DON’T KNOW HOW TO LOVE Part 1

as

Don’t Know How to Love© Song Haneul
Publish by Sifany Island

oOoOo

 

Main Cast

Choi Siwon [Super Junior] || Tiffany Hwang [Girl’s Generation] || Kim Myungsoo [Infinite] || Choi Soona [Oc] || Jessica Jung [Girl’s Generation] || Han Maru [Oc]

Genre

Romance || Hurt || Family

Length

Chaptered

Rating

 PG 17

Category

Fanfic

Summary

Someone who is unable to truly love one person has no right to love

 

WARNING : TYPO !!!

 

 

Don’t Know How to Love

Part 1

Author POV

 

Laki-laki dan dan wanita yang saling menautkan kedua tangan mereka itu terus berlari. Menghidari kejaran beberapa orang yang berada tepat dibelakang mereka. Keduanya terkadang menoleh kebelakang, hanya untuk memastikan keadaan mereka saat ini. Apa jarak diantara keduanya dengan orang-orang tersebut pada jarak aman atau jarak yang akan memungkinkan mereka tertangkap oleh tangan-tangan dingin orang-orang tersebut.

Laki-laki itu sedikit terkejut ketika menyadari langkah wanita disampingnya goyah, dan hampir saja terjatuh diatas aspal yang mereka lalui. Jika saja tangannya tak lekas merangkul tubuh wanita tersebut. Laki-laki itu memandang khawatir wajah wanita tersebut. Nafas keduanya terdengar memburu. Dan terlihat jelas gurat kelelahan diwajah wanita tersebut.

“Gweanchana?” wanita itu mengangguk. Dan tanpa banyak bicara lagi. Laki-laki itu kembali menarik wanita tersebut untuk berlari kembali. Sedikit membuat wanita tersebut tersentak.

“Myungsoo-yah, kita harus bersembunyi disuatu tempat untuk menghindari mereka.” Laki-laki yang disebut namanya tersebut menoleh kearah wanita disampingnya. Lalu kembali melihat kebelakangnya lagi. Melihat gerombolan laki-laki bertubuh tegap dan berotot yang masih saja mengejar mereka. Jumlah mereka yang banyak tidak cukup adil untuk mereka berdua. Namun untungnya jarak mereka cukup jauh saat ini dari gerombolan tersebut. Terlebih jalanan yang mereka lewati penuh sesak orang-orang yang melintasi jalan tersebut.

Myungsoo mengacuhkan ucapan wanita yang berada disampingnya. Fokusnya kini hanyalah berusaha untuk secepat mungkin sampai pada tujuannya. Tempat dimana ia bisa menyelamatkan wanita tersebut dari orang-orang itu. Dan ketika kedua mata tajamnya menangkap dengan jelas sesuatu didepannya. Tempat dimana ia tuju sejak tadi. Tanpa banyak membuang waktu, kakinya semakin berlari cepat menuju tempat tersebut. Membuat wanita disampingnya kewalahan menyeimbangi langkah kaki Myungsoo.

“Myung-“

“Diamlah, noona!” wanita itu mengerucutkan bibirnya mendengar sentakan dari Myungsoo. Mendelik tajam, tak terima dibentak oleh laki-laki tersebut. Dan semakin kesal pada laki-laki tersebut ketika tiba-tiba saja Myungsoo menghentikan langkahnya. Membuat tubuh wanita tersebut menghantam keras tubuh belakang laki-laki tersebut.

“Ada apa?” tanya wanita itu.

“Ayo!”

“Eeodiseo?” Myungsoo mengarahkan dagunya kedepan, memberi jawaban atas pertanyaan wanita itu.

Sebelum wanita itu menanyakan perihal lainnya. Tangannya yang sejak tadi berada digenggaman Myungsoo, ditarik dengan paksa. Membuat tubuh wanita itu sedikit limbung.

Dan ketika mereka memasuki tempat tersebut. Wanita itu langsung menutupi kedua kupingnya saat mendengar suara dentuman music yang begitu kencang dalam ruangan ini. Lampu-lampu dengan berbagai macam warna mengelilingi ruangan tersebut. Ruangan tersebut begitu gemerlap dengan segala macam yang ada didalamnya.

Wanita itu menutupi hidungnya, begitu indera penciumannya tersebut menghirup asap rokoknya yang membuatnya sesak. Dilihatnya Myungsoo yang terlihat mengedarkan penglihatannya. Seperti mencari seseorang yang mungkin saja dikenalnya. Wanita itu memekik pelan, ketika Myungsoo tiba-tiba saja menarik kembali lengannya. Dengan tergesa, melewati banyak orang yang sudah banyak kehilangan kesadaran mereka berkat minuman alcohol yang mereka tenggak.

Dan tiba-tiba saja Myungsoo kembali menghentikan langkahnya. Dan membalikan tubuhnya menghadap wanita tersebut. “Noona, kau tunggu disini sebentar. Aku akan kembali secepatnya!” sebelum wanita itu sempat berbicara. Myungsoo sudah memasangkan topi yang ia gunakan dikepala wanita tersebut. “Tidak ada pembantahan. Tunggu disini!”

Wanita itu menggerutu kesal melihat tindakan Myungsoo yang tiba-tiba meninggalkannya dipinggira lantai dansa. Saat ini keduanya tengah berada di sebuah club malam yang tak ia ketahui namanya. Letaknya sendiri tersembunyi di sebuah gang kecil tak berpenghuni. Beberapa kali wanita tersebut melirikan matanya ke kanan dan kiri. Memastikan tidak ada laki-laki hidung belang yang akan mengganggunya. Bulu kuduknya meremang tatkala melihat tindakan-tindakan tak senonoh di depan matanya. Ia hanya bisa mengumpat dalam hati, karena mengingat perintah Myungsoo yang menyuruhnya untuk tetap berada ditempatnya kini berdiri.

‘Apa yang sebenarnya dilakukan Myungsoo? Kenapa lama sekali?’

Tiba-tiba tubuhnya menegang karena melihat gerombolan laki-laki yang mengejar mereka tadi ada disatu ruangan yang sama dengannya. ‘Apa yang harus aku lakukan?’

Wanita membalikkan tubuhnya. Mengeratkan jaket yang ia gunakan untuk menutupi tubuhnya. Tak lupa ia menurunkan topi Myungsoo untuk menutupi wajahnya.

“Ya Tuhan, Myungsoo. Cepatlah datang!” gerutunya sambil memejamkan mata, karena takut gerombolan tersebut akan melihatnya.

Kakinya bergetar hebat. Wanita itu merasa sudah tak mampu untuk berdiri dengan tegap. Namun tiba-tiba, ia merasakan sebuah tangan yang memegang bahunya. Membuat mata wanita itu terbuka dengan sempurna.

“Diamlah. Aku akan menyelamatkanmu. Ikuti aku!” tanpa daya wanita itu hanya mengikuti kemana laki-laki itu –setidaknya suaranya lah yang membuktikan bahwa ia laki-laki–, membawa wanita itu pergi meninggalkan ruangan terkutuk itu. Melalui sebuah pintu rahasia, laki-laki itu membawa wanita itu pergi dengan selamat.

 

***

 

Myungsoo memandang sinis gerombolan laki-laki yang terlihat garang didepannya tersebut. Matanya menatap tajam lima orang yang memakai pakaian serba hitam tersebut. Dengan senyum miring yang ia perlihatkan membuat salah satu dari lima orang tersebut membuang ludahnya. Merasa terhina karena dipermainkan oleh anak kecil seperi laki-laki dihadapan mereka.

“Dimana kakakmu yang cantik itu? Cepat beritahu kami! Dia harus segera kami serahkan kepada boss kami.” Suara laki-laki tersebut terdengar begitu keras diantara suara hentakan musik yang terus mengalun didalam club tersebut.

“Hadapi aku dulu sebelum menemui Noona-ku!” suaranya begitu dingin dan membuat siapapun yang mendengarnya akan bergerak untuk lari. Namun tidak untuk lima orang yang ada dihadapannya, tugas yang diemban mereka mengharuskan mereka menghadapi Myungsoo.

Seorang dari mereka bergerak maju, mencoba melayangkan tinjunya. Namun dengan lihai Myungsoo mengelak dan menendang perut laki-laki tersebut dengan kakinya. Melihat teman mereka terjatuh. Keempat laki-laki lainnya, merasa tak terima dan bersamaan menerjang Myungsoo yang hanya sendirian.

Dan tepat ketika Myungsoo sedikit lengah ketika menghadapi serangan langsung dr keempatnya. Myungsoo terkena tinju tepat disudut bibirnya yang sebelah kiri. Membuatnya harus merasakan rasa anyir darahnya sendiri. Lalu dengan langkah sigap Myungsoo mengambil bangku yang ada dibelakangnya, dan melayangkannya kearah tiga orang sekaligus yang tadinya hampir menyerbu untuk memukul dirinya. Serangan Myungsoo membuat kelimanya terhenti sesaat. Dan dimanfaatkan Myungsoo untuk melarikan diri.

Dia harus selamat. Setidaknya itu yang ada dipikirannya saat ini. Ia sudah berjanji akan menemui kakak perempuannya itu. Dan ia tak ingin mengkari janjinya tersebut. Maka itu, Myungsoo terus berlari dengan rasa lelah yang semakin menjalari tubuhnya. Ia berlari dengan cepat menghindari orang-orang yang menginginkan kakaknya tersebut.

‘Setidaknya Noona akan baik-baik saja bersama Siwon Hyung.’

Saat ia menyebrangi jalan, tanpa disadari Myungsoo. Sebuah mobil hampir saja menabraknya. Namun dengan ketepatan yang baik. Myungsoo menghindarinya. Bergulir dengan cepat, sebelum mobil tersebut menabraknya.

“Ahh…” Myungsoo berdecit saat dirasanya tangan kanannya nyeri karena tertusuk benda tajam. Sebuah kaca kecil menancap di telapak kanannya. Mengeluarkan darah yang tak sedikit.

“Gweanchana?” suara yang sarat khawatir dari seorang wanita dibelakangnya, membuat Myungsoo menolehkan kepalanya melihat kearah wanita yang sedang menatapnya itu.

“Oppa!” teriak wanita itu. Membuat Myungsoo mengernyit, menjauhkan telinganya dari teriakan tersebut.

“MyungsooOppa, gweanchana?”

Myungsoo melirik dari balik bahu wanita tersebut. Menatap tajam gerombolan laki-laki yang sejak tadi mengejarnya tengah mengedarkan pandangan mereka ke kanan dan kiri untuk mencarinya. Lalu Myungsoo, melihat mobil putih didepannya –mobil yang nyaris menabraknya.

“Aku ikut mobil mu!” ucap Myungsoo cepat.

“Ye?”

Myungsoo memejamkan matanya, lalu membukanya dengan perlahan. Memperlihatkan tatapan dingin yang justru membuat wanita tersebut tersipu.

“Bawa aku ke Siwon Hyung!”

 

***

 

“Dimana Myungsoo?”

“Dia baik-baik saja. Dia akan segera menemuimu.” Wanita tersebut menatap tak percaya laki-laki yang tengah mengendarai mobilnya tersebut menjawab pertanyaan yang sama sekali tak berhubungan dengan apa yang ia tanya.

“Aku tau dia akan baik-baik saja. Aku Cuma mau tah-“

“Tiffany-ssi! Bisakah tutup mulut anda? Anda mengganggu saya yang sedang menyetir.”

“Ta-“

“Atau saya akan menurunkan anda ditengah jalan.”

Tiffany. Wanita yang telah diselamatkan laki-laki itu hanya membuka mulutnya tak percaya pada laki-laki tersebut.

Lalu dengan kesal, Tiffany membalikkan badan dan menghempaskan tubuhnya dengan kasar pada sandaran jok mobil tersebut.

“Aku hanya ingin tahu dimana Myungsoo.” Gerutunya dengan nada pelan. Namun masih terdengar ditelinga laki-laki itu. Meskipun laki-laki itu tak meresponnya. Ia begitu fokus melalui jalan yang mereka lalui kini.

Ia harus membawa wanita disampingnya ketempat yang aman. Tentunya harus dalam keadaan baik-baik saja. Sejujurnya laki-laki itu begitu gugup karena harus menyetir mobilnya sendiri. Mengingat ia mempunyai trauma tersendiri yang berhubungan dengan mobil.

Dan ini semua ia lakukan untuk Myungsoo. Laki-laki itu mendesah setiap kali mengingat nama tersebut. Adiknya itu, kenapa suka mencari masalah.

Laki-laki itu melirik wanita disampingnya dengan kesal. ‘Apa yang membuat Myungsoo sangat ingin melindungi perempuan ini?’

“Kau benar-benar tidak ingin memberitahuku dimana Myungsoo?”

“Dia akan segera menemuimu.”

“Aku tau dia akan segera menemuiku. Tapi aku ingin tahu dimana dia?”

Laki-laki itu menghentikan mobilnya dipinggir jalan. Lalu menatap Tiffany dengan tajam. “Tiffany-ssi. Apa kau ingin turun sekarang?”

Tiffany mengerjap-erjapkan matanya. Lalu menggeleng pelan.

“Bagus.”

Laki-laki tersebut kembali menjalankan mobilnya. Kembali memusatkan perhatiannya pada jalan yang ia lalui malam ini. Hening. Tak lama. Setelah itu, Tiffany kembali bertanya. Membuat Laki-laki itu bersumpah dalam hati, ia akan benar-benar menurunkan wanita tersebut.

“Boleh aku bertanya?”

“Tidak, jika dengan pertanyaan yang sama.” Jawab laki-laki itu dengan kesal.

Tiffany terlihat canggung. Ketika ia merasa laki-laki tersebut marah padanya. “A-ku hanya ingin tau…siapa namamu?”

Laki-laki tersebut menghela napas panjang sebelum menjawabnya.

“Siwon. Choi Siwon.” Dan ketika mendengar jawaban laki-laki itu. Bibir Tiffany terangkat keatas membentuk lengkungan kecil. Mengguman dengan pelan, nama Siwon berulang kali. Baik dibibir, maupun. Dihatinya.

 [to be countinued]

 

59 thoughts on “DON’T KNOW HOW TO LOVE Part 1

  1. Ada apa myungsoo dan fany,kenapa dikejar2 oleh pria2 yg bertubuh besar,dan juga kenapa fany harus diserahkan kepada bosnya pria2 yg mengejarnya….?apakah myungsoo dan fany ada utang…?saya juga tidak tau….hahaha….
    myungsoo dan fany bersaudaranya ya.yang tadi menyelamatkan fany adalah siwon,saya kira myungsoo dongsaengnya fany.siwon ah jangan bersikap dingin donk ama fany,kasian fanynya jadi takut nih.gadis yg memanggil myungsoo oppa itu siapa ya…?fany kyknya mulai suka sama siwon deh.
    Bagus thor ffnya.suka banget thor.sifany jjang.
    Tetap bersemangat thor dan terus berkarya.
    Author jjang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s