A DAY

PhotoGrid_1373997710528

 

 

하루에 (A Day)

Author : Choi Min Ri

Cast : Hwang Tiffany & Choi Siwon

Other Cast:

Genre: Romance

Rating: PG-17

Disclaimer:

All casts belong to their God, parents, and their self. I just borrow their name and character to support my story. Don’t copy this fan fiction without permission.

©Choi Min Ri 2013

***

Annyeonghaseo. Choi Min Ri kembali dengan fanfic reward bagi vicentius007 dan girlsshidae. Maaf ya lama menunggu hingga kalian lumutan #plak. Semoga kalian menyukai fanficnya. Ini adalah Oneshoot terpanjang yang pernah Min Ri buat. Mohon nikmati fanficnya walaupun ini hanyalah sebatas imajinasi belaka. Arraseo?! Jangan lupa comment ya! Kritik dan saran di terima. Kalau mau bashing silahkan ke @407801baby atau @SifanyFans. See U readerdeul tersayang

***

You ask me always just how much I love you

At times you would be restless about the future that is still far away

 “Oppa, seberapa besar kau mencintaiku?”

“Wae? Kenapa kau bertanya seperti itu chagi?”

“Anio, hanya bertanya saja”

“Jinja? Jangan berbohong pada Oppa, aku tahu pasti ada sesuatu yang menggangumu, please tell me chagi”

“Nothing”

“Aku cepat-cepat datang kemari dan kau membuatku bingung karena kau tidak membiarkan aku membantumu untuk menyelesaikan masalahmu. Jeongmal nappeun yeoja. Aku rasa aku sudak tidak dibutuhkan. Baiklah aku akan pergi”

“Kajima!”

“Percuma aku disini jika kau tidak mau membagi masalahmu denganku chagi. Apa aku sangat tidak berguna sampai-sampai kau merasa aku tidak akan bisa membantu menyelesaikan masalah yang menyulitkanmu?”

“Anio, bukan seperti itu”

“Lalu kenapa?Aku namja chingumu chagi? Apa kau sudah tidak menganggapku sebagai namja chingumu lagi?”

“Justru karena kau adalah namja chinguku Choi Siwon! Kau adalah Choi Siwon yang terkenal, idola semua orang, menantu idaman bagi seluruh orang tua dari yeoja Korea dewasa ah bahkan bagi seluruh yeoja di dunia. Aku khawatir…..aku khawatir setiap melihatmu bermain drama, iklan dan pemotretan bersama yeoja cantik lain. Beradegan mesra setiap hari. Memegang tanganmu, mengelayuti lenganmu, memeluk tubuh kekarmu, bahkan mendaratkan bibir dan hidung mereka di wajahmu  Aku khawatir kau akan jatuh cinta pada salah satu dari mereka dan meninggalkanku. Aku tidak akan punya senjata apa-apa untuk merebutmu kembali Choi Siwon. Ottokhae, bahkan aku tidak punya fans untuk mendukung hubungan kita. Apa aku harus menyerah terhadapmu, Oppa?”

Hosh…hosh…hosh

Aku hanya bisa diam mematung melihatnya ‘meledak’ seperti ini. Yeoja berparas manis itu bernafas kasar menahan matanya yang berkaca-kaca agar tidak meneteskan air mata. Yeoja yang juga berstatus pacarku akhirnya mengeluarkan isi hatinya secara jujur padaku. Jujur atas segala tingkahnya yang selalu menanyakan apa aku mencintainya? Sebesar apa rasa cintaku padanya? Apakah aku akan meninggalkannya? ataupun apakah ia pantas untukku. Sebuah pertanyaan yang tidak bisa kujawab dengan kata-kata, karena memang sangat sulit untuk memilih dan merangkai kata yang dapat menggambarkan perasaan ku secara keseluruhan.

Yeojaku menarik nafas perlahan. Setelah puas bermain dengan pikiranku sendiri, akhirnya perhatianku kembali ke alam nyata, kembali memperhatikan sosok ‘galau’ pacarku. Air mata kini sudah mulai menggenang di kedua mata indahnya, bahkan mulai tumpah membentuk anak sungai kecil di pipi tirusnya.

Spontan kupeluk dia, RAPUH. Itulah dia selalu bersembunyi dibalik topeng ketegaran yang selalu dibawanya ke stage bahkan terbawa ke kehidupan nyata. Akhirnya dia menangis, tangisan yang menurutku merupakan pelampiasan kekhawatirannya. Aku tersenyum tipis. Aku berjanji sebisa mungkin tidak akan membuat menangis lagi.

 

Don’t worry, don’t trouble yourself

To me you’re a perfect person

Aku menepuk-nepuk punggung yeojaku perlahan, menenangkan segukannya akibat tangisan keras yang baru saja ia keluarkan.

“Fany-ah, am I really a bad person?”

Dia hanya menggeleng lemah dalam pelukanku

“Right! nan jeongmal nappeun saram. I let my dearest girlfriend cry like that because of me. Aku benar-benar tidak bisa dimaafkan”

“An..nio don’t say that”

“Apakah rasanya begitu menyakitkan dan melelahkan saat kau mencintaiku?”

“Cinta tidak mengenal rasa sakit dan lelah, karena cinta sejati itu siap menerima semua rasa”

“Tetapi saat kau merasa sangat tersakiti oleh cinta, kau bisa meminta pasanganmu yang tidak peka ini untuk menggenggam tanganmu dan bahkan memerintahkannya untuk merubah rasa cinta yang menyakitkan dan melelahkan menjadi rasa cinta yang membahagiakan”

Tiffany mendongak dan menatapku dalam, gurat kesedihan terpancar dari mata bulan sabitnya yang kini terlihat membengkak. Kutempelkan tanganku ke pipi tirusnya

“Tiffany, mianhae karena aku belum bisa membuatmu nyaman terhadap hubungan ini, belum bisa memberikanmu hubungan yang lebih ‘bebas’ seperti yang pasangan biasa lakukan. Mianhae karena aku masih mencintai karierku dan memilih untuk berada di jalan yang mengharuskanku menyentuh dan bersama yeoja lain yang tidak kupungkiri pasti akan mengusikmu. Namun, saat aku tertawa bersama mereka di depan kamera bukan berarti aku mendambakan sosok yeoja itu dalam hidupku, karena sosok yeoja idamanku bukan berada di saat kamera ataupun televisi menyala namun ada di sini, disampingku saat aku membutuhkannya, baik itu menjadi penyemangatku saat aku lelah, menjadi yeoja penghibur saat aku sedih, menjadi yeoja tempatku bersandar saat aku merasa jenuh dan bahkan yeoja tempatku berbagi kebahagianan. Disini disampingku chagi. Jadi Fany-ah, aku mohon janganlah kau khawatir, aku tidak akan mampu menjalani ini semua saat kau tidak ada disampingku. Aku tidak ingin kau menyakiti dirimu sendiri karena aku, jika kau meminta aku akan mengusahakan agar bisa mundur dari dunia hiburan dan melanjutkan perusahaan appa dan kita bisa menjalani kehidupan kita secara normal”

“Aku tidak ingin kau meninggalkan dunia hiburan Oppa, this is your dream. And how about your fans, you surely will make them upset. And being realistic, I haven’t prepared myself losing my fans and step out from this entertainment industry which is our dream. Also I haven’t try much to explore my skill yet”

“Actually, it’s hard to leave this industry which is as you said is our dream belong to, and with fans that love us inside but, seeing my beloved hurt by me like this it’s more difficult to me, so why don’t we start all over again?”

Tiffany menatapku tajam, memperhatikan wajahku dengan seksama, mencoba menggali kesungguhan dalam ucapanku. Aku sendiri tidak yakin 100% dengan ucapanku. Tapi aku lebih yakin 100% untuk tidak akan melihat gadis yang kucintai menangis dan tersakiti hanya karena aku.

“Tiffbaby?”

“Apa kau serius Oppa? How if I’m upsetting you? How if I’m not qualified for you. How if….”

“Sshh”

CUP kukecup bibirnya perlahan, memutus semua pertanyaan yang terus menghantui dirinya.

“I won’t because you are my perfect love”

***

 

Even if you’re just breathing
Even if you don’t have makeup on
You are beautiful, eye-blinding

 

“Oppa kenapa kau memandangku, apa ada yang salah dengan wajahku?”

“Kau membuat mataku sakit”

“Mwo? Kalau begitu kenapa kau masih memandangku seperti itu?”

“Karena kau cantik, mataku buta oleh kecantikanmu”

 “Really? Aku rasa penyakit gombalmu dulu kembali menyerangmu Oppa?”

“Aku tidak perlu memakai make up jika ingin pergi kemana-mana”

“Aish, mana ada yang seperti itu?”

“Sungguh, untuk kasusmu Tiffany Hwang, wajahmu sudah 90% mengandung gen cantik dan make up hanya akan memberimu tambahan 10% untuk penampilanmu”

“Hahahaha, analisis seperti apa itu Oppa?”

“Ini analisis special dari dokter Choi Siwon, bahkan saat kau duduk diam  sambil menarik nafas saja aku sudah merasa sulit bernafas karena kau mengurangi pasokan udara di sekitarku”

“Sepertinya aku harus menjauh darimu sebelum aku dituduh sebagai pelaku pembunuhan Choi Siwon sang idola”

“Jika kau meninggalkanku aku akan mati langsung di tempat, tapi jika kau diam di sampingku tersenyum, bernafas, mencuri semua pasokan oksigenku, aku akan mati secara perlahan dalam kebahagian dan damai”

“Berlebihan, Jika kau mati lalu bagaimana denganku?”

“Aku akan menjemputmu dari surga. Yah, mengapa kita malah berbicara mengenai kematian? Harusnya kita menikmati diner kali ini dalam  susana romantis”

“Ini sudah sangat romantis Oppa, kau menyulap tempat ini menjadi benar-benar berwarna pink, Jeongmal jhoae”

“Dasar maniak pink, lalu mana kado untukku”

“Mwo? Tapi aku belum menyiapkan kado oppa”

“Gotjimal, kau selalu membawa kado itu kemana-mana”

“Benar kok aku tidak membawa kado untuk Oppa”

“Sini mendekatlah biar kutunjukkan dimana kadonya”

 

CUP

 

“Bibirmu itu adalah kado terindah untukku baby”

“Dasar Mr. Skinship”

“Tunggu saja sebentar lagi kau juga akan segera menjadi Mrs. Skinship”

…………….

“Mi Young-ah, bagaimana kalau kita bermain?”

“Main?”

“Nde, bermain menebak lagu. Nanti masing-masing dari kita akan melanjutkan lirik dari yang lagu yang telah kita nyanyikan. Masing-masing kita akan menyanyikan lagu secara bergantian”

“Arraso, aku tahu aku pasti menang untuk hal ini, kau kan payah dalam hal menghapal lagu Oppa”

“Percaya diri sekali, hari ini aku tidak akan kalah, Miyongie”

“Buktikan itu Oppa, kajja ayo kita mulai, aku yang akan memulainya”

 

 

“Yang terakhir ini lagu kesukaanku chagi, aku harap kau akan tahu apa lanjutan dari lirik lagu ini”

“Kau ingin aku menjawabnya dengan benar Oppa?”

“Untuk yang kali ini ya”

“Baiklah, tapi aku lupa lirik dari The Way You Look Tonight”

“Yah! Bagaimana bisa kau melupakannya?”

“Bisa saja kan, terlalu banyak lyric yang harus aku hapal akhir-akhir ini”

“Tapi kau selalu mengingat lagu Yiruma dan itu selalu membuatmu terikat skandal dengan Nichkhun tch…..”

“Oppa kau memulainya lagi, hey aku hanya menggodamu, tentu saja aku masih mengingatnya”

“………”

“Oppa jangan ngambek, baiklah”

Someday when I’m awfully low
When the world is cold
I feel a glow just thinking of you
And the way you look tonight.
Oh, but you’re lovely with your smile so warm
And your cheek so soft
There is nothing for me to love you
And the way you look tonight
With each word your tenderness grows
Tearing my fear apart
And that laugh that wrinkles your nose
touches my foolish heart
Lovely, never ever change
Keep that breathless charr
Won’t you please arrange it?
‘Cause I love you
Just the way you look tonight…

Prok…prok…prok

“Bagaimana Oppa? Apa kau sudah tidak marah lagi?”

“Hatiku sudah di tenangkan oleh suara malaikat. The Way You Look Tonight terdengar lebih indah saat kau menyanyikannya. Tapi Fany bukan lagu itu yang ingin kunyanyikan”

“Oppa!!!! Aku sudah susah payah menyanyikan lagu kesukaanmu”

“Kau yang membuatku kesal, dan kau sendiri yang langsung menyanyi chagi”

“Kau mempermainkanku Oppa”

“Anio, baiklah lagu tadi memang lagu kesukaanku, tapi lagu ini juga salah satu kesukaanku dan ini sangat special. Jika kau salah melanjutkan lirik lagu ini chagi aku akan sangan kecewa”

“Arraseo Oppa, cepatlah mulai bernyanyi”

“Ehem”

“Tapi janji ya kau akan menjawab lirik lagunya dengan benar dan kau akan melanjutkan liriknya saat aku jeda dan berhenti bernyanyi”

 

Love oh baby my girl

Geudaen naui juhnbu nunbushige areumdawoon

Naui shinbu shini jushin suhnmul

Haengbokhangayo geudaeui ggaman nunesuh nunmuri heureujyo

Ggaman muhri pappuri dwel ddaeggajido

Naui sarang naui geudae saranghal guhseul na maengsehalgeyo

 

Geudaereul saranghandaneun mal

pyuhngsaeng maeil haejugo shipuh

Would you marry me?

Nuhl saranghago akkimyuh saragago shipuh

 

Geudaega jami deul ddaemada

nae pare jaewuhjugo shipuh

Would you marry me?

Iruhn naui maeum huhrakhaejullae?

 

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge………

“Hey jawablah, aku kan sudah memberikan jeda”

(I do)

Nuhl saranghaneun guhl (I do)

Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)

Nuhreul jikyuhjulge (My love)

 

Hayan dressreul ibeun geudae

toksidoreul ibeun naui moseup

Balguhreumeul matchumyuh guhdneun woori

juh dalnimgwa byuhre I swear

guhjitmal shiruh uishimshiruh

Saranghaneun naui gongju Stay with me

 

Wooriga naireul muhguhdo

wooseumyuh saragago shipuh

Would you marry me?

Naui modeun nareul hamkke haejullae?

 

Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do)

Neul naega isseulgge (I do)

Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do)

Maeil gamsahalge (My love)

 

Orae juhnbutuh nuhreul wihae junbihan

Nae sone bitnaneun banjireul badajwuh

Oneulgwa gateun maeumeuro

jigeumui yaksok giuhkhalge

Would you marry me?

 

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do)

Nuhl saranghaneun guhl (I do)

Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)

nuhreul jikyuhjulge (I do)

 

Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do)

Neul naega isseulgge (I do)

Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do)

Maeil gamsahalge (My love)

 

Naega geudae ege deuril guhseun sarangbakke uhbjyo

Geujuh geuppuninguhl bojalguhtuhbjyo

Suhtulluhboigo manhi bujokhaedo naui sarang

Naui geudae jikyuhjulgeyo

Hangajiman yaksokhaejullae? Museunil issuhdo

Woori suhro saranghagiro geuppuniya

 

“Oppa jadi ini lagu favoritmu? Kurasa kau sudah sering menyanyikan lagu ini”

“Yah, begitulah aku sering menyanyikannya di Super Show”

“Jadi aku menang kan? Aku sudah melanjutkan liriknya dengan benar”

“Belum sampai kau melanjutkan bagian ini”

Nawa gyuhrhonhaejullae?

 

 

 I do

“Itu mudah sekali Oppa aku bahkan hanya mengatakan lirik itu sedari tadi”

“Nah jadi bagaimana jika aku mengubah liriknya? Apa lanjutannya masih akan tetap sama?”

“Maksud Oppa. Apa kau berencana ingin menjadi pencipta lagu eoh?”

“Anio aku hanya ingin melamar seorang gadis”

 

“Would you marry me, Tiffany Hwang?”

“………………………”

“Hei kau tidak lupa bagian selanjutnya kan Mi Young-ah? Dan ku harap kau tidak melupakannya”

“Aku rasa aku melupakannya Oppa”

“Fany-ah!”

 

“Baiklah bagaimana ya tadi, aku akan mencoba mengingatnya dulu”

“Apa kau akan menolakku chagi?”

“Ide yang bagus Oppa, kebetulan aku sangat lupa akan lirik lagunya”

“Baiklah jika itu kepu……..”

 

CUP

 

“I do. I DO Oppa”

 

“Apa aku salah mengingat liriknya?”

“Anio! Kau benar jangan sekali-kali melupakan atau bahkan merunah liriknya.Gomawo. Jeongmal saranghae”

“Nado Saranghaeo Oppa”

 

I think of you just once a day
It can’t be more, because I’m saving you up

 

“Wae Fany-ah, apa kau gugup?”

“A…ni..o”

“Genggam tanganku jika kau gugup, ingatlah setelah ini rintangan yang kita hadapi adalah rintangan bersama”

Gadisku masih saja suka berbohong, jelas-jelas tubuhnya bergetar karena nervous dan takut. Bagaimana tidak, hari ini kami akan mengadakan press conference. Bukan press confrence antara Super Junior dan Girls Generation, tapi press conference antara aku Choi Siwon dan calon istriku Tiffany Hwang. Setelah ia menerima lamaranku, aku segera mengajaknya menikah yang awalnya ditolak mentah-mentah oleh Tiffany. Tentu saja berat melepas semua yang kami miliki di dunia entertain, fans, kepopuleran, uang, dan social life. Realistis. Tentu baginya ini sulit, ketika ia baru saja berada di puncak kariernya aku berniat untuk memotong puncak itu dan membawanya turun. Mau bagaimana lagi, harus ada yang di korbankan untuk mendapatkan hal baik, dan aku memilih untuk tidak mengorbankan cinta kami. Setelah aku membujuknya beberapa kali ditambah lagi dengan desakan Appa dan Eomma yang begitu menyukai Tiffany, juga Daddy yang ingin melihat putri kesayangannya segera menikah, kesepakatan itu tercapai. Dan kini kami bersiap untuk mengumumkan rencana pernikahan kami di hadapan semua orang. Di depan setiap bidikan kamera yang tiada henti akan menyilaukan mata kami dan setiap lidah tajam para wartawan dengan pertanyaan ‘skak mat’ yang membuat lidah kelu dan komentar pedas rekan netizen yang tidak akan berhenti menorehkan luka di hati kami, terutama hati Tiffany yang sensitif’ secara perlahan.

Sekarang ia menatapku dalam, mata itu, mata yang selalu membiusku menyiratkan rasa takut perlahan berubah menyiratkan senyum sendu saat ia membalas menggenggam tanganku. Tangannya dingin. Mata kami bertemu, seolah saling berbicara, dan menguatkan. Menepis semua hal buruk yang pasti akan terjadi.

“Lindungi aku, Oppa”

“I  promise aku akan melindungimu. Semoga hubungan kita ke depan akan selalu dalam lindungan Tuhan. Berdoalah, chagi”

Senyum Tiffany mengembang. Lengkungan bulan sabit itu kembali muncul. Karakter khas gadisku. Tetapi aku memikirkannya hanya sekali, karena dia sudah memenuhi semua semua yang ada pada diriku.

 

The sunshine of a hard day
If only you are here, it’s OK
That’s all I need

 

“Oppa, kau sudah pulang? Akan kusiapan air hangat untukmu nde”

Aku tersenyum saat di menungguku di ruang keluarga kami. Menyambutku dan membantuku melepaskan dasi yang mencekik leherku selama di kantor. Sudah 6 bulan sejak press conference pengumunan pernikahan kami, segalanya telah berubah banyak semenjak itu. Aku bukan lagi seorang Choi Siwon Super Junior, actor ataupun model yang biasa membintangi produk-produk elit Korea. Dan dia juga bukan lagi seorang Tiffany Hwang anggota Girls Generation, MC, ataupun model CF dan covergirl. Dia kini telah menjadi Tiffany Choi seorang ibu rumah tangga yang sangat telaten mengurusku. Dan aku menggantikan Appa menjadi CEO di perusahaan keluarga kami.

Masih lekat dalam ingatanku beberapa bulan lalu merupakan masa yang benar-benar sulit sekaligus manis bagi kami. Pahit karena kami harus menerima semua bashing, kritik bahkan terror dari fans kami ditambah lagi mau tidak mau kami harus meninggalkan dnia entertainmen dunia yang membesarkan nama kami berdua, dunia dimana mimpi kami berada. Namun, semua itu tentu saja lebih berat bagi Tiffany. Antifansnya bertambah tiap hari, bahkan hidupnya nyaris terancam oleh tingkah nekat para fans. Mulai dari tingkah kekanak-anakan dengan melempari Tiffany dengan telur, mengirimiya surat berdarah hingga tindakan ekstrim dengan mencoba menabrak Tiffany. Dan beberapa waktu lalu seorang stalker mengintai rumah kami, dia bersembunyi di taman belakang rumah kami seharian dan mulai melancarkan aksinya setelah aku berangkat syuting CF terakhir dalam kontrakku. Stalker tersebut masuk lewat jendela yang terbuka saat Tiffany sedang mandi. Menutup semua akses keluar masuk dalam rumahku. Dan menodongkan pisau pada Tiffany yang baru saja selesai mandi. Namun fans tersebut bukannya ingin melukai Tiffany, ia malah ingin bunh diri di depan Tiffany yang menurutnya telah merebutku darinya. Sudah dipastikan Tiffany kaget. Namun ia tetap berusaha menenangkan fansku yang sepertinya sudah mengalami sakit mental. Fans tersebut perlahan melunak saat Tiffany mulai menyebut tentang perasaan orang tua dari fans gila itu. Namun saat Tiffany ingin merangkul dan mengambil pisau dari tangan fans gila itu, Fans tersebut kembali histeris saat melihat cincin berlian pernikahan kami melingkar di jari manis Tiffany. Akibatknya fans tersebut kembali mengancungkan pisaunya ke depan, bersiap kembali melancarkan aksi bunuh dirinya. Tiffany yang kaget, dengan cepat menghalangi fans gila itu untuk mengoreskan pisau ke pembuluh darah di tangannya. Adu tarik-menarik pisau pun terjadi di antara Tiffany dan fans gila itu hingga akhirnya pisau yang diperebutkan itu mengenai perut Tiffany. Fans gila itu kaget dan mulai mengalami trauma dan dengan cepat membuka pintu rumah dengan kunci yang ia curi sebelumnya meninggalkan Tiffany yang sudah besimbah darah. Bertepatan dengan itu, aku kembali ke rumah untuk mengambil dokumen investasi klien yang tertinggal di ruang kerjaku. Mataku menangkap kejanggalan karena semua pintu dan jendela rumah tertutup padahal waktu masih pagi dan Tiffany tidak akan ada acara keluar hari ini, dan kalaupun akan keluar, istriku pasti akan meminta izin padaku terlebih dahulu. Perasaan hatiku semakin tidak enak saat aku mendengar suara teriakan dari dalam rumah, satu suara teriakan Tiffany yang kuhapal di luar kepala dan satu lagi suara teriakan yang asing di telingaku. Dengan cepat aku memencet bel dan berbicara melalui intercom di depan rumah kami namun tidak ada balasan lalu tiba-tiba pintu terbuka dan fans gila itu menerjang ke arahku. Baju dan tangannya penuh darah, Tiffany! Sesuatu pasti terjadi pada istriku. Dengan cepat aku masuk ke dalam rumah dan kulihat handuk mandi Tiffany sudah penuh dengan darah. Ku gendong istriku ala bridal style dan segera membawanya ke rumah sakit. Dengan kecepatan penuh kukendarai mobil Gabriel, dan tentu saja hal itu menuai protes dari pengguna jalan yang lain yang tidak henti-hentinya membunyikan klakson mobilnya. Mau bagaimana lagi pikiranku sudah sangat kalut melihat Tiffany yang mulai tidak sadarkan diri akibat kehilangan banyak darah. Dan saat itu aku bisa merasakan bagaimana rasanya ketika di posisi antara hidup dan mati, jika Tiffany tidak terselamatkan saat itu maka sama saja aku akan hidup bagai zombie tanpanya di sisiku. Kutepis semua kemungkinan terburuk yang ada di kepalaku, doa hanya itulah yang bisa di lakukan saat ini, kugenggam tangan Tiffany yang mulai dingin dan memanjatkan doaku untuknya. Ya Tuhan selamatkanlah Tiffanyku.

Kami tiba di rumah sakit kira-kira 20 menit kemudian, Tiffany langsung di bawa ke Emergency room untuk penanganan yang lebih serius. Dokter Jung yang menangani tindakan medis untuk pasien gawat darurat dan sekaligus merupakan dokter keluarga Choi melarangku masuk. Di depan ruang Emergency room aku hanya bisa berdoa dan mondar-mandir sambil terus menatap ke pintu Emergency room. Ponselku tiba-tiba berdering. Dalam hati aku mengutuk orang yang meneleponku di saat genting begini. Tanpa melihat caller id segera kutekan answer di layar IPhone 5 ku.

“Yeobseo?”

“Yeobseo Siwon sajangnim, saya Sekretaris Kang, maaf menggangu waktu anda, tapi saat ini anda seharusnya sudah kembali ke kantor dan membawa berkas investasi klien dari China sajangnim. Choi Ki Ho sajangnim telah menunggu di ruangan anda”

“Mian Sekretaris Kang, aku sedang berada di rumah sakit sekarang. Aku menunggu istriku, dia sedang di Emergency room sekarang. Ada fans gila yang menyerang istriku di rumah kami saat aku ke kantor. Tolong sampaikan ke appa jika aku akan mengirim berkasnya melalui email secepatnya.”

“Mianhamnida sajangnim, saya mengganggu anda. Saya akan menyampaikannya pada Ki Ho sajangnim”

“Gomawo”

Piip, sambungan telepon mati dan pikiran kalutku kembali muncul. Sudah berapa lama Tiffany ada di dalam sana? Kenapa dokter tidak membawa Tiffany keluar dari ruangan emergency?

Getar hpku kembali membuyarkan lamunanku.

From: Eomma

Siwon-ah bagaimana keadaan Tiffany sekarang? Apakah di tempat Dokter Jung? Eomma akan ke sana sekarang.

 

Tiffany masih di Emergency Room Eomma, nde.

Gomawo eomma.

Sent.

 

Belum ada tanda-tanda pintu Emergency room akan terbuka. Aku hanya bisa terduduk di kursi rumah sakit dan berdoa. Semoga hal buruk tidak terjadi pada istriku. Kukatupkan mataku rapat-rapat, menghalangi jalan air mataku untuk keluar. Tepukan halus mendarat di pundakku.

“Siwon-ah, luka robek di perut Tiffany cukup dalam, beruntung luka tusukannya tidak mengenai lambung dan organ yang ada di dekatnya, luka robeknya sudah behasil di jahit. Tranfusi darah sudah dilakukan namun saat ini Tiffany masih belum sadar akibat kehilangan  banyak darah, tapi ia sudah boleh dipindahkan ke ruangan biasa”

“Gomawo Dokter Jung”

Dokter Jung tersenyum dan kembali masuk ke emergency room membawa Tiffany yang tidak sadarkan diri pindah ke kamar pasien. Aku mengikuti Tiffany dari samping.

Fany-ah mianhae aku tidak bisa menjagamu dengan baik, batinku.

Kami tiba di VIP Room dan suster mulai bergerak menggantikan pakaian Tiffany dengan pakaian pasien, menegakkan infuse, mengecek tekanan darah dan melakukan berbagai rekapan medis lain dan akhirnya meninggalkan ruangan ini. Tiffany masih tertidur. Matanya terkatup rapat, tidak peduli betapa tanganku sedari tadi mengelus rambut, wajah, dan tangannya menyuruhnya untuk bangun.

“Mianhae chagiya, aku gagal melindungimu, cepatlah sadar sayang. Aku sakit melihat kau seperti ini”

Kubisikkan lirih kata tersebut di telinga Fany, berharap ia segera terbangun dari tidur lelapnya. Kukecup kelopak matanya yang indah dengan pelan. Namun Tiffany masih belum mau membuka matanya, ia masih lelah, atas semua perlakuan buruk yang menimpanya karena kesalahanku. Kesalahanku yang mengajaknya untuk hidup bersamaku namun aku belum mampu memberi perlindungan yang layak untuknya. Tanganku bergetar meraih tangannya yang lemah tak berdaya. Jangan katakan aku hiperbola, karena keadaan Tiffany memang sangat lemah. Suami macam apa aku ini? Aku mengelus tangannya perlahan, menyalurkan kekuatan dan harapanku padanya agar ia cepat sadar dan kembali menatapku dengan mata bulan sabitnya.

 

“Op..pa? od..diega?” suara lirih Tiffany membangunkan tidurku. Demi Tuhan apakah aku bermimpi saat ini?

“Op..pa? od..diga? akh ap..po” dan Tuhan aku benar-benar tidak bermimpi, aku mendongakkan kepalaku kea rah Tiffany yang memegangi perutnya, menahan sakit akibat bekas jahitan pada luka di perutnya

“Chagia gwencana? Apakah benar-benar sakit? Wait, Oppa akan panggil dokter”

“Tenangkanlah dirimu Siwon-ah, keadaan Tiffany cukup baik, dia hanya perlu istirahat kurang lebih selama seminggu kedepan, dan perban di luka jahitannya harus diganti secara rutin untuk mencegah terjadinya infeksi.”

“Gomawo, dokter Jung, lakukanlah yang terbaik untuk kesembuhan Tiffany”

“Nde anakku, sudah pasti aku akan melakukan yang terbaik untuk kalian. Dan selain perawatan untuk Tiffany, kau juga harus melakukan perawatan untuk dirimu sendiri Siwon. Sudah dua hari kau menjaganya disini”

“Anda tidak perlu mengkhawatirkanku dokter Jung, keadaanku langsung membaik saat melihat istriku sadar”

“Dasar pengantin baru”, dokter Jung menggodaku lalu pergi meninggalkanku berdua dengan Tiffany

“Op..pa”, kata Fany memandangku nanar

“Waeyo chagi?” Aku khawatir dengan pandangan matanya, apa yang kira-kira akan dia utarakan? Apakah protes dengan keteledoranku dalam menjaganya?

“La,,par”, katanya sambil menggosok perutnya yang rata. Aku hampir mati ketakutan menantikan kata yang akan keluar dari mulutnya tapi dia hanya ingin makan ternyata. Aku mengacak rambutnya perlahan.

“Nde oppa akan meminta suster untuk membuatkan makanan untukmu”

Istriku menggangguk patuh. Tidak lama suster pun masuk membawakan makanan untuk Tiffany, bersyukurnya kebetulan saat ini adalah jam makan sehingga Tiffany tidak perlu menunggu lama untuk makan dan aku juga tidak akan mengambil resiko membelikan Tiffany makanan dari luar rumah sakit sebelum ia pulih benar dari sakitnya. Aku menyuapinya perlahan, matanya begitu kegirangan saat bubur hangat memasuki lambungnya. Dia sangat suka makan. Selain Yoona dan Sooyoung dialah yang sangat suka makan di SNSD sayangnya, intruksi diet SM lah yang memaksanya mengurangi hobi makannya.

“Mashita!”

“Suaramu sudah tidak terputus-putus setelah makan Fany-ah, apa lapar adalah alasan mengapa suaramu terputus-putus?”, kataku menggodanya

“Oppa!” Tiffany menggerutu dan mengerucutkan bibirnya dan membuatku tidak tahan untuk menciumnya. Jangan salahkan aku, bahkan saat baru sadar dari komanya saja Fany begitu menggemaskan. Sebuah tamparan halus mendarat di lenganku.

“Chagi, mianhae oppa gagal menjagamu, akibatnya kau harus terluka dan dirawat disini”

“……..Gwencana Oppa”, Fany terdiam sesaat lalu menjawab perkataanku dengan senyuman. Aku mengelus tangan dan rambutnya perlahan. Aku tidak pernah merasa bosan dengan gadis ini. Melihatnya terdiam dan tidak merespon semua skinship yang kuberikan membuatku menderita.

“Oppa,,,berapa lama aku ada disini?”

“Dua hari, kau sudah tidak sadar selama 2 hari setelah peristiwa serangan antifans”. Fany terdiam sesaat lalu menatap lekat ke arahku

“Yah Oppa! Kenapa bisa begini? Kau menumbuhkan jambangmu lagi! Seriously Oppa kau benar-benar jelek dan messy dengan rambut kecil itu. You have to shave it now!”

Aku tertawa kecil. She is very unpredictable! Dari semua hal yang dia alami selama ini, hal pertama yang dia perhatikan adalah rambut halus yang tumbuh di wajahku

“Ini kesalahanmu Fany-ah. Kau melalaikan tugasmu untuk mencukurnya”

“You can shave it by yourself!”

“Dan meninggalkanmu sendiri tertidur tak sadarkan diri? A big NO dear”

“Gomawo, untuk tidak meninggalkanku”

Aku tersenyum dan mulai menggodanya menggesekkan hidungku padanya yang mengakibatkan jambangku mengenai pada wajahnya, dan membuat Tiffany menggeliat geli. Ia tertawa dan menggindar dari ‘serangan’ku. Sampai tawanya terhenti akibat sakit di perutnya.

“Gwencana?”

“Uh-oh, gwencana Oppa. Mungkin akibat terlalu banyak tertawa” Eyesmilenya tampak mencoba menenangkanku dari panic berkepanjangan.

“Mianhae Fany-ah. Ini semua gara-gara aku. Jika saja aku lebih waspada dan menjagamu, ini semua tidak akan terjadi. Aku sungguh tidak ingin kehilanganmu. Melihatmu terbaring dan menutup mata walau hanya dua hari sudah membuatku frustasi. Jeongmal Saranghae Fany-ah. Kajima, aku tidak akan membiarkanmu ada dalam bahaya lagi, aku akan menjagamu lebih baik lagi”

“So chessy Mr. Choi, tetapi aku juga sangat mencintaimu Oppa”, Tiffany tersenyum namun ada air mata yang membasahi pipinya. Segera kutarik dia dalam pelukanku, menghirup wanginya dan membiarkan tangisannya semakin keras. Dia takut dan tertekan aku tahu itu.

Semenjak kejadian tersebut aku menyewa beberapa bodyguard untuk menjaga  keselamatan yeojaku. Aku tidak ingin nyawa Tiffany terancam dan tidak ingin mimpi buruk kehilangan Tiffany untuk yang kedua kalinya dalam hidupku terulang kembali.

“Oppa air hangatnya sudah siap, kau lebih baik cepat mandi ku bisa mencium bau keringat dan ‘selingkuhan’mu di kantor”

“Yah! sejak kapan aku berselingkuh?”

“Setiap hari! Kau selalu berselingkuh dengan dokumen perusahaan dan kertas-kertas saham. Aku tidak akan tidur denganmu jika bau mereka masih melekat padamu”

“Arraseo, keundae kau harus menemaniku mandi dan menghilangkan bau dari ‘selingkuhan’ku’

“Shirreo!”

Tiffany berlari menjauhiku yang berusaha menangkapnya, huft dengan sekali angkatan Fany kini sedah berada dalam gendonganku. Tangannya sedari tadi tidak berhenti untuk memukuli dada dan lenganku. Pukulan ringan.

“Tch, turunkan aku Tuan Pervert”

“Berada disampingmu membuatku tidak bisa berhenti berubah menjadi Tuan Pervert, Mrs. Seducer”

 

When I see you, I feel comfortable
Even though you don’t like it when I say that

 

“Fany-ah, Oppa pulang”, kataku ketika sampai di rumah

Tidak ada sahutan dari Tiffany yang membuatku mengedarkan pandangan keseluruh ruangan di rumahku.

“Fany-ah kau dimana?”, teriakku lagi dan sama tidak ada sahutan dari Tiffany. Mungkin dia sedang mandi pikirku. Aku segera memasuki kamar kami di lantai atas tapi aku juga tidak bisa menemukan sosok istriku disana, dan tidak ada tanda-tanda kamar mandi digunakan.

“Fany?”

Tidak ada sahutan. Dengan segera aku bergegas aku menuruni tangga dan mengecek seluruh ruangan yang ada di rumahku. Dan Fany tidak ada disana, kucoba mencari Tiffany di kebun belakang rumah kami, dan istriku juga tidak berada disana. Arggh dimana sebenarnya Fany berada?

Kutekan beberapa nomor di ponselku dan menghubungi orang diseberang telepon. Lama tidak ada jawaban hanya ada jawaban yang berulang dari Operator. Angkatlah Fany! Berulang kali aku meneleponnya tapi masih saja tidak ada jawaban. Pikiranku kembali melayang pada kejadiaan saat Tiffany diserang antifans lagi. Ania jangan sampai Fany diculik. Kutekan beberapa nomor lagi.

“Yeobseo oppa?”

“Jiwon-ah apa Tiffany pulang ke rumah hari ini?”

“Nde Oppa, Fany memang mengunjungi kami hari ini, dia bahkan membawa kue yang lezat, kau harus sering membiarkannya lebih sering jalan-jalan jangan hanya mengurungnya di rumah kalian”

“Arra…tapi sekarang Tiffany dimana?”

“Fany? Dia sudah pulang sejak jam 4 sore tadi”

“Mwo?! Lalu dia dimana?”

“Fany tidak ada di rumah kalian?”

“Jiwon-ah apa Fany bilang dia ingin pergi kemana setelah pulang dari rumah eomma?”

“Fany bilang dia hanya ingin pulang”

“Lalu dimana dia sekarang?”

“Molla Oppa”

Pip. Kumatikan sambungan teleponku kasar. Tuhan dimana istriku berada? Aku segera mengambil kunci mobil Audi ku dan segera melajukan mobilku, kususuri seiap jalan dan kafe yang ada di sekitar rumahku, berusaha menemukan sosok Tiffany disana. bodohnya aku membiarkan bodyguard Fany libur, dan aku juga dengan bodohnya menuruti keinginan Tiffany untuk melonggarkan pengawasanku padanya, jangan salahkan aku jika menuruti keinginannya dengan cepat, aku tidak bisa tahan dengan kekuatan eyesmilenya yang begitu memikat! Apalagi saat itu aku berada dalam saat yang tidak tepat, bayangkan dia mengancam tidak akan memberiku ‘jatah’ selama satu bulan penuh. Bagaimana bisa aku bertahan tanpa mendapatkan ‘jatah’ darinya. Penyiksaan biologis. Tapi akibat pikiran sempitku itu Fany hilang. Ah jeongmal kenapa aku selalu saja gagal menjaga Tiffany?

Drrt Drrt

Dering ponsel membuyarkan lamunanku.

“Yeobseo”

‘Yeobseo Siwon-ah, bagaimana kabarmu businessman. Aku dan member SUJU yang lain ingin mengajakmu minum sebentar. Lagi pula kan kau sudah lama tidak berkumpul ber…..?”

“HYUNG! Tiffany hilang!”

“MWO?! Bagaimana bisa, aish Siwon, kau ini benar-benar. Sudah menghubungi hpnya?”

“Hpnya tidak aktif”

“Baiklah aku dan yang lain akan berusaha membantu mencari Fany. Sudah mencoba menghubungi Taeyeon?”

“Aku malas menghubunginya, seminggu ini dia terus meneleponku untuk meminta Fany agar bergabung di SNSD lagi. Kau saja yang menelponnya hyung!”

“Jinjaa, kau sudah menikah tapi kelakuanmu masih seperti anak kecil”

“Hyung kau bisa memberi ceramah nanti sekarang aku harus berkonsentrasi menemukan Tiffany”

Pip sambungan teleponku dengan Leeteuk Hyung terputus. Maaf hyung kau bisa menceramahiku nanti tapi sekarang aku harus menemukan istriku. Jeongmal dia dimana? Kuputar setir mobilku menuju Pusat Kota Seoul, mungkin Tiffany ada di salah satu butik di sini mengingat dia sedikit memiliki kecintaan yang berlebihan pada fashion.

 

Sudah satu jam aku berputar-putar disini tapi tetap saja aku belum menemukan Tiffany. Drrt drrt. Sial dari tadi hpku terus saja berdering, dan dari tadi penelponnya berasal dari Taeyeon, aku malas sekali menganggkat teleponnya. Sudah kubilang kan seminggu ini dia dan yang lainnya terus saja memaksaku untuk ‘mengembalikan’ Tiffany ke SNSD. Kuangkat panggilannya kasar.

“Yeobseo Taeng-ah, jika kau menelponku untuk memaksa Tiffany kembali ke SNSD maka jawabanku masih sama TIDAK!”

“Oppa? Aku di dorm SNSD”

“Mwo?! Fany-ah? Tunggu Oppa akan kesana!”

 

30 menit kemudian aku sudah sampai di depan dorm SNSD, dengan tergesa-gesa aku berlari dan mendobrak pintu dorm.

“Yah! Dimana kalian menyembunyikan istriku?”

Tanpa sadar aku berteriak pada member SNSD yang terlihat kaget atas kedatanganku yang mendobrak pintu. Sedangkan sang leader sudah memandangku dengan tatapan tajam. Saat dia ingin membuka mulutnya

“Aaww”

“Yak Choi Siwon bisakah kau masuk dengan tenang? Kau hampir membuat pintu dorm rusak!!!”

Suara yang terdengar bukanlah suara Taeyeon tapi suara melengking Tiffany yang kini menarik telinga kananku dan memasang wajah terganggu. Saat dia melepaskan jeweran pada telingaku, aku dengan cepat menariknya dan membawanya ke pelukanku.

“Syukurlah! oh God, you almost kill me”

“You always panic like a crazy person”

“I become a crazy person around you, and I’m panic because I love you”

 

Tiffany tertawa kecil. Aku menarik wajahnya dengan tanganku yang bebas bersiap akan menciumnya saat deheman kompak menginterupsi rencana ku

“Ehem, bisakah kalian melakukan itu saat kalian berada di rumah kalian?”

“Mianhae”, kata Tiffany sambil memperlihatkan senyum bulan sabit dan deteran gigi putihnya.

 

“Kenapa kau tidak memberi tahuku jika ka menginjungi dorm chagi?”, aku saat ini ada di bekas kamar Tiffany di dorm. Katanya ia sangat merindukan dorm dan member SNSD lainnya dan ingin menginap di sini.

“Saat aku pulang dari rumah eomma dan appa, aku di telpon Sooyoung dan Yoona, katanya mereka lapar tapi tidak ada makanan di dorm sedangkan member yang lain pergi jadi aku mengajak mereka makan di luar, dan pada saat kami kembali dari restaurant member lain sudah pulang, kami bergosip dan aku lupa waktu jadi aku lupa menghubungimu dan sayangnya ponselku tertinggal di rumah dan sepertinya mati karena saat kuhubungi operator yang menjawab. Tapi Taeyeon sudah menghubungimu beberapa kali Oppa tapi katanya kau selalu mereject panggilannya”

“Ini jebakan”

“Jebakan?”

“Mereka ingin mencurimu dariku Fany-ah, membermu ingin kau kembali ke SNSD”

“Hahahaha, kau ada-ada saja Oppa. Enough of that bodyguards thing dan sekarang kau mencurigai memberku? Oppa kau bahkan sudah sangat mengetahui jika mereka adalah saudaraku di Korea kan?”

“Nde, chagi namun aku tidak ingin kau lepas dari pandanganku bahkan walau sedetik. Kau tahu bagaimana paniknya aku saat kau menghilang tadi. Aku tidak mampu berpikir normal. Aku pikir kau diculik oleh antis lagi. Dan kejadian ‘itu’ terulang lagi. Aku pasti akan langsung mati ditempat”

“Kau berlebihan sekali Oppa. Tapi mianhae, aku tidak akan mengulanginya lagi”

 

Aku langsung merebahkannya ke kasur membuatku berhadap-hadapan dengannya, melihat tatapan memelasnya membuatku tidak bisa marah.

“Kau tidak melepaskan dasiku hari ini”

“Tapi sekarang dasimu sudah lepas Oppa”, dia menunjuk pada dasiku yang sudah tidak ada ditempatnya lagi. Pasti terjatuh.

“Pokoknya kau harus membayar semua ini, sekarang aku meminta kado ku”

“Selalu saja begitu!”

Tiffany mengerucutkan bibirnya kesal, tapi hal itu malah tambah membuatku ingin menciumnya.

GROWL.

“Oppa apa itu suara perutmu?”

“Aku belum makan chagi”

“Baiklah Oppa, aku akan meminta ramen dari Shikshin. Tunggulah sebentar”

Sial! belum sempat aku mencium bibirnya suara perutku menginterupsi di saat yang tidak diinginkan. Fany pun pergi mengambil ramen untukku.

 

“Ini Oppa makanlah, mianhae aku lupa mnyiapakan makanan untukku di rumah”

“Gwenchana”

“………”

“Aaah mashita, chagi kau tidak makan?”

“Aku sudah makan Oppa bersama member lain, Oppa habiskan saja ramennya”

“Kalau begitu suapi aku”

“Seriously Oppa kenapa sifat manjamu keluar lagi”

“Itu sebagai hukuman buatmu karena kau membuatku khawatir seharian ini dan juga apakah salah jka aku ingin bermanja-manja dengan istriku?”

“Baiklah kau menang Oppa, sini buka mulutmu”

“Rasa ramen ini jadi 1000 kali lebih nikmat saat kau yang menyuapinya untukku”

“Gombal”

“Kenapa kau tidak pernah percaya ucapanku sih”

“Karena gombalan itu tidak patut di percaya”

“Tapi gombalan seorang Choi Siwon untuk Choi Tiffany harus dipercaya”

Tiffany tertawa renyah mendengar kata-kataku. Kami bersenda gurau hingga suapan terakhir ramenku habis.

 

“Nah sudah selesai, sekarang kau harus mandi Oppa”

“Anio, bagaimana aku mandi peralatan mandiku kan dirumah”

“ Tenang saja Oppa, aku sempat membawa peralatan mandi tadi sebelum kemari”

“Kau sangat berniat untuk kabur eoh chagi?”

“Sudahlah Oppa, sebaiknya kau cepat mandi, aku tidak mau tidur dengan namja bau sepertimu”

Tiffany melempar handuk dan peralatan mandi kami kearahku sebelum akhirnya melenggang pergi. Beberapa saat kemudian di berbalik lagi ke kamar dan melemparkan T-Shirt pink yang padaku.

“Oppa pakailah, kau tidak mungkin mengenakan kemeja kantor saat tidur kan?”

“Shirreo ini, T-shirt ini untuk perempuan aku tidak akan muat dan warnanya juga sangat ‘pink’, lebih baik aku tidak usah mengenakan atasan ya chagi”

“Shiro!  Oppa ini bukan dirumah, arra!”

“Kau cemburu jika dongsaengmu melihatku topless”

“Oppa! Jika kau tidak memakainya dan menggodaku terus, kau lebih baik tidur di rumah sendirian”

“Arraseo, jangan usir aku ne chagi”

“Ya sudah cepat sana mandi”

 

Aku selesai mandi dan langsung masuk ke kamar Tiffany, namun aku tidak bisa menemukan sosok wanita itu di kamar. Sudah jam 12 malam, kemana lagi dia?. Akupun segera mencarinya di dorm. Member SNSD kebanyakan sudah tidur kurasa, lampu kamar mereka kebanyakan telah padam, aku bisa mengerti mereka pasti sudah sangat lelah dengan jadwal mereka yang padat, aku juga pernah merasakan itu, ah kenangan saat aku masih menjadi Siwon Super Junior terbayang lagi. Aku tersenyum singkat dan segera mengusap wajahku kasar. Aku sudah harus menjalani stage yang berbeda sekarang. Hidupku sekarang adalah menjadi CEO Hyundai Departemen Store, dan menjadi suami yang baik bagi Tiffany. Kami sudah memutuskan untuk meninggalkan dunia keatrisan kami saat kami mulai berkomitmen untuk menikah.

Pikiranku terganggu saat menengar suara kikikan Tiffany dari kamar Sooyoung, aku pun segera menuju kamar Shikshin itu, pantas saja tadi lampu kamarnya belum padam aku kira dia sedang menghabiskan makan tengah malamnya. Aku mengintip kecil dari celah pintu yang tidak di kunci, ternyata semua member SNSD berkumpul di sana.

“Eonni, ceritakan lagi kisah konyol Siwon Oppa saat malam pertama, aku tidak percaya saking gugupnya dia mencederai ‘alat pembuat anaknya’ sendiri dengan aksi pembukaan resleting gagal”

“Sooyoung, kau mulai lagi. Seohyun-ah tutup baik-baik telingamu, ini omongan khusus orang dewasa”, seru Hyoyeon yang menutup telinga maknae. Untuk apa ditutupi, dia sudah cukup banyak belajar dari makhluk ‘evil’ Kyuhun.

“Hahahahahahaha”, tawa member SNSD dan Tiffany terdengar renyah

“Jadi bagaimana konser kalian, kenapa aku jarang melihat kalian satu panggung lagi. SNSD sekarang banyak mendapat job drama ya?”

“Itu karena kau Tiff, SNSD tidak bisa mengadakan konser lengkap jika salah satu membernya hilang. Harusnya kau pikirkan keputusanmu lagi untuk mundur dari dunia entertain”, seru Jessica

dingin.

“Sica! Kau tidak boleh berkata seperti itu pada Mi Young, bagaimana pun juga ini adalah keputusan Mi Young”, Sunny kini membela Fany

Aku tidak menyalahkan keputusanmu untuk menikah, tapi bukankah setelah menikah kehidupanmu sangat terikat Eonni? Aku tahu apa yang Siwon Oppa lakukan padamu saat ini adalah karena dia sangat mencintaimu tapi jika dia membuat hidupmu seperti ini apakah kau tidak merasa seperti tawanan penjara?” Yuri kini meledak di hadapan Tiffany

“Eonni tidak bisakah kau membujuk Siwon Oppa agar kau bisa kembali ke SNSD, kita akan bernyanyi di satu panggung yang sama, mengejar impian kita bersama-sama lagi”, kali ini Yoona memprovokasi. Dasar dongsaeng penghianat. Kau tidak akan kubelikan makanan lagi Yoona.

“……….”

Hening. Aku menunggu jawaban Tiffany, apakah dia akan menolakku dan kembali ke membernya? Aku tahu dia sangat menyayangi SNSD tapi saat ini aku juga membutuhkannya. Aku membutuhkannya untuk tetap kuat pada keputusanku melindunginya dan membuang statusku sebagai member SUJU.

“Aku tidak bisa…….aku memiliki Siwon Oppa sekarang, orang yang statusnya kini sama denganku. Walaupun aku memiliki mimpi yang kubuang, aku masih memiliki mimpi baru yang harus kurajut bersama Siwon Oppa. Mianhae chingu. Aku sangat egois, aku tahu itu”

Kata-kata Tiffany terngiang di kepalaku, berbagai perasaan berkecamuk di dadaku, menambah pening kepalaku. Apakah itu yang Fany rasakan terhadapku? Aku segera mengarahkan tanganku untuk menarik kenop pintu kamar Sooyong saat tanganku ditahan oleh seseorang yang kini menatapku dengan tajam.

“Ikut aku, Siwon Oppa”

 

Aku membuka pintu kamar Tiffany dengan perlahan, dan segera merebahkan diri disampingnya.

“Fany-ah apa kau sudah tidur?”, kataku membalikkan tubuhku  dan Tiffany sehingga kami kini berhadapan.

“Oppa? Kau dari mana saja? Apa kau baru selesai mandi. Kau sangat lama di kamar mandi”

“Mianhae. Aku ketiduran disana”

“Dasar”

“Fany-ah”

“Nde Oppa?”

“Jangan pernah meninggalkanku. Aku pasti tidak akan sanggup meneruskan langkahku jika sehari saja tidak melihat wajahmu, saat kau ada di sampingku aku merasa nyaman. Seperti seluruh bagian diriku lengkap”

“Kenapa sih kau selalu gombal Oppa?”

“Apa gombalanku berhasil membuatmu melayang”

“Yah! Oppa sangat tidak lucu”

 

CUP

 

“Sshh jangan ribut, ini bukan rumah kita, kau akan membangunkan seisi dorm”

“Kau terlihat sexy menggunakan T-shirt pink milikku Oppa”

“Kau senang? Kemarilah, aku akan menghukumu, aku akan memelukku dengan sangat erat hingga kau kehabisan nafas?”

“Tentu saja Oppa, aku akan dengan senang hati menerima hukumanmu”

“Sudahlah, kau harus tidur sekarang, ku pasti lelah setelah seharian berpetualang di luar”

“………..”

 

“Oppa”

“Eum?”

“Seandainya, jika aku ingin kembali menyayi bersama SNSD, apa kau akan mengijinkanku?”

“Fany-ah”

“Hahahaha wajahmu serius sekali Oppa, aku kan hanya bencanda. Aku sudah berjanji kan tidak meninggalkanmu, aku hanya bergurau. Kajja kita tidur saja Oppa, kau besok harus ke kantor”

 

I’m happy but still you are nervous

Don’t doubt- don’t torture yourself

Actually, this is a pure love

 

“Oppa, apa gaun ini sudah terlihat cocok untukku? Bagaimana dengan make up ku? Apakah ini terlalu tebal?”

“Mi Young-ah sejak kapan kau menjadi gugup dan tiak percaya diri seperti ini? Perlukah aku mengulangi pujianku tadi padamu? Tenanglah kau sudah sangat sempurna”

“Aku hanya gugup, ini pertama kalinya aku menghadiri Pesta Ulang Tahun perusahaan aku takut akan menghancurkan citra perusahaanmu Oppa”

“Perusahaan kita chagi, Kau tidak boleh ragu dan takut, jangan menyembunyikan dirimu ynag sesungguhnya. Kau sudah sempurna, jangan merusak kesempurnaan yang ada pada dirimu dengan berpura-pura. Jangan menyiksa dirimu kau harus menunjukkan siapa Tiffany yang sebernahnya, Choi Tiffany, istri dari CEO Hyundai Corp Choi Siwon”

“Kau membuat semuanya menyeramkan sekarang Oppa”

“Aku tahu, maka bersandarlah padaku jika kau takut, jangan menyimpannya sendiri. Aku akan selalu menggenggam tanganmu erat saat kau berfikir kau akan jatuh”

“…………Nae nampeyon sangat pintar bermain dengan kata-kata”

“Jangan salah, ini adalah kata-kata yang hanya bisa muncul dari seorang namja yang memiliki cinta sejati pasangannya. Nah kajja ayo kita pergi, kita akan terlambat”

 

“Mrs. Choi senang bisa bertemu anda secara langsung, kami sangat menantikan kesempatan untuk bisa bertemu dengan anda. Mr. Choi ternyata memang tidak pernah salah dalam mengambil keputusan, mulai dari pekerjaan hingga urusan memilih istri”

“Gamsahamnida, Mr. Kimura, terima kasih atas pujian anda. Bahasa Korea anda sudah sangat fasih rupanya”

“Kau bisa saja Mr. Choi, kau bisa mempercayakan proyek pembangunan Hyundai Departemen Store Jepang pada perusahaan kami Mr. Choi”

“Nde terima kasih atas bantuanmu Mr. Kimura kalau begitu aku dan istriku akan permisi. Kami harus menyembut tamu lainnya”

 

“Masih nervous chagi? I think you did well as Mrs. Choi tonight”

“Tanganku bahkan sudah mengeluarkan keringat dingin Oppa”

“Jinja?Kalau begitu tunggulah disini, Oppa akan mengambilkanmu minum”

 

“Senang melihatmu lagi Tiffany”

“Opp…a, sajangnim Annyeonghaseo. Senang melihatmu disini”

“Siwon mengundangku dalam acara perusahaannya, sepertinya suamimu ingin pamer padaku”.

“Siwon Oppa benar-benar bekerja keras untuk bisa memajukan perusahaan akhir-akhir ini. Dimana pun dia berada, dia sangat workaholic”

“Memang karakter anak itu dari dulu. Bagaimana kabarmu Fany? Sepertinya Siwon menepati janjinya untuk menjagamu dengan baik. Tak salah aku melepasmu padanya”

“Aku baik. Sajangnim bagaimana?Nde Siwon Oppa menjagaku dengan baik”

“Nde aku tahu, aku bisa melihatnya sendiri. Kau sangat cocok dengan menjadi Mrs. Choi, Tiffany. Kabarku? Aku yang sudah tua ini hanya bisa memonitor rekan-rekan seperjuangan kalian dari layar kaca. Kau harus sering-sering pergi ke kantor SM mengunjungi member SNSD, sunbaemu, dan hoobaemu. Kau tahu Sunny dan temanmu yang lain selalu meneleponku untuk membawamu kembali. Aku jadi tidak bisa menghabiskan masa pensiunku dengan tenang”

“Hahaha, jeongmal?Kelakuan mereka masih saja seperti gadis muda”

“Nde benar Fany-ah, usia dan status boleh saja berubah tapi passion terhadap music dan rasa persaudaraan antar member tidak akan pernah berubah”

“Nde sajangnim, anda benar sekali”

“Lalu apa passionmu di music masih sama Fany-ah?”

“Maksud anda sajangnim?”

“Aku ingin kau bergabung kembali menjadi anggota Girls Generation, Tiffany Choi”

“Ye…ye?”

“Apa kau bersedia Fany?”

“Soo Man sajangnim?! Apa maksud anda? Anda sendiri yang menyuruhku untuk focus menjadi seorang istri, dan bagaimana mungkin aku masih bisa bergabung dalam Girls Generation, bagaimanapun statusku sudah menikah dan tidak sesuai dengan Girls Generation”

“Kau mungkin lupa Fany-ah, aku tidak pernah menyuruhmu untuk meninggalkan passionmu di bidang music, kau boleh menjadi seorang istri tapi setengah jiwamu dan hatimu masih untuk Girls Generation, mereka tidak akan lengkap tanpamu. Lagipula Girls Generation pun bukan Girls Generation tanpamu”

“Kau membuatku bingung Soo Man sajangnim, lalu bagaimana dengan reaksi masyarakat? Mereka sudah tau aku meninggalkan Girls Generation dan bagaimana dengan Siwon Oppa? Ya bagaimana dengan Siwon Oppa, kami telah sepakat untuk bersama-sama keluar dari dunia entertain dan memulai kehidupan yang baru”

“Actually, kau tidak pernah mendeklarasikan secara tertulis atau bahkan lisan jika kau sudah keluar dari Girls Generation, mereka hanya tahu kau vacuum sementara pasca menikah dan segala rumor kau telah keluar hanya dibualkan oleh netizen dan para pemburu berita, selain itu kau juga belum menyelesaikan kontrak kerja yang kau buat, Bersyukurlah aku masih belum memerintahkan perusahaan mengadakan denda untukmu. Siwon? Suamimu tampaknya sudah nyaman sebagai pebisnis. Aku bersyukur dia sudah tidak sering topless di depan umum. Jadi bagaimana? Apa kau mau kembali bergabung menjadi anggota SNSD?”

“Anio, Mianhae sajangnim, walaupun aku masih memiliki passion di dunia music dan masih ingin bergelut di dunia entertain bahkan masih sangat ingin berada di satu panggung yang sama dengan SNSD, tapi aku tidak bisa membatalkan komitmenku dengan Siwon Oppa. Jika ia ngin berada di dunia bisnis maka aku akan mengikutinya”

“Aku sangat tersentuh dengan pendirianmu Tiffany. Tapi jika Siwon yang datang memohon padaku untuk menerimamu menjadi anggota Girls Generation lagi, lalu kau menolak tawaranku untuk mengajakmu bergabung menjadi anggota Girls Generation lagi. Bukankah usaha Siwon menjadi sia-sia?”

“Mianhae, aku tidak mengerti maksudmu sajangnim?”

“Siwon ingin dan mengijinkanmu untuk kembali menjadi anggota SNSD”

 

Tiffany menolehkan kepalanya, mencari-cari sosok Siwon dalam ramainya suasana pesta, akhirnya wanita itu menemukan suaminya yang sedang membawa dua buah anggur dan mulai berjalan ke arahnya. Tiffany terdiam di tempat menampakkan wajah kesalnya pada Siwon dan membuat laki-laki itu mengangkat bahu bingung. Tiffany dengan segera memalingkan kepalanya memandang kembali ke arah Lee Soo Man. Memeluk laki-laki tua yang sudah dianggapnya sebagai guru besar.

“Kamsahamnida, sajangnim karena telah menerimaku kembali”

 

Lee Soo Man tersenyum saat Tiffany melepaskan pelukannya. Lalu ia menyesap anggur yang ia pegang sedari sambil mengarahkan matanya pada Tiffany yang kini sudah berlari menuju Siwon, menghambur memeluk suaminya itu erat, mengundang tepukan riuh tamu undangan atas sikap romantis Nyonya Choi. Sementara itu Siwon terlihat bingung dengan sikap tiba-tiba Tiffany. Tak perlu waktu lama saat matanya menangkap sosok Soo Man yang menatapnya sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.

 

“Kamshamamnida, seosaengnim”

 

When you give off that lovely smile with your eyes
You are beautiful, eye-blinding

 

Aku menyusuri backstage panggung tempat konser berlangsung. Konser kali ini diadakan secara megah dan mewah. Tentu saja konser hari ini sangat special. Aku mengedarkan pandanganku pada ruang make up artis. Mencari sosok istimewa hari ini. Itu dia, sedang bercengkrama dan tertawa lebar. Seulas senyum juga muncul di wajahku, dia memang lebih bahagia di sini. Aku jadi menyesal atas sikap egoisku selama ini.

 

“Siwon Oppa!”, Tiffany, gadis yang tadi ada di pikiranku kini sudah ada dalam pelukanku.

“Chukkae, chagi konser ‘perdana’mu sukses. Ini untukmu”, aku melepaskan pelukanku dan menyerahkan bucket bunga yang kubawa pada Tiffany. Dia masih saja menampakkan senyuman bulan sabitnya dan menghirup harum bunga yang kuberikan.

“Gomawo Oppa. Apa kau lihat Oppa, konser kami di penuhi banner dan lightstick pink, benar-benar menjadi Pink Ocean. Sudah lama sekali aku tidak merasakannya Oppa. Aku jadi ingin tenggelam di dalamnya saking banyaknya warna pink di barisan penonton. Oh terimakasih bunganya yeobo”.

“Dasar Maniac Pink! Apa kau senang chagi?”

“Of course Oppa, thank you very much, aku sangat beruntung Tuhan memberikanmu padaku Oppa dan dengan banyak cinta yang kau berikan padaku, bagaimana caraku untuk membalas kebaikanmu Oppa, aku rasa aku tidak akan mampu”

“Shh, apa yang kau katakana chagi, aku tulus padamu. Kau tidak perlu memberiku sesuatu sebagai rasa balasanmu padaku. Just smile and happy, It’s feel so amazing seeing you happy because of me. When you give off that lovely smile with your eyes. You are beautiful, eye-blinding”

Tiffany menatapku lama, dengan mata berkaca-kaca lalu tersenyum penuh memperlihatkan eyesmile menawannya.

“Oppa, saranghae”

Aku segera menariknya ke dalam pelukanku. Mencium ringan puncak kepalanya

“Nado, tapi jika kau memaksa memberikanku hadiah bagaimana kalau aku meminta seorang bayi laki-laki, dan kita harus membuatnya malam ini”

“Ya! Oppa kau ini pervert, kau menemui Eunhyuk Oppa lagi ya?”

“Ehem, Eonni Oppa sepertinya kebiasaan kalian bermesraan di backstage make up artis tidak berubah dari dulu. Kami selalu saja menjadi Obat Nyamuk”, kata Yoona jahil

“Hahaha, makanya bawa pacar kalian kemari maka kalian tidak akan kesepian”

“Kami belum mau mati di tangan manajer Eonni dan Oppa, lagipula lebih menyenangkan menghabiskan waktu dengan tunanganku di luar panggung”, kata Hyoyeon menimpali

“Gomawo Siwon Oppa, kau mengembalikan Tiffany pada kami”, kata Taeyeon tulus. Ya dialah yang membukakan mataku untuk melepaskan Tiffany dari keegoisanku dan membiarkan istriku kembali berkumpul bersama SNSD. Malam itu aku masih ingat, saat member SNSD dan Tiffany berbicara di kamar Sooyoung, Taeyeon menarikku untuk berbicara empat mata mengenai Tiffany. Bagaimana besarnya keinginan Tiffany untuk kembali ke SNSD namun terhalang karena tidak tega melihatku yang sudah meninggalkan dunia entertainmen.

“Siapa bilang aku mengembalikannya pada kalian? Aku hanya meminjamkan Tiffany pada kalian kurang dari 24 jam, selebihnya dia milikku”

“Menyebalkan!”, kini member SNSD kompak menyerangku sementara Tiffany hanya tertawa geli disampingku.

“Arraseo, jangan merusak kesusksesan malam ini, karena Siwon Oppa baru saja menang tender, bagaimana jika kalian semua kutraktrir makan malam?”

“Wuaa! Jeongmalyo Fany eonni? Kajja, kami sudah lapar”, teriak duo shiksin dengan semangat ketika mendengar kata makanan.

“Ya! Ya! Kenapa aku yang mentraktir kalian semua?”

“Sudahlah Oppa, jangan jadi ajussi-ajussi pelit. Dulu kau sering kan mentraktir kami. Kajja, nanti restaurantnya tutup”, kata Tiffany yang berlalu bersama ke 9 member lainnya sambil tertawa, meninggalkanku di barisan belakang. Aku terdiam sesaat dan tersenyum samar saat mendengar Tiffany memanggilku dari kejauhan.

“Ppalli Oppa!”

Sepertinya ini memang keputusan yang terbaik. Melihat tawanya setiap hari bukan berarti harus mengurungnya seharian di rumah, namun membiarkannya bebas dan tetap memberikan cintaku padanya dengan tulus. Pada Tiffanyku.

 

I think of you just once a day
It can’t be more, because I’m saving you up

 

“Annyeonghasimika pemirsa sekalian, kembali lagi denganku, Kang Se Ra, bagaimanakah kabar kalian? Saat ini Arirang Night Show memiliki tamu special. Kali ini kami akan melakukan talkshow special bersama CEO Muda dari Departemen Store terkemuka di Seoul saat ini dan salah satu member girlsband Internasional yang sempat meninggalkan panggung keartisaan demi mengejar cintanya. Ini adalah kemunculan perdana mereka di televisi bersama. Bisakah kalian menebaknya pemirsa? Baiklah marilah kita sambut CEO Hyundai Departemen Store Choi Siwon dan istrinya member grup So Nyuh Si Dae Tiffany Choi”

“Annyeonghaseo, Siwon Choi imnida. Senang bertemu dengan anda yeorobun”

“Annyeonghaseo, Tiffany Choi imnida. Nice to meet you everyone”

“Annyeonghaseo Siwon-ssi dan Tiffany-ssi bagaimana kabar kalian?”

“Kami baik, berkat dukungan semua orang dan fans, dan bagaimana dengan kalian?”

“Ye, kami baik-baik saja Siwon-ssi. Ini adalah kali pertama kalian muncul di televisi dan mengikuti acara talkshow berdua. Apakah kalian merasa nervous?”

“Aku tidak merasa nervous, tapi istriku ini selalu berkata Oppa, bagaimana penampilanku? Aduh aku gugup sekali!, aigoo tangaku dingin sekali! Kapan acaranya dimulai dan beberapa menit saat on air dia bahkan berkata kapan acaranya akan selesai”

Pernyataan Siwon sontak membuat seluruh studio dipenuhi tawa. Tiffany memandang kesal ke arah Siwon dan memukulnya pelan menggunakan tangan kirinya.

“Nde, aku sangat gugup hari ini, aku selalu bertanya pada Siwon Oppa bagaimana penampilanku, aku takut nantinya akan mengecewakan para fans di awal combackku. Aku berkata pada Siwon Oppa jika tanganku dingin karena gugup. Dan Siwon Oppa langsung menggengam tanganku hingga kini dan membuatku tidak merasa gugup lagi”

“Ah, manis sekali. Yeorobun seperti yang anda lihat Siwon-ssi memang masih menggenggam tangan kanan Tiffany-ssi hingga saat ini. Apa ini bagian dari mengumbar kemesraan di depan umum?”

“Anio, unnie seperti yang kita ketahui saat masih berada di Super Junior, Siwon Oppa memang terkenal dengan julukan Mr. Skinship. Bahkan dia juga sering melakukannya dengan teman yang lain. Jadi itu seperti kebiasaan khas Siwon Oppa”

“Nde arraseo, jadi Siwon ssi bagaimana kehidupan barumu sebagai CEO di Hyundai Departemen Store? Manakah yang lebih menyenangkan? Menjadi member Super Junior atau CEO Hyundai Departemen Store?”

“Pertanyaan yang cukup sulit. Aku bingung harus menjawab apa karena jujur saja aku menyukai keduanya. Jika pertanyaan ini diberikan padaku pada masa awal 1 tahun yang lalu maka, aku akan memilih menjadi member Super Junior, karena bagaimanapun lelahnya saar konser, acting dan pemotretan, saat kita berjalan di bidang yang kita sukai kita pasti akan sangat bahagia menjalaninya. Apalagi di tambah dari support para fans padaku. Namun untuk saat ini aku mulai menikmati peranku sebagai CEO Hyundai. Tidak dipungkiri aku berkedudukan sebagai putra sulung ayahku, mau tidak mau tugas seperti ini pasti akan menjadi tugasku selanjutnya. Tentu saja awalnya sangat sulit. Aku harus meninggalkan dunia entertainment yang telah membesarkan namaku dan beradaptasi dengan dunia asing yang sangat baru bagiku. Namun saat melihat dukungan keluargaku dan kerja keras para karyawan, aku jadi sadar bahwa di tanganku saat ini ada tanggung jawab besar yang harus kuperjuangkan. Jadi dengan bantuan istriku aku mulai bekerja keras di Hyundai dan membuktikan jika aku bisa menjadi CEO yang baik”

“Luar biasa, jadi dengan kata lain kau menikmati peran barumu sebagai CEO kan?”

“Ne, tentu saja”

“Siwon Oppa sangat bekerja dengan keras sebagai CEO, tapi dia juga memikirkan fans-fansnya. Dia selalu meminta maaf karena tidak bisa menemani Siwonest dan ELF sampai akhir. Oleh karena itu dia selalu menyempatkan diri untuk melakukan pemotretan dan berkumpul bersama Super Junior Oppadeul setiap akhir pekan. Aku harap fans tetap mendukung dan mencintai Siwon Oppa sampai akhir”

“Kau istri yang baik sekali Tiffany-ssi. Dan Tiffany-ssi, baru-baru ini anda juga comeback menjadi member grup SNSD, padahal sebelumnya banyak rumor yang mengatakan jika anda sudah mundur dari grup. Apa yang menyebabkan anda berubah fikiran? Apa anda tidak nyaman dengan status anda sebagai Nyonya Choi?”

Tiffany menatap MC kaget, kata-kata yang di keluarkan MC kali ini cukup membuat emosinya nai. Siwon menangkap perubahan kecil pada raut wajah Tiffany dan mulai mengelus lembut tangan Tiffany yang masih ada dalam genggamannya. Ia akan membuka mulutnya takut jika Tiffany sedih dan tidak mampu menguasai emosinya.

“Unni, kau sangat mengikuti perkembanganku rupanya, aku bahkan tidak dan merasa tidak pernah membuat statement jika aku akan keluar dari SNSD setelah menikah. SM Entertainment sunguh baik pada kami, berkali-kali mereka menawarkan kami untuk segera comeback setelah beberapa bulan kami menikah. Namun Siwon Oppa telah memutuskan untuk menjadi CEO pasca menikah, namun ia tetap menyelesaikan kontrak kerjanya di dunia entertain. Siwon Oppa sangat sibuk saat itu, aku sangat khawatir akan kesehatannya, dulu saat di masih menjadi member Super Junior, aku masih bisa tidak terlalu perduli padanya tapi saat ini dia sudah berstatus sebagai suamiku dan aku sebagai Nyonya Choi, aku merasa saat bersalah jika aku membiarkan suamiku kelelahan dengan dua pekerjaan yang ia kerjakaan sekaligus dan meninggalkannya untuk beraktivitas bersama SNSD. Maka aku memutuskan untuk menemaninya yang saat itu berada dalam masa transisi untuk menanggalkan status keartisan di dunia entertainment. Saat itu tejadi beberapa fans tidak jarang menyerang kami, dan membuat beberapa kecelakaan padaku. Sejak saat itu Siwon Oppa lebih protektif padaku dan sedikit membatasi ruang gerakku. Ketakutannya pada fans kami membuatnya melarangku untuk kembali ke dunia hiburan. Tapi Siwon Oppa lagi-lagi membuat kejutan padaku, tepat saat ulang tahun perusahaan, dia mengijinkanku comeback ke dunia hiburan bersama membe So Nyuh Si Dae yang lain, dan aku sangat bersyukur hingga sekarang”

“Bagaimana kah pendapatmu dengan komentar fans yang bilang jika wanita yang sudah berkeluarga tidak pantas lagi menjadi Girls Generation?”

“Aku percaya SONE tidak akan meninggalkanku, dan member lain tidak akan membuangku hanya karena aku mendahului mereka menikah. Hahaha.”

“Tiffany bisa menyuruh anggota SNSD lainnya untuk cepat menikah dan membuat Lady Generation. Tidak masalah jika dia sudah menikah apa belum di mataku dia masih terlihat seperti seorang gadis. Untuk para fans Girls Generation dan Fanytastic, aku menitipkan istriku pada kalian. Ku harap kalian bersedia memberikan cinta dan kasih sayang yang besar pada uri Tiffany”

“Aku sangat tersentuh dengan pasangan ini. Bagaimana perasaan kalian saat awal-awal menikah? Apakah berjalan mulus?”

“Suatu hubungan tidak akan pernah berjalan mulus unni. Kami bukan pasangan yang berasal dari negeri dongeng, kami juga mengalami banyak masalah dalam kehidupan rumah tangga kami. Kadang hanya karena kesalahpahaman biasa dan tak jarang membuat kami saling mogok bicara. Namun berkat nasihat Eomma, Appa, adik iparku dan member SUJU dan SNSD membuat kami saling mengintrospeksi diri”.

“Nde Fany sering sekali kabur ke rumah Eomma dan Appaku, mereka bahkan lebih menyayangi Tiffany dari pada aku”

Kembali gelak tawa penonton di studio terdengar.

“Nah kalian sudah menikah selama 2 tahun. Apa kalian belum memiliki rencana untuk memiliki anak?”

“Kami selalu berusaha melakukannya tiap malam. Hahahaha”

“Annio tidak seperti itu. Aku masih menundanya, aku masih memiliki kontrak hingga 2 tahun ke depan dengan SNSD. Jadi aku tidak ingin nantinya saat aku memiliki anak, aku tidak bisa memberinya kasih sayang yang cukup karena terbentur dengan jadwal konser dan kegiatan SNSD lainnya. Siwon Oppa juga bersedia menunggu hingga 2 tahun jadi tidak masalah”

“Nde setelah itu kami akan berusaha ‘memproduksi’ aegi dengan sungguh-sungguh”

“Proo…prok…..prok, kalian sungguh lucu, jinja. Last question, apa harapan kalian ke depan?”

“Aku ingin kehidupan kami tetap seperti ini, dipenuhi warna. Kami berharap Tuhan tetap membimbing kami untuk berada di jalannya. Secara pribadi Aku berharap bisa menjadi pemimpin yang baik bagi para bawahanku dan membuat kehidupan mereka lebih baik, putra yang baik bagi kedua orang tuaku, suami terbaik bagi istriku, bestfriend bagi seluruh teman-temanku, dan idola yang tetap bersinar bagi seluruh fansku. Dan saat ini aku berharap aku bisa menjalani hari-hari kedepan bersama Tiffany dan kalian semuanya. Terima kasih atas semua cinta yang kalian berikan pada kami berdua”

 

The sunshine of a hard day
If only you are here, it’s OK
That’s all I need

 

“Chagi apakah masih lama? Mi Yeon sudah tidak sabar”

“Jangkaman Oppa, aku akan mengambil beberapa keperluan kita, dan Mi Yeon”

“Daddy kenapa Mommy celalu cepelti itu, celalu yama kalo mau pelgi. Mimi bosan”

“Aigoo Princess Mimi bosan ya? Tapi Mimi juga tidak boleh kesal dengan Mommy, Mommy lama kan untuk menyiapkan keperluan kita, keperluan Mi Yeon, apa Mimi sudah menyiapkan baju Mimi tadi pagi, sepertinya belum”

“Miane Daddy, Mimi cemangat cecali mau ketemu cama auntie dan uncle dan ketemu ceman-ceman”

“Arra Daddy tahu uri Mi Yeon pasti sangat bersemangat bertemu dengan 9 Auntie, 14 Uncle, dan sepupu-sepupumu juga, right? just like Mommy”

“Hi, ada yang memanggil nama Mommy, apa kalian sangat merindukan Mommy?”

“Mommy Mimi minta maaf cama Mommy tadi Mimi malah cama Mommy kalena Mimi bosan”

“Jinja? Mimi malah cama Mommy? Kalau begitu Mommy minta kisseu dulu baru Mommy maafkan Mimi”

 

CUP

 

“Aigoo, uri Choi Mi Yeon jeongmal yeppuda”

“Kenapa kau hanya minta kisseu dari Mi Yeon chagi? Kau tidak ingin mencium suamimu yang tampan ini? Dia juga bosan menunggumu dari tadi”

“Shirreo aku kan lama karena menyiapkan keperluanmu Oppa, lagian kenapa kau tidak mengingatkanku jika hari ini ada liburan dengan keluarga SNSD dan SUJU?”

“Mianhae, aku kira member SNSD lain sudah memberi tahumu. Aku juga lupa memberi tahumu chagi”

“Ya sudah, impas kan”

“Mi Yeon-ah Mommy sangat jahat pada Daddy. Mommy tidak mau memberi kisseu pada Daddy padahal Daddy sudah minta maaf”

“Jika Mommy tidak mau mencium Daddy, maka Mimi saja yang akan mencium Daddy”

 

CUP

 

“Omo, ciuman Mimi membuat Daddy tidak sedih lagi. Gomawo Mimi-ah. Nah kajja kita berangkat, jangan sampai kita terlambat”

“Yeeeyyy belangkat”

 

Ini keluarga kecilku. Aku memiliki seorang istri yang memiliki eyesmile tercantik di Korea, tidak hanya wajahnya yang cantik tapi hatinya juga sangat tulus, dan putri kecil cantik berumur 4 tahun. Sudah 8 tahun lewat sejak comeback Tiffany sebagai member SNSD, masyarakat mulai menerima keadaan kami. Setelah 3 tahun menjalani kontrak bersama SNSD, Tiffany hamil dan memutuskan rehat sejenak untuk fokus mengurus Mi Yeon. Nama itu ia berikan sesuai dengan nama mendiang ibunya, Nyonya Hwang Mi Yeon. Sedangkan nama Amerika Mi Yeon adalah Emily, nama yang cantik bukan! tapi kami lebih suka memanggilnya Mimi. Kehidupan rumah tangga kami juga tidak semulus cerita di drama Korea, salah paham, kurangnya waktu bertemu, kecemburuan, salah paham karena kurangnya komunikasi, dan masalah lain juga sering mengisi keseharian rumah tangga kami. Namun sejak hadirnya Mi Yeon membuat kami berusaha untuk menjadi tokoh orang tua panutan yang lebih dewasa secara mental dan sikap. Dan tentunya karena ehm cinta yang besar dan selalu kami miliki satu sama lain.

 

“Taeyeon Umma!!!!”

“Aigoo Mimi-ah lama tidak bertemu, kau tambah semakin cantik. Umma sangat kangen padamu Mimi-ah”

“Aku juga kangen cama Taeng Umma, Eeteuk Appa, Tae Jung Oppa dan Tae Sung Oppa. Meleka dimana?”

“Mereka masih ada di halaman belakang menyiapkan alat-alat untuk pesta BBQ, kajja ayo kita cari mereka”

“Taeng-ah kau tidak mengijinkan kami masuk?”

“Ah Mi Young-ie bogoshipeo, ayo masuk yang lain sudah ada di dalam. Sunny Sungmin dua hari yang lalu pulang dari Korea dan membawa Sunmi juga. Anak itu juga punya aegyo attack seperti kedua orang tuanya. Hyoyeon juga baru pulang dari Hongkong bersama suaminya. “Sisanya kalian lihat saja sendiri. Terlalu banyak orang di halaman belakang rumahku”

“Leeteuk Hyung dimana Taeng?”

“Dia sudah menunggumu dari tadi Oppa, tapi kau lama sekali datang, dia tidak berhenti menggerutu dan menyumpahimu”

“Jangan salahkan aku, aku terlambat karena menunggu belahan jiwamu ini berdandan Taeng-ah”, kataku yang langsung mendapat cubitan di lengan oleh Tiffany

“Hyung!”

“Oi Gaem Kyu! Kau juga diundang?”

“Tentu saja aku juga bagian dari Boys Generation kan”

“Kau hanya merusak susunan Boys Generation Kyu, mana Seohyun?”

“Appa! Kenapa meninggalkan Umma dan aku”

“Aigoo, JiHyun-ah, Seohyun-ah! Aaaaaaaa mianhae yeobo, aku tidak bemaksud meninggalkan kalian aku hanya terlalu semangat untuk mneyapa Siwon Hyung dan Tiffany Noona”

Kami hanya terkikik geli dan mulai memanas-manasi Seohyun agar lebih menjewer telinga suaminya dan menyemangati JiHyun untuk mencubiti perut Appanya.

“Yak appo! Hyung, Noona hentikan hasutan setan kalian pada istri dan anakku!”

“Salahmu sendiri Kyu, sudah punya istri dan anak yang cantik masih saja berselingkuh dengan PSP”

“Nde, aku tidak akan selamanya membiarkan maknae dan keponakan tersayangku diselingkuhi. Keundae, kajja ayo cepat masuk! Tidak baik berdiri di depan pintu terlalu lama”

“Fany Umma, Mi Yeon dimana?”

“Mi Yeon sudah bergabung dengan sepupumu yang lain sayang, aigoo kau sudah besar ya sini Fany Umma ingin memelukmu”

“Bogosippeo Fany Umma, kau celalu cantik cepelti Ummaku”

“Gomawo JiHyun-ah, kau juga sangat cantik”

“Siapa dulu Appanya? Cho JiHyun itu mewarisi gen terbaikku”

“Cho Kyuhyun!”

 

“Semuanya lihat siapa yang kubawa? Tuan dan Nyonya Choi, pemilik Departemen Store terbesar di Korea”

“Kenapa kalian ini lama sekali sih masuknya? Mi Yeon saja sudah berada disini sejak 20 menit tadi”

“Mianhae Teukki hyung, tapi kami memiliki gangguan karena Cho Kyuhyun”

“Yak! Ada apa denganku? Aku korban disini!”

“Jadi bagaimana jika kita mulai pesta BBQnya sekarang, kami sudah sangat lapar”

“Yah, sejak kapan Sunny dan Sungmin berubah menjadi shikshin seperti ini?”

“Sudahlah kajja! Kami semua disini juga sudah lapar Hyukkie”

BRAAK

“ANDWAE!! JANGAN MULAI TANPA KAMI!”

 

Duo Shikshin datang Yoona dan Sooyoung

 

“YAH! Bisakah kalian pelan-pelan? Pintuku bisa rusak. Aigoo anak-anak ini”

“Mianhae eonni, tapi kami sangat lapar, kami sampai meninggalkan waktu makan di lokasi shooting demi ikut dalam reuni ini”

“Arra, sudahlah kajja ke halaman belakang, pesta BBQnya sudah dimulai”

“Yeeeeiiii makaan!”, teriak duo Shikshin dan anak-anak kencang. Kecintaan mereka pada makanan sepertinya tidak diragukan lagi.

 

Acara BBQ berjalan lancar, sangat ramai sekali disini. Untungnya Leeteuk hyung memiliki lapangan yang luas untuk menampung seluruh anggota Super Junior dan SNSD, pasangan di luar grup dan anak-anak kami. Bahkan Hankyung hyung saja datang dari China bersama dengan anak dan istrinya. Para laki-laki sibuk memanggang dan tidak sedikit pula yang bermain-main. Sedangkan para wanita sibuk menyiapkan piring dan mengurus anak-anak yang sudah bertingkah serta berlari-larian. Semua member menyumbang daging untuk BBQ karena jika ini dilakukan salah satu member sendiri mereka akan mengelami kebangkrutan skala besar mengingat banyaknya porsi yang bisa masuk ke perut Shikshin. Dan akhirnya di meja  makan terhidang makanan untuk porsi 50 orang! Namun tidak usah khawatir, makanan tersebut tidak akan bersisa. Selesai pesta kami menggelar tikar piknik di halaman Leeteuk Hyung dan mulai mengenang masa lalu diselingi tawa saat member lain mengungkap aib dan tingkah konyol kami dulu. Anak-anak yang tadinya sibuk bermain pun kini ikut bergabung dengan kami dan tidak habis bertanya seperti apa orang tuanya dulu dan Shindong hyung dengan semangat menceritakan bagaimana memalukannya kami dulu. Bahkan aku juga kena bagian. Setelah itu, member lain juga ikut membongkar semua cerita memalukanku selama menjadi anggota Super Junior yang membuat Mi Yeon, Tiffany, dan yang lainnya tak henti-hentinya tertawa. Tidak lupa kami menggoda para member yang belum memiliki pacar, menikah dan bahkan yang pengantin baru.

 

“Anak-anak! Siwon Appa dan Tiffany Umma membawa oleh-oleh untuk kalian”, panggil Tiffany lantang.

“Hadiiiaaahh ppali”, kerumunan anak-anak pun mengerubungiku dan Tiffany

“Ini semua mainan limited edition, anak-anak! Mainan ini tidak akan dijual di Departemen Store lain, Siwon Appa khusus membuatkannya untuk kalian”

“Gomawo Siwon Appa, Tiffany Umma”, sahut mereka kompak sambil memperlihatkan senyum terlebarnya

“Nah sekarang berbaris lah yang rapi, kalian semua pasti dapat, arra?!”

“Nde Tiffany Umma”

Tiffany pun mulai membagikan hadiah pada anak perempuan dan aku pada anak laki-laki. Dan setelah memberikan hadiah, anak-anak itu menciumi pipi kami secara bergantian. Manis sekali. Anak-anak lain tidak berhenti memuji ku dan Tiffany yang membuat Mi Yeon yang mengantri di barisan belakang cemburu melihatnya. Dan tibalah giliran Mi Yeon.

“Mommy, Daddy mana hadiahku?”

“Daddy dimana hadiah untuk Mimi?”

“Ah, Mommy hadiahnya habis. Mianhae Mimi-ah kau tidak mendapat hadiah”

“Tapi Mommy dan Daddy biyang jika cemua akan dapat hadiah”, Mi Yeon kini sedikit protes.

“Mianhae sayang, mau bagaimana lagi hadiah yang Daddy bawa sudah habis”

“Daddy kau bagaimana sih, bisa-bisanya Daddy melupakan hadiah untuk Mi Yeon”

“Ya! Daddy kan hanya membawa hadiah sebanyak yang Mommy suruh, Daddy kira Moomy sudah memasukkan Mi Yeon di dalam daftarnya”

“Cudah Mommy dan Daddy jangan beltengkal, Mimi tidak ucah dapat hadiah. Mimi macih punya boneka yama Mimi, jadi Daddy dan Mommy tidak ucah beltengkal neh”

“Aigoo uri Mimi, benar Mimi tidak apa-apa tidak dapat hadiah?”

“Ne, yang penting Daddy dan Mommy tidak beltengkal”

“Kami bangga padamu Mimi-ah, jadi kami akan memberikanmu hadiah special”

“Katanya hadiahnya cudah habis”

“Tapi kami mengerjaimu sayang, dan ini adalah hadiah special dari kami”

“Daddy dan Mommy jahat! Tapi telima kacih”

“Mana kisseu untuk kami?”

Cup……..Cup

“Gomawo Mommy dan Daddy, Mimi cayang kayian”

“Aigoo, uri Mi Yeon sangat manis, nah sekarang bermainlah bersama teman-teman yang lain ne”

“Yes Mom, Dad! Bye”

 

“Oppa uri Mi Yeon sudah besar ne”

“Ya, dia malaikat kecil kita”

“Aku masih tidak percaya aku memiliki putri cantik dan manis seperti Mi Yeon, dan juga memiliki suami tampan dan penyayang sepertimu Oppa”

“Aku juga tidak menyangka Tuhan mengirimkan salah satu bidadarinya untukku”

“Kau berlebihan Oppa”

“Kau masih sama seperti yang dulu chagi, kau masih saja cantik dan selalu saja tidak mempercayai pujianku padamu”

“Dulu aku pernah membayangkan hal ini terjadi Oppa, berkarier di dunia music bersama SNSD hingga tua dan berkumpul lagi di suatu hari ke depan bersama keluarga baru kami. Tapi aku tidak pernah berani menjamin semua itu menjadi kenyataan karena kau takut pada akhirnya kenyataan itu hanya sekedar akan menjadi angan-angan belaka. Tapi aku sangat berterima kasih pada Tuhan karena Beliau segala impianku dapat terwujud. Dan padamu, sebagai perantara Tuhan untuk membangkitkan keberanianku mewujudkan impianku. Aku sangat berterima kasih padamu”

“Jangan berkata seperti itu chagi, apa yang kita dapatkan saat ini, itu karena usaha kita bersama dan karena kita yakin jika kita bersama kita akan bahagia”

“Oppa, Tae Sung sepertinya menyukai Mi Yeon, bagaimana jika kita menjodohkan mereka”

“Anio, tidak ada yang boleh merebut Mi Yeon dari tanganku, selama Choi Siwon masih bernafas tidak ada yang boleh mencuri Mi Yeon”

“Aigoo, kau ini sangat protektif Daddy, tapi bukankah kau selalu tersenyum senang melihat Tae Jung dan Tae Sang? Dan lagi pula sepertinya kau sangat sayang pada mereka”

“Nde, aku melihat Leeteuk hyung dalam diri mereka, dan aku membayangkan bagaimana melihat putraku nanti di masa depan”

“Jika begitu 9 bulan kemudian kau akan mengetahui wajah putramu itu”

“Maksudmu chagi?”

“Dokter Jung mengatakan di perutku, sudah ada calon pewaris Hyundai Departemen yang baru. Aku positif 3 minggu Oppa, dan aku memiliki feeling jika anak kita berikutnya akan menjadi seorang pangeran”

“Jeongmalyo?”

“Nde”

Aku menatap Tiffany dalam, matanya sudah menghilang sekarang tergantikan oleh lengkungan bulan sabit indah dan senyuman lebar. Aku segera memeluknya sangat erat, mengangkatnya ke udara dan berputar-putar. Aku tidak percaya, aku akan menjadi seorang ayah lagi. Ayah dari seorang putra, walau itu hanya sekedar feeling Tiffany, tapi kuharap feelingnya tidak akan salah.

 “Fany-ah! Gomawo yo jeongmal saranghae”

“Nado Oppa”

Perkataan tulus itu membuatku tersenyum senang. Dengan sigap kukunci bibirnya dengan bibirku. Menumpahkan rasa cintaku yang besar padanya. Dulu aku berfikir bagaimana jadinya kehidupanku setelah menikah? Apakah akan sama dan mampukah aku bertahan dengan pendirianku sendiri. Namun sosok Tiffany membuatku yakin, ketulusan dan cintanya membuatku kuat. Walaupun Tuhan memberikan banyak rintangan untuk menguji kami, waktu membuktikan jika kami mampu melewatinya. Walaupun di kemudian hari kehidupan ku akan menjadi lebih sulit. Asalkan Tiffany disisiku, semu tidak akan menjadi masalah. Hanya itu yang kubutuhkan di setiap hari-hariku. –A Day–

 

THE END

 

 

107 thoughts on “A DAY

  1. Lucu kali ya klo,suatu hari nanti kisah superr generation tuh spt itu
    kekeluargaan’a terjaga bgt
    jd ngebayangin…
    tp Yoong’a sama Hae
    #mshngarepYoonHae

  2. Unnie-ya aku bca ff ini lagi.. ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ klimat” yang unnie utarakan di ff ini bnr” sngt bermakna🙂 aku brhrp smua itu akan menjadi nyata.. Thought it’s just pleasure or my wishes but I always believe with god that have something special about they’re in the future.. I believe about sifany because SiFany is my Everything🙂 unnie, I’m waiting ur next ff❤ Hwaiting😉

  3. Aku gak inget sebelumnya aku udah pernah ngomentari ff ini belum.. ini karena iseng2 aja baca2 lagi.. dari segi cerita oke banget, tapi ada kalimat yg menurutku agak ngganjel, yaitu “Enough of that bodyguards thing”.. klo “of” nya diganti “with” kynya lebih oke, trus bodyguardnya gak usah pake “s”.. gak tau bener atau salahnya sih, tapi lebih lazim didengar seperti itu.. heheh..

  4. re-read 😂 tiap baca ff ini sllu kepikiran.. ‘kpn sifany bisa dtg lg diacara yg sm berdua,like in thai’ :’) hmm, just waiting n believe🙆 salah satu ff fav dari minri unnie, i miss ff fr minri unnie 😭

  5. Aiggo…..siwon ama fany so sweet and romance banget dehhh.
    Buat author really really is great fanfic and i am very like so much.
    Daebak…….benar2 keren abis banget ffnya apalagi dengan happy endingnya,wow saya sangat puas banget thor.
    Thanks buat author dan juga ffnya.
    Author jjang author hwaiting.keep writing.

  6. Aiggo…..siwon ama fany so sweet and romance banget dehhh.
    Buat author really really is great fanfic and i am very like so much.
    Daebak…….benar2 keren abis banget ffnya apalagi dengan happy endingnya,wow saya sangat puas banget thor.
    Thanks buat author dan juga ffnya.
    Author jjang author hwaiting.keep writing.
    Sifany 4ever♡♡♡♡♡

  7. suka deh baca ff sifany diblog ini,,ceritanya so sweeeet…..baca cerita ini berasa real deh,,smoga aja sifany bisa kayak gini di real lifenya…..

  8. Q g th hrs komen ap speclless. klo hal itu trjd psti mmbhgiakn ELF n S❤NE. tp yg bikin q bhgia jalinan mrk sgt kuat bhkn ampe mrk nikah yup awl shbt n jdi sdr. baik dlm grup maupun diluar grup. srg bsm n tahu satu sm lainny. kisah cinta yg indah dlm sjrh Korea akn hub SuGen. smg jd hal yg baik kdpnny….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s