FOUR

1372591683

Four

Author : the909maknae

( Taken from : http://www.asianfanfics.com/story/view/467512/1/four-angst-sifany-siwon-snsd-superjunior-tiffany )

Translate by : @ELF_Rena [WonTiff407801]

Main cast : Choi Siwon

Tiffany Hwang

Support cast : Lee Donghae

Genre : Angst, Romantic

Length: Oneshoot

Rating : PG-13

Disclaimer : All casts belong to their God, parents and theirself. I just borrow their name to support my story. Don’t copy it without permission! Mianhae kalo terjemahannya ada yang salah / sulit dimengerti. Jalan ceritanya diberi sedikit penambahan / perubahan agar dapat lebih dimengerti.mungkin penggunaan bahasanya masih kaku.  Keep RCL! Gomawo

Summary:

Bahagia atau mungkin tidak, sampai kematian memisahkan kita,

Aku akan tetap mencintaimu setiap degup jantungku

Aku bersumpah.

-Hwang Tiffany

♥= Four =♥

“Tuan Choi?” gadis dengan seragam putih bersih itu memanggil namanya di sepanjang lorong rumah sakit. Seorang lelaki berdiri, dari fisiknya, lelaki itu terlihat berumur 20 tahunan. Ia meninggalkan bangku dan 3 orang lainnya yang sedang menunggu di koridor suram rumah sakit. Ia masuk ke ruangan dimana si gadis dengan papan klip ( papan untuk ujian ) mengarahkannya. Seorang pemuda melihat tuan Choi memiliki perasaan yang minim. Beberapa hari ini, dia merasa kurang baik.

Dari sifat pekerjaannya, istirahat penuh adalah kenyamanan, dan sulit mencari waktu untuk hal tersebut.

Dia komplain tentang pusing yang tiba-tiba, terkadang dia muncul dengan wajah yang pucat dan putih seperti kanvas. Waktu ia dengan rajin meminum vitaminnya, ia pingsan disuatu acara. Beruntungnya ia pingsan di belakang panggung sehingga media tidak membuat kehebohan tentang hal ini, semua karena perusahaan pun membuat pemadaman listrik yang membuat seperti tidak terjadi apa-apa, hanya menyebabkan fansnya panik dan tuntutan tersendiri di hidup pribadinya

Kunjungannya baru-baru ini ke dokter membuatnya merasa tidak nyaman. Dia sama sekali tidak pernah menyukai hal seperti ini, ironisnya, teman-temannya melihat dia sebagai penggemar kesehatan. Masih, ia seperti 5 tahun yang lalu, keras kepala untuk peduli dan melakukan check up. Melihat interior rumah sakit, ia melihat banyak barang yang menunjuk ke bagian-bagian tubuh, poster mengenai rencana keluarga, pamflet di atas meja mengenai  penyalahgunaan narkoba dan depresi. Tidak ada apapun yang menangkap perhatiannya dalam waktu yang lama, tidak sampai lamunannya terpecah saat seorang lelaki memakai jas putih duduk di depannya, membawa amplop. Lelaki dengan jas putih itu terlihat tegas, tapi mempertahankan ketenangan profesionalnya.  Mereka saling membungkuk dengan sopan. Sang dokter memijat pelipisnya ketika ia duduk di kursi kulitnya, sedangkan tuan Choi duduk berlawanan arah di meja. Kakinya menunjukkan kegelisahan.

♥= Four =♥

“Siwon? Choi Siwon? Benarkah aku?” ucap sang dokter. Nama pasien keluar secara serak dari sang dokter.

“Ya, Ya” gumamnya kepada sang dokter

Melihat lagi ke sebuah kertas yang didapat sang dokter dari amplopnya, sang dokter memasang muka datar. Siwon dapat merasakan jantungnya berdetak intensif. Siwon merasa, sesuatu yang tidak enak akan terjadi, tetapi ia membuang jauh perasaan itu, tidak ada yang salah dan semua yang ia perlukan hanya istirahat penuh dan ia akan baik-baik saja.

“Kita mempunyai situasi buruk, Siwon.” Kata-kata itu seperti deringan yang mengganggunya. Memberitahukan berita buruk adalah salah satu bagian terburuk menjadi dokter, Siwon merasakan keanehan di suara dokter itu, seperti ingin mengatakan kepadanya dengan keras cerita itu.

“Dr. Jung?” Siwon baru saja memanggil namanya, dokter itu memberikan selembar kertas yang keluar dari amplop berwarna coklat itu kepada Siwon. Siwon melihatnya secara seksama, tidak ada apa-apa kecuali angka, dan bahasa khusus kedokteran yang hanya bisa dijelaskan oleh si dokter.

“A..Apa ini? Apa diagnosanya?” terdengar sangat mengancam, tetapi ia hanya ingin mengetahui kebenarannya

“Tuan Siwon, saya menolak untuk memberitahu anda, tapi anda sudah didiagnosa menderita lupus.” Kata-kata itu seperti terulang lagi melewati tembok dan dikembalikan lagi kepada kesadarannya. Lupus? Ia tidak familiar namun ia pernah mendengarnya 1 / 2 kali.

“Lupus?” tanya Siwon heran

“Ya, itu adalah penyakit autoimmune di mana kekebalan anda menjadi hiperaktif dan menyerang sel-sel normal anda.” Sang dokter berusaha menjelaskan untuk memberi bayangan grafik tentang diagnosis tersebut. Siwon masih bingung dengan situasi tersebut.

“Apa, apa itu? Maksudku, berapa lama pengobatannya? Apakah aku perlu keluar dari karirku? Atau meninggalkannya?” Siwon hampir membanting meja itu dengan pertanyaanya tapi menjatuhkannya perlahan tidak akan berguna sama sekali.

“Saya takut Tuan Siwon, tidak akan ada pengobatan, hanya suplemen, tetapi ini, tidak menjamin pemulihan anda.”

Pikirannya kosong

Tidak ada pemulihan

Itu tidak dapat disembuhkan

Jalan hidupnya perlahan menghilang

Kata-kata itu menusuk harapan rapuh Siwon. Sekarang, ia tidak dapat memikirkan pertanyaan lain tetapi kata “Kenapa harus aku?”

Dia masih muda, semangatnya yang bebas di hari-hari saat dia muda. Seharusnya dia hidup tenang, dia masih terlalu muda, tidak ada seorang pun yang siap.

Bukan untuk mengatakan terkenal, keberuntungan, orang-orang disekitarnya, fansnya, teman-temannya, keluarganya, dan orang terpenting dihidupnya sekarang, gadis yang ia cinta. Gadis yang membuatnya percaya kepada dirinya sendiri untuk mencintainya sampai dia mati, Tiffany.

Dan hari menuju kematiannya adalah sekarang.

Semua ini berputar di otaknya. Perlahan tenggelam kedalam, bahwa waktu akan habis..

♥= Four =♥

Siwon pergi untuk beberapa hari. Membungkus selimutnya di rumah, merenungkan kata-kata dari dokternya.  Itu bukan penyakit akhir, tapi siapa yang tahu? Siwon bisa saja meninggal besok, nanti, seminggu, 1 bulan, 1 tahun lagi. Tidak ada yang tahu. Siwon menyimpan ini sebagai rahasia, bersumpah untuk perlindungannya dan kehidupannya di menit-menit yang mulai menghilang saat masih bisa..

Siwon berbohong tentang dokter yang mengatakan bahwa ia hanya perlu istirahat penuh. Perusahaan menjadi dermawan, menjadi prikemanusiaan tentang situasinya, membatalkan jadwalnya selama 2 bulan.

Situasi dan keperluan pengobatannya mulai menkombinasi. Itu terselesaikan dengan setengah hati, tapi sudah diberi tahu, bahwa dia diberi istirahat dan persiapan untuk proyek yang lebih besar, bersumpah untuknya kembali menjadi pusat perhatian.

Sekarang ia hanya menyibukkan diri dengan hal-hal yang ingin dia lakukan, seperti film klise, dimana sang protagonis merencanakan hari terakhir di hidupnya menjadi lebih berarti dan bahagia. Siwon menginginkan hal yang sama, ia tidak ingin ada yang berubah, maka dari itu, menyimpannya sebagai rahasia merupakan pilihan yang terbaik yang dia ambil.

~kring~

Suara telepon ia angkat

“Yoboseyo?”

“Siwoooon! I miss you baby!! Bisakah aku datang kesana malam ini?” suara gadis terdengar dari telepon. Dia menyiapkan ballpoint dan sebuah notebook yang ia pegang sebelum mengangkat telepon

“Kamu akan datang? Tentu saja, um.. apakah kamu ingin kumasakan sesuatu?” Siwon menanyakan. Ia terlihat sangat positif saat ia berbicara di telepon untuk gadis ini

“Hmm.. Benarkah kamu akan memasak untukku?? Bagaimana dengan.. Lasagna? Aku benar-benar menginginkan itu untuk dimakan tetapi aku tidak membawa 1 pun saat aku pergi.”  Siwon dapat merasakan bahwa gadis yang meneleponnya ini sedang cemberut dan pasti sangatlah imut sekarang. Ia hanya tertawa pelan.

“Mengapa kamu meneleponku?” Siwon berjalan menuju dapur dan mengecek list untuk bahan-bahan masakan italia yang akan ia buat.

“Tetapi, aku tidak mau mengganggu istirahatmu. Aku benar-benar berharap bisa datang kesana dan merawatmu, tapi jadwal kita sangatlah padat..” sekarang ia merasa sangat bersalah karena fakta sedihnya, ia sangat sibuk

“Bodoh..tidak apa Tiffany,  aku senang kamu meneleponku, aku merindukan suaramu” Siwon membuat dirinya sendiri sibuk di dapur dengan mengumpulkan bahan-bahan untuk masakannya

“Sangat gombal! Kumohon kamu menahan dirimu sendiri. Haha! Baby, aku harus menutup dulu teleponnya, aku akan shooting part terakhir dari film ini! Aku akan melihatmu 2 jam lagi!” kata Tiffany

“Okay, aku akan menanti itu, jaga diri baik-baik, I love you” Siwon terdengar lekat, tetapi itu tidak berarti lagi untuknya. Siwon belajar waktu yang berharga sekarang… Waktu yang akan hilang….

♥= Four =♥

“Tiffbaby.. apakah kamu akan pergi ke suatu tempat?” Siwon bertanya kepada gadis yang sedang menyenderkan kepalanya di bahunya. Mereka sedang menonton dan berbagi popcorn buatan rumah ketika Siwon bertanya pertanyaan acak itu.

“Ke suatu tempat.. seperti tempat yang benar-benar ingin kamu kunjungi..” Siwon menjelaskan

“Untuk apa?” tanya Tiffany yang membetulkan posisi duduknya sambil memegang mangkok berisi popcorn itu dengan kedua tangannya.

“Mungkin kita bisa pergi kesana, selama akhir pekan?” Siwon berseri-seri sambil tersenyum tulus dari dalam hatinya, Tiffany melompat-lompat kegirangan

“Jinjja?? Aku benar-benar ingin ke pantai! Kita bisa kan Siwon? Bisa kan?” Tiffany meminta seperti anak kecil yang ingin pergi ke taman kepada orang tuanya.

Lalu Siwon mengingat bahwa dokter mengatakan agar dia tidak berada di bawah sinar matahari terlalu lama. Dia tidak bisa kelelahan,karena itu buruk untuk kondisinya sekarang, tetapi dia harus, untuk Tiffany. Dia tidak akan pernah menyesali, karena dia tahu itu akan membuat Tiffany senang.

“Okay jika begitu, putri pink ini ingin pergi ke pantai, kita akan pergi.” Siwon tersenyum. Moment selanjutnya membuat Siwon malu. Tiffany mendaratkan bibirnya diatas bibir Siwon, memberi ciuman cepat.

“Oppa terbaik!! Siwonnie Jjang!!” lalu Tiffany mencubit pipi Siwon sampai merah. Siwon tertawa, melihat tingkah laku Tiffany yang menunjukkan kasih sayang kepadanya, komitment Tiffany untuknya, dia bisa menjadi keras, tapi itulah pesona uniknya.

Sebelum Siwon mematikan lampu, Siwon membayangkan sedikit. Siwon sedang berpikir tentang Tiffany. Senyuman polosnya, kasih sayang yang ditunjukkannya, dan komitmennya untuk Siwon.

Siwon takut akan kematian bukan karena dia masih muda dan harus hidup,  tetapi karena ia tidak mau mematahkan hati Tiffany yang rapuh.

♥= Four =♥

“Hey! Heyy!! Perhatikan!! Jangan pergi terlalu jauh, okay?” Siwon mengingatkan pacarnya yang senang sekali bermain dengan air. Hari mereka akan bermain ke pantai datang seperti Siwon menjanjikannya. Ia akan membawa Tiffany ke pantai. Matahari sangat terik, tetapi Siwon berusaha untuk tidak memikirkannya. Ia duduk di atas pasir melihat gadisnya bermain dengan air laut yang dingin.

Menatap Tiffany dalam, Siwon mencoba untuk mencetak memorinya tentang Tiffany di dalam ingatan Siwon.

“Kini datang ombaknya~” tiba-tiba Siwon merasakan semprotan air di tubuhnya. Siwon berdiri dan berlari dengan cepat dari pelakunya, yang adalah Tiffany, gadisnya.

“Heey!! Ini baju favoritku!! Kau tidak bisa membuatny basah!” Siwon protes sambil mengeringkan celana dan bajunya.

“Aku tidak mengerti mengapa kita datang kesini dan kamu berkata kamu tidak mau bajumu basah..” Tiffany tertawa kepada Siwon yang sedang menjauh dari Tiffany yang terus melanjutkan menyemprotkan air padanya.

“Eh, kamu bilang kamu ingin datang ketempat ini, maka dari itu aku membawamu kesini, itu bukan berarti aku perlu ikut berenang” Siwon berjalan mondar mandir hanya untuk menghindari Tiffany.

“Siapa yang mengatakan kamu akan berenang? Kamu tidak akan berenang, tapi kamu akan basah!” Sebelum Siwon mengetahuinya, ia sudah ditarik jatuh ke air laut, membuatnya basah. Siwon memutuskan untuk membalas Tiffany dengan menariknya kembali dan membuat rambutnya berantakan dengan merunduk di bawah.

Itu merupakan gambaran yang sempurna.

Bagaimana Siwon berharap ingin selamanya bisa seperti itu

Dengan waktu berhenti

Dan melukiskan gambar itu

♥= Four =♥

Mempacking di hari yang sama untuk pulang ke rumah, Siwon merasa kakinya melemah. Dia melakukan perjalanan beberapa kali ke mobil membuat Tiffany memperhatikan insiden kecil yang Siwon punya

“Siwon baby, apakah kamu baik-baik saja?” Tiffany menarik tangan Siwon dan melihat ke wajahnya untuk memastikan Siwon baik-baik saja. Muka Siwon melukiskan kelelahan dan dia berkeringat di seluruh wajahnya. Tiffany mengelap keringat Siwon dengan telapak tangannya, dan membawa Siwon ke dalam mobil.

Siwon duduk di kursi penumpang, sebagaimana Tiffany bersikeras dia yang menyetir kembali ke rumah. Siwon bisa saja protes, namun kali ini dia harus setuju karena dia sangat lemah sekarang.

“Siwon?” dia mendengar suara Tiffany, tetapi ia susah untuk meresponnya. Dia mencoba untuk membuka matanya, tapi penglihatan yang tidak jelas adalah semua yang dia dapat. Terlihat seperti seluruh dunianya gelap, suara yang ia dengar pun mulai tidak jelas. Hal selanjutnya yang ada adalah cahaya yang sangat terang dan langsung menjadi gelap gulita.

♥= Four =♥

Siwon membuka matanya. Dia hanya mengetahui bahwa dia sedang terbaring di dalam rumah sakit. Cahaya diruangan itu sangat terang, dan Siwon mencoba untuk mengingat hal terakhir yang terjadi, tetapi tidak ada lagi yang dia ingat kecuali saat dia duduk di dalam mobil.

Siwon mencoba duduk perlahan-lahan, dan melihat sekelilingnya, Siwon melihat Tiffany melewati ruangannya dengan mata yang merah. Orangtuanya ada di luar, mengorbol dengan dokternya. Lalu, dia menyadari saat ini, bahwa orangtuanya sudah mengetahui kebenarannya.

Ayah Siwon melihat Siwon duduk di atas ranjang. Secara cepat, orang tua Siwon masuk dan duduk disebelah Siwon. Sekarang, ibunya, tidak bisa menahan dan menangis kencang. Mengetahui putra kesayangannya sekarang, bunga yang perlahan menghilang.

“Mom.. tidak apa.. tidak apa..”Siwon berusaha menenangkan ibunya. Ibunya menangis lalu mengelap air matanya. Siwon melihat Tiffany sedang melihat ke arah lain, berusaha menahan tangisnya. Pemandangan itu seketika membuat hatinya hancur.

Itu sangatlah kejam, di satu moment, mereka sedang bersenang-senang, sekarang, mereka berdua ada di rasa sakit yang sama..

“Mom, Dad.. apakah kalian keberatan jika aku berbicara pada Tiffany dulu?” ayahnya mengangguk, tidak ada seorangpun yang berani mengungkitnya. Kedua orang tua Siwon keluar dari kamar Siwon dan Siwon turun dari ranjangnya untuk duduk di sebelah Tiffany. Tiffany hanya bisa mengeluarkan perasaannya sekarang, Siwon menggenggam tangannya untuk bersatu dengan tangannya. Tiffany tidak bisa menahannya lagi dan dia memeluk Siwon agar bisa menangis di pelukannya.

Tangisan Tiffany seperti belati di tubuhnya. Siwon berjanji tidak akan pernah membuat Tiffany menangis, tetapi itu hanya kepercayaannya untuk Tiffany. Perlahan Siwon mengistirahatkan tubuh Tiffany diatas tubuhnya.

“Kamu ingat? Kamu adalah cry baby, kamu selalu datang kepadaku dan mengatakan bahwa kamu ingin kembali ke California. Kukira kamu berubah banyak dari waktu itu, tetapi kamu masih cry baby sekarang…” Siwon berusaha membuat atmosfirnya tenang sekarang, dengan menggoda Tiffany. Tetapi Tiffany menangis lebih keras.

“Kamu tidak akan meninggal, kan? Kamu tidak akan, karena.. karena.. -kamu tidak apa-apa, kamu sehat! Lihat?” Tiffany memukul pelan lengan Siwon yang sekarang sedikit lebih kurus daripada biasanya. Siwon tidak bisa melihatnya, dia tidak menyadari bahwa sekarang dia sedang menangis.

“Dokter tidak tahu apa-apa Tiffany.. yang penting aku ada disini, aku membuatmu senang kan? Aku disini untuk membuatmu senang. Kita akan merayakan ulang tahunmu, aku akan menontonmu saat konser, kita akan pergi ke taman, kita akan melakukan semua seperti rencana kita.” Kata Siwon. Tiffany semakin memeluk Siwon erat. Tiffany takut untuk menutup matanya karena bisa saja Siwon meninggalkannya. Bagaimana Tiffany berharap bahwa ini adalah mimpi buruk, ketika mereka membuka matanya, ini berakhir

“ I Love You Tiffany.. ingat itu, apapun yang terjadi, kuharap kamu akan selalu mengingat 3 kata yang aku ucapkan. Aku tahu kita tidak akan bisa lama, tetapi saat aku masih bisa, aku ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu.” Itu keluar dari bibir Siwon dan itu mengagetkan Tiffany.  Sekarang atau nanti, Siwon akan meninggalkannya, dan Tiffany mencoba sebisa mungkin untuk tidak merasa lemah dan kecil hati, karena hal terakhir yang ingin dia lakukan adalah melepaskan.

♥= Four =♥

Dari hari itu, mereka berdua tidak membuang-buang waktu, mereka berusaha agar bisa bersama, melakukan aktivitas bersama, dan menghabiskan waktu Siwon, mengisinya dengan memori hidup tentang cinta mereka. Seperti waktu yang terus berlalu, Tiffany tidak bisa sekarang, dia terus memikirkan bagaimana hidupnya jika Siwon menghilang.  Perlahan Tiffany belajar bagaimana caranya untuk menerima hal yang tidak dapat ia ubah.

Satu hari, Siwon meminta Tiffany untuk kembali ke pantai yang mereka kunjungi sebelumnya. Tiffany sedikit ragu-ragu untuk mengatakan “ iya “ karena cuacanya panas, dan dokter mengatakan bahwa Siwon tidak boleh berada di luar terlalu lama.

“Ayolah Fany-ah, hanya untuk hari ini, pleeeeeaassseeeee!!” Siwon menarik tangan Tiffany meminta Tiffany untuk mengatakan “ Iya “

“Arraso Arraso.. tetapi kita disana hanya saat matahari terbenam saja, jadi kamu tidak akan menerima cahaya matahari terlalu banyak.” Tiffany kira, itu adalah solusi yang baik. Siwon bertepuk tangan karena senang dan dia tertawa, Nanti Siwon harus melakukannya, mereka kehabisan waktu, bukan.. Siwon mulai kehilangan waktunya..

Mereka duduk di bagian yang berbatu dari pantai itu, tepat waktu saatnya untuk matahari terbenam. Hanya untuk bernafas,warnanya terlihat nyata dan tidak perlu kata-kata untuk mengungkapkan keindahannya. Ini adalah kencan yang sempurn di pantai. Mereka mulai menyenderkan kepalanya.. Tiffany di bahu Siwon, Siwon diatas kepala Tiffany. Melihat lukisan indah yang besar, di depan mereka.

“Tiff?” Siwon melihat kepada Tiffany dengan penuh perasaan.

“Ya?” Tiffany masih sangat cantik seperti pertama kali Siwon melihatnya.

Siwon membelai rambut Tiffany dan membuatnya berada di belakang telinga, sehingga seluruh wajah Tiffany terlihat.

“Aku perlu memberimu sesuatu.” Tiffany menatap Siwon heran. Siwon mengambil kotak kecil berwarna merah dari saku bajunya.  Kotak kecil itu diikat oleh pita yang berwarna sama. Siwon mengambil tangan Tiffany dan meletakkan kotak itu diantara telapak tangannya.

“Tetapi kamu harus membukanya di waktu yang tepat, kamu akan mengetahuinya nanti.” Siwon tersenyum. Siwon mendekat dan memberi Tiffany ciuman yang tulus dari hati. Tiffany merasakan sesuatu dari situasi ini, Tiffany merasa seperti ini adalah moment terakhir yang bisa mereka punya bersama. Tetapi Tiffany tidak mengatakannya. Tiffany mencoba untuk menghabiskan waktunya seperti kencan lainnya yang mereka punya dulu. Tiffany menginginkan tidak ada yang berubah.

Hari selanjutnya, Siwon ditemukan sudah meninggal di ranjangnya. Dia mengalami komplikasi liver semalam. Tiffany hampir benar-benar jatuh mengetahui apa yang terjadi beberapa jam yang lalu. Tiffany tidak tahu jika itu akan menjadi akhir bagi mereka..

♥= Four =♥

Beberapa hari kemudian, teman terdekat Siwon, Donghae, pergi ke dorm Tiffany.

“Siwon menginginkan kamu mempunyai ini.” Kata Donghae. Tiffany memegang box sepatu yang dia dapatkan dari Donghae. Setelah Donghae pulang, Tiffany masuk ke ruangannya dan membuka box itu. Isinya adalah koleksi dari tiket bioskop, foto mereka dan beberapa barang yang Tiffany berikan untuk Siwon. Tiffany merasakan kesedihan yang kembali datang saat mengingat Siwon, Tiffany tidak pernah tau bahwa Siwon adalah tipe yang sentimental. Membuka dan melihat barang- barang di dalam box itu, Tiffany melihat perekam suara dan amplop, sepertinya untuk perekam suara tersebut.

Tiffany membuka amplop yang berisi surat itu.  Isinya adalah instruksi. Tiffany tertawa, sepertinya Siwon mengira Tiffany tidak tahu cara menggunakannya, tetapi apapun itu Tiffany mulai membaca isi suratnya.

“Mainkan no 001”

Tiffany memencet “play” dan memasang headphonenya.

“Annyeonghaseyo Fany-ah!” Tiffany mulai menangis lagi ketika mendengar suara Siwon.

“Tiffany-ah, kamu jangan menangis, kalau tidak, matamu akan jelek!” Tiffany tertawa sejalan dengan perekamnya main. Siwon terdengar sangat bahagia, hidup, dan seperti dia.

“Tiffbaby, aku ingin kamu mendengarkan baik-baik. Apakah kamu sudah melihat box yang diberikan si muka ikan padamu? Ada surat yang berisi tentang kencan special kita dan rekaman suara untuk itu, aku tidak ingin melewatkan 1 pun dari kencan itu, maka dari itu.. bisakah kamu membuat janji untuk mendengar rekamanku tepat pada waktunya? Kamu harus berjanji. Dan oh, box merah itu. Simpan box itu dan jangan membukanya, okay? Baguslah! I miss you now, Fanybaby! Kuharap kamu juga merindukanku. I love you so much! Sampai hari itu, annyeong!”

Tiffany melihat lagi ke dalam surat itu, dan ada beberapa rekaman suara untuk tiap hari special yang akan mereka rayakan.

1 . Instruksi

2 . Untuk ulang tahunmu

3 . Untuk hari pertama di konsermu

4 . Untuk Natal

5 . Hari jadi

Mengetahui Siwon berbuat seperti ini untuknya, Tiffany tetap tersenyum, dia tahu, dia tidak salah memilih laki-laki, tetapi jika saja Tiffany dapat memundurkan waktu dan bersama Siwon lagi..

♥= Four =♥

1 Agustus

“Saengil chukkae hamnida! Saengil chukkae hamnida! Saranghae neun Tippany~~♥! Saengil chukkae hamnida! Pretty Tiffbaby! Happy birthday!^^. Aku tidak mengirimkan kue hari ini, tetapi aku memberimu bunga! Apakah Kyuhyun membeli warna yang benar dan baik? Aku yakin Kyuhyun ingat! I miss you Fany-ah! Aku harap kamu melakukan hal dengan baik! Selalu ingat bahwa aku disini untukmu! I love  you Tiffbaby! Happy Birthday!”

Ini merupakan hal termanis yang pernah Siwon lakukan untuk Tiffany. Dari waktu ke waktu, Tiffany mengingat Siwon, seperti biasa, apa yang mereka lakukan sebagai pasangan.  Tiffany sangat patuh terhadap janji yang dia buat untuk Siwon, disaat hari yang special tiba, Tiffany akan memainkan rekamannya dan mendengarkan suara Siwon.

♥= Four =♥

Pagi hari saat hari jadi mereka, Tiffany melihat rekaman suaranya dan itu merupakan rekaman suara yang terakhir. Tiffany berharap ada sesuatu yang harus dia lakukan dengan box merah pemberian Siwon.

“Fany-ah, aku ingin kamu pergi ke pantai yang pernah kita kunjungi bersama, aku benar-benar merindukannya. Bawa box merah itu bersamamu, ku harap kamu patuh dan tidak membuka box merah itu! Mainkan rekaman selanjutnya saat kamu sudah tiba disana, menyetirlah dengan hati-hati!”

Tiffany mengambil kunci mobilnya dan box merah itu kemudian menyetir ke pantai yang pernah mereka kunjungi. Tiffany duduk di tempat saat Tiffany dan Siwon menghabiskan waktu saat matahari tenggelam bersama. Seperti yang dikatakan, Tiffany memainkan rekaman selanjutnya.

“Fany-ah, aku ingin kamu membuka boxnya sekarang.” Tiffany melakukannya seperti apa yang dikatakan Siwon. Dia menemukan cincin yang elegant.

“Fany-ah, itu adalah cincin pertunangan kita. Seharusnya aku memintamu untuk menikahiku pada saat hari jadi kita yang keempat, tetapi aku berpikir itu tidak akan mungkin terjadi. Fanybaby, aku minta maaf aku tidak dapat melakukannya, aku minta maaf jika kamu tidak mempunyai kesempatan untuk memakainya. Aku ingin kamu bahagia, dan kamu berhak mendapatkan semua kebahagiaan bukan hanya dari aku saja, namun dari yang lain juga. Tiffany, aku tahu ini akan sangat sulit untukmu, tetapi kamu harus melemparkan cincin itu ke dasar lautan. Menggelikan bukan? Tetapi kamu harus melakukannya Fany-ah, kamu harus melepaskan aku. Kamu harus bahagia, dan aku akan mengerti jika kamu mencintai orang lain selain aku, hanya jangan lupakan aku, lelaki pertama yang kamu cintai dan kurang beruntung, membuatmu menangis. Lepaskan aku Tiffany, kamu harus melepaskan aku.”

Tiffany menangis keras, Tiffany belum siap tetapi dia tahu itu akan membuat Siwon bahagia. Tiffany melemparkan cincin yang bersinar itu ke lautan, hilang dari pandangannya, dan terakhir, membuat setengah dari hatinya lega.

Tiffany memasukan semuanya ke dalam box, bersama dengan memori yang lainnya, mengambil baby steps, Tiffany mencoba yang terbaik yang dia bisa untuk kehidupannya tanpa Siwon, tetapi hidup dengan cinta Siwon dan hal-hal yang mereka bagi. Sangatlah susah melepaskan orang yang sangat kamu cintai, tetapi seperti apa yang dikatakan, cinta sejati adalah melepaskannya..

 

I wanna hold you hair

I wanna kiss you lips

I wanna fallin’ in love with you

It must be beautiful lovely day

-Super Junior, Lovely Day- ( Super Show 4 ver [Ballad] )

©the909maknae

Translate by : WonTiff407801 ©2013

Gimana prophetsdeul? Anehkah terjemahannya? Mianhae kalo kurang ngena di hatinya ya.. by the way.. yang lirik SJ itu aku tambahin, waktu aku denger lagunya kaya yang cocok banget deh.. (T^T)

Keep RCL, ne! ^^

WonTiff407801

81 thoughts on “FOUR

  1. Annyeong.. Min
    Salam kenal ^_^
    Aku reader baru
    Pas lihat sifany island ku mutusin buat baca dari yg bulan september 2013 soalnya aku penasaran.
    Ternyata pas aku baca four walaupun endingnya sedih.. Tapi keren banget min..
    Lanjut mau baca ff sifany yg lain..
    Semangat ya min..

  2. Indah bgt cinta mrk. siapa pun yg th psti ikut terenyuh krn btp bsr cinta sifany, siwon boleh prgi tp cinta akn sll ad di hati fany slmny…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s