BLACK CURSE

Black Curse (simplegirljj.wordpress.com)

Title: Black Curse

 

Author: Neo Xenon

 

Main Cast: Choi Siwon, Tiffany Hwang

 

Other Cast: Song Joong Ki, Choi Seunghyun (T.O.P), Ok Taecyeon, Sandara Park

 

Length: Oneshoot

 

Rating: PG-17

 

Genre: Romance, Angst, Life, Friendship, Fantasy, Mystery.

 

Disclaimer: Cast are belong to themselves, God, Parents, and their Management. I just borrow the name for my story. The story is mine, so don’t be a plagiator. Sorry, if you got the typo, i am just ordinary human. Keep read, like, and comment if you are a good readers. Thank You.

 

Note: Inspired by VIXX- Hyde and my imagination. Warning! Typo bertebaran, alur kecepetan dan aneh. Kebanyakan Out of Character dan semua nya Author P.O.V !

 

**********

 

Kutukan. Mungkin, ketika mendengarnya sebagian dari kalian akan tertawa dengan terbahak-bahaknya. Bagaimana mungkin hal seperti itu masih ada pada zaman yang bahkan sudah dipenuhi mesin dan teknologi seperti sekarang ini? Tapi, sayangnya apa yang kalian tertawakan itu adalah sebuah kebenaran yang nanti nya akan membuat mata kalian terbelakak tak percaya.

 

Namun, bukan hanya kalian yang tak percaya akan hal yang dikatakan sebagai kutukan itu.  Seorang namja dengan paras sempurna bernama Choi Siwon pun merasa tak percaya. Pagi ini namja itu baru saja sampai di sebuah ruangan yang kita sebut saja sebagai apartemen, ketika tak sengaja mata elang nya menangkap sosok seorang yeoja berambut panjang kehitaman sedang membaca sebuah buku tebal yang terlihat tua dan sedikit usang. Sebuah senyuman manis langsung terukir indah di bibir tipis nan menggoda namja itu. Sedikit dipelankan langkah kaki agar tak mengejutkan, tak lama sosok itu telah memeluk yeoja tersebut dengan erat.

 

“Apa yang kau baca?” tanya nya pelan sembari merebut buku tua itu dari genggaman yeoja yang berstatus sebagai kekasihnya tersebut. Gerakan bibir itu terlihat menghina ketika indra penglihatan milik namja itu menangkap judul yang tertera tepat di cover buku tua tersebut.

 

“Ayolah Oppa tak ada salahnya bukan?” Yeoja bernama Tiffany Hwang itu terlihat tidak senang melihat sang kekasih memandanginya dengan tatapan yang bisa dikatakan sedikit merendahkan tersebut. Siwon menggelengkan kepalanya tak percaya, tangan nya dengan cekatan membuang buku tua tersebut ke tempat sampah yang berada tepat beberapa meter di depan nya. Tubuhnya berbalik menghadap kekasih nya itu, tak lupa memberi tatapan tidak suka kearah yeoja yang telah menemaninya selama 3 tahun tersebut.

 

“Sudah berapa kali kukatakan, hem? Apa aku harus menelpon pemerintah pusat dan memerintahkan mereka untuk memusnahkan seluruh buku berbau sihir dan mitologi di penjuru Korea? Kau seorang Ahli Fisika terkenal, Tiffany Hwang! Tapi, kenapa kau membaca buku bodoh tentang kutukan! Apa aku harus menampar mu seperti kemarin lusa, Hah!”

 

“Tapi, Oppa….”

 

Plak! Sebuah tamparan pun mendarat keras mengenai pipi tirus milik yeoja bernama Tiffany itu. Sebuah semburat berwarna kebiruaan disertai aliran darah segar dari sudut bibir yeoja itu cukup mampu menandakan bahwa tamparan itu sangatlah keras hingga bisa menyebabkan luka seperti itu. Siwon masih dengan nafas memburunya menatap Tiffany dengan mata menyalak marah.

 

“Kenapa kau begitu keras kepala! Percuma aku mengunjungi hari ini!” suara berat milik Siwon segera saja menggema bersamaan dengan kepergiannya dari ruangan itu. Tiffany hanya bisa memandangi kepergian kekasih nya tersebut dengan air mata yang terus saja mengalir tanpa henti dari kedua matanya.

 

***********

 

Bau alkohol menyeruak keluar tatkala pintu dengan hiasan penuh ukiran itu terbuka lebar. Tidak banyak pengunjung di dalam bar tersebut, hanya terlihat beberapa meja yang diisi oleh sekitar 2 sampai 3 orang. Dengan langkah gontai tanpa gairah Siwon mendekati meja bar, seorang namja bernama Ok Taecyeon segera menghampirinya dengan sebotol minuman di tangan besar namja itu.

 

“Jangan bilang kalau kau menamparnya lagi, Choi Siwon.” Sahut namja berbadan tinggi itu sembari menaruh botol bir di genggaman nya ke atas meja. Siwon tak menjawab dan memilih meminum minuman di hadapan nya. Taecyeon menggelengkan kepalanya pelan dan menatap Siwon dengan pandangan iba.

 

“Kau sudah 3 tahun bersamanya, tak bisakah kau melunakan hati bajamu itu? Dan biar kutebak, pasti kau menamparnya lagi karena ia membaca sebuah buku berbau mistik. Jika, jawaban nya iya maka kau benar-benar brengsek.”

 

Bagai sebuah pepatah, masuk telinga kanan keluar telinga kiri, seperti itulah perkataan dari Taecyeon. Siwon benar-benar tak mendengarkan namja dengan rambut sedikit berantakan itu. Otak nya lebih berkoordinasi untuk menyuruh tangan nya mengarahkan botol di genggaman nya kearah mulutnya daripada sekedar mendengarkan perkataan dari seorang Ok Taecyeon. Namja itu terus saja meminum bir nya, tak peduli dengan pandangan nya yang semakin kabur. Dua jam kemudian dirinya telah sampai di parkiran dengan keadaan mabuk parah, tubuhnya sering kali goyah, matanya pun terlihat sedikit kemerahan, dan tak lupa cairan bening yang tak henti keluar dari hidung nya. Siwon meraba-raba kantung jas nya dengan sedikit gelisah, sampai sebuah benda berkillauan dengan sedikit gerigi itu berhasil didapatkan oleh namja itu. Segera saja namja itu memasukan kunci tersebut dan masuk ke dalam mobil mewahnya itu. Dilajukan nya dengan tak beratur Ferrari FXX Evolution miliknya, hingga beberapa kali mobil mewah itu nyaris menabrak pengendara yang lainnya.

 

Namun, sesosok mahluk dengan jubah hitam tiba-tiba saja menyita perhatian Siwon, sosok tersebut tersenyum setan kearah namja berwajah rupawan itu hingga secara tak sadar sebuah truk melaju kencang dari arah berlawanan. Dan sepertinya bisa ditebak bagaimana akhirnya……

 

*********

 

Derap langkah kaki terdengar jelas di sepanjang koridor Rumah Sakit tersebut. Seorang namja terkapar tak berdaya dengan tubuh penuh darah dan luka. Beberapa perawat berlari dengan cepat membawa sosok Siwon menuju Unit Gawat Darurat. Setelah sampai beberapa orang itu memasangkan alat-alat ke tubuh Siwon dan membersihkan luka serta darah di tubuh namja itu.

 

Sementara Siwon menatap tak percaya kearah pemandangan yang tersaji di hadapan nya sekarang, ia pun melihat tubuhnya yang tembus pandang. Siwon menggelengkan kepalanya dengan keras, dipukulnya barang-barang yang berada di sekitarnya. Namun, semua itu tak membuahkan hasil karena tangan nya selalu menembus barang-barang itu.

 

“Apa yang terjadi padaku?” tanya namja itu lirih. Tubuhnya atau lebih tepat arwah nya merosot jatuh ke bawah. Air mata mengalir deras dari kedua mata elang nya. Tiba-tiba sesosok mahluk berjubah hitam datang dan menghampiri Siwon.

 

“Ikutlah denganku. Aku akan memberitahu semua jawaban yang kau inginkan.” Jawab sosok tersebut. Siwon menatap sosok berjubah itu dengan pandangan ragu, tapi tak lama sosok tersebut mengulurkan tangan nya pada Siwon. Dengan sedikit keraguan dan tanda tanya yang memenuhi kepalanya akhirnya namja itu menerima tawaran sosok berjubah tersebut dan seketika itu juga kedua mahluk itu menghilang.

 

**********

 

“Nah, sekarang kau bisa membuka matamu.”

 

Siwon pun membuka matanya dengan perlahan dan menatap sosok di sebelahnya dengan tatatapan tak percaya. Kini, dua orang itu berada di dalam sebuah ruangan bernuansa serba hitam dengan ratusan lilin menyala dengan barisan yang teratur. Siwon mengikuti langkah sosok berjubah tersebut, sampai akhirnya terlihat sebuah kursi goyang tua yang berada di paling pojok dalam ruangan tersebut.

 

“Duduklah dan kau akan tau jawaban nya setelah ini.” Siwon mengganguk dan duduk di kursi goyang itu. Setelahnya, namja itu merebahkan dirinya ke sandaran kursi goyang tua itu. Bisa dirasakan nya suasana yang berubah menjadi dingin dari sebelumnya.

 

“Mianhae membuatmu bingung seperti ini. Tapi, biarkan aku menjelaskan semuanya padamu. Pertama, persilahkan aku mengenalkan diriku. Namaku Song Joong Ki tapi kau bisa memanggilku Joong Ki, aku adalah Sacred Guardian yang menjagamu selama ini.” Jawab Joong Ki. Siwon hanya bisa mengerjapkan matanya dengan bingung sembari melihat-lihat ke sekitarnya.

 

“Kau pasti bertanya-tanya apa yang aku katakan tadi, bukan? Jadi begini, setiap manusia yang ada di dunia diciptakan dengan setiap malaikat penjaga yang menyertai mereka, mereka dinamakan Sacred Guardian. Malaikat penjaga itu diutus oleh Tuhan untuk menjaga umat manusia agar terhindar dari marabahaya dan mengarahkan mereka ke jalan yang benar. Namun, tugas kami bukan hanya untuk melindungi dan mengarahkan setiap manusia yang disertakan dengan kami, tapi juga menghukum mereka apabila mereka sudah keluar dari batas yang ditentukan. Dan sayangnya, kau adalah salah satunya.” lanjut Joong Ki. Siwon menggelengkan kepalanya dengan keras, namja itu merasa sedang dipermainkan saat ini.

 

“Apa maksudmu! Jangan coba-coba untuk mempermainkanku mahluk aneh! Dan dimana aku berada sekarang!” balas Siwon geram. Joong Ki memutar kedua bola matanya dengan malas.

 

“Kau benar-benar menyebalkan Tuan Choi Siwon! Baiklah, sepertinya kau belum merasa jelas dengan perkataanku tadi. Tapi, aku akan lebih dahulu menjelaskan tempat ini. Sekarang kau berada di Announcement Room, tempat ini digunakan para Sacred Guardian untuk memberitahu manusia yang mereka jaga tentang status mereka sebagai malaikat penjaga. Ruangan ini khusus digunakan untuk para manusia yang sifat dan perilakunya sudah melewati batas. Nah, tadi sudah kujelaskan tentang Announcement Room, sekarang lebih baik kau tutup matamu.” Siwon merasa semakin dipermainkan oleh sosok Joong Ki. Namun, namja itu lebih memilih mengikuti perintah sosok berjubah hitam tersebut dan menutup matanya. Joong Ki mengarahkan jari telunjuk nya ke dahi Siwon.

 

“Omona!” pekik Siwon kaget masih dengan mata yang tertutup. Joong Ki hanya bisa tersenyum puas mendengar reaksi yang keluar dari bibir Siwon.

 

“Sekarang kau percaya?” tanya Joong Ki. Siwon menggelengkan kepalanya membuat Joong Ki menatap kearah namja itu dengan pandangan tak percaya.

 

“Ya! Aku sudah menunjukan padamu yang sesungguhnya. Tapi, kenapa kau tak percaya juga, Hah!”  Joong Ki menggeram dengan kesal membuat Siwon terkekeh pelan. Dibukanya mata nya hingga ia bisa melihat wajah Joong Ki yang merah padam menahan marah.

 

“Kau gila? Bagaimana aku bisa percaya denganmu. Kau memang menunjukkan sosok-sosok berjubah yang seperti kau katakan sebelumnya. Tapi wajah mereka semua tampan dan cantik serta bertubuh tinggi sedangkan kau… Ah, aku tak tega mengatakan nya.” Balas Siwon sembari menatap ragu sosok Joong Ki yang eerrrr menakutkan?

 

“Wajahku jadi begini juga karena kau, Pabo!” Siwon menautkan kedua alisnya dengan bingung sembari menunjuk dirinya sendiri.

 

“Karena aku?” Joong Ki menganggukan kepalanya.

 

“Setiap bentuk wajah atau tubuh Sacred Guardian ditentukan oleh perilaku manusia yang mereka jaga. Tubuh pendek dan wajah buruk rupaku seperti ini juga dikarenakan perilaku mu yang sangat-sangat minus! Maka dari itu Tuhan menyuruhku untuk mengutukmu, Choi Siwon!”

 

“Mwo! Mengutukku?”

 

“Ne, Sekarang di tubuhmu tertanam sebuah kutukan dan kau diberi waktu 30 hari untuk memperbaiki perbuatanmu. Jika, kau berbuat kesalahan sampai menyakiti perasaan orang lain entah kau mengenalnya orang itu atau tidak, maka kutukan itu akan semakin menyebar dan sedikit demi sedikit mengubahmu menjadi monster menjijikan. Kau pun akan merasakan kesakitan yang teramat sangat hingga membuat jantungmu berdebar kencang dan akan terasa meledak. Namun, sebaliknya. Jika, kau bisa berbuat kebaikan dengan tulus dan dapat membahagiakan orang-orang di sekitarmu maka kutukan itu sedikit demi sedikit akan hilang dari tubuhmu. Lalu tepat pada hari ke 30 akan terlihat hasilnya, apabila kau lebih banyak berbuat kesalahan maka kau tidak boleh bereinkarnasi di kehidupan selanjutnya dan akan berubah menjadi monster seutuhnya dan akan dibakar di Neraka, namun sebaliknya jika kau lebih banyak berbuat kebaikan, maka kau dapat melanjutkan hidupmu kembali dan diperbolehkan berinkarnasi seperti manusia yang lainnya.” jelas Joong Ki panjang lebar.

 

Siwon mendengarkan seluruh perkataan yang dilontarkan oleh Joong Ki tadi dengan seksama, entah kenapa pikiran nya kini justru tertuju pada sosok Tiffany. Namja itu merasa bersalah karena telah menampar kekasih nya tersebut. Joong Ki melihat Siwon dengan sebuah senyuman kecil di bibir nya.

 

“Sepertinya kau begitu menyayangi kekasih mu itu.” Siwon menatap malaikat penjaganya itu dengan tatapan bingung. Joong Ki hanya bisa tertawa kecil melihat ekspresi kebingungan Siwon.

 

“Nae Jeongmal Paboya! Tentu saja aku bisa tau. Kekasihmu itu juga memliki Sacred Guardian dan aku mengenalnya, selain itu aku juga seorang malaikat dan kami diberi kekuatan khusus hingga bisa mengetahui pikiran manusia yang kami jaga.” Balas Joong Ki. Siwon hanya mengangguk-anggukan kepalanya.

 

“Nah, Sekarang waktunya kau untuk memulai tugasmu. Sekarang kau tutup matamu.”

 

“Tapi…”

 

“Aku akan selalu ada jika kau membutuhkan. Sekarang tutup matamu” Siwon pun menutup matanya dan semuanya berubah menjadi gelap.

 

************

 

Siwon membuka kedua matanya dengan perlahan. Namja itu merasakan seluruh tubuhnya sakit luar biasa dan sedikit sulit digerakkan. Matanya berputar-putar melihat keadaan di sekelilingnya. Sebuah ruangan bernuansa putih dengan kesan mewah dan elegan langsung tertangkap oleh indra penglihatan milik namja itu. Tak lama matanya terarah pada sesosok yeoja yang sedang tertidur pulas di pinggir kasurnya. Siwon tersenyum dan berusaha menggerakkan tangan nya yang terasa sakit luar biasa.

 

“Chagiya..” panggil namja itu lemah sembari menggerakkan tangan nya, mengelus lembut kepala kekasihnya itu. Tak lama Tiffany mengerjap-ngerjapkan matanya dan menatap kaget kearah Siwon yang masih mengelus kepalanya.

 

“Oppa, kau sudah sadar.” Setetes air mata langsung saja meluncur dari kedua mata bulan sabit milik yeoja itu. Siwon hanya balas tersenyum. Tangan nya kini terarah ke mata Tiffany, menghapus jejak air mata yeoja itu.

 

Tiffany pun bangkit dari duduknya, bermaksud memberitahukan keadaan Siwon yang sudah sadar kepada dokter dan yang lainnya. Namun, tangan kekar namja itu mencegah langkah Tiffany untuk semakin menjauh.

 

“Kenapa kau pergi? Kau tak suka bila aku sadar?” tanya Siwon sarkatik. Tiffany menatap Siwon sedih dan menggeleng pelan.

 

“Aniyo Oppa. Aku justru bersyukur karena kau telah sadar, aku hanya ingin mengabarkan pada dokter dan yang lainnya.” Balas Tiffany lemah. Siwon mengerutkan keningnya dengan bingung.

 

“Yang lainnya?” Belum sempat Tiffany menjawab, beberapa orang terlihat masuk ke dalam ruang perawatan Siwon. Terlihat 2 orang namja bertubuh tinggi dan seorang yeoja masuk.

 

“Seunghyun Hyung? Dara Noona? Taecyeon?” tanya Siwon bingung. Ketiga orang itu menampilkan senyum mereka.

 

“Kau tau kami semua begitu mengkhawatirkanmu! Mendengar kabar kecelakaan mu dari Tiffany, aku dan Dara langsung mengambil penerbangan terakhir menuju Korea. Untungnya masih ada penerbangan dari Muenchen menuju Seoul.” Sahut Seunghyun sembari mendorong pelan kepala Siwon dengan gemas.

 

“Untungnya kau selamat Siwon-ah. Padahal kau terpental keluar dari mobilmu hampir sejauh 17 meter. Dokter pun bilang harapan hidupmu hanya tinggal 15 persen saja. Mungkin, berkat doa Tiffany, kau bisa sadar seperti sekarang.” Tambah Dara sembari melemparkan senyuman kearah Tiffany. Siwon menatap kekasihnya itu dengan tatapan tak percaya.

 

“Dara Noona benar Siwon-ah. Ketika tau bahwa kau kecelakaan, Tiffany langsung pergi ke Rumah Sakit dan mengabariku serta Seunghyun Hyung dan Dara Noona. Bahkan Tiffany pun sampai tak berhenti menangis saat dokter memvonis harapan hidupmu tinggal 15 persen saja. Ia juga tak berhenti berdoa dan terus menjagamu.” Sambung Taecyeon.

 

“Aku tak percaya.” Ketus Siwon kasar. Semua orang di ruangan itu menatap namja itu tak percaya. Air mata kembali mengalir dari kedua sudut mata Tiffany. Seunghyun dan Taecyeon menatap geram kearah Siwon. Sedangkan Dara berusaha menguatkan Tiffany yang berada disampingnya.

 

“Bicara apa kau Choi Siwon! Tiffany benar-benar mengkhawatirkanmu! Dia pun bahkan baru bisa tidur 1 jam yang lalu karena terus berusaha menjagamu!” balas Seunghyun marah. Siwon hanya bisa mencibir kakaknya itu.

 

“Menjagaku? Kupikir dia membaca buku-buku mistik bodohnya itu. Mana mungkin ia…Argh!” Siwon merasakan dadanya sakit luar biasa, dipukulnya dadanya berkali-kali namun sakit itu tak kunjung hilang. Atmosfir ruangan tersebut berubah menjadi mencekam, semua orang kini berganti menatap Siwon khawatir terutama Tiffany, yeoja itu berusaha menghentikan aksi memukul dada yang dilakukan oleh namja itu.

 

“Argggghh!! Sakk..iitt..sssseee…kkkaalii..Aa..arrr.gggh…hh!” Siwon semakin mengeraskan pukulan nya seiring dengan sakit yang semakin menjalar di dadanya. Samar-samar matanya menangkap siluet Joong Ki yang berada di pojok ruangan. Sosok berjubah hitam itu menyeringai kecil kearah Siwon, seakan-akan mengejek namja yang kini tengah kesakitan hebat itu.

 

Mata Siwon pun beralih pada Tiffany. Yeoja itu terlihat paling khawatir dibanding yang lainnya. Tangan yeoja itu tak pernah beralih memegang tangan besar milik Siwon, berusaha untuk menghentikan aksi gila yang dilakukan oleh Siwon. Namja itu mengarahkan tangan nya ke wajah Tiffany dan mengusapnya lembut.

 

“Mi..aaann Cha..ggiii…yya. Ak..u tak be….rrmmmakksuddd…ss..ee.per..ti ..tadi”  jawab Siwon terbata-bata. Dan seperti ada sebuah keajaiban yang turun dari langit, rasa sakit yang menjalar di dada Siwon lama-lama menghilang. Siwon mengatur nafasnya yang sempat berantakan akibat rasa sakit tadi.

 

“Apa masih sakit, Oppa?” suara Tiffany langsung mengalihkan perhatian Siwon. Sirat kekhawatiran masih terpancar dari kedua mata bening yeoja itu. Siwon menggeleng dan memberikan senyuman kecil.

 

Tak lama terlihat Taecyeon masuk ke dalam ruangan bersama dengan seorang dokter dan beberapa perawat di belakangnya. Dokter itu langsung memeriksa keadaan Siwon dan menggeleng pelan.

 

“Saya sudah mengatakan untuk tidak mengajak Tuan Choi untuk berbicara hal-hal yang berat, itu dapat menggangu kestabilan emosinya. Untungnya jantungnya dapat kembali berdetak dengan normal. Sebaiknya anda semua keluar terlebih dahulu dan membiarkan Tuan Choi untuk beristrirahat.”

 

Tiffany, Dara, Seunghyun, serta Taecyeon mengangguk kecil mendengar perkataan dokter yang terlihat kesal dan membungkuk meminta maaf. Keempat orang itupun keluar bersama dengan dokter dan perawat. Membiarkan Siwon untuk beristirahat sejenak.

 

“Dasar Bodoh.”

 

Siwon mendelik melihat sosok Joong Ki yang kini sudah berada di samping kasurnya. Namja itu hanya bisa membuang wajahnya ke arah lain. Joong Ki tertawa dengan kerasnya melihat Siwon yang terlihat seperti pengecut yang menghindarinya.

 

“Jika aku jadi kau, mungkin sudah kucium yeoja itu dengan mesra. Tapi, kau? Hah! Bahkan kau bertingkah lebih memalukan dari seorang pengecut, Choi Siwon!” cibir Joong Ki sembari memainkan jam pasir di genggaman nya. Siwon memutar tubuhnya dan menatap malaikat penjaga nya itu dengan pandangan tidak suka.

 

“Malaikat macam apa kau! Kalaupun kau berani menciumnya sudah kupastikan kau akan berakhir di Neraka!” jawab Siwon. Giginya saling bergemerutuk tak karuan. Joong Ki kembali tertawa dengan kerasnya.

 

“Puahahahahaha. Mengirim ku ke Neraka? Bicara apa kau? Seharusnya kau yang dibuang ke Neraka, dasar pengecut!” balas Joong Ki.

 

“Kau!” Namun, belum sempat Joong  Ki membalas perkataan Siwon, terdengar suara pintu dibuka oleh seseorang. Terlihatlah Tiffany yang menatap bingung kearah Siwon yang sedang menunjuk-nunjuk sesuatu.

 

“Oppa, gwaenchana?” tanya Tiffany khwatir. Siwon hanya balas tersenyum.

 

“Gwaencaha, Chagiya. Aku hanya bermimpi buruk tadi.” Balas Siwon. Tiffany pun balas tersenyum dan kembali menutup pintu kamar rawat Siwon. Pandangan namja itu kembali terarah kepada sosok Joong Ki yang sedang sibuk bersiul ria.

 

“Jadi, rupanya kau bermimpi buruk ya, Tuan Choi Siwon.”

 

“Lalu aku harus mengatakan apa? Bilang kepada Tiffany bahwa aku sedang bersama seorang malaikat yang ternyata selama ini menjagaku dan memvonisku bahwa sebentar lagi aku akan dibakar di Neraka, begitu?”

 

Joong Ki memukul dahinya pelan sembari tertawa kecil. “Kau benar juga.”

 

Setelahnya suasana berubah menjadi hening, tak ada satupun dari kedua mahluk itu yang saling mengeluarkan suaranya. Siwon hanya memperhatikan langit-langit kamarnya sembari sesekali melihat sosok Joong Ki yang menatap sedih keluar jendela.

 

“Kenapa wajahmu sedih seperti itu?” tanya Siwon membuka pembicaraan. Joong Ki hanya menggeleng sembari tetap menatap keluar jendela.

 

“Kau tau? Apa yang dikatakan oleh Hyung, Noona, dan teman mu tentang Tiffany tadi adalah benar. Yeoja itu tak henti-hentinya berdoa untuk mu agar kau cepat sadar. Dia juga setia mendampingimu setelah kau berhasil melewati masa kritismu yang panjang. Tapi setelah sadar, kau justru menuduhnya dengan perkataan yang menyakitkan. Kau seharusnya malu, Choi Siwon.” Balas Joong Ki.

 

“Kau menyukai Tiffany?” tanya Siwon. Joong Ki menggeleng.

 

“Ani. Seorang Sacred Guardian tidak boleh mencintai seorang manusia, apalagi jika manusia itu adalah kekasih dari manusia yang ia jaga. Aku hanya menyayangkan sikap kekanakan yang kau tunjukkan terhadap kekasihmu itu. Tiffany adalah yeoja yang baik dan kau beruntung mendapatkannya. Aku hanya bisa mengatakan padamu untuk berhenti menyia-nyiakan nya karena aku takut, kau akan menyesal pada akhirnya.”

 

Siwon menundukan kepalanya, ada rasa sesal yang kini menyelimuti relung-relung hatinya. Namja itu mengamini perkataan yang dilontarkan oleh Joong Ki tadi, seharusnya namja itu bisa  menjaga dan menyayangi Tiffany lebih selama ini. Mengingat yeoja itu sudah banyak berkorban untuk dirinya.

 

“Sebaiknya nanti kau meminta maaf padanya. Dan ingatlah, Jangan memposisikan dirimu sebagai pengecut, Choi Siwon. Tiffany adalah yeoja yang baik. Sekarang lebih baik kau tidur, bukankah dokter sudah menyuruhmu sedari tadi?” jawab Joong Ki sembari tersenyum kecil. Perlahan, sosoknya hilang terbang bersama angin. Siwon kembali tersenyum untuk yang kesekian kalinya.

 

“Jeongmal Gomawo, Song Joong Ki.”

 

********

 

Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 KST. Namun, kedai kopi itu justru semkin banyak dikunjungi oleh pelanggan. Di salah satu meja di dekat jendela, terlihatlah seorang yeoja sedang meminum Hot Latte miliknya. Ditemani oleh Taecyeon, Tiffany menghabiskan waktunya sejenak, membiarkan Siwon untuk beristirahat dan tak terganggu olehnya.

 

“Aku tak menyangka jika Siwon dapat berbicara seperti itu padamu.” Jawab Taecyeon sembari meminum Mocchachino milknya. Tiffany hanya bisa tersenyum pilu menanggapi perkataan Taecyeon.

 

“Fany-ah kumohon padamu tinggalkanlah Siwon. Dia tak pantas untukmu!”

 

Uhuk! Uhuk! Tiffany langsung tersedak mendengar perkataan terakhir dari Taecyeon tadi. Yeoja itu menatap sang sahabat dengan tatapan kecewa sarat amarah.

 

“Apa maksudmu Ok Taecyeon! Bukankah aku sudah sering mengatakan padamu, bahwa aku takkan pernah meninggalkan Siwon Oppa. Apa kau tak bisa mengerti juga?” jawab Tiffany. Terdengar nada-nada kekecewaan dari tiap bait kata yang keluar dari bibir yeoja itu. Taecyeon menatap Tiffany dengan perasaan bersalah.

 

“Ani, maksudku……”

 

“Sudahlah. Keputusanku tetap sama. Aku takkan meninggalkan Siwon Oppa, apapun yang terjadi!” Tiffany pun beranjak dari meja nya dan keluar dari kedai kopi itu. Taecyeon yang melihatnya hanya bisa menatap sedih kepergian yeoja itu.

 

Tiffany berlari kencang menuju rumah sakit, yeoja itu berusaha melupakan perkataan Taecyeon yang terus menghantui pikiran nya. Ditekannya tombol lift , tak lama kotak bertali baja itu terbuka, Tiffany pun masuk ke dalamnya. Diketuk-ketukan nya hak stilletonya, berusaha mengusir sepi yang mengerubungi. Seorang namja bertubuh pendek terus memperhatikan Tiffany di sudut lift, Tiffany yang melihatnya hanya bisa membalas dengan senyuman manis.

 

“Keputusanmu benar, Tiffany Hwang. Semoga kalian akan terus bersama” jawab sosok pendek itu sembari tersenyum kecil. Tiffany merasakan perasaan nya berbeda. Di putar kepalanya, sekedar melihat kearah sosok pendek itu. Namun, yeoja itu terkesiap ketika menyadari bahwa ia hanya sendirian di lift tersebut.

 

Ting! Pintu lift pun terbuka lebar. Tiffany segera saja keluar dari kotak penuh tombol itu  dengan cepat dan mengambil langkah seribu. Tapi, dalam hatinya yang paling dalam Tiffany berharap bahwa perkataan mistik di lift tadi menjadi kenyataan.

 

************

 

Pagi sudah menjelang, matahari telah naik dengan malu-malu ke tempatnya, menggantikan bulan yang kini terlelap tidur menggantikan posisi matahari tadi malam. Siwon menatap keadaan sekelilingnya dengan semangat baru yang entah sejak kapan sudah mengisi seluruh sendi-sendi tubuhnya. Dicarinya sesosok yeoja yang selama ini mengisi 3 tahun hidupnya yang penuh warna. Lengkungan senyum langsung terbit di bibir namja itu tatkala terdengar suara gemiricik air dari kamar mandi. Siwon tersenyum jahil dan kembali menutup matanya saat terdengar pintu kamar mandi terbuka.

 

Siwon mati-matian menahan senyumnya, ketika mendengar suara langkah kaki semakin mendekat kearahnya, dan Ba!

 

“Aaaahh!” suara Seunghyun langsung menggema memenuhi seluruh ruang rawat itu. Siwon cemberut seketika saat menyadari bahwa sosok yang ia kejutkan tadi bukanlah Tiffany, tapi hyung nya sendiri, Choi Seunghyun.

 

“Apa yang kau lakukan, Choi Siwon! Kau itu sudah berumur 27 tahun bukan siswa taman kanak-kanak!” balas Seunghyun sembari menepuk-nepuk dadanya pelan. Siwon semakin cemberut dibuatnya.

 

“Kenapa jadi kau yang disini, Hyung. Dimana Tiffany?” tanya Siwon tak menghiraukan Seunghyun dan kembali mengendarkan pandangan nya ke sekitar. Seunghyun tak bisa menyembunyikan senyum jahilnya.

 

“Jadi, kau berniat mengejutkan nya, begitu? Dia masih tidur di Hotel. Aku, Dara serta Taecyeon yang menyuruhnya. Awalnya dia menolak dan bersikeras menungguimu, tapi kami memaksanya karena kami semua tak tega melihatnya yang begitu lelah. Apalagi, setelah sikap anehmu kemarin, ia sepertinya merasa tertekan.” Balas Seunghyun sembari berjalan menuju kulkas yang berada tak jauh darinya. Diambilnya sebotol air mineral dingin dan diteguknya minuman berwarna transparan tersebut hingga habis.

 

“Sebaiknya kau cepat-cepat meminta maaf padanya. Kasihan dia.” Sambung namja itu lagi sembari berjalan mendekat kearah adiknya itu. Siwon mengganguk.

 

“Hyung, boleh aku mengatakan sesuatu padamu.”

 

“Tentu, kenapa tidak? Memangnya apa yang ingin kau katakan, hem?” Siwon menghela nafasnya dengan pelan. Matanya seketika terfokus pada sosok Seunghyun yang menatapnya dengan sedikit cuek.

 

“Aku ingin meminta maaf padamu, Hyung. Selama ini aku hanya menyusahkanmu saja. Terkadang kau sampai berurusan dengan banyak pihak akibat kelakuan burukku selama ini. Mungkin, aku juga bukanlah seorang adik yang baik untukmu dan aku sangat menyesal akan hal itu. Tapi, sekarang aku menyadari bahwa hal-hal bodoh yang kulakukan selama ini sangatlah menyakitkan hati, dan salah satu yang bisa saja tersakiti adalah kau, Hyung. Aku tau ini terdengar sangat bodoh dan menyedihkan. Tapi, Hyung. Jeongmal Mianhaeyo. I’m just your stupid little brother and I’m very sorry for that.”

 

Seunghyun terdiam setelah mendengar penuturan dari Siwon. Dilihatnya mata elang milik adiknya itu, berusaha mencari titik-titik lelucon ataupun hal lain nya yang menyiratkan suatu hal yang berbau tidak serius ataupun lainnya. Namun, hanya ada sebuah kesungguhan dalam kedua mata elang tersebut dan itu membuat Seunghyun merasa takut.

 

“Apa yang kau katakan Wonnie-ah? Candaanmu benar-benar hebat.” Seunghyun berusaha tertawa sekeras mungkin, berusaha menghilangkan ketakutan yang kini memenuhi seluruh sisi-sisi hatinya. Siwon menggeleng dengan kecewa.

 

“Aku serius, Hyung. I’m totally serious! Hyung, dengarkan aku. Mungkin, kau sudah muak dengan semua yang kulakukan. Tapi, untuk kali ini, kumohon dengarkan aku. Aku benar-benar menyesal dan ingin meminta maaf padamu. Aku tak peduli apabila kau menerima maafku atau tidak. Tapi, aku minta maaf padamu dari hatiku yang paling dalam dan tolong jangan anggap itu sebagai sebuah lelucon ataupun gurauan.” Jawab Siwon. Air mata sudah merembes keluar dari kedua mata elangnya, tak peduli dengan statusnya sebagai seorang namja yang selalu dikaitkan sebagai mahluk tanpa air mata. Seunghyun menggelengkan kepalanya dengan keras, menepis kasar pikiran-pikiran buruk tentang adiknya itu. Tapi, pada akhirnya pikirannya justru semakin liar dan berubah menjadi fantasi yang menakutkan untuknya.

 

“Kenapa kau bicara seperti itu? Kau seperti seseorang yang akan dicabut nyawanya. Kau tau?”

 

“Entahlah. Aku juga tak merasakan bahwa hidupku akan lebih lama ataupun berakhir cepat. Aku tidak tau.” Seunghyun merasakan tenggorokan nya tercekat hebat. Namja itu sudah mulai kehilangan kendali atas pikiran nya, dan fantasi-fantasi menakutkan itu semakin terngiang nyata di pikiran namja berambut klimis itu.

 

“Kau takkan mati, Wonnie-ah! Kau tak akan!” akhirnya Seunghyun tak bisa menahan semuanya lagi, namja itu berteriak marah. Terlihat jelas guratan perasaan tak rela di matanya yang tak lagi dingin itu. Siwon hanya bisa tersenyum penuh kepedihan melihat kakaknya itu.

 

“Jika aku mati, aku-”

 

“Stop! Sudah kubilang kau takkan mati, Wonnie-ah!”

 

“Tapi, Hyung yang hidup sudah pasti akan mati.”

 

“Kubilang stop! Baiklah, aku akan memaafkanmu asal kau tetap bertahan, otthe! Jadi, berhenti mengatakan hal-hal bodoh semacam kematian. Bukankah kau tak menyukai hal-hal berbau mistik, heh!”

 

Siwon tersenyum dan memeluk erat kakaknya itu. Seunghyun membalas pelukan itu dengan lebih erat. Sesekali ditepuknya pelan punggung Siwon. Tanpa disadari Siwon, setetes air mata keluar dari kedua mata milik Seunghyun, setetes air mata yang penuh dengan segala rasa yang berkecamuk di hati namja itu.

 

“Apa yang sedang kau rencanakan, Tuhan?” desis Seunghyun dalam hati.

 

************

 

Dara hanya menatap bingung kearah Tiffany dan Taecyeon yang terus saja diam. Yeoja itu beberapa kali berusaha mencairkan suasana namun usahanya gagal, kedua orang itu hanya diam tanpa mengeluarkan reaksi apapun. Tiba-tiba pintu kamar Siwon terbuka dan terlihatlah Seunghyun dengan sebuah senyuman yang sedikit dipaksakan. Ketiga orang itu berdiri dan menghampiri namja berperawakan tinggi itu.

 

“Dia sudah bangun. Kalian boleh mengunjunginya.” Jawab Seunghyun. Tiffany tersenyum dan membungkuk pada namja itu dan berjalan masuk ke dalam kamar rawat, dibelakangnya terlihat Taecyeon mengikuti yeoja itu.

 

“Kau tak ikut ke dalam?” tanya Seunghyun melihat Dara tidak ikut masuk dan lebih memilih kembali duduk di kursi tunggu.

 

“Yeobo, apakah aku sudah tak lucu lagi?” tanya Dara polos. Seunghyun mengerutkan keningnya dengan bingung. Apa yang sedang istrinya bicarakan?

 

“Maksudmu?” tanya Seunghyun tak mengerti. Dara membuang nafasnya malas.

 

“Tadi, aku membuat lelucon, sekedar menghibur Tiffany dan Taecyeon yang terus saja diam. Aku membuat wajahku menjadi sejelek mungkin tapi tak ada satupun dari mereka berdua yang tertawa, justru mereka malah menatapku dengan tatapan Apakah-dia-alien-yang-tersasar-? Huft!”

 

Seunghyun berusaha menahan tawanya dan segera memeluk istrinya itu. “Kenapa aku bisa mencintai alien aneh sepertimu, Sandara Park?”

 

Sementara pasangan aneh itu saling berpelukan, di dalam kamar rawat terjadi keheningan yang menyiksa antara Siwon, Tiffany dan Taecyeon. Tidak ada satupun dari ketiganya yang saling berbicara satu sama lain. Siwon hanya sibuk mengunyah apel yang baru saja disuapkan oleh Tiffany untuknya, pandangan nya tak berhenti menatap Taecyeon dengan tatapan curiga. Siwon menyeringai kecil.

 

“Chagiya, Oppa ingin makan Jajangmyeon.” jawab Siwon dengan nada manja. Tiffany menatap kekasihnya itu lembut sembari tersenyum manis.

 

“Aku akan belikan untuk Oppa. Tunggu sebentar, ne!” balas Tiffany sembari mengambil tas selempangnya. Taecyeon ikut berdiri.

 

“Biar aku antar.” Tawar Taecyeon. Tiffany menggeleng.

 

“Ani, aku bisa sendiri.” Balas Tiffany dingin. Siwon menyeringai kecil, terlintas sebuah ide di kepalanya.

 

“Tak apa, Taec-ah. Tolong antarkan Tiffany. Lagipula kau takkan melakukan apapun  padanya, bukan?” Taecyeon membeku di tempatnya, Siwon tersenyum menang.

 

Akhirnya kedua orang itupun keluar dari kamar, meninggalkan Siwon yang hanya bisa menatap kepergian keduanya dengan perasaan yang tak dapat dimengerti. Siwon menjentikkan jarinya dan tak lama sosok Joong Ki sudah tiba disampingnya.

 

“Kau pikir aku jin yang bisa kau panggil dengan menjentikkan jari, begitu? Sekalian saja kau kurung aku dalam botol aladin yang nantinya bisa kau gosok-gosok!” sungut Joong Ki tak terima. Namun, Siwon tak menghiraukan perkataan nya dan hanya bisa memandangi pintu kamar rawatnya dengan tatapan yang sama seperti beberapa menit yang lalu. Joong Ki tersenyum mengerti.

 

“Kau curiga pada namja bernama Ok Taecyeon itu?”

 

“Sejak lama.” Joong Ki terkik geli mendengarnya, sosok itupun berputar-putar mengelilingi kamar rawat Siwon yang besar. Dipandanginya sosok Siwon yang masih sama seperti tadi.

 

“Tapi, kau memang benar. Dia juga memendam rasa pada Tiffany sejak lama. Bahkan sangat jauh sebelum Tiffany mengenalmu, tidak heran karena mereka sama-sama sudah berteman sejak kecil. Namun, sayangnya dia lebih payah dari yang kuduga.”

 

Siwon memandang malaikat penjaganya itu dengan tatapan penasaran, terutama dengan kalimat terakhir yang dilontarkan oleh mahluk berjubah hitam itu.

 

“Namja bernama Ok Taecyeon itu baru berani menyatakan perasaannya kemarin. Tepat saat Tiffany sedang menunggumu untuk beristirahat. Tapi, kekasihmu itu memang hebat. Justru, Tiffany menolaknya mentah-mentah dan kini hubungan mereka sedikit renggang.” Jawab Joong Ki. Entah kenapa Siwon merasa bahagia mendengarnya, itu berarti kekasihnya tersebut setia, bukan?

 

“Oh ya, bisakah aku melihat Sacred Guardian yang lain? Maksudku aku ingin sekali melihat Sacred Guardian milik Tiffany, Taecyeon, Seunghyun Hyung, dan Dara Noona, bisakah?” Joong Ki menggelengkan kepalanya pelan dan membuat Siwon kecewa.

 

“Itu tidak mugkin sebab kau pun dapat melihatku, karena kau sekarang berada dalam masa kutukan. Sacred Guardian tidak pernah diizinkan untuk menampakkan dirinya pada manusia kecuali manusia itu berada dalam masa kutukan seperti kau sekarang ini. Aku pun nantinya takkan bisa kau lihat lagi jika masa kutukan mu telah habis, baik kau gagal ataupun berhasil.”

 

Siwon merasakan sebuah kekecewaan yang mendalam setelah mendengar perkataan Joong Ki tadi. Namja itu merasa bahwa sebentar lagi ia akan kehilangan seorang teman baiknya. Joong Ki hanya bisa menggeleng pelan dan akhirnya tersenyum.

 

“Baikah. Karena aku baik hati, maka aku akan memberitahumu tentang Sacred Guardian mereka. Tapi, ini hanya sekedar nama, sifat, dan bentuk fisik mereka bukan menampilkan wujud asli mereka. Selebihnya adalah rahasia yang tak bisa diberitahukan kepada manusia.” Jawab Joong Ki. Siwon pun kembali bersemangat dibuatnya.

 

“Kita mulai dari Taecyeon, nama Sacred Guardian nya adalah Kim Junho. Bentuk fisiknya lebih pendek dari namja itu. Sifatnya hampir 11-12 dengan Taecyeon, pemalu dan baik hati, untuk Seunghyun, nama Sacred Guardian nya adalah Joo Won, mereka benar-benar mirip, sifatnya pun sama, hangat namun berusaha untuk kelihatan dingin, untuk Dara, nama Sacred Guardian nya adalah Park Bom, untuk fisik mereka berbeda karena Bom lebih tinggi sedikit dibanding Dara, namun soal sifat kau tak perlu ragu untuk menyebutkan kalau mereka anak kembar, sama-sama konyol, tak terprediksi dan tulus.”

 

“Bagaimana dengan Tiffany?”

 

“Ah, aku lupa. Untuk Tiffany, dialah yang paling spesial. Nama Sacred Guardian nya adalah Kim Taeyeon, tubuhnya lebih pendek sedikit dari Tiffany tapi ia sangatlah cantik, bahkan paling cantik dibandingkan Sacred Guardian yang lainnya. Sifat nya juga sama seperti Tiffany, baik hati, tulus, dan pemaaf.” Jelas Joong Ki panjang lebar. Siwon mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.

 

“Ingatlah, waktumu terbatas Siwon-ah. Nah, aku pergi dulu. Silahkan bersenang-senang dengan kekasihmu yang cantik itu, Bye!” Joong Ki pun menghilang tepat saat pintu kamar rawat Siwon terbuka, terlihatlah Tiffany yang membawa sebuah kantung plastik besar di tangan kanannya.

 

“Chagiya, dimana Taecyeon? Bukankah tadi dia bersamamu?” tanya Siwon. Tiffany hanya menggeleng dan menaruh kantung plastik di tangan nya ke atas meja.

 

“Saat sudah sampai di Rumah Sakit, ia tiba-tiba saja pulang. Katanya tak ada yang mengurus bar.” Balas yeoja itu.

 

Setelah membereskan beberapa barang, Tiffany pun mendekat kearah  Siwon. Yeoja itu mulai menyuapi kekasihnya tersebut dengan cekatan. Beberapa kali Siwon bersikap manja hingga membuat wajah Tiffany bersemu merah. Saat akan memberikan suapan terakhir, tiba-tiba saja tangan yeoja itu dihentikan oleh Siwon. Tiffany menatap bingung kearah kekasihnya itu.

 

“Boleh aku bertanya satu hal padamu?” Tiffany mengganguk dan menaruh piring di tangan nya keatas meja.

 

“Jika aku tidak sama seperti sekarang lagi. Apakah kau akan tetap mencintaiku?”

 

“Maksud Oppa?” Siwon menghela nafasnya berat.

 

“Kalau suatu saat nanti aku akan berubah menjadi monster berwajah menjijikan, apa kau akan tetap mencintaiku?” Siwon merasakan debaran jantung nya berdetak tak beraturan, namja itu terlalu takut untuk mendengarkan penuturan yang akan keluar dari bibir Tiffany.

 

“Kalaupun seperti itu, aku takkan pernah mengingkari janji yang kubuat dahulu. Karena aku akan selalu mencintaimu, Oppa. Sama seperti apa yang kukatakan 3 tahun lalu.”

 

Siwon tersenyum dan langsung merengkuh tubuh Tiffany ke dalam pelukan nya.

 

“Aku tak pernah salah memilihmu…….”

 

*************

 

Siwon melihat kalender yang berada di meja disamping kasur nya, Ia sudah kembali ke apartemen nya beberapa hari yang lalu. Namja itupun menghela nafasnya pelan, masa kutukan nya tinggal tersisa 24 hari lagi. Tapi, tanda-tanda bahwa ia akan berhasil masih belum nampak juga. Dilangkahkan kakinya menuju kamar mandi, sekedar menggosok gigi nya yang terasa kering.

 

Baru saja namja itu akan mengoleskan pasta gigi keatas sikat gigi miliknya, matanya menangkap hal janggal yang berada di lehernya. Siwon mendekatkan wajahnya kearah kaca, matanya melebar tak percaya melihat sebuah luka bakar menghiasi seluruh permukaan lehernya. Namja itu menggeleng dan mengucek matanya kasar.

 

“Ada apa denganku?” Siwon kembali memperhatikan sekali lagi dan hasilnya tetap sama. Namja itu pun memperhatikan bagian tubuhnya yang lain dan kembali terkejut untuk yang kesekian kalinya. Dibukanya kaos tipis yang melapisi tubuhnya, ternyata luka bakar itu juga sudah merambat  memenuhi hampir seluruh bagian atas tubuh Siwon, namja itu menggeleng tak percaya.

 

“Joong Ki! Song Joong Ki!” teriak Siwon tak karuan, diacak-acak nya rambut nya hingga berantakan. Joong Ki pun muncul ke hadapan namja tersebut, mahluk itupun sama terkejutnya dengan Siwon.

 

“Joong Ki-ah! Apa yang terjadi padaku?” Joong Ki terdiam cukup lama, berusaha mengingat-ingat suatu hal. Tiba-tiba saja tubuhnya seperti membeku.

 

“Aigo! Aku lupa mengatakan satu hal padamu!” pekik Joong Ki. Siwon yang semakin panik hanya bisa menatap malaikat penjaganya tersebut dengan pandangan bertanya-tanya.

 

“Aku baru ingat, jika seseorang yang dikutuk melakukan kesalahan hingga menyakiti perasaan orang lain, maka masa kutukan nya akan dikurangi 3 hari per satu orang yang kau sakiti. Ditambah kutukan itu semakin menjalar hebat dan akan merusak fisikmu. Sayangnya, jika kau melakukan kebaikan pada orang itu, hal tersebut tak akan menambah masa kutukanu tapi hanya mengurangi rasa sakit dari kutukanmu.”

 

“Argh!”

 

Joong Ki terkaget mendengar pekikan keras dari Siwon. Sosok itu berusaha melakukan sesuatu namun ia bingung harus melakukan apa. Sementara itu Siwon merasakan jantung nya kembali sakit seperti beberapa hari yang lalu. Namja itu berlari menuju kamarnya dan mencari-cari ponsel nya yang berada di atas meja kecil disamping kasurnya. Ditekan nya beberapa kata di ponsel layar sentuhnya itu.

 

“Apa yang kau lakukan?”

 

“Menghubungi Fan- Argh!” Siwon memegang dadanya yang begitu nyeri. Joong Ki menjentikkan jarinya.

 

“Siwon-ah. Berapa banyak orang yang kau sakiti hatinya kemarin?” Siwon berusaha mengingat-ngingat sembari mengetikkan pesan nya untuk Tiffany, namja itu terpekik kaget.

 

“ Sekitar 4 orang. Aku tak sengaja berteriak kasar pada Seunghyun Hyung dan Dara Noona ketika kami berada di kantor kemarin. Aku juga membentak Taecyeon saat ia menelponku lusa dan aku baru saja memarahi Tiffany kemarin malam.”

 

“Omo! Berarti jika dihitung dengan kesalahanmu selama di Rumah Sakit maka….. masa kutukanmu berakhir hari ini! Aigo!”

 

***********

 

Tiffany baru saja kembali ke apartemen miliknya. Yeoja itu baru saja menghadiri perkumpulan para Fisikawan se Asia Pasifik beberapa jam yang lalu. Direbahkan nya tubuh ramping nya ke atas kursi malas, berusaha menghilangkan lelah yang mengerubungi raganya. Baru saja yeoja itu akan mengambil sesuatu di kulkas nya, terdengar suara dering ponsel yang berbunyi nyaring. Tiffany menatap layar ponselnya, ternyata yeoja itu mendapat pesan dari kekasihnya, Siwon.

 

Dari: Siwon Oppa

           

-Chagiya, bisakah kau ke apartemenku sekarang? Jebal.-

 

Tiffany mengerutkan keningnya dengan bingung sesaat setelah membaca pesan yang baru saja ia dapat. Kenapa Siwon mengirimkan sms seperti itu padanya? Tiffany pun dengan cepat membalas pesan dari kekasihnya tersebut.

 

Ke: Siwon Oppa

 

-Mianhae, Oppa. Tapi, aku baru saja sampai di Apartemen. Aku baru menghadiri perkumpulan Fisikwan se Asia Pasifik tadi dan aku benar-benar lelah sekarang. Jeongmal Mianhae Oppa-

 

Klik! Pesan itupun terkirim dengan sempurna. Namun, yeoja itu merasakan perasaan nya berubah menjadi tidak enak setelah mengirimkan sms tersebut. Tapi, Tiffany hanya tersenyum dan mecoba berpikir positif. Namun, hatinya tak bisa berbohong jika ia merasakan perasaan nya sangat tidak enak saat ini.

 

“Tapi, rasanya Siwon Oppa seperti benar-benar membutuhkanku.” Jawab Tiffany dalam hati.

 

Yeoja itupun memutuskan untuk menelpon kekasihnya tersebut. Beberapa kali yeoja itu berusaha menghubungi kekasihnya itu namun justru suara operator yang terus saja menyambutnya. Tanpa pikir panjang, Tiffany pun segera saja meninggalkan apartemen nya, melesat cepat bersama Mercedes Benz S Class miliknya menuju apartemen Siwon.

 

***********

 

“Yah! Siwon bertahanlah!”  jawab Joong Ki saat melihat Siwon yang semakin kesakitan. Keringat dingin sudah membanjiri tubuh namja itu, Siwon pun tak berhenti meracau aneh sejak tadi. Beberapa menit kemudian terdengar suara pintu terbuka, Tiffany menutup mulutnya tak percaya melihat kondisi Siwon yang begitu mengenaskan.

 

“Oppa!”

 

Segera saja yeoja itu berlari dan memeluk tubuh Siwon dengan erat. Diusapnya dahi namja itu yang sudah penuh dengan peluh dan luka-luka bakar. Air mata pun merembes keluar dari mata Tiffany, mengutuk dirinya sendiri yang tidak segera pergi kesini setelah mendapat pesan dari Siwon. Joong Ki melihat pemandangan di depan nya dengan kalut, di satu sisi ia sangat ingin membantu Siwon keluar dari penderitaan, namun di satu sisi ia tak mampu melakukan nya dan ia hanya bisa mengarahkan Siwon bukan mengurangi rasa sakit yang menggerogoti namja itu. Tanpa disadari yang lainnya, dengan sisa tenaga yang tersisa Siwon mendorong tubuh Tiffany menjauh, namja itupun segera berlari keluar dari apartemen nya.

 

“Siwon Oppa! Kau mau kemana?” teriak Tiffany khawatir. Siwon tak menghiraukan nya dan terus menambah kecepatan larinya. Beberapa kali namja itu memukul-mukul dadanya yang rasanya ingin pecah itu. Tak dihiraukan pula pandangan aneh dari orang-orang yang melihatnya di jalan, sampai akhirnya namja itu berhenti pada sebuah taman sepi yang berada di dekat danau. Siwon merasakan tubuhnya tidak hanya sakit tapi juga sangat panas, seperti terbakar oleh api.

 

“Uarrrggh!”

 

Siwon pun memuntahkan isi perutnya. Namja itu terbelakak tak percaya melihat genangan darah hitam kental beserta cacing dan belatung yang baru saja keluar dari mulutnya. Siwon kembali muntah beberapa kali dan semakin banyak darah hitam kental beserta cacing dan belatung yang keluar dari mulutnya. Namja itupun mulai kehilangan keseimbangan tubuhnya dan jatuh tersungkur ke tanah. Sementara itu dibelakang terlihatlah Tiffany, Taecyeon, Seunghyun, dan juga Dara yang berlari kencang mengejar Siwon. Saat mereka semua sampai di danau tersebut, mereka pun terlihat tak percaya melihat keadaan Siwon yang tubuhnya sudah nyaris melepuh hebat dan berselimut darah kental beserta cacing dan belatung di sekujur tubuh namja itu. Namun, mereka seakan tak peduli dan mendekati Siwon.

 

“Wonnie-ah! Bertahanlah, aku akan membawamu ke Rumah Sakit.” Sahut Seunghyun, namja itu sudah tak bisa lagi menahan air matanya manakala melihat sang adik yang sudah sekarat seperti sekarang. Siwon menggeleng lemah dan menatap semua orang yang berada di hadapannya sekarang dengan sebuah senyuman kecil di bibirnya.

 

“Semuanya mianhae. Aku hanya bisa menyusahkan kalian saja. Untuk Seunghyun Hyung, aku minta maaf karena tidak bisa menjadi adik yang baik untukmu, aku memang bodoh dan tak berguna untukmu, Hyung. Untuk Dara Noona maaf bila aku sering menghinamu bodoh, aku tau kau adalah wanita hebat, Noona. Taecyeon, maaf selama ini bila aku tak mendengarmu, aku tau kau mencintai Tiffany dan ingin melindunginya seperti adikmu sendiri, tapi aku? Aku justru seringkali menyakiti Tiffany dengan tingkah laku ku yang kelewatan. Dan Tiffany, my chagiya. Aku benar-benar meminta maaf padamu, aku sadar bahwa aku adalah seorang namja kasar yang tak pantas untuk mendampingimu dan aku sangat berterima kasih karena kau mau mencintai namja tak sempurna sepertiku, Jeongmal Gomawo.”

 

Semua orang di danau itu sudah tidak dapat lagi menahan air matanya terutama Tiffany, yeoja itu justru semakin mempererat pelukannya pada Siwon. Dara berusaha menelpon pihak Rumah Sakit.

 

“Bicara apa kau, Choi Siwon! Aku sudah merestui hubungan kalian berdua! Kenapa kau berbicara seperti itu! Kau yang akan mendampingi Tiffany, jadi kumohon jangan pergi!” kali ini giliran Taecyeon yang buka suara. Namja itu menggengam erat tangan Siwon dan menyatukan tangan Tiffany dengan tangan besar Siwon.

 

“Oppa, kumohon bertahanlah. Aku tak peduli bahwa kau akan berbentuk apapun tapi kumohon jangan tinggalkan aku, Oppa. Jeongmal Saranghaeyo.”

 

Semua orang tak henti-hentinya menangis dan berdoa, berharap bahwa Siwon, sosok yang mereka sayangi tidak akan pergi meninggalkan mereka. Dan ternyata Tuhan mendengarkan doa mereka semua, perlahan tapi pasti luka-luka bakar yang berada di tubuh  Siwon hilang sedikit demi sedikit. Gumpalan darah kental dengan cacing dan belatung yang dimuntahkan oleh Siwon tadi juga ikut menghilang. Sampai akhirnya semua luka itu hilang tak berbekas. Tiffany tersenyum dan memeluk erat tubuh Siwon, Seunghyun dan Dara saling berpelukan dan menangis serta Taecyeon yang ikut tersenyum sembari menepuk pundak Siwon pelan.

 

*************

 

Siwon membuka matanya dengan perlahan, namja itu baru ingat bahwa ia beberapa waktu yang lalu lalu pingsan setelah insiden kutukan itu. Matanya berseliweran memperhatikan pemandangan di sekitarnya, ternyata ia kembali berada di Rumah Sakit. Namun, ia merasa aneh karena ia hanya berada di ruangan itu sendiri. Sampai sesosok mahluk berjubah putih dan berwajah tampan datang dengan sebuah senyuman di wajahnya.

 

“Joong Ki-ah! Itu benar-benar kau?” tanya Siwon tak percaya, bagaimana tidak? Sosok yang berada di depannya sekarang sangat berbeda dengan sosok yang ia lihat selama ini. Sosok itu, Joong Ki telah berubah menjadi tinggi dan tampan, tak lupa sepasang sayap putih melekat di punggung mahluk itu. Joong Ki pun mengangguk pelan.

 

“Congratulation, Choi Siwon. Kau berhasil melewati masa kutukanmu.” Balas Joong Ki. Siwon hanya diam dan tak membalas perkataan Joong Ki, wajah namja itu justru berubah menjadi kelabu.

 

“Hei! Kenapa kau tak membalas ucapanku? Aku sudah datang kesini tapi kau malah mengacuhkan ku seperti ini? Menyebalkan!”

 

Siwon kembali tak menjawab dan justru menangis dengan keras, Joong Ki hanya bisa tersenyum pilu melihatnya. Ia tau kenapa Siwon bisa menangis keras seperti sekarang dan jawaban nya adalah dirinya sendiri.

 

“Mianhae, Siwon-ah. Itu sudah menjadi peraturan dan aku tak bisa melawan nya. Lagipula, kau mau jika aku dipindah tugaskan untuk menjaga Neraka jika harus mengikuti kemauan mu?”

 

Siwon menggeleng dan tersenyum.

 

“Kau tau, Joong Ki-ah. Meski kau malaikat paling cerewet yang pernah kutemui selama ini. Tapi, kau telah mengajariku banyak hal dan aku sangat berterima kasih atas itu. Pergilah, aku tak mau kau melawan Tuhan.” Jawab Siwon.

 

“Jadi, kau mengusirku?’ tanya Joong Ki pura-pura mencibir. Siwon hanya bisa tertawa melihatnya. Joong Ki pun ikut tertawa melihat Siwon yang juga tertawa.

 

“Sekali lagi kuucapkan selamat untukmu dan asal kau tau saja, baru kau manusia yang berhasil melewati masa kutukan hingga membuat malaikat penjaga Neraka kesal. Jangan pernah berbuat buruk lagi dan sayangilah orang-orang di sekitarmu terutama Tiffany. Oh ya, jangan lupa untuk segera melamarnya atau aku akan mengambilnya, hehehe. Selamat Tinggal, Choi Siwon.”

 

Cahaya terang pun menyinari seluruh permukaan tubuh Joong Ki hingga akhirnya sosoknya lenyap bersamaan dengan cahaya yang meredup. Siwon menyeka sedikit air mata yang keluar dari sudut matanya dan kembali tersenyum.

 

“Selamat Tinggal, Song Joong Ki. Jeongmal Gomawo.”

 

************

 

2 Years Later……

 

Siwon tak henti-hentinya tersenyum melihat bayi yang berada di gendongannya sekarang. Bukan hanya Siwon, namun juga Seunghyun, Dara, Taecyeon, dan tak lupa Tiffany. Mereka semua sekarang berada di Rumah Sakit, menyambut kelahiran anak Siwon dan juga Tiffany. 2 tahun berlalu dan sekarang mereka semua sudah hidup bahagia. Siwon melamar Tiffany tepat saat ia sembuh dan yeoja itu menerimanya. Tiba-tiba Taecyeon berceloteh.

 

“Aigo! Dia membuka matanya, Lihat!” seru Taecyeon. Semuanya pun melihat kearah bayi tersebut. Lagi-lagi senyum tak bisa lepas dari bibir mereka.

 

“Kalian mau memberi nama apa untuk anak kalian?” tanya Dara. Siwon dan Tiffany saling berpandangan dan tersenyum.

 

“Joong Ki, Choi Joong Ki.”

 

-End-

 

Wah! Akhirnya selesai juga # buang nafas lega. Oh ya, aku minta maaf yang sebesar-besarnya kalau ceritanya gak menarik dan membosankan plus ending yang gak sesuai harapan, author sudah berusaha semaksimal mungkin dan maaf juga kalau masih ada typo # bow 90 derajat. Maaf juga ya karakternya Siwon di cerita ini agak gimana gitu, hehehe.  Terima Kasih yang sudah mau membaca dan mengapresiasi karya ini dengan like dan comment # bow 90 derajat lagi. Sekali lagi Terima Kasih.

 

 

65 thoughts on “BLACK CURSE

  1. tahan napas baca ini cerita, tentang kutukan nih
    apa iya masih ada kutukan, namanya juga fiksi hehehe
    akhirnya semuanya happy, bahagia, dan semoga kebahagiaan itu akan abadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s