrinya dengan kesedihannya. Dan sebenarnya juga ia senang akan kehadiran bayi itu di tengah- tengah mereka.

Siwon berbalik menghadap Tiffany,“Kapan kau mengetahuinya?”

“Baru saja. Yuri yang memeriksaku. Dia bilang aku sedang mengandung.”

Siwon memeluk Tiffany erat. Hanya itu yang bisa membuatnya tenang saat ini.

 

To Be Continued….

Mian, aku ga bisa bikin part yang panjang. Kasian yang liat dari hp ga bisa sampai akhir bacanya.

Sorry kalo banyak typo dan ceritanya kurang greget. Menurut author sih filmnya bagus. mungkin author yang kurang pinter bikin ff’nya.

Segitu aja deh chingu, Keep RCL.

See U J

130 thoughts on “MEMORIES Part 1

  1. Okay,lanjutt part 2..
    .ceritanya mirip sm dramKor the Thorn Bird (klo ga salah sihh,soalnya aku prnah liat tayang di indosiar). kehidupan sifany slanjutnya psti akan lbih berat ;( tp klau bisa dijadiin happy end ea thor,,🙂
    .keep writing,#hwaiting ne!

  2. Keren, ceritanya kayak Drama Korea gitu. Alzheimer itu emang menakutkan, awalnya orang yg menderita akan lupa hal2 kecil, sampai akhirnya dia lupa caranya bernafas. Semoga Tiffany bisa sembuh total

  3. mwo??? fany eonni kna alzhaimer.?? omona, kasian mrka,, ktka ada brta baik ttg khamilan fany eoni, siwon oppa malah dpt brita buruk ttg pnyakit fany eonni.. poor oppa😥 jd pnasaran ma kelanjutan nya.. moga aja g sad ending..

  4. Andwe…….fany terkena penyakit Alzheimer, apalagi fanynya sedang hamil,jadi siwon harus lebih ekstra menjaga fany.yg sabar ya siwon,fany pasti sembuh kok.apa2an hanya karna yuri belum bisa punya anak,donghae disuruh eommanya menceraikan yuri.donghae jgn memceraikan yuri, kasian yurinya,please.untuk pasangan kyuhyun dan yoona agar tetap harmonis dan romantis.
    Thor,saya penasaran apakah fany sembuh dari penyakitnya?dan juga apakah yuri akan hamil,dan tidak diceraikan oleh donghae?happy ending ya thor,plesae.
    Buat author thanks ya dan juga ffnya.
    Keep writing thor.hwaiting.

  5. aduh…kasian siwon, pasti dia sedih banget stelah tau kondisi tiffany, apalagi tiffany jg lgi hamil…..moga aja tiffany bisa sembuh, walaupun dokternya bilang g ada obatnya, tp siapa tau aja ada keajaiban buat mereka…

  6. Sama seperti siwon aku juga bingung harus senang atau sedih :’v tiffany hamil tapi kehamilannya juga di waktu yang gak tepat.. Author-nim sukses bikin aku mewek di part pertama *hiks daebak!

  7. awalnya semua baik baik aja, tapi ya namanya hidup pasti ada yang suka ada juga dukanya
    pas dapet berita yang menyenangkan fany tengah hamil, ee malah dikejutkan dengan penyekit fany
    semoga mereka dapat melewati cobaan dengan lancar dan tabah
    please jangan jadiin sad ending

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s