[Re-Post] You`r My Dream

You` r My Dream

 

(Freelance Oneshoot) You`r My Dream

 

Title : You`r My Dream

Author : @janisone

Main cast :  Tiffany Hwang –  Choi Si won

Support cast :  Jessica Jung

Length : Oneshoot

Genre : Romance

Rating : 15

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan orang tua mereka.Cerita ini terinspirasi dari ff Si won The Boss, beberapa pict Fany Unnie dan selebihnya hasil imajinasiku.

 

Tiffany`s Apartement, at Cheongdamdong, Seoul

Pkl. 16.35 KST

”Untuk kesekian kalinya, saya mohon, pulanglah Agasshi…”pinta pria tua yang merupakan pelayan setia keluarga Hwang itu untuk kesekian kalinya.

“Pokoknya aku tidak akan pulang sebelum Appa memberiku izin ke Paris.Titik!”putus Tiffany menatap TV LED 41 inchi yang terpampang dihadapannya.

Pria yang biasa dipanggil Kim Ahjussi oleh Tiffany itu tampak menghela nafas.Sudah sejak seminggu yang lalu Tiffany, putri majikannya itu kabur dari rumah ke apartement ini.Dan selama itu pula Kim Ahjussi bolak-balik memintanya untuk pulang ke rumah.

Tiffany bukannya tanpa alasan kabur seperti ini.Ini adalah sikap protesnya pada sang Appa yang melarangnya untuk sekolah fashion di Paris.Cita-cita Tiffany adalah menjadi desainer terbaik dunia.Menghasilkan karya-karya terbaik dan dikenakan oleh selebriti dunia dan pecinta fashion dimana pun.Dan sialnya, sang Appa malah mendaftarkannya di Harvard untuk jurusan bisnis.Hei, sejak kapan dia menyukai bisnis.Dia hanya menyukai fashion.Titik, dan itu tidak bisa di ganggu gugat lagi.

“Kalau perlu saya akan bicara pada Tuan Hwang untuk mengizinkan Agasshi belajar di Paris.Tapi saya mohon Agasshi pulang untuk menghadiri pesta ulang tahun perusahaan besok malam…”

Pelayan Kim tetap bicara dengan nada lembut.Berharap gadis ini akan melunak.

Terlihat Tiffany menghela nafas.Dia menoleh pada pria yang seumuran dengan grandpanya itu.Sebenarnya dia tidak tega memperlakukan pelayan Kim seperti ini.Diumurnya yang sekarang bukan waktu yang tepat lagi baginya untuk bekerja.

“Seharusnya kau pensiun dan berlibur Ahjussi…”ucap Tiffany disambut senyum lembut pelayan Kim.

“Melayani keluarga Hwang adalah tugas saya, jadi saya sama sekali tidak berat melakukannya, Agasshi.Menghabiskan masa tuaku seperti ini jauh lebih menyenangkan dari pada harus berdiam diri di rumah…”

“Baiklah, aku akan pulang…”putus Tiffany akhirnya.Dia tidak mau melihat pelayan Kim bolak-balik ke apartementnya ini hanya untuk membujukknya yang begitu keras kepala.

“Baiklah, saya akan mengemasi barang-barang Agasshi…”

Pelayan Kim membungkuk hormat.Setelah itu dia dan beberapa pengawal yang ikut dengannya masuk ke kamar Tiffany untuk segera packing.

***Sifany***

Shilla Hotel, Seoul

Pkl  21.00 KST

Sebuah Ferrari dengan warna hitam mengkilat berhenti disebuah pintu utama hotel mewah di Seoul.Para pelayan yang dari tadi bertugas untuk menyambut para tamu pun tak lupa membukakan pintu mobil tersebut.

Sebelah kaki jenjang dengan high heel super tinggi muncul.Disusul kepalanya hingga seluruh badan dengan gaun biru pastel yang membalut tubuh indah itu.

“Selamat datang Agasshi, acaranya sudah mulai sejak tadi…”

Gadis yang tak lain adalah Tiffany itu melangkah anggun dikarpet merah yang terbentang dihadapannya.Ditemani dua pelayan hotel dia memasuki ruangan itu menuju lantai 7, tempat dimana pesta tersebut diadakan.

Ini adahal pesta ulang tahun Hwang Group yang ke-35.Perusahaan milik Appanya yang nantinya juga akan diwariskan kepadanya.Tapi seperti yang diketahui sebelumnya, Tiffany sama sekali tidak tertarik dengan dunia bisnis.Dia hanya tertarik pada fashion.Dan dia tidak akan datang ke pesta ini jika tidak demi izin ke Parisnya.

Tiffany tahu pasti apa tujuan Appanya mengadakan pesta mewah seperti ini.Memperkenalkannya sebagai pewaris tunggal Hwang Goup dan bertemu pria-pria pengusaha muda tajir yang siap untuk dijodohkan dengannya.Argh, memikirkannya saja sudah membuatnya pusing.Tidakkah Appanya tahu kalau dia memiliki mimpi yang sangat tinggi?

“Silahkan, Agasshi…”

Dua pelayan wanita itu membukakan pintu untuk Tiffany.Gadis blasteran Korea-Amerika itu memasuki ruangan yang sudah dipenuhi oleh tamu undangan sejak beberapa jam yang lalu.Semuanya tampak hadir dengan pakaian mewah dan berkelas.Tentu karena pesta ini diperuntukkan bagi kalangan atas.

Mata Tiffany menyapu setiap sudut ruangan.Mencari sosok pria tua yang masih terlihat gagah dan tampan diusianya yang sudah mencapai kepala-5 itu.Tentu saja pria yang dia panggil dengan sebutan Appa.

Karena merasa tak kunjung menemukan Appanya, bahkan pelayan Kim pun entah ada dimana, Tiffany memutuskan untuk mencari sendiri.Entah karena dia terlalu asyik mencari atau karena dia memang tidak berkonsentrasi pada jalan yang ada di hadapannya.Alhasil, tabrakan pun tidak bisa dia hindarkan.

“KYAAA!”

BUK!

Pantat Tiffany mendarat dengan mulus dilantai yang licin.Gadis cantik itu meringis kesakitan seraya memegangi bagian bokongnya yang baru saja mengalami kecelakaan.

“Appo…”rintih Tiffany pelan.Pria yang bertabrakan dengan Tiffany itu terlihat sangat khawatir melihat Tiffany yang kesakitan.

“Agasshi, gwenchana?…”Tanya pria itu khawatir seraya mengulurkan tangannya untuk membantu Tiffany berdiri.

Tiffany menatap orang yang menurutnya sudah menabraknya hingga menyebabkanya terjatuh itu dengam tajam.Untung saja semua orang terlalu asyik menikmati acara hingga tidak menyadari insiden memalukan ini.

“Argh…”

Tiffany berdiri dengan bantuan pria itu.Tapi dia masih terus merintih kesakitan membuat pria itu makin khawatir.

“Apakah sangat sakit, perlu ku bawa ke dokter?…”

Untuk beberapa saat Tiffany terdiam.Dia terlihat seperti patung manekin yang perpajang cantik didepan etalase toko.Detik kemudian matanya melebar dengan mulut yang ikut terbuka.

PLAK!

Satu tamparan keras mendarat dipipi pria itu.

“Dasar namja kurang ajar.Yadong! Apa maksudmu menyentuhnya!”pekik Tiffany emosi.

Ya, dia tidak bisa menerimanya.Pria asing itu baru saja melakukan pelecehan seksual terhadap tubuh indahnya yang begitu berharga.Menyentuh bagian bokongnya!

“Agasshi, ku mohon maafkan aku.Aku tidak sengaja menyentuhnya.Aku hanya terlalu mengkhawatirkan mu dan…”

“Cukup!”potong Tiffany.

“Kau memang yadong.Pria mesum!”

Pria dengan setelan jas hitam rapi itu memejamkan matanya.Berusaha untuk tetap tenang.Dia tidak mau citranya rusak dimaki-maki oleh seorang gadis ditengah keramaian seperti ini.Dan sialnya dia tidak tahu bagaimana  menenangkan gadis itu.

“Agasshi, ku mohon tenangkan dirimu.Aku tahu aku salah dan aku sangat minta maaf untuk itu.Sungguh aku…”

“Agasshi…”ucapan pria itu lagi-lagi terpotong oleh seseorang yang mendekati keduanya.Dia adalah pelayan Kim, orang kepercayaan Mr. Hwang.

“Tuan Hwang sudah menunggu Agasshi sejak tadi.Mari…”

“Tidak mau.Aku benci berada ditempat seperti ini!”

Tiffany berbalik.Tanpa menoleh lagi dia langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.

“Tuan Choi?…”ucap pelayan Kim saat menyadari pria yang bersama majikan mudanya itu adalah Choi Si won.Seorang pengusaha muda sukses Korea dan tentunya salah satu tamu penting malam ini.

“Ne, Pelayan Kim, ini aku…”ucap pria tampan yang ternyata bernama Si won itu  membungkuk hormat.Si won mengenal pelayan Kim? Tentu, semua yang mengenal Mr. Hwang pasti mengenal pria ini.

“Kenapa Tuan bisa bersama Tiffany Agasshi?….”

“Mwo? Tiffany?…”ulang Si won.Tak lama kemudian dia tersenyum.Jadi itu yang namanya Tiffany.Gadis yang selalu diceritakan orang tuanya.Ya, Si won memang sudah sering mendengar tentang Tiffany dari orang tuanya.Tapi ini adalah pertemuan pertamanya dengan gadis itu.

“Mari Tuan, sebelah sini…”

Pelayan Kim mempersilahkan Si won berjalan lebih dulu.Si won tersenyum dan menurut.Siap untuk bertemu dengan yang empunya acara sekaligus sang calon mertua tentunya.

***Sifany***

“Mwo? Dia sudah pulang? Datang terlambat dan pulang sebelum acara selesai?…”

Mr.Hwang memarahi para pelayannya yang tak becus bekerja itu.Dia tahu sebenarnya orang-orang itu tidak pantas menerima kemarahannya ini.Dia tahu pasti seperti apa tabiat putri semata wayangnya itu.Tapi apa yang bisa dia lakukan sekarang.Memarahi Tiffany yang tidak ada di tempat?

Para pelayan itu juga dalam dilema.Apa yang bisa mereka lakukan saat melihat Tiffany pergi dengan taksi.Menyeretnya masuk? Itu sama saja mati bunuh diri karena berani menyentuh sang putri.

“Maaf  Tuan, Tuan Choi dari Hyundai Group sudah datang…”

Mr.Hwang menyuruh para pelayannya keluar.Pelayan Kim menyiapkan kursi untuk Mr.Hwang dan Si won sebelum akhirnya pamit memohon diri.

“Maafkan aku Tuan Choi, sepertinya kita hanya akan makam malam berdua saja.Putriku, dia sudah melarikan diri.Kau tahu bagaimana susahnya hidupku, aku tidak tahu dimana kesalahanku dalam mendidiknya.Dari kecil aku selalu mengajarkanhya hal-hal yang baik, memberikan fasilitas yang lengkap dan sebagainya.Tapi apa yang dia perbuat, hanya mempermalukanku dihadapan rekan bisnisku…”

Mr.Hwang tertawa dan menuangkan minuman untuk Si won.

“Maafkan aku Tuan Choi, aku malah menceritakan keburukan putriku di hadapanmu…”

“Gwenchana Tuan Hwang, aku mengerti.Aku juga sudah bertemu dengannya…”

“Mwo?…”Tuan Hwang tampak sangat terkejut.

“Jjeongmalyo, kau bertemu Tiffany?..”

Si won hanya tersenyum seraya meneguk minumannya.Teringat bagaimana gadis itu tadi mengatainya pria yadong.

“Oh, ini sangat buruk.Dia pasti berbicara kurang sopan padamu…”

“Ne…”

Si won tersenyum.Mr.Hwang tampak menghela nafas.Setelah ini dia tahu apa yang akan terjadi.Si won akan menolak perjodohan ini karena tidak ingin menikah dengan gadis yang sama sekali tidak menghormatinya seperti pria-pria sebelumnya.Tapi dalam kasus Si won berbeda.Si won merasa dialah yang bersalah hingga memicu kemarahan gadis 19 tahun itu.

***Sifany***

Hwang Family`s House

Pkl. 10.25 KST

            “Mobilmu Appa sita!”

Mr. Hwang meraih kunci mobil Tiffany yang tergeletak dimeja rias.Benda itu sama sekali tidak protes dan ikut saja ketika Mr.Hwang membawanya pergi.Tiffany yang tak terima pun segera menyusul Appanya keluar kamar.

“Appa, kenapa kau mengambil mobilku!”marah Tiffany.Mr. Hwang berbalik menatap putrinya itu.

“Apa kau bilang? Mobilmu? Mobil ini dibeli dengan jerih payahku dan Hwang Group.Tidak hanya mobil, Appa juga akan menyita passportmu agar kau tidak bisa kabur kemana-mana termasuk ke Paris!”

Tiffany menganga tak percaya.Dia tidak mengerti kenapa ada Appa sekejam ini didunia.

“Aku tidak mengerti kenapa ada Appa sepertimu yang kejam kepada anaknya sendiri…”

Mr.Hwang tertawa. Merasa lucu dengan ucapan putrinya barusan.

“Bukankah harusnya Appa yang bertanya pada Tuhan? Kenapa ada anak yang tidak tahu terima kasih sepertimu.Orang tua memberikan yang terbaik kau malah menghancurkan semuanya…”

”Baik untukku atau untuk Appa? Appa menjodohkanku dengan pria-pria itu demi perusahaan yang Appa bangga-banggakan itu bukan?…”

Mr.Hwang menatap putrinya garang.

“Berhenti bicara jika kau tidak tahu apa-apa.Kau tahu pria yang kau sebut yadong itu?…”

Tiffany tersenyum kecut.Mengingat kejadian itu saja sudah membuatnya malas.

“Dia itu Choi Si won, pewaris Hyundai Group dan pengusaha muda terbaik di Korea ini….”

Tiffany memutar bola matanya.Jengah.Dia tahu kemana pembicaraan ini akan berlanjut.Lebih baik dia pergi dari pada mendengar ocehan Appanya tentang pria itu.

“Dia calon suami yang sudah Appa siapkan untukmu!”

BLAM!

Tiffany menutup pintu kamarnya dengan kasar.Jadi pria yadong itu namanya Choi Si won.Ck, dia tidak akan memaafkan pria itu karena  dia telah kehilangan mobil mewah yang selama ini selalu menemaninya kemana-mana.

***Sifany***

Choi Family`s House

Pkl 21.45 KST

Si won melonggarkan dasi yang seharian ini seperti menjerat lehernya.Dengan segera ia menghempaskan tubuhnya diranjang.Lelah.Tentu saja.Menjabat sebagai CEO diperusahaan besar diusia muda memang melelahkan.Waktunya banyak tersita hanya untuk pekerjaan dan pekerjaan.

Tiba-tiba Si won tersenyum.Teringat kejadian memalukan yang ia alami beberapa waktu lalu.Ditampar dan dimaki seorang gadis?

“Stephany Hwang, Hwang Mi Young, Tiffany.Nama yang bagus…”

Si won segera meraih handuknya untuk mandi.Tidak mau berlama-lama tersenyum karena takut dia akan mengalami gangguan jiwa.Rencananya besok dia akan menemui gadis itu untuk meminta maaf.

***Sifany***

A Boutique at Myeongdong, Seoul

Pkl. 11.45 KST

Semua deretan baju wanita telah dijejalnya.Kini, Tiffany beralih ke koto aksesories untuk mencari beberapa benda yang dia inginkan.Meski dari tadi dia hanya sendiri tapi dia tidak berhenti mengoceh karena dia memang sedang menelfon seseorang.Membuat bising di butik yang hari ini cukup sepi.

“Ne, dan kau tahu Sica-ya, Appa bahkan menyita mobilku.Pokoknya aku tidak akan memaafkan pria itu.Apalagi menerima perjodohan gila ini!”

Terdengar tawa merdu dari Jessica.

“Tapi apa kau tidak pernah melihat profilnya di majalah bisnis atau TV.Choi Si won itu sangat tampan dengan kekayaan yang melimpah, Stephany!”

Jessica gemas sendiri.Menurutnya hanya gadis bodoh yang menolak pria sesempurna Si won.

“Then? Should I say `WOW`?…”

Jessica kembali tertawa.

“Apa gunanya wajah tampan kalau otaknya kotor…”ucap Tiffany menyerahkan setumpuk baju yang sudah dipilihnya ke meja kasir.Patugas kasir pun siap menghitung dan mengemasinya.

“Jadi kau juga mengakui kalau dia tampan?…”goda Jessica.

Tiffany menatap Iphonenya sebal.Tak lama dia mematikan sambungan telfon itu.Kenapa Jessica seolah-olah berada dipihak namja yadong itu.

“Ini, Agasshi…”

Tiffany menerima 12 tas hasil belanjaannya.Dia meninggalkan butik itu dengan susah payah karena barang bawaannya yang sangat banyak.Biasanya Tiffany hanya perlu menunjuk barang mana yang ia mau.Maka pelayannya-lah yang akan membawanya pulang.Tapi hari ini Appanya melarang membawa pengawal.Lagi-lagi gara-gara Choi Si won.

Karena terlalu berkonsentrasi pada barang belanjaannya, Tiffany tidak fokus pada jalan.Dan lagi-lagi, tabrakan pun tidak bisa dia hindarkan.

“Aish! Jjinja! Kenapa selalu ada adegan menyebalkan seperti ini!”sungut Tiffany kesal.Dia mendongak untuk menatap siapa pemilik tangan yang baru saja terulur dihadapannya.

“Noe!”

Tiffany tersenyum kecut.Ck, apa Korea ini sebegitu sempitnya.Kenapa dia harus berurusan dengan orang yang sama.

“Perluku bantu, Agasshi…”tawar Si won dengan senyum manisnya.

Tiffany mencibir.

“Senyummu menjijikkan!”ucap Tiffany memungut barang-barangnya dibantu Si won.

“Jadi kau menghabiskan uang Appamu dengan cara seperti ini?…”Tanya Si won tak percaya.Selera belanja para wanita benar-benar membuatnya takjub.

“Ku anggap itu pujian…”

“Ku pikir sebuah sindiran…”

Tiffany menatap pria yang lebih tinggi darinya itu dengan kesal.

“YA! Ini semua urusanku dan tidak ada hubungannya denganmu.Lagi pula ini lebih baik dari pada aku membuangnya ke toilet.Kau sudah tahu seperti apa aku bukan, cepat batalkan perjodohan kita.Kalau kita sampai menikah, aku akan menguras uangmu dan kau akan bangkrut…”

Si won tertawa mendengar ancaman gadis itu.

“Satu hal yang perlu kau ketahui Agasshi.Kekayaan calon suamimu ini sangat banyak.Jadi kau tidak akan mampu menghabiskannya…”

“Ck, ternyata kau juga sombong…”

“Aku mengatakan yang sebenarnya…”kilah Si won.

“Ápa kau punya waktu, bagaimana kalau kita minum teh bersama…”ajak Si won.

“Aku sibuk…”

Tiffany berbalik.Tapi dia kembali berbalik ketika Si won menariknya ke sebuah café.Jadilah kini Tiffany duduk semeja dengan Si won dan teh hijau hangat yang menemani mereka.

“Pria sepertimu hanya menawarkan teh? Cih, memalukan!”

Si won hanya memamerkan senyum diwajah tampannya itu.

“Kau ingin kita minum wine? Aku tahu kalau kau sangat kuat minum.Tapi kau seorang wanita.Teh hijau jauh lebih baik untukmu.Minumlah…”

Tiffany menerima cangkir keramik yang disodorkan Si won.Setelah diteguknya  kembali diletakkannya cangkir itu dengan kasar.

“Sebanyak apa yang kau ketahui tentangku dari Appa…”selidik Tiffany curiga.

“Semuanya…”jawaban itu membuat Tiffany tertawa singkat.Apa-apaan ini.Apa pria itu benar-benar menyukainya?

“Sebenarnya aku ingin minta maaf untuk kejadian di pesta itu.Saat itu aku hanya terlalu mengkhawatirkanmu dan reflek aku menyentuh….nya…”

Si won tampak ragu melanjutkan ucapannya karena mata Tiffany menatapnya tajam.

“Tapi apa perlu kau menyentuhnya? Itu pelecehan seksual!”Kecam Tiffany.

“Hei, kau tidak boleh mengatakanku seperti itu.Aku sudah katakan itu tanpa sengaja…”

Si won kesal juga dibuatnya.Kenapa gadis ini tidak bisa menerima pembelaannya.

“Kau tahu gara-gara kau Appa menyita mobilku.Bahkan melarang para pengawal mengikutiku hari ini…”

“Bukannya kau selalu kabur dari para pengawalmu…”

“Ne, tapi aku butuh mereka untuk membawa barang-barang ini.Sudahlah, aku malas bicara denganmu…”

Tiffany meraih tas-tasnya.Bersiap pergi dari hadapan namja itu tapi sesuatu menahan tangannya.Tangan Si won.

“Apa kau memaafkanku?…”Tanya Si won.Sekedar memastikan apakah ada hasilnya dia menemui gadis ini.

“Jika itu satu-satunya cara agar aku bisa pergi dari tempat menyebalkan ini!”

Si won tersenyum melihat kepergian Tiffany.Dia tidak percaya dengan apa yang ia alami sekarang.Biasanya, para wanita sangat ingin terlihat baik dan sempurna untuk mendapatkan perhatiannya.Namun dia selalu mengacuhkan para wanita itu karena merasa tidak tertarik dengan mereka.Tapi sekarang, malah dia yang diacuhkan.Sebenarnya gadis itu yang aneh atau dia yang sudah kehilangan pamornya.

***Sifany***

Hwang Family`s House

Pkl  20.22 KST

           “Hi, Fany…”

Jessica masuk ke kamar Tiffany.Gadis berambut blonde itu mengerutkan keningnya, bingung melihat Tiffany hanya bermalas-malasan di ranjang.

“Hi, Jessie…”balas Tiffany tak bersemangat.Tiffany yang tadinya tengkurap berbalik untuk menatap langit-langit kamarnya.

“Waeyo, masih bad mood gara-gara perjodohan…”goda Jessica menyenggol pelan lengan Tiffany.

“Aku stress Sica-ya, aku akan cepat mati jika terus seperti ini…”ucap Tiffany sedih.Jessica tersenyum manis.

“Aku tahu apa yang membuatmu bersemangat lagi…”ucap Jessica.Dia membuka tasnya dan mengeluarkan dua lembar kertas berukuran kecil.

“TADA!”

Tiffany menoleh ke kiri dimana Jessica duduk.Dia meraih kertas itu.Dua tiket pesawat menuju Paris.

“Waeyo ?…”Tanya Jessica bingung karena ekspresi Tiffany masih sama.

“Aku tidak bisa pergi, Appa juga menyita passportku…”

“Mwo? Sampai segitunya? Bukankah kita sudah lulus dengan nilai terbaik?…”

Tiffany mengangguk lemah.

“Hm, kau tahukan aku tidak bisa apa-apa jika pria tua itu sudah bertindak.Aku bahkan ragu jika dia adalah Appa kandungku.Buktinya dia bilang Oemma meninggal setelah melahirkanku.Bisa sajakan dia mengambilku dari tempat sampah atau panti asuhan.Auww…”

Tiffany meringis ketika Jessica menimpuk kepalanya dengan remote TV.

“Ya! Kenapa kau memukulku!”kesal Tiffany.

“Karena kau bicara ngelantur.Apa maksudmu bicara seperti itu, kalau Appamu mendengarnya hatinya pasti akan terluka…”

“Aish, orang sepertinya tidak akan mudah tersentuh oleh kalimat semacam ini…”ucap Tiffany membela diri.

Jessica hanya menggeleng melihat tingkah sahabat baiknya itu.

“Jadi kau tidak akan pergi?…”tanya Jessica lagi.Dia ikut kecewa karena mereka sudah berjanji untuk belajar di sekolah yang sama karena ketertarikan mereka pada fashion.

Tiffany hanya diam.Apa yang bisa ia perbuat sekarang.Jika dia nekat mencuri passport itu dari ruang kerja Appanya juga tidak akan ada gunanya.Pasti passport itu sudah diblokir yang berarti dia tidak diizinkan terbang meninggalkan Korea.Ck, seperti koruptor yang akan kabur saja.

“Kartu kreditmu, bagaimana? Apa Appamu juga memblokirnya?…”

“Anni.Dia tahu itu nyawaku.Jika dia memblokirnya itu artinya dia akan melihat putri semata wayangnya ini terjun bebas dari Namsan Tower…”ucap Tiffany merebut remote dari Jessica untuk mengganti channel.Jessica tertawa pelan mendengarnya.

“Tidak adakah seseorang yang bisa membantumu?…”pertanyaan Jessica membuat Tiffany berdiri dari posisinya.Memikirkan siapa yang kira-kira bisa menjadi penolongnya.Tiffany menggingit kuku jarinya.Mondar-mandir di depan TV membuat Jessica cukup pusing.

“Sudah kau temukan?…”Tanya Jessica penasaran.

“Sekretaris Park tidak mungkin, Kim Ahjussi? jika dia hanya bicara Appa tidak akan mendengarkannya.Siapa? Aish! Tiffany! Berpikir! Berpkirlah!…”

Tiffany merasa otaknya benar-benar buntu.Padahal biasanya dia sangat cerdas.Apalagi untuk hal semacam ini.

Sesaat keduanya terdiam ketika menemukan sebuah nama.Keduanya saling pandang dan saling tunjuk.

“Choi Si won!”

***Sifany***

Hyundai Group Building

Pkl 09.55 KST

Tok Tok Tok

“Permisi Presiden…”

Seorang wanita cantik mengetuk pintu ruangan Si won sebelum masuk.Si won yang sibuk dengan file-filenya pun menoleh.

“Ne, Sekretaris Seo, ada apa?…”

“Maaf Presiden, ada seseorang yang ingin bertemu dengan Presiden…”

Si won menyerngit.Seingatnya dia tidak memiliki janji dengan seseorang hari ini.

“Nugu?…”

“Tiffany Agasshi dari Hwang Group…”

“Tiffany?…”ulang Si won.Sekedar memastikan kalau kupingnya tidak salah dengar.

“Ne…”

Si won tersenyum.Untuk apa gadis itu menemuinya.

“Baiklah, persilahkan dia masuk…”perintah Si won.Sekretaris itu kembali tersenyum.

“Maafkan saya Presiden, Tiffany Agasshi meminta Presiden untuk menemuinya di lobi…”

“Mwo?!”

Si won berkacak pinggang setelah sekretarisnya itu meninggalkan ruangan.Dia mendecak sebal.Sebenarnya siapa yang ingin bertemu siapa.

At Loby

Tiffany tidak hentinya melirik jam tangan yang terpasang cantik dilengan kirinya.Dia menunggu dengan gelisah.Kenapa orang itu lama sekali.Apa pria itu sengaja memperlakukannya seperti ini untuk balas dendam atas sikapnya kemarin.Aish!

“Kau mencariku, Agasshi…”

Tiffany terperanjat ketika suara bass itu mengagetkannya.Dia hampir lepas kontrol jika tidak ingat apa tujuannya datang kesini.

“Ini pasti hari keberuntunganku.Aku yakin akan memenangkan tender nanti siang sebab pagi ini aku sudah kedatangan peri keberuntunganku….”goda Si won seraya duduk dikursi menghadap Tiffany.

“Jjinjayo, gumawo…”

Si won tertawa mendengar ucapan manis gadis itu.Tentu karena dia tidak pernah melihat Tiffany yang seperti ini sebelumnya.

“Wah, aku baru sadar kalau kau ternyata sangat tampan…”puji Tiffany menatap Si won dengan kagum.Si won yang menyaksikan itu tak bisa berbuat apa-apa selain hanya tertawa.Gadis itu malah lebih menakutkan tersenyum seperti ini dari pada marah-marah.

“Untuk apa kau datang?…”

“Aku merindukanmu…”jawab Tiffany dengan penuh aksen manja dan memperlihatkan eye-smilenya.Si won tersenyum.Aigo, gadis itu bahkan sudah berani menggodanya.

“Katakan, apa alasanmu untuk menemuiku…”

Tiffany tampak memperbaiki posisi duduknya agar dia merasa lebih nyaman.

“Sebenarnya, aku ingin minta bantuanmu…”

“Bantuan, apa itu?..”Tanya Si won santai.Dia sudah menduga hal ini.Tidak mungkinkan gadis itu menemuinya jika tidak ada apa-apa.

“Uhm, aku ingin ke Paris…”

“Kenapa harus ke Paris.Bukankah Korea sangat menyenangkan.Kau baru 3 tahun tinggal di Korea bukan?…”

“Aku tidak suka di sini.Semuanya harus patuh pada semua adat istiadat yang kuno dan menyebalkan…”

“Itu karena kau memiliki attitude yang buruk.Harusnya selama disini kau bisa merubah perilaku baratmu itu…”

Tiffany hampir saja mencekik pria itu jika tidak ingat kalau dia sedang butuh bantuan.Berani sekali pria itu menceramahinya.

“Aku ingin sekolah fashion disana.Kau tahu, cita-citaku adalah menjadi desainer terbaik dunia.Semua mimpiku, cita-citaku dan masa depanku ada di sana…”ucap Tiffany memelas.Meyakinkan pria itu kalau dia benar-benar butuh bantuan.

“Lalu, kau mau aku meminta izin pada Appamu agar passportmu bisa kembali…”

Tiffany mengangguk cepat.Bagus sekali jika pria itu mengerti maksudnya jadi dia tidak perlu menjelaskanya lagi.Tapi dari mana Si won tahu kalau passportnya sedang disita.Tapi biarlah, itu tidak penting sekarang.Yang jelas Si won tahu maksud kedatangannya.

“Pulanglah, aku masih  banyak pekerjaan…”

Tiffany hanya terdiam bengong seperti orang bodoh memandangi punggung Si won yang mulai menjauh.Apa arti dari semua ini.Pria itu tidak mau membantunya?

“Choi Si Won!”

***Sifany***

Hwang Family`s House

Pkl 17.15 KST

“Argh! Choi Si won! Aku benci kau!”

Tiffany berteriak histeris.Melimpahkan kekesalannya pada namja itu.Dia menarik bed cover, melempar bantal, menendang semua benda yang bisa dia tendang dan menghancurkan semua benda yang bisa dia hancurkan.Tak butuh waktu lama kamar itu sudah tidak berbentuk lagi.Tidak ada kata selain kapal pecah untuk menggambarkan ruangan yang tadinya dipakai untuk kamar tidur sang putri itu.

Para pelayan yang baru datang hanya diam.Tak berbuat apa-apa selain hanya melihat adegan dimana Tiffany menghancurkan kamar mewah ini.Bukan apa-apa, takut mereka bernasib sama seperti benda-benda itu nantinya.

“Hah…”

Tiffany terduduk di meja dengan tangan terlipat didada.Matanya menyiratkan kebencian yang amat sangat mendalam.Mengingat bagaimana pria sombong itu mengacuhkannya.Tidak mau membantunya sama sekali.

Ck, Tiffany sangat benci pria sombong itu.Pria mesum yang sudah melakukan pelecehan terhadap tubuhnya.

“Aha!”

Tiffany menjentikkan jari lentiknya begitu mendapat sebuat ide.Dia masih memiliki cara agar pria itu mau membantunya.Ya, walau kemungkinan rencananya ini akan berhasil atau tidak namun setidaknya dia harus mencoba bukan?

Para pelayan Tiffany saling pandang dan berbisik.Tentu mereka merasa aneh dengan sikap sang majikan muda itu.Bukankah tadi dia marah-marah? Kenapa sekarang malah tersenyum seorang diri?

“YA!”

Teriakan itu mengembalikan mereka ke posisi yang seharusnya.Berdiri tegap dan menunduk.

“Bereskan semuanya!”

Perintah Tiffany seraya melangkah meninggalkan kamarnya.Para pelayan itu membungkuk hormat tanda siap menjalankan perintah.

***Sifany***

Choi Family`s House

Pkl 22.00 KST

Si won menyimpan mobilnya di garasi.Karena malam sudah larut Si won memutuskan untuk segera ke kamarnya dan mandi.Tubuhnya terasa penat dan lelah karena mengikuti rutinitas kantor seharian.Ingin berbincang-bincang pun percuma karena tidak ada orang dirumah kecuali pelayannya.Orang tuanya sedang ke Amerika untuk mengurus beberapa pekerjaan.

Si won membuka pintu kamarnya.Setelah menutupnya kembali Si won berbalik.Dan betapa terkejutnya dia saat melihat seorang gadis tengah tengkurap diatas ranjangnya.

“Tiffany?…”ucap Si won tak percaya.

“Hi, Si won Oppa…”sapa Tiffany seraya mengedipkan sebelah matanya manja.Si won yang melihat itu hanya tersenyum.Jadi gadis ini akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Si won memilih untuk tidak memperdulikan Tiffany.Dia berjalan kearah cermin untuk membuka jas beserta dasinya.

“Kau baru pulang dari kantor atau kencan?…”tanya Tiffany yang masih nyaman dengan posisinya.Si won yang mendengarnya hanya tersenyum simpul.

“Cukup mencurigakan seorang Stephany Hwang datang ke kamarku hanya untuk menanyakan apakah aku baru pulang dari kantor atau kencan.Apa kau tidak tahu tata krama Agasshi, seorang gadis tidak baik masuk ke kamar pria seperti ini…”

“Jjinja?…”tanya Tiffany dengan ekspresi kaget dan bersalah yang berlebihan.

“Sebagai orang yang dijodohkan denganku, kau pasti tahu kalau aku ini lahir dan besar di Los Angelos.Jadi aku tidak begitu mengerti dengan tata krama di negara ini…”

Si won yang sedang melepaskan kancing kemeja bagian atasnya kembali tersenyum manis.Gadis itu cukup pintar mencari alasan.

“Untuk apa kau datang?…”

“Meminta passportku…”

“Bukannya ada pada Appamu?…”

“Ne, tapi Appa tidak akan memberikannya jika aku memohon seperti apapun.Berbeda denganmu…”

“Memangnya kenapa denganku?…”Tiffany menghela nafas.Cukup kesal dengan sikap acuh Si won.

“Karena kau calon menantunya, kau puas?…”Si won tersenyum kecil.

“Sepertinya aku cukup sibuk dan tidak punya waktu untuk itu…”

“Jjinja? Padahal aku baru saja membuat sebuah penawaran menarik…”Si won menoleh.Penawaran menarik?

“Kemarilah…”

Si won mendekati Tiffany dan duduk disisi gadis itu.Tiffany menyerahkan Ipadnya-sebenarnya itu adalah Ipad milik Si won yang diambilnya dari meja kerja namja itu.

“Ige mwoya?”tanya Si won ketika matanya melihat layar Ipad itu.

“Hanya semacam bentuk kesepakatan.Jika kau mau membantuku mendapatkan passport dan izin ke parisku, aku jamin artikel ini tidak akan tersebar ke public.Apa jadinya jika tulisan ini tersebar di internet.Pewaris Hyundai Group melakukan pelecahan seksual terhadap seorang gadis, putri tunggal Hwang Group.Masyarakat akan kehilangan respect mereka terhadapmu, Tuan Choi Si won.Ini tidak hanya memalukan untukmu tapi juga keluarga dan perusahaanmu…”

“Jadi kau datang malam-malam hanya untuk memberikan ancaman seperti ini?…”

“Sudah ku bilang ini hanya semacam bentuk kesepakatan tapi tidak apa-apa jika kau menganggapnya demikian…”

Si won hanya tersenyum sinis.

“Apa keuntunganku jika aku membantumu mendapatkan passport dan izin itu?…”

“Apapun yang kau inginkan aku ku penuhi.Kau ingin mobil baru, atau apartement baru? Atau…yeoja-yeoja seksi?…”

Si won tertawa sinis dibuatnya.Gadis ini pikir dia pria macam apa.

Si won bangkit dari duduknya.Menyengarkan tubuh dan pikirannya dengan mandi lebih baik dari pada harus meladeni gadis itu.

“Si won…”

“Aku tidak mau…”ucap Si won cepat.

“Aku juga akan menyebarkan foto-fotoku dikamar pribadimu ini…”ucapan itu berhasil membuat Si won berbalik.

Tiffany mencoba meraih Iphonenya yang tergeletak diranjang Si won.Tapi dia kalah cepat dari pria itu.

“Mwo?…”

Si won benar-benar tak percaya ini.Sudah ada puluhan foto Tiffany yang tertidur di ranjangnya.Juga foto Si won yang sedang membuka kancing kemeja bagian atasnya tadi.

“YA! Apa yang kau lakukan!”pekik Tiffany.Dengan cepat dia merebut Iphone kesayangannya yang baru diutak-atik namja itu.

“YA!”

Tiffany tak terima.Semua fotonya dihapus oleh Si won.

“Dasar pria brengsek! Apa yang kau lakukan?!”marah Tiffany.

“Mwo? Sebenarnya aku atau kau yang brengsek disini.Kau gadis dari kalangan atas dan terpelajar.Kau pikir kau pantas melakukan hal murahan seperti ini?!”

“Aku melakukannya karena aku tidak punya pilihan.Kau tahu betapa aku ingin ke Paris untuk meraih cita-citaku.Kenapa kau tidak mau membantuku walau hanya untuk meminta passport itu  pada Appa…”suara Tiffany bergetar.

“Cih, aku tidak sudi menerima perjodohan ini.Seharusnya Appa mencari pria yang jauh lebih baik darimu.Pria diluar sana pasti mau melakukan apa pun untuk membuatku bahagia.Tapi kau, kau tidak berbuat apa pun.Aku benci kau, Si won!”

Tiffany meraih mantelnya.Dengan cepat dia berlari keluar tanpa memperdulikan Si won yang memanggil bahkan mengejarnya sampai ke pintu pagar.

Si won hanya bisa melihat mobil yang dikendarai sopir Tiffany itu meninggalkan rumahnya.Membawa gadis yang sekarang mungkin tengah menangis hebat di dalam sana.

“Mianhe….”lirih Si won.

Sebenarnya dia bukannya tidak mau membantu Tiffany.Dia sudah mencoba untuk bicara pada Mr.Hwang dihari dimana Tiffany menemuinya.Tapi Tuan Hwang tetap pada keputusannya untuk tidak mengizinkan Tiffany belajar fashion.Tiffany harus sekolah di bidang yang sesuai dengan kemauannya karena Tiffany akan mewarisi perusahaannya kelak.

Tapi itu semua bisa berubah jika Si won dan Tiffany segera menikah.Karena dengan begitu Mr.Hwang bisa mempercayakan seluruh yang dia miliki pada Si won.Perusahaannya terutama Tiffany.Tapi Si won masih ragu kalau Tiffany akan menerimanya.

***Sifany***

Hwang Family`s House

Pkl 18.50 KST

Hari- hari Tiffany penuh dengan kegalauan.Dimana setiap orang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing sementara dia hanya berdiam diri di rumah.Kegalauan dan kebosanannya akan bertambah jika Jessica menelfon untuk menceritakan tentang sekolahnya di Paris.Ya, Jessica memang sudah memulai aktivitas sekolahnya sejak sebulan yang lalu.

Jari-jari lentik Tiffany tampak sibuk menyentuh layar tablet PC-nya.Mata indahnya fokus pada deretan huruf yang disusun dengan rapi.Kalimat demi kalimat pada artikel itu sangat mengesankan.Tulisannya juga mampu membuat siapapun yang membacanya kagum akan isinya.

Sesaat Tiffany tersadar.Apa yang ia lakukan? Membuka internet dan mencari profil tentang Choi Si won?

Aish! Tiffany melempar benda itu ke sofa sebelahnya.Apa yang ia lakukan ini salah.Salah besar.Untuk apa dia mencari tahu semua tentang Choi Si won?

Mata Tiffany teralihkan pada keadaan sekitarnya.Dia menyerngit bingung menyadari pelayan rumahnya sibuk menata ruangan.Bahkan mereka juga mengganti desain interior serta gorden.

“YA! Apa yang kalian lakukan?…”tanya Tiffany, tetap dengan gaya bossynya.Seorang pelayan membungkuk sebelum menjawab pertanyaan tuan putri itu.

“Tuan memerintahkan kami untuk menata ruangan ini karena akan dipakai untuk jamuan makan malam…”

“Makan malam?…”ulang Tiffany.

Siapa yang diundang Appanya sampai harus melakukan persiapan seheboh ini.Biasanya jika ada yang akan makan malam di rumah mereka tidak pernah seperti ini.Paling hanya menunya yang dibuat sespesial mungkin.

“Nugu?…”

“Tuan Choi dari Hyundai Group…”

“MWO?!”

Tiffany berdiri saking kagetnya.Choi Si won? Pria yang sudah menghancurkan mimpinya? Pria yang amat sangat dibencinya?!

“Agasshi…”

Tiffany menoleh malas mendengar para pelayan lain memanggilnya.

“Agasshi harus segera bersiap karena tamunya sebentar lagi akan datang…”

“Mwo, kenapa aku, bukankah dia tamu Appa?…”

Para pelayan itu saling pandang.Mereka mengangguk bersamaan dan segera membawa paksa Tiffany menuju kamarnya.

“YA! YA! Apa yang kalian lakukan!”

Percuma Tifany berteriak sekeras apapun.Orang-orang itu dengan cepat membawa Tiffany ke kamar untuk segera bersiap.

Sebenarnya mereka tidak mau melakukan hal ini.Tapi mereka tidak memiliki cara lain.Gadis ini sangat keras kepala dan tidak bisa diajak bicara baik-baik.Biar saja setelah ini mereka akan dimarahi habis-habisan oleh Tiffany.Yang penting mereka tidak akan kehilangan pekerjaan ini karena Tuan Hwang-lah yang lebih berwenang.

***Sifany***

Mini dres berwarna putih yang dikenakan Tiffany membuatnya tampak sangat menawan malam ini.Apalagi sekarang gadis itu tengah berdiri anggun dengan senyuman manisnya yang begitu indah.

Si won yang melihat itu tampak menahan tawanya.Lucu sekali melihat Tiffany tersenyum seperti itu.Tentu saja senyum indah itu bukan dipersembahkan Tiffany untuk Si won melainkan orang tua Si won yang ternyata juga ikut dalam jamuan makan malam ini.Aish, untung saja dia berdandan cantik.Jadi dia tidak akan tampil mengecewakan didepan orang tua Si won.

Sesaat Tifany terdiam.Apa maksudnya dia ingin tampil baik didepan orang tua Si won? Aish, pasti ada yang tidak beres dengan dirinya.

“Anyeong haseyo, Selamat datang Ahjussi, Ahjumma…”

Tiffany membungkuk hormat menyambut kedatang keluarga Choi.Jujur, ini adalah pertama kalinya dia membungkuk selain pada orang tua Jessica.Bahkan pada Appanya saja dia tidak pernah.

“Aigo, kami sangat bahagia karena kedatangan kami disambut oleh gadis cantik….”ucap Mr. Choi tertawa.

“Ne, aku sudah lama sekali ingin bertemu denganmu.Akhirnya waktu ini tiba, kau sangat cantik sayang…”

Mrs. Choi memegang pipi Tiffany.Tiffany hanya tersenyum lembut.Entah kenapa tiba-tiba dia mengingat Oemmanya.

“Tentu saja Tiffany sangat cantik.Terima kasih Oemma, Appa, kalian telah memilihnya untuk mendampingi hidupku….”ucap Si won merangkul bahu Tiffany.Gadis yang disebelahnya itu hanya tertawa ringan dan tersenyum paksa.

“Ne, dia gadis yang cantik dan lembut…”

Tiffany mempersilahkan tamunya masuk.Setelah memastikan Mr. dan Mrs. Choi masuk Tiffany segera memutar kepalanya.Mencari sosok yang berani merangkulnya dengan seenak jidatnya.

“Kau, apa yang kau lakukan?…”marah Tiffany menyingkirkan tangan Si won dari bahunya.

“Hei, kau tidak mau Appaku menarik ucapannya bukan? Kau gadis yang cantik dan lembut Agasshi…”goda Si won.Dia tersenyum manis sebelum akhirnya masuk ke kediaman mewah keluarga Hwang itu.Meninggalkan Tiffany yang sudah sangat ingin mencekiknya.

“Huft…”

Tiffany meniup poninya untuk melampiaskan kekesalannya.Kenapa pria itu terlihat biasa-biasa saja setelah kejadian malam itu.Apa dia tidak merasa bersalah karena sudah menghancurkan mimpi seseorang? Nappeun Namja!

***Sifany***

Makan malam berlangsung lancar.Dua sahabat baik itu tampak berbincang-bincang seru mengingat masa muda mereka.Tiffany baru tahu kalau Appanya dan Appa Si won bersahabat.Pantas saja Appanya begitu menyukai Si won.

“Hahaha, aku tidak percaya bayi mungil yang dulu ku gendong sudah tumbuh menjadi bidadari yang sangat cantik….”ucap Mr. Choi disela kegiatan makan malamnya.

“Ne, dia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik…”sambung Mrs.Choi disambut tawa Mr.Hwang.Sementara Tiffany hanya menatap sebal kearah Si won yang tepat duduk dihadapannya.

“Ne, dia tumbuh menjadi gadis yang cantik.Tapi kalian harus tahu, kelakuannya sangat bertolak belakang dengan wajah malaikatnya itu.Dia tumbuh menjadi gadis yang keras kepala dan susah diatur.Mungkin karena aku terlalu memanjakannya dan membesarkannya tanpa kasih sayang seorang Oemma…”

“Appa…”

Tiffany  terlihat tak suka jika Appanya mulai mengungkit sang Oemma.

“Hahaha, kalian lihatlah.Dia juga gadis yang cengeng…”tawa Mr.Hwang begitu melihat Tiffany mulai berkaca-kaca.

Mrs. Choi tersenyum lembut.Diraihnya tangan Tiffany dan menggenggamnya erat.

“Dari dulu kami selalu menginginkan anak yeoja.Tapi Tuhan hanya memberikan Si won pada kami.Mungkin sekarang saatnya, anggaplah aku seperti Oemmamu sendiri Fany-ah, kami juga akan sangat mencintaimu…”

Tanpa sadar air mata Tiffany mengalir jatuh membasahi pipi mulusnya.Tiffany akui kalau dia memang bodoh.Dia akan selalu menangis jika mengingat Oemmanya.Hati Tiffany juga merasa tenang mendengar kalimat dari Mrs.Choi.Dia sama sekali belum pernah merasakan kasih sayang seorang Oemma.Mana mungkin dia menolak.

Si won berdiri dari duduknya.Dihampirinya Tiffany untuk menghapus air mata yang mengalir itu.

Tiffany menoleh ketika sapu tangan yang digunakan Si won menyentuh kulit wajahnya.Untuk pertama kalinya mata mereka bertemu.Entah apa yang di rasakan Tiffany saat ini.Yang jelas dia merasa waktu berhenti saat itu juga.Sensasi aneh menjalar ke seluruh tubuhnya saat kulit Si won menyentuh kulitnya.Belum lagi saat menyadari tatapan mata itu begitu hangat dan teduh untuknya.Apa yang ia rasakan pada namja itu?

“Habiskan makananmu…”ucap Si won lembut sebelum kembali ke tempatnya.Tiffany yang tersadar pun dengan cepat kembali pada piringnya yang masih terisi penuh.

***Sifany***

Tiffany duduk diayunan besi yang terdapat diberanda samping rumahnya.Meninggalkan Appanya dan keluarga Choi yang asyik mengobrol di ruang tengah.Dia sibuk mengingat kejadian aneh yang menimpanya beberapa jam yang lalu.Saat kulitnya dan kulit Si won bersentuhan.Ada apa dengan dirinya sehinggga rasanya begitu aneh seperti ada aliran listrik yang menyengatnya.Dan anehnya lagi, kenapa dia merasa tenang saat bertatapan dengan Si won.

“Aish! Tiffany apa yang kau pikirkan?…”erang Tiffany memukul kepalanya sendiri.Berusaha memerintahkan otaknya agar tidak memikirkan hal ini lagi.

“Sedang apa di sini?…”

“Huh?…”

Tiffany menoleh dan tampak olehnya Si won mendekat.Pria itu duduk di kursi ayunan yang ada di hadapan Tiffany.

“Ini…”

Si won menyerahkan cangkir berisi teh itu pada Tiffany.Tapi Tifany hanya diam dan menatap cangkir yang disodorkan Si won.

“Tenang saja, aku tidak memberinya racun…”ucap Si won meraih tangan Tiffany dan menyerahkan cangkir itu.Lagi, Tiffany merasakan sensasi aneh itu.

“Tiffany, gwenchana?….”

“Ne? Oh, ne…”

Tiffany meminum teh itu untuk menghilangkan rasa gugupnya.Aish! Jjinja! Sungguh dia tidak menyukai susana aneh dan penuh awkward seperti ini.

Lama tak ada obrolan yang terlontar dari mulur mereka.Keduanya hanya terdiam karena sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Apa yang mereka bicarakan?…”tanya Tiffany memecahkan keheningan yang menyelimuti mereka.Dari sini mereka bisa melihat kalau 3 orang tua itu tengah mengobrol serius.

“Molla, mungkin tentang pernikahan kita…”

“Mwo?!”kaget Tiffany.

“Per…nikahan?…”tanyanya shock.Si won hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.

“Wae? Aku masih 19 tahun.Aku belum mau menikah.Kau tahu aku masih punya cita-cita?…”

“Pernikahan tidak akan menghalangi siapapun untuk meraih cita-citanya, Tiffany…”

“Mwo? Si won…”

“Tiffany dengarkan aku…”Si won memotong ucapan gadis itu.Menatap dua bola mata indah itu dengan lembut.

“Jujur, dari awal pertemuan kita aku merasakan sebuah gejolak yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya.Semakin lama, semakin besar.Sampai saat ini aku putuskan kalau aku mencintaimu.Mungkin ini terdengar konyol bagimu tapi yang pasti ini berasal dari lubuk hatiku yang paling dalam.Dan entah kenapa aku sangat yakin kaulah wanita yang kucari selama ini.Aku sangat menginginkanmu untuk menemani dan mendampingiku hidupku.Kau percaya padaku?…”

“Kenapa aku harus percaya padamu.Kau meneriman pernikahan ini karena perjodohan yang telah diatur oleh orang tua kita, bukan?…”

“Tiffany tolonglah, aku tidak bodoh.Jika aku tidak mencintaimu, aku tidak akan menerima pernikahan ini…”ucap Si won tegas.Manyatakan kalau dia benar-benar serius dengan apa yang ia ucapkan.

Tiffany terdiam.Apa yang pria itu bicarakan? Si won mencintainya? Dengan perkenalan singkat, pertemuan pertama yang menyebalkan dan jarangnya waktu mereka untuk bertemu.Pria itu bilang mencintainya?

“Si won…”Si won meraih tangan kanan Tiffany.

“Tiffany, aku tahu kau terkejut dan mungkin tidak menganggap ucapan ku serius.Tapi sungguh, aku mencintaimu.Percayalah…”ucap Si won tulus menatap manik mata indah itu.Tiffany dengan cepat memalingkan wajahnya.Dia merasa sangat gugup dan malu ditatap seperti itu.

“A-apa yang kau…sukai dariku?…”pertanyaan wajar yang diajukan seorang gadis pada pria yang baru menyatakan cinta padanya.

“Semua yang ada pada dirimu…”

“Lebih spesifik…”pinta Tiffany.

“Aku menyukai semua yang ada pada dirimu.Sifat angkuhmu yang selalu membuatku tertawa juga senyum dan mata indahmu yang membuatku merasakan ketenangan.Kau tahu, semua yang ada pada tubuhku akan bereaksi lebih cepat jika aku bersamamu.Bahkan saat aku hanya memikirkanmu.Sepertinya Appamu benar, kau mampu menyihir pria dengan eye-smile cantikmu.Aku juga sangat menyukainya…”

Tiffany tersenyum.Jujur, ini adalah pertama kalinya dia dipuji oleh pria yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat.

“Aku tidak akan menerimamu jika kau tidak memberiku apa-apa…”ucap Tiffany dengan gaya angkuhnya.Sesaat dia merutuki dirinya sendiri.Kenapa malah mengeluarkan kalimat bodoh semacam ini? Aish!

Si won tersenyum saja.Beruntunglah gadis ini karena dia sudah terlalu cinta mati padanya.

“Apapun yang kau inginkan akan ku penuhi…”

“Jjinja?…”tanya Tiffany tak yakin.

“Hm, katakan saja…”

Tiffany mendecak sebal saat pria itu berkata dengan gaya sombongnya.Tiffany mulai berpikir.Sepertinya pria ini perlu diberi pelajaran.Tiba-tiba sebuah ide gila muncul di otak Tiffany.Dia tahu ini keterlaluan dan sedikit tidak masuk akal.Tapi bukankah pria itu akan mengabulkan apapun yang dia inginkan? Ini sangat menarik.

“Aku ingin brand terkenal Chanel menjadi milikku…”ucap Tiffany.Ya, Chanel adalah salah satu merek termahal di dunia.Bukankah ini tantangan yang sangat menarik?

Si won tersenyum lembut mendengarnya.

“Baiklah, seperti keinginanmu…”

Tiffany hanya terdiam bengong melihat Si won pergi meninggalkannya.Apa pria itu serius? Aish! Tidak mungkin.Si won tidak akan bisa membeli perusahaan asal Prancis itu.

***Sifany***

Hyundai Group Building

Pkl 09.00 KST

“YA!”

Tiffany menggebrak meja tempat dimana sekretaris Siwon bekerja.Dia menjadi sangat marah dan kesal karena wanita itu sama sekali tidak mau diajak bekerja sama.Dia sudah kehilangan kesabaran.Sejak satu jam yang lalu wanita itu hanya mengatakan kalimat yang sama.Membuat Tiffany ingin mencekik dan menjambak rambutnya.

“Mianheyo Agasshi, tapi saya benar-benar tidak mengetahui keberadaan Tuan Choi sekarang…”

“Sekretaris macam apa kau ini.Harusnya kau tahu dimana bosmu berada.Aish! Dasar tidak berguna.Kita lihat saja nanti, jika kami sampai menikah aku akan menyuruhnya untuk memecatmu!”ancam Tiffany sebelum meninggalkan meja itu.Dia keluar dari gedung perkantoran Si won.Sekali lagi dia membalikkan tubuhnya.Menatap gedung tinggi menjulang itu dengan kesal.

Akhir-akhir ini dia diibaratkan seperti orang gila.Pria yang mengatakan kalau dia mencintainya itu kini menghilang entah kemana.Sosoknya bahkan tidak bisa dilacak oleh orang-orang Appanya.Sungguh dia tidak mengerti kenapa Appanya masih memperkerjakan orang-orang tak berguna macam itu.

“Choi Si won.Bagaimana mungkin kau menyatakan cinta pada seorang gadis lalu meninggalkannnya? Kau memintaku percaya padamu? Nappeun Namja! Aku benci kau!”

Tiffany melempar tasnya kesal dan segera masuk ke mobilnya.Pelayan Kim yang hari itu mengikui Tiffany secara diam-diam pun memungut tas chanel seharga ratusan juta won itu dan tersenyum penuh arti.

***Sifany***

Tiffany`s Bathroom

Pkl  12.00 KST    

“Aish! Jjinja! Pria menyebalkan! Aku tidak akan memaafkanmu nanti….”ucap Tiffany yang sedang berendam dalam bath-upnya.Bahkan berendam selama 3 jam tidak mampu menenangkan pikirannya.Selalu saja memikirkan sosok Si won yang tiba-tiba menghilang bagai ditelan bumi.

Dulu disaat dia tidak ingin bertemu.Pria itu selalu datang tanpa di undang.Sekarang, saat dia ingin bertemu pria itu yang tak tahu rimbanya.Aish! Dia bisa stress jika terus seperti ini.

Tiffany keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah.Dia duduk di sofa mahalnya.Membiarkan seorang pelayan wanita mengeringkan rambutnya dengan handuk yang satunya lagi membersihkan kuku kakinya.

Drrtt Drrtt Drrtt

Tiffany menoleh pada Iphonenya yang bergetar dimeja rias.Dengan cepat dia meraih benda yang baru diambilkan oleh pelayannya itu.

`Merindukanku?`

Tiffany menyerngit saat membaca pesan dari nomer yang tak di kenalnya.Tak lama tangannya mulai mengetik pesan balasan.

`Nugu?`

Drrtt Drrtt Drrtt

Tiffany kembali membuka pesan yang masuk.

`Calon suamimu`

Tiffany berdiri saking terkejutnya.Dengan cepat dia kembali membalasnya.

`Choi Si won?`

`Menurutmu ada pria lain? Datanglah ke sungai Han.Ada yang ingin ku tunjukkan paadamu.`

`Apa?`

Tanya Tiffany kembali mengirim balasannya.

`Untuk apa aku menyuruhmu datang kalau ku beritahu sekarang`

Tiffany mencibir pelan membaca pesan terahkir itu.Tapi tak mau menunggu lama lagi dia segera bersiap.Dia benar-benar tidak sabar untuk melihat wajah tampan itu sekarang.Wajah yang sudah tidak lihatnya sebulan terakhir.

***Sifany***

Han River, Seoul

Pkl 14.23 KST

Langkah kaki jenjang Tiffany menyusuri pinggiran sungai Han.Dari tadi matanya tidak dapat menemukan sosok Si won.Pria yang secara tidak langsung amat dirindukannya itu.

Tak jauh dari tempatnya berdiri, Tiffany bisa melihat banyak orang-orang yang mengerumuni sesuatu.Merasa tak peduli karena yang dicarinya adalah Choi Si won, Tiffany kembali mengedarkan pandangannya ke tempat lain.Berharap pria itu akan segera terlihat oleh matanya.

“Apa Nona itu yang dimaksud? Wah, beruntung sekali dia mendapatkan pria seperti itu…”

“Ne, aku jadi iri…”

Tiffany hanya tersenyum kaku pada dua anak SMA yang lewat dihadapannya sambil bicara kearahnya.Secara tidak sengaja, Tiffany kembali melihat kearah kerumunan itu.Dan saat itu juga Tiffany terkejut.

Puluhan balon pink beterbangan keudara.Bersamaan dengan balon itu tampak pula spanduk berwarna putih yang ikut terbang.Sebenarnya bukan balon atau spanduk itu yang mencuri perhatian Tiffany.Melainkan tulisan pink yang ada pada spanduk putih itu.

`Tiffany Hwang, Would you marry me?`

Kerumunan itu memberikan jalan.Tiffany menutup mulutnya tak percaya.Seperti efek slow motion, tampak olehnya seorang pria berjalan sambil tersenyum ke arahnya dengan sebuket bunga mawar cantik ditangannya.Tiffany hampir menangis.Itu Si won!

“Lama tak pertemu, Hwang Agasshi…”sapa Si won dengan senyum manis yang memperlihatkan lesung pipinya.

Tiffany ikut tersenyum.Entah kenapa dia sangat menyukai senyum yang dulu dia sebut menjijikkan itu.

“Aku sudah katakan kalau aku mencintaimu dan hanya ingin kau yang mendampingi hidupku…”

Si won meraih tangan gadis itu.

“Tiffany, would you marry me?…”

Tiffany menunduk.Tak lama kemudian dia mengangguk dengan bahu yang bergetar.Si won tahu, gadis itu menangis.

“I would…”ucap Tiffany pasti seraya mengangkat wajahnya basah oleh air mata.

Senyum bahagia terukir diwajah Si won.Sungguh, dia merasa tak percaya karena Tiffany menerimanya begitu saja.

“Terimalah…”

Tiffany menerima bunga yang diberikan Si won.Tak lama kemudian dia menerima pelukan hangat dari namja itu disertai sorakan ramai orang-orang yang menggoda mereka.Yang otomatis membuat mereka melepaskan pelukan itu.

“Kau mengumpulkan mereka semua disini?…”tanya Tifany menghapus air matanya.

Si won hanya mengangguk.Tiffany kembali tersenyum dan memperhatikan buket mawarnya yang cantik.Sungguh dia tidak percaya kalau Si won akan melamarnya dengan cara seperti ini.

“Si won…”

“Ne?…”

“Sebenarnya, ada yang ingin ku tanyakan padamu…”

“Jjinja? Aku juga, ada yang inginku tunjukkan padamu.Bagaimana kalau nanti kita makan malam bersama…”ajak Si won, Tiffany hanya mengangguk setuju.

“Baiklah, kalau begitu sekarang ku antar kau pulang…”

Si won meraih tangan itu.Tiffany tersenyum dan mengikuti langkah panjang pria tinggi yang dicintainya itu.

***Sifany***

Hwang Family`s House

Pkl  18.30 KST

Tiffany memilih sebuah mini dress warna biru dan high heels dengan warna senada.Rambut panjang bergelombangnya dibiarkan tergerai indah.Untuk aksesories Tiffany hanya memakai sebuah gelang dan sepasang anting berlian.

Untuk kesekian kalinya Tiffany memperhatikan dirinya dari pantulan cermin.Memastikan kalau penampilannya sudah cantik dan sempurna.Ini adalah makan malam pertamanya berdua dengan Si won.Jadi dia tidak mau tampil mengecewakan nantinya.

Tok Tok Tok

“Maaf Agasshi, Tuan Choi sudah menunggu di depan…”

“Ne? Oh ne…”

Tiffany tampak makin gugup.Setelah menarik nafas sejenak dia segera keluar dari kamar untuk segera turun.

Si won melirik jam tangannya.Entah kenapa dia sudah tidak sabar padahal belum 5 menit dia menunggu.

Si won mengarahkan pandanganya kearah tangga.Dia berdiri dari duduknya.Sangat kagum dengan kecantikan Tiffany yang begitu anggun dan berkelas.

“Waeyo, terlalu berlebihankah?…”tanya Tiffany karena Si won hanya terdiam memandanginya.

Si won yang tersadar pun tertawa pelan dan mengusap tengkuknya.Malu karena ketahuan menatap Tiffany sampai sebegitunya.

“Ah, ne…”jawab Si won malu.

“Jjinja?…”kaget Tiffany seraya memperhatikan penampilannya.Aish, padahal dia sudah berusaha untuk terlihat baik dan tidak berlebihan.

“Kalau begitu aku akan ganti baju dulu…”ucap Tiffany berbalik.Namun dia kembali berbalik ketika Si won meraih tangannya.

“Cantikmu yang berlebihan Tiffany, sehingga membuatku tak sadarkan diri…”

Blush!

Kata-kata itu berhasil membuat pipi Tiffany bersemu merah.Kenapa pria itu suka sekali membuatnya malu akhir-akhir ini.

“Kau tampak menggemaskan dengan wajah malu-malu mau seperti itu…”

“Si  won!” Tiffany merengut sebal saat pria itu kembali menggodanya.

“Hahaha, kajja…”

Si won memberikan tangannya.Tiffany tersenyum manis dan menggandeng lengan kekar itu.

***Sifany***

Italy Resto, Gangnam

Pkl. 19.00 KST

Si won memarkirkan mobilnya disebuah restoran mewah bernuansa Italy.Setelah keluar dia segera mengitari mobilnya untuk membukakan pintu mobil bagi Tiffany.

“Kau tegang?…”

“Ne…”jawab Tiffany seraya tersenyum kecil.

Si won tersenyum dan meraih pinggang ramping gadis itu dan segera membawanya masuk.

“Selamat datang…”seorang waitress menyambut kedatangan mereka.

“Anda sudah memesan tempat, Tuan?…”

“Ne, reservasi atas nama Choi Si won…”

“Mari, sebelah sini…”

Waitress tersebut membawa pasangan yang tampak sangat serasi itu kelantai dua.Mereka memasuki sebuah ruangan di mana didalamnya hanya ada satu meja dengan dua kursi tentunya.Ruangan pun tampak sangat indah dengan dekorasi Italy dan Korea yang bercampur jadi satu.Ditambah lagi dengan lilin-lilin dan lagu yang diputar membuat tempat tersebut sangat romantis.

“Silahkan…”

Waitress itu menyiapkan kursi untuk Tiffany.Setelah mencatat menu yang dipesan waitress itu keluar.Membiarkan Tiffany dan Si won hanya berdua.

“Apa yang ingin kau tanyakan?…”tanya Si won menyiapkan serbet di pangkuannya.Tiffany yang juga melakukan hal yang sama pun menoleh.

“Oh, itu.Tentang kau yang tiba-tiba menghilang…”Bukannya menjawab pria itu malah tersenyum.

“Kau merindukanku?…”

“Anni!”bantah Tiffany cepat.Tapi ucapan dan raut wajahnya tampak tidak sesuai.

“Hahaha, aku tersanjung…”tawa Si won.Sementara Tiffany hanya mengerucutkan bibirnya kesal.Ya, dia memang merindukan namja itu.Jadi dia tidak perlu membantah lagi.

“Kau tidak merasa bersalah dan tidak ingin minta maaf pada sekretarisku?…”

“Ne?…”Tanya Tiffany tak mengerti.

“Kau memarahi bahkan mengancamnya.Kau tidak ingin minta maaf?…”

Tiffany terdiam.Apa sekretaris itu mengatakan peristiwa hari itu pada Si won dan kini membencinya?

“Ne, nanti aku akan minta maaf…”jawab Tiffany akhirnya.

Si won tersenyum.Tidak ada percakapan lagi karena dua orang waitress masuk untuk menghidangkan pesanan mereka.Selain makanan dan minuman salah satu dari waitress itu juga meletakkan sebuah amplop cokelat didekat Si won.

“Selamat menikmati…”ucap keduanya ramah dan sopan.

Keduanya mulai menyantap makan malam mereka dengan ditemani lilin-lilin aroma terapi dan lantunan musik yang mengalun lembut dari sudut ruangan.Si won yang sedang makan mengangkat wajahnya.Sadar kalau dari tadi gadis yang ada dihadapannya itu selalu menatap ke arahnya.

“Ada yang ingin kau tanyakan?…”tanya Si won.Tiffany meletakkan garpu dan pisau daging yang tadi dia gunakan untuk memotong steaknya.

“Kau bilang ada yang ingin kau tunjukkan padaku.Apa?…”tanya  Tiffany penasaran.Si won mengelap mulutnya dengan tissue dan meraih amplop cokelat yang ada didekatnya.

“Apa ini?…”bingung Tiffany saat Si won menyodorkan amplop itu padanya.

“Buka dan lihatlah…”

Tiffany menurut.Jujur dia penasaran dengan apa yang ada di dalam sana.

Tiffany  membuka amplop itu.Dikeluarkannya selembar kertas putih dan membacanya.Mata Tiffany melebar.Perusahaan terkenal chanel sudah berganti pemilik dengan nama…nya?

Tiffany menatap Si won tak mengerti.

“Si won…ini…”

“Seperti keinginanmu.Aku membeli perusahaan itu sebagai kado pernikahan kita…”

“Mwo?!”Tanya Tiffany shock.

“Jadi kau menghilang selama sebulan ini karena hal ini? Choi Si won, kau gila!”ucap Tiffany.

“Hei, aku tidak serius waktu itu, aku hanya mencoba menantangmu saja…”

“Gwenchana, orang tuaku sama sekali tidak keberatan dangan permintaanmu…”

Tiffany shock untuk kesekian kalinya.Jadi orang tua Si won tahu tentang permintaan konyolnya ini.Aish! Bagaimana kalau orang tua Si won menilainya gadis matre karena meminta hal seperti ini?

“Oh, Appa.Apa Appaku juga tahu tentang hal ini?…”

Si won mengangguk.Tiffany makin lemah.Pasti Appanya akan memarahinya karena hal ini.

“Aku perlu nama besar Appamu untuk membeli perusahaan itu.Awalnya aku ingin membeli perusahaan perhiasan Tiffany & Co untukmu.Tapi karena kau sudah memilihnya sendiri, ku pikir aku akan membelinya lain kali…”

“Ne?…”kaget Tiffany.Si won hanya tersenyum melihat reaksi gadis itu.

“Aish, kau benar-benar menguras uangku…”canda Si won.

“Si won!”Si won kembali tersenyum dibuatnya.

“Gwenchana, calon suamimu ini tidak akan bangkrut…”

“Tidak ada yang perlu kau pikirkan.Tinggal terima semua yang kau dapatkan dan menikmatinya.Setelah pernikahan kita aku akan mengirimmu untuk  belajar di Paris.Belajarlah dengan rajin dan wujudkan mimpimu untuk menjadi desainer terbaik dunia.Aku akan mendukungmu sepenuhnya…”

Entah bagaimana ceritanya Tiffany sampai menitikkan air mata.Sungguh dia sangat tidak percaya dengan apa yang terjadi.Jadi pria itu sudah menyiapkan segalanya untuk dirinya?

***Sifany***

New York

Pkl 17.00 pm

Tepuk tangan dan kilatan cahaya blitz camera menyambut kemunculan wanita cantik dari balik backstage.Dia berjalan dengan anggun seraya memamerkan senyum terbaiknya.Siapa lagi dia kalau bukan Tiffany.Desainer muda yang namanya tengah naik daun dan sangat diperhitungkan.Ini adalah acara fashion show sekaligus launching produk terbaru perusahaannya.

“Thank you so much.Gamsahamnida…”

Wanita cantik itu membungkuk hormat pada awak media yang datang untuk mendokumentasikan acaranya.Tidak hanya wartawan lokal, wartawan dari negeri Ginseng Korea pun ikut mengabadikan moment ini.

Umurnya memang baru menginjak usia 26 tahun.Masih sangat muda untuk mencapai kesuksesan setinggi ini.Tapi ini bukanlah semudah yang orang bayangkan.Meneruskan perusahaan yang sudah berganti kepemilikan ini memang sulit.Apalagi banyak yang meragukannya karena dia hanya seorang wanita muda.Tapi bukan Tiffany namanya kalau dia mudah menyerah.Dari kecil inilah mimpinya maka dia harus melanjutkanya.Terbukti, sekarang dia sudah mampu mengembangkan perusahaan itu dan  sukses sebagai desainer muda dunia.

“Stephany!”

Tiffany yang sibuk mengemasi barang-barangnya menoleh.

“Jessie!”

Tiffany memeluk sahabatnya itu erat.

“Kau datang, mianhe tadi aku tidak melihatmu…”

“Gwenchana, aku mengerti kalau kau sibuk.Oh ya, dua bulan lagi launching produk baruku.Kau harus datang, arasso?…”peringat Jessica.

“Tentu, aku pasti datang…”

Jessica juga sudah sukses di dunia fashion.Bahkan sahabatnya itu memiliki merek sendiri.Gorjess, singkatan dari gorgeous Jessica.Seperti halnya Tiffany, Jessica juga memproduksi baju, celana, tas, sepatu, parfum dan masih banyak lagi.Sebagai pencinta high heels, Tiffany adalah pelanggan tetap Jessica.

“Oh, ya.Aku datang membawa apa yang kau inginkan….”ucap Jessica setelah mereka duduk di sofa.

Tiffany tersenyum senang dan menerima kertas berukuran kecil itu.Tiket menuju Korea.Sungguh dia sangat merindukan Korea eh, suaminya.

“Kau tidak ikut ke Korea bersamaku, Jess?…”Tanya Tiffany.Biasanya mereka akan selalu ke Korea bersama.

“Aniyo, Dong hae Oppa sedang disini.Jadi kami hanya akan menginap di rumah orang tuaku di San Fransisco…”

“Kalian akan menghabiskan waktu di Amerika? Second honeymoom maksudmu? Kenapa tidak mengajakku…”rengek Tiffany kecewa.Jessica tertawa dan melempar wajah sok imut itu dengan bantal sofa.

“Mana mungkin kami mengajakmu jika kau hanya akan mengganggu?…”cibir Jessica.Tiffany balas mencibir.

“Ya, ya, ya, habiskan saja waktumu bersama suamimu itu.Aku juga akan mengahabiskan waktuku bersama Si won Oppa.Kami bahkan tidak akan mengingat kalian nantinya…”ucap Tiffany.

Keduanya tertawa dan keluar dari ruangan itu.

“Kau mau ku antar, Tiff?…”Tanya Jessica begitu mereka tiba ditempat parkir.

“Aniyo, aku bawa mobil sendiri…”

Tiffany dan Jessica berpelukan sebagai  perpisahan.

“Semoga penerbangamu lancar…”

“Ne, ku tunggu kabar bahagia darimu dan Dong hae Oppa saat aku kembali….”Jessica tertawa mendegarnya.

“Bye Jessie…”

“Bye Tiff…”

***Sifany***

Hyundai Group Building

Pkl 21.55 KST

“Ne, terima kasih atas kepercayaan yang telah kau berikan pada kami Presdir Park.Ne, akan kami tunggu kedatangan kalian besok pagi.Ne…”

Si won melepaskan headseat yang dari tadi bertengger pada kupingnya.Dia beralih pada layar komputer dan beberapa dokumen yang akan dia dan rekan bisnisnya tanda tangani besok.

Sama halnya dengan Tiffany, Si won juga sudah lebih dulu sukses dengan karirnya.Dua perusahaan besar yakni Hwang Group dan Hyundai Group sudah bersatu.Dan kini dia mengemban tugas sebagai pemilik dan pemimpin perusahan terbesar  di Asia itu.

Drrtt Drrtt Drrtt

Si won meraih ponselnya yang terdapat disebelah komputer.Dengan cepat dia membuka pesan yang masuk.

`Oppa!Aku tahu kalau kau sekarang sedang berselingkuh dengan komputer jelekmu dan kertas-kertas menyebalkan itu.Pulang dan istirahatlah.Besok istrimu yang cantik ini akan pulang.Jemput dia di bandara atau dia tidak akan kembali lagi.Istrimu Tiffany Choi^_^`

Si won tertawa membaca pesan itu.Sudah hampir dua bulan mereka tidak bertemu dikarenakan kesibukan masing-masing.Si won sibuk dengan segala urusan kantornya sementara Tiffany dengan perusahaan fashionnya di Paris.

`Aku tidak bisa menolak jika istriku yang minta.Selamat, fashion showmu sukses dan penjualannya memuaskan.Di sana masih siang bukan? Tidurlah sebelum penerbanganmu.Saranghae, dari suamimu Si won.Pria paling tampan di muka bumi ini!`

Di kamar apartementnya, Tiffany tersenyum geli membaca pesan itu.Namja paling tampan di dunia? Astaga, masih saja menyombongkan dirinya seperti ini.

Tiffany segera merebahkan tubuhnya diranjang.Tubuhnya terasa mau rontok karena beberapa bulan ini dia banting tulang untuk menyiapkan fashion shownya.Untung saja semuanya berjalan lancar dan memuaskan jadinya semua kelelahan dan kerja kerasnya terbayarkan.

Drrtt Drrtt Drrtt

Tiffany dengan cepat meraih Iphonenya yang bergetar.Dibukanya pesan dari Si won.Tampak sebuah gambar laut biru dengan awan putih bersih yang membentuk tanda love di langit.

`Mau mengunjunginya bersama? Tidurlah`

Tiffany tersenyum.Sangat bahagia mendapat pesan bergambar itu.Karena merasa lelah dan mengantuk, Tiffany segera menarik selimutnya.Dia memejamkan matanya dan tertidur dengan menggengam erat ponsel itu di dadanya.

***Sifany***

Usai penandatanganan kontrak kerja sama Si won langsung mengantar rekan bisnisnya tersebut keluar.Dia merasa sangat beruntung karena Presdir Park salah satu pengusaha hebat Korea itu mau bekerja sama dengannya.Begitu pula dengan Presdir Park.Dia bangga bisa bekerja sama dengan pria muda yang rajin dan berbakat seperti Si won.Terbukti, tidak ada yang cacat dari semua hasil kerja keras pria itu selama ini.

“Terima kasih Presdir Park.Semoga kita bisa melakukan yang terbaik dan kerja sama ini berhasil dengan hasil yang memuaskan…”ucap Si won seraya berjabat tangan dengan pria yang seumuran dengan Appanya itu.Dia merasa sangat berterima kasih karena orang yang sudah banyak merasakan asam garam di dunia bisnis itu mau bekerja sama dengannya.

“Tentu.Aku percaya dengan kerja kerasmu, Si won-ssi…”jawab pria itu di iringi tawanya yang khas.

“Ku dengar istrimu baru saja sukses menggelar fashion shownya di New york.Aku ikut bangga akan prestasinya.Istri dan putriku adalah salah satu penggemar Tiffany, mereka titip salam untuknya…”

“Ah…ne.Gamsahamnida Presdir.Akanku sampaikan…”

Si won menutup pintu mobil yang sudah dimasuki Presdir Park.Sekali lagi dia membungkuk sebagai ucapan selamat jalan.

“Siapkan mobilku….”perintah Si won pada orang-orangnya.

Dia melirik jam tangan dan tersenyum.Sudah tidak sabar lagi untuk melihat wanita yang dicintainya itu sekarang.

***Sifany***

Incheon International Airport, Seoul

Pkl 11.32 KST

Si won mondar-mandir resah didepan pintu kedatangan luar negeri.Dia terus menggerutu seraya melirik jam tangannya.Pesawat penerbangan Amerika-Korea itu sudah mendarat sejak 15 menit yang lalu.Tapi kenapa pintu kedatangan belum juga terbuka.Sebenarnya pintu itu yang bermasalah atau dia yang sudah tidak sabar menunggu.

“Anak muda, bisakah kau diam.Aku pusing dan semakin pusing melihatmu mondar-mandir seperti itu…”

Si won membungkuk minta maaf pada Ibu-Ibu yang baru menegurnya.Aish, wanita itu.Kemana dia? Batinnya.

Ting!

Si won tersenyum lebar begitu mendengar suara pintu terbuka.Diangkatnya kertas putih yang dibawanya sementara matanya sibuk mencari dimana sosok yang dia rindukan itu berada.

Itu dia.Si won menemukannya.Tiffany tampak mendorong troli berisi barang-barangnya dengan anggun dan cool.

Ting

Pintu terbuka dengan otomatis begitu ada yang akan lewat.Tiffany, salah satu dari puluhan orang-orang itu ikut keluar.Mata indahnya segera tertuju pada kerumunan orang-orang yang menunggu kedatangan kerabatnya diterminal kedatangan.

Tak butuh waktu lama, Tiffany bisa melihat pria itu melambaikan tangan padanya.Tiffany tersenyum, bukan pria itu yang membuatnya tersenyum.Tapi tulisan yang ada pada kertas putih yang dibawa Si won.

Tiffany mempercepat langkahnya.Si won ikut maju dan memeluk Tiffany dengan erat hingga tubuh kecil itu terangkat.

“Aku merindukanmu, Fany-ah…”bisik Si won lembut tepat ditelinga Tiffany.Tiffany tersenyum seraya melepas pelukan mereka.

“Sayangnya aku tidak…”ucap Tiffany.Sedetik kemudian dia meringis pelan ketika Si won mencubit hidungnya gemas.

“Oppa, kenapa kau menulis tulisan seperti ini.Bagaimana kalau semua wanita datang padamu?…”protes Tiffany melihat kertas yang dibawa Si won itu bertuliskan `Istriku.`

“Sepertinya itu menyenangkan?…”jawab Si won menggoda.Tiffany mendelik tajam.

“Awas saja jika kau berani melakukannya.Akan ku cabik-cabik jantung kalian, memutilasi tubuh kalian lalu ku buang ke sungai Han…”ancam Tiffany yang disambut tawa Si won.

“Baiklah, demi menghindari pertumpahan darah…”ucapnya santai.

“Kajja…”

Si won meraih pinggang ramping Tiffany.Berniat membawanya pulang.Tapi wanita itu masih saja berdiri tegap ditempatnya.

“Kau sedang apa, kita harus pulang, kau butuh istirahat…”

“Bukankan Oppa akan mengajakku ke pantai?…”Tanya Tiffany mengingatkan kalau suaminya itu tidak lupa dengan janjinya.

Si won mengangguk pasti, mana mungkin dia lupa dengan pesan yang dikirimnya kemarin.

“Ne, lalu?…”

“Ayo kita pergi…”ajak Tiffany.

“Jigeum (sekarang)? Aniyo Fany-ah, kau baru melakukan perjalanan jauh.Kau harus istirahat…”ucap Si won.

“Pokoknya aku mau sekarang!”putus Tiffany kesal seraya memalingkan wajahnya.Tanda ia benar-benar ingin pergi sekarang.

Si won menghela nafas.Dia tidak akan bisa berbuat apa-apa jika sudah seperti ini selain mengalah.

“Baiklah, kita ke Sokcho…”

“Mwo? Pantai Sokcho?!”Tanya Tiffany.Tak terima kalau liburannya hanya dipakai di pantai sekitar Seoul.

“Aku mau ke Jepang!”putus Tiffany.

Dia segera mendorong troli berisi koper-koper dan tasnya menuju tempat pembelian tiket.Si won pun pasrah dan dengan berat hati membatalkan semua schedulenya untuk beberapa hari ke depan.

***Sifany***

In Beach, Japan

Pkl 18.55 JST

Tiffany berdiri di tepi pantai menghirup udara segar dengan menenteng heelsnya.Setelah menguras tenaga dan pikirannya selama beberapa waktu terakhir liburan adalah salah satu solusi yang paling tepat untuk melepas lelah.Apalagi sekarang dia pergi bersama Si won.Untung saja suaminya itu mau melepas pekerjaannya demi menemaninya di sini.

“Kau suka?…”Tiffany menoleh pada Si won yang tiba-tiba sudah ada di sebelahnya.

Tiffany  mengangguk seraya tersenyum memamerkan eye-smilenya yang indah.Si won membalas senyuman itu lalu mengalihkan pandangannya menatap langit seore yang kemerahan.

“Aku senang sejauh ini pekerjaan dan hubungan kita berjalan lancar.Awalnya aku tidak akan sanggup membiarkanmu mengurus semua pekerjaan itu sendiri…”

“Itulah yang ku benci dari para namja.Selalu meremehkan kekuatan yeoja.Padahal mereka tidak bisa melakukan apa-apa tanpa ada seorang yeoja di sisi mereka…”

Si won tersenyum mengiyakan.Tentu saja dia tidak bisa melakukan apapun jika wanita itu tidak bersamanya.

Matahari perlahan menghilang di ufuk barat.Cahaya matahari yang kemerah-merahan itu menerpa wajah cantik Tiffany.Membuatnya tampak begitu mempesona bagi Si won.

“Sunset yang indah.Kau tidak ingin mengucapkan keinginanmu, Oppa?…”

Si won mendekat dan memeluk leher Tiffany dari belakang.

“Ladie`s first…”

Tiffany tersenyum.Dia menutup matanya seraya menggenggam kedua tangannya didepan dada.

“Aku ingin Choi Si won hanya mencintaiku.Hanya melihatku dan hanya takluk padaku…”

“Itu namanya egois…”sela Si won.

“Biar saja…”ucap Tiffany tak peduli.Si won hanya tersenyum mendengarnya.

“Oppa…”

“Hm?…”

“Kau tahu apa mimpiku yang paling besar?…”

“Menjadi desainer terbaik dunia?…”

“Anni…”jawab Tiffany.Si won melepas pelukannya dan menatap wanita itu.

“Lalu?…”

“Noe…”

“Na?…”Tanya Si won kaget.Tiffany mengangguk malu.

“Waktu kau menghilang dulu, aku benar-benar dibuat gila dan frustasi.Setiap waktu aku hanya memikirkanmu yang menghilang entah kemana.Saat itu aku tidak peduli lagi dengan mimpi dan cita-citaku, asal aku bisa melihatmu, itu sudah cukup…”

Si won tersenyum mendengar pengakuan itu.

“Aku tahu…”Tiffany menoleh dengan cepat.

“Mwo?…”

“Aku tahu kalau waktu itu ada seseorang yang sangat merindukan karena hampir setiap jam barang-barang dirumahnya hancur…”

Tiffany menganga.Kebiasaan buruknya adalah menghancurkan setiap benda yang ada di dekatnya jika dia sedang marah atau kesal.Dan kenapa Si won bisa tahu tentang hal itu?

“Jadi, waktu itu Pelayan Kim tahu keberadaanmu?…”Tanya Tiffany curiga.Pria itu hanya mengangguk.

“Appamu juga…”

Tiffany mendengus sebal.Oh, jadi waktu itu semua orang mempermainkannya? Sial, pantas saja orang-orang Appanya tidak tahu keberadaan Si won kalau mereka sudah saling bekerja sama untuk menyembunyikannya.

“Maaf, waktu itu aku hanya ingin melihat bagaimana sebenarnya perasaanmu padaku.Setelah aku yakin dan mendapatkan perusahaan itu, aku kembali ke Korea dan melamarmu.Aku tidak percaya kalau kau menerimaku begitu saja tapi…mungkin saja mengingat pria itu adalah seorang Choi Si won…”ucap Si won bangga.

“Aish!”Tiffany memukul pelan abs pria itu.

“Sekarang giliranmu Oppa, apa keinginanmu….”ucap Tiffany melihat cahaya matahari hampir menghilang.

Si won memutar tubuh Tiffany agar menghadapnya.Dia memeluk pinggang ramping Tiffany dan menatap mata indah itu dengan lembut.

“Keinginanku tidak banyak.Aku hanya ingin hidupku bahagia dengan wanita yang sangat ku cintai yaitu kau, Tiffany dan…”

Tiffany menaikkan kedua alisnya bingung ketika Si won menggantungkan kalimatnya seakan-akan dia bertanya, `apa` ?

Si won mendekat.Tetap dengan senyum manisnya yang membuat jantung Tiffany berdegub kencang.

“Memiliki anak yang lucu bersamamu…”bisik Si won pelan hingga terkesan begitu mesra.Tiffany membulatkan matanya kaget.Anak? Astaga, apakah dia siap untuk itu? Hamil, melahirkan dan mengurus anak?

“Oppa, bukankah kita sudah sepakat untuk menundanya?…”tanya Tiffany pelan.Si won tahu betapa takutnya Tiffany dengan kata hamil dan melahirkan.Tapi sampai kapan mereka akan terus menundanya.Si won pun sudah tidak tahan lagi karena orang tuanya selalu saja menerornya tentang hal ini.

“Oppa, kata Jessica hamil dan melahirkan itu sangat merepotkan…”

“Untuk apa kau percaya Jessica sementara dia belum mengalaminya.Lagi pula, kau dan Jessica itu adalah tipe orang yang sama…”

“Oppa, aku masih ingin menggelar fashion showku diseluruh dunia….”Tiffany tetap mengajukan berbagai alasan yang ada di kepalanya.

“Perluku ingatkan Nyonya Choi, selama 6 tahun ini kau sudah melakukan fashion showmu dimana-mana…”

“Oppa, bagaimana kalau 3 tahun lagi, ne?…”bujuk Tiffany dengan puppy eyesnya.Berharap pria ini akan melunak dan luluh.Si won mengalihkan pandangannya.Tak mau tergoda oleh rayuan wanita itu.

“Aku hanya bisa menunggu 3 menit…”

“Ne?…”kaget Tiffany.

`Aish, kenapa tidak berhasil` batinnya.

“Otte?…”tanya Si won dengan evil smirknya.Tiffany tak menjawabnya dan segera pergi meninggalkan Si won dibibir pantai.

“Kau tidak bisa melarikan diri lagi, Nyonya Choi…”

Tiffany menutup kupingnya dan mempercepat langkahnya.Si won tertawa melihatnya dan segera menyusul Tiffany.

“KYAA! OPPA!”

Tiffany berteriak histeris ketika tiba-tiba Si won menggendongnya di bahunya.Tiffany meronta seraya memukul-mukul punggung pria itu.

“Oppa! Jebal, lepaskan aku!”mohon Tiffany.

Si won tersenyum puas dan tidak menggubrisnya.Malah makin memper-erat gendongannya.

“Aku membatalkan banyak meeting penting untuk menemanimu di sini.Jadi aku tidak akan melepaskanmu….”

“OPPAAA!!!!”

END

 Gimana readers? Bagus? Jelek? Dapat feel-nya? Aku ga tau apakah ini kepanjangan untuk sebuah oneshoot.Mian kalau kepanjangan.Aku juga udah cek beberapa kali tapi maaf kalau masih ada typo.Untuk poster aku juga ga bakat ngedit, jadi ya hasilnya Cuma kayak gitu.

Thanks for reading.Jangan lupa commentnya ya, aku bikinnya juga susah lho.Sampai jumpa di ff Sifany berikutnya, anyeong…

 

 

 

 

50 thoughts on “[Re-Post] You`r My Dream

  1. thor, tolong dong di Re~post semua..
    aku cuma punya beberapa FF dari ‘SifanyHeaven’ itupun yg menurutku panjang..
    tolong ya ^^ Figthing

  2. Akhirnya ff ini d repost,udah aku tunggu” bangey nih
    Suka sm karakter sifany’y lucu banget
    Bikin senyum” sendiri
    Apalagi sm perlakuan romantis siwon ke fany
    Bikin sequelnya dong thor
    Kayanya seru tuh klo ada seq’y
    Author emg daebak

  3. Keren banget thor, dari awal baca sampe akhir itu tuh bener seru banget!! FF paling enak deh pokoknya seru+lucu lagi. Semoga sifany bakal langgeng ya pernikahannya:) Daebak (y)

  4. Pasangan lucu ini mah
    hahahahaha
    dr tadi ga berhenti tersenyum ngebayangin mereka
    ayo thor trus nulis cerita yg makin bagus n menarik lagi

  5. Baca ff ini lagi🙂 so sweet bngetttttttttt😉 ini mmbuatku senang kembali❤ just SiFany perfect couple❤

  6. Hueeee T^T uangnya siwon se truk kali ya? Anni ! Mungkin lebih… :’) ,kyaaa akhirnya mereka jadi juga ^o^ ,makasih udh adain haesica disini :* :*😀 terus berkarya thor hwaiting ^^9

  7. aww so kyut ^^ manis banget astaga. mereka menikah masih muda banget sih jadi malu malu gitu hehe… semoga cepet dapet anak yang lucu lucu ya ngahaha😀 daebak!!!

  8. Daebak thor.ffnya keren banget deh.ditggu ff lainnya thor.tetap semangat.keep writing thor.
    Author jjang.sifany jjang.

  9. Reader br slm knl. sblmny q sgt bertrm ksh krn udh bikin ff sifany yg pnjang utk oneshoot. n sgt keren q sk bgt👍👍👍👍
    kehdpn The Heirs. awlny benci tp krn ketulusan siwon yg lngsung jth cinta am fany akhirny mrk bersatu. sbrny sifat fany yg sprt itu sm dgn sifat jessica, mkny mrk klop klo dipsgkn.
    fany pun sprt itu beruntung siwon mw cintai fany ap adny. tp itulh cinta. cinta sifany besar n tulus…👍👍👍😊😊

  10. maaf ya thor, baru sekarang comentnya. tapi thor, aku mau ngomong kalo ff ini tu keren dan favorit bgt, aku aja bacanya udah gak kehitung khatamnya berapa kali #kekeke😀 ff ini tuh pantes dijadiin ff refreshing habis baca ff yang masalahnya berat2 #eak maklum thor, readers asli B|
    duh, apaan sih malah corcul :v Good Job thor!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s