THE THIEF Part 1

The Thief poster baru

 

 

Title: The Thief (Part 1)

Author: Youngwonie

Cast: Siwon, Tiffany, Kyuhyun, Donghae

Other Cast: Yoona, Yuri, Hyukjae

Genre: Action, Romance

Length: 3Shoots

Rating: PG 18

Disclaimer: Semua Cast milik Tuhan dan ortu mereka masing masing. Saya hanya meminjam nama dan karakter mereka.

Don’t be plagiat.

Cerita ini hanya fiktif, kalau ada kesamaan nama dan tempat disesuaikan dengan ide kreatif author.

 

Summary:

Berlarilah, tapi kau tak bisa sembunyi

Karena aku akan menempel padamu seperti bayangan…

 

***The Thief Part 1***

 

July 1st 2013

Siwon’s house [09.35 KST]

Seorang pemuda sedang asyik bermain game dengan tablet pc miliknya. Dengan cekatan dia mengeser dan menekan jarinya di atas permukaan benda tipis persegi panjang itu.

“Yey…aku menang lagi, Hyung” teriaknya penuh semangat. Seorang pemuda lainnya keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk di tubuhnya. Pemuda yang bernama Siwon itu menggeleng- gelengkan kepala melihat adiknya yang dari tadi belum beranjak dari tempat tidurnya.

“Ya, sampai kapan kau akan bermain game terus, kyu? Cepat mandi, kita harus berbelanja untuk keperluan bulanan.”Siwon menarik selimut kyuhyun.

“Aku malas. Hyung saja yang belanja.”

“Memangnya aku pembantumu apa? Kalau kau tidak mau ikut, aku akan menyita semua peralatan milikmu, termasuk istri tabletmu ini.”seketika tablet pc itu sudah ada dalam genggaman Siwon.

“Ya, Hyung. Kau tega sekali. Arra, aku ikut.” Akhirnya sang dongsaeng pun beranjak ke kamar mandi mengikuti perintah Hyungnya.

 

Mabes Kepolisian, Seoul Gangnam  [10.00 KST]

“Perampok yang sedang kita hadapi bukanlah penjahat amatir. Dia bekerja sangat profesional, dia datang seperti kilat dan pergi seperti angin. Pekerjaannya sangat rapi dan Dia juga pandai menyamar. Tapi bukan tidak mungkin kita bisa menemukannya bahkan menangkapnya di kota sekecil Seoul. Aku sudah memerintahkan polisi terbaik yang kita miliki untuk menangani kasus ini.”Komisaris Jung menjelaskan dengan semangat kepada atasannya.

“Komisaris, ini bukan kasus sembarangan. Sepanjang karirku di dunia kepolisian, ini adalah kasus perampokan tersulit yang pernah ditangani polisi. Siapa yang sudah kau percayai untuk menanganinya?”

“Kapten Lee Donghae, dia adalah polisi terbaik yang kita miliki saat ini. Dia baru mengabdi kepada kepolisian selama 3 tahun, tapi dia sudah berhasil memecahkan puluhan kasus kriminal termasuk kasus- kasus besar seperti penyergapan markas gembong narkoba di Busan dua bulan yang lalu. Dia sangat cekatan dan teliti dalam menangani kasus. Mungkin metodenya tidak sepenuhnya mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan di kepolisian, tapi dia selalu berhasil dengan caranya itu.”

“Kau harus pastikan kalau anak buahmu bisa menangkap perampok itu, nama besar kepolisian dipertaruhkan dalam kasus ini.”

“Nde, sajangnim. Kami akan berusaha semaksimal mungkin.”

 

Andre Kim Boutique, Trees Building, Nonhyeon-dong, Gangnam [10.12 am KST]

“Seperti biasa, dia tidak meninggalkan jejak sama sekali. Hanya brankas dan meja etalase yang kosong ini jadi saksi bisu aksinya.” Seorang polisi bernama Lee Hyukjae sedang mengamati TKP perampokan semalam.

“Ne, kita harus benar- benar teliti. Dia pasti meninggalkan jejak walau hanya serpihan debu sekalipun.” jawab polisi lain yang kini sedang menggerak- gerakkan jarinya di atas permukaan tablet pc 7 inchi miliknya. Saat kakinya menginjak sesuatu, ia berjongkok dan mengambil benda itu dari lantai.

“Apa kau menemukan sesuatu, Kapten?” tanya Huykjae menghampiri teman sekaligus atasannya itu.

“Lihat ini.” Kapten polisi bernama Lee Donghae itu menunjukkan benda yang ditemukannya.

“Kartu As hati. Lagi?”

Donghae mengangguk.

“Dan aku berhasil membuat sebuah pola dari sepak terjangnya selama 4 bulan ini.”

“Jeongmalyo?”

“Coba perhatikan, dari lokasi toko- toko perhiasan yang dia rampok, hampir membentuk sebuah huruf.” Donghae menunjukkan peta GPS titik- titik lokasi perampokan dari tablet pc miliknya.

“Arasseo, kalau titik- titik ini dihubungkan…. hampir membentuk huruf ‘A’.”

“Ne, kalau aku tidak salah, tinggal 3 tempat lagi yang akan dia ‘kunjungi’.”

“Kalau begitu kita harus segera melapor ke komisaris Jung.”

“Kajja, kita kembali ke kantor sekarang. Aku sudah berhasil membaca jalan pikiran ‘Mr. A’ ini”

 

Lotte Departement Store  [10.45 KST]

Dua orang namja sedang berbelanja di supermarket, sang kakak sedang memilih beberapa sayuran segar dan memasukkannya ke dalam troli yang dibawa oleh adiknya.

“Hyung, kenapa mengambil sayuran sebanyak ini? Siapa yang mau memakannya?”

“Tentu saja kita, pabo. Memangnya siapa lagi?”

“Hyung kan tahu aku tidak suka sayuran.”

“Suka atau tidak, kau harus memakannya. Kau itu bertambah kurus, Kyu. Dengan tubuh kerempeng seperti itu, yeoja mana yang akan suka padamu? Kau harus makan makanan sehat dan berolahraga teratur agar punya tubuh atletis seperti hyungmu ini.”

“Kata siapa tidak ada yeoja yang menyukaiku? Lihat, kasir berambut panjang di kasa 2 itu. Dia selalu mencuri pandang kepadaku setiap kali kita belanja di sini.” Kyuhyun menunjuk seorang kasir yang sedang melayani pembeli.

“Jinjja? Dia cantik juga, manis. Benar- benar tipemu.”

Mereka berbaris di antrian untuk membayar belanjaan mereka. Tentu saja di kasa tempat kasir yeoja tadi. Sampailah pada giliran mereka.

“Semuanya 157.400 won, Tuan.” Sang kasir menyebutkan angka yang harus dibayar Kyuhyun dan Siwon. Siwon mengeluarkan uang dari dompetnya dan memberikan uang 200 ribu won kepada kasir.

“Jadi namamu Im Yoon Ah?” Siwon membaca nametag kasir tersebut.

“Nde, panggil saja saya Yoona. Ada yang yang lain,Tuan?”

“Aku siwon, dan ini dongsaengku Kyuhyun. Apa kau menyukai adikku ini?” Siwon menunjuk kepada Kyuhyun yang sedang membereskan belanjaan mereka.

“Nde? Ah…animidha.”jawab Yoona gugup. Mukanya memerah.

“Tidak usah malu. Dia juga sepertinya me…mmph.”Kyuhyun segera membekap mulut Siwon dengan tangannya.

“Jangan dengarkan dia. Hyungku ini memang suka bercanda.”

“Nde. Ini kembaliannya, Tuan. Kamshamidha. Selamat datang kembali…” Yoona tersenyum kepada mereka berdua setelah memberikan kembalian kepada Siwon.

Setelah keluar dari supermarket, Kyuhyun mulai protes atas tindakan Siwon tadi.

“Hyung ini apa- apaan sih, aku kan jadi malu.”

“Jawab aku, apa kau benar- benar menyukainya?”

Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Aish, hyung ini kepo sekali. Sebenarnya, sudah dari dulu aku suka padanya. Tapi aku tidak berani mendekatinya.”

“Ya, kemana otak cerdas dan IQ tinggi yang sering kau banggakan itu? Mendekati yeoja saja tidak bisa.”

“Sudahlah, Hyung. Aku tidak mau membahasnya sekarang. Perutku sudah lapar, ayo kita cari makan di sekitar sini.”

“Keudae, tapi kau taruh belanjaan ini dulu ke mobil, aku ke restauran pesan makanan.”

“Nde.” Kyuhyun menuju parkiran sedangkan Siwon ke restauran yang tiak jauh dari parkiran.

Setelah memesan makanan, Siwon duduk di meja sambil menunggu Kyuhyun dan pesanan mereka. Ia melihat berita yang sedang ditayangkan di televisi yang ada di restauran tersebut.

‘Malam ini terjadi perampokan lagi di Seoul. Kali ini sasarannya adalah toko perhiasan milik desainer terkenal Andre Kim. Diduga pelakunya adalah orang yang sama yang telah menjadi buronan polisi sejak 4 bulan yang lalu karena telah berhasil menyapu bersih sejumlah toko perhiasan besar di Seoul. Polisi masih menyelidiki kasus perampokan ini. Pihak kepolisian menyatakan akan segera menangkap pelakunya yang diduga tidak lebih dari 2 orang. Demikian laporan langsung dari Trees Building, Nonhyeon-dong, Gangnam.’

Siwon menyeringai setelah menyimak berita tadi.

“Waeyo?”Kyuhyun baru saja datang dan bergabung dengannya.

“Ani. Kajja kita makan, setelah ini banyak yang harus kita kerjakan.”

 

Markas Besar Kepolisian, Seoul  Gangnam [13.05 KST]

“Pelakunya tidak lebih dari 2 orang, mungkin hanya satu orang. Dia masuk dari belakang toko. setelah mematikan alarm dan kamera cctv, dia memulai aksinya dan keluar dari atap gedung dengan menggunakan gantole, dia terbang dan menjauh dari TKP.” Donghae menjelaskan kronologi perampokan berdasarkan hasil pengamatannya kepada komisaris Jung.

“Lalu bagaimana rencanamu selanjutnya, Kapten Lee?”

“Aku sudah tahu pola kerjanya. Lihat ini sajangnim. Ini adalah titik lokasi yang sudah berhasil dirampoknya. Kalau kita menghubungkannya, akan terbentuk beberapa garis yang hampir membentuk sebuah huruf.”

“’A’. Benar?”

“Nde.”

“Kau tidak bisa langsung mengambil kesimpulan seperti itu. Kalau ini hanya sebuah kebetulan bagaimana?”

“Tidak mungkin. Aku sudah mengamatinya selama 4 bulan. Ini bukan sebuah kebetulan, karena tempat- tempat ini terbentuk dalam satu garis lurus. Dia tidak memilih Ocean Blue Jewelry yang tokonya lebih besar dan harga perhiasannya lebih mahal dibanding milik Andre Kim, karena jika begitu dia akan merusak pola yang sudah dibuatnya dari awal. Sepertinya dia bukan hanya pemburu perhiasan, Sajangnim. Tapi juga seorang seniman yang sangat menyukai teka- teki dan permainan.” Donghae berhenti sejenak lalu melanjutkan analisanya.

“Setiap selesai melakukan aksinya, dia juga selalu meninggalkan kartu As hati. Kartu As berarti angka 1, dan aksinya selalu berhubungan dengan angka 1. Seperti semalam, tepat tanggal 1 pada jam 1 dini hari. Dan perampokan sebelumnya juga terjadi di tanggal 21 jam 1 dini hari. Oleh karena itu aku sangat yakin dengan kesimpulanku ini, Sajangnim.”

“Keudae, aku tidak akan meragukan pengamatanmu itu. Lalu, menurutmu dia akan melakukan aksi berikutnya di… Choppard Boutique, Galleria Plaza pada tanggal 11?”

“Benar. Kita harus bersiap- siap di sana untuk menyambut ‘kedatangannya’.”

“Lakukan saja yang menurutmu bisa menghentikan aksi ‘Mr. A’ ini. Aku percaya padamu, Donghae. nama besar kepolisian Gangnam ada ditanganmu sekarang.”

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin, Sajangnim.  Kalau begitu saya permisi dulu.”

Donghae keluar dari ruangan komisarisnya. Diambilnya ponsel dari saku celananya. 15 panggilan tak terjawab. Dia memang men-silentnya saat menghadap komisaris tadi. Donghae membaca nama yang tertera di layar smartphonenya itu. ‘My Jessi’. Ia tersenyum dan segera menghubungi Jessica.

“Yeoboseo…”

‘Ya, oppa kemana saja. Kenapa tidak menjawab teleponku?’ Donghae menjauhkan ponsel dari telinganya setelah mendengar teriakan khas milik istrinya tersebut.

“Tadi aku sedang menghadap  Appamu, yeobo. Ada hal penting yang harus kulaporkan padanya.”

‘Jinjjayo? Oppa tidak sedang makan siang dengan teman polwan oppa yang seksi itu kan?’

“Nugu? Kwon Yuri maksudmu?”

‘Ne. kata Hyukjae oppa, dia suka menggodamu di kantor.’

“Jangan dengarkan Hyukjae, dia hanya iri padaku karena Yuri tidak mau dekat dengannya.”

‘Arraseo. Tapi oppa tidak boleh memberi kesempatan padanya untuk menggoda oppa.’

“Kau percaya padaku kan, Nyonya Lee. Oh iya bagaimana kabar jagoan kita? Sedang apa dia sekarang?”

‘ Krystal sedang menyuapinya.’

“Jinjja? Kupikir Krystal sudah berangkat ke NY.”

‘Krystal tidak jadi berangkat hari ini. Dia akan pergi minggu depan. Oh ya Oppa, Aku tutup dulu teleponnya. Sepertinya Kyung Seo menangis mencariku. Anneyong, my fishi.’

“Anneyong, my princess.”

***The Thief***

 

July 9th 2013

Siwon’s house [21.25 KST]

“Bagaimana, Kyu? Sudah dapat  gambaran optiknya?” Siwon mendekat ke arah Kyuhyun yang sedang mengotak- atik laptopnya.

“Beres, Hyung. Lihat.”Kyuhyun tersenyum puas dan membalikkan monitor laptopnya ke arah Hyungnya.

“Perfect. Kau memang jenius. Aku akan dengan mudah keluar masuk toko itu.”

“Tapi, Hyung. Aku sedikit ragu meneruskan ini. Bagaimana kalau polisi dapat membaca rencana kita?”

“Tidak mungkin. Mereka itu sangat bodoh. Ada ratusan toko perhiasan di Seoul. Mereka tidak akan bisa menebak mana target kita berikutnya.”

“Tapi aku dengar yang menangani kasus ini adalah Kapten Lee Donghae, dia terkenal sebagai polisi yang pintar.”

“Aku tahu. Tapi kita adalah penjahat jenius yang tidak sebanding dengannya.”

“Bagaimanapun Hyung harus berhati- hati. Aku tidak mau Hyung tertangkap.”

“Ne, kau harus percaya padaku.”

Siwon dan Kyuhyun adalah perampok yang selama ini menjadi buronan polisi. Siwon yang bertugas melakukan aksi langsung dengan menggunakan kemampuan bela diri dan kekuatan fisiknya. Sedangkan Kyuhyun bekerja dibalik layar dengan memonitor pergerakan Siwon dan memberikan petunjuk kepadanya. Kyuhyun juga menciptakan alat- alat canggih yang digunakan Siwon dalam melakukan aksinya.

Siwon sedang membereskan senjatanya karena besok malam mereka akan beraksi lagi.

“Hyung, aku keluar sebentar.”

“Kemana?”

“Jalan- jalan. Sepertinya aku butuh refreshing setelah memeras otakku untuk mempersiapkan aksi kita besok malam.”

“Ne, tapi jangan terlalu lama. Kau butuh istirahat untuk misi besok.”

“Arasseo.”

 

Galleria Plaza, Gangnam [20.16 ]
Di dalam toko Chopard Boutique, Donghae dan Hyukjae sedang melakukan observasi untuk menyusun rencana penyergapan perampok yang mereka beri nama Mr. A itu.

“Kau yakin Mr. A akan melakukan aksi berikutnya di sini?”

“Ne, aku sangat yakin. Besok malam dia akan datang. Penjagaan di sini harus diperketat. Jangan sampai dia mendapatkan celah sedikitpun.”

“Nde, kapten.”

Sementara itu, Kyuhyun ternyata melihat mereka dari jauh. Yang dikhawatirkannya memang benar, polisi sudah membaca rencana Siwon. Kyuhyun baru saja akan menghubungi Siwon saat tiba- tiba seseorang menabraknya.

“Jwoseohamidha…”

“Neo? Kau Yoona kan? ” Kyuhyun kaget setelah melihat wajah yeoja yang menabraknya.

“Neo? Kyuhyun-sshi?”

“ Kau masih ingat namaku rupanya. Sedang apa malam- malam di sini? Kau tidak bekerja?”

“Aku sedang jalan- jalan. Kebetulan aku libur hari ini. Kau sendirian? Mana Hyungmu?”

“Oh, hyungku di rumah. Aku bosan, jadi aku jalan- jalan disekitar sini. Kau juga sendirian?”

“Ne,teman- temanku sedang kencan dengan namjachingu mereka.”

“Kau tidak punya namjachingu?”

Yoona menggeleng.  “Kebetulan sekali.”gumam Kyuhyun.

“Nde?”
“Ah,,, Ani. Bagaimana kalau kita jalan bersama?”

Yoona tampak ragu menjawab ajakan Kyuhyun.

“Kau tidak mau? Aku hanya tidak tega melihat seorang gadis jalan sendirian malam- malam.”

“Ani, aku mau.”

Akhirnya Yoona dan Kyuhyun jalan berdua. Mereka saling mengobrol tentang hobi masing- masing. Setelah puas jalan- jalan, Kyuhyun mengantar Yoona pulang ke rumahnya.

“Gomawo sudah mengantarku.”

“Ne, cheonmayo. Kau tinggal sendirian?”

“Ani, dengan sepupuku. Tapi dia jarang pulang.”

“Kalau begitu kau harus hati- hati. Aku pulang dulu. Anneyong.”

“Anneyong.”

***The Thief***

 

July 10th 2013

Siwon’s house [08.13 KST]

Siwon sedang membuat sarapan untuknya dan Kyuhyun. Kyuhyun yang baru turun dari kamarnya langsung duduk di meja makan.

“Hyung, semalam aku melihat polisi di sekitar target. Sepertinya mereka sudah tahu rencana kita.”

Siwon masih sibuk dengan masakannya.”Baguslah kalau begitu, pertarungan jadi semakin seru. Lihat saja siapa yang lebih pintar, kita atau para polisi itu.”

“Tapi, Hyung…”

Siwon menyiapkan makanan di meja makan. “Habiskan sarapanmu. Jangan bicara lagi.”

***The Thief***

 

July 11th 2013

Galleria Plaza, Gangnam [00.23 KST]

“Ini kopimu, Kapten Lee.” Sersan Yuri memberikan secangkir kopi kepada Donghae. Kali ini dia diikutsertakan dalam misi penyergapan Mr. A atas usul Hyukjae.

“Gomawo.”

“Ya, untukku mana? Kenapa cuma Donghae yang dikasih?” Hyukjae protes kepada Yuri.

“Kau buat saja sendiri.”jawab Yuri ketus.

“Ini ambil saja punyaku kalau kau mau.” Donghae menyerahkan kopinya kepada Hyukjae.

“Ya, oppa kenapa berikan kopimu padanya? Hyukjae-sshi berikan kembali kopi itu.”

“Shireo, Donghae sudah memberikannya untukku.”

“Kita sedang bertugas, jangan banyak bercanda. Apa semua sudah di posisi masing- masing?”

“Siap kapten.” Jawab Hyukjae dan Yuri kompak.

“Bagus, sebentar lagi dia pasti datang.”Donghae melirik arlojinya.

“Tapi, Kapten.  Kenapa bagian dalam tidak diberi penjagaan?” Yuri bertanya kepada Donghae.

“Kita akan membiarkannya masuk dan mencuri, tapi tidak akan membiarkan dia keluar dengan bebas.” Hyukjae dan Yuri mengangguk mengerti dengan rencana Donghae.

Sementara itu, Siwon sedang bersiap- siap memasuki toko perhiasan itu. Ia sudah memakai pakaian serba hitam dan topeng. Serta peralatan yang lengkap. Semua sisi sudah di jaga oleh 2 orang polisi. Satu- satunya jalan masuk untuk Siwon adalah dari atas. Siwon naik ke atap gedung di sebelah Chopard boutique dan malompat dari sana ke atap Chopard Boutique. Siwon membuka saluran udara dan masuk lewat lorong saluran udara tersebut, karena sarung tangan dan sepatunya dirancang khusus, ia dapat merayap tanpa suara di lorong sempit itu. Ia berhasil sampai ke dalam ruangan toko yang berisi banyak perhiasan. Ia menjulurkan kepalanya ke bawah, ia tidak melihat polisi di dalam sana. Dia menekan sebuah tombol pada arlojinya. Memberi tanda pada Kyuhyun bahwa ia sudah masuk ke dalam ruangan. Kyuhyun segera mematikan System cctv dan alarm lewat laptopnya dari dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari Galleria Plaza.

“Semua system off.” Ucap Kyuhyun. Siwon dapat mendengar suara kyuhyun lewat earphone yang dipakainya.

Dia turun dengan posisi terbalik, kemudian dengan gerakan salto ia segera membalik tubuhnya dan berdiri normal. Ia segera mengambil semua perhiasan yang ada di toko tersebut termasuk yang ada di dalam brankas. Ia tidak kesulitan membuka setiap brankas karena system keamanan sudah dimatikan oleh Kyuhyun.

Di luar, Donghae masih berjaga bersama Hyukjae dan Yuri.

“Ada yang tidak beres.”gumam donghae. Ia mengernyitkan dahinya.

“Wae?” Yuri bertanya.

“Ini sudah jam satu lebih 5 menit, harusnya dia sudah beraksi.”

“Tapi kamera cctv masih menyala dan tidak ada pergerakan di dalam sana.”Hyukjae menunjukkan rekaman live cctv dalam monitor yang dipegangnya. Donghae melihatnya sejenak.

“ Perbesar kamera yang menghadap jam dinding di dalam toko.”

Hyukjae meng-zoom rekaman yang diminta Donghae. Donghae memicingkan matanya.

“Jarum detiknya tidak bergerak, ini tipuan. System sudah dimatikan.”

“Mwo?” Hyukjae dan yuri membulatkan matanya, mereka melihat rekaman itu dengan teliti. Benar yang dikatakan Donghae.

“Perintahkan semuanya untuk siaga. Jangan sampai dia lolos.”

“Siap kapten.”

Donghae masuk ke dalam toko, tapi toko tesebut sudah bersih tak ada satupun perhiasan yang tertinggal. Ia mengambil Kartu As hati yang tergeletak di lantai.

Sementara itu Siwon yang sudah menyelesaikan misinya, menuju pintu belakang toko. ada dua orang penjaga di sana. Ia langsung membidik mereka dengan arlojinya yang bisa mengeluarkan peluru bius sebesar jarum.

Klik! Klik!

Kedua polisi itu pun tumbang. Siwon dengan leluasa keluar dari sana.

“Eagle masuklah. Berikan laporanmu. Ya, kenapa tidak ada yang menjawab? Eagle masuk! ” Hyukjae kesal karena polisi yang bertugas menjaga pintu belakang tidak menjawab panggilannya.

“Wae?”

“Eagle tidak memberi jawaban.”

Donghae membulatkan matanya. “Sial!” Donghae langsung berlari menuju pintu belakang gedung, Hyukjae ikut lari mengikutinya.

“Kemana dia pergi?” Donghae dan Hyukjae melihat dua orang anak buah mereka yang sudah tergeletak.

“Kau cari ke selatan, aku ke utara.” Perintah donghae.

“Ne”

Mereka berpencar. Hyukjae melihat seorang bapak tua sedang membawa kantong sampah berjalan menuju ke jalan raya.

“Ahjusshi berhenti.” Orang itu berhenti dan berbalik ke arah Hyukjae.

“Apa Ahjusshi melihat seseorang lari dari dalam gedung ini?”

“Ani. Aku dari tadi sibuk mengumpulkan sampah.”

“Kalau begitu, mianhae  sudah mengganggu Anda.” Hyukjae berbalik meninggalkan pemulung itu. Ia berpikir sejenak, “Sepertinya ada yang aneh pada Ahjusshi tadi. Benar, Dia membawa sampah dengan kantong yang besar, tapi masih bisa berjalan tegak.”

“Berhenti.” Hyukjae berteriak pada pemulung tadi yang kini sudah berdiri di tepi jalan.

Pemulung tadi menyeringai, sebuah mobil berhenti di depannya, ia melempar kantong sampah ke dalam mobil tersebut dan dia pun melompat ke dalamnya. Hyukjae berlari mengejar mobil itu, tapi mobil itu sudah melaju kencang. Hyukjae tertunduk di jalan. Ia kelelahan. Donghae yang tadi melihatnya berlari, segera menyusulnya.

“Wae?”

“Mr…’A’. Dia… sudah kabur.” Dengan terbata- bata Hyukjae menjawab pertanyaan Donghae.

“Mwo? Kau melihatnya? Bagaimana dia bisa lolos.”

“Dia menyamar sebagai pemulung. Aku tidak menyadarinya sampai dia pergi dengan sebuah mobil.”

“Mobil?”

“Ne. Warna hitam. Aku tidak sempat melihat merk mobil dan plat nomornya. Kejadiannya sangat cepat.”

“Sial!” Donghae meremas kartu As hati yang dari tadi dipegangnya.

***The Thief***

 

July 15th 2013

Siwon’s House [09.34 KST]

Siwon sedang berlari di atas treadmil yang terdapat di ruang fitnes pribadinya sambil mendengarkan musik. Tiba- tiba Kyuhyun masuk dan melakukan hal yang sama.

“Tumben?”

“Bukankah Hyung yang menyuruhku untuk berolahraga?”

“Kenapa baru sekarang kau menuruti omonganku? Pasti ada maksud lain. Apa kau dan gadis kasir itu sudah jadian?”

“Sebenarnya kami masih pendekatan. Dia sangat pemalu. Aku harus lebih agresif padanya.”

“Good job. Kau harus terus berusaha.”

“Hyung sendiri bagaimana? Apa tidak ada yeoja yang menarik hatimu?”

“Saat ini belum ada.” Siwon menambah kecepatan, Kyuhyun mengikutinya. Tapi baru beberapa menit Kyuhyun sudah tidak kuat berlari lagi. Ia terjatuh dan duduk berselonjor di lantai.

“Huft … aku sudah tidak kuat lagi Hyung.” Siwon hanya bisa terkekeh dan menggelengkan kepalanya melihat dongsaengnya itu.

Siwon sedang menonton tv, saat Kyuhyun turun dari kamarnya dengan pakaian rapi.

“Mau kemana?”

“Mengajak Yoona kencan. Sekalian aku ingin merekam target baru kita.”

“Ok, tapi jangan gegabah. Jangan sampai Yoona menyadari aksimu.”

“Nde, arasseo.”

 

Doosan Tower , Dongdaemun [17.20 KST]

Kyuhyun mengajak Yoona berjalan- jalan di kawasan Dongdaemun. Setelah puas berbelanja, Kyuhyun mengajak Yoona ke toko perhiasan Royal Antique Jewelery yang ada di dalam Doosan Tower.

“Aku ingin membeli sebuah cincin, kau bisa bantu aku memilihkannya?”

“Cincin seperti apa?”

“Cincin untuk melamar seorang gadis.”

“Mwo? Kau akan melamar seseorang?”

“Ani. Bukan aku. Tapi Hyung yang menyuruhku membelikannya.”

“Owh, jadi Hyungmu ingin melamar kekasihnya.”

“Ne, begitulah.”

“Arasseo.” Yoona sibuk melihat- lihat cincin yang terpajang di etalase toko. sedangkan tanpa sepengetahuannya, Kyuhyun menempelkan sesuatu seperti stiker transparan pada setiap bagian yang strategis dalam toko perhiasan itu.

“Kalau yang ini bagaimana?” Yoona menunjukkan cincin pilihannya kepada Kyuhyun. Kyuhyun memperhatikan cincin itu.

“Tidak buruk.”Komentar Kyuhyun singkat.

Yoona mempout bibirnya,“Kau tidak suka? Kalau begitu aku akan mencari yang lain.”

“Ani. Tidak usah, seleramu lebih bagus dari pada aku soal perhiasan. Kita ambil yang itu.”

“Jinjja?”

“Ne.”

Kyuhyun segera membayar cincin tersebut, setelah itu dia mengantar Yoona pulang ke rumahnya.

 

Yoona’s House [20.15 KST]

“Kau tidak mau masuk dulu, aku bisa membuatkanmu kopi.” Yoona menawarkan Kyuhyun untuk mampir ke rumahnya.

“Lain kali saja. Aku masih banyak pekerjaan.”

“Baiklah, tapi lain kali kau tidak boleh menolak.”

“Ne, aku janji.”

“Ok. Hati- hati di jalan.”

“Emmm, boleh aku minta sesuatu sebelum pulang?”

“Mwo?”

Kyuhyun mendekati Yoona dan

Chu!

Kyuhyun mencium bibir Yoona singkat, Yoona membulatkan matanya kaget.

“Gomawo.” Kyuhyun tersenyum lalu masuk ke mobilnya  meninggalkan Yoona yang masih shock karena ciuman pertamanya sudah diambil Kyuhyun. Setelah sadar, Yoona tersenyum dan menyentuh bibirnya dengan tangannya. Ia pun melenggang masuk ke rumahnya dengan hati berbunga- bunga.

“Ya, Siapa namja itu?” seseorang tiba- tiba muncul di hadapannya.

“Yuri unnie? Mengagetkanku saja. Sejak kapan unnie datang?”

“Jawab dulu pertanyaanku. Apa dia namjachingumu?”

“Emmm, sebenarnya kami belum jadian…”

“Lalu kenapa kau mau dicium olehnya?”

“Sudah lama aku suka padanya dan kurasa dia juga menyukaiku. Aku senang karena dia yang mengambil ciuman pertamaku. Unnie harus jatuh cinta, baru tahu rasanya.”

“Tau apa kau soal cinta? Jangan mengajariku, aku lebih berpengalaman dari pada kau.”

“Lalu, kenapa unnie belum punya pacar sampai sekarang?”

“Itu karena aku…Ya, jangan tanya- tanya terus. Aku lapar cepat buatkan makan malam.”

“Nde,,, unnie galak sekali.”

***The Thief***

 

July 20th 2013

Siwon’s house  [19.53 KST]

“Sepertinya mereka memperketat penjagaan, Hyung” Kyuhyun menunujukkan rekaman gambar toko Royal Antique Jewelery yang ada di laptopnya kepada Siwon.

“Benar, mereka menyewa bodyguard untuk menambah keamanan”

“Bukan hanya itu, lihat sinar infra red yang di pasang pada etalase mahkota berlian itu, juga pada kalung berliontin batu saphire dan semua perhiasan yang dipajang pada etalase khusus.”

“Berarti aku harus bekerja lebih keras.”

“Ne, aku aku akan membuatkan softlens khusus untuk melihat sinar infra red itu agar Hyung tidak terjebak.”

“Apa tidak sebaiknya aku ikut dengan Hyung untuk menjalankan misi ini?”lanjut Kyuhyun.

“Andwe, kau tetap di posisimu. Aku yakin bisa melakukannya sendiri. Kau akan sangat membantu dengan mengawasiku seperti biasa.”

 

Royal Antique Jewelery, Dongdaemun Seoul [00.54 KST]

Seseorang mengendap- endap memasuki toko perhiasan yang sudah dijaga ketat oleh polisi dan beberapa orang algojo. Dengan pakaian serba hitam dan topeng, ia berhasil masuk ke dalam toko lewat saluran udara. Dilihatnya banyak perhisan mahal yang terpajang dalam etalase khusus. Ia melangkah mendekati salah satu etalase.

“Jangan bergerak!” seseorang menghentikan langkahnya. sang pencuri itu pun mengalihkan pandangannya pada sumber suara.

“Selangkah lagi kau mendekati etalase itu, alarm akan berbunyi dan para penjaga akan datang kemari.” Siwon sudah berdiri di salah satu sisi ruangan yang agak gelap.

“Siapa kau?”

“Harusnya kau tahu siapa aku, karena kau berusaha meniruku,” Siwon melangkah dari tempatnya berdiri dan mendekati Mr. A palsu itu. Sang pencuri mundur dan hampir menyentuh sinar infra red yang tidak kasat mata, tapi Siwon dengan sigap segera menariknya.

“Kalau kau mau jadi pencuri, setidaknya kau harus lebih pintar. Apalagi… kau seorang yeoja.”Siwon menunjukkan senyum evilnya.

“Bagaimana kau tahu?”

“Dari matamu.” Mereka saling berpandangan cukup lama.

‘Hyung, cepat pergi dari situ, polisi dan penjaga mulai masuk.’ Suara Kyuhyun yang terdengar dari earphone-nya membuat Siwon tersadar.

“Ikuti aku.” Siwon menarik tangan yeoja yang menyamar sebagai dirinya itu. Mereka berlari keluar dari ruangan. Tapi sial, 3 orang algojo sudah sampai di hadapan mereka.

“Mau lari kemana kalian?” salah satu algojo berkata dengan nada geram.

Siwon dan yeoja itu melangkah mundur.

“Kau bisa berkelahi?” Siwon bertanya kapada yeoja di sebelahnya. Yeoja itu mengangguk. Mereka mengambil ancang- ancang dan mulai melawan para algojo yang tubuhnya 2 kali lebih besar dari mereka. Dengan jurus taekwondo yang dimilikinya, Siwon tidak merasa kesulitan menghajar 2 orang algojo sekaligus sampai mereka babak belur terkena pukulan dan tendangannya. Ternyata yeoja yang bersamanya pun tak kalah hebatnya, 1 orang algojo yang dilawannya sudah jatuh tersungkur di lantai. Setelah mereka selesai mengalahkan 3 algojo itu. Mereka terus berlari menuju atap gedung. Polisi sudah ada di belakang mengejar mereka.

“Berhenti,” Donghae menembakkan pistolnya ke atas untuk memberi peringatan. Hyukjae dan Yuri mengikuti di belakangnya.

Dor! Dor! Dor!

Suara- suara tembakan terus bergemuruh.  Donghae, Hyukjae dan Yuri terus menembak ke arah Siwon dan yeoja yang bersamanya. Tapi mereka selalu berhasil menghindar. Akhirnya mereka berhasil sampai ke atap. Tapi para polisi pun masih mengejar mereka.

“Menyerahlah…!” Donghae membidikkan senjatanya kepada Siwon dan duplikatnya.

“Tidak semudah itu, Kapten Lee.” Siwon menyeringai, ia sudah berada di tepi atap gedung. Siwon menggenggam erat tangan yeoja di sampingnya. Lalu ia bergerak mundur dan menjatuhkan dirinya dari gedung. Siwon memeluk pinggang yeoja yang bersamanya, lalu ia menekan sabuk yang dikenakannya hingga mengeluarkan parasut kecil yang membantunya mendarat dengan mudah. Donghae segera melihat mereka dari atap gedung dan menembakkan senjatanya ke arah dua pencuri itu. Tapi tembakannya selalu meleset. Siwon tersenyum pada Donghae dan memberi tanda hormat padanya sebelum berlari dan masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya. Lalu mobil itu pun melesat seperti angin dan segera menghilang dari tempat itu.

Donghae geram karena dia tidak berhasil menangkap ‘Mr. A’ walaupun sudah berada di depan matanya. Hyukjae dan Yuri berlari menghampirinya.

“Bagaimana, Kapten?”Hyukjae bertanya pada Donghae yang masih berdiri di tepi atap.

“Dia berhasil lolos.”

“Tadi bukankah ada dua orang?” kali ini Yuri yang mengajukan pertanyaan.

“Ne, tapi aku tidak tahu siapa yang satunya.”

“Apa mungkin dia membawa teman?”

“Aku tidak yakin. Kalau sejak awal mereka bekerja sama pasti toko perhiasan ini sudah bersih tanpa memakan waktu yang lama. Tapi kali ini, mereka tidak berhasil membawa apapun.”

“Benar juga.”gumam Yuri.

“Satu saja sudah susah, sekarang malah ada dua?” Hyukjae menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Sementara itu di sebuah jalanan yang sepi, siwon menarik yeoja yang tadi bersamanya keluar dari mobil. Mereka sudah berdiri berhadapan. Siwon menatap tajam pada yeoja yang menyamar sebagai dirinya itu.

“Siapa kau sebenarnya?”

 

To Be Continue……

 

 

 

52 thoughts on “THE THIEF Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s