THE THIEF Part 2

The Thief poster baru

Title: The Thief (Part 2)

Author: Youngwonie

Cast: Siwon, Tiffany, Kyuhyun, Donghae

Other Cast: Yoona, Yuri, Hyukjae

Genre: Action, Romance

Length: 3Shoots

Rating: PG 18 (Litle NC)

Disclaimer: Semua Cast milik Tuhan dan ortu mereka masing masing. Saya hanya meminjam nama dan karakter mereka.

Don’t be plagiat.

Cerita ini hanya fiktif, kalau ada kesamaan nama dan tempat disesuaikan dengan ide kreatif author.

 

Summary:

Berlarilah, tapi kau tak bisa sembunyi

Karena aku akan menempel padamu seperti bayangan…

 

***The Thief Part 2***

 

July 21th 2013

On The Road [02.12 KST]

Di sebuah jalanan yang sepi, Siwon menarik yeoja yang tadi bersamanya keluar dari mobil. Mereka sudah berdiri berhadapan. Siwon menatap tajam pada yeoja yang menyamar sebagai dirinya itu.

“Siapa kau sebenarnya?”

Sang yeoja membuka topengnya dan menunjukkan wajah cantiknya.

“Namaku Tiffany, aku adalah penggemarmu.”

“Tsk, apa kau tidak salah memilih idola?”

“Aku sudah lama mengikuti sepak terjangmu. Dan kau,,, sangat menarik perhatianku, Mr. A.”

“Lalu apa tujuanmu menyamar sebagai diriku.”

“Tentu saja untuk bertemu denganmu. Dan,,, menawarkan diri untuk menjadi rekanmu.”

“Aku lebih suka bekerja sendiri.”

“Sepertinya sekarang tidak mungkin, polisi sudah bisa membaca strategimu. Mereka akan terus membuat siasat untuk menangkapmu. Sepandai- pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga. kau butuh seseorang untuk mengalihkan perhatian mereka, selain ahli komputermu itu.”Tiffany melirik ke arah mobil. Kyuhyun masih setia duduk di belakang kemudi.

“Jadi, kau sudah tahu sebanyak itu?”

“Seorang penggemar akan melakukan apa saja untuk mengetahui tentang idolanya.”

“Baiklah, aku akan menerimamu kalau kau bisa lulus dari tantanganku.”

“Sebutkan tantangannya.”

“Aku akan datang padamu tanpa mengenakan topeng ini. Kalau kau bisa mengenaliku, kau bisa bergabung dengan kami. Tapi kalau tidak, kau harus buang jauh- jauh mimpimu itu.”

“Aku setuju. Kau bisa temui aku di Kona Beans cafe. Aku bekerja di sana.”

“Baiklah, sampai bertemu di sana. Itupun kalau kau bisa mengenaliku.”

“Aku pasti bisa mengenalimu.”jawab Tiffany penuh keyakinan.

Siwon meninggalkan Tiffany di tempat itu.

***The Thief***

 

July 22th 2013

Siwon’s house [18.23 KST]

Siwon sedang bersiap- siap untuk pergi ke Kona Beans café sesuai janjinya pada Tiffany. Kyuhyun memperhatikan Siwon yang sedang merapikan bajunya di depan cermin.

“Hyung akan pergi ke sana?”

“Ne,”

“Bagaimana kalau dia mengenalimu? Apa Hyung akan benar- benar akan mengajaknya bergabung dengan kita?”

Siwon menatap serius kepada adiknya.”Dia sudah tahu terlalu banyak, kalau kita tidak menariknya ke sisi kita, aku takut dia akan membahayakan kita. Bisa saja polisi menemukannya dan mengorek informasi darinya.”

Kyuhyun mengangguk,“Aku mengerti.”

 

Kona Beans Café, Shinsa-dong Gangnam Seoul 19.15 KST

Siwon masuk ke dalam café yang cukup ramai pengunjung malam itu. Matanya langsung tertuju pada yeoja yang berdiri di belakang mesin kasir. Tiffany. Siwon berjalan menuju etalase makanan untuk memesan. Dia hanya memesan secangkir kopi dan sandwich. Setelah memesan, Siwon mendekati meja kasir untuk membayar.

“Sembilan ribu won.” Tiffany menyebutkan jumlah yang harus di bayar Siwon. Ia melayani Siwon seperti pelanggan lainnya. Siwon membayar dan meninggalkan meja kasir.

“Kamshamidha.”

Siwon duduk di meja yang berada di teras menikmati makanannya sambil terus memperhatikan Tiffany yang sedang melayani pengunjung café.

“Rupanya kau tidak mengenaliku.”gumam Siwon sambil tersenyum. Siwon sudah menghabiskan makanannya. Ia hendak meninggalkan tempat itu saat seseorang menghampirinya.

“Anneyonghaseo,,,bisakah kita bertemu setelah jam kerjaku selesai?”Tiffany sudah berdiri di depan mejanya.

“Waeyo?”

“Karena kita harus bicara…”Tiffany membungkuk dan mendekatkan wajahnya pada telinga Siwon,”Mr. A!” lanjutnya setengah berbisik pada Siwon.

“Bagaimana kau bisa mengenaliku?”Siwon tetap bersikap tenang.

“Dari matamu. Aku tidak akan pernah lupa pada mata elang milikmu.” Tiffany tersenyum penuh kemenangan. Kemudian Ia kembali ke meja kasir.

Setelah café tutup dan selesai dibersihkan, Tiffany pamit kepada atasannya untuk pulang. Siwon sudah menunggunya di dalam mobilnya yang terparkir di depan café.

“Masuklah.”Perintah Siwon setelah Tiffany mendekat ke arah mobilnya. Tiffany masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Siwon. Siwon menjalankan mobilnya. Namun saat melewati jalan yang cukup sepi tiba- tiba ia meminggirkan mobilnya.

“Wae?”

Siwon tidak menjawab pertanyaan Tiffany. Ia mendekatkan wajahnya dan meraih tengkuk Tiffany dan mencium gadis itu. Tiffany hanya diam dan menerima perlakuan Siwon padanya. Semakin lama mereka berciuman, Tiffany semakin merasa melayang, kepalanya pusing, dan akhirnya ia kehilangan kesadarannya.

***The Thief***

July 23th 2013

Siwon’s house 06.35 KST

Tiffany terbangun dari tidurnya. Ia memegang kepalanya yang sedikit pusing. Satelah membuka matanya, yang pertama dilihatnya adalah wajah Siwon.

“Neo?”

“Sudah kuduga, kau bangun lebih cepat. Seharusnya obat bius itu bekerja selama 8 jam.” Siwon melihat sekilas arlojinya.

“Obat bius?”

“Aku memasukkannya ke mulutmu saat kita berciuman semalam.”

“Jadi…?” Tiffany mengingat- ingat kejadian itu. Ia memang kehilangan kesadaran saat berciuman dengan Siwon.

“Ne. Apa kau berharap aku benar- benar ingin menciummu? Sepertinya kau sangat menikmatinya.” Siwon tersenyum evil. Tiffany hanya mendengus kesal.

“Aku akan menyiapkan sarapan. Turunlah setelah mandi. Ini baju- baju yang sudah kusiapkan untukmu. Semoga ukurannya cocok.” Siwon beranjak meninggalkan tempat tidur Tiffany, tapi kemudian ia berbalik,

“Oh ya, aku terpaksa membuang baju yang kau pakai kemarin.”

“Mwo?” Tiffany melihat ke badannya yang sekarang hanya memakai kemeja putih yang agak besar untuk ukuran tubuhnya.

“Ya, apa yang sudah kau lakukan padaku?”

“Hanya melepaskan semua yang kau pakai dan membuangnya. Aku tidak mau mengambil resiko. Siapa tahu ada alat penyadap pada pakaianmu.”

“Neo…”Tiffany tidak bisa menahan emosinya. Ia melempari Siwon dengan bantal tapi Siwon berhasil menghindar dan keluar dari kamar. Tiffany semakin kesal, dia mengacak- acak rambutnya sendiri.

Setelah mandi dan berpakaian lengkap, Tiffany menuju dapur. Wangi masakan Siwon membuat perutnya lapar. Ia duduk di meja makan sambil memperhatikan Siwon yang sedang memask.

“Apa kau selalu memasak sendiri?”

“Ne,” Seperti biasa, Siwon tidak akan mengalihkan perhatiannya kalau sedang memasak.

“Apa aku boleh membantumu? Aku bisa memotong sayuran.” Tiffany mendekat ke pantry.

“Potong kentang ini sebesar dadu.” Perintah Siwon padanya.

“Arasseoyo.”

Tiffany mulai memotong- motong kentang itu.

“Ya, kenapa besar- besar sekali, Kyuhyun tidak akan mau memakannya kalau seperti itu. Sini biar aku saja.”Siwon protes saat melihat pekerjaan Tiffany.

“Shireo. Aku akan memperkecil ukurannya.”

“Tidak usah. Kau duduk saja di sana.”

“Aku tidak mau.”

“Kau mau aku menciummu lagi hah?”

“Coba saja kalau kau berani. Aku akan menghajarmu.”

“Kau menantangku?” Siwon mendekati Tiffany dan menguncinya kedua tangannya.

“Ya, lepaskan.”

“Shireo. Kau yang memintanya.” Siwon terus menyudutkan Tiffany ke tembok, membuat tiffany tidak dapat bergerak. Siwon memiringkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya ke wajah tiffany.

“Hyung, apa sarapan sudah siap?” Kyuhyun berteriak dari arah tangga. Siwon dan Tiffany kaget, mereka saling menjauh.

“Sepertinya aku sudah mengganggu,” ucap Kyuhyun dengan wajah polosnya.

“A..ani, duduklah sebentar lagi sarapannya siap.” Siwon kembali ke pantry dan meneruskan acara memasaknya. Sedangkan Tiffany memilih duduk di meja makan berhadapan dengan Kyuhyun.

“Jadi kau itu dongsaengnya?” tanya Tiffany pada Kyuhyun.

“Ne,”

“Kenapa wajah kalian tidak mirip?”

“Kami sebenarnya hanya saudara angkat. Kami adalah yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan yang sama.”

“Oh, arasseo.”

Siwon telah selesai memasak, ia menyajikan tiga porsi makanan di atas meja. Mereka bertiga makan dengan lahap. Setelah sarapan, mereka berkumpul di ruang keluarga.

“Sekarang ceritakan tentang dirimu. Nama lengkapmu, asal usulmu, dan kenapa kau ingin bergabung dengan kami. Aku ingin kau berkata yang sejujurnya. Karena aku tidak suka kebohongan.”Siwon mulai mengintrogasi Tiffany.

“Namaku Tiffany Hwang. Aku tidak tahu darimana aku berasal. Yang kuingat adalah dari kecil aku dilatih menjadi agen rahasia kepolisian. Aku sering ditugaskan menjalankan misi rahasia. Sampai saat aku mendapat informasi mengenai asal usulku. Ternyata ayahku adalah seorang buronan dari California. Ayahku ditangkap dan dihukum seumur hidup. Setelah tahu kenyataan itu, aku memutuskan berhenti menjadi agen.”

“Lalu apa hubungannya dengan kami?”

“Aku hanya ingin membalas dendam kepada polisi. Aku ingin menggunakan kemampuan yang mereka ajarkan padaku untuk berbalik melawan mereka. Dan kurasa kalian adalah mitra yang cocok untuk kuajak bekerja sama.”

Siwon melirik kepada Kyuhyun yang sedang mengotak- atik laptopnya.

“Tiffany Hwang, South Korea Secret Agent, status non-active.” Kyuhyun membaca data Tiffany yang terpampang di layar monitor laptopnya.”Dia tidak berbohong.”

“Kalian sudah percaya padaku?”

“Baiklah mulai sekarang kita adalah tim. Kau bisa panggil aku Siwon, dan dia Kyuhyun.”

“Dan kalian bisa panggil aku Tiffany,”

“Keudae. Sekarang bersiaplah. Kita akan pergi ke suatu tempat.”

“eodiga?”

“Kau akan tahu nanti.”

Siwon mengajak Tiffany ke atap sebuah gedung tua di pinggiran kota Seoul yang tingginya mencapai 1800 meter. Tiffany masih bingung untuk apa Siwon mengajaknya ke tempat itu.

“Aku tidak akan menjadikanmu sebagai partnerku.”

“Mwo?”

“Tapi kau akan jadi bayanganku. Sebuah bayangan yang akan ikut kemanapun aku bergerak. Dan akan diam saat aku berhenti.”

Tiffany hanya diam mendengar penjelasan Siwon.

“Wae? Kenapa kau diam saja.”

“Bayangan tidak bersuara. Ia hanya tampak saat ada cahaya. Dan menghilang saat cahaya padam.”

Siwon tersenyum mendengar jawaban Tiffany.

“Bayangan selalu percaya pada pemilik tubuh. Karena itu, kau harus percaya padaku. Jika tidak, maka kau tak akan bisa menjadi bayanganku.”

“Arashimidha.”

Siwon mengajak Tiffany ke tepi gedung.

“Melompatlah.”

“Nde?”

“Tutup matamu dan jatuhkan tubuhmu ke bawah. Aku akan menangkapmu sebelum tubuhmu menyentuh tanah.”

“….”

“Kau percaya padaku?”Siwon menatap lurus ke dalam mata Tiffany.

Tiffany tampak ragu. Ada sedikit ketakutan di matanya. Tapi ia melangkahkan kakinya tepat di tepi gedung. Ia mulai memejamkan matanya dan merentangkan tangannya. Siwon pun melakukan hal yang sama tepat di samping Tiffany. Sesaat kemudian, mereka menjatuhkan tubuh mereka dari atap gedung. Tanpa pengaman.

Grepp!!!

Siwon menangkap pinggang Tiffany dan merapatkan tubuh mereka. Kemudian sebuah parasut keluar dari ikat pinggang Siwon.

“Buka matamu.” Tiffany membuka matanya. Ia tersentak kaget saat menyadari dirinya dan Siwon kini tengah melayang di ketinggian 600 meter. Ia pun mengeratkan pegangannya pada Siwon.

“Enjoy it. We’re fliying…” Bisik Siwon pada Tiffany. Tiffany pun mulai terbiasa. Ia mulai menikmati penerbangannya bersama Siwon. Mereka melayang- layang di udara sebelum akhirnya mendarat tepat di halaman rumah Siwon.

***The Thief**

 

July 25th 2013

Myeongdong Seoul 15.45 KST

Kyuhyun mengajak Yoona makan di restoran pinggir jalan di kawasan Myeongdong.

“Wae? Apa mulutku belepotan?” Yoona heran karena kyuhyun terus memperhatikannya saat makan.

“Ani. kau terlihat lucu saat makan.”

“Tapi aku malu kalau kau terus melihatku seperti itu.”

“Boleh aku tanya satu hal?”

“Jangankan satu, banyak juga tidak apa- apa asalkan aku bisa menjawabnya.”

“Maukah kau jadi yeojachinguku?”ucap Kyuhyun pelan.

“Mwo?”

“Maukah kau jadi yeojachinguku?”

“A..apa aku tidak salah dengar?”

“Ayolah jawab saja. Jangan menyuruhku mengulanginya lagi. Aku malu.”

“Kau tidak romantis sekali. Masa ‘menembak’ seorang yeoja seperti itu.”

“Lalu aku harus bagaimana? Apa aku harus berlutut dihadapanmu?”

“Tentu saja.”jawab Yoona cuek.

Kyuhyun bangun dari tempat duduknya dan berlutut di depan Yoona. Yoona tidak menyangka kalau Kyuhyun akan benar- benar melakukannya.

“Im Yoon Ah, maukah kau jadi yeojachinguku?”

Yoona masih diam karena kaget.

“Aku sudah berlutut. Kenapa kau masih diam saja?”

“Aku mau.”

“Jinjja?”

Yoona mengangguk.

Kyuhyun memeluk Yoona dan Yoona membalas pelukannya.

Prok! Prok! Prok!

Para pengunjung restoran bertepuk tangan melihat mereka. Mereka pun menjadi tontonan di restauran yang ramai itu.

“Dongsaengmu lucu sekali.” Tiffany dan Siwon rupanya melihat mereka dari pintu restoran. Tadinya mereka ingin bergabung dengan Kyuhyun dan Yoona, tapi sepertinya saatnya tidak tepat.

“Sebaiknya kita langsung ke target saja.” Siwon menarik Tiffany meninggalkan restoran.

“Ya, Apa kita tidak makan dulu?”

“Kerja dulu, baru makan.”

“Kejam sekali, padahal aku sudah lapar.”

Siwon dan Tiffany masuk ke sebuah toko berlian. Mereka memperhatikan perhiasan- perhiasan yang terbuat dari berlian dipajang dalam etalase di sekeliling toko.

“Wow, They’re so beautiful.”

“Kau suka? Sebentar lagi ini semua akan jadi milik kita kalau rencana kita berjalan dengan baik.”

“Tuan, nyonya ada yang bisa saya bantu?” seorang pelayan menyapa mereka.

“Kami sedang mencari cincin pernikahan.”jawab Tiffany.

“Kajja, saya akan menunjukkan koleksi terbaik yang kami miliki.”

“Ne,” Tiffany mengikuti pelayan itu dan berpura- pura memilih cincin. Sedangkan Siwon memulai aksinya merekam setiap sudut toko itu dengan kacamata yang dipakainya.

“Tumben sekali oppa mengajakku ke toko berlian?”Suara seorang yeoja muncul dari arah pintu masuk toko.

“Sekali- kali aku ingin menyenangkan hati istriku. Apa tidak boleh?”disusul suara seorang namja yang datang bersamanya. Siwon melirik ke arah pasangan itu.

‘Kapten Lee? Sedang apa dia di sini? Apa ini hanya sebuah kebetulan?’pikir Siwon. ia segera menghampiri Tiffany.

“Sebaiknya kita segera pergi.”bisiknya kepada Tiffany.

“Wae?” Siwon menggerakkan ujung matanya ke arah Donghae dan jessica.

“Mianhae, sepertinya tidak ada yang cocok untukku.” Ucap Tiffany pada pelayan. Setelah itu Siwon dan Tiffany segera meninggalkan toko berlian itu.

Donghae diam- diam memperhatikan mereka.

“Oppa! kau lihat apa?”

“Nde? Ani. Tidak apa- apa.”

“Yang ini bagus kan?” Jessica menunjukkan sebuah kalung yang disukainya.

“Ok. Ambil saja yang itu.”

 

Siwon’s House 18:00 KST

Tiffany membuat dua cangkir kopi di dapur. Sore ini turun hujan cukup lebat dan udara cukup dingin. Oleh karena itulah ia berinisiatif membuat kopi untuk dirinya dan Siwon. Setelah selesai, ia menghampiri Siwon yang sedang memeriksa hasil rekaman yang diambilnya tadi siang. Tiffany meletakkan cangkir kopi di atas meja Siwon. Lalu duduk di sofa yang ada di ruangan itu.

“Gumawo.” Ucap Siwon tanpa mengalihkan perhatiannya dari laptop milik Kyuhyun yang sedang dipakainya.

“Apa Kyuhyun tidak pulang malam ini?” Siwon mengangguk.

“Dia akan menginap di rumah Yoona.”

“Wow, sepertinya hubungan mereka berjalan dengan baik.”

“Bagaimana dengan kita?”

“Kita? Apa maksudmu?”

Siwon meneguk kopinya. Lalu menatap Tiffany intens. Ia beranjak dari tempat duduknya dan mendekati Tiffany.

“Ya, ya…kau mau apa?”

“Memangnya apa lagi yang bisa dilakukan dalam suasana seperti ini. Di luar hujan dan kita hanya berdua di sini.” Siwon terus memperlihatkan senyum nakalnya pada Tiffany. Tiffany mulai gugup.

“Lalu…”

Siwon mencondongkan tubuhnya ke arah Tiffany. Ia mengunci Tiffany diantara dua lengannya yang bersandar ke senderan sofa.Tiffany semakin gugup. Napasnya memburu bersama napas Siwon yang semakin mendekatkan wajah dan bibir mereka sampai hampir saling bersentuhan. Tiffany hanya bisa memejamkan matanya. Hening. I detik, 2 detik, sampai 5 detik tak terjadi apa pun. Tiffany perlahan membuka kembali matanya. Dilihatnya Siwon sudah berdiri tegak di hadapannya.

“ha…ha…dasar mesum. Apa kau pikir aku akan menciummu lagi?” Siwon meninggalkan Tiffany setelah mentertawakannya.

“Ya!” Tiffany bangkit dan mengejar Siwon yang mulai naik ke atas tangga.

“Choi Siwon…awas kau.” Tiffany bermaksud meninju Siwon, tapi Siwon berhasil menghindar. Siwon berhasil menangkap lengan Tiffany dan menguncinya. Siwon mendorong Tiffany merapat ke tembok.

“Lepas!”

“Shireo!”

“Kau mau mempermainkanku lagi huh?”

Tak ada jawaban dari Siwon.

Chu!

Tiba- tiba Siwon mencium Tiffany dengan kasar. Awalnya Tiffany kaget dan tidak membalas perlakuan Siwon. Tapi lama- lama ia terbawa permainan lidah Siwon di dalam mulutnya. Mereka berciuman cukup lama. Tapi tak ada tanda tanda mereka akan menghentikan ciuman itu. Akhirnya Siwon melepaskan pagutannya dari Tiffany dan menatap wajah gadis itu sesaat.

“Saranghae!”ucapnya singkat sebelum meninggalkan Tiffany menuju kamarnya.

Tiffany masih terdiam di tempatnya, memandang punggung Siwon yang mulai berjalan meninggalkannya.

“Tsk, Saranghae?” gumamnya. “Apa dia tidak bisa mengucapkannya dengan cara yang lebih baik?”

***The Thief***

July 26th 2013

Yoona’s House 7.30 KST

Tok! Tok! Tok!

“Chakkaman!” suara Yoona dari dalam rumahnya.

“Unnie? Masuklah, aku sudah membuat sarapan. Unnie pasti lapar kan?”

“Ya, kenapa dengan wajahmu?” tanya Yuri.

“Waeyo?”

“Kau kelihatan ceria sekali.”

“Ani. Gwaenchana.”

“Keudae.”

Yuri pun masuk ke dalam rumah diikuti Yoona.

“Neo? Bukankah kau namja yang mencium Yoona waktu itu?” Yuri kaget melihat Kyuhyun yang sudah berada di meja makan.

“Anneyonghaseo, Kyuhyun imnida.” Sapa Kyuhyun ramah.

“Sedang apa kau di sini pagi- pagi?” tanya Yuri galak. Kyuhyun melihat ke arah Yoona.

“Emm. Begini Unnie, semalam dia menginap di sini.”

“Mwo? menginap? Kalian…”

“Ani. ini tidak seperti yang unnie pikirkan.”

“Keurom?”

“Semalam kan hujan sangat lebat dan terjadi badai. Jadi dia tidak bisa pulang.”

“Jinjja? Hanya itu?”

“Unnie tidak percaya padaku?”

“Awas kalau kau bohong. Aku akan bilang pada eomma dan Appa. Dan kau, jangan coba- coba mempermainkan dongsaengku. Kalau tidak, aku pasti akan memasukkanmu ke penjara.”

“Noona bisa percaya padaku. Aku tidak akan menyakiti Yoona.”

“Sudahlah Unnie. Sebaiknya kita sarapan.”

Mereka bertiga akhirnya sarapan bersama. Yuri terus mengawasi gerak- gerik Kyuhyun. Kyuhyun jadi merasa kikuk.

“Neo, apa pekerjaanmu?”tanya Yuri tiba- tiba.

“Aku insinyur komputer. Pekerjaanku adalah membuat program dan menjualnya ke perusahaan- perusahaan.”

“Program apa  yang kau buat?”

“Aku biasanya membuat program untuk sistem keamanan.”

“Kalau kau bisa membuatnya, berarti kau juga bisa merusaknya kan? Orang seperti kau bisa melakukan pencurian dengan sangat mudah.”

Kyuhyun kaget mendengar pernyataan Yuri. ‘Bagaimana ia bisa berpikir sejauh itu?’

“Sudahlah Unnie. Berhenti mengintrogasinya. Kyuhyun oppa bukan penjahat. Biarkan dia makan dengan tenang.”

“Keudae. Aku sudah selesai.” Yuri meninggalkan meja makan dan menuju ke kamarnya. Kyuhyun terus memperhatikan Yuri.

“Oppa, gwaenchana?”

“Ne.”

“Unnie memang galak. Itu kerena dia menyayangiku seperti adiknya sendiri. sejak kedua orang tuaku meninggal, orang tuanya lah yang membesarkanku.”

“Arasseo.”

***The Thief***

 

July 29th 2013

Siwon’s house 22.25 KST

Siwon, Kyuhyun dan Tiffany berkumpul di ruang keluarga yang merangkap ruang kerja Kyuhyun dan Siwon. Mereka sedang mendiskusikan rencana perampokan mereka yang terakhir.

“Ok! Jadi besok malam kita akan melakukannya sesuai rencana yang kita buat tadi.” Siwon menutup diskusi mereka.

“Kalau begitu aku ke kamar dulu. Gumawo susunya, Tiff.”

“Cheonmayo.”

Kyuhyun meninggalkan Siwon dan Tiffany menuju kamarnya sambil membawa susu coklat yang dibuatkan Tiffany untuknya.

“Apa kau sudah siap?” tanya Siwon pada Tiffany yang duduk di sampingnya.

“Aku selalu siap.”jawab Tiffany mantap.

“Aku pikir,,, sebaiknya kau tidak ikut dalam misi ini.”

“Wae? Kau takut aku membuat kesalahan?”

“Ani. Aku tidak ingin kau terlibat dalam kejahatan ini.”

“Aku yang memutuskan untuk masuk. Jadi aku tidak akan mundur.”

“Tapi aku tidak ingin kau terluka.” Siwon membalik posisinya menghadap Tiffany. Dan membelai rambut gadis itu.

“Kau,,, mencemaskanku?”

“Ne.”

“Siwon…”

“Tiffany…aku tidak main- main soal pernyataan cintaku kemarin.”

“Jeongmalyo?”

Siwon mengangguk,“Jeongmal saranghaeyo.”

Tiffany menatap wajah namja di depannya. Tak ada kebohongan dari mata namja itu. Hanya kesungguhan yang dilihat Tiffany. Hatinya bergetar dan sebuah kata tiba- tiba meluncur mulus dari bibirnya.

“Nado.”

Tanpa mereka sadari tubuh mereka terus mendekat. Wajah mereka bertemu. Bibir mereka saling menyentuh, menghisap dan melumat. Kecupan demi kecupan, pagutan demi pagutan membuat darah mereka terus bergejolak. Hingga akhirnya Siwon membopong Tiffany ke kamarnya dan menuntaskan hasratnya untuk memiliki gadis itu seutuhnya.

***The Thief***

 

July 30th 2013

Siwon’s House 9.15 KST

Siwon bangun dari tidurnya. Tiffany sudah tak ada di sampingnya. Siwon bangkit dari tempat tidur dan melakukan peregangan pada otot- ototnya yang tegang akibat aktivitasnya semalam. Ia keluar dari kamar dan mendapati rumah dalam keadaan sepi. Kyuhyun sepertinya juga belum bangun. Tidak biasanya Kyuhyun bangun sesiang itu. Siwon menuju dapur dan mengambil air minum di kulkas. Matanya menagkap secarik kertas yang tertempel di pintu kulkas.

Good morning Chagi…

Aku keluar sebentar membeli bahan makanan.

Sarapan sudah siap di meja makan. Mungkin tak seenak buatanmu,

tapi setidaknya aku membuatnya dengan tulus

Ps: Besok adalah ulang tahunku. Aku harap kau menyiapkan hadiah spesial untukku

Tiffany

Siwon tersenyum setelah membaca memo itu.

“Pagi, Hyung. Apa sarapan sudah siap?” Kyuhyun baru saja turun dari kamarnya.

“Ne, Tiffany yang memasaknya.”

“Jinjja? Aku penasaran bagaimana rasanya. Oh ya, mana Tiffany?”

“Dia sedang pergi berbelanja.”

“Emm, Ada yang ingin kubicarakan dengan Hyung.”

“Katakan.”

“Aku pulang…”suara lantang Tiffany membuat kedua namja itu melihat ke arah sumber suara. Tangannya menjinjing dua buah kantong besar.

“Waeyo? Kenapa kalian melihatku seperti itu?”

“Ani. Kau darimana saja?”

“Aku habis berbelanja. Apa kalian sudah sarapan?”

“Belum. Kami baru saja bangun. Oh ya Kyu, tadi kau bilang mau bicara padaku.”

“Ne, tapi sekarang aku sudah lupa. Nanti saja kalau aku sudah ingat.”

“Ya sudah sebaiknya kita sarapan bersama- sama.”ajak Tiffany.

Siwon dan kyuhyun pun menurut. Mereka duduk di meja makan. Setelah makan, Siwon membantu Tiffany membereskan meja makan dan mencuci piring. Di sela- sela kegiatan mereka, Siwon menciumi punggung dan leher Tiffany. Setelah kejadian semalam, mereka terlihat mesra. Kyuhyun terus memperhatikan mereka dari atas tangga.

 

Mabes Kepolisian Distrik Gangnam, 10.00 KST

Donghae tengah berada di ruangan Komisaris Jung.

“Sudah dua kali kau gagal menangkap perampok itu Kapten Lee. Apa rencanamu selanjutnya?”

“Jeosohanmidha. Saat ini kami memang belum bisa menangkapnya. Tapi aku sudah memasang perangkap untuk melumpuhkan pencuri itu. Aku yakin rencanaku kali ini berhasil.”

“Aku tidak bisa menerima janji lagi. Aku sudah mendapat teguran dari atasan. Kalau misi kali ini gagal lagi, kasus ini akan diserahkan ke departemen lain. Dan jabatan kita juga akan dipertaruhkan.”

“Arrasimidha, Sajangnim. Aku juga bersungguh- sungguh dalam menuntaskan kasus ini. Malam ini adalah aksi perampokannya yang terakhir di kota ini. Dan aku akan membuatnya menjadi perampokannya yang terakhir semasa hidupnya. Kalau tidak, malam ini juga akan menjadi terakhir kalinya aku menjalankan tugas untuk kepolisian.”

“Apa maksudmu?”

“Kalau kali ini aku gagal, aku akan mengundurkan diri.”

“Kau serius dengan pernyataanmu, Donghae?”

“Ne, Sajangnim.”

“Aku berharap kau bisa menangkap pencuri itu malam ini. Karena aku tidak mau kehilangan orang terbaik di departeman ini.”

“Terima kasih atas kepercayaan Anda, Sajangnim. Dan kalau malam ini aku berhasil, aku ingin meminta sebuah bantuan pada Anda.”

“Katakan”

***The Thief***

 

August 1st 2013

Queen Emperor Jewelery, Sinchon Fashion Street 01.00 KST

Malam sudah tiba. Polisi berjaga di sekitar toko. Termasuk di dalam toko. Ada sekitar 10 orang polisi berpakaian lengkap dengan senjata, rompi anti peluru dan kacamata infra merah. Sepertinya polisi benar- benar mengerahkan kekuatannya malam ini.

Trap!

Tepat jam 1.00 lampu di dalam toko padam. Polisi yang berada di dalam toko mulai siaga. Waktunya sang pencuri masuk.

Bruuk!

Seorang polisi tumbang. Disusul polisi yang lain. Terdengar suara tembakan yang memenuhi ruangan itu. Dalam keadaan gelap, pertarungan tetap berlangsung. Polisi yang berjaga di luar, berdatangan membantu teman- teman mereka.

Klik!

Lampu kembali menyala. Keadaan toko sudah tidak seperti semula. Perhiasan- perhiasan yang semula terpajang di dalam etalase telah lenyap. Semuanya bersih tanpa sisa. Beberapa orang polisi tergeletak di lantai. Lee Hyukjae yang membawa pasukan dari luar terkesima melihat keadaan itu. Ia mengambil walky talky-nya dan menghubungi Donghae.

“Dia sudah pergi, Kapten.”

‘Arasseo’ jawab Donghae di seberang sana.

Dua orang berpakaian serba hitam tengah berlari di sepanjang jalanan yang sepi di kawasan itu. Mereka adalah Siwon dan Tiffany yang telah berhasil membawa hasil rampokan mereka dari Queen Emperor Jewelery. Sesampainya di persimpangan jalan, mereka berhenti. Sesuai rencana, Kyuhyun akan menunggu mereka di tempat itu.

“Dimana Kyuhyun? Kenapa dia tidak ada di sini?” Siwon kaget saat mendapati tempat itu kosong. Seharusnya Kyuhyun menunggunya di tempat itu dengan mobilnya.

“Sepertinya ada yang tidak beres.” gumam Tiffany. Mereka tampak berpikir sebenarnya apa yang menimpa Kyuhyun sehingga ia tak ada di tempat itu.

“Jangan bergerak! Kalian sudah dikepung.” Suara Kapten Lee Donghae menyadarkan mereka. Ia dan pasukannya sudah membidik Siwon dan Tiffany dengan senjata mereka.

Siwon menatap Tiffany dan menggenggam tangannya erat.

“Tenanglah, kita pasti bisa keluar dari situasi ini.”bisiknya pada Tiffany.

“Mianhae, Chagi. Sepertinya itu tidak mungkin.” Tiffany melepaskan tangannya dari Siwon. Dan sedetik kemudian ia sudah menodongkan pistol ke kepala Siwon.

“Tiffany? kau….”

 

 

To Be Continue….

57 thoughts on “THE THIEF Part 2

  1. Wow……ternyata yeoja yg menyamar Mr.A ternyata tiffany.senangnya akhirnya kyuhyun menyatakan cintanya pada yoona,chukae kyuhyun yoona.kyknya kyuhyun curiga ama fany deh,ahhh jadi penasaran nihh.
    omo…omo…so sweet banget siwon dan fany.
    Apakah siwon dan fany tertangkap oleh polisi kali ini dalam pencurian?dan siapakah sebenarnya tiffany,makin penasaran aja???
    Benar2 daebak authornya,ffnya action banget.
    Saya mau baca next partnya.
    Thanks buat author dan ffnya.
    Author jjang author hwaiting.

  2. Benerkan Tiffanyeonni, Yeoja yang copy paste Mr. A
    Siwon oppa ternyata jatuh cinta juga lohh, dan bilang Saranghae ke Tiffany eonni…
    OMG so romantic❤❤❤
    Hadeh eonni dan oppa ku yang satu ini kalau di cerita pasti ada aja ya kegiatan "malam"🙂😀
    Wait… Tiffany eonni itu agen rahasia yang nyamar jadi pencuri??
    kasian Siwon oppa😦 tapi ini demi kebaikan hubungan Tiffany eonni dan Siwon oppa juga kok..
    next part ga sabar /….

  3. kyaaa….tiffany knp menodongkan pistol ke siwon, apa jangan2 dia mata2….trus kyu itu jg kmana lgi, kasian siwon udah dikepung ma polis, ayo kyu cpat dtg, slamatkn hyungmu…

  4. wah cerdik jg nih siasat polisi. mskin agen utk mata2. tp q ykin siwon udh th akn siasat ini tp bisa jd g krn udh terjerat cinta fany. ap mi akn diam ah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s