Did U know How Much I Miss U?

Did U know How Much I Miss U?

image

Author : Elsa Mardian (@echa_mardian)

Genre : Romance, Comedy

Rating : PG-17

Main Cast : Choi Siwon, Hwang Tiffany

Other Cast : Im Yoona, Jung Jessica, Kim Taeyeon, Jung Krystal, Cho Kyuhyun

Disclaimer :

Semua pemeran ciptaan Tuhan. Imajinasi milik Echa. Echa minjem mereka ke Tuhan, so jadilah FF ini. Jangan ada yang berani-berani plagiat. Karena plagiat hanya milik Chibi😀



 

 

♥♥♥

Tiffany keluar dari kamar Taeyeon dan Sunny dengan wajah bersemu merah. Begitu pula dengan Jessica serta Taeyeon sendiri. Tak ada yang berani memulai pembicaraan diantara mereka. Apa yang mereka tonton beberapa menit yang lalu membuat mereka tidak tahu apa yang harus dijadikan bahan pembicaraan. Ada perasaan malu, gugup serta masih penasaran.

“Engh…sepertinya aku akan mengunjungi Leeteuk Oppa sore ini. Ada yang ingin ikut?” Taeyeon memecah kecanggungan.

Tiffany dan Jessica serentak menoleh pada sang leader. “Mwo?”

“Mengunjungi namjachinguku. Apa kurang jelas?” sindir Taeyeon.

“Oh,” ucap Jessica dan Tiffany serentak. Tiffany meneguk segelas besar orang juice sementara Jessica menyibukkan diri memilih-milih snack di dalam kulkas.

“Taeng-ah, aku ada janji makan malam dengan Krystal. Kau dan Fany saja, ne!” jawab Jessica.

Tiffany mengerling Jessica dengan tajam.

“Kau ikut Fany-ah?” tanya Taeyeon.

Taeyeon memandang Taeyeon bimbang. Ia malas keluar dorm hari ini. Apalagi ke camp militer yang butuh penyamaran. Tiffany yakin, Taeyeon merindukan Leeteuk setelah mereka menonton film yang ehm….beberapa menit yang lalu. Apa Taeyeon dan Jessica pikir ia tidak merindukan kekasihnya juga?

Mianhae, Taeng-ah. Aku akan ke apartemen Siwon Oppa malam ini. Ajak saja Yoona!” bohong Tiffany. Jangankan ke apartemen Siwon, mendapat kabar dari pria itu selama 3 hari ini saja ia belum.

Teayeon menghela napas dan melamun. Melihat itu Tiffany dan Jessica saling mendekat lalu mereka saling pandang. Kedua gadis Amerika itu mempunyai pikiran yang sama saat ini, oleh karena itu mereka menolak ajakan Taeyeon.

Hei Jess. Do you think she misses her boyfriend at the moment?

Jessica mengangguk cepat. Ia balas berbisik, “of course. Therefore she wants to meet Leeteuk Oppa.

“Ini semua gara-gara film yadongmu itu. Aku juga merindukan namjaku,” desis Tiffany tajam. Jessica langsung menatap Tiffany dengan tatapan mematikannya yang terkenal.

“Yah! Kenapa kau menyalahkanku? Kita menonton film itu kan bukan atas ideku, tapi ide Taeyeon,” Jessica mendesis-desis seperti ular. Hal tersebut mengundang perhatian Taeyeon yang duduk di kursi meja makan. Ia curiga kenapa kedua sahabatnya saling berdesis di dapur.

“Yah yah! Apa yang kalian lakukan, eoh? Kalau tidak ingin menemaniku ya sudah. Aku akan pergi sendiri,” omelnya lalu berjalan kembali ke kamarnya. “Lagipula pergi sendirian lebih bebar hihihi,” sambung Taeyeon lalu terkikik geli.

Tiffany benar-benar terperangah.

“Kau lihat kan? Sepertinya Taeyeon benar-benar dalam hormone romantis saat ini. Biarkan saja ia menemui Leeteuk Oppa sendirian. Kehadiran kita hanya menghambat langkahnya,” ujar Jessica kemudian meneguk sisa orange juice milik Tiffany.

Tiffany merenung. Pikirannya kembali tertuju pada Siwon. Akhir-akhir ini Siwon jarang sekali menghubunginya. Tapi syukurlah pria itu selalu mengirimkan pesan untuknya sekedar untuk mengucapkan “I love u” atau “I miss u”. Tiffany mengerti kalau kekasihnya itu sedang sibuk, sebab dirinya sendiri juga kewalahan dengan padatnya jadwal SNSD.

Kebetulan selama satu minggu ini SNSD belum mempunyai jadwal yang terlalu sibuk dan tur dunia mereka ke Taiwan masih beberapa hari lagi. Jadi maklum saja kalau Tiffany merindukan Siwon. Karena kalau ditengah kesibukannya, Tiffany bisa mengenyampingkan kerinduannya pada pria tampan berlesung pipi itu.

“Jangan bilang kau juga ingin bertemu dengan Siwon Oppa,” sindir Jessica. Tiffany tertawa kecil.

“Tentu saja aku ingin. Aku sangat merindukannya,” jawab Tiffany jujur.

“Kalau begitu, hubungi saja dia. Apa dia tidak tidak pernah menjawab teleponmu?”

“Aku ragu menghubunginya terlebih dahulu. Dia dan Super Junior Oppas sedang sibuk, kurasa.”

Jessica mengangguk paham.

“Ah, ini semua gara-gara film itu!” desah Tiffany sambil menelungkupkan kepalanya di atas meja makan. Jessica menampar pelan kepala Tiffany.

“Fany-ah, berhentilah menyebut film itu dengan nada bicara seperti itu. Kau membuatku merasa menjadi seorang byuntae. Kita hanya menonton film…A-American Pie,” seloroh Jessica. Tiffany mengangkat wajahnya dan memandang dengan mata sipit ke arah ice princess.

“Asal kau tahu, American Pie jauh lebih berbahaya dari Gossip Girl. Apa kau tidak merasakan sesuatu yang aneh ketika melihat sex scene yang bertebaran di sepanjang film? Belum lagi melihat mereka tanpa busana seenaknya,” ujar Tiffany lugas.

Jessica menoleh kanan kiri, padahal ia tahu hanya mereka yang berada di dapur. Namun entah mengapa pembicaraan seperti ini masih membuat mereka salah tingkah.

“Tapi kalau kita tidak mulai menonton hal-hal itu sekarang, kapan lagi kita akan menjadi wanita dewasa,” Jessica berkata.

“Kau benar. Lagipula hanya di hari libur seperti ini kita bisa menontonnya,” timpal Tiffany lagi.

“Ya, itu baik untukmu Fany-ah. Kau bisa bereksperimen setelah itu,” kata Jessica sambil lalu. Tiffany terdiam. Gadis berambut brunette itu berbicara tanpa merasa berdosa.

“Apa maksudmu dengan bereksperimen?” tanya Tiffany was-was. Jessica melipat tangannya di atas meja dan menatap Tiffany sungguh-sungguh.

Seriously, memangnya apa saja yang kau lakukan dengan Siwon Oppa jika berduaan? Aku tahu kalau kalian berdua taat beragama, tapi kalian manusia normal,” jelas Jessica.

Otomatis wajah Tiffany memerah. Dalam hati ia menggerutu. Jessica membuatnya kehilangan kata-kata.

“Tapi, apa kau masih virgin, Tiffany Hwang?” tanya Jessica hati-hati.

Demi Tuhan! Tiffany ingin sekali mencekik leher sahabatnya ini. Sebagai pelampiasannya, Tiffany menampar lengan Jessica cukup keras, membuat gadis itu mengeluarkan teriakan lumba-lumbanya.

“Tentu saja aku masih virgin, idiot!” tukasnya lantang. Yang dipukul hanya terkekeh sambil mengusap-usap lengannya.

Mianhaeyo. Aku kan hanya bertanya dan memastikan. Boleh kutahu, selain berciuman, apa lagi yang telah kalian lakukan?”

Tiffany menarik napas sementara wajahnya sudah merah padam. “JESSICA JUNG!!!”

“Lalu, apa saja kegiatanmu hari ini, baby?”

“Tidak banyak. Seharian aku di dorm, merindukanmu.”

Siwon tersenyum mendengar kata-kata manis Tiffany. Tentu saja ia juga merindukan gadis itu. Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menit. Pikirannya tak lepas dari makhluk menawan bernama Tiffany Hwang tersebut. Namun kesibukan mereka selalu menjadi penghalang. Mereka terpaksa maklum karena sebagai superstar, hal-hal pribadi seperti itu memang harus dikorbankan. Yang penting bagi Siwon dan Tiffany, hati mereka tetap saling percaya dan mencintai satu sama lain.

Baby, 2 hari lagi aku akan berada di Korea. Kau harus bersabar, ne? Aku juga sangat merindukanmu,” ujar Siwon lembut.

Tiffany tersenyum kemudian memeluk boneka Woody-nya. Suasana kamar yang sedikit redup membuatnya merasa nyaman dan jika menutup mata, ia bisa membayangkan Siwon berbaring di sampingnya.

Neomu saranghae, Choi Siwon.”

Siwon merasakan debaran jantungnya yang tidak biasa setiap mendengar kata-kata indah itu keluar dari mulut kekasihnya. Ia menggeram untuk menahan rasa cintanya yang meluap-luap saat itu. Cinta Siwon untuk Tiffany tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi. Pria itu ingin memeluk dan mencium Tiffany serta mengatakan gadis itu akan menjadi miliknya.

“Oppa?”

“Eoh? Nde?”

“Aish, kau tidak mendengarku ya?”

“Aku mendengarmu, baby. mianhae, aku hanya terlalu merindukanmu. Baiklah, kalau begitu, sekarang tidurlah. Aku tahu disana sudah tengah malam. Aku tidak ingin kepalamu pusing lagi karena kurang tidur,” tutur Siwon tanpa membalas ucapan cinta Tiffany.

Tiffany hanya cemberut. Siwon selalu saja begitu. Apa sulitnya berkata ‘aku juga mencintaimu’?

“Baiklah. Aku tidur sekarang,” ucap Tiffany datar.

“Selamat tidur, princess. Sweet dream, okay?”

“Oke. Bye!”

Setelah pembicaraannya dengan Siwon, Tiffany keluar dari kamar. Ruangan tengah telah gelap, namun masih ada sedikit cahaya disana. Tiffany menyalakan lampu dan ternyata Yoona masih duduk di depan televisi yang menyala. Tiffany tersenyum saat Yoona menoleh ke arahnya lalu menghampiri gadis yang lebih muda tersebut.

“Aku kira Eonnie sudah tidur,” ucap Yoona lalu kembali menyuap sereal dari mangkuk yang cukup besar.

“Belum. Siwon Oppa baru saja menghubungiku,” jawab Tiffany. Ia duduk di samping Yoona, memperhatikan tubuh dongsaengnya yang makin kurus walaupun ia rutin makan sebelum tidur. Tiffany tahu kalau Yoona mengidap penyakit anemia, oleh sebab itu tubuh Yoona tidak kunjung gemuk.

“Setelah serealmu habis, tidurlah. Arrachi? Jangan sampai Taeyeon melihatmu masih terjaga pada jam tengah malam ini,” ujar Tiffany sambil mengelus rambut panjang Yoona.

“Ne, Eonnie.”

Tiffany mengalihkan pandangan ke televisi. Ternyata Yoona sedang menonton dvd A Walk To Remember. Tiffany pernah menontonnya satu kali. Film itu diangkat dari kisah dalam novel dengan judul sama. Menceritakan tentang hubungan Jamie dan London yang dipenuhi dengan keharu-biruan. London yang awalnya nakal jatuh cinta kepada anak pendeta, Jamie. Cinta itu membuat diri London berubah menjadi pribadi yang baik. Awal hubungan mereka begitu bahagia, sampai akhirnya London tahu kalau Jamie mengidap penyakit kanker darah. Lalu London berusaha mewujudkan semua impian Jamie yang belum tercapai sebelum kekasihnya itu meninggal dunia.

Sangat menyedihkan, menurut Tiffany.

“Kisahnya sangat menyentuh,” ucap Tiffany dan Yoona mengangguk.

“Aku tidak rela Mandy Moore meninggal,” ujar Yoona lalu kembali mengunyah serealnya. Tiffany berdecak.

“Yang meninggal Jamie, Yoongie-yah. Bukan Mandy Moore nya. Kau ini.”

Yoona terkekeh. “Hmm, Eonnie. Kau tahu, adegan ciuman mereka di area pemakaman itu favoriteku. Kapan-kapan aku akan melakukannya dengan GaemKyu, hihihi.”

Tiffany menatap Yoona tak percaya. “M-mwo?”

Yoona mengangkat bahu. “Ya, aku akan melakukannya. Tapi sayang sekali, si evil itu tidak suka menonton film romantis.”

Tiffany tertawa. “Bagaimana mungkin kalau hanya kau yang melakukan ciuman itu sementara Kyuhyun Oppa tidak suka hal romantis?”

Yoona menyeringai. Ia menggeser duduknya lebih dekat dengan Tiffany.

“Kalau begitu, tolong ajari aku. Bagaimana caranya kau membujuk Siwon Oppa untuk menciummu?”

Mata Tiffany melotot. Melihat seringai Yoona ia langsung teringat kekasih gadis itu yang tak lain adalah Cho Kyuhyun. Pantas sekali mereka cocok, karena sama-sama evil.

“A-apa maksudmu? Memangnya kalian belum pernah melakukannya?” tanya Tiffany gugup. Yoona mencibir.

“Tentu saja pernah, tapi masih standar. Oh, ayolah Eonnie. Katakan padaku bagaimana caranya. Semua orang tahu kalau kalian adalah pasangan yang…ehm…apa ya namanya,” di akhir kalimatnya Yoona berpikir tentang kata-kata yang pas.

Tiffany mengerjap. “Pasangan yang bagaimana?”

“Hmm…hottie, mature and sexy.”

Wajah Tiffany kembali merah padam untuk kedua kalinya hari itu. Ia tidak bisa membayangkan kenapa teman-temannya berpendapat sama. Jessica berpikir ia pernah melakukannya, dan Yoona berpikir ia dan Siwon adalah pasangan yang hottie? Tch, yang benar saja. Siwon bahkan belum pernah mencium bagian tubuhnya yang lain selain bibir dan seluruh wajahnya.

“Aish, kau sama saja dengan Jessie. Sudahlah, aku tidur dulu. Ingat Yoona, setelah serealmu habis, kau harus langsung masuk kamar. Arraseo?” dalih Tiffany seraya berdiri.

Yoona berdecak malas. “Yah, Eonnie payah. Arraseoyo, Tiffany Mushroom!”

Satu lagi hari libur yang membosankan bagi Tiffany. Ia bangun hampir siang yang membuat maknae mereka mengomel sebelum pergi dari dorm. Sebenarnya Tiffany sudah bangun, tapi ia malas bangkit dari tempat tidur. Gadis itu tidur menelentang, menatap langit-langit kamar yang serba pink tersebut. Ia mengingat kembali mimpi yang dilaminya semalam. Mimpi yang sangat indah dan…erotis.

Tiffany menggigit bibir bawahnya sementara pipi putih itu merona merah. Ia memimpikan Siwon. Pria itu datang kemudian menghujani wajahnya dengan ciuman, serta mengucapkan kata-kata cinta yang membuatnya melambung ke angkasa. Tak cukup sampai disitu, Siwon membaringkan tubuhnya di tempat tidur, membuka pakaiannya sendiri. Setelah itu, Siwon melucuti pakaian Tiffany dan…dan setelah itu…

“Aaaaarrrgghhh, aku bisa gila!” jerit Tiffany seraya duduk dari tidurnya. Ia memakai jubah tidur serta sandal, kemudian keluar kamar dengan rambut kusut dan tanpa membasuh wajahnya.

“Omo! Kau kenapa, Fany-ah?” tanya Yuri saat melintas di depan kamar Tiffany. Tiffany berhenti sejenak dan memandangi penampilan Yuri. Gadis berambut hitam lurus itu sudah rapi. Sepertinya akan keluar.

Aniya, aku tidak apa-apa.”

“Kenapa berteriak?” kening Yuri mengernyit. Tiffany berdecak lalu mengibaskan tangannya di udara, pertanda jangan pertanyakan apa yang terdengar barusan.

“Kau akan pergi kemana? Memangnya ada jadwal?” tanya Tiffany.

Ani. Aku ingin bertemu dengan Jun Oppa, ia mengajakku makan es krim. Sudah lama aku tidak melihat kembaranku itu,” kelakar Yuri tentang kakak kandungnya.

“Oh, kalau begitu sampaikan salamku pada Jun Oppa.”

“Ne. Aku pergi dulu. Annyeong!” seru Yuri.

“Hati-hati di jalan!”

Kemudian Tiffany melanjutkan langkahnya ke dapur. Perutnya lapar sekali. Wajar saja. Sebab sekarang sudah hampir pukul 11 siang dan kemarin ia tidak makan apa-apa setelah pukul 5 sore. Sampai di dapur, Tiffany menemukan ketiga sahabatnya yang lain. Taeyeon, Jessica, serta Yoona. Taeyeon sedang memasak sesuatu di counter dapur, Yoona bersiap-siap makan ramen dan Jessica sedang memakai internet di laptop milik Sooyoung.

Good morning girls!” sapa Tiffany lalu menguap. Ketiga pasang mata menatapnya heran.

“Selamat SIANG, pink princess!” sahut ketiganya serentak. Tiffany terkekeh lalu membuka lemari es.

“Ah, perutku lapar sekali,” gumam Tiffany. Ia tidak melihat makanan apapun selain ramen instan di dalam kulkas. Tiffany tidak sanggup menunggu lebih lama lagi. Perutnya sangat lapar dan sepertinya ia tidak punya waktu banyak untuk menyeduh makanan cepat saji itu.

“Taeng-ah, kau masak apa?” tanya Tiffany.

“Sup Kimchi.”

“Apakah masih lama?”

“Hmm…nde, karena aku baru saja memasaknya.”

Tiffany merengek kepada Yoona. “Yoongie-yah, berbagi makananlah denganku. Aku lapar sekali sampai-sampai ingin mati rasanya.”

“Karena itukah kau berteriak?” tanya Jessica tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop. Tiffany duduk di samping Yoona.

“Eonnie, aku mau berbagi makanan denganmu. Tapi tolong, gosoklah gigimu dulu,” nasehat Yoona. Tiffany tersenyum hingga matanya melengkung indah.

“Baiklah,” ucapnya. Kemudian ia beralih pada Jessica. “Aku tidak berteriak karena lapar. Tapi tadi aku bermimpi buruk.”

Jinjja? Siapa suruh kau tidur sampai siang? Bahkan jam tidurmu hari ini melebihi Jessica. Dasar pemalas!” seru Taeyeon.

Tiffany berdiri sambil menggerutu. “Yah! Siapa suruh kau mengajak kami menonton film yadong!” sahut Tiffany tak kalah keras. Ia tidak berpikir sebelum membalas Taeyeon hingga tidak menyadari kalau ada Yoona disana.

Yoona menatap Tiffany dengan kening berkerut, Jessica pura-pura mengetik sesuatu, dan Taeyeon diam seribu bahasa. Tiffany pun jadi salah tingkah dipandangi Yoona seperti itu.

“Film…yadong? Omo! Kalian menonton film yadong?!” seru Yoona. Dan menurut kakak-kakaknya kehisterisan Yoona sangat berlebihan.

“Sica Eonnie? Kau juga menontonnya? Taeyeon Eonnie, apa kau tahu tentang ini?” kali ini gadis cantik bertubuh kurus itu berdiri dan memandangi satu persatu Eonnie-nya. Taeyeon berjalan ke dapur dengan senyum canggung.

“Yoona-yah, Tiffany asal bicara saja. Kami tidak menonton film yadong. Percayalah,” ujarnya lembut kemudian melotot pada Tiffany.

N-Nde, Taeyeon benar. Kami hanya menonton film American Pie,” timpal Jessica.

Yoona berdecak. Ia melipat tangannya di depan dada lalu menjawab,”sebenarnya maksudku adalah, kenapa menonton film itu tidak mengajakku? Aish!”

Kali ini Yoona bergabung dengan Taeyeon, Tiffany serta Jessica. Ternyata Taeyeon sudah menyiapkan film lain untuk mereka hari ini. Ia berkata kalau semalam ia mendownload beberapa judul film sejenis American Pie. Taeyeon tidak begitu hafal dengan film-film luar negeri, tapi ia tetap mendownloadnya. Terlalu memalukan jika membelinya di toko kaset.

Kebetulan memang hanya mereka berempat yang tinggal di dorm. Member lain sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing di berbagai tempat. Taeyeon tidak berhenti tersenyum sepanjang waktu, terutama saat ketiga sahabatnya sudah duduk dengan popcorn masing-masing, lalu menunggunya memutar film tersebut.

“Eonnie, apa judulnya?” tanya Yoona antusias, membuat Jessica yang duduk di sampingnya mengernyit.

“Gairah malam. Hahaha!” jawab Taeyeon lalu tertawa ala Ahjumma. Terang saja Tiffany mendorong kepalanya.

“Aish, mana ada judul film yang seperti itu!” omel Tiffany. Sedangkan Yoona serta Jessica tidak dapat menahan tawanya.

“Aku hanya bergurau, Fany-ah. Cha! Kali ini kita akan menonton film yang berjudul The Dreamers. Kalau aku tidak salah, pemainnya Eva Green.”

Film pun dimulai. Film yang dibuat 10 tahun yang lalu itu menceritakan tentang seorang mahasiswa exchange asal Amerika yang bernama Matthew, belajar di Paris. Dia bertemu dengan si kembar berjiwa bebas yang bernama Theo dan Isabelle. Mereka bertiga pun bersahabat dan saling bertukar pikiran tentang film.

Si kembar menawari Matt untuk menginap di rumah mereka karena orang tua mereka akan melakukan perjalanan bisnis. Matt menyetujuinya karena diam-diam ia senang bisa berdekatan dengan Isabelle. Namun, Matt menemukan keanehan-keanehan pada si kembar. Saat ia terjaga tengah malam karena ingin buang air kecil, Matt sempat mengintip ke kamar Theo. Lalu alangkah terkejutnya Matt ketika melihat si kembar tidur bersama tanpa sehelai benangpun!

Tiffany, Taeyeon, Jessica dan Yoona melotot melihat adegan singkat tersebut. Mereka tidak akan menyangka apa yang akan terjadi selanjutnya. Sebab film itu benar-benar extreme.

“Taeng-ah, darimana kau mendapat rekomendasi film ini?” desis Tiffany. Taeyeon menggeleng, tidak tahu harus menjawab apa.

Taeyeon mengisyaratkan kepada Tiffany agar gadis itu diam. Sedangkan Yoona dan Jessica mulai terhanyut dengan film extreme tersebut. Mau tak mau Tiffany ikut menontonnya juga, sambil sesekali bagaimana tubuh Siwon seperti actor utama film tersebut. Aish, Tiffany tiba-tiba berpikiran pervert >,<

TING TONG

Keempat gadis cantik itu terlonjak. Entah karena suara bel yang terdengar keras atau karena konsentrasi mereka yang terpusat penuh ke film. Jessica menekan tombol pause pada remote control lalu berjalan ke pintu hendak mengetahui siapa tamu mereka. Yang pasti bukan member SNSD karena mereka tidak perlu menekan bel. Gadis-gadis itu hanya perlu menekan passwordnya.

“Eoh, Krystal-ah?” sambut Jessica. Tamu mereka adalah Jung Krystal, adik kandung Jessica yang juga dikenal sebagai anggota girlband f(x).

“Eonnie, aku datang berkunjung. Aku bosan sekali di rumah,” ujar Krystal. Mereka berdua pun masuk dan Krystal sangat senang saat melihat Eonnie-nya yang lain duduk bersama di depan televisi.

Annyeonghasaeyo, Eonniedul!” seru Krystal.

“Kami kira siapa, ternyata baby Jung. Ayo, duduklah. Bergabung dengan kami!” sambut Tiffany.

“Memangnya kalian sedang menonton apa, sepertinya serius sekali,” ujar Krystal.

Film yang tadi sempat dihentikan oleh Jessica, kini dimulai kembali. Melihat keseriusan Taeny Yoonsic, terpaksa membuat Krystal ikut berkonsentrasi pada film tersebut. Awalnya Krystal tidak mengira itu adalah film yang bisa ditonton oleh gadis seusianya, tapi semakin lama ia memperhatikan film tersebut, Krystal semakin mengerti. Matanya tidak berkedip memandangi layar televisi, kemudian saat tiba di adegan sex scene yang sangat jelas, Krystal menutup matanya.

“OMO! FILM APA INI??!!”

Siwon sedang dalam perjalanan pulang dari bandara ke apartemennya. Tubuhnya lelah sekali. Tapi hatinya senang sebab besok ia bisa bertemu dengan gadis yang dicintainya. Tak ada bayangan yang lebih indah selain Tiffany bagi Siwon.

Selagi taksi membawanya pulang, Siwon menyibukkan diri membuka timeline Twitter di Iphone-nya. Ia ingin melihat siapa saja yang mengiriminya mention atau message. Namun ada satu tulisan dari salah satu following Siwon, tepatnya salah satu fansnya yang mengidolakan Sifany.

Tweet itu berkata, “So, Krystal said that Taeyeon, Tiffany, Jessica and Yoona forced her to watched 19+ movie LOL!”

Melihat nama Tiffany ada dalam salah satunya, membuat Siwon terkejut sekaligus merasa lucu. Ia langsung mencari tahu melalui situs Naver di acara apa Krystal mengatakan hal konyol seperti itu. Siwon juga harus memastikan apakah itu kebenaran atau hanya sekedar hoax.

“Jadi benar. Krystal mengatakannya di acara Radio Star. Hahaha, ada apa dengan gadisku sebenarnya?” gumam Siwon tanpa berhenti tertawa. Ia segera menghubungi Kyuhyun yang tak lain adalah kekasih Yoona.

Yobosaeyo, Kyuhyun-ah?”

“Hyung! Kau sudah kembali ke Seoul?” sambut Kyuhyun di seberang line.

“Ne. Erm, Kyuhyun-ah, apa benar Krystal mengatakan kalau Tiffany adalah satu member SNSD yang memaksanya menonton film 19+ itu?” tanya Siwon tak sabar. Siwon bertanya kepada orang yang tepat karena Kyuhyun adalah salah satu MC Radio Star.

Kyuhyun terkekeh. “Benar, Hyung. Tiffany adalah salah satunya. Termasuk juga yeojachingu-ku. Hahaha!”

“Memangnya film apa yang mereka tonton?” tanya Siwon penasaran. Ia tidak pernah tahu Tiffany menonton film bergenre 19+.

“Krystal bilang padaku saat di belakang layar, judulnya The Dreamers. Aku tidak tahu itu film apa. Yang jelas film yang sangat dewasa.”

Siwon berdecak. “Aigoo, ada apa dengan gadis-gadis kita? Hahaha, berita ini sangat lucu bagiku. Aku bertanya-tanya apakah mereka menonton acaramu kemarin itu,” ujar Siwon. Ia tidak berhenti tertawa.

“Aku rasa mereka tidak tahu kalau Krystal membuka rahasia mereka. Aku berencana akan mengerjai Yoona setelah ini, hehehe.”

Siwon mengerjap. “Yah, evil maknae. Apa rencanamu?”

“Rahasia, Hyung. Aku akan memberi pelajaran khusus untuknya agar tidak menonton film semacam itu lagi. Kalau dia masih membantah, aku akan mengancamnya dengan mendatangkan Eunhyuk Hyun ke dorm SNSD. Kau mengerti maksudku?”

Lalu mereka kembali tertawa. Masalah ini membuat Siwon semakin merindukan kekasihnya itu. Ia mengetik pesan untuk Tiffany, memberitahukan kalau besok ia menunggu di apartemennya. Siwon sudah membayangkan apa yang akan terjadi besok pada pink princess yang sudah mulai nakal itu.

“Aku datang!”

“Akhirnya kau datang! Aaah, aku merindukanmu seperti orang gila,” ungkap Siwon sambil memeluk Tiffany dengan erat sekali. Tiffany memberikan kecupan-kecupan hangat di leher serta pipi Siwon, membuat hati pria itu berbunga-bunga. Ia enggan melepaskan pelukan selama beberapa menit. Ia sedang menikmati candunya, yaitu keharuman tubuh Tiffany. Siwon menempelkan hidungnya di bahu Tiffany yang terbuka dan berlama-lama disana. Tangannya memeluk erat pinggang Tiffany, sementara jari-jari gadis itu memainkan rambut hitam Siwon.

“Oppa, aku bahagia sekali bisa melihatmu sekarang,” ungkap Tiffany.

Siwon tersenyum manis kemudian meninggalkan ciuman hangat di bahu Tiffany sebelum beralih memandang wajah gadis tersebut.

“Terlebih aku. Hari ini kita habiskan bersama sampai malam. Otte?”

Tiffany mengangguk semangat. “Nde. Kita akan kemana?”

Siwon memberi kecupan di hidung mancung Tiffany. “Disini saja. Di apartemen Choi Siwon.”

Tiffany mengerucutkan bibir tanda tidak setuju. Ia mengharapkan petualangan hari ini. Berkencan sambil menyamar, pergi ke keramaian, makan jajanan di pinggir jalan, serta menonton di bioskop atau pergi ke museum. Ia rindu saat-saat seperti itu dengan Siwon. Namun mengingat Siwon baru saja pulang ke Korea, Tiffany mengerti mungkin Siwon masih lelah. Jadi, akhirnya Tiffany mengangguk setuju.

“Baiklah kalau begitu. Asalkan aku berada di sampingmu,” ujar Tiffany dengan pipi merona.

Siwon menahan senyumnya. “Jeongmal? Aku berjanji akan menyenangkanmu seharian ini. Kita memasak bersama, bermain basket, lalu menonton film. Kau setuju?”

Tiffany tersenyum membuat matanya melengkung seperti biasanya. Entah kenapa jantung Siwon masih saja bereaksi aneh jika melihat senyuman itu.

“Sebelum itu, aku ingin menagih ciumanku terlebih dahulu. Baby, 6 hari itu waktu yang sangat lama bagiku,” bisik Siwon lalu mempererat pelukannya di pinggang Tiffany. Kening mereka menempel satu sama lain dan Siwon masih terpesona dengan kecantikan kekasihnya.

“Tutup matamu. Aku akan memberikan ciuman 6 hari itu,” ucap Tiffany dengan suara seraknya. Siwon tersenyum senang lantas segera menutup matanya.

Tiffany menginjak kedua kaki Siwon dan berjinjit agar ia bisa mencapai bibir pria yang jauh lebih tinggi darinya. Matanya ikut terpejam saat bibir mereka bersentuhan. Merasa Tiffany sudah memulainya, Siwon langsung merespon dengan ciuman dalam. Ciuman yang berawal biasa-biasa saja seketika berubah menjadi ciuman panas dan menggebu-gebu. Mereka benar-benar menumpahkan kerinduan dan berpagutan layaknya kekasih yang sudah lama terpisah.

Tiffany membuka mulutnya lebih lebar agar Siwon dapat menyesap lidah dan membelai giginya. Mereka sama-sama pencium ulung. Baik Siwon maupun Tiffany. Suara decakan mereka terdengar di ruang tamu tersebut. Sesekali mereka mengambil napas dan kembali mengulanginya.

Do you know how much I miss you, baby?” desah Tiffany di bibir Siwon kemudian mereka pun mengakhiri ciuman indah tersebut. Siwon memeluk tubuh Tiffany sangat erat, tidak peduli gadis itu masih tersengal karena ciumannya.

“Yah, Oppa! Kenapa masakanmu lebih enak masakanku? Seharusnya perempuan yang menang,” gerutu Tiffany setelah mencoba kedua piring yang berisi nasi goreng seafood asal Indonesia. Siwon tersenyum bangga seraya membusungkan dadanya.

“Tentu saja lebih enak masakanku. Aku sangat teliti dengan bumbu-bumbunya, kau akan hanya meniru apa yang kutaruh saja. Kau lupa memberi garamnya, kan? Hahaha!”

“Aish! Kalau begitu, aku makan nasi goreng buatan Oppa. Oppa kusuapi sedikit saja, ne?”

“Yah! Mana bisa seperti itu, baby. Aku juga lapar, sama sepertimu,” protes Siwon.

“Kalau begitu, aku akan membuatkan ramen untukmu. Tunggu sebentar!” tukas Tiffany. Ia masih bersikeras untuk menjadikan nasi goreng buatan Siwon hak patennya. Siwon hanya menggelengkan kepala melihat Tiffany bergegas ke dapur untuk mencari ramen.

“Baiklah, aku mengalah! Huft!” gumam Siwon.

Akhirnya Siwon dan Tiffany makan dengan dua jenis makanan berbeda. Siwon tidak lepas memandangi wajah cantik Tiffany. Ia bersyukur kepada Tuhan telah dipertemukan dengan gadis berkulit seputih susu tersebut. Selain wajahnya yang cantik, hatinya pun begitu. Tak ada yang bisa menggantikan Tiffany di hati Siwon.

Baby?” panggil Siwon disela-sela kunyahannya.

“Hmm?”

“Setelah ini aku menantangmu bermain basket. Siapa yang menang akan menentukan film apa yang akan kita tonton dan membuat satu permintaan yang harus dipenuhi. Otte?”

Tiffany menatap Siwon sambil terus mengunyah. Ada sinar keraguan di matanya.

“Aeih, Oppa. Tentu saja kau yang akan menjadi pemenang. Aku tidak ingin kalah,” rajuknya seperti anak berusia 5 tahun. Siwon menggeram gemas lalu mencium pipi Tiffany yang sedang menggembung karena mengunyah makanan.

“Itu sudah menjadi peraturanku. Kau harus mengikutinya. Lagipula, kau kan kalah dalam membuat nasi goreng ini, jadi kau harus menurut padaku. Arraseo?”

Tiffany kewalahan mengimbangi gerakan Siwon yang masih mempertahankan bola basket di tangannya. Tentu saja begitu, karena Tiffany tidak ahli bermain basket. Dadanya turun naik karena napasnya tersengal. Sementara baju kaos kebesaran milik Siwon yang dipakainya sudah melekat di kulitnya oleh keringat. Tiffany menyanggul rambutnya sembarangan sehingga tampak sangat berantakan. Sedangkan keringat sudah mengalir deras dari pori-pori kulitnya.

“Hap! Yay! Poinku 5 sedangkan kau masih 0. Hahaha!” seru Siwon sambil bergantung pada ring basket setelah berhasil memasukkan bola.

Tiffany menyerah. Ia duduk di lantai keramik bertekstur kasar dan menselonjorkan kaki jenjangnya. Siwon mempunyai sebuah ruangan basket di dalam apartemennya. Ia menjadikan keramik kasar agar saat bermain ia tidak tergelincir. Siwon sering menghabiskan waktunya disini, bersama teman-teman serta kerabatnya.

Siwon melompat ke bawah dan menghampiri kekasihnya. Ia berjongkok di depan Tiffany kemudian berlama-lama memanndangi wajah penuh keringat itu. Siwon tersenyum lalu bergerak maju. Ia mencium Tiffany dengan ciuman cepat dan nyaring tanpa dapat dicegah gadis itu.

Kyeopta,” ucapnya setelah menarik lagi kepalanya ke belakang.

“Ah, Oppa! Beri aku kesempatan mencetak gol sekali saja. Jebal! Kekasih macam apa yang tidak mau mengalah,” Tiffany merajuk lagi.

“Kekasih sepertimu,” goda Siwon seraya menyeka keringat di pipi Tiffany. Ucapannya membuat Tiffany semakin merengek.

“Aaaaaa, Siwon Oppa!!!”

Arra arra! Baiklah, kalau begitu sekarang berdiri. Aku akan membiarkanmu mencetak angka.”

Siwon membantu Tiffany berdiri. Gadis itu kesenangan ketika akhirnya ia berhasil memegang bole tanpa rebutan dari Siwon. Siwon mengiringi langkah Tiffany menuju ring dan berdiri melihat aksi gadis itu selanjutnya. Dengan penuh percaya diri Tiffany melempar bola tersebut ke atas dan…bola tersebut bahkan tidak sampai mencapai ring!

Siwon tertawa terbahak-bahak seraya memegangi perutnya. Tiffany memberengut. Ia menampar lengan berotot Siwon berkali-kali dan terus mengomel.

“Oppa! Kau bukannya membantuku tapi menertawakanku! I hate you!”

Siwon menarik Tiffany mendekat lalu mencium puncak kepalanya. “Tapi kau benar-benar lucu. Kau kan kuat, tapi melempar ke atas saja tidak sampai. Dasar pendek.”

“YAH!”

Tiffany memukul abs Siwon berkali-kali, membuat Siwon kewalahan. Ia segera memegang kedua tangan Tiffany agar berhenti menyakiti perutnya.

Mianhae, mianhae, baby. Baiklah, apa yang harus kulakukan untuk menyenangkan hatimu?”

Tiffany berkacak pinggang. “Angkat aku agar lebih tinggi. Dengan begitu, aku pasti berhasil memasukkan bola ke ringnya.”

Siwon menaikkan kedua alisnya. “Kau yakin?”

“Yakin sekali.”

Siwon mengangguk. Ia menyerahkan bola ke tangan Tiffany. Kemudian tanpa aba-aba Siwon langsung berjongkok dan mengangkat kakinya. Gadis itu terkejut tapi keseimbangannya terjaga karena Siwon memegangi paha dan bokongnya.

“Bagaimana? Kau sudah merasa tinggi?” tanya Siwon dari bawah. Tiffany terkekeh kesenangan.

“Nde!!!”

“Kalau begitu, lempar bolanya cepat. Tubuhmu berat sekali!” perintah Siwon.

Tiffany mencibir kemudian melempar bola dengan kepercayaan diri melebihi tadi. Ia menembak dengan tepat sehingga bola masuk pas di tengah ring. Tiffany bersorak kegirangan sambil bertepuk tangan. Siwon segera menurunkan tubuh Tiffany dan langsung dihadiahi sebuah pelukan erat oleh kekasihnya tersebut.

“Yeeee, akhirnya aku mencetak angka!” sorak Tiffany.

“Tapi tetap saja aku yang menang,” ucap Siwon penuh kebanggaan. Tiffany mengerucutkan bibirnya dan membuat Siwon ingin sekali mencubit pipinya. Ia tahu sebentar lagi Tiffany akan mengakui kekalahannya. Siwon sudah tak sabar untuk mengatakan permintaannya.

“Baiklah. Aku kalah. Sekarang katakan film apa yang akan kita tonton!”

Siwon berjalan mendekati Tiffany, lebih dekat dari yang seharusnya berbicara dengan cara normal. Tiffany mendongak dan menelan ludah. Dari jarak sedekat ini ia mengagumi keseksian wajah Siwon yang bersimbah keringat. Siwon mengelus rahang Tiffany dengan lembut.

“Kyuhyun dan Krystal menyarankan sebuah film kepadaku. Aku yakin kau pasti menyukainya,” bisik Siwon seraya menyeringai.

Tiffany terpaku mendengar nama Krystal. Kenapa Krystal bisa menyarankan sebuah film kepada Siwon. Perasaannya mulai tak enak. Ia menutupinya dengan tawa canggung.

“He..he..he.. Erm…memangnya f-film apa?”

Siwon membuat jeda sejenak kemudian menjawab dengan nada menyindir. “The Dreamers.”

Kontan saja Tiffany melotot. Wajahnya benar-benar merah padam, membuat ekspresi wajahnya sangat lucu. Siwon menahan tawa. Ia tidak ingin pingsan karena tertawa geli. Tiffany tidak berani menatap wajah Siwon. Ia terlalu malu untuk melakukan hal itu. Apalagi berbicara!

“Aku sudah mendownload film itu semalaman. Tapi aku belum selesai menontonnya. Sekarang temani aku, ne! Sepertinya film itu seru sekali.”

“Krystal, awas kau,” gerutu Tiffany. Ia melepaskan pelukan Siwon kemudian membalikkan badan, menjauhi pria itu. Siwon mengikutinya di belakang.

“Yah! Jangan kabur. Aku bahkan belum mengatakan permintaanku selanjutnya!” seru Siwon.

“N-Nde! Tunggu sebentar. Aku…aku ingin ke kamar mandi dulu. Kau duluan saja, nanti aku akan menyusul.”

“Oke! Aku tunggu kau di kamar, baby. I love you!”

Tiffany sedikit berlari ke kamar mandi dan buru-buru menutup pintunya. Tiffany memandangi dirinya di kaca wastafel. Ia memegangi dadanya, degupan jantungnya mulai menggila. Apa yang harus dilakukannya saat menonton film itu nanti bersama pria yang sangat dicintai dan dirindukannya? Tanpa bisa dipungkiri hormon Tiffany menggelegak hanya dengan membayangkannya saja, apalagi menonton bersama!

Tiffany menarik dan mengeluarkan napasnya berulang kali. Jika ia melarang Siwon menonton film itu, pasti Siwon curiga kalau Tiffany sudah tahu The Dreamers berkisah tentang apa. Jadi ia harus berpura-pura tidak tahu. Mudah, bukan?

Setelah menyiapkan diri dan juga batinnya, Tiffany keluar kamar mandi. Ia berjalan perlahan menuju kamar Siwon sambil terus berdoa agar nanti Siwon tidak terbawa suasana oleh apa yang dilihatnya di layar televisi.

Gadis itu mengetuk pintu dan terdengar Siwon berseru dari dalam. Pria itu menyuruhnya masuk. Tiffany memutar handle pintu dan mendorongnya pelan. Apa yang disaksikannya setelah itu adalah kamar Siwon bercahaya redup. Tiffany berhenti sejenak lalu akhirnya Tiffany masuk. Ia terpaku melihat apa yang ada dalam kamar tersebut.

Siwon berdiri di tengah-tengah lingkaran kelopak bunga mawar dan diluar lingkaran tersebut berdiri beberapa lilin yang menyala, membentuk tanda “love”. Tiffany tidak tahu sejak kapan pria ini mempersiapkannya.

“Masuklah dalam lingkaran ini, baby! Hati-hati, jangan menginjak bunga-bunganya!” seru Siwon.

Tiffany tidak sanggup berkata apapun lagi melihat keromantisan Siwon. Ia melangkah hati-hati menuju tengah lingkaran dan menyambut uluran tangan Siwon. Siwon mengecup tangan Tiffany.

“Kau suka kejutanku?” tanyanya lembut. Tiffany masih memandang berkeliling lalu akhirnya menatap wajah tampan dengan bola mata berbinar di hadapannya.

“Oppa, kenapa kau melakukan ini? Kapan kau mempersiapkannya?”

“Sudah sejak kau belum dating tadi, baby. Aku hanya tinggal menyalakan lilinnya. Mianhae, acara menontonnya kita tunda dulu.”

Tiffany tertawa lega. Baguslah kalau begitu, ucapnya dalam hati. Siwon tersenyum kemudian membuat gerakan baru yang membuat Tiffany sedikit tercengang. Siwon tiba-tiba berlutut kemudian mengangkat sebuah benda yang Tiffany yakin itu adalah cincin berlian!

Tiffany tidak ingin menganggap ia sedang berada dalam kisah dongeng ataupun cerita romansa dari barat. Namun kenyataannya Siwon memang sedang mengacungkan sebuah cincin berliat bermata biru sapphire ditengahnya. Tiffany menelan ludah dengan susah payah.

“Aku ingin mengikatmu menjadi calon istriku. Aku tahu kau belum ingin menikah saat ini, tapi apa aku salah kalau mempunyai perasaan takut kehilanganmu? Tidak perlu menikah sekarang, besok, atau tahun ini. Aku akan menunggu sampai kau berkata ‘ya, aku bersedia menjadi istrimu’. Tapi sekarang, maukah kau menerima cincin ini, sebagai tanda kalau aku ingin selalu bersamamu, Tiffany Hwang?”

Gadis di hadapannya menutup mulut. Ia tidak menyangka, sama sekali tidak menyangka. Siwon terlalu sempurna untuknya. Dari hatinya paling dalam, Tiffany yakin kalau Siwon akan menjaganya dengan nafas serta jiwanya. Tiffany tidak dapat menahan air mata haru yang mengalir tiba-tiba. Ia sangat bahagia, bahkan lebih bahagia dari memenangkan pernghargaan musik untuk grupnya.

Baby, kakiku pegal. Apa kau tidak ingin mengambilnya?” tanya Siwon dengan aegyo yang sangat buruk menurut Tiffany.

Pabo. Cepat pasangkan di jariku.”

Siwon tersenyum lebar lalu memasukkan lingkaran cincin ke jari manis Tiffany. Lalu ia berdiri tegak dan tanpa tedeng aling langsung melumat bibir Tiffany. Mereka berciuman layaknya sepasang pengantin. Penuh cinta dan gairah. Tiffany mengalungkan tangan di leher Siwon, sementara pria itu terus menjelajahi mulutnya.

Do you know how much I love you, baby? I love you with all my heart and my life,” bisik Siwon di telinga Siwon. Tiffany mengangguk.

“Aku tahu, baby. Aku tahu. Gomawo.”

Mereka berpelukkan untuk beberapa saat. Siwon menikmati momen ini sampai ia teringat satu hal. Ia melonggarkan pelukannya dari Tiffany dan menatap wajah yang masih terharu itu.

“Kalau boleh aku tahu, sejak kapan kau menyukai film-film sejenis The Dreamers? Kau menonton itu karena merindukanku, ya?” goda Siwon.

“Mwo?? Yah! Aku tidak seperti itu! Aish! Memangnya apa yang Krystal katakan padamu?”

Siwon mengangkat bahu lalu mengecup dagu Tiffany. “Krystal tidak bilang padaku. Tapi ia mengumumkannya di acara Radio Star yang didatanginya bersama Sulli. Memangnya kalian tidak menonton acara itu di dorm?”

Seketika wajah Tiffany pucat pasi. “M-mwo?”

“Dia bilang, Taeyeon, Yoona, Jessica dan kau memaksanya menonton film 19+ saat ia berkunjung ke dorm. Apa itu benar?”

“HAH? DIA MENGATAKANNYA DI ACARA ITU? ANDWEEEE!!!”

Siwon tertawa terbahak-bahak melihat reaksi kekasihnya. Sedangkan Tiffany ingin menimbun tubuhnya ke pusat bumi karena malu. Siwon menariknya ke dalam pelukan kemudian memberi kecupan seringan bulu di bibir Tiffany berulang kali.

“Bagiku itu sesuatu yang menggemaskan. Kau sudah dewasa, jadi wajar saja menontonnya. Nah, sekarang temani aku. Tadi kau sudah kalah dalam pertandingan dan sekarang tugasmu menemaniku—“

“Oppa, jangan! Aku takut…nanti kau…erm…terbawa suasana,” ujar Tiffany gugup. Siwon menyeringai dan Tiffany bersumpah kalau baru kali Siwon menyeringai seperti Kyuhyun.

“Aku tidak bisa berjanji kalau nanti tidak akan terbawa suasana. Kajja.”

THE END

Whoooot whoooot

Annyeong readers! Hallo hallo ketemu lagi ama FF saya^^

Kisah ini terinspirasi dari Krystal yang keceplosan bilang kalau keempat tante itu ( TaeNy YoonSic) maksa dia buat nonton pelem 19+ !! bayangkan, baby Jung yang masih polos dan suci itu dikotori pikirannya oleh mereka. Ibarat Admin Minri yang dikotori pikirannya oleh Admin Echa hahahaha #abaikan

Anyway, selamat menikmati FF dadakan ini. Saya cintah kalian semuah. Dadaaaaah! Ohya jangan lupa RCL . Kalo nggak, saya nggak bakalan semangat bikin epep. Okeeeh?

Byeeeeee! b^^d

77 thoughts on “Did U know How Much I Miss U?

  1. hahaha jd inget acara radiostar yg krystal ngebongkar kelakuan eonnie2 snsd klo lagi ada wktu luang hahaha ah ff seandainya aja nyata seru dah..daebakkk..

  2. Re-read lagi pake uname baru haghaghag 😄 kangeeeeeen sama tulisan kak echa! Aku baca aja yg ini lagi xixixi

  3. Wooaahhh baru nemu cerita ini pas lg nyari2 ff sifany, ini sih emg kisah nyata yg krystal ngasih tau ke publik klo dia pernah nonton film yadong di dorm snsd dan itu juga dipaksa nonton.hahah keren nih ceritanya ,keliatan yadong banget tae…

  4. Aku sudah pernah baca ini belum ya? Kayak pernah baca tapi kok masih agak asing gitu..
    Yang jelas sokyut. Sifany nya cute as always. Suka banget cara member snsd mengomentari sifany couple. Hottie, mature, aww..
    Suka authornim! Good job!

  5. Hahaha……fannya lucu deh ampai kebawa mimpi segala.ffnya seru banget thor saya suka baget.
    Thanks buat authornya dan saya mau baca ff selanjutnya.semangat buat authornya.
    thor boleh saya minta pwnya crazy about you mr.choi yg tahun 2013 punya
    Thanks buat authornya

  6. Hahahaha TaeNy YoonSic Krys lucu pake nonton film yadong segala :v
    Sifany sweet.. Aku selalu suka adegan romance Sifany yang kek gitu.. Errrrr so cuteee😀

  7. owww, ternyata taeng,sica,fany ma yoona mulai ketularan ma eunhyuk ya, doyan nonton film begituan…ha..ha…
    ceritanya fresh dan menghibur, ditambah lagi adegan romantisnya sifany, cute abis deh pokoknya..

  8. Hwaaaa ffnya keren bgt,gak bisa ngebayangin gimana ekspresinya fany eonni pas ketawan nonton film :v itu sama siwon oppa ,wkwkwk daebak ^^ oh jadi ini itu based on true story ya? Hehe

  9. Ha..ha… lucu bgt mrk. heran jg mrk tuh polos ato tkt yadong wkt ktm am pcr msg2. seru nih g th gmn byngin wktu baby jung blg ke umum klo mrk bnr2 mksa baby jung utk lht😁😁😁
    aplg fany yg slm ini hub dgn siwon yg bnr2 hargai n jaga fany, tak prnh berbuat lbh…..tp cie..cie. kykny fany mw tuh…..

  10. dr awal sampe akhir baca nya senyum2 aja nih kak, lucu bgt deh kelakuan cewek2 itu apalagi waktu yoona yg heboh gara2 fany keceplosan nntn film yadong, kirain dia bakalan marah, eeh ga tau nya dia jg pengen ikut. wkwkwkkw

  11. lucu n ngegemesin klo lht kbersmaan n keakrbn mrk aplg ad baby Jung. wlpn smpet renggang padca keluarny Sica tp tenyt smpe skrg mrk msh berhub. itu yg diktkn Sica kmrn wktu diwwncr.
    yup sesuai hrpn kita semua SONE.
    utk SiFany mrk emg psgan yg romantis abis. slg cinta.😍😍😍
    bikin siapun ngiri lht mrk…^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s